Anda di halaman 1dari 19

MOMEN KELEMBAMAM

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Benda tegar merupakan keadaan suatu benda untuk

mempertahankan keadaan bentuknya ketika mendapat gaya dari luar. Setiap

benda tegar akan memiliki momen inersia yang berbeda-beda bergantung

terhadadap bendanya masing-masing. Momen inersia adalah ukuran

kelembaman suatu benda untuk yang berputar atau berotasi pada porosnya

(sumbu putarnya).

Amnirullah (2015) menyatakan bahwa rotasi adalah perputaran

semua titik pada benda yang bergerak mengitari sumbu atau poros benda

tersebut, dimana sebuah benda tegar (kaku dan homogen) yang berputar

terhadap suatu sumbu akan tetap diam dalam ruang sehingga tidak ada

energi kinetik yang berkaitan dengan gerak translasi. Abd Jalil Mochlas dan

Dzulkiflih (2016) menuliskan dalam jurnalnya bahwa momen inersia sistem

suatu benda tegar adalah gabungan dari momen inersia alat dan momen

inersia benda, dimana momen inersia alat dapat diperoleh dari perhitungan

matematis bahan yang digunakann.

Setiap benda tegar akan memiliki ukuran kelembaman yang

berbeda-beda dalam berotasi. Ketika sebuah benda tegar berotasi terhadap

sumbu putarnya, maka pada benda tersebut akan memiliki kecepatan linear

dan percepatan linear yang berbeda-beda pada setiap bagiannya. Sehingga,

pada benda tegar yang berotasZi akan memiliki gerak yang tidak dapat
18
dinyatakan sebagai satu model partikel. Hal tersebut disebabkan pada

masing- masing partikelnya mempunyai kecepatan dan percepatan

linearnya sendiri. Pada setiap benda memiliki pusat massa yang berbeda-

beda sehingga menyebabkan besar momen inersianya juga berbeda antara

satu bentuk benda dengan bentuk benda yang lainnya.

Berdasarkan uraian diatas mengenai perbedaan nilai momen inersia

suatu benda tegar, maka dilakukan praktikum pada Percobaan Momen

Kelembamaan ini untuk membuktikan kebenaran dari teori momen inersia

pada berbagai benda tegar serta mengetahui ukuran kelembaman berbagai

benda tegar.

2. Tujuan Percobaan

Tujuan yang ingin dicapai pada percobaan Momen kelembaman

adalah untuk:

1. Menentukan momen inersia beberapa benda tegar.

2. Menentukan titik pusat massa dan jari-jari girasi beberapa bentuk

benda.

19
B. LANDASAN TEORI

Menurut Banjarnahor, 2012. Momen inersia adalah ukuran

kelembaman suatu untuk untuk berotasi pada porosnya. Momen inersia juga

disebut sebagai besaran pada gerak rotasi yang analog dengan massa pada

gerak translasi. Menurut Giancoli, 2012. Silinder pejal tanpa rongga yaitu ½ ,

akan tetapi berbeda dari jari-jari. Silinder pejal hanya memiliki 1 besar jari-jari

tanpa jari-jari dalam (Churni, 2018).

Sebuah partikel bermassa m berotasi terhadap suatu titik dengan

kecepatan sudut w. Jarak partikel dengan titik (-) adalah r. Tenaga kinetik

dirumuskan sebagai

E ktot  1 mr 2 w 2  1 Iw 2 ………..……………..……………(3.2)
2 2

Dengan I adalah momen kelembaman untuk partikel tersebut momen

kelembamannya terhadap titik (-) adalah

I  mr 2 ……...….……….……………………………………(3.3)

Untuk sistem N partikel tenaga kinetik total adalah

E ktor  1
2
m r  m r  ...  m r Iw   12 …………....(3.3)
11
2
2 2
2
H N
2

Dengan momen kelembaman terhadap titik (-) dirumuskan sebagai

N
I   m N rN ………………………………...………………...(3.4)
2

11

(Anugraha, 2018).

20
Rancangan alat eksperimen sederhana ini berkerja ketika alat berotasi yang

dipengaruhi oleh gerak tranlasi (GLBB) beban digantung dengan percepatan

dianggap konstan dapat menentukan momen inersia sistem. Momen inersia sistem

adalah gabungan dan momen inersia alat dan momen inersia benda (Is = Ia + Ib).

berdasarkan hubungan tersebut maka momen alat dapat diketahui dan secara tidak

langsung pengungsian voli diatas dan rehabilitas alat eksperimen juga dapat

dilakukan (Mochlas, 2016).

