Anda di halaman 1dari 5

LEMBAH HASIL OBSERVASI

JENIS FAUNA TAPIR

Disusun oleh :
Kelompok 5
Anggota : Ikbal
Roby
Bayu
Refa
Kelas : VII C

PEMERINTAHAN KOTA BANJAR


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMP NEGERI 5 BANJAR


Jl. K.H Mustafa No. 557 Telp. (0265) 741191 Banjar 46311
2019
TAPIR

Tapir adalah hewan yang termasuk kedalam hewan soliter, artinya Ia


hidup menyendiri. Kecuali pada musim kawin saja, tapir akan mencari betina
untuk dikawini. Tapir juga banyak melakukan aktivitas pada malam hari atau
bisa disebut sebagai hewan nokturnal.

DESKRIPSI UMUM TAPIR

Tapir dewasa pada semua jenis spesies dapat tumbuh dengan panjang
tubuh 225 cm. Bentuk tubuh yang merupakan ciri khas dari tapir adalah
moncong hidungnya yang menyerupai belalai pendek. Ketika berjalan, tapir
akan mendekatkan moncongnya pada tanah. Tapir juga lebih mengandalkan
indera penciuman dan pendengaran ketika berjalan atau melakukan aktivitas
dibanding menggunakan indera penglihatan.

HABITAT TAPIR

Tapir asia diketahui hidup di wilayah yang banyak pepohonan dan


ditempat yang terdapat area perairan seperti sungai. Hutan menjadi tempat
tinggal alami tapir yang sangat baik untuk bertumbuh kembang serta
berkembang biak. Tapirus Pinchaque yang merupakan tapirdi amerika selatan
merupakan tapir yang hidup di hutan pegunungan. Pada saat ini karena
pengaruh aktivitas manusia seperti pembukaan lahan baru sebagai pertanian
dan juga pembendungan perairan untuk pembangkit tenaga listrik dapat
mengancam ekosistem dimana tapir berada.

MAKANAN TAPIR

Aktivitas makan biasanya dilakukan sambil tetap terus melakukan


perpindahan sesuai dengan tersedianya makanan dedaunan muda, umbi
yang empuk dan beberapa jenis buah buahan. Jalur perjalanan tapir tidak
selalu sejalur, tetapi jalur yang dilalui selalu berpindah pindah. Tapir sendiri
termasuk hewan yang memiliki kemampuan jelajah sangat luas, hal ini
dilakukan untuk menemukan lokasi yang memiliki sumber garam mineral.

JENIS DAN CIRI FISIK SPESIES TAPIR

Jika dilihat secara taksonomi, tapir dapat dikelompokkan menjadi ordo


Periscodactyla dan keluarga Tapiridae. Hingga saat ini ada 4 jenis tapir yang
masih sering dijumpai. Tetapi, 3 diantara jenis tapir dapat ditemukan pada
Amerika Selatan.

1. Tapir Bairdii

Tapir bairdii adalah salah satu jenis tapir yang dapat ditemukan di Amerika
Latin. Tapir Bairdii juga dapat ditemukan di hutan Amerika Tengah, termasuk
Meksiko tenggara, Belize, Guatemala, Honduras, Kosta Rika, Nikaragua,
Panama dan ada kemungkinan sampai ke Kolombia serta Ekuador.

Habitat tapir di alam bebas terancam, karena ketersediaan makanan yang


berkurang akibat dari pengalihan fungsi hutan sebagai area industri. Daerah
Amerika yang merupakan tempat tapir telah punah adalah di El Salvador.
Sedangkan di Ekuador kehadiran tapir belum dapat dikonfirmasi atau masih
membutuhkan penelitian lebih lanjut.

2. Tapir Gunung

Tapir gunung yang berasal asli dari Amerika Selatan ini memiliki nama latin
Tapirus Pinchaque atau sering disebut tapir berbulu. Tapirus Pinchaque
adalah spesies satu satunya yang hidup di luar hutan hujan tropis, hal ini
sesuai dengan namanya tapir gunung hidup didaerah pegunungan Andes,
Peru dan Kolombia yang memiliki suhu dingin.
Tapirus Pinchaque memiliki ciri tubuh yang berbeda dari jenis tapir lainnya,
selain memiliki tubuh berbulu lebat tapir gunung juga memiliki mocong yang
berwarna putih yang diselimuti oleh bulu tebal. Ketebalan bulu pada tapir dapat
mencapai tebal sekitar 3,5 cm dan berwana hitam.

Tapir gunung memiliki fisik dengan panjang tubuh 1,8 m dengan tinggi sekitar
0,75 m sampai 1 m. Meskipun memiliki fisik yang pendek, tapir jantan dewasa
memiliki berat badan antara 136 sampai 250 kg. Pada tapir betina memiliki
berat tubuh yang lebih kecil dibanding tapir jantan yakni memiliki berat sekitar
25 kg sampai 100 kg.

