Anda di halaman 1dari 32

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan
masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan
upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi -
tingginya di wilayah kerjanya.

Sesuai dengan Permenkes nomor 75 Tahun 2014 disebutkan prinsip penyelenggaraan,


tugas dan fungsi Puskesmas meliputi : paradigma sehat, pertanggung jawaban wilayah,
Kemandirian masyarakat, Pemerataan, pemanfaatan teknologi tepat guna, keterpaduan dan
kesinambungan program dengan tujuan tercapaianya kecamatan sehat diwilayah kerjanya.

Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar secara berkesinambungan, perlu


dilakukan Akreditasi yaitu pengakuan yang diberikan oleh lembaga independen penyelenggara
Akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah memenuhi standar Akreditasi. Tujuan utama
akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan
yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem
penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar
penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi (Permenkes 46 Tahun 2015).

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyediakan


pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu perlu ditetapkan jenis-jenis pelayanan yang
disediakan bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan permasalahan kesehatan
yang ada di wilayah kerjanya dengan mendapatkan masukan dari masyarakat melalui proses
pemberdayaan masyarakat. Penilaian kebutuhan masyarakat dilakukan dengan melakukan
pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, sektor terkait, dan kegiatan survei mawas diri, serta
memperhatikan data surveilans untuk kemudian dilakukan analisis kesehatan komunitas
(community health analysis) sebagai bahan penyusunan rencana Puskesmas. Rencana
Puskesmas dituangkan dalam bentuk rencana lima tahunan dan rencana tahunan berupa Rencana
Usulan Kegiatan untuk anggaran tahun berikut dan Rencana Pelaksanaan Kegiatan untuk
anggaran tahun berjalan, yang diuraikan lebih lanjut dalam rencana kegiatan bulanan, baik untuk
kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.

1
B. TUJUAN

1. Tujuan Umun
Identifikasi kebutuhan masyarakat melalui survai bertujuan untuk mengetahui kebutuhan
masyarakat dan permasalahan kesehatan yang ada di wilayah kerjanya dengan mendapatkan
masukan dari masyarakat melalui proses pemberdayaan masyarakat, untuk kemudian dilakukan
analisis kesehatan komunitas (community health analysis) sebagai bahan penyusunan rencana
Puskesmas.

2. Tujuan Khusus
a. Diketahui kebutuhan masyarakat terhadap jenis-jenis Pelayanan di Puskesmas Situraja
b. Diketahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Puskesmas Situraja
c. Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan harapan masyarakat terhadap upaya kesehatan
Masyarakat.

2
BAB II
METODELOGI PENGUKURAN
A. Ruang Lingkup
Intrumen yang di gunakan dalam kegiatan Identifikasi kebutuhan masyarakat adalah kuisioner
yang memuat pertanyaan tertutup dan terbuka berdasarkan autput yang ingin di capai dari masing-
masing Pokja.
B. Tahapan Kegiatan
Pelaksanaan Kegiatan Identifikasi kebutuhan masyarakat dan survai kepuasan di Puskesmas
Situraja dilaksanakan pada bulan Juni 2019 dengan tahapan pelaksanaan sebagai berikut :
1. Menyusun tim Survei
2. Menyusun Instrumen Survai
3. Dalam penyusunan IKM digunakan Kuisoner sebagai alat bantu pengumpulan data kepuasan
Kuisioner yang digunakan mengacu kepada Permenpan no 16 tahun 2016.
4. Menetukan besaran dan Teknik penarikan survai
Teknik survai adalah dengan wawancara dan tatap muka. Data yang diperoleh dalam survai
ini adalah data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara
(face to face interview) dengan menggunakan kuisioner.
5. Menentukan Responden
Kriteria responden adalah masyarakat yang di anggap bisa mewakili diantaranya tokoh masyarakat,
kader dan masyarakat pernah mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Situraja Metode
sampling secara Simple size kalkulator Jumlah Responden 423 orang yang terbagi di 15 desa binaan
Puskesmas Situraja, dengan rincian banyaknya Responden sebagai berikut :
JUMLAH TOTAL JUMLAH
NO DESA
WARGA RESPONDEN

1 Situraja Utara 4799 45

2 Situraja 3930 37

3 Malaka 3335 31

4 Pamulihan 2010 19

5 Sukatali 5004 47

6 Ambit 2135 20

7 Cijeler 3646 34

8 Kr. Heuleut 2271 21

9 Kd. Wulung 2197 21

10 Bangbayang 942 9

3
11 Cikadu 3120 29

12 Mekarmulya 3275 31

13 Cijati 3240 31

14 Jatimekar 3602 34

15 Cicarimanah 1401 13

JUMLAH TOTAL 44907 423

6. Melaksanakan survai
Survai dilaksanakan selam 6 hari
7. Mengolah hasil survai
8. Menyajikan dan melaporkan hasil survai

