Anda di halaman 1dari 20

BAHAN AJAR ALJABAR ABSTRAK LANJUT

Tentang

TIPE DAN SIFAT-SIFAT GELANGGANG

Dosen Pengampu Mata Kuliah :

ILMADI, M. Pd

PROGRAM STUDI MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAMULANG
Modul Ajar

Tipe dan Sifat Gelanggang

A. Tipe-tipe Gelanggang

Pada kegiatan belajar sebelumnya telah diberikan tiga tipe dari gelanggang, yaitu
gelanggang komutatif, gelanggang dengan elemen kesatuan dan medan. Berikut ini
beberapa tipe lainnya dan pengulangan kembali pengertian medan. Perhatikan contoh
berikut ini.
Contoh 9.1: B/6 adalah himpunan semua kelas bilangan bulat modulo 6. B/6 dengan
penjumlahan modulo 6 dan perkalian modulo 6 adalah suatu gelanggang komutatif
dengan elemen kesatuan [1]. Perhatikan bahwa [2]  6 [3] = [0] dan [3]  6 [4] = [0].
Elemen-elemen [2], [3] dan [4] disebut elemen-elemen pembagi nol dari B/6, sehingga
B/6 adalah gelanggang dengan pembagi nol. Secara umum, elemen pembagi nol suatu
gelanggang didefinisikan sebagai berikut.

Definisi 9.2:
Misalkan R suatu gelanggang, a  R dan a  z, a disebut elemen pembagi nol kiri
dari R, apabila  b  R dengan b  z, sedemikian hingga ab = z. Jika berlaku ba
= z, maka a disebut elemen pembagi nol kanan dari R. Elemen pembagi nol kiri
yang sekaligus merupakan elemen pembagi nol kanan disebut elemen pembagi
nol.

Definisi 9.3:
Gelanggang R disebut gelanggang tanpa pembagi nol, apabila tidak ada dua
elemen a dan b dalam R sedemikian sehingga a  z , b  z dan ab = ba = z.
Atau dapat pula dikatakan, R adalah suatu gelanggang tanpa pembagi nol, apabila
a, b  R , ab = z  a = z atau b = z.

Contoh 9.2:
1. Gelanggang dari semua bilangan bulat adalah gelanggang tanpa pembagi nol. Begitu
pula gelanggang dari semua bilangan rasional, gelanggang dari semua bilangan real
dan gelanggang dari semua bilangan kompleks.

2. B/11, yaitu himpunan semua kelas bilangan bulat modulo 11, dengan penjumlahan
modulo 11 dan perkalian modulo 11 adalah suatu gelanggang komutatif dengan
elemen kesatuan [1] dan tidak memuat elemen pembagi nol. Setiap elemennya yang
bukan elemen nol mempunyai invers terhadap perkalian modulo 11.
Jadi B/11 adalah suatu medan.

Gelanggang komutatif dengan elemen kesatuan dan tanpa pembagi nol disebut
daerah integral ( integral domain ). Gelanggang komutatif dengan elemen kesatuan dan
setiap elemen yang bukan elemen nol mempunyai invers perkalian disebut
medan/lapangan (field). Gelanggang dengan elemen kesatuan dan setiap elemen yang
bukan elemen nol memiliki invers perkalian disebut gelanggang pembagian ( division ring/
skew field ) atau medan/lapangan miring. Jadi gelanggang pembagian yang komutatif
adalah suatu medan.

Soal : Periksalah contoh-contoh gelanggang pada kegiatan belajar 1 modul ini, manakah
yang merupakan gelanggang tanpa pembagi nol, manakah yang merupakan daerah
integral dan manakah yang merupakan gelanggang pembagian?

B. Sifat-sifat Gelanggang

Misalkan (R, +, .) suatu gelanggang, maka (R, +) adalah suatu grup komutatif,
sehingga semua sifat yang berlaku dalam grup aditif (penjumlahan) berlaku pula dalam
gelanggang. Misalnya -(-a) = a,  a  R ; dan -(a + b) = (-a) + (-b),  a, b  R. Oleh karena
itu sifat-sifat seperti itu dapat diterapkan dalam gelanggang. Sifat-sifat yang akan dibahas
di sini adalah sifat-sfat yang berkaitan dengan operasi perkalian.

Teorema 9.1 Misalkan R suatu gelanggang, maka


(i). az = za = z ,  a R dan z adalah elemen nol dalam R.
(ii). a(-b) = (-a)b = -(ab),  a, b R
(iii). (-a)(-b) = ab ,  a, b R
(iv). -( a + b) = (-a) + (-b),  a, b R
(v). a (b -c ) = ab - ac,  a, b, c  R
(vi). (a -b ) c = ac- bc ,  a, b, c  R
(vii). (-u)a = -a,  a  R dan u adalah elemen kesatuan dalam R.

