Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN MUTU SARUNG

TANGAN KERJA BERAT (MANSET PANJANG & MANSET


PENDEK) DAN SARUNG TANGAN SPORT

disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengujian Mutu Produk Kulit

Dosen Pengampu: Joko Samiyo, A.Md., S.T., M.Eng.

Disusun Oleh:

Latif Drajat Krisdiawati

1702018

TPPK A/Kelompok 5

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN INDONESIA

POLITEKNIK NEGERI ATK YOGYAKARTA

TEKNOLOGI PENGOLAHAN PRODUK KULIT

2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................... 2


DAFTAR TABEL ................................................................................................... 3
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. 4
I. TUJUAN PRAKTIKUM .................................................................................... 5
II. DASAR TEORI ................................................................................................. 5
A. Mutu ............................................................................................................. 5
B. Pengujian ...................................................................................................... 6
C. Sarung Tangan ............................................................................................. 7
III. ALAT DAN BAHAN ...................................................................................... 9
IV. CARA KERJA .................................................................................................. 9
V. HASIL PENGUJIAN ...................................................................................... 11
A. Hasil Pengukuran ....................................................................................... 11
B. Hasil Perhitungan Luas .............................................................................. 12
C. Jumlah Cacat Pada Sarung Tangan ........................................................... 13
D. Kualitas (grade) Kulit Pada Sarung Tangan .............................................. 14
E. Hasil Pengamatan Secara Organoleptis ..................................................... 15
VI. PEMBAHASAN ............................................................................................ 17
A. Kategori Ukuran Sarung Tangan ............................................................... 17
B. Mutu Sarung Tangan .................................................................................. 19
V. KESIMPULAN ............................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 21
LAMPIRAN .......................................................................................................... 22

2
DAFTAR TABEL

Table 1 Standar Ukuran Sarung Tangan Kerja Berat (Safety) ................................ 6


Table 2 Hasil Pengukuran Sarung Tangan Manset Panjang ................................. 11
Table 3 Hasil Pengukuran Sarung Tangan Manset Pendek .................................. 11
Table 4 Hasil Pengukuran Sarung Tangan Sport .................................................. 12
Table 5 Cacat Pada Sarung Tangan Manset Panjang ............................................ 13
Table 6 Cacat Pada Sarung Tangan Manset Pendek ............................................. 14
Table 7 Ukuran Sarung Tangan Manset Panjang .................................................. 17
Table 8 Ukuran Sarung Tangan Manset Pendek ................................................... 18

3
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Pengukuran Sarung Tangan Manset Pendek ........................................ 22


Gambar 2 Pengukuran Manset .............................................................................. 22
Gambar 3 Pengukuran Sarung Tangan Manset Panjang ...................................... 22
Gambar 4 Manset Panjnag .................................................................................... 22
Gambar 5 Lebar Pinggang .................................................................................... 22
Gambar 6 Lebar Jari .............................................................................................. 22
Gambar 7 Thickness Gauge .................................................................................. 23
Gambar 7 Lebar Punggung ................................................................................... 23

4
I. TUJUAN PRAKTIKUM

A. Tujuan Umum
Secara umum tujuan pengujian mutu sarung tangan adalah untuk mengetahui
kualitas mutu sarung tangan melalui pengujian secara organoleptis.

B. Tujuan Khusus
Adapun secara khusus tujuan pengujian mutu sarung tangan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui dan menentukan mutu sarung tangan kerja berat
(manset panjang & manset pendek) dan sarung tangan sport.
2. Untuk mencari kesalahan dan kekurangan pada proses pembuatan sarung
tangan kerja berat (manset panjang & manset pendek) dan sarung tangan
sport.
3. Untuk mengetahui kualitas sarung tangan kerja berat (manset panjang &
manset pendek) sesuai persyaratan standar ukuran.

II. DASAR TEORI


A. Mutu

Mutu yang dibutuhkan / diinginkan./ diharapkan konsumen dapat dinyatakan


dalam beberapa karakteristik-karakteristik fungsional (seperti tidak lekas sobek,
tidak mudah pecah, tahan aus, tahan gores, dsb) yang kebanyakan bersifat
kualitatis, tidak dapat diukur, atau sukar untuk diukur, jika demikian halnya, maka
karakteristik-karakteristik fungsuional itu perlu terlebih dahulu diterjmahkan
kedalam karakteristik-karakteristik subtitusi yang dapat diukur / dikuntifikasikan.
Mutu suatu produk (barang / jasa) dapat dinilai dengan menguji daya gunanya
(performasinya) atau dengan mengukur beberapa karakteristik substitusinya.