BAB III
HASIL SURVAEI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN MAYARAKAT

4
Hasil akhir kegiatan Survai identifikasi kebutuhan Masyarakat dan kepuasan masyarakat
disusun dengan materi utama sebagai berikut :
 Kebutuhan masyarakat terhadap jenis-jenis Pelayanan di Puskesmas Situraja adalah 100%
masyarakat membuthkan jenis-jenis pelayanan yang ada di Puskesmas yaitu BP Umum, BP Gigi,
KIA/KB, Pelayanan rujukan, loket obat, laboratorium. Pelayanan konseling klinis sebanyak 99,5%
. Upaya pendamping kesehatan masyarakat seperti promkes, kesling,gizi dan perkesmas sebanyak
99,2 %. Sedangkan Penunjang Layanan Klinik antara lain USG 80%, EKG 67%, Taman Ramah
Anak 65%, Perpustakaan 42%, Rawat Inap 82%.
 Kepuasan masyarakat terhadap pelayanan adalah sebanyak 93,1% masyarakat menilai jam buka
unit pelayanan di Puskesmas Situraja sudah tepat waktu, masyarakat menilai lamanya waktu
berobat ke Puskesmas Situraja lebih dari 1 jam adalah sebanyak76,9%, Masyarakat menilai
pelayanan yang diberikan oleh petugas kurang cepat dan tepatsebanyak 62,8 %, mayarakat menilai
lingkungan Puskesmas Situraja sudah aman dan nyaman untuk balita dan usia lanjut sebanyak
73,2%,69,3 % masyarakat menilai respon time petugas/dokter di Unit Gawat Darurat Puskekesmas
Situraja lebih dari 5 menit sebanyak 69,3 %.
 Identifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap Upaya kesehatan masyarakat adalah dari
Program KIA masyarakat membutuhkan kegiatan kelas ibu hamil sebesar 95,5% masyarakat , kelas
ibu balita 97,3 % dan pemantauan tumbuh kembang balita melalii SDIDTK sebanyak 83,9%.
Untuk program Gizi 78,2 % masyarakat membutuhkan penyuluhan kesehatan gizi di posyandu ,
kegiatan penanggulangan stunting di masyarakat,peningkatan kapasitas kader kesehatan dan gizi di
masyarakatsebesar 97,5%, konseling gizi di puskesmas . Sebagian besar masyarakat membutuhkan
penyuluhan, peningkatan kapasitas kader kesehatan, kunjungan rumah sasaran sebagai bentuk
kegiatan upaya kesehatan di masyarakat.

5
BAB IV
ANALISA HASIL SURVEI

1. ANALISA HASIL SURVEI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT


TERHADAP JENIS - JENIS PELAYANAN

NO PERTANYAAN HASIL ANALISA RENCANA TINDAK


LANJUT
1 Apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan membutuhkan pelayanan Pemeriksaan
pelayanan pelayanan Umum
Pemeriksaan Umum Pemeriksaan
(BP Umum )? Umum/BP
Umum
2 apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan membutuhkan pelayanan Pemeriksaan Gigi
pelayanan pelayanan
Pemeriksaan Gigi? Pemeriksaan
Gigi
3 apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan membutuhkan pelayanan KIA/KB
pelayanan KIA / KB pelayanan KIA /
? KB
4 apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan Unit membutuhkan pelayanan Gawat darurat
Gawat Darurat ? pelayanan unit
Gawat Darurat
5 apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan membutuhkan pelayanan Imunisasi
Pelayanan Imunisasi pelayanan
? Imunisasi
6 apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan membutuhkan pelayanan Rujukan
Pelayanan Rujukan pelayanan
? Rujukan pasien
ke rumah sakit
7 apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan membutuhkan pelayanan loket obat