3. Tapir Brazil

Tapir yang memiliki nama latin Tapirus Terrestris adalah hewan asli
dari hutan Amazon, Amerika Selatan khususnya di negara Barzil. Tapir Brazil
adalah mamalia terbesar di Amerika Selatan dan jika dibandingkan dengan
jenis tapir lainnya, tapir ini memiliki berat badan yang cukup besar. Berat tubuh
tapir ini adalah 225 kg dan bisa lebih.

Panjang tubuh tapir ini mampu mencapai 2,5 m dengan rata – rata panjang
antara 1,8 m sampai 2 m lebih. Tidak seperti sapi yang memiliki ekor panjang,
tapir Brazil memiliki ekor yang pendek dengan ukuran 5 cm sampai 10 cm saja.

4. Tapir Asia (Tapirus Indicus)

Salah satu jenis tapir yang tersebar di benua Asia adalah Tapirus Indicus. Tapir
asia adalah jenis tapir dari keempat spesies yang ada dan berasal satu satunya
dari benua Asia. Nama Indicus diambil dari tempat habitat aslinya yakni
berasal dair Hindia Timur.

NAMA LAIN TAPIR

Di Indonesia, tapir asia dapat ditemukan di pulau Sumatera.


Di Pulau Sumatera, tapir asia sering disebut tenuk atau seladang. Pada
beberapa daerah lain di Sumatera juga menyebut gindol, babi alu, kuda ayer,
kuda rimbu, kuda arau, marba, caipan atau kadang disebut dengan sipan.

Tapir asia memiliki ciri tubuh yang cukup unik dibanding dengan spesies
lain. Tapir asia memiliki tubuh dengan bulu-bulu berwarna hitam kecuali pada
ujung telinganya yang berwarna putih. Warna bulu tapir asia tidak polos
dengan gradasi yang sama, tetapi memiliki pola warna yang kacau sehingga
tapir ini sulit dikenali ketika berbaring atau tidur. Hewan predator mungkin
menganggap tapir asia sebagai batu ketika berbaring atau tidur.

CIRI FISIK TAPIR ASIA

Ukuran tubuh tapir asia tergolong lebih kecil dibanding dengan tapir
spesies amerika, karena tapir asia dapat tumbuh dengan panjang dari 1,8 m
sampai 2,4 m dan memiliki tinggi hanya antara 90 cm sampai 107 cm. Meski
memiliki ukuran tubh yang lebih kecil, namun memiliki berat yang cukup besar
yaitu 250 kg sampai 320 kg dan pada beberapa tapir asia dewasa beratnya
sampai 540 kg. Hal ini kemungkinan karena masa otot tapir asia lebih besar
dibanding tapir pada spesies lain.

PERBEDAAN TAPIR ASIA DENGAN TAPIR JENIS LAIN

Perbedaan dengan jenis tapir pinchaque adalah pada ukuran tapir


betina lebih yang lebih besar dibanding dengan tapir jantan. Ciri fisik tapir asia
sama seperti pada tapir jenis lainnya, memiliki ekor pendek, tubuh gemuk dan
kadang ada yang berotot serta moncong mulut yang menyerupai trenggiling.
Kaki tapir mirip seperti kaki sapi karena pada kaki depan tapir asia terdapat
empat kuku dan tiga kuku pada kaki belakang.

Perbandingan tapir asia dengan tapir yang ada di Amerika adalah pada
fungsi indera penglihatannya. Pada tapir asia, indera penglihatannya agak
buruk, tetapi memiliki indera pendengaran dan penciuman yang sangat tajam.

Sebaran tapir yang letaknya berjauhan yaitu tapir amerika dengan tapir
asia serting digunakan sebagai bukti teori pemisahan benua. Sebaran tapir
asia tenggara meliputi negara Thailand, Semenanjung Malaysia dan
Indonesia. Bukti paleontologis menunjukkan bahwa tapir asia dahulu tersebar
di Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi saat ini di Indonesia hanya dapat ditemui
di pulau Sumatera khususnya dari selatan Danau Toba sampai Lampung.

Tapir di Pulau Sumatera sering ditemukan di hutan dataran rendah, tapi


pada beberapa catatan dituliskan bahwa ada kemunculan tapir di dataran
tinggi yaitu sekitar 2000 mdpl seperti di Gunung Tujuh. Selain itu, tapir juga
dapat ditemukan di hutan primer, sekunder, campuran dan kebun karet.
Beberapa catatan juga menunjukkan kehadiran tapir dikebun sawit serta
melintasi pemukiman penduduk.