Anda di halaman 1dari 8

Laporan Pertangungjawaban

Penyuluhan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan


Hipertensi di Gereja Katolik St. Simon Stock
Selambo Medan Amplas

Disusun Oleh :
dr. Okto P.E. Marpaung M.Biomed
NIDN 0110108303

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN

MEDAN

T.A 2019
A. Latar Belakang
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan suatu penyakit yang
disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan
nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Negara dengan iklim tropis
dan subtropis merupakan daerah endemik DBD yang dapat muncul setiap
tahunnya, terutama ketika musim hujan.
Indonesia merupakan wilayah endemis DBD dengan sebaran di
seluruh wilayah tanah air. Pada tahun 2016 tercatat sebanyak 204.171
penderita DBD dan pada tahun 2017 tercatat sebanyak 68.407 penderita DBD
di 34 provinsi di Indonesia dengan kata lain terdapat penurunan jumlah
penderita di Indonesia. Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi terjadi di pulau
Jawa sedangkan jumlah kasus terendah terjadi di provinsi Maluku Utara.
Angka kematian penderita DBD pada tahun 2017 mencapai 493 kematian
kasus terbanyak berada di provinsi Jawa timur.
Sampai saat ini DBD masih menjadi masalah kesehatan bagi
masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Kerugian
sosial yang terjadi antara lain karena menimbulkan kepanikan dalam
keluarga, kematian anggota keluarga dan berkurangnya usia harapan hidup
masyarakat. Dampak ekonomi langsung adalah biaya pengobatan yang cukup
mahal, sedangkan dampak tidak langsung adalah kehilangan waktu kerja dan
biaya lain yang dikeluarkan selain pengobatan seperti transportasi dan
akomodasi selama perawatan sakit.
Mengingat obat untuk membunuh virus Dengue hingga saat ini belum
ditemukan dan vaksin untuk mencegah DBD masih dalam tahap ujicoba,
maka cara yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan memberantas
nyamuk penular (vektor). Pemberantasan vektor ini dapat dilakukan pada saat
masih berupa jentik atau nyamuk dewasa.
Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan
masalah kesehatan utama di negara maju maupun negara berkembang.
Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling


umum dan paling banyak disandang masyarakat.
Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan
sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya 1 dari 3
orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penyandang hipertensi terus
meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 Miliar
orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta
orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya.
Sedangkan faktor risiko pada wanita yaitu peningkatan tekanan darah
sistolik, peningkatan kadar gula darah dan IMT tinggi,
Menurut data Sample Registration System (SRS) Indonesia tahun
2014, Hipertensi dengan komplikasi (5,3%) merupakan penyebab kematian
nomor 5 (lima) pada semua umur. Sedangkan berdasarkan data International
Health Metrics Monitoring and Evaluation (IHME) tahun 2017 di Indonesia,
penyebab kematian pada peringkat pertama disebabkan oleh Stroke, diikuti
dengan Penyakit Jantung Iskemik, Diabetes, Tuberkulosa, Sirosis , diare,
PPOK, Alzheimer, Infeksi saluran napas bawah dan Gangguan neonatal serta
kecelakaan lalu lintas.
Alasan penderita hipertensi tidak minum obat antara lain karena
penderita hipertensi merasa sehat (59,8%), kunjungan tidak teratur ke
fasyankes (31,3%), minum obat tradisional (14,5%), menggunakan terapi lain
(12,5%), lupa minum obat (11,5%), tidak mampu beli obat (8,1%), terdapat
efek samping obat (4,5%), dan obat hipertensi tidak tersedia di Fasyankes
(2%).
Berdasarkan latar belakang diatas kami ingin melakukan penyuluhan
tentang pencegahan penyakit DBD dan Hipertensi pada umat katolik di desa
Selambo.

B. Tujuan Kegiatan
1. Sebagai syarat untuk memenuhi tugas akhir blok mata kuliah ilmu
kesehatan masyarakat.
2. Untuk menyampaikan informasi tentang demam berdarah dengue pada
masyarakat.