6
Pelayanan Loket pelayanan loket
Obat ? obat
8 apakah masyarakat 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
memerlukan membutuhkan pelayanan Laboratorium
Pelayanan pelayanan
Labororium ? Laboratorium
9 Dalam rangka 100% Masyarakat Puskesmas melaksanakan
menurunkan AKI / membutuhkan pelayanan PONED 24 jam
AKB, apakah pelayanan untuk pertolongan
masyarakat PONED yang persalianan.
memerlukan buka 24 jam
pelayanan 24 jam untuk
Poned sebagai pertolongan
sarana tempat persalianan.
pertolongan
persalinan ?
10 apakah masyarakat 99,5 % masih ada Puskesmas melaksanakan
memerlukan masayarakat pelayanan klinik konseling
Pelayanan klinik yang belum dan sosialisasi manfaat
konseling ? membutuhkan klinik konseling kepada
klinik konseling masyarakat.
di puskesmas
dikarenakan
kurang
pengetahuan
masyarakat
tentang manfaat
klinik konseling.
11 apakah masyarakat 99,2 % masih ada Puskesmas melaksanakan
memerlukan masyarakat yang Upaya Kesehatan
Pendampingan belum Masyarakat dan sosialisasi
Upaya Kesehatan memerlukan tentang Upaya Kesehatan
Masyarakat?( UKM Masyarakat.
Promkes, Kesling, dikarenakan
Gizi, Perkesmas, kurangnya
Survelan, dll) pengetahuan
masyarakat
tentang UKM.

7
12 Manajemen USG 80%, sudah ada Puskesmas akan
Penunjang Layanan EKG 67%, masyarakat yang melaksanakan pelayanan
Klinik Taman membutuhkan USG, EKG, Pelayanan
Ramah pelayanan rawat inap dan menyediakan
Anak penunjang USG, sarana taman ramah anak
65%, EKG dan dab perpustakaan
Perpustaka pelayanan rawat
an 42%, inap, sarana
Rawat Taman Ramah
Inap 82% anak dan
Perpustakaan.

2. ANALISA HASIL SURVEI KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP


PELAYANAN

RENCANA TINDAK
PERTANYAAN HASIL ANALISA LANJUT
Apakah jam buka unit 93,1% 6,9 % masyarakat komitmen bersama
pelayanan di menilai jam buka seluruh petugas
Puskesmas Situraja pelayanan di Puskesmas pelayanan tentang jam
1 sudah tepat waktu ? Situraja tidak tepat waktu buka pelayanan.
dengan alasan
petugas/dokter datang
terlambat.
Berapa lama waktu Pengajuan kebutuhan
yang dibutuhkan 76,9 % masyarakat tenaga dan sarana dan
untuk untuk berobat memilih lamanya waktu prasarana pelayanan
ke Puskesmas Situraja berobat ke Puskesmas (Alkes, panambahan
dari mulai datang Situraja lebih dari 1 jam rauangan kajian awal
2 sampai dengan pulang 23,1 % hal ini disebabkan dan UGD ), sosialisasi
? pemeriksaan yang lama, dan komitmen
Tenaga terbatas, Petugas kepatuhan petugas
tidak mematuhi SPM, terhadap SPM,
keterbatasan sarana Sosialisasi kepada
Pelayanan. masyarakat dan

8
membuat informasi
lamanya waktu
pelayanan di tiap
ruang pelayanan.

62,8 % masyarakat Sosialisasi SOP


menilai pelayanan yang Pelayanan kepada
diberikan oleh petugas petugas, Komitmen
kurang cepat dan tepat bersama terhadap
hal ini dikarenakan SPM, pengajuan
3 37,8%
Bagaimana menurut ketidak patuhan petugas tenaga dan
saudara kecepatan dan terhadap SOP dan SPM, pendidikan/pelatihan
ketepatan petugas kurangnya tenaga, untuk meningkatkan
dalam memberikan kompetensi petugas kompetensi petugas.
pelayanan ? kurang.
Pengadaan Jalan
Apakah menurut anda 27,7 % masyarakat masuk dengan Safety
lingkungan menilai bahwa ralling, Toilet Pasien
4 Puskesmas Situraja 72,3% lingkungan di Puskesmas dengan pegangan,
sudah aman dan Situraja belum aman dan meratakan jalan yang
nyaman untuk balita Nyaman untuk Balita dan tidak rata, Membuat
dan usia lanjut ? Lansia Taman Ramah Anak,
berapa lama 69,3 % masyarakat Sosialisasi / pelatihan
kecepatan pelayanan ( menilai respon time Triase untuk petugas,
respon time ) petugas petugas/dokter di Unit kepatuhan petugas
/ dokter di Unit Gawat Gawat Darurat terhadap Triase dan
Darurat (UGD) Puskekesmas Situraja SOP, Sosialisasi
Puskesmas Situraja? lebih dari 5 menit hal ini kepada masyarakat
5 30,7 %
di sebabkan dengan membuat
ketidakpatuhan petugas bagan triase di UGD.
terhadap triase pasien di
UGD, ketidaktahuan
masyarakat terhdap triase
di UGD.