Bukti :
Misalkan ( R, +, .) adalah suatu gelanggang dengan elemen nol z dan elemen kesatuan
u.
(i). Ambil a R dan az = a (z + z) (sifat elemen nol z)
az = az + az (sifat distributif kanan )
az + z = az + az (sifat elemen nol z)
z = az (sifat kanselasi penjumlahan )
Jadi az = z , untuk setiap a dalam R.

(ii). Ambil a, b R dan a(-b) + ab = a(-b + b) ( sifat distributif kanan)


= az
a(-b) + ab = z
Hal ini berakibat bahwa a(-b) = -(ab).
Begitu pula (-a)b + ab = (-a + a)b ( sifat distributif kiri)
= zb
=z
(-a)b + ab = z,
(-a)b = -(ab).
Jadi (-a)b = a(-b) = -(ab), untuk setiap a, b dalam R.

(iii). Ambil a, b  R maka menurut (ii) (-a)(-b) = -(a(-b))


= -(-(ab))
= ab.
Jadi (-a)(-b) = ab untuk setiap a dan b dalam R.

(iv). Ambil a, b R maka


(a + b) + ((-a) + (-b)) = ((a +b )+ (-a))+(-b) (sifat asosiatif penjumlahan)
= ( a + ( b+(-a)))+ (-b) (sifat asosiatif penjumlahan)
= ( a+ ((-a) + b)) + (-b) (sifat komutatif penjumlahan)
= ( a + (-a)) + (b +(-b)) (sifat asosiatif penjumlahan)
=z+z
=z
Jadi -(a + b) = (-a) +(-b), untuk setiap a dan b dalam R.

(v). Ambil a, b R dan a(b-c) = a(b +(-c))


= ab + a(-c) sifat distributif kanan
= ab + (-ac)
= ab - ac
Jadi a(b -c ) = ab -ac untuk setiap a dan b dalam R.‫ڤ‬

Dengan cara yang mirip dengan bukti tersebut , buktikanlah (vi) dan (vii).

Teorema 9.2:
Suatu gelanggang tidak memuat pembagi nol jika dan hanya jika berlaku sifat
kanselasi.

Bukti :
Misalkan R suatu gelanggang tanpa pembagi nol dan ambil a, b dalam R
sedemikian sehingga a  z dan ab = ac, maka
ab - ac = z
a(b - c) = z,
Dari kesamaan terakhir, karena a  z dan R adalah gelanggang tanpa pembagi nol,
maka b - c = z, sehingga b = c.
Jadi sifat kanselasi kiri berlaku dalam R.
Mirip dengan cara tersebut, tunjukkan bahwa sifat kanselasi kanan berlaku dalam R pula.
Sebaliknya, misalkan R adalah suatu gelanggang yang berlaku sifat kanselasi, akan
ditunjukkan bahwa R gelanggang tanpa pembagi nol.
Misalkan a, b  R sedemikian sehingga ab = z
Apabila a  z dan ab = z maka ab = az
b = z, sebab R berlaku sifat kanselasi
Apabila b  z dan ab = z maka ab = zb
a = z, sebab R berlaku sifat kanselasi
Jadi, jika ab = z maka a = z atau b = z, sehingga R tidak memuat pembagi nol.‫ڤ‬

Teorema 9.3:
Setiap medan tidak memuat pembagi nol.

Bukti :
Misalkan F suatu medan, yaitu F adalah gelanggang komutatif dengan elemen
kesatuan u dan setiap elemen yang bukan elemen nol mempunyai invers perkalian.
Ambil a, b  F sedemikian sehingga ab = z.
Apabila a  z maka a-1  F, sehingga aa-1 = u, dan diperoleh
a-1(ab) = a-1z
(a-1a)b = z
ub=z
b=z
Apabila b  z, maka b-1 F, sehingga dari ab = z diperoleh
(ab)b-1 = z b-1
a(bb-1) = z
au = z
a = z.
Jadi, jika ab = z maka a = z atau b = z, sehingga medan R tidak memuat pembagi nol.‫ڤ‬

Dari teorema di atas, mengingat medan adalah suatu gelanggang komutatif


dengan elemen kesatuan dan setiap elemen yang bukan elemen nol mempunyai invers
terhadap perkalian, maka dapat disimpulkan bahwa setiap medan adalah suatu daerah
integral.

