Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

Kantor Virtual “SHOPEE”

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata kuliah: Sistem Informasi Manjamen

Oleh:

1. WINDA AYU LISMANIAR (1761201143)

KELAS E/F
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2019
A. Pengertian Kantor Virtual

Kantor Virtual atau Virtual Office adalah sebuah “ruang kerja” yang berlokasi di dunia
internet, di mana seorang individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan untuk
melaksanakan bisnis profesional atau pribadi tanpa memiliki “fisik” lokasi usaha. Kantor virtual
merupakan sebuah bentuk aplikasi layanan perkantoran dalam format virtual yang bekerja
secara online. Pengaturan operasional dan fungsional suatu kantor virtual memungkinkan
pemilik bisnis dan karyawan untuk bekerja dari lokasi di manapun dengan menggunakan
teknologi komputer seperti PC, laptop, ponsel dan akses internet.
Secara umum perkantoran maya dapat didefinisikan sebagai otomatisasi proses bisnis yang
sebelumnya dilakukan secara manual (document-driven) menjadi otomatis (electronic-driven)
sehingga dokumen yang dipergunakan dalam proses bisnis tidak lagi dalam bentuk hard copy,
melainkan dalam bentuk elektronik.
Kantor virtual dimulai tahun 1964 ketika IBM memasarkan mesin yang disebut MT/ST
(magnetic tape/selectic typewriter). Awal perkembangan virtual office dibangun dalam modul-
modul yang diakses secara terpisah. Seseorang yang akan melakukan pertemuan dengan rekan
bisnisnya harus mengisi aplikasi to-do yang dibuat secara online ataupun tidak. Lain halnya
ketika akan mengirim email, orang tersebut harus juga login dan mengakses aplikasi yang
berbeda dalam bentuk webmail ataupun email client yang terpasang di komputer pribadi.
Hal inilah yang mengilhami para pengembang aplikasi perangkat lunak untuk mengembangkan
suatu aplikasi yang memungkinkan seorang pengguna melakukan apapun layaknya berada dalam
sebuah kantor virtual atau biasa kita sebut sebagai virtual office. Dalam perjalananya
penggunaan virtual office sangat banyak kendalanya, mulai dari sulitnya menggabungkan
banyaknya account yang terpisah-pisah dalam berbagai modul hingga kebutuhan infrastruktur
seperti kebutuhan akan server yang bekapasitas besar dan kebutuhan akan
besarnya bandwidth untuk mengakses aplikasi virtual office.
Aplikasi komersial pertama dari kantor virtual terjadi pada tahun 1994, ketika Ralph Gregory
mendirikan “Kantor Virtual, Inc.” di Boulder, Colorado. Awalnya, virtual office dimaksudkan
untuk membantu pekerja secretariat dan administrative (clerical), tetapi kemampuannya untuk
memudahkan komunikasi formal dan informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar
perusahaan menarik para manager dan professional sebagai pemakai. Semua pemakai
kantor virtual ini menggunakan untuk meningkatkan produktifitas mereka.
Kantor Virtual timbul sebagai upaya untuk mewujudkan efisiensi kerja yang berujung pada
penekanan biaya (cost reduction) yang salah satunya adalah pengurangan penggunaan
lingkungan kantor secara fisik. Sebuah kantor virtual dapat memberikan penghematan yang
signifikan dan fleksibilitas dibandingkan dengan menyewa ruang kantor tradisional.
Kantor virtual merupakan implementasi dari upaya otomasi perkantoran (office automation)
yang bertujuan membantu pemilik atau karyawan perusahaan untuk meningkatkan produktifitas
kerja. Keberadaan kantor virtual seorang pemilik atau karyawan persahaan dapat “datang” ke
kantor secara cepat yang sebetulnya, kedatangan dan kepergian tersebut berlangsung
secara virtual yang tidak secara fisik datang dan hadir di lingkungan kantor.

