Anda di halaman 1dari 12

Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

Pengaruh Teknik Relaksasi Napas Dalam dan Batuk Efektif Terhadap Bersihan Jalan Napas
Pada Klien dengan TB Paru Di Ruang Al-Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura Tahun
2018

Asni Hasaini
Akper Intan Martapura
Email : asnihasaini87@gmail.com

ABSTRAK

Latar Belakang: Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh
(Mycobacterium Tubercolosa), ditularkan melalui udara saat seorang klien TB Paru batuk
yang mengandung bakteri tersebut terhirup orang lain saat bernapas. Teknik relaksasi napas
dalam merupakan aktivitas perawat untuk membersihkan sputum pada jalan napas yang
berfungsi meningkatkan mobilisasi sekresi, setelah diberikan tindakan teknik relaksasi napas
dalam dan batuk efektif dalam waktu 2 x 24 jam diharapkan klien mengalami bersihan jalan
napas efektif.
Tujuan: Apakah ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap
bersihan jalan napas pada klien TB Paru
Metode: Jenis penelitian ini Quasi Eksperimen, dengan rancangan One Group Pretest-
postest design. Populasi adalah semua Klien TB Paru dan sampel 15 orang dengan purposive
sampling.Instrument lembar ceklist dan analisa bivariat menggunakan uji McNemar.
Hasil :Ada pengaruh teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap bersihan jalan
napas pada klien TB paru p=0,006 (p< 0,05
Simpulan: Hasil analisis sebelum dan sesudah pemberian tekhnik relaksasi napas dalam dan
batuk efektif didapatkan p = 0,006 (p <0,05), maka H0 ditolak yang artinya ada pengaruh
(signifikan) antara pemberian teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif terhadap
bersihan jalan napas pada klien TB Paru

Kata kunci : Bersihan jalan napas, Teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif, TB Paru

240
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

The Influence Of Deep Breathing Relaxation Technique And Effective Cough For Airway
Clearance On Clients Of Pulmonary TB, Room Al-Hakim At Ratu Zalecha Hospital, Martapura
2018

Abstract

Backgrounds: Pulmonary Tuberculosis is an infectious disease caused by (Mycobacterium


Tubercolosa), transmitted by air when a client of TB whose lung has (contains) the bacteria
coughs, and it is inhaled by others while breathing. Deep breath relaxation technique is a
nurse activity to clean secretions on the airway which function is to increase the mobilization
of secretions, after the action of deep breathing relaxation techniques and effective cough
has given, it is expectedly that within 2 x 24 the clients will experience an effective airway
clearance.
Objective: Whether there is an influence of deep breathing relaxation technique and effective
cough for airway clearance on clients of Pulmonary TB
Method: Quasi Experiment Type of Research, with One Group Pretest-posttest design. The
population was taken from all pulmonary TB Clients, and 15 samples were taken by
purposive sampling using checklist sheet instrument and data analysis using McNemar test
Results: this study showed that clients, got significant level p = 0.006<0.05 which means that
there is an influence of deep breathing relaxation techniques and effective cough for airway
clearance on pulmonary tuberculosis clients
Conclusion: The analysis result showed that before and after the deep breathing relaxation
techniques and effective cough given, p = 0,006 (p<0.05), so Ho was rejected which means
there was an influence (significant) on the giving of deep breathing relaxation techniques and
effective cough for airway clearance on the clients with pulmonary TB.

Keywords : Deep respiratory relaxation techniques and effective coughing, Respiratory tract
clearance, Pulmonary TB

241
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

Pendahuluan 272/100.000 penduduk dan angka mortalitas

Penyakit TB paru merupakan penyakit TB Paru adalah 25/100.000 penduduk, pada

menular yang langsung disebabkan oleh tahun 2014 (Kemenkes RI,2015)

mycobacterium tuberculosa yang ditularkan Pada Sasaran Asia Tenggara dan Afrika

melalui udara (droplet nuclei) pada seorang mencapai 58% kasus. Tiga negara dengan

pasien penderita TB Paru batuk dan percikan insidensi kasus terbanyak tahun 2015 yaitu di

ludah yang mengandung bakteri tersebut Indian (23%), indonesia (10%)dan Cina

terhirup oleh orang lain saat bernapas (Sasono (10%). Indonesia sekarang berada pada

