Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

“ Pembuatan Simplisia Biji Pala (Myristica Fragan Haitt) , Pengamatan Makrokopis dan
Mikroskopis serta Pengamatan Uji Organoleptik’’

Kamis ,24 dan 31 Oktober 2019

Nama : Siti Warohma

NIM : 184840135

PRODI D-III FARMASI

POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG

TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat,karunia,serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan
LaporanParktikum Farmakognosi yang berjudul “Pembuatan Simplisia Biji Pala (Myristica
Fragan Haitt), Pengamatan Makrokopis dan Mikroskopis serta Pengamatan Uji
Organoleptik’’.

Saya sangat berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai“Pembuatan Simplisia Biji Pala (Myristica Fragan
Haitt).Pengamatan Makrokopis dan Mikroskopis serta Pengamatan Uji Organoleptik’’’. Saya
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan
jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan
demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
sarana yang membangun.
Semoga laporan praktikum ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Air Itam, 24 Oktober 2019

Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………...i
KATA PENGANTAR ……………………………………………… ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………….. iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang …………………………………………………... 1
B. Tujuan Penulisan ………………………………………..………...1
C. Manfaat Penulisan ……………………………………… ………..1
BAB II LANDASAN TEORI
A.Pengertian Tumbuhan Pala . …………….………………………….2
B.Morfologi tumbuhan pala ……..……………………………………,2
C.klasifikasi tumbuhan pala ….……………………………………….2
D. manfaat penting dan kandunga dari tanaman pala ………….. …...4
E. Penyebaran biji pala ………………………………………………..4
F. pengertian simplisia…………………………………………………4
G. pembuatan simplisia……………………………………………….4

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM


A. Waktu dan tempat praktikum………………………………… … 5
B. Alat dan bahan…………………………………………………… 5
C.Prosedur kerja ……………………………………………………..5
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A.Hasil pengamatan………………………………………………….6
B. Pembahasan……………………………………………………….8
BAB V PENUTUP
A.Kesimpulan………………………………………………………..9
B.saran……………………………………………………………….9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………….10
LAMPIRAN………………………………………………………….10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Pala merupakan tanaman asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku.
Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok
melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus
meluas sampai Sumatera. Dunia mengenal Maluku dari hasil pala dan cengkih (Bustaman. S,
2007).
Umumnya tanaman pala dikelola secara turun temurun oleh masyarakat di Maluku dan
secara pengelolaannya masih bersifat tradisional, oleh karena itu walaupun potensi dan
tingkat produksinya cukup baik, namun belum dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat
(petani). Pala selain sebagai rempah-rempah, juga berfungsi sebagai tanaman penghasil
minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan kosmetik,
namun dalam perkembangannya komoditi pala di indonesia masih mengahdapi berbagai
persoalan. Hasil audit inspeksi EU-FVO untuk komoditi pala
Indonesia ke Uni Eropa menemukan sejumlah persoalan baik pada tingkat petani, pedagang
maupun pihak eksportir. Beberapa persoalan di tingkat petani antara lain lemahnya higiene
dan sanitasi kebun serta praktek budidaya dan panen yang kurang baik, lemahnya
pengetahuan dan ketrampilan panen dan pasca panen, serta lemahnya pengetahuan dan
ketrampilan tentang teknologi pengeringan pala. Selain persoalan di
tingkat petani, juga terdapat sejumlah persoalan penting pada tingkat pedagangpengumpul
sampai dengan eksportir, yakni : tidak ada mekanisme pendaftaran pedagang pengumpul
pala, lemahnya penerapan higiene dan sanitasi pada tahap pasca panen dan penanganan biji
pala, lemahnya pengetahuan dan ketrampilan tentang teknologi pengeringan biji pala,
tingginya resiko peningkatan kelembaban pada tahap transportasi dan pengapalan.
Pada pala terdapat kandungan kimia Buah pala mengandung zat-zat : minyak terbang
(myristin, pinen, kamfen (zat membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol,
alkohol), gliseda (asam-miristinat, asam-oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula,
vitamin A, B1 dan C. Minyak tetap mengandung trimyristin.Pada praktikum kali ini, kami
akan membuat sediaan simpilisia bunga melati ,pengujian secara makroskopi dan
mikroskopik dan pengujian organoleptic.