Benda tegar merupakan benda yang ikatan antar atomnya kuat, sehingga

tidak terjadi gerak relatif antar atom. Ciri utama benda tegar adalah bentuk bendah

tidak berubah meskipun benda tersebut dikenai gaya, sepertingaya tekan, gaya

gesek dan sebagainya. Contoh benda tegar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu

silinder pejal, bola pejal, kerucut pejal, piringan pejal, dan lain sebagainya. Salah

satu besaran yang penting yang dimiliki oleh benda tegar adalah momen inersia.

Momen inersia sebuah benda khususnya yang memiliki bentuk tidak tetatur lebih

mudah ditentukan terhadap sumbu yang melalui pusat massa. Penentuan dapat

dilakukan dengan cara eksperimen, salah satunya dengan menggunakan dalil

sumbu sejajar. Jika momen inersia terhadap sumbu pusat massa diketahui, maka

momen inersia pada sembarang sumbu yang sejajar dengan sumbu pusat massa

dapat ditentukan. Besaran yang perlu diketahui adalah massa benda dan jarak antara

dua dua sumbu yang sejajar. Jika diketahui momen inersia terhadap sumbu pusat

massa adalah I PM maka momen inersia bermassa m pada sembarang sumbu pusat

massa dan sejajar yang berjarak D dari sumbu pusat massa memenuhi

I  I PM  mD 2 .................................................................................(3.5)

21
Dalil sumbu sejajar dapat dibuktikan dengan mudah secara integral, yaitu

I PM   X 2 dm ................................................................................(3.6)

Dengan I PM adalah momen inersia pusat massa. Momen inersia sejumlah benda

yang memiliki bentuk simetri dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Momen Inersia Sejumlah Benda Tegar yang memiliki bentuk simetri
No. Benda Tegar Momen inersia

1. I  MR 2

I  M ( R1  R2 )
2 2
2.

1
3. I MR 2
2

4. I  M (a 2  b 2 )

2
5. I MR 2
5

22
2
6. I MR 2
3

1
7. I ML2
12

(Abdullah, 2016).

Rotasi adalah perputaran semua titik pada benda yang bergerak

mengitari sumbu atau poros benda tersebut. Sebuah benda tegar (kaku dan

homogen) berputar terhadap suatu sumbu akan tetap diam dalam ruang sehingga

tidak ada energi kinetik, yang berkaitan dengan gerak translasi pada benda diartikan

sebagai benda dengan bentuk tertentu yang tidak berubah benda, sehingga partikel-

partikel pembentuknya berada pada posisi yang tetap relatif satu sama lain,

sehingga ketika benda berotasi, masing-masing partikel penyusun benda tersebut

bergerak dalam ruang mengikuti lintasan lingkaran. Terdapat energi yang berkaitan

dengan rotasi benda tegar dan momentum sudut. Dalam topik rotasi terhadap

besaran baru yang tidak terdapat dalam gerak translasi, diantaranya momen inersia,

torka, kecepatan sudut, serta energi benda yang berotasi pada sebuah sumbu

dikatakan memiliki energi kinetik rotasi (Amnirullah, 2015).

23
C. METODE PRAKTIKUM

1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan momen

kelembaman dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1 Alat dan Bahan Percobaan Momen Kelembaman


No. Alat dan bahan Fungsi
1. Bola pejal Sebagai objek pengamatan
2. Silinder pejal Sebagai objek pengamatan
3. Piringan pejal Sebagai objek pengamatan
4. Kerucut pejal Sebagai 0bjek pengamatan
Untuk mengukur diameter benda tegar
5. Jangka sorong (bola pejal, silinder pejal, piringan
pejal, dan kerucut pejal)
Untuk menghitung waktu (periode
6. Timer counter AT-10 yang dilakukan benda selama
berosilasi)
7. Beban Sebagai objek pengamatan
8. Tali Untuk menggantungkan beban
Untuk mengikat benda lalu dikaitkan
9. Neraca digital
pegas spiral
Untuk mengukur massa benda (bola
10. Momen inersia aparatus pejal, silinder pejal, piringan pejal, dan
kerucut pejal)
11. Statif Sebagai alat penyangga
12. Penjepit statif Untuk menjepit batang statif

24
2. Prosedur kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada percobaan momen kelembaman

adalah sebagai berikut.

a) Penentuan konstanta pegas spiral atau momen inersia

(1) Menyiapakan alat dan bahan yang akan digunakan.

(2) Meletakkan satu set momen inersia apparatus dengan memposisikan

diujung meja agar beban dapat digunakan.

(3) Mengikat beban dengan massa 0,02 kg dengan menggantungkannta pada

alat momen inersia dengan menggunakan tali.