Mardiono, 2013. Penderita TB Paru akan rangking kedua negara dengan beban TB

mengalami tanda dan gejala seperti tertinggi di dunia.

berkurangnya berat badan, demam, keringat Sumatera barat merupakan salah satu

malam, mudah lelah, kehilangan nafsu provensi di Indonesia yang angka kejadian

makan, batuk, sputum berdarah, nyeri dada TB Parunya cukup tinggi. Berdasarkan data

dan sesak napas. yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar

Sampai saat ini TB paru masih menjadi (RISKESDAS) pada tahun 2013, angka

masalah kesehatan yang utama di negara kejadian TB Paru di Sumatra barat adalah

dunia. Berdasarkan Global Tubercolosis 0,2%. Angka kejadian TB Paru di Sumatra

Report tahun 2015, TB sekarang berada pada barat terus mengalami peningkatan setiap

peringkat yang sama dengan penyakit akibat tahunnya yaitu pada tahun 2007 sebanyak

Human Immunodefeciency Virus (HIV) 3660 kasus, tahun 2008 sebanyak 3896 kasus,

sebagai penyakit infeksi paling mematikan di tahun 2009 sebanyak 3914 kasus, dan pada

dunia dengan menyebutkan terdapat 9,6 juta tahun 2010 ditemukan sebanyak 3926 kasus

kasus TB. Sedangkan menurut WHO Global yang tersebar dalam 19 kabupaten/kota dalam

Report 2014, angka insiden TB Paru tahun Provinsi Sumatra barat termasuk Kota

2014 adalah 183/100.000 penduduk Padang. (RISKESDAS, 2013)

sedangkan angka prevalensi TB Paru adalah

242
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

Provinsi Kalimantan selatan pasien dengan TB Paru mengalami keluhan

merupakan salah satu provinsi di Indonesia batuk dan sulit untuk mengeluarkan dahak,

yang memiliki CNR kasus TB paru yang serta kesulitan dalam bernapas dan 8 orang

cukup tinggi sebesar 130 per 100.000 (80%) mengatakan tidak paham dan belum

penduduk, menduduki urutanke 14 dari semua pernah melakukan tehnik untuk mengeluarkan

provinsi di Indonesia pada tahun 2015. dahak, hanya sering dilakukan tindakan

Berdasarkan data yang didapatkan dari dinas penguapan, sedangkan 2 orang (20%)

kesehatan provinsi Kalimantan selatan mengatakan dalam mengeluarkan dahak

didapatkan suspek yang ditemukan ada menggunakan tehnik batuk efektif yang

28.620 orang, yang sudah terkena TB Paru diajarkan perawat dan cara tersebut

BTA+ ada 3.328 0rang dan yang paling membantu mereka dalam mengeluarkan

banyak dikalimantan selatan kejadian TB paru dahak di pagi hari.

yang memiliki peringkat pertama yaitu Batuk terjadi karena adanya iritasi pada

dikabupaten Banjarmasin yaitu yang sudah bronkus. Batuk ini diperlukan untuk

positif terkena TB paruada 697 orang dan di membuang produk-produk radang keluar.

kabupaten banjar di peringkat keduaya itu Karena terlibatnya bronkus pada setiap

berjumlah 450 orang yang positif terkena TB penyakit tidak sama, mungkin saja batuk baru

Paru. (DINKES,2012) ada setelah penyakit berkembang dalam

Berdasarkan data yang diambil dari jaringan paru yakni setelah berminggu-

rekam medic RSUD Ratu Zalecha Martapura minggu atau berbulan-bulan peradangan

tahun 2017, pada bulan mei sampai bulan bermula. Sifat batuk dimulai dari batuk kering

oktober terdapat 441 pasien (27,63%) dari kemudian setelah timbul peradangan menjadi

1596 pasien dengan diagnose TB Paru. Dari produktif (menghasilkan sputum). Tetapi

hasil study pendahuluan yang dilakukan pada kadang-kadang tidak mudah untuk

10 orang dengan menggunakan metode mengeluarkan sputum sehingga dapat

wawancara di dapatkan 10 orang (100%)

