Anda di halaman 1dari 19

LABORATORIUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2014 / 2015

MODUL : Genset dan Boiler

PEMBIMBING : Ir. In Jumanda Kasdadi, MT


Tanggal Praktikum : 18 November 2014

Tanggal Pengumpulan : 2 November 2014

(Laporan)

oleh :
Kelompok 6

Hana Nurdina 121424015


Haryadi Wibowo 121424016
Kelas 3A-TKPB

PROGRAM STUDI D4 TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH

JURUSAN TEKNIK KIMIA

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2014
GENERATOR SET (GENSET)

I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengetahui cara kerja dan fungsi dari genset.
2. Mengetahui dan menjelaskan fungsi bagian-bagian genset.
3. Mengetahui metoda perawatan dan perbaikan genset.

II. LANDASAN TEORI


2.1 Generator
Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga
listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari
prime mover. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator
diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut
digunakan untuk beban prioritas.
Sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset
merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Genset atau
sistem generator penyaluran adalah suatu generator listrik yang terdiri dari panel, berenergi
solar dan terdapat kincir angin yang ditempatkan pada suatu tempat. Genset dapat digunakan
sebagai sistem cadangan listrik atau “off-grid” (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan
pemakai). Genset sering digunakan oleh rumah sakit dan industri yang mempercayakan
sumber daya yang mantap, seperti halnya area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara
komersial menghasilkan listrik. Generator terpasang satu poros dengan motor diesel, yang
biasanya menggunakan generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron
terdiri dari dua bagian utama yaitu: sistem medan magnet dan jangkar. Generator ini
kapasitasnya besar, medan magnetnya berputar karena terletak pada rotor.
Secara umum fungsi Genset / Generator Diesel adalah untuk mensuplai arus pada
sistem kelistrikan. Proses pembangkitan listrik pada generator menggunakan prinsip induksi
yaitu apabila terjadi perpotongan medan magnet dengan penghantar, maka pada penghantar
akan timbul gaya gerak listrik. Biasanya genset berbahan bakar minyak seperti premium atau
bensin, solar, bensin campuran, bahkan ada juga yang berbahan bakar gas.
Suatu mesin diesel generator set terdiri dari :
1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel (dalam bahasa
inggris disebut diesel engine)
2. Generator
3. AMF (Automatic Main Failure) dan ATS (Automatic Transfer Switch)
4. Baterai dan Battery Charger
5. Panel ACOS (Automatic Change Over Switch)
6. Pengaman untuk Peralatan
7. Perlengkapan Instalasi Tenaga
Prinsip generator 3 fasa, yaitu ada bagian stator terbangkit medan magnet yaitu
bagian kutub utara dan selatan. Diantara ujung kutubnya adakan timbul garis gaya magnet dan
akibatnya roto yang berputar memotong garis gaya magnet sehingga dihasilkan tegangan
bolak-balik.

2.2 Komponen – Komponen Generator


Konstruksi generator AC adalah sebagai berikut:
1. Rangka stator
Terbuat dari besi tuang, rangka stator maerupakan rumah dari bagian-
bagian generator yang lain.
2. Stator
Stator memiliki alur-alur sebagai tempat meletakkan lilitan stator. Lilitan
stator berfungsi sebagai tempat GGL induksi.
3. Rotor
Rotor adalah bagian yang berputar, pada bagian ini terdapat kutub-kutub
magnet dengan lilitannya yang dialiri arus searah, melewati cincin geser dan
sikat-sikat.
4. Cincin geser
Terbuat dari bahan kuningan atau tembaga yang yang dipasang pada poros
dengan memakai bahan isolasi. Slip ring ini berputar bersama-sama dengan
poros dan rotor.
5. Generator penguat
Generator penguat merupakan generator arus searah yang dipakai sebagai
sumber arus.

