Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIK TUMBUHAN

PERCOBAAN IV
TINJAUAN TAKSA
SUBDIVISI ANGIOSPERMAE
KELAS DICOTYLEDONEAE
SUBKELAS SYMEPATALE

OLEH :

NAMA : MUH AZMI MAYNON F


STAMBUK : F1D1 18 039
KELOMPOK : II (DUA)
ASISTEN PEMBIMBING : MUSDALIFA

PROGRAM STUDI BIOLOGI


JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sistem klasifikasi adalah pengelompokan makhluk hidup berdasarkan

kesamaan struktur dan fungsi. Sistem klasifikasi tumbuhan merupakan bentuk

pengklasifikasian terhadap tumbuhan yang terdiri dari tumbuhan

berpembuluh dan tumbuhan yang tidak berpembuluh. Tumbuhan

berpembuluh terdiri atas tumbuhan tak berbiji (kelompok paku-pakuan) dan

tumbuhan berbiji (spermatophyta). Tumbuhan berbiji kemudian dibagi lagi

dalam dua subdivisi, yaitu tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) dan

tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae).

Angiospermae merupakan tumbuhan yang menghasilkan biji tertutup

oleh daun buah (carpella). Kelompok tumbuhan angiospermae adalah

tumbuhan tingkat tinggi yang memiliki bunga dan jenisnya paling banyak.

Ciri-ciri tumbuhan angiospermae yaitu bakal biji dilindungi oleh daun buah

(carpella), berupa pohon, perd, tumbuhan rambat aataupun panjat serta

tumbuhan tidak berkayu. Sistem perakaran serabut dan tunggang serta bunga

sebagai alat perkembangbiakan utamanya. Tumbuhan angiospermae dibagi

dalam sub kelas apetalae dan sympetalae.

Sympetalae merupakan tumbuhan yang tergolong dalam sub kelas

yang memiliki ciri utama adanya bunga dengan hiasan bunga lengkap terdiri

atas kelopak (sepalae), mahkota (petalae) dan daun-daun yang berlekatan

mennjadi satu. Tumbuhan Sympetalae dibagi dalam beberapa ordo yaitu

asteranales, rubiales, solanales dan gentianales. Berdasarkan latar belakang


di atas maka dilakukan praktikum tinjauan taksa Subdivisi Angiospermae dari

Sub Kelas Sympetalae.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana sifat dan ciri ordo, familia dari bahan praktikum yang tersedia?

2. Bagaimana sifat-sifat taksa pada setiap tumbuhan dari Sub Kelas

Sympetalae?

3. Bagaimana cara menyusun sistem klafikasi dari bahan praktik yang tersedia

dari Sub Kelas Sympetalae?

C. Tujuan Praktikum

Tujuan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengenal sifat dan ciri ordo, familia dari bahan praktikum yang

tersedia.

2. Untuk mengenal sifat-sifat taksa pada setiap tumbuhan dari Sub Kelas

Sympetalae.

3. Untuk mengetahui cara menyusun sistem klafikasi dari bahan praktik yang

tersedia dari Sub Kelas Sympetalae.


D. Manfaat Praktikum

Manfaat pada praktikum ini adalah sebagai berikut:

1. Dapat mengenal sifat dan ciri ordo, familia dari bahan praktikum yang

tersedia.

2. Dapat mengenal sifat-sifat taksa pada setiap tumbuhan dari Sub Kelas

Sympetalae.

3. Dapat mengetahui cara menyusun sistem klafikasi dari bahan praktik yang

tersediadari Sub Kelas Sympetalae.


