Anda di halaman 1dari 9

LABORATORIUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2014/2015

MODUL : Pig Launcher

PEMBIMBING : Ir. In Jumanda Kasdadi, MT

Praktikum : 24 Oktober 2014


Penyerahan : 3 November 2014
(Laporan)

Oleh :

Kelompok : IV (Empat )
Nama : 1. Anissa Trisakti S NIM.121424010
2. Apit Rian Saputra NIM.121424011
3. Datin Nurina Fajrin NIM.121424012

Kelas : 3A TKPB

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2014
I. Tujuan Praktikum
1) Memahami prinsip kerja dari alat pig launcher
2) Mengamati perbedaan kecepatan bola busa pig launcher disetiap belokan/elbow (elbow
450, 900, 1800 dan pipa lurus)
3) Mengetahui efisiensi penyerapan kotoran/air oleh bola busa pig launcer

II. Dasar Teori

Pigging merupakan suatu metode perawatan saluran perpipaan dengan


memasukkan suatu alat yang dinamakan pig tanpa memberhentikan aliran fluida saat
proses sedang berlangsung. Istilah pig ini digunakan karena pada saat pig diluncurkan
dalam sistem perpipaan, suara yang dikeluarkan yaitu menguik seperti suara babi
(Wikipedia,2009).
Dalam sistem pigging, ada empat komponen yang sangat penting dan saling
berkaitan, yaitu:
1. Pig Launcher, merupakan alat yang digunakan untuk membantu pig

meluncur melewati sistem perpipaan yang akan dibersihkan

2. Pipeline, merupakan sistem perpipaan yang akan dibersihkan dengan sistem


pigging
3. Pig Receiver, merupakan alat yang digunakan untuk menangkap pig yang telah
meluncur melewati sistem perpipaan
4. Pig, merupakan alat pembersih yang akan diluncurkan oleh pig launcher
melewati sistem perpipaan dan kemudian ditangkap oleh pig receiver Ketiga
komponen (pig launcher, sistem perpipaan dan pig receiver) diatas
saling berkaitan satu sama lain yang kemudian dirancang menjadi satu rangkaian dan
dilengkapi dengan berbagai support, seperti flange, valve dan aliran udara tekan.
Menurut situs www.girrardindustries.com, rangkaian ketiga komponen
pendukung simulator pigging tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut.
Pig launcher merupakan suatu rangkaian alat yang digunakan dalam sistem
pigging untuk membantu pig meluncur melewati sistem perpipaan dengan bantuan fluida
bertekanan (udara atau cairan).

 Komponen Pig Launcher


Ada beberapa komponen penting dalam rangkaian pig launcher, yaitu:
1. Closure
Closure merupakan tutup dari bagian pig launcher, yang digunakan
sebagai jalan untuk memasukkan pig
2. Valve
Ada beberapa valve yang digunakan dalam pig launcher, yaitu:
a) Kicker valve
Kicker valve dipasang dibelakang posisi pig setelah dimasukkan ke dalam pig
launcher. Sesuai dengan namanya, kicker valve berfungsi untuk menendang
pig supaya keluar dari pig launcher dan masuk ke sistem perpipaan dengan
cara mengatur laju aliran udara tekan masuk. Dimensi dari kicker valve paling
kecil adalah ¼ dari diameter sistem perpipaan utama dan paling besar
adalah sesuai dengan diameter sistem perpipaan utama.
b) Throttle valve
Throttle valve atau biasa disebut dengan bypass valve berada pada aliran
utama dari sistem perpipaan. Tugas utamanya adalah membuat bypass agar
aliran tidak melalui pig launcher dengan cara mengatur laju aliran fluida
yang akan masuk ke sistem perpipaan.
c) Main valve
Main valve atau biasa disebut dengan pigging valve berfungsi untuk menutup
aliran utama fluida supaya tidak berbalik masuk ke pig launcher. Pada saat
pigging dioperasikan, valve ini bertugas untuk memberikan jalan supaya
bergerak dari pig launcher menuju sistem perpipaan utama.
d) Drain valve
Drain valve berfungsi untuk mengeluarkan cairan yang terkandung dalam
pig launcher. Valve disini yang digunakan adalah globe valve dengan
diameter ¼ inci.
e) PSV (Pressure Safety Valve) dan Venting Valve
PSV berfungsi untuk melepaskan tekanan berlebih yang ada di pig
launcher. Sedangkan venting valve berfungsi untuk melepas tekanan dalam
pig launcher yang dilakukan secara manual. Vent disini merupakan saluran
yang mengarah ke udara terbuka untuk melepaskan tekanan fluida di dalam
pig launcher. Valve disini yang digunakan adalah globe valve dengan
diameter ¼ inci.
3. Pig trap
Pig trap disini merupakan badan dari pig launcher itu sendiri. Yang
merupakan tempat pig dimasukkan dan tempat awal meluncurnya pig.
4. Pig Support
Pig support yang berada didalam pig launcher biasa disebut juga dengan buffle.
Komponen ini bertugas untuk memegang pig supaya posisi pig lurus dengan
posisi utama. Untuk pig launcher yang dirancang bagian bawahya datar, buffle ini
tidak diperlukan.