C. Manfaat Kegiatan
Menambah wawasan kepada masyarakat tentang demam berdarah dengue dan
pencegahannya.

D. Bentuk Kegiatan
Penyuluhan

E. Nama dan Tema Kegiatan


Kegiatan : Penyuluhan Demam Berdarah Dengue di Selambo Indah
Medan Amplas
Tema : Mencegah lebih baik daripada mengobati

F. Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Hari/Tanggal : Minggu, 29 September 2019
Pukul : 10.00 WIB
Tempat : Gereja Katolik St. Simon Stock
Alamat : Jl. Selambo Indah, Amplas. Kec. Medan Amplas Kota
Medan, Sumatera Utara 20226

G. Peserta Kegiatan
 Umat Gereja Katolik SSt. Simon Stock Selambo Medan sebanyak 49
orang belum termasuk anak-anak
 Dosen penanggung jawab
 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen
sebanyak 4 orang
H. Susunan Tim Penyuluhan
Terlampir

I. Susunan Acara
Terlampir

J. Rincian Dana
Terlampir

K. Penutup

Demikian proposal kegiatan penyuluhan ini kami sampaikan, semoga


kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik dan dapat memberikan manfaat
bagi masyarakat. Atas perhatian dan dukungan yang diberikan, kami ucapkan
terima kasih.

Medan, 2 Oktober 2019

Dosen pembimbing Ketua

Dr. Okto P. E. Marpaung M.Biomed Michael P Lumbantobing


Lampiran

Susunan tim penyuluhan demam berdarah dengue (DBD) dan hipertensi di Gereja
Katolik St. Simon Stock Selambo Indah Medan adalah sebagai berikut :

 Panitia Umum

Ketua : Michael Parningotan Lumbantobing


Sekretaris : Elvide Mercy Winer WD Gulo
Anggota : Meiling Siahaan
Nurmediana Gulo

 Dosen Pembimbing

dr. Okto P. E. Marpaung M.Biomed


Lampiran

Susuna acara penyuluhan demam berdarah dengue (DBD) dan hipertensi di


Gereja Katolik St. Simon Stock Selambo Indah Medan adalah sebagai berikut :

WAKTU KEGIATAN
10.00-10.15 Sambutan dari pihak gereja
10.15-10.30 Perkenalan tim penyuluhan
10.30-10.45 Doa Pembuka
10.45-11.00 Penyuluhan DBD
11.00-11.15 Yel-yel : Lagu cegah demam berdarah
11.15-11.30 Penyuluhan Hipertensi
11.30-11.50 Sesi tanya jawab dan pembagian konsumsi
11.50-12.00 Penutup
Lampiran

Rincian dana kegiatan penyuluhan demam berdarah dengue (DBD) dan hipertensi
di Gereja Katolik St. Simon Stock Selambo Indah Medan adalah sebagai berikut :

 PEMASUKAN
Dana dari Fakultas Kedokteran :Rp. 1.000.000,-

 PENGELUARAN

No RINCIAN HARGA SATUAN JUMLAH HARGA TOTAL


1. Kotak Kue - 70 buah Rp. 56.000,-
2. Bubuk abate Rp. 3000,- 49 Sachet Rp. 147.000,-
3. Fotocopy - 350 lembar Rp. 52.500,-
4 . Risol Rp. 1000,- 70 buah Rp. 70.000,-
5. Transportasi - - Rp. 150.000,-
6. Aqua gelas Rp. 15.000,- 2 kotak Rp. 30.000,-
7. Donat Rp. 10.000,- 70 buah Rp. 70.000,-
Total Rp. 575.500,-

TOTAL DANA SISA :


1. Pemasukan Rp. 1.000.000,-
2. Pengeluaran Rp. 575.500,-

Total Rp. 424.500,-


Lampiran