5
Ada dua konsep pengendalian mutu, ialah pengendalian mutu produk dan
pengendalaian mutu menyeluruh (Total Quality Control)

B. Pengujian

Menurut Jayusman dalam diktat penuntun praktikum ilmu bahan II secara


garis besar tujuan dilakukannya pengujian terhadap suatu kulit samak adalah:

1. Untuk menentukan mutu atau kualitas secara umum, karena melalui suatu
analisa atau pengujian dapat disimpulkan bahwa kulit tersebut bermutu
baik, sedang atau kurang.
2. Untuk mencari kesalahan atau kekurangan yang terdapat pada hasil uji ini
dapat dilihat kekurangan yang terdapat pada hasil penyamakan kulit
sehingga dapat diketahui pada proses apa saja yang mengalami kesalahan
sehingga dapat dilakukan perbaikan pada proses berikutnya dengan
harapan kulit yang dihasilkan akan berkualitas baik.
3. Untuk mengikuti proses produksi kulit yang berkualitas baik.

Pengujian biasanya dilakukan dengan tiga cara yaitu organoleptis, fisis dan
kemis. Uji organoleptis atau uji indera atau uji sensori merupakan cara pengujian
dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya
penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptis mempunyai peranan penting
dalam penerapan mutu. Pengujian organoleptis dapat memberikan indikasi
kebusukan,kemunduran mutu dan kerusakan lainnya produk.

Uji Fisis merupakan pengujian yang dilakukan dengan menggunakan bantuan


alat dan data yang dihasilkan bersifat kuantitatif. Pengujian fisis ini
menghasilakan data berupa data perhitungan.

Persyaratan standar ukuran sarung tangan kerja berat adalah sebagai berikut:

Table 1 Standar Ukuran Sarung Tangan Kerja Berat (Safety)

No Pengamatan Ukuran
Kecil (cm) Sedang (cm) Besar (cm)
1 Panjang ibu jari 10 11 12

6
2 Panjang jari telunjuk 17 18 19
3 Panjang jari tengah 18 19 20
4 Panjang jari manis 17 18 19
5 Panjang jari kelingking 15 16 17
6 Lebar punggung 15 16 17
7 Lebar pinggang 26 27 28
8 Lebar ibu jari 4 4,25 4,5
9 Lebar jari telunjuk 3,5 3,75 4
10 Lebar jari tengah 3,5 3,75 4
11 Lebar jari manis 3,5 3,75 4
12 Lebar jari kelingking 3 3,5 3,75
13 Panjang manset/pendek <6 8 10
14 Panjang manset/panjang 13 15 17

C. Sarung Tangan
Definisi sarung tangan menurut Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik
Indonesia Nomor Per08/ Men/VII/2010 APD tangan adalah alat perlndungan diri
yang berfungsi untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari pajanan, api,
suhu panas, suhu dingin, radiasi elektromagnetik radiasi megion, bahan kimia,
arus listrik, benturan pukulan, tergores, terinfeksi zat pathogen (virus, bekteri) dan
jasad renik.

Sarung tangan memiliki bagian bagian yaitu pola omo (pola badan), pola tomji
(pola ibu jari), pola machi, (pola sela-sela jari), pola variasi, (karet punggung,
karet elastis, dan karet lingkar). Sarung tangan dibedakan berdasarkan
kegunanaan dan fungsi masing-masing seperti berikut ini:

1. Abrasive Hand Gloves Sarung tangan safety jenis ini adalah hand gloves yang
sering digunakan ketika dalam permesinan terutama Abrasive.
2. Anti-Slip Hand Gloves Macam dan jenis sarung tangan safety ini digunakan
pada benda kerja yang basah ataupun berminyak.
3. Impact Hand Gloves sarung tangan safety jenis Impact ini dilengkapi dengan
fitur shock absorber yang artinya Ketika ada benda berat terjatuh dan
menimpa tangan anda, Impact Hand Gloves dapat melindungi tangan anda