Teorema 9.4:
Setiap daerah integral berhingga adalah suatu medan.

Bukti :
Ingat bahwa daerah integral adalah suatu gelanggang komutatif dengan elemen
kesatuan dan tidak memuat elemen pambagi nol, sehingga untuk membuktikan bahwa
suatu daerah integral berhingga adalah suatu medan, cukup ditunjukkan bahwa setiap
elemen yang bukan elemen nol mempunyai invers terhadap perkalian.
Misalkan D adalah suatu daerah integral yang berorder n ( suatu bilangan bulat
positif) dan ambil a D dengan a  z. Dibentuk himpunan

K = { ax x  D dan x  z }.

Mengingat D memiliki sifat tertutup terhadap perkalian, maka setiap elemen K adalah
elemen D, yaitu K  D sehingga dalam K berlaku sifat kanselasi.
Jadi, jika ax = ay dan a  z maka x = y, hal ini menunjukkan bahwa elemen-elemen
K berbeda satu dengan lainnya., sehingga K terdiri atas (n-1) elemen yang bukan elemen
nol dari D.
Karena D memuat elemen kesatuan u, maka u  K, sehingga untuk a D dan a  z
maka ada x  D dan x  z, sedemikian sehingga ax = u, berarti a-1 = x.
Jadi,  a  D dan a  z, maka ada a-1  D, yaitu setiap elemen D yang bukan elemen nol
mempunyai invers terhadap perkalian, sehingga D adalah suatu medan.

Akibat 9.4:
Jika p suatu bilangan prima, maka gelanggang dari semua kelas bilangan bulat
modulo p adalah suatu medan.

Bukti :
Misalkan B/p adalah gelanggang dari semua kelas bilangan bulat modulo p dengan
penjumlahan modulo p dan perkalian modulo p, karena B/p suatu himpunan berhingga,
maka untuk menunjukkan B/p suatu medan cukup ditunjukkan bahwa B/p suatu daerah
integral. Jelas bahwa B/p adalah suatu gelanggang komutatif dengan elemen kesatuan
[1], selanjutnya harus ditunjukkan bahwa B/p tidak memuat pembagi nol.
Ambil [a], [b]  B/p sedemikian sehingga ab  0( mod p) maka p ab. Karena p
prima, maka p a atau p b , yaitu a  0(mod p) atau b  0(mod p) yang berarti [a] = [0]
atau [b] = [0].
Jadi, B/p tidak memuat pembagi nol, sehingga B/p adalah suatu medan.

C. Kelipatan dan Perpangkatan Bulat dari


Elemen-elemen Suatu Gelanggang

Definisi 9.4:
Misalkan ( R, +, .) suatu gelanggang, a R dan m suatu bilangan bulat positif,
selanjutnya didefinisikan sebagai berikut :
(i). ma = a + a + a + … + a ( m kali)
(ii). -ma = m(-a) = (-a) +(-a) + … + (-a) (m kali )
= -(ma)
(iii). 0a = z

Sebagai akibat dari definisi tersebut dapat diturunkan teorema berikut ini.
Teorema 9.5:
Misalkan R suatu gelanggang, m, n adalah bilangan-bilangan bulat sembarang
dan a,b R, maka
(i). (m + n) a = ma + na
(ii). m( a + b) = ma + mb
(iii). m(na) = (mn)a = n(ma).

Bukti :
Karena m dan n bilangan-bilangan bulat, sedangkan definisi di atas memisahkan
definisinya untuk bilangan bulat positif, nol dan untuk bilangan bulat negatif, maka
teorema ini diperhatikan tiga keadaan, yaitu :

(a) Jika m dan n keduanya bilangan bulat positif.


(b) Jika salah satu dari m atau n sama dengan nol dan lainnya bilangan bulat positif
atau bilangan bulat negatif.
(c) Jika salah satu dari m atau n suatu bilangan bulat positif dan lainnya bilangan
bulat negatif.
(d) Jika m dan n keduanya bilangan bulat negatif.

Berikut ini bukti tak lengkap dari terema 2.5(i), dan lengkapkanlah!