243
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

menyebabkan bersihan jalan napas tidak pendekatan ini adalah mengungkapkan

efektif (Yuliati Ali, 2013). hubungan sebab akibat dengan cara

Akibat adanya penumpukan sputum ini melibatkan suatu subjek. Populasi dalam

adalah pernapasan cuping hudung, penelitian ini adalah klien yang terdiagnosa

peningkatan respiratory rate, dypsneu, timbul TB Paru di Ruang Al-Hakim RSUD Ratu

suara krekels saat di auskultasi, dan kesulitan Zalecha Martapura sebanyak 73 responden,

bernapas. Kesulitan bernapas akan sampel dalam penelitian ini berjumlah 15

menghambat pemenuhan suplai oksigen orang responden. Teknik pengumpulan

dalam tubuh akan membuat kematian sel, sampel menggunakan purposive sampling.

hipoksemia dan penurunan kesadaran Kriteria inklusi adalah: 1) Klien yang bersedia

sehingga dapat menga-kibatkan kematian menjadi responden, 2) Klien yang di rawat di

apabila tidak ditangani. (Sari, 2016) ruang Al Hakim (paru) RSUD Ratu Zalecha

Upaya yang dapat dilakukan untuk Martapura, 3) 6-8 jam setelah pemberian obat

menangani bersihan jalan napas tidak efektif ekspektoran (pengencer dahak), 4) Klien yang

dengan cara memberikan tindakan teknik di diagnosis penyakit TB paru dan penyakit

relaksasi napas dalam dan batuk efektif untuk system respirasi lainnya. Variabel dalam

membantu klien mengeluarkan dahak, karena penelitian ini variabel independen pada adalah

teknik relaksasi ini dimana klien dapat tekhnik relaksasi nafas dalam dan batuk

menghemat energi sehingga klien tidak efektif. Variabel dependen pada yang adalah

mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak kebersihan jalan nafas. Instumen yang

secara maksimal. (Apriyadi, 2013). digunakan adalah lembar ceklist dan

Bahan Dan Metode intervensi dilakukan selama 2 hari.

Desain penelitian yang digunakan

adalah metode eksperimental yang

menggunakan pendekatan atau rancangan

one-group pre-post test design dimana

244
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

Hasil Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura

Data Karakteristik Responden tahun 2018


Tabel 3. Bersihan jalan napas pada klien TB Paru sebelum diberikan
1) Jenis kelamin teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif di ruang Al-
Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2018.
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan jenis kelamin
Jenis Frekuensi Presentase Bersihan Jalan Napas Frekuensi Prosentase
kelamin
Laki-laki 10 orang 66,7 Efektif 1 6,7 %
Perempuan 5 orang 33,3 Tidak efektik 14 93,34 %
Total 15 orang 100
(Sumber: data primer) Total 15 100 %
Sumber : Data Primer, 2018

Berdasarkan hasil tabel 1 didapatkan


Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa
mayoritas jenis kelamin tergolong laki-
mayoritas responden mengalami bersihan
laki berjumlah 10 orang (66,7%).
jalan napas tidak efektif sebesar 14 orang
2) Umur
(93,34%).
Tabel 2. Distribusi frekuensi berdasarkan umur
Mean/ rata-rata 52 tahun 2) Bersihan jalan napas pada klien TB Paru
Nilai maksimum 60 tahun
Nilai minimum 41 tahun
(Sumber: Data primer).
sesudah diberikan teknik relaksasi napas

Berdasarkan hasil tabel 2 didapatkan dalam dan batuk efektif di ruang Al-

rata-rata umur pada penelitian ini berumur Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura

52 tahun, umur tertinggi adalah 60 tahun tahun 2018.

Tabel 4. Bersihan jalan napas pada klien TB Paru sesudah diberikan


dan umur terendah berumur 41 tahun. teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif di ruang Al-
Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2018.