Pada umumnya generator AC ini dibuat sedemikian rupa, sehingga lilitan tempat
terjadinya GGL induksi tidak bergerak, sedangkan kutub-kutub akan menimbulkan
medanmagnet berputar. Generator itu disebut dengan generator berkutub dalam, dapat dilihat
pada gambar berikut.
Keuntungan generator kutub dalam bahwa untuk mengambil arus tidak dibutuhkan
cincin geser dan sikat arang. Karena lilitan-lilitan tempat terjadinya GGL itu tidak berputar.
Generator sinkron sangat cocok untuk mesin-mesin dengan tegangan tinggi danarus yang
besar.
Secara umum kutub magnet generator sinkron dibedakan atas:
1. Kutub magnet dengan bagian kutub yang menonjol (salient pole).
Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran rendah, dengan jumlah kutub yang
banyak. Diameter rotornya besar dan berporos pendek.
2. Kutub magnet dengan bagian kutub yang tidak menonjol (non salient pole).
Konstruksi seperti ini digunakan untuk putaran tinggi (1500 rpm atau 3000 rpm),
dengan jumlah kutub yang sedikit. Kira-kira 2/3 dari seluruh permukaan rotor
dibuat alur-alur untuk tempat lilitan penguat. Yang 1/3 bagian lagi merupakan
bagian yang utuh, yang berfungsi sebagai inti kutub.
2.3 Konstruksi Generator
 Susunan konstruksi penggerak (diesel)
1) Sistem Pelumasan

Gambar 1
1. Bak minyak 12. Lager poros-bubungan
2. Pompa pelumas 13.Sprayer penyemprot untuk
3. Pompa minyak pendingin pendinginan piston
4. Pipa hisap 14. Piston
5. Pendingin minyak pelumas 15. Pengetuk tangkai
6. Bypass-untuk pendingin 16. Tangkai penolak
7. Saringan minyak pelumas 17. Ayunan
8. Katup by _pass untuk saringan 18. Pemadat udara (sistem. Turbine
9. Pipa pembagi gas)
10. Lager poros engkol( lager duduk) 19. Pipa ke pipa penyemprot
11. Lager ujung besar (lager putar) 20.Saluran pengembali

Fungsi dari pelumasan ini yaitu untuk mengurangi getaran antara bagian-bagian
yang bergerak dan untuk membuang panas, maka semua lager dan dinding dalam dari
tabung-tabung silinder diberi minyak pelumas. Minyak pelumas yang mepercik dari
lager-laher utama dan lager ujung besar (lager putar). melumasi dinding dalam dari
tabung- tabung silirider.Minyak pelumas yang mengalir dari tempat-tempat pelumasan
akhirnya jatuh ke dalam bak minyak lagi dan dari itu dihisap oleh pompa minyak dan
seterusnya.
2) Sistem Bahan Bakar

Gambar 2.
1. Pompa penyemperot bahan bakar 6. Penutup bahan bakar otomatis
2. Pompa bahan bakar 7. Injektor
3. Pompa tangan untuk bahan bakar 8. Tanki
4.Saringan bahar/bakar penyarinnan 9. Pipa pengembalian bahan bakar
pendahuluan 10. Pipa bahan bakar tekanan tinggi
5.Saringan bahan bakar/penyaringan 11. Pipa peluap
akhir.
Mesin dapat berputar karena sekali tiap dua putaran disemprotkan bahan bakar
ke dalam ruang silinder, seaat sebelum, piston mencapai titik mati atasnya (T.M.A.).
Untuk itu oleh pompa penyemperot bahan bakar 1 ditekankan sejumlah bahan bakar
yang sebelumnya telah dibersihkan oleh saringan-bahan bakar 5, pada alat pengangkut
bahan bakar atau injektor 7 yang terpasang dikepala silinder. Karena melewati injektor
tersebut maka bahan bakar masuk kedalam ruang silinder dalam keadaan terbagi dalam
bagian-bagian yang sangat kecil. Didalam udara yang panas akibat pemadatan itu bahan
bakar yarg merupakan bintik-bintik halus tersebut segera terbakar. Pompa bahan bakar
2 mengantar bahan bakar dari tangki harian 8 kepada pompa penyemprot bahan bakar.
Bahan bakar yang kelebihan yang keluar dari injektor dan pompa penyemperot
dikembalikan kepada tanki harian melalui pipa pengembalian bahan bakar.
3) Sistem pendinginan

