Anda di halaman 1dari 57

Mahasiswa Praktikan

Nama :……………………………………………..
NIM :…………………………………………….
Kelas :…………………………………………….
Semester :……………………………………………

JOB SHEET
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU

Disusun Oleh :
Wasino S.T., M.T.

PROGRAM STUDI KONSTRUKSI GEDUNG


JURUSAN TEKNIK SIPIL
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2019
i
ii
iii
iv
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANG DINDING BATA
½ BATU DENGAN PILAR
DAN LENGKUNG
No. Praktik : 1 (Satu) Instruktur :

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Pada akhir praktikum Mahasiswa akan dapat :
1 Mengaduk mortar secara manual dan masinal,
2 Memotong bata dengan palu pemotong bata, atau dengan pemotong elektrik
3 Memasang dinding bata dengan teknik yang benar,
4 Mengenal macam-macam konstruksi lengkung dan Membuat pasangan lengkung.
5 Menghitung RAB dan RAP pekerjaan konstruksi batu

II. PERALATAN
1. Sendok spesi, 7. Kotak spesi
2. Meteran 8. Gerobak dorong
3. Palu pemotong bata 9. Ayakan pasir
4. Waterpas 10. Sekop
5. Pensil 11. Cangkul
6. Ember 12. Slang plastik

III. BAHAN
1. Kapur,
2. Pasir
3. Batu bata
4. Air
5. Benang

IV. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Setiap lapis bata harus tegak dan datar.
2. Siar datar dan siar tegak harus sama tebalnya (1cm – 1,5 cm),
3. Pengambilan mortar harus pas untuk satu bata,
4. Memposisikan bata hingga rata dengan benang tidak boleh dipukul,

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANG DINDING BATA
½ BATU DENGAN PILAR
DAN LENGKUNG
No. Praktik : 1 (Satu) Instruktur :
1
5. Posisi berdiri harus benar, dengan kotak spesi disebelah kanan dan bidang pasangan
di sebelah kiri,
6. Penempatan peralatan harus terkontrol supaya tidak menganggu pekerjaan.

V. LANGKAH KERJA
1. Tentukan lokasi penempatan pasangan, dengan membuat pedoman pasangan bata/
tiang profil seperti gambar berikut :

2. Tiang-tiang profil didirikan pada beton dengan posisi tegak, pengukuran ketegakan
dapat menggunakan waterpass atau unting-unting,
3. Tentukan titik pada tiang profil, misal titik A dengan ketinggian sembarang ( 1m),
4. Pindahkan ketinggian titik A ke titik B pada tiang profil 2 dengan menggunakan
prinsip keseimbangan yang ada pada selang plastik berisi air, dan pastikan di dalam
selang plastik tidak ada gelembung udara,

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANG DINDING BATA
½ BATU DENGAN PILAR
DAN LENGKUNG
No. Praktik : 1 (Satu) Instruktur :

2
5. Buat pedoman pemasangan bata, yang dimulai dari masing-masing titik A dan B baik
keatas maupun kebawah (menyesuaikan tinggi pasangan), tebal lapisan pasangan
adalah tebal bata ditambah satu siar.

6. Tarik benang pada lapisan batu pertama untuk memulai memasang bata, lapisan
pertama ganjil seperti gambar berikut :

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANG DINDING BATA
½ BATU DENGAN PILAR
DAN LENGKUNG
No. Praktik : 1 (Satu) Instruktur :

3
7. Lanjutkan pasangan bata pada lapisan kedua, dengan didahului menaikkan benang
pada tiang profil A dan B, lapisan kedua/genap seperti gambar berikut :

8. Ulangi langkah 6 dan 7 hingga mencapai 12 lapisan,


9. Pasang cetakan lengkung diantara kedua pasangan, dengan menggunakan perancah
sederhana (tanpa paku)

10. Hubungan kedua pasangan dengan pasangan lengkung, dimulai dari sebelah kiri dan
kanan secara bersamaan, dan diakhiri pada puncak lengkung

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANG DINDING BATA
½ BATU DENGAN PILAR
DAN LENGKUNG
No. Praktik : 1 (Satu) Instruktur :

4
GAMBAR PERSPEKTIF PASANGAN
SKALA :

5
VI. RENCANA ANGGARAN BIAYA

A. Rekapitulasi
Harga
No Uraian Pekerjaan Volume Analisa Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp)
I
PEKERJAAN PASANGAN
Pasangan dinding bata ½

1
bata dengan pilar dan
lengkung 1 Pc : 3 Ps
2

JUMLAH

B. Analisa Harga Satuan

Kode Uraian Kuantitas Harga Satuan Jumlah

1 M2 PAS. BATU BATA


1 PC : 3 PS
SNI 03-
6897-
Bahan
2002-
6.5 Batu bata 70,000 bh Rp. Rp.
PC 14,370 kg Rp. Rp.
Pasir pasang 0,040 m3 Rp. Rp.
Tenaga
Pekerja 0.320 oh Rp. Rp.
Tukang batu 0.100 oh Rp. Rp.
Kepala tukang batu 0,010 oh Rp. Rp.
Mandor 0,015 oh Rp. Rp.
JUMLAH Rp.