Bersihan jalan napas pada klien TB Bersihan Jalan Napas Frekuensi Prosentase

Efektif 11 73,34 %
Paru sebelum diberikan teknik relaksasi
Tidak efektif 4 26,7 %
napas dalam dan batuk efektif di ruang Al- Total 15 100

Sumber : Data Primer, 2018


Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura
Berdasarkan tabel 4 dilihat bahwa mayoritas
tahun 2018.
responden mengalami jalan napas efektif
Data Khusus Responden
setelah dilakukan tindakan keperawatan
1) Bersihan jalan napas pada klien TB Paru
teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif
sesudah diberikan teknik relaksasi napas
sebesar 11 orang (73,34%).
dalam dan batuk efektif di ruang Al-

245
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

3) Hasil analisis sebelum dan sesudah jalan napas tidak efektif sebesar 93,34%.

pemberian tekhnik relaksasi napas dalam Hampir seluruh responden di Ruang Al-

dan batuk efektif terhadap bersihan jalan Hakim RSUD Ratu Zalecha mengalami

nafas pada klien TB Paru di Ruang Al- ketidakefektifan bersihan jalan nafas sebelum

Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura dilakukan latihan nafas dalam dan batuk efektif,

tahun 2018 hal ini di karenakan selama ini penanganan

Tabel 5. Hasil analisis sebelum dan sesudah pasien TB Paru hanya dilakukan pengelolaan
pemberian tekhnik relaksasi napas
dalam dan batuk efektif terhadap umum dengan pemberian terapi farmakologi
bersihan jalan nafas pada klien TB Paru
di Ruang Al-Hakim RSUD Ratu dan belum pernah dilakukan terapi non
Zalecha Martapura tahun 2018.
farmakologi (rehabilitasi atau fisioterapi)
Bersihan Jalan Napas p Value α
untuk membantu pengeluaran sekret, karena
Uji Mc Nemar 0,006 0,05
Sumber : Data Primer, 2018
obat-obatan hanya berfungsi untuk
Berdasarkan tabel 4.3. Hasil uji statistic
mengurangi produksi lendir tidak untuk
dengan menggunakan uji Mc Nemar di
membantu pengeluaran sekret. Karena itu
peroleh nilai signifikan sebesar p = 0,006 (p
selain dilakukan pengelolaan umum penting
< 0,05), berarti H0 ditolak yang artinya ada
juga dilakukan pengelolaan khusus untuk
pengaruh (signifikan) antara pemberian teknik
membantu mempercepat menangani
relaksasi napas dalam dan batuk efektif
ketidakefektifan bersihan jalan nafas.
terhadap bersihan jalan napas pada klien TB
Menurut Perry & Potter (2005)
Paru di Ruang Al-Hakim RSUD Ratu Zalecha
ketidakefektifan besihan jalan nafas
Martapura tahun 2018.
merupakan keaadaan individu tidak mampu
Pembahasan
mengeluarkan sekresi atau obstruksi dari
Bersihan Jalan Napas Sebelum Di Berikan
saluran nafas untuk mempertahankan
Tindakan Teknik Relaksasi Napas Dalam Dan
kepatenan jalan nafas.
Batuk Efektif

Bardasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa

mayoritas responden mengalami bersihan

246
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

Bersihan jalan napas sesudah di berikan menurun sehingga dalam pelaksanaan latihan

tindakan teknik relaksasi napas dalam dan nafas dalam dan batuk efektif sputum tidak

batuk efektif bisa keluar secara maksimal. Rata - rata usia

Berdasarkan tabel 4 dilihat bahwa responden yaitu 52 tahun dimana dengan

mayoritas responden mengalami jalan napas proses aging akan terdapat kelemahan pada

efektif 11 sebesar 73,34 setelah dilakukan otot - otot pernafasan sehingga latihan nafas

tindakan keperawatan teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif kurang maksimal

dalam dan batuk efektif dan dilakukan selama dilaksanakan.

