Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PROMOSI KESEHATAN

PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN


“Cara Penggunaan Obat Yang Tepat”
DI PUSKESMAS PURWODININGRATAN

Disusun Oleh :

FIRDA TIFANY ARDANA., S.Farm 1720333603


FITRIANI DIAH LESTARI, S.Farm 1720333604
FITRIRAHMAYANTI HIDAYAT, S.Farm 1720333605
FITRY ANRENY, S.Farm 1720333606

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER ANGKATAN XXXI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SETIA BUDI

SURAKARTA

2017
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER PROGRAM PENDIDIKAN
PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SETIA BUDI
PROMOSI KESEHATAN TEMA “CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT”
DI UPT PUSKESMAS PURWODININGRATAN KOTA SURAKARTA.

1. Judul Kegiatan : Cara Penggunaan Obat Yang Tepat


2. Ketua Pelaksana : Fitriani Diah Lestari, S.Farm
NIM : 1720333604
3. Pemakalah Materi :
a. Firda Tifany Ardana., S.Farm : 1720333603
b. Fitrirahmayanti Hidayat, S.Farm : 1720333605
c. Fitry Anreny, S.Farm : 1720333606
4. Jumlah Tim Pelaksana : 4 orang
5. Lokasi Kegiatan : Puskesmas Purwodiningratan, Surakarta
6. Waktu Program : 1 hari
7. Bentuk Kegiatan : Penyuluhan dan Pembagian Leaflet
8. Sifat Kegiatan : Pendidikan

Surakarta, 15 Juli 2017


Pembimbing, Ketua Pelaksana

Tri Wijayanti, M.PH., Apt Fitriani Diah Lestari, S.Farm

Mengetahui :
Dekan Fakultas Farmasi

Prof. Dr. R. A. Oetari, SU., MM., MSc., Apt.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

1
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah

memberikan rahmat, hikmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan

Kegiatan Penyuluhan Promosi Kesehatan bertema “Cara Penggunaan Obat Yang Tepat”

di Puskesmas Purwodiningratan, Surakarta.

Penyuluhan promosi kesehatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan

Praktek Kerja Profesi Apoteker. Promosi kesehatan dengan tema “Cara Penggunaan

Obat Yang Tepat”, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam hal

ini khususnya pasien puskesmas Purwodiningratan, Surakarta, untuk memahami cara

menggunakan beberapa obat yang tepat. Laporan ini merupakan hasil penyuluhan

promosi kesehatan yang dilaksanakan pada bulan Juli 2017.

Kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan, dorongan dan nasehat yang

telah diberikan kepada kami selama pelaksanaan kegiatan ini kepada :

1. Prof. Dr.R.A. Oetari, SU., MM., M.Sc., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi

Universitas Setia Budi.

2. Dewi Ekowati, M.Si., Apt. selaku Ketua Program Profesi Apoteker Fakultas

Farmasi, Universitas Setia Budi.

3. Tri Wijayanti, M.PH., Apt. selaku pembimbing penyuluhan

4. dr. Sigit Hermawan Kepala UPT Puskesmas Purwodiningratan Dinas Kesehatan Kota

Surakarta.

5. Yeni Umara, S.KM, selaku Kepala Bidang Promosi Kesehatan UPT Puskesmas

Purwodiningratan Kota Surakarta.

6. Emy Mardiyani, selaku pembimbing UPT Puskesmas Purwodiningratan Kota

Surakarta.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

2
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

7. Seluruh masyarakat/pasien Puskesmas Purwodiningratan Kota Surakarta atas

kesediaan waktunya untuk mensukseskan kegiatan ini.

8. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah memberikan

dukungan serta bantuan dan kerja sama selama Praktek Kerja Profesi Apoteker.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh

dari sempurna. Namun demikian kami berharap semoga laporan ini dapat memberikan

manfaat kepada semua pihak dan memberi kemajuan bagi dunia kefarmasian pada

khususnya serta dunia kesehatan pada umumnya.

