Anda di halaman 1dari 11

HUBUNGAN KEBIJAKAN, PROGRAM, DAN KEGIATAN PENDIDIKAN

Makalah

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Program Pendidikan

Dosen Pengampu

Haris Syamsuddin, S. S, M. Pd. I.

Disusun oleh kelompok 3:

1. Afdus Salam NIM 12207183020 (20)


2. Sulton Amin NIM 12207183021 (21)
3. Nasikhatun Nafila NIM 12207183028 (28)
4. Nabila Fitri NIM 12207183031 (31)

Kelas MPI 3-A


Semester 3

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN


JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
September, 2019
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya kepada kita semua. Sholawat serta salam
semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW dan
semoga kita akan selalu mendapat syafaatnya baik di dunia maupun di akhirat
kelak.
Dengan pertolongan dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun makalah ini
untuk memenuhi tugas mata kuliah “Evaluasi Program Pendidikan” yang
berjudul “Hubungan Kebijakan, program, dan kegiatan pendidikan”.

Kami menyadari tanpa bantuan dari berbagai pihak penulisan makalah ini
tidak mungkin terlaksana dengan baik. Oleh karena itu penulis ucapan terima kasih
kepada :
1. Bapak Dr. Mafthukin, M. Ag. selaku rektor IAIN Tulungagung yang telah
memberikan kesempatan kepada kami untuk menimba ilmu di IAIN
Tulungagung ini.
2. Haris Syamsuddin, S. S, M. Pd. I. selaku Dosen pengampu mata kuliah yang
telah membimbing dan mengarahkan kami dengan sabar agar mempunyai
pemahaman yang benar mengenai mata kuliah ini.
3. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Terkait dengan referensi dan penulisan makalah ini, kemungkinan saja ada
kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan. Kiranya cukup sekian, semoga makalah ini
dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan
bermanfaat bagi kita semua.

Tulungagung, 1 September 2019

Penulis
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu persoalan dari berbagai masalah bangsa dalam
menghadapi masa depan adalah masalah peningkatan kemampuan
pembangunan. Terjadinya krisis multi dimensi yang terjadi pada era
sekarang ini adalah merupakan bentuk ketidakmampuan para pemimpin
bangsa dalam memenej kondisi rumah tangga Negara sehingga terjadi
banyak penyimpangan-penyimpangan keuangan Negara. Kemudian sangat
berimbas kepada rakyat kecil yang menuai penderitaan yang
berkepanjangan sampai saat ini.
Pendidikan di Indonesia harus dapat berperan serta positif dalam era
globalisasi ini, kita tidak ingin hanya menjadi obyek bulan-bulanan bangsa
lain. Oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri sedini mungkin untuk
menyongsong era tersebut, salah satu alternative adalah mempersiapkan
sumber daya manusia melalui proses pendidikan.
Dewasa ini bangsa Indonesia sedang berupaya meningkatkan
sumber daya manusia. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan
kecerdasan sumber daya manusia. Upaya mencerdaskan manusia Indonesia
dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan dan membuat
kebijakan-kebijakan di suatu lembaga.