2 hari . Menurut Kozier (2005) ketidakefektifan

Hampir setengah responden di Ruang Al- bersihan jalan nafas adalah ketidakmampuan

Hakim RSUD Ratu Zalecha Martapura bersihan membersihkan sekret atau sumbatan dari

jalan nafas menjadi efektif sesudah dilakukan saluran pernafasan untuk mempertahankan
latihan nafas dalam dan batuk efektif hal ini kebersihan jalan nafas.
dikarenakan batuk dan nafas dalam dengan cara Kontra indikasi mempertahanan
yang benar pasien dapat menghemat energi
kelembapan udara inspirasi adekuat,
sehingga tidak mudah lelah dan dapat
merencanakan periode istirahat, menghisap
mengeluarkan dahak secara maksimal oleh
sekret dari jalan nafas sesuai kebutuhan,
karena itu selain terapi farmakologi penting
memberikan lingkungan yang lembab.
sekali kita melakukan pengelolaan khusus
Menurut Jenkins (2006) batuk efektif
dengan latihan nafas dalam dan batuk efektif
dan nafas dalam merupakan teknik batuk
dalam melaksanakan asuhan keperawatan
efektif yang menekankan inspirasi maksimal
setiap hari untuk membantu pengeluaran
yang di mulai dari ekspirasi, yang bertujuan:
sekret dari jalan nafas. Sebanyak 4 pasien
merangsang terbukanya system kolateral,
masih didapatkan bersihan jalan nafas tidak
meningkatkan distribusi ventilasi,
efektif hal ini disebabkan faktor usia dimana
meningkatkan volume paru, memfasilitasi
semakin tua maka akan terjadi penurunan
pembersihan saluran nafas.
fisik yang menyebabkan fungsi paru juga

247
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

Menurut Perry & Potter (2005) untuk membuang produk-produk radang,

instruksikan kepada pasien tentang batuk dan karena terlibatnya bronkus pada setiap

teknik nafas dalam untuk memudahkan penyakit yang tidak sama, mungkin saja

pengeluaran sekret. Klien yang mengalami penyakit baru ada setelah penyakit

penyakit pulmonal kronik, infeksi saluran berkembang dalam jaringan paru yakni

nafas atas, dan infeksi saluran nafas bawah setelah berminggu-minggu sampai berbulan-

harus di dorong untuk nafas dalam dan batuk bulan peradangan bermula. Sifat batuk

sekurang-kurangnya setiap dua jam terjaga. dimulai dari batuk kering kemudian setelah

Klien yang memiliki sputum dalam jumlah timbul peradagan menjadi produktif

besar harus didorong untuk batuk setiap jam (menghasilkan sputum).tetapi kadang-kadang

saat terjaga dan setiap dua jam sampai tiga tidak mudah mengeluarkan sputum klien di

jam saat tidur sampai fase akut produksi anjurkan untuk menggunakan teknik relaksasi

lendir berakhir. nafas dalam dan batuk efektif mempermudah

Bersihan jalan napas efektif yang terjadi pengeluaran sputum.

pada klien yang di beri tindakan keperawatan Teknik napas dalam dan batuk efektif

teknik relaksasi napas dalam dan batuk efektif merupakan teknik batuk efektif yang menekan

karena teknik ini merupakan teknik yang inspirasi maksimal yang di mulai dari

bertujuan untuk membantu mengeluarkan ekspirasi yang bertujuan untuk merangsang

sputum dengan cepat dan efektif, karena terbukanya system kolateral, meningkatkan

teknik ini dapat dilakukan dimana saja dan distribusi ventilasi, dan meningkatkan volume

kapan saja dan untuk klien yang mengalami paru memfasilitasi pembersihan saluran napas

sumbatan jalan napas dapat menggunakan sehingga bersihan jalan napas tidak efektif

cara ini agar jalan napas kembali bersih atau dapat menggunakan cara teknik relaksasi

tidak ada sputum. napas dalam dan batuk efektif ini. Dan juga

Hal ini seiring dengan (Yuliati Ali,2015) apabila ingin lebih efektif lagi teknik relaksasi

yang mengatakan bahwa batuk ini diperlukan napas dalam ini dapat dilakukan selama 2-3