(i) Jika salah satu dari m atau n sama dengan 0, misalnya n = 0 dan suatu bilangan bulat
positif, maka
ma + na = (a + a + a + . . . + a) + 0a
  
m suku
= (a + a + a + . . . + a)
  
m + 0 suku
= (m + 0)a

Jika m dan n keduanya merupakan bilangan-bilangan bulat positif, maka


ma + na = (a + a + a + . . . + a) + (a + a + a + . . . + a)
     
m suku n suku
= (a + a + a + . . . + a)
  
m + n suku
= (m + n) a
Jika salah satu dari m dan n suatu bilangan bulat positif dan lainnya suatu bilangan
bulat negatif, dengan tidak mengurangi keumumannya, misalnya m suatu bilangan bulat
positif dan n suatu bilangan bulat negatif dengan m > | n|, misalkan n = -t, maka
ma + na = ma + (-t)a
= ma + t(-a)
= (a + a + a + . . . + a) + ((-a) + (− a) + . . . + (− a))
   
m suku t suku
= a+
a+ . +a + (a + (-a)) + (-a) + (− a) + . . . + (− a)
a +. .

m −1 suku t −1 suku
= a + a + . . . + a + z + (-a) + (-a) + . . . + (-a)
= a+
a + . + a + (a + (-a)) + (-a) + (− a) + . . . + (− a)
. .

m − 2 suku t − 2 suku
dan seterusnya, karena m> t, maka
= a+
a + .
 +a
. .
m − t suku
= (m – t) a, karena -t = n, maka
= (m + n) a. ‫ڤ‬

Buktikan teorema 2.5 (ii) dan (iii) tersebut sebagai latihan !

Definisi 9.5 :
Misalkan R suatu gelanggang , a R dan m bilangan bulat positif, maka

am = a . a . a . . . a (m kali)

Karena dalam suatu gelanggang, suatu elemennya tidak perlu memiliki invers
terhadap perkalian, maka am tidak didefinisikan untuk bilangan bulat negatif m.
Sebagai akibat pula dari definisi tersebut diperoleh teorema berikut ini.

Teorema 9.6 :
Jika R suatu gelanggang, m dan n bilangan-bilangan bulat positif, maka untuk
setiap a R berlaku :
(i). am an = am + n
(ii). (am)n = amn .

Bukti :
(i). am an = a.a.a...a a.a.a...a
    
m kali n kali

= a.a.a...a
 
m + n kali

= am+n
Buktikan teorema 2.6 (ii) tersebut sebagai latihan !

Contoh 9. 3:
Diketahui gelanggang B/8 = {[0], [1], [2], [3], [4], [5], [6], [7]} dengan penjumlahan
modulo 8 dan perkalian modulo 8. Perhatikan bahwa [2]3 = [0], [6]3 = [0], elemen-elemen
seperti ini dinamakan elemen nilpoten berindeks 3. Perhatikan pula bahwa [1]2 = [1],
elemen seperti ini dinamakan elemen idempoten. Hal ini secara umum didefinisikan
sebagai berikut.

Definisi 9.6:
Misalkan R adalah suatu gelanggang, jika a  R sedemikian hingga a2 = a, maka a
disebut elemen idempoten. Jika b  R, dan ada suatu bilangan bulat positif terkecil
n, sedemikian hingga bn = z, maka b disebut elemen nilpoten berindeks n.

Contoh 9.4:
a b
M = {   | a, b, c, d bilangan-bilangan rasional} dengan penjumlahan dan perkalian
c d
matriks adalah suatu gelanggang.
2
 0 3  0 3  0 3  0 3  0 3
  =     =   , maka   adalah suatu elemen idempoten
 0 1  0 1  0 1  0 1  0 1
dalam M.
2
 0 0  0 0  0 0  0 0  0 0
  =     =   , maka   adalah suatu elemen idempoten
 -1 1  -1 1  -1 1  -1 1  -1 1
dalam M.
2
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
  =     =   , maka   adalah suatu elemen nilpoten
5 0 5 0 5 0 0 0 5 0
dalam M.

Contoh 9.5:
Jika setiap elemen dari gelanggang R merupakan elemen idempoten,
tunjukkanlah bahwa R suatu gelanggang komutatif !

Penyelesaian :
Diambil sembarang a  R , maka a suatu idempoten, maka a2 = a.
Pertama akan ditunjukkan bahwa a + a = z.
Karena a  R, maka (a + a)  R, sehingga (a + a)2 = (a + a)
a2 + a2 + a2 + a2 = a + a
(a + a) + (a + a) = (a + a) + z
a+a=z
Ambil a, b  R, maka a2 = a, b2 = b dan (a + b)  R, sehingga
(a + b)2 = (a + b)
a2 + ab + ba + b2 = a + b
a + ab + ba + b = a + b
ab + ba = z
ab + ba = ba + ba, sebab ba + ba = z
ab = ba
Jadi R suatu gelanggang komutatif.