Gambar 3
Sistem pendinginan (sistem sirkulasi dengan 2 sirkuit)
1. Pompa air untuk pendingin mesin
2. Pompa air untuk pendinginan
intercooler
3. Inter cooler (Alat pendingin udara
yang telah dipanaskan)
4. Radiator
5. Thermostat
6. Bypass (jalan potong)
7. Saluran pengembalian lewat
radiator
8. Kipas
Panas yang tersisa dari pembakaran akan diserap oleh bahan pendingin untuk
itu dinding-dinding pada bagian tabung silinder yang membentuk ruang pembakaran,
demikian pula bagian-bagian dari kepala silinder di-dinginkan dengan air, sedangkan-
piston didinginkan dengan minyak pelumas. Panas yang diserap oleh minyak pendingin
itu kemudian disalurkan melewati alat pendingin minyak, dimana panas tersebut diresap
oleh bahan pendingin. Pada mesin diesel dengan pemadat udara tekanan tinggi, udara
yang telah dipadatken oleh turbocharger tersebut kemudian didinginkan oleh air
didalam pendingin udara (intercooler). Pendinginan sirkulasi dengan radiator bersirip
dan kipas (pendinginan dengan sirkuit);
4) Susunan Konstruksi Pada Pembangkitnya

1. Stator 12. Coupling Disc

2. Rotor 13. Coupling Bolt

3.Exciter Rotor 14. Foot

4. Exciter Stator 15. Frame Cover Bottom

5. N.D.E. Bracket 16. Frame Cover Top


6. Cover N.D.E 17. Air Inlert Cover

7. Bearing ‘O’ Ring N.D.E 18. Terminal Box Lid

8. Bearing N.D.E 19. Endpanel D.E

9. Bearing Circlip N.D.E 20. Endpanel N.D.E

10. D.E.Bracket?Engine Adaptor 21. AVR

11. D.E.Screen 22. Side Panel

23. AVR Mounting Bracket 32. Main Terminal Panel

24. Main Rectifier Assembly – 33. Terminal Link


Forward
34. Edging Strip
25. Main Rectifier Assembly –
35. Fan
Reverse
36. Foot Mounting Spacer
26. Varistor
37. Cap Screw
27. Dioda Forward Polarity
38. AVR Access Cover
28. Dioda Reverse Polarity
39. AVR Anti Vibration
29. Lifting Lug D.E
Mounting Assembly
30. Lifting Lug N.D.E
40. Auxiliary Terminal
31. Frame to Endbracket Adaptor Assembly
Ring

2.4 Jenis-Jenis Generator


Jenis jenis generator listrik DC berdasarkan lilitan elektromagnetnya atau
penguat eksitasinya dapat di bedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya:
1. Generator penguat terpisah, pada generator jenis ini belitan eksitasinya tidak di
hubungkan menjadi satu dengan rotor.
2. Generator shunt, pada generator shunt belitan eksitasinya terhubung paralel
dengan rotor.
3. Generator kompon, generator jenis ini mempunyai dua penguat eksitasi. Satu
penguat eksitasi adalah penguat shunt, sedangkan penguat eksitasi lain adalah
penguat seri.

2.5 Perawatan Generator Set


Perawatan Harian
1. Bersihkan badan mesin dan kawasan mesin dari sampah, debu, dan
kotoranlainnya
2. Periksa level oli, jika kurang tambahkan
Perawatan Mingguan
1. Bersihkan air filter bersihkan dengan menggunakan angin (compressor)
2. Periksa kekencangan V-belt, kencangkan bila kendor
3. Periksa accu dan kabel sambungan, perhatikan, jangan ada yang kedor atau
lepas
4. Periksa air dan kondisi radiator, baik volume air, karat dan adanya kebocoran
Perawatan Bulanan
1. Periksa kekencangan dan kondisi V-belt, jika rusak atau robek segera diganti
2. Bersihkan air filter
3. Ganti filter oli (setiap 500 jam operasi)
4. Ganti oli ( setiap 250 jam operasi)
5. Beri gemuk pada roda gila (fly wheel)
6. Bersihkan filter elemen atau fuel filter (ganti setiap 1500 jam operasi)
7. Periksa kebutuhan karet mesin (Rubber Engine Mounting)
8. Ganti air radiator (setiap 2 tahun)
9. Ganti air filter (setiap 2 tahun)
Untuk mengoptimalkan umur generator, ada beberapa hal pokok yang harus
menjadi perhatian serius. Hal ini berlaku baik generator menggunakan engine 2-tak, 4-tak
maupun engine diesel. Adapun langkah perawatan kurang lebih adalah:
 Pastikan oli mesin yang digunakan sesuai dengan kapasitas mesin, tambahkan jika oli
kurang dan ganti jika sudah cukup lama digunakan atau dapat dilihat dari kekentalan oli
mesin. Pastikan oli yang digunakan adalah oli dengan kualitas yang baik.
 Pemanasan mesin dibutuhkan bagi generator, dengan jangka waktu tergantung dari
jensis generator tersebut. Jenis generator dengan starter elektik membutuhkan pemanasan
mesin paling tidak satu minggu sekali. Ini dikarenakan generator menggunakan aki yang
membutuhkan pengisian aki yang konsisten. Terlalu lama tidak menghidupkan generator
akan menyebabkan aki kosong dan jika kita membutuhkan sewaktu-waktu tidak akan
menyala dan membuat kita harus menghidupkan dengan tarikan tuas atau sistem recoil.
Generator yang tidak menggunakan sistem elektrik starter dapat lebih lama jangka
waktunya untuk tidak menghidupkan mesin. Jangka tiga minggu sampai satu bulan tidak
menghidupkan mesin bukan lagi masalah, namun ada baiknya memanaskan tidak lebih dari
itu. Gunanya bukan lagi untuk aki, namun lebih untuk sirkualsi oli mesin dalam ruang
mesin.
 Untuk memperpanjang umur generator, gunakan generator dalam kapasitas continous
bukan kapasitas maksimumnya. Misalkan generator dengan rated current 2,0 KVA dan
Max. current 2,2 KVA sebaiknya digunakan dalam kapasitas maksimal 2,0 KVA atau
sekitar 1.600 Watt.
 Gunakan generator dengan pemberian beban bertahap. Jangan beri beban tinggi dalam
suatu masa yang sama. Misalkan dengan menghidupkan AC secara bertahap, jangan
berbarengan.