B. Tujuan Kantor Virtual


Kemajuan teknologi terus mendorong dunia bisnis bergerak semakin cepat. Kantor Virtual
timbul sebagai upaya untuk mewujudkan pengurangan penggunaan lingkungan kantor secara
fisik. Pengurangan bahkan peniadaan tersebut bertujuan sebagai efisiensi kerja yang berujung
pada penekanan biaya (cost reduction). Sebuah kantor virtual dapat memberikan penghematan
yang signifikan dan fleksibilitas dibandingkan dengan menyewa ruang kantor tradisional.

Kantor virtual merupakan implementasi dari upaya otomasi perkantoran (office automation)
yang bertujuan membantu karyawan untuk meningkatkan produktifitas kerja mereka. Untuk
perusahaan skala kecil dan menengah menggunakan Kantor virtual tidak sama dengan
pengurangan karyawan. Dalam hal pengurangan kantor secara fisik, maka yang dikurangi adalah
wujud fisik kantor berupa ruangan, meja kursi, maupun lemari arsip. Sebagai gantinya,
karyawan tetap dapat bekerja melalui kantor virtual. Keberadaan kantor virtual bagi seorang
karyawan dapat “datang” ke kantor secara cepat. Karena sebetulnya, kedatangan dan kepergian
karyawan tersebut berlangsung secara virtual tidak secara fisik datang dan hadir di lingkungan
kantor.

Mewujudkan suatu kantor virtual berarti mempersiapkan infrastruktur otomasi perkantoran,


melakukan definisi ulang (redefine) proses kerja kantor, serta mempersiapkan kondisi karyawan
untuk bekerja melalui kantor virtual. Definisi ulang proses kerja dan persiapan kondisi karyawan
tentunya akan melibatkan proses manajemen yang cukup kompleks, terlebih bagi perusahaan
yang selama ini beroperasi dengan cara tradisional. Sedangkan infrastruktur otomasi
perkantoran, meskipun tetap melibatkan proses manajemen, lebih sering dipandang dari segi
teknis integrasinya.

Infrastruktur otomasi perkantoran dapat tersusun atas tiga jenis aplikasi berikut ini:

 Aplikasi perkantoran, meliputi pengolah kata, pengolah tabel, pengolah slide presentasi.

 Aplikasi komunikasi, termasuk e-mail, messaging, voice-mail, telefon, fax, address book,
dll.

 Aplikasi kolaborasi, yang berisi aplikasi manajemen proyek, kalender elektronik, forum
diskusi, aplikasi konferensi dll.

C. Perkembangan Kantor Virtual


Aplikasi komersial pertama dari kantor virtual terjadi pada tahun 1994, ketika Ralph Gregory
mendirikan “Virtual Office, Inc”, di Boulder, Colorado. Perusahaan ini diperluas di seluruh
Amerika Utara dan sekarang dikenal sebagai “Intelligent Office”.

Kini dengan semakin banyaknya perusahaan yang menyediakan layanan Kantor Virtual,
memudahkan individu untuk mengembangkan usahanya tanpa harus memikirkan infratruktur
otomasi perkantoran. Beberapa perusahaan kantor virtual telah menyediakan layanan dan
bantuan yang terkait dengan kantor fisik, seperti alamat kantor yang bergengsi, layanan
menjawab telepon profesional dan menyewakan ruang kantor dan ruang pertemuan, dan lain-
lain.

Kantor virtual saat ini bukan hanya sebagai pemanfaatan ”ruang kerja” di dunia maya, tetapi juga
merupakan aplikasi lengkap termasuk komunikasi profesional.

D. Layanan komunikasi Kantor Virtual

 Resepsionis Jarak Jauh – Sebuah tim pekerja kantor virtual bekerja menggunakan
teknologi Komunikasi yang terintegrasi dengan perangkat lunak Komputer untuk
menggantikan resepsionis tradisional.