(4) Melilitkan tali yang telah dikaitkan dengan beban pada momen inersia

seperti pada Gambar 3.2 berikut

Gambar 3.2 Rangkaian Alat dan Bahan


Pada Penentuan Konstanta
Pegas Spiral

(5) Mengatur posisi diangka nol dengan cara mengangkat beban yang yang

telah dililitkan pada alat jarumnya tepat pada posisi nirmal.

(6) Meletakkan beban secara perlahan dengan mengamati perubahan angka

pada jarum kemudian mencatat hasil yang diperoleh pada tabel data

pengamatan.
25
(7) Mengulangi langkah 5 sampai 6 dengam massa beban 0,025 kg, dan 0,05

kg.

b) Menentukan momen kelembaman alat momen inesia diri

Perlakuan untuk penentuan momen inersia kelembaman alat momen

inersia diri adalah sebagai berikut.

(1) Menyiapkan alat-alat yang akan dugunakan.

(2) Menghubungkan timer counter pada sumber tegangan.

(3) Mnghubungkan salah satu statif dan momen inersia apparatus pada timer

counter AT-10.

(4) Mengukur timer counter di mode AT-10 kemudian mengatur getaran

momen inersia ditombol CH-OVER sampai empat kali getaran.

(5) Mengukur jarum pada sudut 270° dengan satu kali putaran, kemudian

dilepaskan dengan posisi jarum 0°.

(6) Mengulangi langkah 4 sampai 5 sebanyak lima kali dengan selalu

menormalkan alat pada posisi semula.

26
c) Menentukan momen inersia berbagai benda tegar

Perlakuan untuk menentukan momen inersia sebgai benda tegar

adalah sebagai berikut.

(1) Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

(2) Mengulangi langkah (b-4) sampai (b-5) dan meletakkan satu persatu

benda tegar diatasnya secara bergantian masing-masing sebanyak

lima kali putaran.

(3) Menurut hasil yang diperoleh pada Tabel data pengamatan

D. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil

a. Data Pengamatan

Data pengamatan yang diperoleh pada percobaan momen

kelembaman adalah sebagai berikut.

1) Menentukan konstanta pegas spiral atau momen inersia

Data pengamatan yang diperoleh dari percobaan penentuan

konstanta pegas spiral dapat dilihat pada Tabel 3.2 berikut.

Tabel 3.2 Data Pengamatan Penentuan Konstanta Pegas Spiral Atau


Momen Inersia.
m
No θ1 (°) θ2 (°) θ3 (°) θrat (°) θrad (°) R (m)
(kg)
1 0,02 8 7 8 7,667 0,133741 0,4415
2 0,025 10 10 10 10 0,1744444 0,4415
3 0,05 23 24 25 24 0,410667 0,4415

27
2) Menentukan momen kelembaman alat momen inersia diri

Data pengamatan yang diperoleh dari percobaan penentuan momen

kelembaman alat momen inersia diri dapat dilihat pada Tabel 3.3 berikut.

Tabel 3.3 Data Pengamatan Penentuan Momen Inersia Berbagai Benda Tegar
Waktu untuk 4 kali osilasi Trat T
Θ
t2(s) t2 (s) t2 (s) t2 (s) t2 (s) (s) (s)
270 1,479 1,481 1,461 1,442 1,446 1,4618 0,36545

3) Menentukan momen inersia berbagai benda tegar

Data pengamatan yang diperoleh dri percobaan penentuan momen

inersia berbagai benda tegar dapat dilihat pada Tabel 3.4 berikut.

Tabel 3.4 Data Pengamatan Penentuan Momen Inersia Berbagai Benda Tegar
M I Waktu untuk 4 kali osilasi trat T
No. Benda
(kg) (m) t1(s) t2(s) t3(s) t4(s) t5(s) (s) (s)
Bola
1. 0,308 0,06 3,58 3,52 3,60 3,63 3,50 3,084 0,8959
pejal
Silinder
2. 0,494 0,04 2,97 2,97 2,98 2,96 3,00 2,905 0,7938
pejal
Piringan
3. 0,501 0,01 5,87 5,75 5,76 3,74 9,70 6,564 1,6411
pejal
Kerucut
4. 0,474 0,08 3,67 3,57 3,57 3,58 3,60 3,608 0,9019
pejal

28
b. Analisis Data

Analisis data yang diperoleh dari hasil data pengamatan pada

percobaan momen kelembaman adalah sebagai berikut.

1. Menentukan momen kelembaman pegas spiral

a. Menentukan gaya (f)

f  m.g
 0,02.9,8
 0,196 N
Dengan cara yang sama data sekanjutnya dapat dilihat pada Tabel

3.5 berikut.