II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Klasifikasi Tumbuhan

Klasifikasi adalah proses pengaturan tumbuhan dalam tingkat-tingkat

kesatuan kelasnya yang sesuai secara ideal. Klasifikasi merupakan

pembentukan takson-takson dengan tujuan mencari keseragaman. Klasifikasi

disusun dengan melihat keturunan dan hubungan kekerabatan. Upaya untuk

menemukan hubungan filogenetik semacam ini dilakukan dengan cara

mengelompokkan organisme hidup ke dalam suatu deret mulai dari bentuk

paling primitif sampai bentuk yang paling maju. Untuk hal ini tidak sedikit

hambatan maupun masalah yang dihadapi. Jumlah tumbuhan hidup dewasa

ini sangat banyak, sementara jenis-jenis baru bermunculan, sedangkan jenis-

jenis yang lebih dahulu telah punah, serta banyak jenis bervariasi dan tidak

mantap dengan demikian pola klasifikasi menjadi tidak berkesinambungan

dan bersifat kompleks (Tjitrosoedirdjo, 2015).

B. Sistem Klasifikasi Tumbuhan

Sistem klasifikasi tumbuhan berdasarkan sejarah perkembangannya

dapat dikelompokkan dalam empat golongan yaitu berdasarkan bentuk,

buatan dan phylogenetik.Sistem klasifikasi berdasarkan bentuk adalah sistem

klasifikasi berdasarkan pada keadaan, sifat atau bentuk yang dapat dilihat

dengan mata telanjang. Contoh Theophrastus dalam bukunya

HistoriaPlantarummembangi tumbuhan berdasarkan Sifat (pohon, perdu,

semak), umur (setahun, dua tahun, tahunan), bunga majemuk(terbatas, tidak


terbatas) dan perlekatan tajuk bunga (polypetalus, gamopetalus). Sistem

klasifikasi berdasarkan sistem buatan adalah klasifikasi berdasar pada bentuk

organ kelamin tumbuhan yang dibuat oleh Carolus Linnaeus dimuat dalam

buku Hortusuplandicus (1732) yang kemudian diperluas pada buku

GeneraPlantarum (1737) dimana pada sistem ini Linnaeus membagi

tumbuhan dalam 24 klas berdasar jumlah dan panjang benang sari (stamen).

Sistem klasifikasi berdasarkan phylogenetik merupakan sitem klasifikasi yang

melihat hubungan kekerabatan antar tumbuhan (Juhriah, dkk., 2014).

C. Divisi Spermatophyta

Spermatophyta merupakan golongan tumbuhan dengan tingkatan

perkembangan yang paling tinggi dan telah menghasilkan biji sebagai alat

pekembangbiakannya biji berasal dari suatu alat yang disebut bunga sehingga

tumbuhan Spermatophyta disebut juga tumbuhan berbunga (anthophyta).

Tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan kormus sejati dimana tubuhnya

sudah dapat dibedakan menjadi 3 bagian pokok yaitu akar, batang dan daun

sejati. Tumbuhan Spermatophyta juga mempunyai bagian-bagian lain yang

merupakan metamorfosis bagian-bagian pokok ditambah berbagai macam

organ-organ tumbuhan. Tumbuhan Spermatophyta mempunyai alat

perkembangbiakan berupa bunga dimana hasil dari perkembangbiakan yaitu

zigot yang selanjutnya akan berkembang menjadi embrio. Zigot merupakan

hasil peleburan antara sel kelamin (polen) jantan dan sel kelamin betina

(ovum). Embrio tersimpa dalam biji yang akhirnya akan menjadi individu

baru (Hayah, 2016).


D. Sub Divisi Angiospermae

Angiospermaemerupakan tumbuhan berbiji tertutup yang berasal dari

kata angio yang berarti bunga dan spermae yaitu tumbuhan berbiji.

Angiospermae disebut tumbuhan berbiji tertutup karena bijinya selalu

diselubungi oleh suatu badan yang bersal dari daun-daun buah (carpella)

yang disebut dengan bakal buah. Bakal buah beserta bagian-bagian alin dari

bunga akan tumbuh menjadi buah dan bakal biji yang telah menjadi biji tetap

terdapat di dalamnya. Tumbuhan angiospermae ditemukan hampir disetiap

habitat di Indonesia (Umar, 2017).