 Asisten Virtual – Sebuah asisten virtual sering kali merupakan sekretaris bagi yang
bekerja dari rumah, dan jarang bertemu atau bertatap muka dengan klien.

 Layanan Jawab / call center beroperasi dari lokasi terpusat untuk tujuan menerima dan
mengirimkan sejumlah besar permintaan melalui telepon. Layanan telepon kantor virtual
menjembatani kesenjangan antara Anda dan klien.

 Kotak suara adalah teknologi yang menyimpan pesan suara elektronik.

 Gedung Kantor Virtual – kantor virtual memberi Anda untuk memiliki kantor nyata di
kota pilihan Anda, agar dapat digunakan untuk bertatap muka, rapat, pertemuan dengan
karyawan lain atau relasi.

E. Layanan Ruang Kantor Virtual

 Alamat Profesional – Sebuah bangunan bergengsi untuk digunakan sebagai alamat bisnis.

 Alamat surat – Alamat profesional dapat digunakan untuk menerima, mengirim surat
tanpa konotasi dari sebuah PO Box .
 Resepsionis – Tenaga Resepsionis sebagai ”wakil” untuk menerima dan menandatangani
paket atau dokumen.

 Bisnis Meeting Space – Penggunaan ruang pertemuan sesuai dengan permintaan (per
jam, harian atau mingguan) untuk melakukan pertemuan atau rapat.

 Sebuah kantor layanan lengkap virtual akan menyediakan internet broadband, fax,
fotokopi, printer, fitur telepon tingkat lanjut, conference call, video conferencing, lobi / ruang
tunggu dan dapur.

 Live Resepsionis Virtual – Sebuah layanan menjawab virtual adalah sebuah sistem
otomatis dengan resepsionis virtual hidup. Ini jenis layanan dapat dinikmati tanpa membeli
peralatan mahal.

F. Keuntungan Kantor Virtual

Secara spesifik ada lima keuntungan yang dapat diperoleh dengan keberadaan kantor virtual:

1. Pengurangan biaya operasional perusahaan seperti lokasi dan ruang tempat usaha, biaya
peralatan kantor, gaji karyawan.

2. Kantor virtual menggunakan jaringan komunikasi formal, seluruh bentuk komunikasi


terjadi melalui kantor virtual tercatat secara formal.

3. Rapat atau pertemuan dapat dilakukan melalui konferensi telekonferensi dan video, dan
dokumen dapat ditransmisikan secara elektronik.

4. Pengurangan halangan aktivitas kerja seperti hujan, jalan macet, tempat jauh sudah tidak
dapat lagi menjadi alasan untuk tidak bekerja.

5. Keuntungan sosial dari kantor virtual adalah memberikan kesempatan dan kemampuan
bekerja untuk individu yang memiliki tanggungan anak-anak kecil, penyandang disabilitas,
maupun lanjut usia.