7
dengan menyerap energi tumbukan sehingga tangan anda tidak terkena energi
tumbukan sepenuhnya.
4. Lifting Hand Gloves sarung tangan safety jenis ini adalah sarung tangan yang
digunakan untuk melindungi tangan dari goresan benda tajam dan
meminimalisir potensi selip saat mengangkat sesuatu.
5. Heat Resistant Gloves jenis sarung tangan safety ini biasanya terbuat dari
leather (kulit) dan bagian dalamnya terdapat lapisan kain yang halus.
6. Chemical Resistant Gloves jenis sarung tangan safety ini sesuai dengan
namanya, chemical resistant gloves biasanya digunakan pada lingkup
laboratorium dan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan bahan atau
zat kimia, seperti wet analysist dan pengecatan.

8
III. ALAT DAN BAHAN

No. Alat Jumlah Bahan Jumlah


1. Pita ukur 1 buah Sarung tangan kerja 1 pasang
berat manset panjang
2. Thickness gauge 1 buah Sarung tangan kerja 1 pasang
berat manset pendek
3. Alat tulis 1 set Sarung tangan sport 1 pasang
4. Penggaris 1 buah
5. Silver pen 1buah

IV. CARA KERJA

1. Mengukur panjang ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari
kelingking dari ujung jari ke batas manset menggunakan pita ukur.
2. Mengukur lebar ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari
kelingking menggunakan pita ukur.
3. Mengukur lebar punggung, dengan cara melipat bagian punggung telapak
sarung tangan, kemudian diukur dari ujung ke ujung menggunakan pita ukur.
4. Mengukur lingkar pinggang, dengan cara sarung tangan di pakai kemudian
diukur melingkar lebar pinggangnya.
5. Mengukur lebar ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, jari manis, dan jari
kelingking dengan cara sarung tangan dipipihkan kemudian diukur dari ujung
ke ujung.
6. Mengukur luas kulit pada sarung tangan, dengan cara memproyeksikan bentuk
sarung tangan menjadi bentuk persegi kemudian dihitung luasnya. Setelah itu
ditambah dengan luas jempol yang juga diproyeksikan dalam bentuk persegi.
7. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dikaliakan dua untuk mendapatkan luas
keseluruhan kulit pada sarung tangan.
8. Menentukan grade kulit sarung tangan dengan cara, menghitumg total
keseluruhan cacat pada sarung tangan, kemudian membagi luas cacat dengan
luas keseluruhan saring tangan dikali 100%.

9
9. Mengukur tebal kulit pada sarung tangan, dengan cara mengambil tiga titik
ketebalan pada sarung tangan kemudian ambil rata-ratanya. Alat ukur yang
digunakan yaitu Thickness Gauge.

10
V. HASIL PENGUJIAN

A. Hasil Pengukuran
Pengukuran dilakukan menggunakan pita ukur pada bagian-bagian tertentu
untuk menentukan standar ukuran sarung tangan. Hasil pengukuran pada
sarung tangan manset panjang, manset pendek dan sarung tangan sport
sebagai berikut:

Table 2 Hasil Pengukuran Sarung Tangan Manset Panjang

No. Jenis Pengujian Sarung Tangan Kerja Berat (Manset


Panjang)
Kanan (cm) Kiri (cm)
1 Panjang jempol 16 16
2 Panjang telunjuk 17 19
3 Panjang jari tengah 18 20
4 Panjang jari manis 17,5 19
5 Panjang jari kelingking 15 17,5
6 Lebar punggung 14,5 14
7 Lebar pinggang 29 29
8 Lebar ibu jari 5 4,5
9 Lebar jari telunjuk 4,5 4,5
10 Lebar jari tengah 4,5 4,5
11 Lebar jari manis 4 4
12 Lebar jari kelingking 4,5 3,8
13 Panjang manset 13 13,5
14 Tebal manset: 1,6 manset: 1,8
punggung:0,65 punggung:0,50

Table 3 Hasil Pengukuran Sarung Tangan Manset Pendek

No. Jenis Pengujian Sarung Tangan Kerja Berat (Manset


Pendek)
Kanan (cm) Kiri (cm)
1 Panjang jempol 16 12
2 Panjang telunjuk 18 16,5
3 Panjang jari tengah 18,5 17,5
4 Panjang jari manis 18 16
5 Panjang jari kelingking 15,5 14,5
6 Lebar punggung 14 12
7 Lebar pinggang 29 27