Pig launcher yang akan dibuat merupakan desain yang berdasarkan standar
internasional yaitu ANSI (American National Standards Institute). Skema dari pig
launcher berstandarkan ANSI tersebut dapat dilihat pada Gambar 3.1. Ukuran-ukuran
detail pig launcher sudah tercantum dalam gambar tersebut. Ukuran pig launcher yang
tersedia skemanya hanya sampai ukuran paling kecil 4 inci, sehingga untuk mendapatkan
ukuran-ukuran dari pig launcher dengan nominal sistem perpipaan 2 inci diperlukan
proyeksi terlebih dahulu.

III. Alat dan Bahan


Dalam praktikum ini alat utama yang dipakai merupakan simulator pigging,
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu air dan udara tekan. Air digunakan
untuk membasahi permukaan dinding pipa bagian dalam. Sedangkan udara tekan
digunakan untuk mendorong pig yang digunakan untuk mengeringkan bagian dalam
permukaan pipa.
IV. Langkah Kerja

Pastikan isolation dan


Buka lubang angin Closure boleh dibuka,
kicker line valve dalam
(vent) dan drain valve bila tekanan gauge = 0
keadaan tertutup

Tutup drain valve dan


Masukkan pig dan
buka kicker valve, Menutup dan
tekan kedepan
keluarkan angin mengunci closure
sampai nose
melewati vent valve

Tutup vent valve dan Tutup main valve


masukkan tekanan Buka isolation valve secara berangsur-
untuk ekualisasi angsur

Buka penuh main


valve kemudian
menutup kicker dan
isolation valve
V. Data Pengamatan
Kecepatan aliran normal = 2,85 m/s
Kecepatan aliran pada pipa lurus = 𝐽𝑎𝑟𝑎𝑘/𝑊𝑎𝑘𝑡𝑢
2𝑚 𝑚
= = 2,5
0,8𝑠 𝑠

0,51𝑚 𝑚
Kecepatan aliran pada elbow 450 = = 1,02
0,5 𝑠 𝑠

0,35
Kecepatan aliran pada elbow 900 = = 0,7 𝑚/𝑠
0,5𝑠

0,48
Kecepatan aliran pada elbow 1800 = = 0,24 𝑚/𝑠
2𝑠

Berat air yang ditambahkan = 2,86 gram

Berat bola busa = 7,56 gram

Berat bola busa setelah dilauncher = 8.84 gram

Berat air yang terserap = 1,28 gram


VI. Pembahasan
Proses pengolahan yang melibatkan fluida dalam industri kimia banyak melibatkan
sistem perpipaan. Jarak yang digunakan dalam sistem perpipaan pun sangat panjang.
Pada saat sistem perpipaan bertugas menyalurkan fluida proses, maka keandalan dari
sistem pengaliran fluida ini harus terjamin. Hambatan ataupun kemacetan yang terjadi
dalam pipa penyalur harus dihindari, agar fluida dapat mengalir dengan lancar. Untuk
mencapai tujuan ini, maka pembersihan dan perawatan bagian dalam pipa harus secara
rutin dilakukan.

Praktikum kali ini bertujuan untuk mengamati perbedaan kecepatan bola busa pig
launcher disetiap belokan/elbow (elbow 450, 900, 1800 dan pipa lurus), mengetahui
efisiensi penyerapan kotoran/air oleh bola busa pig launcer, dan memahami prinsip kerja
dari alat pig launcher. Pig launcher ini adalah miniatur dari sistem perpipaan di industri.

Penggunaan udara tekan dalam alat ini adalah untuk memindahkan atau
menggerakkan bola busa pig launcher dari launcher (peluncur) ke receiver (penerima).
Kecepatan udara tekan normal (tanpa bola busa) adalah 2,44 m/s. Dari hasil percobaan,
didapat kecepatan udara tekan minimumnya adalah 2,85 m/s. Dengan menggunakan
kecepatan minimum ini kita mengukur kecepatan bola busa di setiap belokan pipa dengan
menghitung waktu yang dibutuhkan untuk melewati belokan pipa tersebut dan mengukur
panjang belokan pipa.

Saat percobaan pada pipa lurus tidak ada hambatan yang mengganggu kerja bola
busa, hanya ada gesekan antara antara bola busa dengan dinding yang dapat mempengaruhi
kecepatan luncur bola busa. Dari hasil perhitungan didapat kecepatan bola busa di pipa
lurus adalah 2,5m/s.