Contoh kantor virtual yang diambil adalah : Shopee


Perkembangan teknologi informasi yang sedimikian cepatnya telah membawa dunia
memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnnya. Setidak-
tidaknya ada empat era penting sejak ditemukannya komputer sebagai alat pengolah data sampai
dengan era internet dimana komputer menjadi senjata utama dalam berkompetisi. Penggabungan
antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang
sistem informasi. jumlah pengguna internet sebesar 83,7 juta pengguna, dan diramalkan akan
terus bertambah setiap tahunnya (emarketer, 2014). Adapun data mengenai peramalan
perkembangan pengguna internet di Indonesia.
Jumlah pengguna internet yang mencapai 83,7 juta pengguna atau sekitar 30% dari total
penduduk di Indonesia, pasar e-commerce dapat menjadi tambang emas bagi sebagian orang
yang akan menggeluti bisnis onlineshop (Mitra, 2014). Menurut Menkominfo, nilai transaksi e-
commerce mencapai Rp. 150 triliun pada tahun 2014 (Menkominfo, 2014). Berdasarkan dari
data Boston Consulting Group (BCG), diperkirakan pada tahun 2020 akan terjadi ledakan e-
commerce di mana jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia yang banyak melakukan
ecommerce akan mencapai 141 juta orang atau sekitar 54% penduduk Indonesia. Dilihat dari
data ini, sudah jelas dan bisa dipastikan bahwa potensi pasar ecommerce di Indonesia sangatlah
besar.
Terdapat 5 model bisnis e-commerce di Indonesia, yaitu Iklan Baris, Marketplace C2C,
Shopping mall, Toko online B2C, Toko online social media. Salah satu model bisnis e-commerce
yang banyak digunakan adalah Marketplace C2C. Hal ini dikarenakan pada model Marketplace
C2C kegiatan jual beli harus menggunakan fasilitas transaksi online seperti layanan escrow atau
rekening pihak ketiga untuk menjamin keamanan transaksi. Penjual hanya akan menerima uang
pembayaran setelah barang diterima oleh pembeli. Selama barang belum sampai, uang akan
disimpan di rekening pihak ketiga. Apabila transaksi gagal, maka uang akan dikembalikan ke
tangan pembeli. Fasilitas ini memberikan kenyamanan bertransaksi bagi penjual maupun
pembeli.
Salah satu aplikasi Marketplace yang sedang marak digunakan adalah Shopee. CEO Shopee,
Chris Feng mengatakan Shopee adalah satu dari banyak pihak yang memanfaatkan peluang
bisnis E-Commerce dengan meramaikan segmen mobile Marketplace melalui aplikasi mobile
mereka untuk mempermudah transaksi jual beli melalui perangkat ponsel. Secara general,
Shopee sendiri memposisikan dirinya sebagai aplikasi Marketplace. Pendekatan sosial tersebut
dipilih karena Asia Tenggara merupakan kawasan yang gemar bermain media sosial. Bukan
rahasia lagi bila Indonesia adalah negara yang paling aktif bermain di ranah media sosial.
(Priambada, 2015) Bahkan di Indonesia penggunaan media sosial bukan hanya untuk
berkomunikasi tetapi juga sudah merambah ke kegiatan jual beli.
CEO Shopee, Chris Feng mengatakan pendekatan Shopee sebagai platform aplikasi
Marketplace juga dapat dilihat dari beberapa fitur unggulkan 7 seperti chatting dan tawar. Fitur-
fitur ini dihadirkan untuk memudahkan kegiatan jual beli di Shopee.
Shopee menampilkan interface dengan fungsi chatting dalam aplikasi, yang memungkinkan
pengguna untuk berbelanja dan berkomunikasi secara real time sesuai dengan kenyamanan
pelanggan baik itu penjual maupun pembeli. Dalam aplikasi Shopee pembeli dapat melakukan
proses tawar menawar seperti berada dipasar konvensional melalui fitur tawar yang disediakan
oleh Shopee. Melalui fitur ini pembeli bisa mendapatkan harga yang lebih murah dari harga yang
dicantumkan oleh penjual. Dengan hadirnya fitur-fitur ini diharapkan dapat memberikan
kepuasan kepada pengguna Shopee.