B. Rumusan Masalah
1. Apa kebijakan pendidikan?
2. Bagaimana program pendidikan?
3. Bagaimana kegiatan pendidikan?
4. Bagaimana hubungan kebijakan, program, dan kegiatan pendidikan?
C. Tujuan Pembahasan
1. Agar mahasiswa mengetahui kebijakan pendidikan.
2. Agar mahasiswa mengetahui program pendidikan.
3. Agar mahasiswa amengetahui kegiatan pendidikan.
4. Agar mahasiswa mampu memahami hubungan kebijakan, program, dan
kegiatan pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kebijakan Pendidikan
Dalam konteks rumah tangga Negara pendidikan merupakan hak
setiap warga Negara, maka di dalamnya mengandung makna bahwa
Negara berkewajiban memberikan layanan pendidikan kepada
warganya. Karena itu pengelolaan sistem pembangunan pendidikan
harus didesain dan dilaksanakan secara bermutu, efektif, dan efisien.
Kebijakan dalam pembangunan pendidikan merupakan pondasi untuk
melaksanakan pembangunan dalam berbagai bidang lainnya mengingat
secara hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah untuk
membangun potensi manusianya kelak akan menjadi pelaku
pembangunan di berbagai bidang pembangunan lainnya. Untuk itulah
kebijakan yang berpihak sangat diperlukan dari semua pihak, terutama
pemerintah khususnya menyangkut dana atau anggaran.
Ada 5 kebijakan yang perlu dilakukan oleh pemerintah:1
a) Kebijakan bidang pendidikan yang lebih jelas. Masih banyak
pendidikan yang berbenturan satu dengan yang lainnya. Misalnya
mengenai dicabutnya UU BHP Mahkamah Konstitusi, polemik
ujian nasional, dll. Dengan adanya PP No. 37 Tahun 2007
seharusnya memetakan secara jelas apa kewenangan tiap jenjang
pemerintahan. Sehingga tidak ada lagi kebijakan yang bersifat
ganda.
b) Pemberian kewenangan disertai dengan anggaran yang sesuai.
Hingga sekarang masih banyak daerah yang kesulitan membangun
sekolah-sekolah dipedalaman. Perbedaan kondisi fisik sekolah
antara perkotaan dan pedesaan jelas terlihat timpang. Pemerintah

1
Hasbullah, Kebijakan Pendidikan dalam Perspektif Teori, Aplikasi, dan Kondisi Objektif
Pendidikan di Indonesia, (Depok: PT. Rajagrafindo Persada, 2015), hal. 29-34.
pusat sendiri masih menyalurkan beasiswa, bantuan sosial,
membangun gedung sekolah, dan banyak kegiatan teknis hingga
lingkup satuan pendidikan. Apakah tidak lebih baik pemerintah
lebih memfokuskan pada perumusan formulasi kebijakan secara
nasional serta melakukan pengawasan atas kebijakan pendidikan
daerah.
c) Formulasi anggaran ke daerah sebaiknya juga memperhatikan
kondisi wilayah. Minimal ada (3) indikator yang mempengaruhi
ukuran pemberian bantuan, yaitu kondisi geografis, PDRB serta
inflasi.
d) Merangsang inovasi dan terobosan yang dilakukan oleh kepala
daerah. Apabila ada kebijakan kepala daerah yang memang rasional
serta meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu masyarakat,
harusnya terobosan ini diapresiasi. Sehingga dapat mendorong
daerah-daerah lain untuk mereplikasi kebijakan yang
menguntungkan masyarakat.
e) Memberikan reward dan punishment pada daerah yang melakukan
terobosan bagus. Berbagai insentif dapat diberikan pemerintah pusat
melalui skema insentif tambahan DAK, beasiswa, BOS, dll.
B. Program Pendidikan
Ada tiga pengertian penting dan perlu ditekankan dalam
menentukan program, yaitu realisasi atau implementasi suatu kebijakan,
terjadi dalam waktu relatif lama-bukan kegiatan tunggal tetapi jamak
berkesinambungan, dan terjadi dalam organisasi yang melibatkan
sekelompok orang. Pengertian program adalah suatu unit atau kesatuan
kegiatan maka program merupakan sebuah sistem, yaitu rangkaian
kegiatan yang dilakukan bukan hanya satu kali tetapi
berkesinambungan. Pengertian program secara umum yaitu pelaksanaan
program yang selalu terjadi di dalam sebuah organisasi yang artinya
harus melibatkan semua orang.
Dalam kehidupan, terdapat juga program yang berlangsung
hanya dalam waktu singkat, yaitu misalnya program Peringatan Hari
Besar Nasional di OSIS suatu sekolah atau Masa Ta’aruf bagi
Mahasiswa Baru di suatu organisasi di kemahahasiswaan. Kegiatan-
kegiatan dalam program ini, dapat diklasifikasikan sebagai program
karena mengandung beberapa komponen kegiatan. Misalnya, kegiatan
memperingati HUT RI, Hardiknas, Bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan lain
sebagainya. Selain itu program ini juga memuat kegiatan-kegiatan
lainnya, seperti kegiatan pencarian dana, penunjukkan kepanitiaan,
perizinan, sampai kegiatan pementasan minat, bakat, dan seni para
anggota organisasi.2 Dapat disimpulkan bahwa program pendidikan itu
membutuhkan waktu lama hanya untuk tercapainya suatu program
tersebut. Persiapannya juga perlu memikirkan matang-matang, agar
program tersebut berjalan sesuai keinginan.

