Anda di halaman 1dari 2

BAB IV

Abstrack

Apendisitis merupakan suatu peradangan apendiks yang mengenai semua lapisan dinding organ
tersebut.Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh tehnik distraksi nafas ritmik terhadap
penurunan tingkat nyeri post op pada penderita apendisitis di ruang bougenvile RSUD Dr.
Soegiri Lamongan. Desain penelitian ini Pre Eksperimental dengan One Group Pre-Post Test
Design. Populasi Seluruh penderita post op apendisitis pada bulan januari-februari 2015, simple
random sampling dengan sampel sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan melalui
observasi tentang pemeriksaan intensitas nyeri dan pemberian tehnik bernafas ritmik, dianalisis
uji wilcoxon signed rank test dengan α=0,05. Pasien (100%) nyeri sedang dan setelah pemberian
tehnik distraksi nafas ritmik menunjukan bahwa sebagian besar mengalami penurunan tingkat
nyeri post op apendisitis menjadi ringan sebanyak 19 pasien (63,3%) dan hampir setengah
tingkat nyeri post op apendisitisnya tetap atau sedang sebanyak 11 pasien (36,7%). Hasil
pengujian dengan wilcoxon sign rank test dengan α=0,05 didapatkan p-sign=0,000 dimana p-
sign <α sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh tehnik distraksi nafas ritmik
terhadap penurunan tingkat nyeri post op pada penderita apendisitis. Melihat hasil penelitian ini
maka dianjurkan kepada penderita apendisitis untuk melakukan tehnik distraksi nafas ritmik
sebagai terapi alternatif untuk menurunkan tingkat nyeri post op apendisitis selain terapi
farmakologis.

Metode

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan
pendekatan One Group Pre-Post Test Design, Dalam rancangan ini, tidak ada kelompok
pembanding (control), tetapi paling tidak sudah dilakukan intervensi pertama (Pre Test) yang
memungkinkan peneliti dapat menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah dilakukan
eksperimen (Notoatmojo, 2005). Pada penelitian ini sampling yang digunakan adalah tehnik
simple random sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah : Kriteria inklusi dalam
penelitian ini adalah: 1) Pasien post op apendisitis yang mengalami nyeri, 2) Umur 20-50 tahun,
Kesimpulan
1) Seluruh penderita sebelum diberikan tehnik distraksi nafas ritmik adalah penderita nyeri post
op apendisitis sedang

2) Setelah dilakukan tehnik distraksi nafas ritmik sebagian besar mengalami penurunan tingkat
nyeri post op apendisitis menjadi ringan sebanyak 19 pasien (63,3%) dan hampir setengah
tingkat nyeri pada pasien post op apendisitis tetap atau sedang sebanyak 11 pasien (36,7%). 3)
Pemberian tehnik distraksi nafas ritmik mempunyai pengaruh untuk menurunkan tingkat nyeri
pada pasien post op apendisitis di ruang bougenvile RSUD Dr. Soegiri lamongan, dengan nilai
P<0,05.

3) Bersedia dilakukan penelitian, 4) Klien kooperatif. Sedangkan kriteria eksklusi dalam


penelitian ini adalah: 1) Pasien yang tidak bersedia diteliti. 2) Pasien yang tidak mengalami
nyeri.