Shopee adalah aplikasi Marketplace online untuk jual beli di ponsel dengan mudah dan cepat.
Shopee menawarkan berbagai macam produk-produk mulai dari produk fashion sampai dengan
produk untuk kebutuhan sehari-hari. Shopee hadir dalam bentuk aplikasi mobile untuk
memudahkan penggunanya dalam melakukan kegiatan belanja online tanpa harus membuka
website melalui perangkat komputer.
Shopee mulai masuk ke pasar Indonesia pada akhir bulan Mei 2015 dan Shopee baru mulai
beroperasi pada akhir Juni 2015 di Indonesia. Shopee merupakan anak perusahaan dari Garena
yang berbasis di Singapura. Shopee telah hadir di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara
seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Shopee Indonesia
beralamat di Wisma 77 Tower 2, Jalan Letjen. S. Parman, Palmerah, Daerah Khusus Ibukota
Jakarta 11410, Indonesia.
Shopee hadir di Indonesia untuk membawa pengalaman berbelanja baru. Shopee
memfasilitasi penjual untuk berjualan dengan mudah serta membekali pembeli dengan proses
pembayaran yang aman dan pengaturan logistik yang terintegrasi. Saat ini, angka unduhan
Shopee telah mencapai satu juta unduhan di Google Play Store.
Sasaran pengguna Shopee adalah kalangan muda yang saat ini terbiasa melakukan kegiatan
dengan bantuan gadget termasuk kegiatan berbelanja. untuk itu Shopee hadir dalam bentuk
aplikasi mobile guna untuk menunjang kegiatan berbelanja yang mudah dan cepat. Kategori
produk yang ditawarkan Shopee lebih mengarah pada produk fashion dan perlengkapan rumah
tangga.
Pada halaman awal pengguna akan disambut dengan 21 kategori yang tersedia di Shopee,
yaitu Pakaian Wanita, Pakaian Pria, Sepatu Wanita, Sepatu Pria, Tas, Fashion Muslim, Aksesoris
Fashion, Kecantikan & Kesehatan, Jam Tangan, Gadget, Perlengkapan Olahraga, Hobi &
Mainan, Perlengkapan Bayi & Anak, Perlengkapan Rumah, Elektronik, Komputer & Aksesoris,
Makanan & Minuman, Voucher, Fotografi, Otomotif, dan Serba Serbi yang di dalamnya terdapat
camilan dan dekorasi rumah.
Beberapa keunggulan Shopee menurut Chris Feng, CEO Shopee dalam acara peluncuran Shopee
di Jakarta adalah:
· Menjual barang dengan cukup cepat, dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 detik.
· Memiliki tampilan yang sederhana dan dapat dengan mudah digunakan walaupun oleh
pengguna baru.

· Menawarkan fitur chatting dengan penjual sehingga dengan mudah bisa langsung bertransaksi
atau tawar menawar. Fitur ini sangat memudahkan pengguna aplikasi shopee mengingat di
aplikasi atau situs e-commerce lainnya pembeli harus menyimpan nomer telepon terlebih dahulu
untuk berhubungan langsung. Fitur chatting pada aplikasi shopee juga berbeda karena selain bisa
mengirim pesan tetapi juga bisa mengirim tautan seperti foto.

· Memiliki fitur tawar yang memungkinkan pembeli untuk menawar harga yang sudah
ditetapkan oleh penjual.

· Memiliki fitur berbagi yang lengkap sehingga dengan mudah menyebarkan info ke berbagai
media social atau messenger, seperti Facebook, Instagram, Twitter, Line, Pinterest, Whatsapp,
Buzz, hingga Beetalk.

· Shopee mengintegrasikan fitur media sosial mencakup fungsi hashtag, yang memungkinkan
pengguna mencari barang atau produk yang sedang populer atau untuk mengikuti tren produk
terbaru dengan mudah. (Reza,2015)

Untungnya jualan di Shopee untuk pengusaha UKM

Selain sebagai tempat belanja online anak muda jaman sekarang, tentunya faktor kesuksesan
Shopee tidak lepas dari partisipasi para penjual yang tergabung di marketplace tersebut.
Kepuasan para konsumen belanja di Shopee tentunya jadi magnet bagi para pengusaha untuk
ikut mengadu peruntungan jualan di Shopee dan mendapatkan jatah dari sekian banyak
konsumen aktif di Shopee. Salah satu keuntungan berjualan di Shopee adalah Anda bisa
berjualan produk apa saja karena Shopee punya kategori produk yang sangat luas mulai dari
kebutuhan sehari-hari hingga produk barang mewah. Selain itu Shopee juga punya program
gratis ongkos kirim ke seluruh wilayah Indonesia yang makin menarik para konsumen untuk
belanja produk yang Anda jual.