C. Kegiatan Pendidikan

Pendidikan merupakan suatu proses yang mencakup tiga


dimensi yaitu individu, masyarakat atau komunitas nasional dari
individu tersebut, dan seluruh kandungan realitas, baik material maupun
spiritual yang memainkan peranan dalam menentukan sifat, nasib,
bentuk manusia maupun masyarakat. Sedangkan kegiatan pendidikan
yaitu suatu proses transfer ilmu dan pembentukan kepribadian dengan
segala aspek yang dicakupnya. Dengan demikian pengajaran lebih
berorientasi pada pembentukan di bidang tertentu, oleh karena itu
perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis.

Kegiatan pendidikan juga merupakan sebuah aktifitas yang


memiliki maksud atau tujuan tertentu yang diarahkan untuk

2
Suharsimi Arikunto dan Ceppi Safruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan
Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara,
2010), hal. 4.
mengembangkan potensi yang dimiliki manusia baik sebagai manusia
ataupun sebagai masyarakat dengan sepenuhnya. Dalam pendidikan
terdapat dua hal penting yaitu aspek kognitif (berpikir) dan aspek efektif
(merasa).3 Jadi, Pendidikan juga memiliki peran penting dalam upaya
peningkatan sumber daya manusia kea rah yang lebih baik. Pendidikan
diharapkan mampu membentuk peserta didik yang dapat
mengembangkan sikap, keterampilan dan kecerdasan intelektualnya
agar menjadi manusia yang terampil, cerdas, dan berakhlak mulia.

D. Hubungan Kebijakan, Program, dan Kegiatan Pendidikan


Di dalam sebuah evaluasi program pendidikan pasti sebelumnya ada
sebuah kebijakan yang di terapkan di lembaga pendidikan tersebut.
Kebijakan tersebut juga diharapkan agar bisa menjadikan sebuah
lembaga pendidikan menjadi lebih maju. Begitupun dengan ketiganya
juga saling berkaitan karena tanpa adanya kebijakan dan progam
kegiatan pendidikan tidak bisa berlangsung dan dilaksanakan.

3
BAB III

PENUTUP

A. Simpulan
1. Kebijakan dalam pembangunan pendidikan merupakan pondasi untuk
melaksanakan pembangunan dalam berbagai bidang lainnya mengingat
secara hakiki upaya pembangunan pendidikan adalah untuk
membangun potensi manusianya kelak akan menjadi pelaku
pembangunan di berbagai bidang pembangunan lainnya.
2. Program adalah suatu unit atau kesatuan kegiatan maka program
merupakan sebuah sistem, yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan
bukan hanya satu kali tetapi berkesinambungan. program pendidikan itu
membutuhkan waktu lama hanya untuk tercapainya suatu program
tersebut. Persiapannya juga perlu memikirkan matang-matang, agar
program tersebut berjalan sesuai keinginan.
3.

B. Saran-saran
Makalah yang kami susun jauh dari kesempurnaan, maka
diharapkan bagi seluruh mahasiwa-mahasiswi IAIN Tulungagung yang
membaca, agar mereferensi dan mendukung terhadap pembahasan
mengenai “Hubungan Kebijakan, Program, dan Kegiatan Pendidikan”
bahwa kita perlu kembali untuk mengetahui, memahami itu. Kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang kami butuhkan untuk memperbaiki
makalah selanjutnya. Terimakasih kami ucapkan dan semoga makalah ini
bermanfaat bagi pembaca.
DAFTAR PUSTAKA

Hasbullah. 2015. “Kebijakan Pendidikan dalam Perspektif Teori, Aplikasi,


dan Kondisi Objektif Pendidikan di Indonesia”. Depok: PT. Rajagrafindo
Persada.