B. tujuan
1.mahasiswa dapat membuat simplisia biji pala
2.mahasiswa dapat melakukan pengujian secara makroskopik dan mikroskopik
3.mahasiswa dapat melakukan pengujian secara uji organoleptic

C. manfaat
Manfaat yang dapat diambil dari praktikum ini yaitu:
1.mahasiswa dapat membuat simplisia biji pala
2. mahasiswa dapat melakukan pengujian secara makroskopik dan mikroskopik
3. Mahasiswa dapat melakukan pengamatan secara uji organoleptik
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Pala
Tanaman Pala (Myristica fragrans Houtt) merupakan tanaman asli indonesia yang beraal
dari pulau Banda. Tanaman ini merupakan tanaman yang dapat berumur panjang hingga lebih
dari 100 tahun. Tanaman pala merupakan tumbuhan berbatang sedang dengan tinggi
mencapai 18m, memiliki daun berbentuk bulat telur atai lonjong yang selalu hijau sepanjang
tahun. Pohon pala dapat tumbuh di daerah tropis pada ketinggian dibawah 700m dari
permukaan laut. ( Nurdjannah,2007)

B. Klasifikasi tumbuhan pala menurut Cronquist (1981)


Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Super Divisi: Spermatophyta
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Magnolidae
Ordo: Magnoliales
Famili: Myristicaceae
Genus: Myristic
Spesies: Myristica fragrans Houtt.

C. Morfologi tanaman pala


Batang

Batang pokok tanaman bisa mencapai ketinggian 18-20 meter lebih. Tumbuhnya tegak,
bentukny bulat agak berbonggol-bonggol. Cabang primernya membentuk krans ( karangan )
melingkari batang pokok abu-abu kelam atau hijau tua. Mahkota pohon berbentuk pyramid
yang indah dan sempurna bila tumbu sendiri

Daun
Daun tanaman pala memiliki ukuran yang berbeda antara jantan dan betina. “ ukuran
daun pala jantan lebih kecil daripada daun pala betina. Bentuknya seperti telur elip, dengan
pangkal dan pucuknya meruncing. Warna bagian bawah hijau kebiru-biruan muda, sedangkan
bagian atasnya hijau tua”

Bunga

. Bunga pala berbentuk malai (tandan) karena termasuk bunga majemuk. Malai bunga
jantan terdiri dari 1-10 bunga, sementara malai bunga betinahanya 1-3 bunga. Bunga jantan
tumbuh lebih tegak pada ranting buah, tetapi ukurannya lebih kecil dari bunga betina. Bunga
betina tumbuh pada ketiak daun dengan kekhasannya yang berbau harum, berwarnakuning
muda, dan halus. Persarian bunga pala terjadi jika ada bantuan dari semut dan angin.

Buah

Buah tanaman pala berbentuk bulat, berwarna hijau kekuning kuningan buah ini apabila
masak terbelah dua. Garis tengah buah berkisar antara 3-9 cm, daging buahnya tebal dan
asam rasanya. Biji berbentuk lonjong sampai 5 Universitas Sumatera Utara 18 bulat,
panjangnya berkisar antara 1,5-4,5 cm dengan lebar 1-2,5 cm. Kulit biji berwarna coklat dan
mengkilat pada bagian luarnya. Kernel biji berwarna keputi hputihan, sedangkan fulinya
berwarna merah gelap dan kadang-kadang putih kekuning-kuningan dan membungkus biji
menyerupai jala.

Akar
Akar tanaman pala merupakan akar tunggang yang dalam akar lateralnya (feeder alias
penghisap zat makanan) berakar serabut yang cukup tebal, dangkal letaknya dibawah
permukaan tanah. Oleh karena itu mudah diserang erosi air dan mudah menderita kekeringan

D. Kandungan biji pala


Buah pala mengandung zat-zat : minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat
membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda (asam-miristinat,
asam-oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1 dan C. Minyak tetap
mengandung trimyristin

E. khasiat biji pala

Khasiat dari pala diantaranya adalah :


1. Pereda sakit perut
Buah pala ternyata sejak zaman dulu dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi gangguan
pencernaan, diare, dan kembung. Minyak esensial dan zat kimiawi alami lainnya yang ada di
dalam buah ini membantu kelancaran saluran pencernaan. Untuk membantu masalah
pencernaan, taburkan sedikit, tak lebih dari setengah sendok teh dalam semangkuk oatmeal
sarapan setiap hari selama 2 minggu.
2. Membantu tidur
Jika Anda memiliki masalah untuk tidur, tuangkan segelas susu hangat dan sedikit pala
bubuk. Susu mengandung tryptophan, asam amino yang berubah menjadi serotonin dalam
tubuh, sementara buah pala membantu serotonin bertahan lebih lama, begitu penjelasan dari
Michael Murray, ND, pengarang The Encyclopedia of Healing Foods.