Berikut adalah keuntungan jualan di Shopee yang bisa jadi pertimbangan Anda untuk
bergabung di marketplace ini:

1. Fitur live chat

Shopee menyediakan fitur live chat yang bisa digunakan oleh penjual berkomunikasi secara
langsung kepada konsumennya. Misalnya ketika stok barang yang dipesan sudah habis atau
sedang menunggu stok yang baru. Anda bisa menanyakan langsung ke pembeli apakah ingin
menunggu barang atau mengganti varian barang, jadi tidak langsung cancel. Dengan demikian
resiko mendapatkan rating jelek dari pembeli bisa dikurangi karena adanya komunikasi yang
baik.

2. Produk bisa di “up”

Shopee menyediakan fitur beriklan bagi para penjualnya agar produknya bisa muncul pada
urutan teratas ketika ada calon pembeli yang mencari produk dengan kata kunci tertentu. Anda
bisa memanfaatkan fitur ini untuk meningkatkan penjualan produk Anda.Tapi ada juga yang
gratis. Shopee menyediakan fitur sundulan untuk maksimal 5 produk Anda sesuai dengan
kategorinya setiap 4 jam sekali. Dengan begitu makin banyak calon pembeli yang melihat
produk Anda.

3. Dukungan sistem yang memudahkan dan menguntungkan penjual

Shopee banyak menyediakan panduan untuk penjual yang bisa Anda dapatkan
di https://help.shopee.co.id/ untuk menjawab segala macam pertanyaan yang berkaitan dengan
fitur, promo, dan juga tips berjualan.

4. Potensi transaksi yang besar

Data yang didatakan dari event Harbolnas Shopee tahun 2017 menunjukkan hampir 3 juta barang
terjual, yang meningkat sekitar 6x dibandingkan dari tahun 2016. Produk yang paling banyak
dijual adalah produk perawatan, kosmetik, dan juga aksesoris gadget. Anda bisa menjadi bagian
dari transaksi yang luar biasa ini dengan menjadi penjual di Shopee sekarang.

Cara dan tips jualan di Shopee


Untuk bisa berjualan di Shopee, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menginstal
aplikasi Shopee ke ponsel Anda. Kemudian di halaman profil Anda bisa masuk ke halaman untuk
penjual untuk mengungga produk yang akan dijual beserta dengan keterangannya.

Berikut ini adalah panduan yang bisa membantu Anda langsung jualan di Shopee:

1. Pastikan produk yang dijual bukanlah produk yang dilarang untuk dijual. Daftar produk yang
tidak boleh dijual di Shopee bisa Anda lihat di sini https://shopee.co.id/docs/3000.

2. Dari halaman profil, tap tombol Jual untuk mengambil gambar produk atau mengunggah foto
produk yang sudah ada di galeri Anda. Bisa juga mengunggah foto yang sudah dipajang di
Instagram langsung tanpa harus screenshot. Foto maksimal untuk satu produk adalah 9 buah.

3. Isi rincian keterangan produknya seperti kategori, harga, stok, variasi, berat, dan juga ongkos
kirimnya.

4. Untuk produk yang pengemasannya membutuhkan waktu yang lebih lama, Anda bisa
mengaktifkan fitur Pre-Order dengan jangka waktu pengemasan mulai dari 7 hingga 15 hari.

