Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM PEMULIAAN TERNAK

“Pendugaan Nilai Ripitabilitas”

Disusun Oleh :

Kelas B

Kelompok 11

Gelar Abifadilla 200110160230

Dandin Fri Setia 200110160227

Fathan Hazbul Yamin 200110160220

Desy Nur Haryati 200110160219

FAKULTAS PETERNAKAN

UNIVERSITAS PADJADJARAN

SUMEDANG

2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan
praktikum ini, yang disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pemuliaan
Ternak Program Studi Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.

Laporan Praktikum ini disusun dengan berbagai sumber khususnya mata kuliah
Pemuliaan Ternak, buku-buku yang dianggap relevan, serta pengetahuan dari penulis
sehingga Laporan Praktikum ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai yang
diharapkan.

Akhir kata dengan segala kerendahan hati kami mengucapkan banyak terima
kasih kepada dosen yang telah memberikan materi. Kami menyadari bahwa Laporan
Praktikum ini masih perlu perbaikan. Oleh karena itu, sumbang saran dari pembaca
sangat saya harapkan.

Jatinangor, 1 April 2018

Kelompok Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................. 2


DAFTAR ISI ................................................................................................................ 3
I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 4
1.1. Latar Belakang ............................................................................................... 4
1.2. Tujuan ............................................................................................................. 5
1.3. Waktu dan Tempat ......................................................................................... 5
II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................... 6
III ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR KERJA ...................................................... 9
3.1 Alat ................................................................................................................. 9
3.2 Bahan .............................................................................................................. 9
3.3 Prosedur Kerja ................................................................................................ 9
IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 10
4.1 Hasil.............................................................................................................. 10
4.2 Pembahasan .................................................................................................. 11
KESIMPULAN .......................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 14

3
I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Peternakan merupakan kegiatan yang berdasarkan tentang pemeliharaan hewan

ternak, dengan tujuan mendapatkan laba sebanyak – banyaknya. Ternak satu dengan

ternak lain akan berbeda dalam hal produksinya, dalam hal ini konsep genetika
sangatlah penting demi mendapatkan keturunan dari tetua yang memiliki kelebihan

dalam hal produksinya. Konsep penurunan sifat dari tetua merupakan dasar bagi

pemuliaan agar keturunan dari ternak tersebut akan mempertahankan atau melebihi

sifat teutanya.

Ripitabilitas atau daya ulang berguna untuk mengetahui daya ulang terhadap

sifat – sifat yang muncul beberapa kali selama hidup dari ternak seperti produksi susu,

jumlah anak sekelahiran, berat anak saat disapih, produksi telur, tebal kerabang telur,

berat telur, produksi wol, jarak anak, lama estrus, bobot lahir, bobot sapih, bobot umur

satu tahun dan sebagainya.

Konsep ripitabilitas hampir sama dengan konsep korelasi fenotipe, dalam

analisis statistik dapat diartikan sebagai korelasi atau kemiripan antara catatan (Dalton,

1980). Bedanya dengan korelasi merupakan hubungan keeratan dalam sifat yang sama

ataupun sifat yang berlainan, seperti korelasi produksi susu dengan kadar lemak atau

produksi susu dengan laktasi pertama dengan laktasi kedua dan contoh sifat lainnya,

sedangkan ripitabilitas dikatakan bagaimana seekor hewan akan mengulang sifat yang

sama selama hidupnya. Dua konteks ini hampir sama, demikian pula kadang-kadang

ripitabilitas sering diasumsikan sama dengan heritabilitas, padahal heritabilitas

4
merupakan kemampuan bagaimana suatu sifat akan diturunkan terhadap generasi yang

akan datang.

1.2. Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menduga nilai ripitabilitas dan standar error

dari tabel hasil 3 kali pengukuran bobot badan satu tahun daru 8 ekor induk domba

Tarmidale di Maroko.

1.3. Waktu dan Tempat


Hari, tanggal : Senin, 5 Maret 2017

Waktu : 15.00-17.00

Tempat : Rk. 07 Lt. 3 Gd. 5 Fakultas Peternakan Universitas

Padjadjaran

5
II
TINJAUAN PUSTAKA

Ripitabilitas atau daya ulang, merupakan suatu konsep dasar untuk mengetahui
daya ulang terhadap sifat-sifat yang muncul beberapa kali selama hidup ternak,
misalnya produksi susu, produksi telur, tebal kerabang telur, berat telur, produksi wol,
jumlah anak sekelahiran, jarak beranak, bobot lahir, bobot sapih, dan sebagainya.
Rumusan nilai ripitabilitas adalah meliputi semua pengaruh genetik, ditambah
pengaruh lingkungan yang bersifat permanen (Warrick, dkk. 1983).