248
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

jam setelah bangun tidur pada pagi hari dan nafas dalam dan batuk efektif dikarenakan

juga teknik relaksasi napas dalam ini dapat dengan latihan nafas dalam dan batuk efektif

dilakukan selama 2 hari berturut-turut agar dapat merangsang terbukanya sistem kolateral

bersihan jalan napas dapat efektif secara dan meningkatkan volume paru sehingga

maksimal (Mardiono, 2013). dapat memfasilitasi pengeluaran sekret. Maka

Analisis pengaruh sebelum dan sesudah dari itu kemauan dan kesadaran tenaga

pemberian tekhnik relaksasi napas dalam dan kesehatan sangat di perlukan dalam

batuk efektif terhadap bersihan jalan nafas melakukan asuhan keperawatan. Akan tetapi

pada klien TB Paru di Ruang Al-Hakim faktor usia juga berpengaruh terutama pada

RSUD Ratu Zalecha Martapura tahun 2018. usia lanjut, hal ini dikarenakan orang yang

Berdasarkan tabel 5 Hasil uji statistis lebih tua kondisi fisiknya sudah mulai

dengan menggunakan uji McNemar diperoleh menurun sehingga dalam pelaksanaan latihan

nilai signifikan sebesar p = 0,006 (p = 0,05), nafas dalam dan batuk efektif juga kurang

maka H0 ditolak yang artinya ada pengaruh maksimal yang berpengaruh pada

(signifikan) antara pemberian teknik relaksasi pengeluaran sputum.

napas dalam dan batuk efektif terhadap Menurut Judith & Nancy (2013)

bersihan jalan napas pada klien TB Paru di ketidakefektifan pembersihan jalan nafas

Ruang Al-Hakim RSUD Ratu Zalecha adalah ketidakmampuan untuk membersihkan

Martapura Tahun 2018. sekret atau obstruksi saluran nafas guna

Hal ini dikarenakan pada pasien TB mempertahankan jalan nafas yang bersih.

Paru sebelum dilakukan latihan nafas dalam Hal tersebut dikarenakan teknik

dan batuk efektif mukus yang berlebihan akan relaksasi napas dalam dan batuk efektif sangat

tertimbun pada saluran pernafasan sehingga efektif untuk membantu pengeluaran sputum

proses normal pembersihan tidak efektif lagi pada klien yang mengalami bersihan jalan

oleh karena itu selain pemberian terapi napas tidak efektif, karena teknik relaksasi

farmakologi, penting juga dilakukan latihan napas dalam ini merupakan teknik yeng benar

249
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

untuk pengeluaran sputum yang berfungi Bersihan jalan napas sebelum

untuk membuka diafragma pada paru-paru diberikan teknik relaksasi napas dalam dan

sehingga dapat membuka jalan napas dan batuk efektif mayoritas mengalami bersihan

mempermudah pengeluaran sputum secara jalan napas tidak efektif sebesar 93,34%

maksimal dan juga teknik relaksasi napas Bersihan jalan napas sesudah diberikan teknik

dalam ini sangat mudah dipahami oleh relaksasi napas dalam dan batuk efektif

responden dan membuat responden lebih mayoritas mengalami jalan napas efektif

nyaman setelah diberikan teknik relaksasi sebesar 73,34%. Hasil analisis sebelum dan

napas dalam dan batuk efektif sehingga klien sesudah pemberian tekhnik relaksasi napas

mau melaksanskan sesuai dengan prosedur dalam dan batuk efektif didapatkan p = 0,006

yang telah dijelaskan oleh peneliti. (p < 0,05), maka H0 ditolak yang artinya ada

Hal tersebut seiring dengan penelitian pengaruh (signifikan) antara pemberian teknik

(Sasono, 2013) bahwa teknik relaksasi napas relaksasi napas dalam dan batuk efektif

dalam dan batuk efektif ini adalah bernapas terhadap bersihan jalan napas pada klien TB

secara perlahan dan menggunakan diafragma. Paru di Ruang Al-Hakim RSUD Ratu Zalecha

Sehingga memungkinkan abdomen terangkat Martapura tahun 2018.

perlahan dan dada mengembang penuh.