3. Pereda sakit gigi


Bagi yang pernah merasakan sakit gigi, pasti pernah merasakan obat yang dioleskan dokter
pada gigi. Rasanya pedas seperti pala. Ya, karena buah pala memang sudah sejak lama
digunakan untuk meredakan sakit gigi dan gusi meradang. "Coba pijatkan satu-dua tetes
minyak pala pada gusi jika terasa sakit atau meradang," saran Sara Snow, pengarang Sara
Snow's Fresh Living. Tambahannya, zat dalam minyak pala membantu memerangi bakteri
dalam mulut yang bisa menyebabkan gigi berlubang.

F. Penyeberan pala
Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi
asli Indonesia, karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar
ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada
tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera.

G.pengertian Simplisia

Simplisia adalah bahan alami yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami
pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain simplisia merupakan bahan yang
dikeringkan ( Depkes, 1989 ). Simplisia tumbuhan obat merupakan bahan baku pembuatan
ekstrak, baik sebagai bahan obat atau produk
( Depkes, 1985 ).

H. Proses pembuatan simplisia


1. Pengumpulan bahan baku, dipengaruhi oleh waktu pengumpulan, dan juga teknik
pengumpulan.
2. Sortasi basah, memiliki tujuan untuk membersihkan dari benda-benda asing seperti
tanah, kerikil, rumput, bagian tanamn lain dan bahan yang rusak.

3. Pencucian simplisia dengan menggunakan air, sebaiknya memperhatikan sumber air,


agar diketahui sumber air tersebut mengalami pencemaran atau tidak.

4. Pengubahan bentuk simplisa seperti perajangan, pengupasan, pemecahan, penyerutan,


pemotongan.

5. Pengeringan dilakukan sedapat mungkin tidak merusak kandungan senyawa aktif


dalam simplisia. Tujuan pengeringan yaitu agar simplisia awet, dan dapat digunakan
dalam jangka waktu yang lama.

6. Sortasi kering, bensa-benda asing yang masih tertinggal, dipisahkan agar simplisia
bersih sebelum dilakukan pengepakan.

7. Pengepakan dan penyimpanan untuk mencegah terjadinya penurunan mutu simplisia

BAB III

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

A WAKTU & TEMPAT


Pelaksanaan praktikum simplisia Biji Pala (Myristica Fragan Haitt) dilakukan pada hari
Kamis , 24 & 31 Okteober tahun 2019 pada pukul 07.30- 13.10 di LABORATORIUM
FARMAKOGNISI LANTAI 2 POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG.

B.ALAT DAN BAHAN

BAHAN
Biji pala 200g
ALAT
Baskom
timbangan
Serbet dan pisau
Toples kaca
mikroskop
Kain hitam
Kaca preparat
Mortar dan stamper
C. PROSEDUR KERJA

1. mengumpulkan biji pala


2.memotong biji pala menjadi kecil, agar mudah kering , kemudian mencuci hingga bersih
dari kotoran
3. mensortasi basah tersebut dengan cara mempilah-pilah yang baik sehingga diperoleh
simplisia yang baik
4. jemur biji pala diatas sinar matahari ditutupi dengan kain hitam,jemur sampai kering
5. kemudian ditimbang dan dicatat hasilnya
6.masukkan kedalam tempat sediaan ( untuk biji pala makroskopik)
7. ambil sebagian biji pala yang telah kering , kemudian gerus hingga halus
8.kemudian amati biji pala yang telah halus dibawah mikroskop
9.dokumentasikan gambar yang diamati
10.sisa biji pala yang digerus, disimpan didalamn kaca gelas dan diberi nama klasifikasinya.
( untuk biji pala mikroskopis)
11. melakukan uji organoleptic

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil pengamatan

Pengamatan secara makroskopik


Uji Organoleptik Biji pala telah dihalus Biji pala yang masih utuh

warna Coklat muda Coklat

aroma Khas biji pala Khas biji pala

tekstur Halus dan sedikit kasar Kasar dan berbentuk seperti


kelereng

bentuk Serbuk halus dan sedikit Bulat


kasar

rasa Pahit kepedasan Pahit kepedasan

gambar

Pengamatan secara mikroskopik

Bahan uji Gambar mikroskop keterangan

Biji Pala (Myristica perbesaran 4x10 Diperbesaran 4x10


Fragan Haitt) hanya terdapat trakea
dan fragmen
Biji Pala (Myristica Perbesaran &àx10
Fragan Haitt) terdapat fragmen,
minyak oksalat, dan
minyak atsiri yang
terlihat kurang jelas :

