Anda di halaman 1dari 2

RUANG RAWAT JALAN

UPTD PUSKESMAS MOKODITEK


KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA
No. Dok:
No. Revisi:
Tanggal terbit :
Halaman:
Di setujui oleh :
Kepala UPTD Puskesmas Mokoditek

KONJUNGTIVITIS

Yul Djenaan
Nip. 19700606 199304 2 013

Pengertian Penatalaksanaan konjungtivitis adalah penatalaksaan pada pasien


dengan radang konjungtiva yang dapat disebabkan oleh
mikroorganisme (virus, bakteri), iritasi atau reaksi alergi.
Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanan pasien dengan konjungtivitis di
UPTD Urusan Puskesmas Mokoditek.

Kebijakan

Referensi Permenkes RI no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis bagi
Dokter di Fasilitas Kesehatan Primer.

Langkah- langkah/ 1. Perawat memanggil pasien


Prosedur 2. Perawat menyapa pasien dengan ramah
3. Perawat mempersilahkan pasien duduk
4. Perawat melakukan anamnesa singkat untuk mengetahui keluhan
utama pasien
5. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah pasien
6. Perawat melakukan penimbangan berat badan pasien
7. Perawat mencatat hasil pemeriksaan pasien
8. Perawat mempersilahkan pasien ke meja dokter.
9. Dokter melakukan anamnesa untuk mengetahui keluhan utama
serta anamnesis terpimpin yang meliputi mata merah, rasa
mengganjal, gatal dan berair, disertai sekret.
10. Dokter melakukan pemeriksaan oftalmologi untuk menegakkan
diagnosis konjungtivitis.
11. Dokter menuliskan hasil anamnesis dan pemeriksaan oftalmologi,
diagnosis serta terapi kedalam buku status pasien.
12. Dokter memberikan terapi yang dituliskan dalam resep. Adapun
terapi yg diberikan adalah kloramfenikol tetes sebanyak 1 tetes 6
kali sehari atau salep mata 3 kali sehari selama 3 hari untuk infeksi
bakteri, flumetolon tetes mata dua kali sehari selama 2 minggu
untuk alergi, atau kloramfenikol tetes mata 0,5- 1% sebanyak 1
tetes tiap jam untuk konjungtivitis gonore, atau salep acyclovir
3% lima kali sehari selama 10 hari untuk konjungtivitis viral.
13. Dokter memberikan resep kepada pasien.
14. Dokter memberikan edukasi kepada pasien berupa informasi
bahwa konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan
sesudah membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus
mencuci tangannya bersih-bersih, tidak menggunakan handuk atau
lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya.
15. Dokter mempersilahkan pasien untuk mengambil obat di apotek.
Unit Terkait Loket , Poli Umum, Poli anak, dan apotek.

Distribusi Tata Usaha, Poli umum dan poli anak.