D. Karakteristik suatu Gelanggang

Definisi 9.7:
Karakteristik suatu gelanggang R adalah bilangan bulat positif terkecil n (jika ada),
sedemikian sehingga na = z untuk setiap a dalam R.
Apabila bilangan bulat positif tersebut tidak ada, maka dikatakan karakteristik dari
gelanggang R adalah nol atau tak berhingga.

Contoh 9.6:
1. B/7 = { [0], [1], [2], [3], [4], [5], [6] } terhadap penjumlahan modulo 7 dan perkalian
modulo 7 adalah suatu gelanggang yang mempunyai karakteristik 7, sebab 7 x7 [a] =
[0],  [a]  B/7 dan tidak ada bilangan bulat positif n yang kurang dari 7 sedemikian
sehingga n x7 [a] = 0,  [a]  B/7.

2. B adalah himpunan semua bilangan bulat, B dengan penjumlahan dan perkalian


aritmetik adalah suatu gelanggang yang mempunyai karakteristik tak berhingga atau
nol.

Teorema 9.7
Apabila R suatu daerah integral, maka karakteristik dari R adalah nol atau suatu
bilangan bulat positif n sesuai dengan peroide dari elemen kesatuan terhadap
grup (R, +).

Bukti :
Misalkan R adalah suatu daerah integral dengan elemen kesatuan u dengan p(u)
= 0, yaitu 0u = z, maka tak ada bilangan bulat positif n yang memenuhi nu = z.
Sehingga tidak ada bilangan bulat positif n dengan (nu)a = za ,  a R
n(ua) = z
na = z ,  a R.
Ini berarti bahwa tidak ada bilangan bulat positif n yang memenuhi na = z,  a R.
Jadi daerah integral R mempunyai karakteristik nol atau tak berhingga.
Apabila p(u) = k, yaitu k suatu bilangan bulat positif terkecil, sedemikian sehingga
ku = z, maka untuk sembarang elemen a dalam R dengan a  z berlaku
(ku)a = za
k(ua) = z
ka = z dengan k adalah bilangan bulat positif terkecil .
Jadi karakteristik dari R adalah k yang merupakan periode dari elemen kesatuan u
terhadap grup(R, +).
Akibat 9.7
Karakteristik dari suatu medan F sama dengan periode elemen kesatuan u dalam
grup (F, +), yaitu nol atau suatu bilangan bulat positif n.

Suatu medan yang mempunyai karakteristik tidak nol disebut medan modular.

Teorema 9.8:
Karakteristik dari suatu daerah integral berhingga adalah berhingga.

Bukti :
Misalkan D adalah suatu daerah integral berhingga, maka (D, +) adalah suatu grup
berhingga, sehingga periode dari setiap elemen D adalah berhingga . Jadi karakteristik
dari D berhingga pula .

Teorema 9.9:
Elemen-elemen yang bukan elemen nol dari suatu daerah integral dipandang
sebagai grup (D, +) mempunyai periode yang sama.

Bukti :
Misalkan D suatu daerah integral dan ambil sembarang a, b  D dengan a  z , b
 z. Misalkan p(a) = n, yaitu n adalah bilangan bulat positif terkecil sedemikian sehingga
na = z maka (na)b = zb
a(nb) = z.
Karena a  z dan D tidak memuat pembagi nol, maka nb = z. Berarti p(b)  n = p(a).
Misalkan p(b) = m maka mb = z
a(mb) = az
(ma)b = z.
Karena b  z dan D tidak memuat pembagi nol, maka ma = z, sehingga p(a)  m = p(b).
Jadi p(a) = p(b).
Selanjutnya, apabila p(a) = 0 maka p(b) tidak mungkin berhingga, sebab jika p(b)
berhingga, misalkan p(b) = m maka mb = z
a(mb) = az
(ma)b = z.
Karena D tidak memuat elemen pembagi nol dan b  z, maka ma = z, sehingga p(a)
 m. Ini berarti p(a) berhingga, kontradiksi dengan ketentuan, sehingga p(b) tidak
mungkin berhingga, yaitu p(b) = 0. ‫ڤ‬

Teorema 9.10:
Karakteristik dari suatu daerah integral D adalah nol atau suatu bilangan bulat
positif sesuai dengan periode suatu elemen yang bukan elemen nol dari grup (D,+)

Bukti :
Misalkan D adalah suatu daerah integral. Ambil a D dengan a  z dan misalkan
p(a) = 0, yaitu tidak ada suatu bilangan bulat positif n sedemikian sehingga na = z ,
sehingga na  z, a  D . Jadi karakteristik dari D adalah nol.
Apabila p(a) = n, yaitu n adalah bilangan bulat positif terkecil sedemikian sehingga
na = z. Ambil b D dan b  a, karena na = z, maka b(na) = bz
(nb)a = z.
Karena D tidak memuat elemen pembagi nol dan a  z maka nb = z. Mengingat teorema
di atas maka p(b) = n, sehingga na = z, a  D .
Jadi karekteristik dari D adalah n.‫ڤ‬

Memperhatikan teorema di atas dapat dikatakan bahwa karakteristik suatu daerah


integral D sama dengan periode suatu elemen yang bukan elemen nol dari grup (D, +).