Surakarta, 20 Juli 2017

Penyusun

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

3
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

DAFTRAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI ...................................................................................................

SAP PROMOSI KESEHATAN ..................................................................... 1

A. Judul .................................................................................................... 2
B. Analisis Situasi ......................................................................................... 2
C. Tinjauan Pustaka ...................................................................................... 3
D. Identifikasi dan perumusan Masalah .......................................................
E. Tujuan Kegiatan ....................................................................................... 4
F. Manfaat Kegiatan .................................................................................... 12
G. Kerangka Pemecahan Masalah ................................................................ 12
H. Khalayak Sasaran .................................................................................... 12
I. Metode Kegiatan ..................................................................................... 12
J. Cara Pendekatan...................................................................................... 12
K. Rancangan Evaluasi ................................................................................ 13
L. Waktu dan Tempat Kegiatan ................................................................... 13

MATERI MAKALAH PROMOSI KESEHATAN: CARA PENGGUNAAN


OBAT YANG TEPAT

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 24

LAMPIRAN.......................................................................................................... 25

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

4
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

SAP
PROMOSI KESEHATAN

A. JUDUL : CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT

B. ANALISIS SITUASI
menurut UU yang dimaksud dengan obat ialah suatu bahan atau bahan-

bahan yang dimaksudkan untuk dipergunakan dalam menetapkan diagnosa,

mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala

penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan,

untuk memperelok badan atau bagian badan manusia.

Bentuk sediaan obat terdiri dari 3 jenis yaitu sediaan padat (tablet, pil,

kapsul, kaplet), semi padat (salep, krim) dan sediaan cair (larutan, emulsi,

suspensi). Dan semua jenis sediaan obat ini memiliki cara penggunaan yang

berbeda-beda. Selain itu, juga terdapat obat khusus yang hanya digunakan untuk

bagian tubuh tertentu.

Namun akhir-kahir ini cara Penggunaan obat yang tidak tepat, tidak efektif,

tidak aman, telah menjadi masalah dan sering dijumpai di unit-unit pelayanan

kesehatan misalnya di rumah sakit, Puskesmas, praktek pribadi, maupun di

masyarakat luas. penggunaan obat yang tepat yang disebut dengan promosi

kesehatan. Dan hal tersebut merupakan hal yang serius karena kemungkinan

dampak negatif yang mungkin terjadi misalnya tidak tercapainya tujuan terapi

(penyembuhan atau pencegahan infeksi), meningkatnya efek samping obat, dan

pemborosan dari segi ekonomi

Penggunaan obat yang sering di jumpai penggunaannya tidak tepat

diantaranya yaitu salep mata, tetes hidung dan tetes telinga. Penggunaannya

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

5
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

memiliki teknis khusus sehingga pada saat pemberian obat tersebut ke masyarakat

harus disertai dengan penjelasan yang tepat.

Oleh karena itu, diperlukan pemberian penyuluhan tentang cara penggunaan

obat yang tepat sehingga dapat membuka kesadaran masyarakat tentang pentingnya

mengetahui cara penggunaan obat yang tepat sehingga keberhasilan pengobatan

dapat tercapai.

C. TINJAUAN PUSTAKA

Pembangunan kesehatan di Indonesia merupakan bagian dari pembangunan

nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan

hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang

setinggi-tingginya guna tercapainya negara yang kuat.

Obat ialah suatu bahan atau bahan-bahan yang dimaksudkan untuk

dipergunakan dalam menetapkan diagnosa, mencegah, mengurangi,

menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan

badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan, untuk memperelok badan atau

bagian badan manusia. Terdapat berbagai jenis sediaan obat yaitu sediaan padat,

semi padat dan sediaan cair.

D. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH

Dari analisa terhadap kurangnya pengetahuan pasien tentang cara penggunaan obat

yang tepat di UPT Puskemas Purwodiningratan, Kota Surakarta dapat diidentifikasi masalah

yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara penggunaan obat-obat tertentu

seperti salep matya, tetes hidung dan tetes telingan yang tepat.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

6
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

E. TUJUAN KEGIATAN

Tujuan dari promosi kesehatan ini yaitu antara lain :

1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana cara penggunaan obat

salep mata yang tepat

2. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana cara penggunaan obat tetes

hidung yang tepat

3. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bagaimana cara penggunaan obat tetes

telinga yang tepat

F. MANFAAT KEGIATAN

Manfaat kegiatan ini bagi paisen di UPT Puskesmas Purwodiningratan adalah sebagai

pengetahuan atau informasi tentang pentingnya mengetahui caar penggunaan obat salep

mata, tetes hidung, dan tetes telinga yang tepat agar pengobatannya berhasil.

G. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH

Pemecahan masalah sebagai berikut :

MASALAH
Kurangnya pengetahuan masyarakat
tentang cara penggunaan obat salep mata,
tetes hidung, dan tetes telinga yang tepat
Pelaksanaan

Alternatif Pemecahan Masalah

Dari kerangka pemecahan permasalahan yang ada diajukan beberapa alternatif

pemecahan masalah yang dipilih yaitu penyuluhan tentang cara penggunaan obat salep

mata, tetes hidung, dan tetes telinga yang tepat.

H. KHALAYAK SASARAN
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

7
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Sasaran kegiatan ini adalah pasien yang berobat di UPT Puskesmas

Purwodiningratan.

I. METODE KEGIATAN

Kegiatan dilakukan dengan cara mengadakan penyuluhan menggunakan sarana

pemberian leaflet dan praktek secara langsung terhadap cara penggunaan obat salep mata,

tetes hidung, dan tetes telinga yang tepat.

J. CARA PENDEKATAN

Pelaksanaan dan persiapan acara dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu panitia

dan pegawai Puskesmas Purwodiningraatn Bagian Promkes.

K. RANCANGAN EVALUASI

Setelah penyuluhan ini akan dilakukan pengamatan apakah paisen di UPT Puskesmas

Purwodiningratan sudah dapat memahami dan mengerti cara penggunaan obat salep

mata, tetes hidung, dan tetes telinga yang tepat dengan cara:

1. Evaluasi struktur :

a. Tempat dan alat tersedia sesuai dengan acara.

b. Peran dan tugas mahasiswa sesuai dengan rencana.

2. Evaluasi proses :

a. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang direncanakan.

b. Peserta berperan aktif selama pertemuan.

3. Evaluasi hasil :

a. pasien mampu mengetahui cara penggunaan obat salep mata yang tepat

b. pasien mampu mengetahui cara penggunaan obat tetes hidung yang tepat

c. pasien mampu mengetahui cara penggunaan obat tetes mata yang tepat

L. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada :


Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

8
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Hari/Tanggal : Sabtu/ 15 Juli 2017

Tempat : UPT Puskesmas Purwodiningratan

M. Pelaksana Kegiatan

Pelaksana kegiatan ini adalah Program Profesi Apoteker Angkatan XXXIII

Universitas Setia Budi Surakarta yang tersusun dalam suatu susunan kepanitiaan

kegiatan dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

9
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

MATERI MAKALAH PROMOSI KESEHATAN


CARA PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT
Sediaan Farmasi menurut Pasal 1 angka 4 Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang

Kesehatan (selanjutnya UU Kesehatan) adalah obat, bahan obat, obat tradisional, dan

kosmetika.

Sediaan farmasi terdiri dari 3 jenis, yaitu:

a. Sediaan padat

Sediaan solid adalah sediaan yang mempunyai bentuk dan tekstur yang padat

dan kompak. Macam-macam sediaan solid pada obat antara lain: serbuk, tablet,

kapsul, pil, suppositoria, ovula, dll.

1) Serbuk adalah campuran keringbahan obat atau zat kimia yang dihaluskan.

Sediaan serbuk diharapkan tidak higroskopis sehingga tidak mudah mencair

ataupun menguap sehingga penyimpanan serbuk obat harus terlindung dari

lembab, udara, panas dan oksigen serta memperhatikan homogenitas dalam

pencampuran.

