Anda di halaman 1dari 9

Penulis Dagmar M.

Ouweneel, MSC, Erlend Eriksen, MD,


Krischan D. Sjauw, MD, PHD,a Ivo M. van Dongen,
MD, Alexander Hirsch, MD, PHD, Erik J.S. Packer,
MD, M. Marije Vis, MD, PHD, Joanna J.
Wykrzykowska, MD, PHD, Karel T. Koch, MD,
PHD, Jan Baan, MD, PHD, Robbert J. de Winter,
MD, PHD, Jan J. Piek, MD, PHD, Wim K. Lagrand,
MD, PHD, Bas A.J.M. de Mol, MD, PHD, Jan G.P.
Tijssen, PHD, José P.S. Henriques, MD, PHD.
Tahun Terbit 2017
Judul Percutaneous Mechanical Circulatory Support Versus
Intra-Aortic Balloon Pump in Cardiogenic Shock
After Acute Myocardial Infarction
(Perkutan Teknik Peredaran Darah Dukungan Versus
Intra-aorta Balloon Pump di Syok kardiogenik
Setelah Acute Myocardial Infarction)
Lembaga penerbit The American College Of Cardiology Foundation
Volume, nomer & Vol.69, No.3. hal (279-287)
Halaman
Tanggal terbit 24 Januari 2017

N ASPEK YANG ISI JURNAL HASIL ANALISIS


O
DINILAI

I. JUDUL

Dukungan Peredaran Darah Dari judul jurnal tersebut


Mekanik Versus Pompa menyatakan bahawa
Balon Intra-Aorta pada Syok memndingan Dukungan
Kardiogenik Setelah Infark Peredaran Darah Mekanik
Miokard Akut. dengan Pompa Balon Intra-
Aorta pada pasien Setelah
Infark Miokard Akut (IMA)
yang di sertai dengan syok
kardiogenik.

II. PENDAHULUAN

1. Latar belakang Meskipun kemajuan dalam Infark miokard akut (AMI)


pengobatan, mortalitas pada yang dipersulit oleh syok
infark miokard akut (AMI) kardiogenik (CS) masih
yang dipersulit oleh syok sangat tinggi pada
kardiogenik (CS) tetap tinggi. pengobatan yang biasanya di
Perangkat pendukung gunakan, untuk menurunkan
sirkulasi mekanik jangka resiko tinggi tentang syok
pendek meningkatkan kondisi cardiogenik maka
hemodinamik secara akut. menggunkan perangkat
pendukung sirkulasi
menkanik jangka pendek
( Intra-aorta Balloon Pump)
untuk meningkatakan
hemodinamik secara akut.

The IMPRESS di Syok berat


(IMPella vs IABP
Mengurangi mortalitas pada
pasien STEMI diobati dengan
PCI primer di SHOCK
kardiogenik berat) percobaan
adalah suatu penilaian
eksplorasi kematian dan hasil
keamanan lainnya
membandingkan perkutan
dukungan sirkulasi mekanik
(PMC) oleh Impella CP
dengan IABP di mekanis
pasien berventilasi dengan CS
di AMI.
2. Rumusan Masalah Bagamana hasi lperbandian Dar rumusan masalah
anatar pengunakan perangkat tersebut menyatkan bahwa
pendukung sirkulasi apakah ada reaksih yang
menkanik jangka pendek sinifikan antara pengunaan
dengan Perkutan Teknik perangkat pendukung
Peredaran Darah Dukungan ( sirkulasi menkanik jangka
Intra-aorta Balloon Pump) pendek dengan Perkutan
untuk syok cardiogenik Teknik Peredaran Darah
setalah tekena Infark Dukungan (Intra-aorta
miokard akut (AMI)? Balloon Pump) untuk syok
cardiogenik setalah tekena
Infark miokard akut (AMI)?

3. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini Dari tujuan jurnal


adalah untuk menentukan menyatakan apakah ada
apakah perkutan dukungan perbandian penggunaan
sirkulasi mekanik (PMC) perkutan dukungan sirkulasi
perangkat baru (Impella CP, mekanik (PMC) dengan
Abiomed, Danvers, pompa intraaortic balon
Massachusetts) menurun (IABP) bisa menurunkan
mortalitas 30 hari jika mortalitas selama 30 hari.
dibandingkan dengan pompa
intraaortic balon (IABP) pada
pasien dengan menyulitkan
shock berat AMI.