Teorema 9.11:
Karakteristik suatu daerah integral adalah nol atau suatu bilangan prima.

Bukti :
Misalkan D adalah suatu daerah integral, ambil a D dan a  z.
Apabila p(a) = 0 telah dibuktikan bahwa karakteristik dari D adalah nol.
Apabila p(a) = n, yaitu n adalah suatu bilangan bulat positif terkecil sedemikian sehingga
na = z, maka telah dibuktikan bahwa karakteristik dari D adalah n. Sekarang akan
ditunjukkan bahwa n adalah suatu bilangan prima.
Andaikan n bukan bilangan prima, maka n = mk dengan m  1, n  1 dan m < n,
k < n Karena n adalah karakteristik dari D, maka n adalah bilangan bulat positif terkecil
sedemikian sehingga na = z, a  D .
Selanjutnya (mk)a = z
(mka)b = zb, b  D dengan b  z.
(ma)(kb) = z
Karena D tidak memuat elemen pembagi nol dan a  z, b  z maka ma = z atau kb = z.
Jika ma = z maka p(a)  m dan jika kb = z maka p(b)  k . Ini berarti karakteritik dari D
kurang dari m atau kurang dari k. Hal ini kontradiksi dengan ketentuan bahwa
karakteristik dari D adalah n.
Jadi karakteristik dari D adalah suatu bilangan prima. ‫ڤ‬
TUGAS 2!

1. R suatu gelanggang dan a, b, c, d R. Tentukanlah (a + b)(c + d).


2. Apabila R suatu gelanggang, buktikan bahwa
(a + b)2 = a2 + ab + ba + b2, a, b  R.
3. Apabila R suatu gelanggang dan x2 = x, x  R, buktikan bahwa R suatu gelanggang
komutatif. Apakah konversnya benar ? Tunjukkanlah !( Catatan : Suatu gelanggang R
dengan x2 = x, x  R, maka R disebut gelanggang Boolean ).
4. Apabila R suatu gelanggang dan a3 = a, a  R, buktikan bahwa R suatu gelanggang
komutatif!
5. Apabila R suatu gelanggang dan a4 = a, a  R, buktikan bahwa R suatu gelanggang
komutatif!
6. R suatu gelanggang dan a  R sedemikian hingga a2 = a, tunjukkan bahwa
(xa – axa)2 = (ax – axa)2 = z,  x  R.
7. Apabila R suatu gelanggang dan a2 = z, tunjukkan bahwa  x R, ax + xa komutatif
dengan a.
8. R suatu gelanggang dan m, n bilangan-bilangan bulat, buktikan bahwa
(ma)(nb) = (mn)ab.
9. D suatu daerah integral dan na = z untuk suatu a D dengan a  z dan suatu bilangan
bulat positif n  0. Buktikan bahwa karakteristik dari D adalah berhingga.
10. ( R, +, .) adalah suatu struktur aljabar dengan elemen kesatuan dan memenuhi semua
aksioma gelanggang, kecuali sifat komutatif penjumlahan. Buktikan bahwa (R, +, .)
adalah suatu gelanggang dengan elemen kesatuan.
RANGKUMAN

