Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM HISTOLOGI

SISTEM ENDOKRIN

Disusun oleh:

Dian Pratama Perbata (016.06.0002)

Tutor:

dr. Sukandriani Utami

Rusmiatik, M. Biomed (AAM)

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR

MATARAM

2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Tiroid merupakan kelenjar kecil, dengan diameter sekitar 5 cm


dan terletak di leher, tepat dibawah jakun. Kedua bagian tiroid
dihubungkan oleh ismus, sehingga bentuknya menyerupai huruf H atau
dasi kupu-kupu.
Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir tidak
teraba, tetapi bila membesar, dokter dapat merabanya dengan mudah
dan suatu benjolan bisa tampak dibawah atau di samping
jakun.Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid, yang mengendalikan
kecepatan metabolisme tubuh

Sistem endokrin dapat dijumpai pada semua golongan hewan,


baik yang vertebrata maupun invertebrata. Sistem endokrin ( hormon )
dan sistem saraf secara bersama lebih dikenal sebagai supra sistem
neuroendokrine yang secara kooperatif untuk menyelenggarakan fungsi
kendali dan koordinasi tubuh pada hewan. Pada umumnya, sistem
endokrin bekerja untuk mengendalikan berbagi fungsi fisiologis dalam
tubuh, antara lain aktivitas metabolisme, pertumbuhan, reproduksi,
regulasi osmotik dan regulasi ionik (Isnaeni, 2006: 113 ) .

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat:


- Mengidentifikasi jenis-jenis preparat endokrin melalui mikroskop
- Mempelajari dan memahami ciri-ciri preparat endokrin
- Mengamati struktur dan fungsi endokrin pada tubuh makhluk hidup
1.3 Manfaat

Adapun manfaat dari praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat:

- Agar mahasiswa mengetahui jenis-jenis preparat endokrin melalui


mikroskop
- Agar mahasiswa mengetahui dan memahami ciri-ciri preparat
endokrin
- Agar mahasiswa mengetahui struktur dan fungsi preparat endokrin
pada tubuh manusia
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran


(ductless) yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui
aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak
sebagai "pembawa pesan" dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam
tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu
tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti
kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran
gastroinstestin.

Fungsi sistem endokrin antara lain:


1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang
sedang berkembang
2. Menstimulasi urutan perkembangan
3. Mengkoordinasi sistem reproduktif
4. Memelihara lingkungan internal optimal

Hormon tiroid adalah klasifikasi hormon yang mengacu pada turunan


senyawa asam amino tirosina yang disintesis oleh kelenjar tiroid dengan
menggunakan yodium. Terdapat dua jenis hormon dari klasifikasi ini yaitu
tetra-iodotironina dan tri-iodotironina. Kedua jenis hormon ini mempunyai
peran yang sangat vital di dalam metabolisme tubuh.

Hormon tiroid merupakan pengendali utama metabolisme dan


pertumbuhan dengan, deiodinasi tetra-iodotironina yang memicu respirasi
pada kompleks I rantai pernapasan mitokondria,yang menjadi salah satu
faktor laju metabolisme basal; dan modulasi transkripsi genetik
melalui pencerap tri-iodotironina yang terdapat pada inti sel.

Untuk menghasilkan hormon tiroid, kelenjar tiroid memerlukan yodium,


yaitu suatu eleman yang terdapat di dalam makanan dan air. Kelenjar tiroid
menangkap yodium dan mengolahnya menjadi hormon tiroid. Setelah hormon
tiroid digunakan, beberapa yodium di dalam hormon kembali ke kelenjar
tiroid dan didaur-ulang untuk kembali menghasilkan hormon tiroid.
Mekanisme stimulasi hormon tiroid sebagai berikut, hipotalamus
menghasilkan thyrotropin-releasing hormone, yang menyebabkan kelenjar
hipofisa mengeluarkan thyroid-stimulating hormone (TSH). Sesuai dengan
namanya, TSH ini merangsang kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormon
tiroid. Jika jumlah hormon tiroid dalam darah mencapai kadar tertentu, maka
kelenjar hipofisa menghasilkan TSH dalam jumlah yang lebih sedikit; jika
kadar hormon tiroid dalam darah berkurang, maka kelenjar hipofisa
mengeluarkan lebih banyak TSH. Hal ini disebut mekanisme umpan balik.

