Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH PAI DAN ETIKA

DINUL ISLAM

DOSEN PEMBIMBING : NAJMUDDIN,Ph.D

OLEH:

NUR HALWIAH

BP : 19160076

PROGRAM STUDI S1 FARMASI

UNIVERSITAS DHARMA ANDALAS

PADANG

TAHUN AJARAN 2019/2020


BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Agama Samawi (agama-agama yang dipercaya oleh para pengikutnya diturunkan dari
langit) dan termasuk dalam golongan agama Ibrahim ada 3, yaitu Yahudi, Nasrani, dan
Islam. Ketiga agama ini mempunyai beberapa kesamaan dan perbedaan yang
beberapa di antaranya sangat mendasar. Yahudi adalah agama tribal/kesukuan yang
hanya bisa dianut oleh bangsa Yahudi.Agama ini tidak bisa disebarkan ke luar dari suku
Yahudi. Oleh karena itu jumlahnya tidak berkembang. Hanya sekitar 14 juta
pemeluknya di seluruh dunia. Sementara agama Nasrani dan Islam karena disebarkan
ke seluruh manusia dipeluk oleh milyaran pengikutnya.

B.Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dinul islam?
2. Apa tujuan dinul islam?
3. Apa unsur-unsur ajaran Islam?

C.Tujuan Perumusan
1.Untuk mengetahui apa itu dinul islam
2. Untuk mengetahui tujuan dinul islam
3. Untuk mengetahui unsur-unsur ajaran Islam

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian dinul islam


Dalam bahasa Indonesia, yang dimaksud dinul Islam adalah agama Islam. Ad-
Din diartikan agama. Sedangkan arti agama berdasarkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan)
dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang
berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Sebutan agama jika tidak digandengkan dengan kata Islam mencakup seluruh
agama, baik agama yang benar maupun yang batil. Di dunia ini, agama yang
dianut oleh umat manusia cukup banyak. Di Indonesia saja, untuk saat ini ada
enam agama yang diakui dan diridhai oleh pemerintah Negara Kesatuan
Republik Indonesia, yaitu Islam, Katholik, Protestan, Hindu, Budha dan yang
terbaru Konghuchu.
Dalam bahasa Arab, kata ad-Din adalah masdar dari kalimat ََ‫ دِينًا يَدِينَ َدان‬yaitu
ketundukan. Di dalam al-Qur’anَ kataَ ad-Din disebut dengan beragam makna,
diantaranya ketundukan, kekuasaan, hukum, perintah, ketaatan, peribadatan dan
pelayanan, syariat, undang-undang, dan pembalasan.
Ali ibn Muhammad al-Jurjaniَ berkata,َ “ad-Din (agama) adalah aturan Tuhan
yang mengajak makhluk yang diberi akal untuk menerima apa-apa yang dibawa
olehَRasulallahَS.A.W.”
al-Jurjani juga menjelaskan tentang ad-Din dan al-Millah bahwa dua istilah ini
hakikatnya sama, perbedaannya hanya pengungkapannya saja. Ada juga yang
mengatakan bahwa al-DinَdinisbatkanَkepadaَAllahَTa’ala.َal-Millah dinisbatkan
kepada Rasul. Adapun mazhab dinisbatkan kepada seorang seorang mujtahid.
Sedangkan istilah ad-Din secara keseluruhan yang dimaksudkan di dalam ayat-
ayat al-Qur’anَadalah:
َ ِ‫ل اْل َحيَاةَِ ن‬
َ‫ظام‬ ِ ‫ل اْلك‬
َِ ‫َام‬ َِ ‫ام‬
ِ ‫ش‬ ِ ‫َواْلعَ َم ِليَّ َِة َواْلخل ِقيَّ َِة َواْل ِف ْك ِريَّ َِة اْ ِال ْعتِقَا ِديَّ َِة ِلن ََو‬
َّ ‫اح ْي َها ال‬
“Aturanَ hidupَ yangَ sempurnaَ lagiَ menyeluruh yang meliputi segala aspeknya,
baikَkeyakinan,َpemikiran,َakhlakَdanَjugaَamalَperbuatan.”
2. Tujuan dinul islam
•َََََََََMengaturَhubunganَantaraَmanusiaَdenganَAllah
•َََََََََMengaturَhubunganَantaraَmanusiaَdenganَmanusia
•َََََََََMengaturَhubungan antara manusia dengan alam sekitarnya / makhluk
lain.