11
8 Lebar ibu jari 4,5 5
9 Lebar jari telunjuk 4 4
10 Lebar jari tengah 4 4,5
11 Lebar jari manis 4,5 4,5
12 Lebar jari kelingking 3,5 4
13 Panjang manset 8 8
14 Tebal denim: 0,4 denim: 0,5
suede: 1,2 suede: 1,5

Table 4 Hasil Pengukuran Sarung Tangan Sport

No. Jenis Pengujian Sarung Tangan Kerja Berat (Manset


Pendek)
Kanan (cm) Kiri (cm)
1 Panjang jempol 15 13
2 Panjang telunjuk 19 18
3 Panjang jari tengah 19,5 19
4 Panjang jari manis 18 17,5
5 Panjang jari kelingking 15 14,5
6 Lebar punggung 9,5 9
7 Lebar pinggang 20 20
8 Lebar ibu jari 4 3,5
9 Lebar jari telunjuk 3,5 2,5
10 Lebar jari tengah 3,5 2,5
11 Lebar jari manis 3 2,5
12 Lebar jari kelingking 3 2
13 Panjang manset - -
14 Tebal punggung: 0,6 punggung: 0,6
telapak: 0,4 telapak: 0,4

B. Hasil Perhitungan Luas


Proses perhitungan luas kulit pada sarung tangan dengan memproyeksikan
bentuk sarung tangan menjadi bentuk persegi kemudian dihitung luasnya.
Setelah itu ditambah dengan luas jempol yang juga diproyeksikan dalam
bentuk persegi. Hasil penjumlahan tersebut kemudian dikaliakan dua untuk
mendapatkan luas keseluruhan kulit pada sarung tangan. Hasil perhitungan
luas sebagai berikut:
1. Luas Sarung Tangan Sport (kanan&kiri)
(luas badan + luas ibu jari) x 2

12
= (190 cm2 + 49,5 cm2) x 2
= 479 cm2

2. Luas Sarung Tangan Manset Panjang (kanan&kiri)


(luas badan + luas ibu jari + luas manset) x 2
= (252 cm2 + 50 cm2 + 182 cm2) x 2
= 484 cm2 x 2
= 968 cm2

3. Luas Sarung Tangan Manset Pendek (kanan&kiri)


Bagian telapak dalam
(luas badan + luas ibu jari)
= 198 cm2 + 51,75 cm2
= 249,75 cm2

Bagian punggung tangan


(luas badan + luas ibu jari + luas bahan denim)
= 198 cm2 + 51,75 cm2 + 114 cm2
= 135,75 cm2

Total 249,75 cm2 + 135,75 cm2 = 385,5 cm2

C. Jumlah Cacat Pada Sarung Tangan


Cacat yang terlihat pada bagian sarung tangan yaitu jamur dan warna.
Luas cacat tersebut kemudian dihitung satu persatu, data hasil perhitungan
cacat pada sarung tangan sebagai berikut:

Table 5 Cacat Pada Sarung Tangan Manset Panjang

No Jenis Cacat Kanan (cm2) Kiri (cm2)


1 Jamur 1 x 1,5 = 1,5 1x1=1
2 Warna 1x1=1 1 x 1,5 = 1,5
1x2=2 1x1=1
1x1=1 2x3=6

13
1x1=1 1x1=1
1,5 x 2 = 3 1x1=1
1x1=1 1x1=1
1 x 1,5 = 1,5 1x1=1
1x1=1 2x1=2
1x1=1
Total 13 16,5

Table 6 Cacat Pada Sarung Tangan Manset Pendek

No Jenis Cacat Kanan (cm2) Kiri (cm2)


1 Jamur 2 x 11 = 22 1x2=2
1 x 1,5 = 1,5 1x1=1
2x3=6 1x1=1
1 x 1,5 = 1,5
1x3=3
9 x 6 = 54
Total 29,5 62,5

D. Kualitas (grade) Kulit Pada Sarung Tangan


Berdasarkan data luas sarung tangan dan jumlah keseluruhan cacat di atas,
maka dapat ditentukan kualitas (grade) kulitnya sebagai berikut:

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑐𝑎𝑐𝑎𝑡


x 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑠𝑎𝑟𝑢𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛

1. Sarung Tangan Manset Panjang


Luas cacat: 13 cm2 (kiri)
16,5 cm2 (kanan)
Luas sarung tangan: 968 cm2 (kiri)
968 cm2 (kanan)
Sehingga:
13
𝑥 100% = 1,34% (𝑔𝑟𝑎𝑑𝑒 𝐴) untuk sarung tangan kiri
968
16,5
𝑥 100% = 1,70% (𝑔𝑟𝑎𝑑𝑒 𝐴) untuk sarung tangan kanan
968

2. Sarung Tangan Manset Pendek

14
Luas cacat: 62,5 cm2 (kiri)
29,5 cm2 (kanan)
Luas sarung tangan: 325,5 cm2 (kiri)
385,5 cm2 (kanan)
Sehingga:
62,5
𝑥 100% = 16,21% (𝑔𝑟𝑎𝑑𝑒 𝐷) untuk sarung tangan kiri
325,5
29,5
𝑥 100% = 7,65% (𝑔𝑟𝑎𝑑𝑒 𝐵) untuk sarung tangan kanan
385,5

3. Sarung Tangan Sport


Tidak ditemukan caacat kulit pada sarung tangan sport.

E. Hasil Pengamatan Secara Organoleptis


Pengamatan dilakukan melalui penghliahtan seksama pada bagian-bagian
tumpangan sarung tangan, pemotongan dan bentuk keseluruhannya. Hasil
pengamatan tersebut menghasilkan data sebagai berikut:

1. Sarung Tangan Manset Panjang


Sarung tangan ini terbuat dari baham suede dengan presentase
kecacatam 1,70 % pada tangan kanan dan 1,34% pada tangan kiri. Dilihat
secara keseluruhan terdapat jahitan yang kurang rapi. Selain itu terdapat
dua machi yang tidak terpasang pas ditengah sehingga bagian jari sedikit
melintir. Dari segi kulitnya sendiri sarung tangan ini memiliki cacat seperti
jamur, warna tidak merata dan lipatan saat penyamakan.

2. Sarung Tangan Manset Pendek


Bahan yang digunakan untuk sarung tangan ini yaitu kulit suede
dan bahan denim. Total presentase cacatnya yaitu 7,65% untuk sarung
tangan kanan dan 16,21% untuk sarung tangan kiri. Pemilihan bahan kulit
keras sehingga kurang nyaman untuk digunakan, kurang membentuk

15
lengkungan jari karena jahitan dalamnya kurang rapi serta pemasangan
machi tidak pas ditengah.

3. Sarung Tangan Sport


Berbeda dari kedua sarung tangan di atas sarung tangan ini terbuat
dari kulit domba yang lentur dan enak dipakai. Tidak terdapat cacat pada
bahan kulitnya serta pemotongan materialnya tepat.

16
VI. PEMBAHASAN

A. Kategori Ukuran Sarung Tangan


Berdasarkan data pengujian di atas maka kategori ukuran sarung tangan
dapat ditentukan seusai setandar yang ada seperti pada tabel berikut:

Table 7 Ukuran Sarung Tangan Manset Panjang

No. Jenis Pengujian Sarung Tangan Kerja Berat (Manset Panjang)


Kanan (cm) Kategori Kiri (cm) Kategori
1 Panjang jempol 16 Besar 16 Besar
2 Panjang 17 Kecil 19 Besar
telunjuk
3 Panjang jari 18 Kecil 20 Besar
tengah
4 Panjang jari 17,5 Kecil 19 Sedang
manis
5 Panjang jari 15 Kecil 17,5 Besar
kelingking
6 Lebar 14,5 Sedang 14 Sedang
punggung
7 Lebar 29 Besar 29 Besar
pinggang
8 Lebar ibu jari 5 Besar 4,5 Besar
9 Lebar jari 4,5 Besar 4,5 Besar
telunjuk
10 Lebar jari 4,5 Besar 4,5 Besar
tengah
11 Lebar jari 4 Besar 4 Besar
manis
12 Lebar jari 4,5 Besar 3,8 Besar
kelingking
13 Panjang 13 Kecil 13,5 Kecil
manset
14 Tebal manset: 1,6 manset: 1,8
punggung:0,65 punggung:0,50

Untuk menentukan kategori sarung tangan tersebut maka perlu dihitung jumlah
kategori terbanyak.