2.4 Boiler
Boiler merupakan gabungan yang kompleks dari pipa-pipa penguapan
(evaporator), pemanas lanjut (superheater), pemanas air (economizer) dan pemanas udara
(air heater). Pipa-pipa penguapan (evapurator) dan pemanas lanjut (superheater) mendapat
kalor langsung dari proses pembakaran bahan bakar, sedangkan pemanas air (economiser)
dan pemanas udara (air heater) mendapat kalor dari sisa gas hasil pembakaran sebelum
dibuang ke atmosfer.
Boiler harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Dapat menghasilkan uap dengan berat tertentu dalam waktu tertentu pula, dan
tekanannya lebih besar dari satu atmosfer.
2. Kadar air yang di hasilkan pada uap panas harus sedikit mungkit.
3. Jika memakai alat pemanas lanjut uap, maka suhu uap pada pemakaian uap yang
terakhir tidak berubah terlalu banyak.
4. Uap harus di bentuk dengan jumblah bahan bakar sehemat mungkin.
5. Jika pemakaian uap berubah-ubah, maka tekanan uap tidak boleh berubah banyak.

2.5 Komponen – Komponen Boiler


1) Drum.
Merupakan sebuah tabung yang berisi input air dan output uap setelah terjadi proses
pembakaran.
2) Evaporator.
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi untuk memanaskan air hingga berubah
menjadi uap jenuh, evapurator terdiri atas pipa-pipa air yang disusun dengan jarak sempit
agar penyerapan kalor setinggi mungkin. Pipa-pipa tersebut adalah pipa evapurator yang
berfungsi sebagai pipa penguapan yaitu merubah air menjadi uap, pipa evapurator terletak
disepanjang dinding ketel mengelilingi alat pembakar (Furnace). Air masuk ketel melewati
pipa pengatur turun (down corner) kemudian mengisi pipa evapurator dan mengalami
pemanasan oleh pembakaran bahan bakar dan air akan mendidih lalu menuju Drum ketel
oleh separator dilakukan proses pemisahan antara uap dan air. Air yang tersisa akan
disirkulasikan kembali ke pipa evapurator untuk dipanaskan kembali. Selanjutnya uap
tersebut akan dialirkan ke superheater untuk dipanaskan lebih lanjut.
3) Pemanas Lanjut (Superheater).
Pemanas lanjut atau superheater (super = lebih, heater = pemanas) ialah alat untuk
memanaskan uap basah dari boiler menjadi uap yang dipanaskan lanjut. Uap yang
dipanaskan lanjut bila digunakan untuk melakukan kerja dengan jalan ekspansi di dalam
turbin tidak akan segera mengembun, sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya
bahaya yang disebabkan terjadinya pukulan balik atau back stroke yang diakibatkan
mengembunnya uap sebelum pada waktunya sehingga menimbulkan vakum di tempat
yang tidak semestinya pada daerah ekspansi. Superheater terdiri atas 3 tingkat yaitu
Superheater I, Superheater IB dan Superheater II, kontrol temperatur menggunakan feed
water spraying (Attamperator), Attemperator I diletakkan diantara Superheater I dan
Superheater IB, Attemperator II diletakkan diantara Superheater IB dan Superheater II.
4) Economiser.
Gas buang setelah meninggalkan superheater, temperaturnya masih cukup tinggi sehingga
akan merupakan kerugian panas yang besar bila gas tersebut langsung dibuang lewat
cerobong. Gas buang yang masih panas ini dapat dimanfaatkan untuk memanasi air terlebih
dahulu sebelum dimasukkan ke dalam drum ketel, sehingga air dalam keadaan panas. Air
yang dalam keadaan panas pada saat masuk kedalam drum, dinding drum ketel tidak
mengerut sehingga drum ketel dapat lebih awet. Keuntungan lainnya adalah dengan air
yang telah dalam keadaan panas masuk ke dalam drum ketel tersebut untuk
menguapkannya di dalam furnace hanya sedikit saja dibutuhkan panas. Sehingga dengan
demikian untuk menguapkan air di dalam furnace hanya dibutuhkan sedikit bahan bakar,