Biji Pala (Myristica Perbesaran 40x10 Diperbesaran 40x 10


Fragan Haitt) terdapat minyak
atsiri, fragmen, dan
Ca Oksalat dan
lamella

Biji Pala (Myristica Diperbesarn 100x 10


Fragan Haitt) terdapat lamella,
fragmen dan minyak
atsiri

B. Pembahasan

Simplisia merupakan bahan alami yang digunakan sebagai obat yang belum
mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang telah
dikeringkan.Pada praktikum kali ini, kami membuat sediaan simplisia Biji Pala (Myristica
Fragan Haitt) yang banyak sekali manfaatnya yang dapat kita gunakan baik akar,batang,daun
dan buah . biji pala yang dikeringkan sempurna apabila dipergunakan secara benar akan
sangat manfaat bagi kesehatan, efektif untuk meredakan sakit perut,membantu tidur, Pereda
sakit gigi. (Michael Murray, ND, pengarang The Encyclopedia of Healing Foods.)
Kandungan yang terdapat pada biji pala minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat
membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda (asam-miristinat,
asam-oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1 dan C. Minyak tetap
mengandung trimyristin.
Pengamatan makrokospik dan mikroskopik dengan ukuran mikroskop yang berbeda-
beda . pada pembuatan simplisia Biji Pala (Myristica Fragan Haitt)basah sebanyak 500g ,
dan setelah pengeringan beberapa hari didapatkan 125g. jadi pengurangan hasilnya 375g .
simplisia yang telah kering baik mikroskopik maupun makroskopik dimasukkan kedalam
toples kaca dan diberi label klasifikasinya.

Pada pengamatan makroskopik didapatkan warna coklat tua,bau khas biji pala ,rasa
pahit, dan bentuknya ada yang halus,sedikit kasar , dan biji pala berbentuk bulat seperti
kelereng yangbelum dihaluskan .Pada pengamatan mikroskopik dengan mikroskop ukuran
4x10 terdapat minyak atsiri yang terlihat kurang jelas dan trakea dan fragmen. Perbesaran
10x10 terdapat minyak . atsiri yang terlihat dengan jelas , fragmen, , dan Ca Oksalat.
Diperbesaran 40x 10 terdapat minyak atsiri, fragmen, dan Ca Oksalat . Diperbesarn 100x 10
terdapat minyak atsiri, fragmen dan Ca Oksalat serta lamella yang terlihat dengan jelas .

BAB V

PENUTUP

A.Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini:


1. pengumpulan bahan baku, sortasi basah,pencucian, perajangan ,pengeringan,sortasi

kering,pengemasan,dan penyimpanan
2. mahasiswa dapat mengetahui pengamatan dengan makroskopis dengan uji organoleptic

yaitu mempunyai warna coklat tua , bau khas biji pala, bentuk yang telah dihalus seperti

serbuk dan sedkit kasar sedangkan bentuk yang masih utuh kasar seperti bola kelereng

bentuknya bulat , dan mempunyai rasa yang pahit.

3. mahasiswa dapat mengetahup pengujian secara mikroskopik ukuran 4x10 terdapat minyak
atsiri dan trakea dan fragmen. Perbesaran 10x10 terdapat minyak . atsiri, fragmen, , dan Ca
Oksalat. Diperbesaran 40x 10 terdapat minyak atsiri, fragmen, dan Ca Oksalat . Diperbesarn
100x 10 terdapat minyak atsiri, fragmen dan Ca Oksalat serta lamella yang terlihat dengan
jelas .

B.Saran
Saran yang dapat diberikan yaitu saat mengamati mikroskopik dibawah mikroskop,
sebaiknya medium yang digunakan jangan terlalu banyak, karena akan mempengaruhi
penampang yang diamati. Jika terlalu banyak medium, globul air akan mempersulit kita
untuk mengamati bagian- bagian sel yang terbentuk. Penjemuran simplisia harus ditutupi
dengan kain hitam jika langsung terkena sinar matahari.Dan menaati peraturan tata tertib di
labarorium.

Daftar pustaka

Bustaman , S. 2007. Prospek dan Strategi Pengembangan Pala di Malukub. Jurnal Perspektif
Vol .6. No.2: 68-74.

Cronquist , A. 1981. An Integrated System of Classification of Flowering Plants, New York.


Columbia University Press, 477
Nurdjannah , N .2007. Teknologi Pengolahan Pala. Badan Penelitian dan Pengembangan

Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian. IPB. Bogor

LAMPIRAN

Pengumpulan bahan baku pengeringan simplisia

simplisia yang telah kering