Tabel 3.5 Data Analisis Penentuan Momen Kelembaman Pegas Spiral


Untuk Mencari Gaya (f)
No Massa (kg) g (m/s2) F (N)
1 0,025 9,8 0,245
2 0,05 9,8 0,45

b. Mencari momen gaya

  f .r

 0,196.0,04415

 0,086534 Nm

Dengan cara yang sama untuk data selanjutnya dapat dilihat pada

Tabel 3.6 berikut.

Tabel 3.6 Data Analisis Penentuan Momen Kelembaman Pegas Spiral


untuk Mencari Momen Gaya.
No f (N) r (m) τ (Nm)
1 0,245 0,4415 0,1081675
2 0,49 0,4415 0,216335

29
c. Penentuan konstanta pegas spiral


k
rad
0,086534

0,13374741

 0,64702797 Nm / rad

Dengan cara yang sama untuk data selanjutnya dapat dilihat pada

tabel 3.7 berikut.

Tabel 3.7 Data Analisis Penentuan Momen Kelembaman Pegas Spiral


untuk Menentuan Konstanta Pegas Spiral.
No Massa (kg) τ (N/m) θ rad (rad) K (Nm/rad)
1 0,025 0,1081625 0,1744444 0,62006847
2 0,25 0,216335 0,4186667 0,51672373

d. Grafik hubungan antara simpangan dan momen gaya

Grafik hubungan antara simpangan dan momen gaya dapat dilihat

pada Gambar 3.3 berikut.

GRAFIK HUBUNGAN ANTARA SIMPANGAN


DAN MOMEN GAYA
0.3
momen gaya (τ)

y = 0.4511x + 0.0277
0.2 R² = 0.9994
0.1
0
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5
simpangan (rad)
Gambar 3.3 Grafik Hubungan antara Simpangan (rad) dan
Momen Gaya (τ)

30
2. Menentukan momen kelembaman dari alat momen inersia diri

T2
 .K
4 2
0,133554
 0,451
4, (3,14) 2

 0,00152726kgm 2

3. Menentukan momen inersia berbagai benda tegar

a) Secara teori

2 2
I  mr
5


2
0,508. 0,05572
5

 0,000630426kgm 2

Dengan cara yang sama untuk data selanjutnya dapat dilihat pada

Tabel 3,8 berikut.

Tabel 3.8 Data Analisis Penentuan Momen Inersia Berbagai Benda


Tegar Secara Teori
No Benda tegar m (kg) r2 (m) It (m)
1 Silinder pejal 0,494 0,001648 0,000407145
2 Piringan pejal 0,501 0,007656 0,001917891
3 Kerucut pejal 0,478 0,004638 0,0006650

31
b) Secara praktek

1) Bola pejal

T2
Ip  .k
4 2

0,80263681
 .0,451
4, (3,14) 2

 0,009178598kgm 2

Ip  Ip  IA

 0,009178598  0,001527261

 0,007615134kgm 2

Dengan cara yang sama untu data selanjutnya dapat dilihat pada

Tabel 3.9 berikut.

Tabel 3.9 Data Analisis Penentuan Momen Inersia Berbagai Benda


Tegar Secara Praktek
No Benda tegar m (kg) T2 (s) Ip (kgm2)
1 Silinder pejal 0,494 0,55323844 0,00479933
2 Piringan pejal 0,501 2,693045103 0,0292692
3 Kerucut pejal 0,478 0,81342361 0,00777469

4. Menentukan jari-jari girasi

a) Bola pejal

Ip
rg 
m

0,00765134

0,508
 0,12272606m

32
Dengan cara yang sama untuk data selanjutnya dapat dilihat pada

Tabel 3.10 berikut.

Tabel 3.10 Data Analisis Penentuan Momen Kelembaman untuk Mencari


Jari-Jari Girasi.
No. Benda Tegar IT (kgm2) Ip (kgm2) KSR (%)
1. Silinder pejal 0,494 0,0079933 0,00971524
2. Piringan pejal 0,501 0,02969205 0,05842157
3. Kerucut pejal 0,478 0,00777469 0,01626504

5. Menentukan kesalahan relatif

a) Bola pejal

I teori  I praktek
KSR   100%
I teori

0,000630426  0,007651337
  100%
0,000630426
 113,64425 %
Dengan cara yang sama untuk data selanjutnya dapat dilihat

pada Tabel 3.11 berikut.