E. Sub Kelas Sympetalae

Tumbuhan dari Sub Kelas Sympetalae merupakan tumbuhan yang

memiliki ciri utama adanya bunga dengan hiasan bunga lengkap. Hiasan

bunga Sympetalae terdiri atas kelopak (petalae) dan mahkota (sepalae)

dengan daun-daun mahkota yang berlekatan menjadi satu. Tumbuhan

Sympetalae dibagi dalam beberapa Ordo yaitu Plumbaginales, Primulales,

Ebenales, Ericales, Campanulate (Asterales, Synandrae) Rubiales, Ligutrales

(Oleales), Contortae (Apocynales), Tubiflorae (Solanales, Personatae) dan

Cucurbitales. Ordo Synandrae adalah tumbuhan yang umumnya berupa terna

serta umumnya mempunyai saluran-saluran getah atau kelenjar-kelenjar

minyak. Ordo Ebenales merupakan tumbuhan batang berkayu, berupa pohon,

mempunyai daun tunggal yang duduknya tersebar serta bunga banci atau

jarang berkelamin tunggal. Ordo Ligustrales merupakan tumbuhan yang


umumnya berupa perdu atau pohon, jarang berupa semak atau terna, daun

tunggal atau menyirip serta seringkali memanjat. Duduk daun tunggal atau

berhadapan (Susilo, 2013).


III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, Tanggal 29 oktober

2019, Pukul 07.00-09.00 WITA, Bertempat di Laboratorium Unit Botani,

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Halu Oleo, Kendari.

B. Alat Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.

Tabel 1. Alat dan Kegunaan


No. Nama Alat Kegunaan
1 2 3
1. Buku gambar Untuk menggambar tumbuhan yang
dipraktikumkan
2. Alat tulis Untuk menggambar tumbuhan yang
dipraktikumkan

C. Bahan Praktikum

Bahan yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 2.

Tabel 2. Bahan dan Kegunaan


No. Nama Bahan Kegunaan
1 2 3
1. Kenikir (Tageteserecta) Sebagai obyek pengamatan
2. Bunga soka (Ixorapaludosa) Sebagai obyek pengamatan
3. Terong liar (SolanumMacranthum) Sebagai obyek pengamatan
4. Kangkung air (Ipomeaaquatica) Sebagai obyek pengamatan
5. Alamanda (Allamandachatartica) Sebagai obyek pengamatan
D. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Mempersiapkan bahan dan alat yang akan digunakan pada praktikum ini.

2. Mengamati semua sifat dan ciri bahan praktikum yang tersedia.

3. Mengelompokkan bahan yang tersedia sesuai kesamaan sifatnya.

4. Menggambar tumbuhan yang dijadikan bahan praktikum ini.

5. Mengklasifikasikan setiap bahan yang sudah digambar.

6. Mendeskripsikan setiap bahan yang sudah digambar.

7. Mendokumentasikan hasil pengamatan.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Pengamatan Subkelas Sympetalae


No. Nama bahan Gambar Gambar literatur Klasifikasi
pengamatan
1 2 3 4 5

1. Kenikir Regnum : Plantae


(Tagetes Divisi : Tracheophyta
erectus) Class : Magnoliopsida
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Tegates
Spesies : Tegates erecta
(Wahyu, 2016).

2. Asoka (Ixora Regnum : Plantae


palludosa) Divisi : Spermatophyta
Class : Dicotyledonae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Ixora
Spesies : Ixora paludosa
(Tasmin, 2017).

3. Kangkung air Regnum : Plantae


(Ipomea Divisi : Angiospermae
crassicaulis) Class : Dicotyledone
Ordo : Convolvuales
Famili :Convolvulaceae
Genus : Ipomea
Spesies : Ipomea
Crassicaulis
(Amanda, 2003).
Tabel 3. Lanjutan
1 2 3 4 5

4. Alamanda Regnum : Plantae


(Allamanda Divisi : Magnoliophyta
catartica) Class : Magnoliopsida
Ordo : Gentianales
Famili : Apocynaceae
Genus : Allamanda
Spesies : Allamanda
catartica
(Wati, 2015)

5. Terung liar Regnum : Plantae


(Solanum Divisi : Magnoliophyta
macranthum) Class : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Solamaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum
macranthum duhn
(Dani, 2008).