McDowell (1972) menyatakan bahwa ripitabilitas adalah suatu fraksi dari


ragam fenotipik yang disebabkan oleh adanya perbedaan yang tetap dari individu-
individu. Besarnya nilai ripitabilitas berkisar antara 0 dan 1 dan selalu lebih besar atau
sama dengan nilai heritabilitas karena nilai ripitabilitas dipengaruhi oleh lingkunga
permanen (r≥h²) (Hardjosubroto, 1994).

Konsep ripitabilitas hampir sama denagn konsep koelasi fenotif, dalam analisis
statistik adalah bentuk korelasi antar catatan (Dalton, 1980). Bedanya dengan korelasi
merupakan hubungan keeratan dalam sifat yang sama ataupun sifat yang berlainan,
seperti korelasi produksi susu denagn kadar lemak atau produksi susu pada laktasi
pertama dengan yang kedua dan contoh sifat lainnya. Sdangkan ripitabilitas dikatakan
bagaimana seekor ternak akan mengulangi sifat yang sama selama hidupnya. Dua
konteks ini hampir sama, demikian pula kadang –kadang ripitabilitas sering sering
diasumsikan sama dengan heritabilitas, padahal heritabilitas merupakan kemampuan
bagaimana suatu sifat akan diturunkan terhadap generasi yang akan datang.

6
Rumusan nilai ripitabilitas adalah meliputi semua pengaruh genetik, ditambah
pengaruh lingkungan yang akan bersifat permanen (Warwick dkk, 1995), Dimana
pengaruh permanen adalah semua pengaruh yang bukan bersifat genetik, tetapi
mempengaruhi produktivitas seekor hewan selama hidupnya, seperti pengaruh
penyakit, gizi dari induk dan sebagainya (Hardisubruto, 1994).
Pengetahuan tentang ripitabilitas suatu sifat dapat digunakan dalam beberapa

hal diantaranya :

1. Mengetahui batas minimal nilai heritabilitas dari sifat yang sama diamati.

2. Menaksir besarnya suatu sifat yang pemunculannya berulang selama hidupnya.

3. Aplikasi dalam menduga produktivitas pada masa yang akan datang yang

mempunyai satu atau lebih catatan produksi dengan prediksi MPPA.

Menurut Falconer (1996), dalam analisis ripitabilitas pengulkuran dilakukan


lebih dari satu kali untuk sifat yang sama pada setian individu, sehingga raggam
fenotipiknya dapat dibagi kedalam dua ragam yaitu ragam dalam individu dan ragam
antar individu. Ragam dalam individu merupakan ragam lingkungan yang natural
merupakan bagian dari ragam yang dilakuakan unutk ripitabilitas dan bukan
merupakan teori genetik, karemna lingkunga tersebut bukan genetik dan hal in hanya
merupakan ragam. Dalam beberapa pengengertian praktek untuk analisis pemulianan
hal ini erpukan ragam lingkungan bersama, yang dinotasikan sebagai ragam
lingkungan temporer (VES), raga mini muncul dalam ragam individu yang bentuknya
kadang-kadang karena pengaruh tempat (lokasi). Ragam ligkungan permanen (VEG)
ragam yang terjadi menyebar diantara komponen individu, bentuknya permanen dan
disebabkan bukan karena pengaruh tempat.

7
Nilai ripitabilitas dapat diduga dengan rumus :

𝑉𝐺 + 𝑉𝐸𝐺
𝑟=
𝑉𝑝

Adapun komponen variansnya :


Total fenotipik = Vp
Antar individu = VG + VEG
Dalam individu = VES
Dimana : VEG = Varians environment general (lingkungan permanen)
VEs = Varians Environment special (lingkungan temporer)
Vp = VG + VEG + VES

8
III

ALAT, BAHAN DAN PROSEDUR KERJA

3.1 Alat

1. Komputer, berfungsi sebagai alat bantu hitung.

2. Kalkulator, berfungsi sebagai alat bantu hitung.

3. Alat tulis, berfungsi untuk menulis hasil perhitungan.

3.2 Bahan

Bahan yang dibutuhkan untuk praktikum adalah soal, yang berfungsi sebagai

bahan untuk dianalisis.