2) Granul yaitu Granulasi dilakukan untuk meningkatkan sifat aliran yang berarti

uniformitas massa dari sediaan, mencegah pemisahan komponen campuran,

meningkatkan karakteristik dari campuran, mengurangi bahaya lingkungan

untuk pekerja karena pembentukan debu dari bahan toksik dan meningkatkan

penampilan produk.

3) Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan

pengisi. Harus merupakan produk menarik yang mempunyai identitas sendiri

serta bebas dari serpihan, keretakan, pemucatan, kontaminasi. Harus mempunyai

permukaan yang halus, baik dalam penampilan dan harus kompak sehingga

tidak akan mengalami friabilitas, pengelupasan dalam wadah dan sanggup

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

10
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

menahan guncangan mekanik selama produksi dan pengepakan. Harus

mempunyai stabilitas kimia dan fisika untuk mempertahankan sediaan dari

pengaruh lingkungan dan penurunan mutu zat berkhasiat.

4) Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau

lunak yang dapat larut. Kapsul harus mudah ditelan dan tidak memiliki rasa dan

bau yang tidak enak. Sifat penting dari bahan aktif adalah ukuran partikel dan

kelarutan, formulasi kandungan kapsul lunak, baik cairan, larutan dan suspensi

yang diisikan ke dalam kapsul harus homogen.

5) Supositoria adalah sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang

diberikan melalui rektal, vagina atau uretra, umumnya meleleh, melunak atau

melarut pada suhu tubuh. Supositoria tidak toksik dan tidak merangsang, dapat

tercampur (kompatibel) dengan bahan obat, dapat melepas obat dengan segera,

mudah dituang ke dalam cetakan dan dapat dengan mudah dilepas dari cetakan,

stabil terhadap pemanasan di atas suhu lebur, stabil selama penyimpanan.

b. Sediaan semi padat

Sediaan semi padat adalah sediaan setengah padat yang dibuat untuk tujuan

pengobatan bagain luar tubuh yang umumnya digunakan pada kulit, namun ada juga

untuk penggunaan pada mata. Bentuk sediaan ini dapat bervariasi tergantung bahan

pembawa (basis) yang digunakan, yaitu salep, krim, gel atau pasta.

1) Salep (ungueta) adalah sediaan semi solid yang ditujukan untuk pemakaian

topikal pada kulit atau selaput lendir (menurut Farmakope Indonesia edisi IV).

Tujuan Pembuatan Salep Pengobatan lokal pada kulit, Melindungi kulit (pada

luka agar tidak terinfeksi), Melembabkan kulit.

2) Krim (cream) adalah sediaan semi solid yang mengandung satu atau lebih bahan

obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Istilah ini secara
Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

11
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

tradisional telah digunakan untuk sediaan setengah padat yang mempunyai

konsistensi relatif cair diformulasikan sebagai emulsi air dalam minyak atau

minyak dalam air. Krim dapat digunakan untuk pemberian obat, melalui vaginal.

(Farmakope Indonesia edisi IV).

Krim berupa emulsi kental mengandung tidak kurang dari 60% air, yang

dimaksudkan untuk pemakaian luar. Tipe krim ada 2 yaitu: krim tipe air/minyak

(w/o) dan krim minyak/air (o/w) umumnya disebut vanishing cream, mengandung

air dalam persentase yang besar dan asam stearat. Rata-rata jenis krim o/w lebih

mudah dibersihkan daripada kebanyakan salep.

3) Gel atau jelly merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari

partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh

suatu cairan (Farmakope Indonesia edisi IV). Gel dapat digolongkan baik dalam

sistem 2 fase atau dalam sistem satu fase. Sistem 2 fase sering disebut juga

magma atau susu. Massa gel dapat terdiri dari gumpalan partikel-partikel kecil

dan bukan molekul-molekul besar seperti ditemukan pada gel aluminium

hidroksida, magma bentonit dan magma magnesium.