B. Pembahasan

Tumbuhan Sub Kelas Sympetalae merupakan tumbuhan yang

memiliki ciri utama adanya bunga dengan hiasan bunga lengkap. Hiasan bunga

Sympetalae terdiri atas kelopak (petalae) dan mahkota (sepalae) dengan daun-

daun mahkota yang berlekatan menjadi satu. Sympetalae terbagi dalam

beberapa ordo yang salah satunya yaitu asteranales,rubinales, solanales,

convovualesdan icacinaeles. Ordo asteranalesterdiri dari 11 famili yang salah

satunya yaitu asteraceae yang merupakan tumbuhan berbunga majemuk.

Contoh tumbuhan dari ordo asteranalesyaitu kenikir (Tageteserceta). Ordo

rubinales merupakan tumbuhan yang terdir dari 2 famili yaitu rubiaceae dan

theligonaceae. Famili rubiaceae merupakan tumbuhan berbunga yang terdiri

dari pohon, perdu, liana atau herbal yang tumbuh diatas tanah dimana salah
satu contoh tumbuhan dari famili rubiaceae yaitu bunga soka

(Ixorapaludosa).Ordo solanales terdiri dari 5 famili yaitu solanaceae,

convolvulaceae, montiniaceae, sphenocleaceae dan hydroleaceae. Famili

solanaceae merupakan tumbuhan dari suku terung-terungan sedangkan famili

convolvulaceae mencakup tumbuha ubi jalar contoh tumbuhannya yaitu

kangkung air (Ipomeaaquatica).

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dapat dibedakan subdivisi

angiospermae dari sub kelas sympetalae terdiri dari kenikir (Tagetes erecta),

bunga soka (Ixora paludoosa), terung liar (Solanummacranthum), kangkung air

(Ipomeaaquatica) dan alamanda (Allamanda chatartica). Kelima tumbuhan

tersebut terdiri dari ordo yang berbeda yaitu pada kenikir (Tagetes erecta)

merupakan ordoasteranales, bunga soka (Ixora paludoosa) yaitu rubiales,

terung liar (Solanummacranthum) yaitu solanales, kangkung air

(Ipomeaaquatica) yaitu convolvualesdan alamanda (Allamanda chatartica)

yaitu gentianales. Kelompok tumbuhan tersebut tergolong dalam divisi

angiospermae karena buahnya tertutupi oleh daun buah (carpella).

Pengamatan pada kenikir (Tageteserecta) memrpakan bunga yang

memiliki 2 alat kelamin yaitu jantan dan betina (hermafrodit) dan majemuk

dengan tangkai bunga (pedicel) yang panjanng yang berwarna kuning.

Pengamatan pada bunga soka (Ixora paludoosa) memiliki bunga majemuk

yang berkelamin dua serta bergerombol seperti payung. Kelopak bunga

(petalae) berbentuk seperti corong, benang sari berjumlah empat yang

berwarna merah. Terung liar (Solanummacranthum) merupakan bunga bannci


atau bunga berkelamin dua dimana dalam satu bunga terdapat alat kelamin

jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik) sehingga disebut bunga

lengkap. Perhiasan bunga yang dimiliki yaitu kelopak bunga (sepalae),

mahkota bunga (petalae) dan tangkai bunga (pedicel). Kangkung air

(Ipomeaaquatica) memiliki bunga yang berbentuk terompet dan daun mahkota

(calix) berwarna putih dimana di dalam bunga memiliki tiga butir biji.