3.3 Prosedur Kerja

1. Setiap kelompok mendapatkan satu set data.

2. Menganalisis data untuk mengetahui nilai ripitabilitas produksi susu.

3. Membuat kesimpulan dari hasil analisis.

9
IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 1. Data hasil pengamatan hasil 3 kali pengukuran bobot badan satu tahun
dari 8 ekor induk domba Tarmidale di Maroko

Induk Domba
Total
Kelahiran
1 2 3 4 5 6 7 8

1 25.39 24.75 24.75 23.49 22.85 22.85 21.58 20.31

2 25.39 27.29 27.93 24.12 24.75 22.85 24.12 22.85

3 26.66 26.66 24.75 24.75 25.39 22.85 23.49 23.49

∑x 77.44 78.7 77.43 72.36 72.99 68.55 69.19 66.65 583.31

∑X2 2000.06 2068.062 2005.21 1746.117 1779.337 1566.368 1599.251 1486.399 14250.8031

585,312
a. FK = = 14177,11
24

b. JK Total = ∑x2 - FK = 14250,80 – 14177,11 = 73,69


(77,44)² (78,7)² (77,43)² (72,36)² (72,99)² (68,55)² (69,19)²
c. JKW = + + + + + + +
3 3 3 3 3 3 3
(66,65)²
– FK
3

d. = 14226,04 - 14177,11 = 48,93


e. JKE = JKT – JKW = 73,69 – 48,93 = 24,76

10
Tabel 2. Tabel Sidik Ragam

Sumber Keragaman db jk kt Komponen

Antar Individu (w) 7 48.93 6.99 σe² + σw²

Dalam Individu (E) 16 24.75 1.54 σe²

total 23 73.69 8.53

f. σe² = 1,55
6,99−1,55
g. σw² = = 1,81
3
σw² 1,81
h. r = σw²+σe² = 1,81+1,55 = 0,54
√2(1−𝑟)2 [1+(k−1)r] √2(1−0,54)2 [1+(3−1)0,54]
i. S.E(r) = = = 0,233
𝑘(𝑘−1)(𝑛−1) 3(3−1)(8−1)

4.2 Pembahasan

Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan bahwa nilai dari ripitabilitas dari data

pengamatan hasil 3 kali pengukuran bobot badan satu tahun dari 8 ekor induk domba

Tarmidale di Maroko adalah sebesar 0,54. Hal ini sesuai dengan pendapat Warwick

dkk (1995), yang menyatakan bahwa kisaran nilai ripitabilitas adalah antara 0-1. Noor

(2008) menyatakan bahwa nilai ripitabilitas berkisar antara 0 dan 1 dan dapat

digolongkan pada 3 kategori, yaitu kurang dari 0,2 termasuk rendah, 0,2-0,4 sedang

dan di atas 0,4 tinggi. Nilai ripitabilitas tersebut menunjukan bahwa produksi ternak

tersebut mempunyai kriteria yang baik. Hal ini dikarenakan nilai ripitabilitasnya

bernilai tinggi.

Besar kecilnya ripitabilitas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ragam

genetik, rangam lingkungan permanen, dan pengaruh dari ragam lingkungan temporer.

11
Pernyataan ini didukung oleh Beyleto dkk. (2010) yang menyebutkan bahwa

ripitabilitas dipengaruhi oleh faktor genetik yakni pengaruh gen aditif atau kombinasi

dari gen dominan dan epistasis dan pengaruh lingkungan permanen, keragaman genetik

dan lingkungan permanen yang besar akan menyebabkan nilai ripitabilitas berada

dalam kategori tinggi dan sebaliknya apabila keragaman lingkungan temporer besar

menyebabkan nilai ripitabilitas rendah.

12
KESIMPULAN

Dari hasil perhitungan, didapat nilai ripitabilitas hasil 3 kali pengukuran bobot
badan satu tahun dari 8 ekor induk domba Tarmidale di Maroko adalah 0,54. Angka
ripitabilitas tersebut termasuk dalam kategori ripitabilitas tinggi artinya kemampuan
pengulangan sifatnya tinggi.

13
DAFTAR PUSTAKA

Beyleto, V. Y, Sumadi, dan Hartatik, T. 2010. Estimasi parameter genetik sifat


pertumbuhan Kambing Boerawa di Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung.
Buletin Peternakan Vol. 32(3).

Dalton, D.C. 1980. An Introduction to Practical Animal Breeding. 2nd ed. English
Language Book Society. New York.

Falconer, R.D. and T.F.C. Mackay. 1996. Introduction to Quantitative Genetics.


Longman. Malaysia.
Hardjosubroto. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. PT Gramedia
Widiasarana Indonesia. Jakarta

McDowell, R.E. 1972. Improvement Of Livestock Production In Warm Climates. W.


E. Freeman and Company, San Fransisco.

Noor, R. R. 2008. Genetika Ternak. Cetakan ke-4. Penebar Swadaya, Jakarta

Warwick, E. J., J. Maria Astuti, Wartomo Hardjosubroto. 1995. Pemuliaan Ternak.


Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

14