VII. DAFTAR ANALISA


6
UNTUK RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP)
PEKERJAAN PASANGAN BATA Campuran 1 Kapur : 3 Pasir

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

VIII. RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN

TOPIK : Pasangan dinding bata ½ bata dengan pilar dan lengkung

7
VOLUME PEKERJAAN : ……………….m3

1. Waktu pelaksanaan : Jam


2. Tenaga yang diperlukan :
a. Pekerja …………… orang
b. Tukang batu …………… orang
c. Mandor …………… orang
3. Bahan yang diperlukan :
a. Semen …………… zak x Rp. ………… = Rp. ……………
b. Kapur …………… m3 x Rp. ………… = Rp. ……………
c. Pasir …………… m3 x Rp. ………… = Rp. ……………
d. Batu bata ………………bh x Rp…………. = Rp……………..
e. Benang …………… rol x Rp. ………… = Rp. ……………
f. ………... …………… x Rp. ………… = Rp. ……………
g. ……….. …………… x Rp. ………… = Rp. ……………
h. …………. ……………… x Rp…………. = Rp……………..

4. Ongkos tenaga : (1) x (2) x Rp/jam


a. Pekerja …………..x…………..x Rp. ……………=. Rp. …………...
b. Tukang batu ……...x…………..x Rp…..…………= Rp. …………....
c. Mandor …..……...x…………..x Rp…..…………= Rp. …………....
Jumlah total biaya yang diperlukan = Rp. ………….....

8
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PLESTERAN DINDING
BATA

No. Praktik : 2 (Dua) Instruktur :

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Pada akhir praktikum Mahasiswa akan dapat :
1 Melakukan setting out untuk pekerjaan plesteran
2 Melaksanakan pekerjaan plesteran sesuai prosedur dengan hasil yang benar
3 Membuat sponeng vertical dan horizontal
4 Menghitung RAB dan RAP pekerjaan plesteran

II. PERALATAN
1. Sendok spesi, 7. Kotak spesi
2. Meteran 8. Unting-unting
3. Palu pemotong bata 9. Siku
4. Waterpas 10. Sekop
5. Pensil 11. Cangkul
6. Ember

III. BAHAN
1. Kapur,
2. Pasir
3. Batu bata
4. Air
5. Benang

IV. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Bidang dinding sebelum plesteran dilaksanakan harus bersih,
2. Adukan yang dipakai harus benar-benar homogen,
3. Lapis pertama, lapis kedua dan finishing maximum tebalnya 1,5 cm – 2 cm.
4. Plesteran harus rata permukaannya dan tegak lurus.

9
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PLESTERAN DINDING
BATA

No. Praktik : 2 (Dua) Instruktur :

V. LANGKAH KERJA
1. Persiapkan bahan-bahan seperti mortar, air juga peralatan yang diperlukan dalam
pekerjaan plesteran.

2. Bersihkan permukaan dinding yang akan di plester dengan sikat kawat, lalu siram
dengan air secukupnya.

3. Untuk lapisan pertama (dasar) adukan dibuat agak encer dengan campuran 1 kapur :
3 pasir.
4. Pasang paku pada keempat sudut bidang dinding, dengan jarak dari tepi pasangan ke
paku  5 cm.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung l Tanggal :
10
Topik : PLESTERAN DINDING
BATA

No. Praktik : 2 (Dua) Instruktur :


5. Pasang benang dari satu paku ke paku yang lainnya dengan arah vertikal dan
horizontal, untuk mengetahui ketebalan plesteran, bagian mana yang tebal dan
bagian mana yang tipis.

6. Buka benang, lalu kita ambil adukan dengan sendok spesi lalu kita lontarkan
(semprotkan) ke permukaan dinding dimulai dari bawah bidang pasangan terus
sampai ke atas, sampai semua permukaan bata tertutup, tebal kamprotan  5 mm, dan
ini dilakukan sampai semua bidang pasangan penuh,

Lapisan dasar (slorry coat)

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
11
Topik : PLESTERAN DINDING
BATA

No. Praktik : 2 (Dua) Instruktur :


7. Setelah agak mengering, pasang benang ke arah vertikal setiap jarak 2 meter
dengan tegak lurus, dengan jarak dari dasar plesteran tersebut 10 mm.
8. Pada setiap ujung benang tersebut beri titik plesteran dari spesi (adukan) yang
ditempelkan hingga rata dengan benang. Permukaannya dapat ditambah sebilah
kayu/potongan ubin dengan permukaan tetap rata dengan benang.