4. Manfaat Penelitian Manfaat dari jurnal tersebut Manfaat yang ada dari jurnal
adalah agar mengetahui tersebut untuk mengetahui
tindakan mana yang lebig tindakan yang akan
efektif untuk menurunkan dilaksanakan dalam
angka kematian pada pasien menurunkan angka kematian
AMI yang disertai dengan pada pasien AMI yang
syok kardiogenik dengan disertai dengan syok
membandingkan tindakan kardiogenik dengan itu jurnal
perkutan dukungan sirkulasi ini membandingkan tindakan
mekanik (PMC) dengan yaitu perkutan dukungan
pompa intraaortic balon sirkulasi mekanik (PMC)
(IABP). dengan pompa intraaortic
balon (IABP).

III. METODE
PENELITIAN

1. Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan Penelitian ini memandingkan


penelitian quasi eksperimen tindakan untuk pasien AMI
dengan menggunakan yang disertai dengan syok
pendekatan control group kardiogenik yaitu dengan
pretest posttest design tindakan perkutan dukungan
sirkulasi mekanik (PMC)
dengan pompa intraaortic
balon (IABP) untuk
murunkan angka kematian
salama 30 hari.

2. Populasi dan Sampel Pasien yang memenuhi syarat Jurnal tersebut menyatakan
untuk diadili jika mereka bahwa populasi pasien yang
disajikan dengan AMI dengan dilakukan tindakan jika
ST segment elevasi rumit pasien AMI denagn ST
oleh CS parah dalam segment elevasi rumit oleh
pengaturan intervensi koroner CS parah.
perkutan segera (PCI). Parah
Sampel dari penelitih
CS didefinisikan sebagai
berjumlah 48 pasien secara
tekanan darah sistolik <90
acak diberikan tindakan baik
mm Hg selama lebih dari 30
terapi PMC 24 pasien atau
menit atau kebutuhan untuk
IABP 24 pasien.
inotropik atau vasopresor
untuk mempertahankan
tekanan darah sistolik> 90
mm Hg. Untuk memilih
populasi pasien dalam kondisi
lebih buruk, pasien hanya
menyebutkan statusnya fied
jika mereka ventilasi mekanik
sebelum pengacakan.

3. Variabel Penelitian Variable penelitian ini adalah Variable dari penelitian ini
AMI yang disertai dengan adalah membandingakan
syok kardiogenik , perkutan tindakan perkutan dukungan
dukungan sirkulasi mekanik sirkulasi mekanik (PMC) dan
(PMC) dan pompa intraaortic pompa intraaortic balon
balon (IABP) (IABP). Untuk menurunkan
angka kematian pada pasien
AMI yang disertai dengan
syok kardiogenik.

4. Teknik pengumpulan Komite etik dibebaskan Pada jurnal tersebu peneliti


data persyaratan untuk informed menggunakan informed
consent tertulis sebelum consent tertulis sebelum
pengacakan untuk mencegah pengacakan untuk mencegah
keterlambatan pengobatan keterlambatan pengobatan
pada pasien yang dalam pada pasien yang dalam
bahaya kematian. Persyaratan bahaya kematian. informed
untuk memperoleh informed consent di dapatkan dari
consent untuk menggunakan perwakilan pasien atau
data bervariasi tergantung diperoleh setelah pemulihan.
pada kebutuhan etika lokal. Dari itu data informed
Informed consent diperoleh consent yang didapat tidak
dari perwakilan hukum tanpa berasal dari pasien yang telah
penundaan yang tidak meninggal.
semestinya. Atau, informed
consent diperoleh setelah
pemulihan (dan karena itu,
tidak ada informed consent
diperoleh pada pasien yang
meninggal).

5. Teknik analisis data Teknik analisis data pada Teknik ini merupakan untuk
jurnal ini menggunakan melihat kelompok uji beda
Dependent T-test dan rerata (mean). Ada perbedaan
Independent T-test mendasar dari dua jenis
analisis data tersebut. Namun,
masih banyak yang belum bisa
membedakannya. Dan untuk
melihat rata-rata perbedaan
pada kelompok yang di beri
tindakan perkutan dukungan
sirkulasi mekanik (PMC) dan
pompa intraaortic balon
(IABP).

IV. HASIL DAN


PEMBAHASAN

1. Hasil Penelitian Karakteristik dasar dari 2 Berdasarkan analisis hasil


kelompok yang baik jurnal tersebut menyatakan
seimbang. Usia rata-rata bahwa dari perbandingan
adalah 58 tahun, 79% adalah tindakan perkutan dukungan
laki-laki, semua pasien sirkulasi mekanik (PMC) dan
ventilasi mekanik, 96% dari pompa intraaortic balon
pasien menerima (IABP) menyatakan bahawa
katekolamin, dan 92% telah tidak ada berbedaan yang
memiliki serangan jantung sinifikan. Angka kematian dari
sebelum pengacakan. perbandingan tindakan tersebut
masih 50% selama 6 bulan.
. Pada 30 hari, angka kematian
adalah serupa pada pasien Setelah analisis sementara itu
yang diobati dengan IABP dan jelas penelitian ini kurang kuat
terapi PMC: 50% dan 46%, untuk menunjukkan perbedaan
masing-masing (hazard ratio dalam mortalitas pada 30 hari,
[HR] dengan terapi PMC: dan komite eksekutif
0,96; 95% con fi dence memungkinkan untuk
interval [CI]: 0,42 untuk 2.18; melanjutkan untuk tujuan
p ¼ 0,92) eksplorasi.