Teknik relaksasi napas dalam dan batuk Daftar Pustaka

efektif ini berfungsi untuk mencapai ventilasi Alie, Yuliati (2013) Pengaruh Batuk Efektif
Terhadap Pengeluaran Sputum pada
yang lebih terkontrol dan efisien serta untuk pasien Tuberkolosis di Puskesmas
Pterongan Kabupaten Jombang.
mengurangi kerja bernapas. Meningkatkan
Amin Huda Nurarif dan Hardhi Kusuma,
inflasi alveolar maksimal, meningkatkan (2015) Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosis Medisdan
relaksasi otot dan juga teknik relaksasi napas Nanda NIC-NOC. Mediaction
Publishing
dalam dan batuk efektif ini berfungsi sebagai
DINKES (2014) Strategi Pengendalian
meningkatkan mobilisasi sekresi sehingga penyakit TB paru

sputum mudah dikeluarkan dari jalan napas. Fauzi, Luthfi, Farida (2014) Pemberian terapi
batuk efektif dalam pengeluaran sputum

250
Dinamika Kesehatan, Vol 9 No. 2 Desember 2018 Asni Hasaini Pengalaman Pengaruh Teknik ….

pada asuhan keperawatan Tn. S dengan Nursalam (2008) Konsep dan Penerapan
PPOK di ruang Bughenvil RSUD Dr. Metodologi Penelitian Ilmu
Soediran Mangun Somarso Wonogiri. Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Irman, Somantri (2009) Asuhan Keperawatan Praya, Nala, Praya (2017) Upaya kebersihan
pada Klien dengan Gangguan Sistem jalan napas pada pasien post op anterior
Pernafasan, Edisi 2. Jakarta: Salemba stabilisasi spodilitis tuberkolosis.
Medika
Purnami, Ika, Retnaning (2015) Pemberian
Jenkins (2006) Panduan Latihan Nafas Dalam batuk efektif terhadap pengeluaran
dan Batuk Efektif. dahak pada asuhan keperawatan pada
(http://www.latihannafasdalamdanbatuke Tn D dengan asma bronchial di inhalasi
fektif.ac.id), diakses tanggal 25 gawat darurat rumah sakit Dr.
November 2013. Moawardi suwakarta

Judith & Nancy (2013) Buku Saku Diagnosis Sari, Purnama, Dewi, (2016) Upaya
Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Mempertahankan bersihan Jalan Napas
Kedokteran EGC. dengan Fisioterapi Dada pada Anak
Pneumoni.
Kozier (2005) Fundamental Keperawatan.
Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC. Silalahi, uli, Dami, Tiur (2014) Latihan batuk
efektif dalam mengatasi masalah
Kementerian Kesehatan REPUBLIK bersihan jalan napas pada pasien
INDONESIA Direktorat Jenderal tuberkolosis.
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan
Lingkungan 2011. Supraba, Rahmawati, Yulia (2016) Upaya
Meningkatkan bersihan Jalan Nafas
pada pasien Paru Obtruktif Kronik di
LeMoni, Pricilla (2017) Buku ajar keperawatan RSUD dr. Soehadi Prijonogoro.
medical bedah: gangguan respirasi /
Priscilla LeMoni, Karen M. Burke, Wahit Iqbal Mubarak (2007). Buku ajar
Gerene Bauldoff; alih bahasa. Wuri kebutuhan dasar manusia: teori &
Praptiani; editor edisi bahasa Indonesia, aplikasi dalamp raktik/ oleh Wahit
Ayu Linda – Jakarta: EGC Iqbal Mubarak, Nurul Chayatin.
Jakarta: EGC.
Mardiono, Sasono, 2013 Pengaruh Latihan
Batuk Efektif Terhadap Frekuensi Wibowo, Arif, 2016. Upaya penanganan
Pernafasan Pasien TB Paru Di Inhalasi bersihan jalan napas pada pasien
Rawat Inap Penyakit Dalam Rumah tuberkolosis
Sakit Pelabuhan Palembang. Jurnal
Harapan Bangsa, Vol.1 No.2

Mutaqin Arif (2008) Buku Ajar Asuhan


Keperawatan klien dengan Gangguan
Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba
Medika.

M. Sopiyudin dahlan (2011). Statistik untuk


Kedokteran dan kesehatan. Jakarta:
Salemba medika

251