9. Buka benang, kemudian buat kepala plesteran dengan menghubungkan titik plesteran
atas dan bawah, ingat pelontaran adukan dimulai dari bawah dan berakhir di atas.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
12
Topik : PLESTERAN DINDING
BATA

No. Praktik : 2 (Dua) Instruktur :


10. Ratakan plesteran dengan jidar, caranya dengan menggosokan jidar dari atas ke
bawah berulang-ulang sambil mendorongnya kearah samping dan sebagai pedoman
kerataannya adalah titik plesteran tersebut.

11. Setelah kepala plesteran agak mengering, lanjutkan memplester bidang-bidang


diantara jalur kepala plesteran sebagai lapisan kedua, cara meratakannya seperti
prosedur No. 10, sebagai pedomannya adalah kepala plesteran.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
13
Topik : PLESTERAN DINDING
BATA

No. Praktik : 2 (Dua) Instruktur :


12. Selanjutnya untuk menghaluskan permukaan plesteran digunakan ruskam, dengan
cara menggosokkannya melingkar (searah jarum jam) mulai dari atas ke bawah,
apabila plesteran sudah mulai mengering dapat diperciki dengan sedikit air.

13. Apabila bidang plesteran terkena sinar matahari langsung, sebaiknya ditutup dengan
terpal atau plastik, untuk mencegah penguapan yang drastis, yang akan berakibat
terjadinya retak-retak pada plesteran

14
VI. RENCANA ANGGARAN BIAYA

A. Rekapitulasi
Harga
No Uraian Pekerjaan Volume Analisa Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp)
I
PEKERJAAN PLESTERAN
Plesteran dinding bata 1Pc : 3 Ps
1
2

JUMLAH

B. Analisa Harga Satuan

Kode Uraian Kuantitas Harga Satuan Jumlah


1 M2 PEKERJAAN
PLESTERAN 1 PC : 3 PS
TEBAL 15 MM
SNI 03-
2837-
2002-
6.3 Bahan
PC 6,480 kg Rp. Rp.
Pasir pasang 0,019 m3 Rp. Rp.
Tenaga
Pekerja 0,200 oh Rp. Rp.
Tukang batu 0,150 oh Rp. Rp.
Kepala tukang batu 0,015 oh Rp. Rp.
Mandor 0,010 oh Rp. Rp.
JUMLAH Rp.

VII. DAFTAR ANALISA

15
UNTUK RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP)
PEKERJAAN PLESTERAN Campuran 1 Kapur : 3 Pasir

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

VIII. RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN

16
TOPIK : Plesteran dinding bata

VOLUME PEKERJAAN : …………………m2

1. Waktu pelaksanaan : Jam


2. Tenaga yang diperlukan :
a. Pekerja …………… orang
b. Tukang batu …………… orang
c. Mandor …………… orang
3. Bahan yang diperlukan :
a. Semen …………… zak x Rp. ………..…… = Rp. ……………
b. Kapur …………… m3 x Rp. …….………. = Rp. ……………
c. Pasir …………… m3 x Rp. ………….…. = Rp. ……………
d. Batu bata ………………bh x Rp……….…….. = Rp……………..
e. Benang …………… rol x Rp. ………….….. = Rp. ……………
f. ………... …………… x Rp. ……………... = Rp. ……………
g. ……….. …………… x Rp. ………….….. = Rp. ……………
h. …………. ……………… x Rp…………........ = Rp……………..

1. Ongkos tenaga : (1) x (2) x Rp/jam


a. Pekerja ……. … x ……..x Rp. ……………… ….= Rp. ………….....
b. Tukang batu ……. … x …… x Rp. ………………..….= Rp. ………….….
c. Mandor ……….. x…….x Rp. …………………...= Rp. ………….....
Jumlah total biaya yang diperlukan = Rp. …………….

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANGAN UBIN 17
DINDING

No. Praktik : 3 (Tiga) Instruktur :


I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Pada akhir praktikum Mahasiswa akan dapat :
1. Melakukan setting out pekerjaan ubin dinding
2. Memasang ubin dinding dengan teknik yang benar,
3. Menghitung RAB dan RAP pekerjaan ubin dinding

II. PERALATAN
1 Sendok spesi, 7. Pensil
2 Cangkul 8. Skrap spesi,
4. Sekop 9. Gerobak sorong
5. Kotak spesi 10. Meteran
6. Ember 11. Ayakan pasir
7. Waterpas 12. Benang

III. BAHAN
1. Pasir
2. Semen
3. Air
4. Ubin

IV. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Permukaan ubin satu dengan yang lain harus datar,
2. Sela-sela (siar) harus sama dan merupakan garis lurus,
3. Ikatan ubin dan dinding harus merata,
4. Pada akhir pemasangan siar diisi adonan kapur dan air.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANGAN UBIN
DINDING

No. Praktik : 3 (Tiga) Instruktur :

V. LANGKAH KERJA
18
1. Kontrol ketegaan dinding menggunakan waterpas, pada seluruh permukaan dinding
yang akan dipasang keramik.