3. Unsur-unsur ajaran Islam

Islam adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Agama Islam
dapat dijelaskan sesuai hadist riwayat Muslim dibawah ini :
Dari Umar ra. juga dia berkataَ:َ“Ketikaَkamiَduduk-duduk disisi Rasulullah s.a.w
suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat
putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan
jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian
dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya
(Rasulullahَ s.a.w)َ serayaَ berkata:َ “Yaَ Muhammad,َ beritahukanَ akuَ tentangَ Islamَ
?”,َmakaَbersabdalahَRasulullahَs.a.w,َ“Islamَadalahَengkau bersaksi bahwa tidak
ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah
utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan
pergiَhajiَjikaَmampu“,َkemudianَdiaَberkata,َ“andaَbenar“.
Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian
diaَ bertanyaَ lagi,َ “Beritahukanَ akuَ tentangَ Iman?“َ Laluَ beliauَ bersabda,َ “Engkauَ
beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan
hari akhir dan engkau beriman kepada takdirَ yangَ baikَ maupunَ yangَ buruk“,َ
kemudianَ diaَ berkata,َ “andaَ benar“.َ Kemudianَ diaَ berkataَ lagi,َ “Beritahukanَ akuَ
tentangَ ihsanَ ?“.َ Laluَ beliauَ bersabda,َ “َ Ihsanَ adalahَ engkauَ beribadahَ kepadaَ
Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia
melihatَ engkau”َ .َ Kemudianَ diaَ berkata,َ “َ Beritahukanَ akuَ tentangَ hariَ kiamatَ
(kapanَ kejadiannya)”.َ Beliauَ bersabda,َ “Yangَ ditanyaَ tidakَ lebihَ tahuَ dariَ yangَ
bertanyaَ“.َDiaَberkata,َ“َBeritahukanَakuَtentangَtanda-tandanya“,َbeliauَbersabda,َ
“Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang
bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-
lombaَ meninggikanَ bangunannya“,َ kemudianَ orangَ ituَ berlaluَ danَ akuَ berdiamَ
sebentar. Kemudian beliau (Rasulullahَs.a.w)َbertanya,َ“Tahukahَengkauَsiapaَyangَ
bertanyaَ?”.َakuَberkata,َ“AllahَdanَRasul-Nyaَlebihَmengetahui“.َBeliauَbersabda,َ
“Diaَ adalahَ Jibrilَ yangَ datangَ kepadaَ kalianَ (bermaksud)َ mengajarkanَ agamaَ
kalian“.َ(HR.َMuslim).
Hadits ini menerangkan pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan
sertaَ memperhatikanَ isiَ Alَ Qur’anَ secaraَ keseluruhanَ makaَ dapatَ dikembangkanَ
bahwa pada dasarnya sistematika dan pengelompokkan ajaran Islam secara garis
besar adalah aqidah, syariah dan akhlak.
Ditinjau dari ajarannya, Islam mengatur berbagai aspek kehidupan pada manusia
yang meliputi :
1. Hubungan manusia dengan Allah (Hablum Minallah).
Sesuai firman yang berbunyi :
”Danَ Akuَ tidakَ menciptakanَ jinَ danَ manusiaَ melainkanَ supayaَ merekaَ
menyembahku”.َ(QS.51: 56)
2. Hubungan Manusia dengan Manusia (Hablum minan-Naas).
Sesuai firman yang berbunyi :
”Danَtolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan
janganlah tolong-menolongَdalamَberbuatَdosaَdanَpermusuhan”.َ(QS.5:2).
3. Hubungan manusia dengan makhluk lainnya/ lingkungan.
Sesuai firman yang berbunyi :
”Diaَ telahَ menciptakanَ kamuَ dariَ bumiَ (tanah)َ danَ menjadikanَ kamuَ
pemakmuran”.َ(QS.11:61)
Veraَ Michelesَ Deanَ dalamَ bukunyaَ ”Theَ Natureَ ofَ Theَ Nonَ Westernَ World”,َ
sebagaimana dikutip Humaidi Tata Pangarsa; bahwa Islam meliputi empat unsur
yaitu :

1. Islam is religion.
2. Islam is political system.
3. Islam is way of live.
4. Islam is interpretation of history
Dilihat secara parsial maka Dinul Islam dapat dibedakan kepada :
1. Iqlimiyah Al-Islam
Adanya ajaran – ajaran Islam yang berbeda dalam satu iklam (wilayah) dengan
wilayah lainnya sebagai akibat perbedaan situasi dan kondisi.
2.ََََََAlqawa’idَAl-Hikmah
Ajaran Islam yang memiliki kontek keberlakuan akidah secara mendunia
sepanjang masa.

BAB III
KESIMPULAN
A.KESIMPULAN
Dinul islam itu sendiri merupakan agama Islam yang memiliki tujuan dan unsur khusus.

B.SARAN
Semoga apa yang kam sajikan sebelumnya dapat di ambil init sarinya, dan diterapkan,
semoga bermanfaat untuk kita semua yang membaca makalah ini.