Pada pipa elbow 450, 900 dan 1800 terjadi pelambatan kecepatan bola busa karena
selain terjadi gesekan, terjadi pula tabrakan bola dengan dinding saat melewati pipa.
Kecepatan bola di pipa elbow 450 adalah 1,02 m/s, pada pipa elbow 900 adalah 0,7 m/s dan
pada pipa elbow 1800 adalah 0,24 m/s. Perbedaan kecepatan ini terjadi karena perbedaan
lintasan yang dilalui oleh bola busa. Pada elbow 450 lintasan berbentuk seperti trapesium,
dimana terdapat 2 kali belokan yaitu pada saat belokan ke pipa bersudut 450 dan belokan
untuk kembali lurus.

Pada pipa elbow 900, terdapat satu belokan dengan sudut 900. Sehingga kecepatan
bola busa pada saat melewati pipa ini lebih lambat dibanding kecepatan pada elbow 450.
Dan untuk pipa elbow 1800, terdapat satu belokan namun sangat curam yaitu dengan sudut
1800, sehingga gesekan yang terjadi di pipa ini lebih besar dibanding pipa yang lainnya
yang menyebabkan kecepatannya sangat kecil.

Dari hasil percobaan dan pengukuran, efisiensi air yang dapat terserap oleh bola
busa adalah 44,75%. Nilai ini didapat dengan mengukur berat bola busa kering dan bola
busa basah, kemudian dihitung berat air yang terserap oleh bola busa. Berat air yang
terserap adalah berat bola basah dikurangi berat bola awal (kering). Didapat berat air yang
terserap adalah 1,28 gram. Efesiensi air yang dapat terserap bola busa pig launcher adalah
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑖𝑟 𝑦𝑎𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑟𝑎𝑝 1,08
× 100% = × 100% = 44,75 %. Hal ini menunjukkan
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑎𝑖𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑎𝑚𝑏𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 2,86

bahwa tidak semua air dapat terserap oleh bola busa pig launcher. Sehingga diperlukan
peluncuran bola busa lebih dari sekali agar dapat menghilangkan air disepanjang saluran
pipa.

Variable yang mempengaruhi kerja pig adalah sebagai berikut :


(1) Kecepatan udara awal, yang akan memberi kecepatan gerak pig dengan harga tertentu.
Kecepatan udara awal disebabkan oleh tekanan udara awal. Tekanan udara menyebabkan
adanya gaya dorong di belakang pig, yang nantinya akan mempengaruhi kecepatan pig.
Dengan perubahan kecepatan awal udara yang menyebabkan berubahnya kecepatan pig,
diduga kemampuan penyerapan air juga berubah.
(2) Tingkat kebasahan bagian dalam dinding pipa, yang dianalogikan dengan jumlah cairan
awal yang terdapat dalam pipa. Variabel ini selanjutnya diberi istilah “kadar air”. Makin
banyak air yang terdapat dalam dinding pipa, diduga akan semakin banyak pula air yang
tertumpuk di bagian depan pig, yang akan mengakibatkan hambatan bagi jalannya pig.
(3) Ukuran pig, dalam hal ini diameter foam pig. Diameter pig yang lebih besar akan
mengakibatkan tekanan pig ke dinding pipa lebih besar pula, sehingga gesekan makin
besar dan mengakibatkan kecepatan pig terpengaruh. Makin terhimpitnya dinding pipa
oleh pig diperkirakan juga akan mempengaruhi jumlah air yang dapat didorong, sehingga
kinerja pembersihan oleh pig juga berubah.
(4) Karakteristik busa dalam menyerap cairan atau daya serap busa, yang ditunjukkan oleh
jenis busanya. Kemampuan penyerapan air oleh pig tentu mempengaruhi jumlah air yang
masih tinggal di dalam pipa. Adanya air yang diserap oleh pig diperkirakan menambah
berat total pig, sehingga gaya dorong oleh tekanan udara akan dipakai untuk menggerakkan
pig sekaligus dengan air yang diserap dan didorong, sehingga kecepatan pig akan
terpengaruh.

VII. Kesimpulan
1. Udara tekan digunakan untuk memindahkan atau menggerakkan bola busa pig
launcher dari launcher (peluncur) ke receiver (penerima).
2. Kecepatan bola busa di pipa lurus adalah 2,5m/s.
3. Kecepatan aliran pada elbow 450 adalah 1,02 m/s
4. Kecepatan aliran pada elbow 900 adalah 0,7 m/s
5. Kecepatan aliran pada elbow 1800 adalah 0,24 m/s
6. Variable yang mempengaruhi kerja pig adalah kecepatan udara awal, tingkat
kebasahan dalam pipa, ukuran pig, dan karakteristik busa.
7. Efisiensi air yang dapat diserap adalah 44,75%

VIII. Daftar Pustaka


http://eprints.undip.ac.id/36544/1/Tesis-final-25_maret-pdf.pdf [diakses, 2 November
2013]

www.girrardindustries.com, [diakses 2 November 2014]

Rockefeller, Muhammad dkk. 2009. Rancang Bangun dan Pembuatan Pig Launcher serta
Uji karakteristik Foam Pig dalam Simulator pigging. Bandung : Politeknik Negeri Bandung.