2. Tarik benang tegak lurus dari sisi bawah ke sisi atas, dari sisi kiri ke sisi kanan dan
siku satu sama lain,

3. Ambil mortar dengan skrap spesi, kemudian tempelkan pada permukaan


dinding , dengan ditekan dari bawah ke atas , ketebalan (5 mm – 6 mm).

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANGAN UBIN
DINDING

No. Praktik : 3 (Tiga) Instruktur :

19
4. Ambil ubin lalu tempelkan pada spesi tersebut, dimana dua sisinya sejajar dan
rata terhadap benang. (cara meratakan dengan benang dipukul menggunakan palu
karet)

5. Ulangi prosedur yang ke 3) untuk menempelkan mortar/spesi berikutnya


6. Ulangi prosedur yang ke 4) untuk pemasangan ubin selanjutnya
7. Untuk mengatur jarak antar ubin (siar) dapat menggunakan paku eternit, yang
panjangnya 1”. ( posisi paku seperti ditunjukkan pada Gambar dibawah)

8. Selanjunya ulangi prosedur yang ke 3) untuk memasang ubin ke 3

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANGAN UBIN
DINDING

No. Praktik : 3 (Tiga) Instruktur :

20
9. Ulangi prosedur ke 4) untuk pemasangan keramik berikutnya.
10. Ulangi prosedur ke 3) dan ke 4) untuk memenuhi ubin arah vertical, seperti Gambar
dibawah.

11. Dapat disimpulkan bahwa pemasangan ubin yang pertama adalah arah tegak,
12. Pemasangan selanjutnya adalah kesamping, dengan pedoman jalur ubin
vertical/tegak

VI. RENCANA ANGGARAN BIAYA

A. Rekapitulasi
Harga
No Uraian Pekerjaan Volume Analisa Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp)

21
I
PEKERJAAN KERAMIK
Pasangan keramik dinding
1
2

JUMLAH

B. Analisa Harga Satuan


Kode Uraian Kuantitas Harga Satuan Jumlah

XIII- 1 M 2 PASANG DINDING


SNI- KERAMIK 20 X 25 cm
6.45 Bahan
Keramik 20 x 25cm 20,000 bh Rp Rp
PC 11,380 kg Rp Rp
Pasir pasang 0,042 m3 Rp. Rp.
Semen warna 1,500 kg Rp Rp
Tenaga
Tukang batu 0,340 oh Rp. Rp.
Kepala tukang batu 0,034 oh Rp. Rp.
Pekerja 0,700 oh Rp. Rp.
Mandor 0,035 oh Rp. Rp.
Rp.
JUM LAH Rp.

VII. DAFTAR ANALISA


UNTUK RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP)
PEKERJAAN UBIN DINDING Campuran 1 Kapur : 1 Pasir

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

22
…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

VIII. RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN

TOPIK : Pekerjaan Ubin Dinding

VOLUME PEKERJAAN : ……………….m2

1. Waktu pelaksanaan : ……………..Jam


2. Tenaga yang diperlukan :

23
a. Pekerja …………… orang
b. Tukang batu …………… orang
c. Mandor …………… orang
3. Bahan yang diperlukan :
a. Semen …………… zak x Rp. ………..…… = Rp. ……………
b. Kapur …………… m3 x Rp. …….………. = Rp. ……………
c. Pasir …………… m3 x Rp. ………….…. = Rp. ……………
d. Keramik 20x25 cm……………m2 x Rp……….…... = Rp……………..
e. Benang …………… rol x Rp. ………….….. = Rp. ……………
f. ………... …………… x Rp. ……………... = Rp. ……………
g. ……….. …………… x Rp. …………..….. = Rp. ……………
h. …………. ……………… x Rp…………........ = Rp……………..

4. Ongkos tenaga : (1) x (2) x Rp/jam


a. Pekerja ……. ..x ……… x Rp. ……………… ….= Rp. …………....
b. Tukang batu ……. . x ….…....x Rp. ………………….= Rp. …………....
c. Mandor …..….. x………..x Rp. ……………….. .= Rp. …………….
Jumlah total biaya yang diperlukan = Rp. ………….......

24
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANGAN UBIN
LANTAI

No. Praktik : 4 (Empat) Instruktur :

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Pada akhir praktikum Mahasiswa akan dapat :
1 Melakukan setting out pekerjaan ubin Lantai
2 Memasang ubin lantai dengan teknik yang benar,
3 Menghitung RAB dan RAP pekerjaan ubin lantai.