17
Kanan Kiri
Kecil: 5 kategori Kecil: 1 kategori
Sedang: 1 kategori Sedang: 2 kategori
Besar: 6 kategori Besar: 11 kategori

Sehingga dapat ditentukan sesuai standar yang sudah ada sarung tangan kerja
berat manset panjang ini termasuk pada ukuran besar.

Table 8 Ukuran Sarung Tangan Manset Pendek

No. Jenis Pengujian Sarung Tangan Kerja Berat (Manset Pendek)


Kanan (cm) Kategori Kiri (cm) Kategori
1 Panjang jempol 16 Besar 12 Besar
2 Panjang telunjuk 18 Sedang 16,5 Kecil
3 Panjang jari tengah 18,5 Kecil 17,5 Kecil
4 Panjang jari manis 18 Sedang 16 Kecil
5 Panjang jari 15,5 Kecil 14,5 Kecil
kelingking
6 Lebar punggung 14 Sedang 12 Kecil
7 Lebar pinggang 29 Besar 27 Sedang
8 Lebar ibu jari 4,5 Besar 5 Besar
9 Lebar jari telunjuk 4 Besar 4 Besar
10 Lebar jari tengah 4 Besar 4,5 Besar
11 Lebar jari manis 4,5 Besar 4,5 Besar
12 Lebar jari 3,5 Sedang 4 Besar
kelingking
13 Panjang manset 8 Sedang 8 Sedang
14 Tebal denim: 0,4 denim: 0,5
suede: 1,2 suede: 1,5

Untuk menentukan kategori sarung tangan tersebut maka perlu dihitung jumlah
kategori terbanyak.

Kanan Kiri
Kecil: 2 kategori Kecil: 5 kategori
Sedang: 4 kategori Sedang: 2 kategori
Besar: 8 kategori Besar: 7 kategori

18
Sehingga dapat ditentukan sesuai standar yang sudah ada sarung tangan kerja
berat manset pendek ini termasuk pada ukuran besar.

B. Mutu Sarung Tangan


Mutu bisa dilihat secara langsung melalui pengamatan atau biasa disebut
dengan pengujian organoleptis dan berdasarkan perhitungan data yang
ditemukan di lapangan. Cacat yang terjadi pada kulit untuk sarung tangan ini
yaitu warna dan jamur. Warna yang memudar biasa disebabkan ketika proses
pewarnaan saat disamak tidak merata. Sedangkan jamur biasa disebabkan oleh
proses penyimpanan kulit samak yang tidak memperhatikan lingkungan
sekitar. Faktor yang dapat menimbulkan jamur yaitu suhu ruangan,
kelembaban dan waktu penyimpanan. Semakin lama kulit disimpan semakin
tinggi resiko terkena jamur.
Ketidaktepatan dalam proses perakitan sarung tangan terutama pada
bagian machi bisa disebabkan oleh bahan kulit yang sulit untuk mrngikuti
bentuk jari. Selain itu keterampilan dari pembuat sarung tangan juga
mempengaruhi hasil akhir dari sarung tangan tersebut.

19
V. KESIMPULAN

1. Sarung tangan kerja berat (manset panjang) termasuk dalam ukuran besar
berdasarkan persyaratan standar yang sudah ditentukan.
2. Sarung tangan kerja berat (manset pendek) termasuk dalam ukuran besar
berdasarkan persyaratan standar yang sudah ditentukan.
3. Sarung tangan sport tidak memiliki cacat pada kulit yang digunakan sehingga
tergolong dala,m grade A.
4. Mutu sarung tangan dilihat dari cacat yang ada pada sarung tangan, kerapihan
saat proses pemotongan kulit, perakian dan jahit.

20
DAFTAR PUSTAKA

Basuki, Dwi Asdono 2015. “Standardisasi metoda pemeriksaan sepatu


(standardisasi sepatu)”. Politeknik ATK Yogyakarta.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor


Per08/ Men/VII/2010

21
LAMPIRAN

Gambar 1 Pengukuran Sarung Tangan Manset Pendek Gambar 2 Pengukuran Manset

Gambar 3 Pengukuran Sarung Tangan Manset Panjang Gambar 4 Manset Panjnag

Gambar 5 Lebar Pinggang Gambar 6 Lebar Jari

22
Gambar 7 Thickness Gauge Gambar 8 Lebar Punggung

23