5. Jangan lupa untuk menambahkah hashtag pada deskripsi produk untuk memudahkan
pencarian produk oleh konsumen.

6. Klik tanda centang atau “Simpan” setelah semua keterangan telah terisi dan barang jualan
Anda pun akan secara otomatis tampil di platform Shopee.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Shopee memberikan layanan sistem yang
memudahkan para penjual untuk berjualan dan memaksimalkan keuntungannya. Salah satunya
adalah dengan menggunakan fitur Shopee Seller Center yang memberikan kemudahan
pengelolaan toko online Anda dengan menggunakan komputer. Keuntungan yang bisa Anda
dapatkan dengan menggunakan fitur ini adalah mengunggah, mengedit, dan juga menghapus foto
jualan. Anda juga bisa mengecek dan mencetak hasil jualan langsung dalam bentuk file Excel,
menambahkan keterangan bahkan menambahkan link video pada deskripsi produk Anda, dan
masih banyak lagi keuntungan lainnya. Untuk bergabung dengan Shopee Seller Center, Anda
bisa masuk ke halaman ini https://seller.shopee.co.id/.

Pengguna aplikasi Shopee sering melihat produk-produk yang dipromosikan melalui


kampanye yang dipasang pada banner dan halaman depan Shopee. Bagi Anda yang ingin
produknya ikut serta dalam kampanye promo ini, bisa mengirimkan email ke alamat email
Shopee yang sudah tersedia yang nantinya produk dengan harga dan display terbaik akan dipilih
untuk diikutsertakan dalam kampanye. Anda tentu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk
mendapatkan lebih banyak transaksi bukan?

Masih banyak lagi tips yang bisa Anda gunakan untuk lancar dan sukses jualan di
Shopee. Anda bisa mendapatkan jawaban atas segala pertanyaan Anda sebagai penjual dengan
membuka halaman ini. Apabila belum jelas, pertanyaan Anda bisa dikirimkan melalui email yang
nantinya akan direspon oleh pihak Shopee sebagai solusi masalah Anda.

Shopee adalah platform marketplace yang aman untuk melakukan transaksi di mana
antara Anda dengan pembeli akan disediakan rekening bersama sehingga tidak ada kontak
perbankan langsung antara pembeli dengan penjual. Menarik uang dari akun Shopee pun
prosesnya sangat cepat dan mudah, Anda bisa langsung menarik uang pembayaran dari pembeli
segera setelah pembayaran dari pembeli dikirimkan oleh Shopee ke rekening atau akun Anda.

STRATEGI SHOPEE

Tak lepas dari strategi Garansi Shopee, Gratis Biaya Pengiriman, dan Garansi Harga
Termurah. Kini, Shopee optimistis bertumbuh double digit dengan menambah strategi binis
mereka. Seperti apa strategi bisnis baru dari Shopee?Menyusul strategi terdahulu Shopee yang
berhasil menyumbang pertumbuhan SEA mencapai 4.7% atau dua kali lipat lebih besar
dibandingkan market Eropa (1.7%), dan USA (1.6%), Shopee kini berinovasi melalui tiga
strategi bisnis terbaru.

“Seller Empowerment, Expand Market Segments, dan Official Shops adalah tiga strategi
tambahan yang akan kami gunakan untuk meningkatkan pertumbuhan Shopee hingga double
digit,” kata Junjie.

Seller Empowerment dilakukan Shopee dengan meningkatkan kualitas penjual. Junjie


menerangkan, Shopee berupaya membangun komunitas penjual yang kuat dengan beragam
aktivitas, diantaranya Kampus Shopee yang diadakan di Indonesia.