II. PERALATAN
1. Sendok spesi, 7. Meteran
2. Cangkul 8. Ember
3. Waterpas 9. Siku
4. Gerobak dorong 10. Palu karet
5. Line bobyn 11. Tongkat ukur
6. Kotak spesi 12. Sekop

III. BAHAN
1. Pasir
2. Kapur
3. Ubin / keramik
4. Air

IV. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya.
2. Hasil pemasangan harus menunjukkan Permukaan lantai ubin yang rata.
3. Jarak antar ubin dibuat sama/seragam.
4. Pekerjaan harus rapih dan bersih.
.

25
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANGAN UBIN
LANTAI
No. Praktik : 4 (Empat) Instruktur :

V. LANGKAH KERJA
1. Periksa lokasi di mana ubin akan dipasang, apabila dasar pemasangan bergelombang,
maka perlu di urug dengan pasir, diratakan dan dipadatkan.

2. Tentukan pedoman ketinggian lantai yang akan dibuat, dengan jalan meletakkan ubin
pertama tepat dibawah daun pintu, dengan jarak 3 mm dari bawah daun pintu
tersebut dan diperhatikan jarak dari dinding samping.

26
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : PASANGAN UBIN
LANTAI

No. Praktik : 4 (Empat) Instruktur :

3. Kemudian pasang satu buah lagi disudut B, dengan jarak kedinding sama seperti
ubin A. Ubin B dapat dipasang sedikit lebih tinggi dari ubin A kira-kira 3 mm,
untuk mengatasi genangan air.

4. Cantolkan line bobyn pada kedua ubin itu, lalu kita pasang ubin pada jalur AB,
apabila pemasangan ubin pada B tidak tepat, maka ubin B dibongkar dan
dipasang kembali.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
27
Topik : PASANGAN UBIN
LANTAI

No. Praktik : 4 (Empat) Instruktur :


5. Pasang ubin C dan siku terhadap jalur AB, dengan menggunakan plat siku atau
perbandingan 3 : 4 : 5.

6. Pasang line bobyn , kemudian lakukan pemasangan ubin jalur BC sampai penuh,
kalau ubin C tidak tepat, maka ubin C dibongkar dahulu agar posisi ubin C tepat.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
28
Topik : PASANGAN UBIN
LANTAI

No. Praktik : 4 (Empat) Instruktur :


7. Pemasangan ubin hendaknya dimulai dari jalur AB dengan memenuhkan jalur
BC, dan pemasangannya mundur kearah pintu dan berakhir pada pintu, sehingga
ubin yang sudah terpasang tidak akan terinjak .

8. Untuk pemasangan ubin yang membutuhkan ubin potongan, maka pengukuran


ubin harus dilakukan satu persatu.

VI. RENCANA ANGGARAN BIAYA

29
A. Rekapitulasi
Harga Satuan Jumlah Harga
No Uraian Pekerjaan Volume Analisa
(Rp) (Rp)
I
PEKERJAAN KERAMIK
Pasangan Keramik
1 lantai/Pasangan Ubin Lantai
2

JUMLAH

B. Analisa Harga Satuan


Kode Uraian Kuantitas Harga Satuan Jumlah

1 M 2 PASANG
LANTAI KERAMIK 20
X 20 CM
XIII-SNI
- 6.6 Bahan
Keramik 20x20 cm 26,500 bh Rp Rp
PC 8,760 kg Rp Rp
Pasir pasang 0,023 m3 Rp. Rp.
Semen warna 0,900 kg Rp Rp
Tenaga
Tukang batu 0,130 oh Rp. Rp.
Kepala tukang batu 0,013 oh Rp. Rp.
Pekerja 0,270 oh Rp. Rp.
Mandor 0,0135 oh Rp. Rp.
Rp.
JUMLAH Rp.

VII. DAFTAR ANALISA


UNTUK RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP)
PEKERJAAN UBIN LANTAI Campuran 1 Kapur : 3 Pasir

30
…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

VIII. RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN

TOPIK : Pasangan Ubin Lantai


VOLUME PEKERJAAN : …………………….m2

31
1. Waktu pelaksanaan : Jam
2. Tenaga yang diperlukan :
a. Pekerja …………… orang
b. Tukang batu …………… orang
c. Mandor …………… orang
3. Bahan yang diperlukan :
a. Semen …………… zak x Rp. …………….. = Rp. ……………
b. Kapur …………… m3 x Rp. …………….. = Rp. ……………
c. Pasir …………… m3 x Rp. …………….. = Rp. ……………
d. Benang …………… rol x Rp. ………… …...= Rp. ……………
e. Keramik 20x20 cm……….. m2. xRp……………… = Rp…………….
f. …………………………………... xRp………….. . …..= Rp…………….
g. ………………………………….. xRp…….…………. = Rp……………..
5. Ongkos tenaga : (1) x (2) x Rp/jam
a. Pekerja ………… x ……..x Rp. ………………….= Rp. …………...
b. Tukang batu ………… x ..……x Rp. ………………….= Rp. …………...
c. Mandor ……….... x…..….x Rp. …………..……...= Rp. …………...
Jumlah total biaya yang diperlukan = Rp. …………...