Tabel 3.11 Data Analisis Penentuan Momen Kelembaman Untuk


Menentukan Kesalahan Relatif.
No Benda tegar IT (kgm2) Ip (kgm2) KSR (%)
1 Silinder pejal 0,000407145 0,004799328 1078,77627
2 Piringan pejal 0,001917891 0,029269205 1426,1144
3 Kerucut pejal 0,000665033 0,00777469 1069,06776

33
2. Pembahasan

Inersia atau kelembaman adalah sifat yang dimiliki suatu benda untuk

selalu mempertahankan keadaan geraknya. Adapun momen inersia adalah

ukuran kelembaman yang dimiliki suatu benda untuk berotasi terhadap

porosnya. Besarnya momen inersia suatu benda dipengaruhi oleh bentuk benda

itu sendiri, jari-jari rotasi, pusat rotasi, dan massa benda. Untuk benda dengan

bentuk tidak beraturan yang tidak dapat dihitung jari-jarinya disebut sebagai

jari-jari girasi. Tujuan dari percobaan momen kelembaman ini adalah untuk

mengetahui bentuk benda yang berjari-jari girasi.

Percobaan momen kelembaman ini dilakukan dalam tiga kali

pengambilan data. Pengambilan data yang pertama adalah untuk menentukan

konstanta pegas spiral atau momen inersia. Dengan massa benda 0,02 kg, 0,025

kg, dan 0,05 kg, diperoleh sudut rata-rata secara berturut-turut sebesar 7,67 °,

10 °, dan 24 °. Pengambilan data selanjutnya adalah untuk menentukan momen

kelembaman alat momen inersia diri. Dengan memberi sudut sebesar 270 °,

diperoleh waktu rata-rata untuk empat kali osilasi sebesar 1,461 s. terakhir

adalah pengambilan data untuk menentukan momen inersia benda tegar. Jenis

benda tegar yang digunakan adalah bola pejal, silinder pejal, piringan pejal, dan

kerucut pejal. Berdasarkan hasil pengamatan, diperoleh waktu rata-rata secara

berturut-turut pada keempat benda tegar tersebut untuk melakukan empat kali

osilasi sebesar 3,084 s, 2,905 s, 6,564 s, dan 3,608.

Berdasarkan data pengamatan yang diperoleh pada percobaan momen

kelembaman ini, diperoleh besarnya gaya yang bekerja untuk massa benda 0,02

34
kg, 0,025 kg, dan 0,05 kg secara berturut-turut adalah 0,196 N, 0,245 N, dan

0,49 N. Dari hasil ini, diperoleh momen gaya untuk ketiga jenis massa tersebut

secara berturut-turut sebesar 0,64702797 Nm/rad, 0,62006847 Nm/rad, dan

0,51672373 Nm/rad. Untuk grafik hubungan antara simpangan dan momen

gaya, diperoleh kurva linear keatas yang menunjukkan bahwa semakin besar

simpangannya, maka momen gaya yang bekerja pun semakin besar. Adapun

untuk momen kelembaman diri diperoleh nilai sebesar 0,00152726 kgm².

Selanjutnya, pada penentuan momen inersia berbagai benda tegar secara teori

dan perakter diperoleh nilai yang berbeda. Untuk momen inersia secara teori

pada bola pejal, silinder pejal, piringan pejal, dan kerucut pejal diperoleh nilai

secara berturut-turut sebesar 0,00630426 kgm², 0,020407145 kgm²,

0,001917891 kgm², dan 0,0006650 kgm². Sedangkan secara praktek, masing-

masing diperoleh nilai sebesar 0,00765134 kgm², 0,00479933 kgm², 0,0292692

kgm², dan 0,00777469 kgm². Perbedaan nilai secara teori dan praktek tersebut

dapat terjadi karena nilai momen inersia secara praktek lebih besar

dibandingkan secara teori. Pada penentuan jari-jari girasi, untuk bola pejal

diperoleh nilai sebesar 0,12272606 m dengan kesalahan relatifnya sebesar

1113,64425 %. Adapun untuk silinder pejal, piringan pejal dan kerucut pejal

diperoleh jari-jari girasi dan kesalahan relatif yang berbeda-beda.

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari percobaan momen kelembaman

ini, dapat disimpulkan bahwa momen inersia suatu benda pejal dipengaruhi oleh

bentuk benda, serta massa yang dimilikinya. Perbedaan antara nilai momen

inersia secara teori dan secara praktek dapat disebabkan oleh kurangnya

35
ketelitian alat yang digunakan. Adapun untuk jari-jari girasi dipengaruhi oleh

jari-jarinya yaitu jarak yang menunjukkan distribusi massa, dan juga

dipengaruhi oleh bentuk bendanya.

36