Anda di halaman 1dari 1

INSOMNIA

No. Dok:
SOP No. Revisi:
Tanggal terbit :
Halaman:
Di setujui oleh :
Kepala UPTD Puskesmas
Mokoditek
PUSKESMAS
MOKODITEK
Yul Djenaan
Nip. 19700606 199304 2 013

Pengertian Penatalaksanaan insomnia adalah penatalaksaan pada pasien dengan


gejala atau gangguan dalam tidur, dapat berupa kesulitan berulang untuk
mencapai tidur, atau mempertahankan tidur yang optimal, atau kualitas
tidur yang buruk.
Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanan pasien dengan Insomnia di UPTD
Puskesmas Mokoditek

Kebijakan

Referensi Permenkes RI no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi
Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer.

Langkah- langkah/ 1. Perawat memanggil pasien


Prosedur 2. Perawat menyapa pasien dengan ramah
3. Perawat mempersilahkan pasien duduk
4. Perawat melakukan anamnesa singkat untuk mengetahui keluhan
utama pasien
5. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah pasien
6. Perawat mencatat hasil pemeriksaan pasien
7. Perawat mempersilahkan pasien ke meja dokter.
8. Dokter melakukan anamnesa untuk mengetahui keluhan utama serta
anamnesis terpimpin yang meliputi sulit masuk tidur, sering
terbangun di malam hari atau mempertahankan tidur yang optimal,
atau kualitas tidur yang buruk.
9. Dokter menegakkan diagnosis insomnia.
10. Dokter menuliskan hasil anamnesis, diagnosis serta terapi kedalam
buku status pasien.
11. Dokter memberikan terapi yang dituliskan dalam resep. Adapun
terapi yg diberikan adalah lorazepam 0,5 – 2 mg atau Diazepam 2 -
5 mg pada malam hari.
12. Dokter memberikan edukasi kepada pasien berupa informasi
tentang insomnia dan dapat menghindari pemicu terjadinya
insomnia.
13. Dokter mempersilahkan pasien untuk mengambil resep di apotek.
Unit Terkait Loket, Poli umum dan apotek.

Distribusi Tata Usaha dan Poli umum.