4) Pasta adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat

yang ditujukan untuk pemakaian topikal. Konsistensi pasta seperti suspensi yang

padat karena mengandung konsentrasi bahan padat yang tinggi sekitar 30-70%.

Pasta umumnya dibuat dengan mencampurkan zat padat langsung ke dalam sistem

yang dikentalkan dengan menggerus sebagai basis untuk membentuk massa

seperti pasta. Pasta sebagai sediaan memiliki perubahan bentuk plastis dengan

suatu batas mengalir.

c. Sediaan cair

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

12
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Sediaan cair (liquid) merupakan sediaan dengan wujud cair, mengandung satu

atau lebih zat aktif yang terlarut atau terdispersi stabil dalam medium, yang homogen

pada saat diaplikasikan. Sediaan cair tediri dari larutan, emulsi dan suspensi.

1) Larutan merupakan sediaan liquid yang mengandung satu atau lebih zat aktif

(solute) yang terlarut dalam medium/pelarut/solvent yang sesuai.

Medium/pelarut/solvent yang universal adalah air. Namun demikian, ada berbagai

jenis solvent lain yang digunakan, antara lain minyak dan etanol.

2) Emulsi tergolong dalam sistem dispersi, yang artinya bahwa bahan tidak larut

dalam medium, namun hanya tersebar merata dalam medium. Emulsi merupakan

sediaan liquid yang mengandung satu atau lebih zat aktif, yang berada dalam 2

atau 3 jenis cairan yang tidak saling menyatu, namun terdispersi homogeny.

3) Suspensi merupakan sediaan yang merupakan sistem dispersi dari partikel zat

aktif solid yang memiliki kelarutan yang rendah pada medium. Yang diharapkan

dari suatu sediaan suspensi adalah bahwa sistem terdistribusi homogen saat

digunakan.

Dari beberapa jenis sediaan farmasi diatas, sebagian besar sediaan farmasi digunakan

secara oral dan topukal, namun terdapat beberapa jenis sediaan farmasi yang memiliki

perhatian khusus karena penggunaannya pada alat indera tertentu, seperti terdapat salep

mata, tetes hidung dan tetes telinga.

1. SALEP MATA

Salep mata adalah salep steril untuk pengobatan mata dimana obat dapat

mempertahankan kontak dengan mata dan jaringan disekelilingnya tanpa tercuci oleh

cairan air mata. Tujuan utama pemberian salep mata yaitu untuk memperlama kontak

obat dengan permukaan mata.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

13
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Cara Penggunaan Salep Mata Yang Tepat:

a. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air.

b. Hindari kontak langsung ujung tube dengan mata atau tangan.

c. Posisikan tube salep mata sedekat mungkin dengan mata tanpa menyentuhnya.

d. Tarik kelopak bawah mata menggunakan jari telunjuk dan condongkan kepala ke

belakang.

e. Oleskan salep ke dalam kantong mata sepanjang kira-kira 1 cm.

f. Kedipkan mata secara perlahan, kemudian tutup selama 1-2 menit.

g. Bersihkan salep mata berlebih pada wajah dengan tisu atau handuk tunggal yang

bersih dan lembut.

h. Segera pasang kembali tutup tube untuk menghindari kontaminasi.

i. Cucilah tangan dengan sabun dan air

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

14
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

2. TETES HIDUNG

Obat tetes hidung adalah obat tetes yang digunakan untuk hidung dengan cara

meneteskan obat ke dalam rongga hidung. Tujuan penggunaan tetes hidung pada

umumnya adalah untuk mengencerkan sekresi dan memfasilitasi drainase dari hidung

dan mengobati infeksi dari rongga hidung dan sinus.

Cara penggunaan obat tetes hidung yang tepat:

a. Bersihkan hidung dengan cara mengeluarkan udara (Bersin)

b. Cuci tangan anda mengunakan sabun dan air

c. Berbaring dengan posisi kepala tegak ke atas

d. Teteskan obat sesuai dengan dosis

e. Setelah beberapa saat duduklah agar obat masuk ke dalam

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

15
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

f. Tahan posisi selama beberapa menit.

g. Bersihkan ujung alat tetes hidung dengan air hangat dan tutup kembali untuk

mencegah kontaminasi.

h. Bersihkan tangan dengan mencuci nya untuk membersihkan sisa obat.