32
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : SEPTIC TANK DAN
PERESAPAN

No. Praktik : 5 (Lima) Instruktur :

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Pada akhir praktikum Mahasiswa akan dapat :
1 Melakukan setting out utuk pekerjaan septictank dan peresapan
2 Menerapkan pemasangan bata pada pekerjaan septic tank dan peresapan dengan
teknik yang benar.
3 Menghitung RAB dan RAP pekerjaan septic tank dan peresapan

II. PERALATAN
1. Sendok spesi, 7. Siku-siku
2. Ember 8. Sekop
3. Waterpas 9. Cangkul
4. Unting-unting 10. Gerobak dorong
5. Line bobyn 11. Kotak spesi
6. Meteran 12. Benang

III. BAHAN
1. Pasir
2. Kapur
3. Batu bata
4. Pipa PVC

IV. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Pembuatan Bouw plank harus kuat, kokoh dan siku
2. Prosedur pemasangan mengikuti metode pemasangan dilapangan.
3. Kekompakan dalam kerja kelompok sangat menentukan hasil akhir yang akan
dicapai.

33
PRAKTIK KONSTRUKSI BATU
Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik : SEPTIC TANK DAN
PERESAPAN

No. Praktik : 5 (Lima) Instruktur :

V. LANGKAH KERJA PEMBUATAN SEPTIC TANK


1. Pasang papan duga /bouw plank sebagai pedoman dalam :
- Penentuan ukuran septic tank
- Pedoman pemasangan bata
2. Pasang tiang profil untuk menentukan ketegakan, kesikuan dan tebal lapisan
pasangan batu bata.
3. Tarik benang diantara tiang-tiang profil tersebut sebagai pedoman pemasangan batu
bata .
4. Lakukan pemasangan batu bata dengan berpedoman pada tiang profil/peg.
5. Pasang pipa PVC Ø 4” sebagai pipa outlet pada bak ketiga, apabila ketinggian
pasangan sudah mencapai 25 cm (atau sesuai ketentuan pada perubahan gambar).
6. Buat lubang pada pemasangan sekat dengan ukuran 20 x 20 cm sebanyak 2 buah
(bisa digantikan dengan pipa PVCØ 4”)
7. Pasang pipa PVC Ø 4” sebagai pipa inlet apabila ketinggian pasangan sudah
mencapai 75 cm (atau sesuai ketentuan pada perubahan gambar).
8. Teruskan pasangan bata dengan berpedoman gambar kerja sampai ketinggian yang
ditetapkan.

VI. LANGKAH KERJA PEMBUATAN PERESAPAN


1. Beri lapisan ijuk pada dasar galian dan tebing galian
2. Susun pasangan batu kosong setinggi 15 cm
3. Beri lapisan ijuk diatas pasangan batu kosong tersebut
4. Pasangan lapisan kerikil setebal 20 cm.
5. Beri lapisan ijuk diatas lapisan kerikil tersebut
6. Pasang lapisan pasir setebal 20 cm.
7. Beri lapisan ijuk diatas lapisan pasir tersebut
8. Timbun dengan tanah bekas galian sampai setinggi permukaan tanah asli.

34
D
E
N
A
H

S
E
P
T
I
C

T
A
N
K

D
A
N

P
E
R
E
S
A
P
A
N

S
K
A
L
A
:

35 P
O
P
T
E
O
A
G
S
A
A
N
N
G
M
A
E
N
M
A
N
B
J
O
A
U
N
W
G
P
L
SKA A
LA: N
from K
the
docum
ent or
the
SKA
summa
ryLA:
of
an
f
interest r
ing o
m
point.
You t
h
can e
positio
d
n the o
text c
u
box m
anywh e
n
ere in t
the
o
docum r
ent.
t
Use h
the e

Text s
Box u
m
Tools m
tab to a
r
change y

36 the
o
formatt f
ing of
a
the n
quote n
text t
e
box.] r
e
s
t
i
n
g

p
o
i
n
t
.