sehingga pemakaian bahan bakar menjadi lebih hemat atau dengan kata lain biaya operasi
menjadi lebih ekonomis.
5) Air Heater.
Air heater adalah pemanas udara pendahuluan sebelum dimasukkan kedalam ruang bakar,
sebagai pemanas digunakan gas-gas sisa hasil pembakaran sebelum dibuang ke atmosfer.
Pemanasan udara pendahuluan sebelum dimasukkan ke ruang bakar berarti mengurangi
kebutuhan untuk menaikkan temperatur udara di dalam ruang bakar, manfaat lain dengan
memanaskan udara pembakaran terlebih dahulu adalah agar dapat mempercepat
penguapan air yang terkandung dalam bahan bakar.

6) Desuperheater.

Merupakan suatu wadah yang bertujuan agar suhu steam yang akan masuk ke Turbin sesuai
dengan suhu desainnya. Desuperheaterisasi adalah proses menurunkan suhu uap dengan
cara menginjeksikan air pendingin ke dalamny
2.6 Perawatan Boiler

Perawatan Harian
1. Periksa dan bersihkan gelas penduga
2. Periksa total pembacaan Operating Hours, Burner Operating Hours dan Burner Starting
Pulse Count
3. Periksa Boiler dan Pematik
4. Periksa Valve Blow Down, Check Valve Pompa Feed Water, Solenoid Valve bahan bakar
5. Periksa fungsi flame detector, fungsi burner regulation
6. Periksa tekanan bahan bakar
7. Bersihkan kawasan sekitar mesin

Perawatan Mingguan
1. Bersihkan tangki, pipa, dan filter bahan bakar
2. Periksa indicator tekanan bahan bakar
3. Periksa Pressure switch boiler
4. Bersihkan flame detector
5. Periksa peralatan air umpan dan siklusnya termasuk air condensate
6. Periksa fungsi dan kelancaran kran sampel air boiler

Perawatan Bulanan
1. Bersihkan tangki dan pipa bahan bakar
2. Periksa safety valve dan ruang pembakaran
3. Bersihkan ruang pembakaran, lorong flue gas dan jalur pipa api
4. Periksa water level limiter, limit switch flue gas dumper, fungsi burner limit switch
5. Periksa peralatan pematik dan pressure gauge pompa bahan bakar

Perawatan Tahunan
1. Uji kwalitas pembakaran, hidrolik tes
2. Periksa dan tes safety valve, tes kelayakan operasi
3. Periksa kondisi mortar (semen api)
4. Periksa pintu dan ruang pembakaran
5. Periksa dan bersihkan bagian dalam boiler
6. Ganti gasket mainhole dan handhole

Sebelum menjelaskan keanekaragaman boiler, perlu diketahui komponen dari boiler yang
mendukung teciptanya steam, berikut komponen-komponen boiler:

a. Furnace
Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa bagian dari furnace
siantaranya : refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue gas, charge and
discharge door.
b. Steam Drum
Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam. Steam
masih bersifat jenuh (saturated steam).
c. Superheater
Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main steam
pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri.
d. Air Heater
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara luar
yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku
pembakaran.
e. Economizer
Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari
air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru.
f. Safety valve
Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana tekanan steam
melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam.
g. Blowdown valve
Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di
dalam pipa steam.
III. ALAT DAN BAHAN

3.1.1 Alat yang digunakan

a. Generator Set (Genset)

b. Boiler

3.1.2 Bahan yang digunakan

a. Air keran

b. lap pembersih

3.2 Prosedur Kerja

Mempelajari bentuk dan susunan dari


genset dan boiler

Menguraikan genset dan boiler menjadi


bagian – bagian atau komponen kecil
terpisah satu - persatu

Membersihkan komponen/ bagian –


bagian yang kotor.

