Anda di halaman 1dari 3

B.

PEMERIKSAAN PENDENGARAN

Pendengaran merupakan salah satu perlengkapan sensorik khusus, yang tergolong dalam
reseptor mekanik (mechanoreceptive sense), dimana reseptornya mampu merespon getaran
mekanik dari gelombang suara di udara. Kelengkapan tubuh ini dikembangkan dalam bentuk
organ auditif sehingga informasi dalam bentuk gelombang suara dapat disalurkan ke system saraf
pusat, diolah, untuk kemudian secara sendiri atau bersama dengan informasi lainnya dirangkum
untuk diberi arti, sehingga dapat ditetapkan tindakan atau langkah – langkah lebih lanjut dari
individu dalam merespon informasi yang tiba. Mekanisme kerja reseptor pada organ auditif
hanya berkemampuan untuk melakukan diskriminasi frekuensi gelombang suara yang tiba, tetapi
pengolahan informasi yang diperoleh, mampu menetapkan keras lemahnya suara, arah dari
sumber suara, yang kesemuanya disebut sebagai kemampuan ketajaman pendengaran. Untuk
menangkap getaran mekanik yang merambat di udara, organ auditif menyediakan peralatan
berbentuk membran berikut rangkaian tulang pendengaran. Getaran pada membrane (untuk
menangkap gataran melalui udara), dihantarkan melalui rangkaiannya menuju ke reseptor
pendengaran di cochlea, sehingga jalur penghantaran ini disebut sebagai penghantaran udara.
Akan tetapi karena reseptor pendengaran terlindung dalam rongga yang terbungkus tulang,
reseptor pendengaran juga memberikan respon pada getaran yang merambat melalui tulang
tengkorak, sehingga jalur penghantaran ini disebut sebagai penghantaran tulang. Karena
pengambangan organ auditif dirangcang untuk menangkap informasi yang dihantarkan melalui
udara, penghantaran udara akan lebih baik dari penghantaran tulang. Kegagalan dalam
menangkap informasi getaran suara oleh organ auditif, disebut sebagai ketulian pendengaran.

Penala di gunakan sebagai alat untuk pemeriksa pendegaran ada berbagai jenis antara
lain Test Rinne, Test Webber, Test Schwabach

Test Rinne adalah merupakan sebuah tes pendengaran yang dilakukan untuk
mengevaluasi kemampuan pendengaran pada satu telinga (tuli unilateral).Hal ini membedakan
persepsi suara yang dihantarkan oleh konduksi udara dengan suara yang dihantarkan oleh
konduksi tulang melalui mastoid. Dengan demikian dapat dinilai dengan cepat suatu keadaan tuli
konduksi. Tes Rinne harus dibandingkan dengan Tes Weber untuk mendeteksi tuli sensorineural.

Tes Rinne dinamakan sesuai dengan nama ahli telinga berkewarganegaraan Jerman Heinrich
Adolf Rinne (1819-1868)

Test Webber adalah tes skrining untuk pendengaran yang dilakukan dengan garpu
tala. Alat ini dapat mendeteksi gangguan pendengaran konduktif unilateral (satu sisi) (gangguan
pendengaran telinga tengah) dan gangguan pendengaran sensorineural unilateral ( gangguan
pendengaran telinga bagian dalam). Tes ini dinamai setelah
Ernst Heinrich Weber (1795-1878). Kemampuan pendengaran konduktif dimediasi oleh telinga
tengah yang terdiri dari ossicles: maleus , incus , dan stapes . Kemampuan pendengaran
sensorineural dimediasi oleh telinga bagian dalam yang terdiri dari koklea dengan membran
basilar internalnya dan saraf koklea yang terpasang (saraf kranial VIII). Telinga luar yang terdiri
dari pinna, saluran telinga, dan gendang telinga atau membran timpani mentransmisikan suara ke
telinga tengah tetapi tidak berkontribusi pada konduksi atau kemampuan pendengaran
sensorineural kecuali transmisi pendengaran dibatasi oleh impumen serumen (pengumpulan lilin
di saluran telinga) .

Test Schwabach untuk membandingkan hantaran tulang telinga probandus dengan


pemeriksa yang pendegarnya normal.
Daftar Pustaka

1. ^ Thijs C, Leffers P (January 1989). "Sensitivity and specificity of Rinne tuning fork
test". BMJ. 298 (6668): 255.
2. ^ F. H. A. Rinne. Beiträge zur Physiologie des menschlichen Ohres. Vierteljahrsschrift
für die praktische Heilkunde,
3.