Y
o
u

c
a
n

p
o
s
i
t
i
o
n

t
h
e

t
e
x
t

b
o
x

a
n
y
w
h
e
r
e

i
n

t
h
e

d
o
VII. RENCANA ANGGARAN BIAYA c
37 u
m
e
n
t
.
U
s
e

t
h
e
A. Rekapitulasi
T
Harga Satuan Jumlah Harga e
No Uraian Pekerjaan Volume Analisa
(Rp) (Rp) x
t
I
PEKERJAAN PASANGAN
B
1
Pasangan Bata 1Pc : 3 Ps o
x
II PEKERJAAN PLESTERAN

1 Plesteran 1 Pc : 3 Ps T
o
JUMLAH o
l
B. Analisa Harga Satuan s

Kode Uraian Kuantitas Harga Satuan Jumlah t


a
1 M2 PAS. BATU BATA 1 b
PC : 3 PS t
SNI 03- o
6897-
Bahan
2002- c
6.5 Batu bata 70,000 bh Rp. Rp. h
zak PC 14,370 kg Rp. Rp. a
0,040 n
m3 Pasir pasang m3 Rp. Rp. g
e
Tenaga
Pekerja 0.320 oh Rp. Rp. t
Tukang batu 0.100 oh Rp. Rp. h
Kepala tukang batu 0,010 oh Rp. Rp. e
0,015
Mandor oh Rp. Rp. f
o
JUMLAH Rp. r
1 M2 PEKERJAAN m
PLESTERAN 1 PC : 3 PS a
TEBAL 15 MM t
V-SNI
t
03-2837- Bahan i
2002- 6.3 PC 6,480 kg Rp Rp n
Pasir pasang 0,0190 m3 Rp Rp. g
Tenaga .
Tukang batu 0,150 oh Rp. Rp. o
f
Kepala tukang batu 0,015 oh Rp. Rp.
Pekerja 0,200 oh Rp. Rp. t
Mandor 0,010 oh Rp. Rp. h
. e
Rp
p
u
VIII. DAFTAR ANALISA l
l
UNTUK RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP)
q
PEKERJAAN SEPTIC TANK u
o
t
38 e

t
e
x
b
o
x
.
]

Campuran 1 kapur : 3 Pasir untuk pasangan bata, dan


Campuran 1 kapur : 3 Pasir untuk plesteran septic tank

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

IX. RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN

TOPIK : Septic tank dan Peresapan


39
VOLUME PEKERJAAN :
Pasangan bata :………………………m3
Plesteran :………………………m2

1. Waktu pelaksanaan : Jam


2. Tenaga yang diperlukan :
a. Pekerja …………… orang
b. Tukang batu …………… orang
c. Mandor …………… orang
3. Bahan yang diperlukan :
a. Semen …………… zak x Rp. ………… = Rp. ……………
b. Kapur …………… m3 x Rp. ………… = Rp. ……………
c. Pasir …………… m3 x Rp. ………… = Rp. ……………
d. Batu bata ………………bh x Rp…………. = Rp……………..
e. Benang …………… rol x Rp. ………… = Rp. ……………
f. ………... …………… x Rp. ………… = Rp. ……………
g. ……….. …………… x Rp. ………… = Rp. ……………
h. …………. ……………… x Rp…………. = Rp……………..

4. Ongkos tenaga : (1) x (2) x Rp/jam


a. Pekerja …………..x…………..x Rp. ……………=. Rp. …………...
b. Tukang batu ……...x…………..x Rp…..…………= Rp. …………....
c. Mandor …..……...x…………..x Rp…..…………= Rp. …………....
Jumlah total biaya yang diperlukan = Rp. ………….....

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik :APLIKASI PEMASANGAN
KOSEN PADA PASANGAN
BATA
40
No. Praktik : 6 (enam) Instruktur :
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS ( TIK )
Pada akhirnya praktikum Mahasiswa akan dapat :
1. memasang stake out/papan duga dengan konstruksi yang kokoh,
2. menentukan as bangunan sesuai Gambar kerja
3. memasang dinding bata mengikuti pedoman yang dibuat/tiang profil
4. menghitung RAB dan RAP untuk ketinggian bangunan 3m

II. PERALATAN
1. Meteran 6. Selang pastik
2. Pensil 7. sekop
3. Waterpass 8. Cangkul
4. Martil besar 9. boring rol
5. Palu cakar 10. Gergaji potong

III. BAHAN

1. Papas 2/20
2. Usuk 5/7
3. Paku usuk

IV. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN


1. Pelajari gambar dan langkh kerja dengan teliti.
2. Ikuti prosedur pelaksanaan secara berurutan.
3. Letakan peralatan pada posisi yang aman sehingga tidak mengganggu kelancaran
pekerjaan.
4. Gunakan peralatan sesuai fungsinya dan ikuti petunjuk instrktur dengan cermat.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik :APLIKASI PEMASANGAN
KOSEN PADA PASANGAN
BATA
41
`No. Praktik : 6 (enam) Instruktur :
V. LANGKAH KERJA
1. Denah bangunan yang akan dibuat adalah seperti berikut:

2. Tentukan lokasi pemasangan papan duga, caranya dengan mengukur jarak antara
as bangunan dan papan duga 1.00 m ( lihat gambar)
3. Buat papan duga yang kuat dan kokoh, tetapi mudah dibongkar
4. Tarik dengan benang pada papan duga tersebut untuk mendapatkan :
a. Posisi bangunan yang siku
b. Letak tiang profil sebagai pedoman pemasangan bata
5. Pasangan tiang profil yang berfungsi sebagai pedoman kedataran dan kelurusan
pada pemasangan bata.
6. Rencanakan ketebalan lapisan pemasangan bata pada tiang profil, yang dimulai
dari ketinggian papan duga, baik keatas maupun ke bawah. (tebal lapisan adalah
tebal bata rata-rata + tebal siar)
7. Lakuakan penyetelan kosen pintu pada tempat yang ditentukan, pedoman
penyetelan kosen mengikuti tiang profil tersebut.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik :APLIKASI PEMASANGAN
KOSEN PADA PASANGAN
BATA

` 42
No. Praktik : 6 (enam) Instruktur :
8. Lakukan pemasangan bata pada ke empat sisi, masing-masing sisi dikerjakan
oleh ¼ kelompok, ketinggian pemasangan > 1m.

PRAKTIK KONSTRUKSI BATU


Program Studi : Konstruksi Gedung Tanggal :
Topik :APLIKASI PEMASANGAN
KOSEN PADA PASANGAN
BATA

`
No. Praktik : 6 (enam) 43 Instruktur :
VI. RENCANA ANGGARAN BIAYA

A. Rekapitulasi
Harga Satuan Jumlah Harga
No Uraian Pekerjaan Volume Analisa
(Rp) (Rp)
I
PEKERJAAN PASANGAN

1
Pasangan Bata 1Pc : 3 Ps
II PEKERJAAN PLESTERAN

44
1 Plesteran 1 Pc : 3 Ps

JUMLAH

B. Analisa Harga Satuan


Kode Uraian Kuantitas Harga Satuan Jumlah

1 M2 PAS. BATU BATA 1


PC : 3 PS
SNI 03-
6897-
Bahan
2002-
6.5 Batu bata 70,000 bh Rp. Rp.
PC 14,370 kg Rp. Rp.
Pasir pasang 0,040 m3 Rp. Rp.
Tenaga
Pekerja 0.320 oh Rp. Rp.
Tukang batu 0.100 oh Rp. Rp.
Kepala tukang batu 0,010 0h Rp. Rp.
Mandor 0,015 0h Rp. Rp.
JUMLAH Rp.
V-SNI
1 M2 PEKERJAAN
PLESTERAN 1 PC : 3 PS
03-2837- TEBAL 15 MM
2002- 6.3
PC 6,480 kg Rp Rp.
Pasir pasang 0,0190 m3 Rp. Rp.
Tukang batu 0,150 oh Rp. Rp.
Kepala tukang batu 0,015 oh Rp. Rp.
Pekerja 0,200 oh Rp. Rp.
Mandor 0,010 oh Rp. Rp.
.
JUMLAH Rp

DAFTAR ANALISA
UNTUK RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN (RAP)
PEKERJAAN APLIKASI PEMASANGAN KUSEN PADA PASANGAN BATA

Campuran 1 kapur : 3 Pasir untuk pasangan bata, dan


Campuran 1 kapur : 3 Pasir untuk plesteran

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………
45
…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………

RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN

TOPIK : Aplikasi Pemasangan Kosen Pada Pasangan Bata


VOLUME PEKERJAAN
Pasangan Bata :……………………………m3
Plesteran Diding bata :……………………………m2
Kosen Pintu :……………………………m3

1. Waktu pelaksanaan : Jam


2. Tenaga yang diperlukan :
a. Pekerja …………… orang
b. Tukang batu …………… orang
46
c. Mandor …………… orang
3. Bahan yang diperlukan :
a. Semen …………… zak x Rp. ………… = Rp. ……………
b. Kapur …………… m3 x Rp. ………… = Rp. ……………
c. Pasir …………… m3 x Rp. ………… = Rp. ……………
d. Batu bata ………………bh x Rp…………. = Rp……………..
e. Benang …………… rol x Rp. ………… = Rp. ……………
f. ………... …………… x Rp. ………… = Rp. ……………
g. ……….. …………… x Rp. ………… = Rp. ……………
h. …………. ……………… x Rp………… = Rp……………..

4. Ongkos tenaga : (1) x (2) x Rp/jam


a. Pekerja …………..x…………..x Rp. ……………=. Rp. …………...
b. Tukang batu ……...x…………..x Rp…..…………= Rp. …………....
c. Mandor …..……...x…………..x Rp…..…………= Rp. …………....
Jumlah total biaya yang diperlukan = Rp. ………….....

LAMPIRAN
GAMBAR PELAKSANAAN

47
48
PLESTERAN DINDING BATA

49
PASANGAN UBIN DINDING

50
PASANGAN UBIN LANTAI

51
APLIKASI PENYETELAN KOSEN
PADA PASANGAN BATA

52
APLIKASI PEMASANGAN KOSEN
PADA PASANGAN BATA

53