“Kampus Shopee merupakan kegiatan yang kami inisiasi dalam bentuk edukasi yang dapat
mendukung penjual mengembangkan kemampuan bisnis mereka,” terang Junjie. Aktivitas yang
dilakukan Shopee sejak tahun 2016 ini tengah berlangsung di 13 kota di Indonesia, dan berhasil
menjangkau 900 peserta. Tidak sebatas itu, Shopee pun menggandeng partner strategis yang
dapat menginspirasi para penjual Shopee, diantaranya Facebook. Strategi tambahan berikutnya
adalah Expand Market Segments. Junjie menjelaskan, tingginya aktivitas belanja online di Asia
Tenggara mendorong Shopee untuk menumbuhkan portofolio produk bagi pembeli
Shopee. Indonesia sebagai penyumbang terbesar pada bisnis Shopee (40%) telah menerapkan
strategi ini melalui kerja sama dengan beberapa brand seperti L’Oreal dan Oppo. Cara ini
sekaligus menjadi implementasi dari strategi bisnis Shopee berikutnya, Official
Shops Shopee. Strategi ekspansi Official Shops Shopee pada dasarnya memiliki kesamaan
dengan Expand Market Segments. Keduanya saling bersinergi untuk menjangkau lebih banyak
segmen pembeli melalui penambahan angka portofolio penjual dan produk.
Adapun kelebihan dan kekurangan Shopee sebagai berikut:

a) Kelebihan shopee
a. Banyaknyakategori yang disediakan
b. Respon website yang cepat
c. Tampilannya simple danmenarik
d. Tersedia penjelasan spesifikasi barang
e. Tersediafitur chat dengan penjual untuk menawar barang
f. Adanyapengiriman gratis tanpaongkoskirim
g. Adanya pilihan gratis ongkir

b) Kekurangan shopee
a. Ongkos kirim rusak ditanggung pembeli
b. Terkadang situs sulit di akses atau bahkan lambat pada jam-jam tertentu
c. Tidak adanya layanan belanja dengan cicilan (pembeli harus membayar barang secara
cash)
d. Terkadang jika membeli dua barang ditoko yang sama ada salah satu barang yang
tidak sampai pada pelanggan
e. Untuk promo gratis ongkir syarat yang harus dipenuhi terkesan sulit dan
merepotkan

Tiga Tantangan yang Dihadapi E-Commerce Shopee

 Tantangan pertama adalah dalam menjaga konsistensi dan komunikasi yang


lancar di media sosial, melalui konten unik yang merefleksikan nilai-nilai
dan personality perusahaan serta memastikan jalur komunikasi dua arah dengan
penggunan.
 Tantangan kedua adalah menyelesaikan permasalahan yang muncul dari hasil
komunikasi dengan pengguna secara strategis dan cepat. Tim media sosial Shopee
juga bertanggung jawab untuk memonitor percakapan serta menanggapi
pengguna secara cepat
 Tantangan ketiga adalah menciptakan konten yang atraktif untuk menarik
pengguna mengunjungi iklan Shopee. Shopee secara konsisten menghadirkan
berbagai festival belanja, serta inisiatif terbaru yang dapat memberikan
keuntungan lebih bagi pengguna seperti diskon hingga 95 persen, flash sale, dan
sebagainya.
KESIMPULAN & SARAN

Dari hasil pembahasan tentang studi kasus toko online “SHOPEE”, maka dapat diambil
kesimpulan :
 Dengan adanya toko online shopee marketplace jadi lebih banyak dan terbuka luas untuk
UKM yang mau memulai menjalankan bisnis online
 Dengan adanya fitur-fitur yang ada di shopee meringankan penjual untuk meningkatkan
penjualannya
 Shopee membantu UKM ataupun Perusahaan besar memasarkan produknya ke
masyarakat luas
 Pembeli dimanjakan dengan adanya promo-promo yang ada di aplikasi shopee
 Pembeli bisa dengan mudah berkomunikasi langsung dengan penjual karena adanya fitur
chat langsung
 Pembeli bisa melihat review dari barang yang akan dibelinya.

Saran :
 Shopee harus meningkatkan servernya lagi agar tidak terjadi down server ketika
sedang banyaknya pengguna shopee yang mengunjungi aplikasi tersebut
 Shopee harus bisa lebih memberikan banyak promo promo menarik agar
masyarakat menjadi selalu tertarik dan bisa menjadi pelanggan yang loyal
 Shopee harus lebih memerhatikan penjual yang akan berjualan di aplikasi shopee
agar tidak terjadi kecurangan dan merugikan pembeli.