. Pada 6 bulan, angka Meskipun tidak cukup kuat,


kematian adalah 50% percobaan kami menunjukkan
kerusakan otak (46% dari bahwa pada pasien dengan CS
pasien yang meninggal; 6 tanpa seleksi pada usia, kali
dari 12 di pada kedua ROSC, dan cedera traumatis
kelompok (HR: 1,04; 95% pra-prosedural, tidak ada
CI: 0,47-2,32; p ¼ 0,92). perbedaan yang jelas dari hasil
Hanya perbedaan kecil yang yang superior diamati pada
ditemukan dalam analisis pasien dengan dukungan PMC
terbatas pada populasi per- bila dibandingkan dengan
protokol dari mana 3 pasien IABP.
yang diobati dengan PMC
dikeluarkan.

2. Pembahasan Pengacakan dan penempatan jurnal tersebut menyatakan


PMC atau IABP terjadi bahawa pencegahan dan
setelah revaskularisasi penanganan PMC dan IABP
kecuali untuk 8 pasien yang dilakukan setalah pasien AMI
IABP atau PMC dimulai revaskularisasi. Sebagaian
sebelum revaskularisasi besar pasien AMI dengan
dalam kelompok IABP dan 5 penempatan stant dan durasi
di kelompok PMC. Arteri rata-rata dukungan peseraran
infarctrelated adalah anterior darah rata-rata 48 hari untuk
kiri turun (LAD) di sebagian IABP dan 49 hari untuk PMC.
besar pasien (65%) dan 98%
Mungkin ada beberapa alasan
dari pasien diobati dengan
mengapa pasien pMC
penempatan stent. Durasi Streated tidak menunjukkan
rata-rata dukungan peredaran angka kematian ditingkatkan.
darah adalah 48 h (IABP) dan Sebuah penjelasan yang
49 h (PMC). Semua pasien mungkin adalah sifat kurang
diobati dengan katekolamin benar dari pasien dimasukkan
selama masuk ke unit dalam penelitian ini.
perawatan intensif, 31%
Data kami juga menunjukkan
menerima terapi pengganti
kecenderungan angka
ginjal, dan 75% diobati
kematian lebih rendah pada
dengan hipotermia terapeutik.
pasien yang baik perangkat
atau IABP dimulai sebelum
PCI primer (25,0% vs 52,5%
secara keseluruhan).

V. KESIMPULAN,
SARAN DAN
IMPLIKASI
KEPERAWATAN

1. Kesimpulan Dalam penelitian eksploratif Kesimpulnya dalan penelitian


ini, pengobatan rutin dengan dari jurnal tersebut adalah
PMC tidak dikaitkan dengan tidak adanya akitan atau
rendah mortalitas 30 hari perbedanan dari tindakan
pada pasien dengan CS rumit perkutan dukungan sirkulasi
AMI. mekanik (PMC) dan pompa
intraaortic balon (IABP) yang
berkaitan dengan rendahnya
mortalitas atau kematian
selama 30 hari pada psien
AMI yang disertai dengan
syok kardiogenik.

2. Saran Dalam penelitian ini Peneliitian ini tidak


menyebutkan bahwa memberikan saran yang
responden dalam penelitian tertentu untuk pasien maupun
ini hanya sebagian kecil dari penulis selanjutnya
populasi yang ada sehingga
hasil yang didapatkan belum
bisa digeneralisasikan dan
direkomendasikan untuk
penelitian selanjutkan pada
sampel yang lebih besar.
3. Implikasi Keperawatan Dari tindakan perkutan jurnal tersebut menyatakan
dukungan sirkulasi mekanik bahawa tindakan tersebut
(PMC) dan pompa intraaortic hnya dilakukan oleh para ahli
balon (IABP) yang berkaitan ataupun dokter spesialis.
dengan rendahnya mortalitas
Lalu hasil analisis dari kami
atau kematian selama 30 hari
adalah implikasi keperawatan
pada psien AMI yang disertai
dari tindakan tersebut berupa
dengan syok kardiogenik.
kolaboratif keperawatan
dengan dokter ahli spesialis di
area tertentu misal area lab
kep, angiorafi dan area
pembedahan keteterisasi
jantung lainnya.