3. TETES TELINGA

Tetes telinga adalah obat tetes yang digunakan untuk telinga dengan cara

meneteskan obat ke dalam telinga. Kecuali dinyatakan lain, tetes telinga dibuat

menggunakan cairan pembawa bukan air.

Tetes telinga merupakan cairan untuk pengobatan saluran pendengaran eksternal

dan kadang-kadang telinga tengah serta kebanyakan memiliki efek lokal. Tetes

telinga umumnya berbentuk larutan, emulsi atau suspensi dari satu atau lebih zat

aktif dalam cairan yang cocok untuk penggunaan pada meatus auditori (rongga

telinga) tanpa tekanan berbahaya pada gendang telinga namun pada pembuatan

guttae auriculares, biasanya bentuk yang paling sering digunakan adalah bentuk

larutan. Bagian luar telinga yang tertutup kulit, mudah terkena kondisi dermatologi,

maka guttae auriculares paling banyak berbentuk larutan.

Sediaan untuk tetes telinga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis dari

funsinya, yaitu:

- Tetes telinga untuk menghilangkan serumen

- Tetes telinga antiseptik

- Tetes telinga antijamur

- Tetes telinga antibakteri

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

16
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

- Tetes telinga untuk anestesi

Cara Penggunaan Tetes Telinga

a. Bersihkan telinga dengan kapas wajah yang basah kemudian keringkan telinga.

b. Cuci tangan dengan sabun dan air

c. Hangatkan tetes telinga mendekati suhu tubuh dengan cara memegang wadahnya

dalam tangan selama beberapa menit.

d. Jika tetes telinga merupakan suspensi yang berkabut,kocok botol dengan baik

e. Periksa ujung penetes untuk meyakinkan bahwa tidak pecah atau retak

f. Tarik obat kedalam penetes.

g. Miringkan telinga yang terinfeksi ke atas atau kesamping

Untuk dewasa: tarik daun telinga ke atas dan ke belakang untuk meluruskan

saluran telinganya.

Untuk anak <3 tahun: tarik daun telinga ke bawah dan ke belakang untuk

meluruskan saluran telinganya.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

17
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

h. Hindari menyentuh ujung penetes pada telinga atau apapun,tetes telinga dan

penetesnya harus tetap terjaga bersih.

i. Teteskan sejumlah yang benar ke telinga.kemudian tarik penetesnya dari telinga

agar tetesannya dapat turun ke saluran telinga.

j. Pertahankan posisi kepala 2-3 menit. Tekan secara lembut kulit penutup kecil

telinga untuk menyumbat lubang telinga agar obat dapat mencapai dasar.

k. Letakkan kembali penetesnya pada botol dan tutup kencang penutupnya.

l. Cuci tangan untuk menghilangkan bahan-bahan obat yang mungkin ada.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

18
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

DAFTAR PUSTAKA

Ditjen POM, (1979), Farmakope Indonesia, Edisi III, Depkes RI, Jakarta.

Jenkins, G.L., (1969), Scoville’s:The Art of Compounding, Burgess Publishing Co,


USA.

Howard, C. Ansel.(1989), Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi IV, UI Press,


Jakarta.

Anonim. (2008), Ear drop, Available from : http://en.wikipedia.org/wiki/Ear_drop, 20


Maret 2008, diakses 10 Mei 2008.

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

19
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

LAMPIRAN
Leaflet

Gamcar depan leaflet

Gamcar belakang leaflet

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

20
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Kegiatan Promkes

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

21
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Surat Tugas

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

22
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

23
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Daftar Hadir

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

24
Laporan Promosi Kesehatan di Puskesmas Purwodiningratan, Juli 2017

Program Studi Profesi Apoteker Universitas Setia Budi Angkatan XXXIII

25