• Misalkan R suatu gelanggang, a  R dan a  z, a disebut elemen pembagi nol kiri


dari R, apabila  b  R dengan b  z, sedemikian hingga ab = z.
Jika berlaku ba = z, maka a disebut elemen pembagi nol kanan dari R.
• Elemen pembagi nol kiri yang sekaligus merupakan elemen pembagi nol kanan
disebut elemen pembagi nol.
• Gelanggang R disebut gelanggang tanpa pembagi nol, apabila tidak ada dua
elemen a dan b dalam R sedemikian sehingga a  z , b  z dan ab = ba = z.
• R adalah suatu gelanggang tanpa pembagi nol, apabila
a, b  R , ab = z  a = z atau b = z.
• Gelanggang komutatif dengan elemen kesatuan dan tidak memuat elemen
pembagi nol disebut daerah integral.
• Misalkan R suatu gelanggang, maka
(i). az = za = z ,  a R dan z adalah elemen nol dalam R.
(ii). a(-b) = (-a)b = -(ab),  a, b R
(iii). (-a)(-b) = ab ,  a, b R
(iv). -( a + b) = (-a) + (-b),  a, b R
(v). a (b -c ) = ab - ac,  a, b, c  R
(vi). (a -b ) c = ac- bc ,  a, b, c  R
(vii). (-u)a = -a, a R dan u adalah elemen kesatuan dalam R.
• Suatu gelanggang tidak memuat pembagi nol jika dan hanya jika berlaku sifat
kanselasi.
• Setiap medan tidak memuat pembagi nol.
• Setiap daerah integral berhingga adalah suatu medan.
• Jika p suatu bilangan prima, maka gelanggang dari semua kelas bilangan bulat
modulo p adalah suatu medan.
• Misalkan R suatu gelanggang, m, n adalah bilangan-bilangan bulat sembarang
dan a,b R, maka
(i). (m + n) a = ma + na
(ii). m( a + b) = ma + mb
(iii). m(na) = (mn)a = n(ma).
• Jika R suatu gelanggang, m dan n bilangan-bilangan bulat positif, maka untuk
setiap a R berlaku :
(i). am an = am + n
(ii). (am)n = amn .
• Misalkan R adalah suatu gelanggang, jika a  R sedemikian hingga a2 = a, maka
a disebut elemen idempoten. Jika b  R, dan ada suatu bilangan bulat positif
terkecil n, sedemikian hingga bn = z, maka b disebut elemen nilpoten berindeks
n.
• Karakteristik suatu gelanggang R adalah bilangan bulat positif terkecil n (jika ada),
sedemikian sehingga na = z untuk setiap a dalam R.
Apabila bilangan bulat positif tersebut tidak ada, maka dikatakan karakteristik dari
gelanggang R adalah nol atau tak berhingga.
• Apabila R suatu daerah integral, maka karakteristik dari R adalah nol atau suatu
bilangan bulat positif n sesuai dengan peroide dari elemen kesatuan terhadap
grup (R, +).
• Elemen-elemen yang bukan elemen nol dari suatu daerah integral dipandang
sebagai grup (D, +) mempunyai periode yang sama.
• Karakteristik dari suatu daerah integral berhingga adalah berhingga.
• Karakteristik suatu daerah integral adalah nol atau suatu bilangan prima.
TES FORMATIF 2

Pilihlah satu jawaban yang benar dari empat alternatif jawaban yang disediakan !

1. Pernyataan berikut ini yang benar adalah ………..


A. Setiap medan adalah suatu daerah integral.
B. Setiap daerah integral adalah suatu medan.
C. Setiap gelanggang pembagian adalah suatu daerah integral.
D. Setiap daerah integral adalah suatu gelanggang pembagian.

2. Berikut ini yang dapat memuat elemen pembagi nol adalah ………..
A. Gelanggang pembagian.
B. Daerah integral.
C. Medan.
D. Gelanggang komutatif.

3. Jika R = {[0], [2], [4], [6], [8]} dengan penjumlahan dan perkalian modulo 10 adalah
suatu gelanggang. Pernyataan berikut benar, kecuali ………
A. R adalah gelanggang dengan elemen kesatuan.
B. Gelanggang R memuat elemen pembagi nol.
C. R adalah suatu medan.
D. R adalah suatu daerah integral

4. D = {[0], [1], [2], [3], . . . , [9]} dengan penjumlahan dan perkalian modulo 10
adalah suatu gelanggang. Maka berikut ini adalah unit dari D, kecuali ………
A. [1]
B. [3]
C. [5]
D. [7]

5. Jika ketentuan sama seperti nomor 4, maka berikut ini adalah elemen pembagi
nol, kecuali ……..
A. [2]
B. [4]
C. [5]
D. [7]

6. Jika D suatu daerah integral berhingga berorder n, maka pernyataan berikut ini
benar, kecuali ……..
A. Untuk setiap a  D, dengan a ≠ z, maka p(a) = n, terhadap grup (D, +)
B. Untuk setiap a, b  G, dengan a ≠ z dan b ≠ z, maka p(a) = p(b) terhada grup
(D, +).
C. n adalah suatu bilangan prima.
D. Jika u elemen kesatuan dari D, maka p(u) = 1, terhadap grup (D, +).
7. Misalkan F suatu medan berhingga, maka pernyataan berikut ini benar, kecuali
………
A. F memuat elemen pembagi nol.
B. Setiap elemen F yang bukan elemen nol adalah unit.
C. Setiap elemen F yang bukan elemen nol berperiode sama terhadap (F, +).
D. F memuat elemen nilpoten.