Fungsi Hormon Tiroid sebagai berikut:


1. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanya
meningkatkan metabolisme karena peningkatan konsusmsi oksigen
dan produksi panas. Efek ini pengecualian untuk otak, lien, paru-
paru dan testis. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi
namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih
cepat dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat
dibanding dengan T4. T3 lebih sedikit jumlahnya dalam darah. T4
dapat diubah menjadi T3 setelah dilepaskan darifolikel kelenjar.
2. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya
pertumbuhan saraf dan tulang.
3. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin
4. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah
kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung.
5. Merangsang penbentukan sel dalam darah.
6. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai
komp[ensasi tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat
metabolisme.
7. Bereaksi terhadap antagonis insulin.
BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat

Hari / Tanggal : Rabu, 20 September 2017

Waktu : 14.40-15.30 WITA

Tempat : Lab. Terpadu 1, Fakultas Kedokteran Universitas


Islam Al-Azhar Mataram

3.2. Alat dan Bahan

1. Mikroskop

2. Preparat Awetan

3. Pensil

4. Pensil Warna

5. Pulpen

6. Penghapus

7. Penggaris

8. Buku Laporan Harian Praktikum

3.3. Cara Kerja

1. Siapkan mikroskop dan preparat-preparat apusan tersebut


2. Letakkan preparat apusan tersebut satu persatu diatas meja
mikroskop
3. Amati bentuk-bentuk preparat tersebut
4. Gambar hasil identifikasi preparat-preparat tersebut
menggunakan pensil warna pada buku kerja
5. Lengkapilah gambar dengan keterangan yang jelas
6. Buatlah pembahasan dari hasil pengamatan beserta
kesimpulan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

No PREPARAT THYROID KETERANGAN


(PERBESARAN )
1
4.2. PEMBAHASAN

Kelenjar tiroid terletak di bagian anterior leher, dan mensekresi


hormon tiroksin, triiodotironin,dan kalsitonin. Hormon T4 dan T3 (yang
sekresinya di bawah kontrol TSH yang dihasilkan oleh hipofisis anterior)
merangsang laju metabolisme. Hormon lainnya, kalsitonin, membantu
menurunkan kadar kalsium darah dan memudahkan penyimpanan kalsium
di tulang. Kelenjar tiroid terletak di anterior perbatasan tulang rawan tiroid
dan krikoid, tepat di inferior laring . Kelenjar ini terdiri atas lobus kanan
dan lobus kiri, yang saling dihubungkan oleh ismus. Pada beberapa orang
kelenjar ini mempunyai lobus tambahan, yaitu lobus piramidal, yang
menjulur ke atas dari ismus sebelah kiri. Lobus pyramidal adalah sisa
embriologik calon tiroid yang terdapat di sepanjang perjalanan ke bawah
dari asalnya di dalam lidah lewat duktus tiroglosus. Kelenjar tiroid
dibungkus oleh kapsula (simpai) jaringan ikat padat kolagen irregular
yang tipis, yang merupakan derivat fasia servikal dalam ( deep cervical
fascia ). Jaringan ikat simpai masuk ke dalam kelenjar sebagai septa yang
membagi kelenjar menjadi banyak lobulus. Pada permukaan posterior
kelenjar tiroid, terdapat kelenjar paratiroid yang ikut diselubungi oleh
simpai kelenjar tiroid. (Gartner,2007).

kelenjar tiroid menyimpan produk sekretorisnya dalam lumen folikel .


Folikel adalah bangunan bulat mirip-kista berdiameter 0,2 sampai 0,9 mm,
dan tersusun atas epitel selapis kuboid yang membungkus lumen berisi
koloid. Tiap folikel dapat menyimpan pasokan hormon untuk kebutuhan
selama beberapa minggu di dalam koloidnya. Hormon T4 dan T3
disimpan dalam koloid dan terikat pada glikoprotein sekretoris besar
(660.000 Da), yaitu tiroglobulin. Saat hormon akan dilepaskan,
tiroglobulin terikat-hormon diendositosis dan hormon dilepaskan dari
tiroglobulin lewat pemotongan oleh protease lisosomal. Septa jaringan
ikat yang berasal dari jaringan ikat simpai masuk ke dalam jaringan
parenkim bersama dengan pembuluh darah, pembuluh limf, dan serat
saraf. Elemen jaringan ikat tipis yang terutama tersusun atas serat retikulin
dan kaya akan pleksus kapilar membungkus tiap folikel, tetapi terpisah
dari sel folikular dan parafolikular oleh lamina basal tipis. Terkadang, sel
folikular dari folikel yang berdampingan saling bersinggungan dan
memutus kontinuitas lamina basal. (Gartner,2007)
BAB V
KESIMPULAN

Kelenjar endokrin mensekresi substansi kimia yang langsung dikeluarkan


ke dalam pembuluh darah. Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung
dan tak langsung oleh hipotalamus, yang menghubungkan sistem
persarafan dengan sistem endokrin. Hipotalamus sebagai bagian dari
sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi hormon hormon hipofise
DAFTAR PUSTAKA

Eroschenko, V.P. 2010. Atlas Histologi diFiore edisi 11. Jakarta : EGC

Eroschenko, V.P. 2015. Atlas Histologi diFiore edisi 12. Jakarta : EGC

Gartner, L. P. 2007. Colour Textbook Of Histology edisi 3. Jakarta : Binarupa


Aksara

Guyton, A. C. & J. E. Hall. 2016. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Ed 12.


Jakarta: EGC