Alamanda (Allamandachatartica) memiliki memiliki bunga majemuk

berbentuk seperti tandan (racemus) yang muncul di ketiak daun dan ujung

batang. Kenikir digolongkan dalam tumbuhan sympetalae karena memiliki

mahkota bunga yang berbentuk corong (infundibuliformis), berwarna kuning

dimana pada pangkal agak melebar.

Tumbuhan dari Sub Kelas Sympetalae memiliki beberapa ordo yang

salah satunya yaitu Asterales, Rubiales dan Solanales. Ordo Asterales

umumnya berupa terna, daun tunggal berhadapan atau tersebar dan bisanya

tidak mempunyai daun penumpu. Salah satu contoh tumbuhannya yaitu kenikir

(Tageteserectus). Ordo Rubiales merupakan tumbuhan yang berbatang kayu

atau terna dengan daun-daun tunggal atau majemuk yang duduknya bersilang

berhadapan serta mempunyai daun penumpu atau tidak ada. Salah satu

contohnya yaitu bunga soka (Ixorapaludosa). Ordo Solanales merupakan

tumbuhan yang umumnya terdiri atas terna, duduk daun berhadapan atau

tersebar dan tanpa daun penumpu (Hayah, 2016).


V. PENUTUP

A. Simpulan

Simpulan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :

1. Sifat dan ciri ordo, famili dari bahan praktikum dapat dilihat dari keempat

bahan yaitu kenikir (Tageteserecta), bunga soka (Ixora paludosa), terung

liar (Solanummacranthum), kangkung air (Ipomeaaquatica) dan alamanda

(Allamanda chatartica ). Kelima tumbuhan tersebut terdiri dari lima ordo

yang berbeda yaitu pada kenikir (Tageteserecta) merupakan ordo

asteranalase, bunga soka (Ixora paludosa) yaitu rubiales, terung liar

(Solanummacranthum) yaitu solanales, kangkung air (Ipomeaaquatica)

yaitu convolvuales dan yang terakhir alamanda (Allamanda chatartica )

ordonya yaitu gentianales.

2. Sifat-sifat taksa dapat menggambarkan konsep dan mengenal sesuatu

takson. Sifatsecara umum dapat diartikan sebagai petanda yang mengacu

pada bentuk, susunan atau kelakuan tumbuhan yang dapat digunakan

untuk membandingkan, mendenterminasi atau memisahkan tumbuhan dari

yang lainnya.

3. Menyusun sistem klafikasi dengan cara identifikasi atau determinasi

(pengenalan). Melakukan identifikasi makhluk hidup berarti

mengungkapkan identitas suatu makhluk hidup yaitu menentukan nama

yang benar dan tempat yang tepat dalam klasifikasi.


B. Saran

Saran yang dapat diajukan pada praktikum ini yaitu kepada praktikan

agar memanfaatkan waktu dan lebih serius dalam menjalankan praktikum

untuk mendapatkan hasil yang baik.


DAFTAR PUSTAKA

Hayah N., 2016, Inventarisasi Jenis Tumbuhan Spermatophyta pada Tempat


Penjualan Tanaman Hias di Kota Banda Aceh Sebagai Referensi Mata
Kuliah Botani Tumbuhan Tinggi, Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-
Raniry Darussalam, Banda Aceh.

Juhriah, Suhadiyah S., Tambaru E., dan Masniawati, 2014, Buku Ajar Sistematika
Tumbuhan Tinggi, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Susilo B., 2013, Pemanfaatan Kebun Kakao (Theobromacacao) Sebagai Sumber


Belajar Konsep Hama dan Penyakit Tanaman Bagi Siswa SMP,
JurnalIlmiahGuru, 17(2): 7

Tjitrosoedirdjo, S.S dan Chikmawati, T., 2015, Sejarah Klasifikasi dan


Perkembangan Taksonomi Tumbuhan, Jurnal Biologi, 4(31):10

Umar U.Z., 2017, Analisis Vegetasi Angiospermae di Taman Wisata Wira Garden
Lampung, Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung,
Bandar Lampung.