8. Apabila R suatu gelanggang, maka untuk setiap x, y  R dan m, n bilangan-


bilangan bulat positif, berikut ini benar, kecuali ……..
A. (mx)(ny) = (mn)(xy).
B. (xy)m = x m y m.
C. (y m) n = y mn .
D. (m + n) x = mx + nx.

9. Jika D = {[0], [1], [2], [3], . . . , [9]} dengan penjumlahan dan perkalian modulo 10
adalah suatu gelanggang. Berikut ini adalah elemen idempoten dalam D, adalah
……..
A. [4]
B. [5]
C. [8]
D. [9]

10. D = {[0], [1], [2], [3], . . . , [m-1]}dengan penjumlahan dan perkalian modulo m
adalah suatu gelanggang, maka D akan merupakan suatu daerah integral, apabila
m = ……
A. 12
B. 13
C. 14
D. 15

Cocokanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban Tes Formatif yang terdapat pada
bagian akhir modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan
rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda dalam materi Kegiatan
Belajar ini.
N
Rumus: Tingkat Penguasaan =  100% ,
10
dengan N = jumlah jawaban Anda yang benar.
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai :
90% - 100% = baik sekali
80% - 89% = baik
70% - 79% = cukup
< 70% = kurang
Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan
pada kegiatan belajar berikutnya. Bagus ! Tetapi bila tingkat penguasaan Anda kurang
dari 80%, Anda harus mengulangi kembali Kegiatan Belajar ini, terutama pada bagian
yang belum Anda kuasai. SELAMAT BELAJAR.
Glosarium
Daerah integral (integral domain) : gelanggang komutatif dengan elemen kesatuan dan
tidak memmuat elemen pembagi nol.
Elemen kesatuan (unity) : elemen identitas terhadap operasi perkalian.
Elemen nol : elemen identitas terhadap operasi penjumlahan.
Elemen pembagi nol : elemen yang bukan elemen nol yang apabila dikalikan dengan
elemen lain yang bukan elemen nol pula baik dari arah kiri maupun kanan akan
menghasilkan elemen nol.
Elemen idempoten : elemen yang apabila dikaliakan dengan elemen itu akan tetap sama
dengan elemen itu sendiri.
Elemen nilpoten : elemen yang dipangkatkan dengan suatu bilangan bulat menghasilkan
elemen nol.
Gelanggang (ring) : struktur aljabar dengan dua operasi biner, yang dengan operasi
pertama merupakan grup abelian, dengan operasi kedua merupakan semigrup
dan berlaku sifat distributif kiri dan kanan operasi kedua terhadap operasi
pertama.
Gelanggang pembagian (division ring, skew field) : gelanggang dengan elemen kesatuan
yang setiap elemen yang bukan elemen nol memiliki invers terhadap perkalian.
Karakteristik suatu gelanggang : suatu bilangan bulat positif terkecil yang jika dikalikan
dengan setiap elemen gelanggang tersebut selalu menghasilkan elemen nol.
Medan (lapangan, field) : gelanggang pembagian yang komutatif.
DAFTAR PUSTAKA

Chaudhuri N P. Abstract Algebra. New Delhi : Tata McGraw-Hill Publishing Company


Limited, 1983.
Baumslag B and Chandler B. Theory and Problems of Group Theory. New York : McGraw-
Hill Book Company, Inc, 1986.
Birkhoff G and Maclane S. A Survey of Modern Algebra Third Edition. New York : The
Macmillan Company, 1965.
Fraleigh JB. A First Course in Abstract Algebra. London : Addison-Wesley Publishing
Company, Inc., 1967.
Frank Ayres J R. Theory and Problems of Modern Algebra. New York : McGraw-Hill Book
Company. 1965.
Gilbert W J. Modern Algebra with Application. New York : John Willey & Sons, 1976
Herstein I N. Abstract Algebra. New York : Macmillan Publishing Company, 1986.
__________. Topics in Algebra Second Edition. New York : John Willey & Sons, 1975.
Raisinghania H D and Aggarwal R S. Modern Algebra. New Delhi : S. Chand & Company,
1980.
Selby S and Sweet L. Set Relations Functions an Introduction. New York : McGraw-Hill Book
Company, Inc. 1983.
Shapiro, Harold N. Introduction to the Theory of Numbers. New York : Springer-Verlag,
1995.
________. Pengantar Aljabar Abstrak(Pengantar Teori Grup). Yogyakarta : IMSTEP JICA,
2003
________, Struktur Aljabar. Jakarta : Proyek Peningkatan Mutu Guru SLTP, 1994/1995.