Merangkaikan kembali dan pasang


kembali genset dan boiler seperti
semula

Untuk boiler lakukan pembersihan


dengan mengalirkan air keran sampai
meluber lalu lakukan pengujian untuk
mengetahui apakah boiler dapat
menguapkan air atau tidak
IV. DATA PENGAMATAN

GENSET

FOTO DAN KETERANGANNYA YA WOOO………

Tampak Depan Tampak samping kanan Tampak samping kiri

Spesifikasi genset
Panjang = 14,8 cm
Lebar = 8,5 cm
Tinggi = 9,4 cm
12 M7L (12 V7AH / 20HR)
V. PEMBAHASAN

Genset dan boiler merupakan alat - alat untuk membangkitkan energi. Percobaan ini
praktikan mencoba untuk mempraktekan penggunaan genset dan juga dari mini boiler. Untuk
menyalakan genset diperlukan suumber energi (bahan bakar) berupa bensin. Genset memiliki
komponen yang cukup banyak (tampak luar). Tampak luar genset memiliki tanki bensin, kunci
starter, tali penarik untuk men-starter, port listrik dan juga kabel - kabel penunjang genset.
Untuk menyalakan genset pastikan bensin yang cukup dan genset harus jauh dari jangkauan
api. Genset dinyalakan dengan cara menstarter kunci starter lalu menarik tali pen-starter hingga
motor pada genset menyala. Untuk mengecek listrik yang dihasilkan genset, maka dicoba
sebuah blower untuk dinyalakan melalui genset tersebut hingga blower menyala.

Sedangkan Boiler merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menghasilkan


steam (uap) dalam berbagai keperluan. Boiler juga bisa disebut mesin konversi energi yang
mengubah air dari fase cair menjadi fase uap bertekanan tinggi. Proses perubahan fase ini
membutuhkan kalor yang besar. Kalor yang besar itu dihasilkan dari
proses pembakaran bahan bakar. Selain sumber daya alam yang semakin menipis dan
semakin mahal, boiler dengan proses pembakaran juga menimbulkan polusi udara. Saat ini
banyak sekali industri yang menggunakan boiler. Boiler-boiler tersebut menggunakan bahan
bakar untuk menghasilkan energi yang kemudian digunakan untuk memanaskan air dan
mengubah fase air menjadi uap air. Untuk memperdalam pengetahuan tentang boiler maka kita
lakukan praktikum ini.

Untuk perawatan genset dan boiler sendiri sangat perlu dilakukan agar menghindari
baik dari kerusakan maupun memperpanjang umur alat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan
untuk mengoptimalkan umur generator antara lain memastikan oli mesin yang sudah
digunakan sesuai dengan kapasitas mesin dan pemanasan mesin secara berkala dengan jangka
waktu tertentu paling tidak 1 minggu sekali. Dan begitu pun pada perawatan boiler yang
memerlukan perawatan baik perawatan harian, mingguan, bahkan tahunan agar alat dapat
bekerja dengan baik dan optimal.
VI. KESIMPULAN
.
1. Generator dan boiler merupakan alat pembangkit energi.
2. Bagian umum dari generator adalah rangka stator, stator, rotor, cincin geser dan generator
penguat. Sedangkan bagian-bagian boiler adalah Furnace, Steam Drum, Superheater, Air
Heater, Economizer, Safety Valve, dan Blowdown Valve.
3. Perawatan untuk generator dan boiler harus dilakuakan secara berkala untuk mendeteksi
terjadinya kerusakan.

VII. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. Perawatan Boiler dan Pemanas Fluida Termis. Jakarta.

Babungas. 2011. Komponen – Komponen Umum Boiler. Banjarmasin.

Nuchan. 2008. Aplikasi Boiler Pada Industri Pembangkit Listrik. Jakarta.