9
3. ANALISA HASIL SURVEI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MASYARAKAT TERHADAP
USAHA KESEHATAN MASYARAKAT

RENCANA
TINDAK
NO PROGRAM PERTANYAAN HASIL ANALISA
LANJUT
1 KIA bagaimanakah Jawaban A : 88.1 % masyarakat optimalisasi
menurut anda 88,1 % lebih memilih pelayanan
untuk Jawaban B : datang sendiri ke pemeriksaan bumil
mempermudah 11,8% tempat pelayanan di Fasilitas
akses pelayanan untuk pemeriksaan Kesehatan dan
pemeriksaan ibu bumil hal ini kunjungan rumah
hamil? disebabkan karena oleh petugas untuk
masyarakat sudah bumil resti.
tahu manfaat dan
fungsi fasilitas
kesehatan, 11,8 %
masyarakat
memilih kunjungan
rumah dari petugas
untuk pemeriksaan
bumil.
Menurut anda apa Jawaban A : 34,9% masyarakat Penyuluhan /
hambatan 34,9 % memilih tidak tahu sosialisasi kepada
sehingga ibu Jawaban B : alasan bumil tidak masayarakat tentang
hamil tidak 65 % diperiksa hal ini pentingnya
diperiksa ? disebabkan pemeriksaan bumil
ketidaktahuan secara rutin,
masyarakat menganjurkan
manfaat membuat jaminan
pemeriksaan bumil, kesehatan (BPJS),
bumil merasa kunjungan rumah
sehat. 65 % untuk pemeriksaan
masyarakat bumil yang tidak
memilih tidak mampu.
mempunyai dana
untuk pemeriksaan
bumil penyebab

10
masyarakat tidak
mampu dan
belum/tidak
mempunyai
jaminan kes
(BPJS), tidak
mempunyai ongkos
untuk pergi ke
fasilitas kes.
untuk Jawaban A : 95,5% masyarakat melaksanakan kelas
meningkatkan 95,5% memilih kelas ibu ibu hamil di setiap
pengetahuan ibu Jawaban B : hamil untuk desa dan puskesmas.
hamil 4,5 % meningkatkan
dimasyarakat pengetahuan bumil.
maka di perlukan
kegiatan
selain kegiatan jawaban A: 97,3 % masyarakat melaksanakan kelas
kelas ibu hamil, 97,3 % memilih ibu balita di setiap
apakah Jawaban B : diadakannya kelas desa dan puskesmas.
diperlukan 2,6% ibu balita untuk ibu
kegiatan kelas ibu balita.
balita, dalam
rangka
meningkatkan
pengetahuan ibu
balita ?
untuk Jawaban A : 83,9% masyarakat melaksanakan
pemantauan 83,9 % memilih dilakukan SDIDTK setiap
perkembangan Jawaban B : pemantauan bulan di posyandu
balita dilakukan ? 16 ,1% perkembangan dan puskesmas.
SDIDTK oleh
petugas kesehatan
2 GIZI selain kegiatan Jawaban A : 78,2 % masyarakat melaksnakan
penimbangan dan 78,2 % membutuhkan penyuluhan gizi di
pengukuran berat Jawaban B : penyuluhan posyandu
badan /tinggi 21,7% kesehatan gizi di
badan di posyandu untuk
posyandu, apa meningkatkan
menurut saudara pengetahuan
perlu adanya

11
kegiatan lain mereka tentang
seperti kebutuhan gizi.
penyuluhan
kesehatan gizi ?
seberapa Jawaban A : 97,5% masyarakat Pelatihan kader
pentingkah peran 97,5% membutuhkan posyandu untuk
kader kesehatan Jawaban B : peran kader dalam meningkatkan
dalam 2,8% membangun kompetensi.
membangun kesadaran gizi agar
kesadaran gizi di mereka lebih
masyarakat ? mudah dan cepat
untuk mendapatkan
informasi tentang
gizi
Apakah saudara Jawaban A : 91,7% masyarakat
mengetahui 91,7% mengetahui
kegiatan-kegiatan Jawaban B : kegiatan-kegiatan
dalam 8,2% dalam
penanggulangan penanggulangan
stunting di stunting
Puskesmas? disebabkan
banyaknya
informasi dan
sosialisasi yang
dilakukan oleh
petugas untuk
penanggulangan
stunting.
apakah menurut Jawaban A : 99,3% masyarakat Melaksanakan
saudara perlu 99,3%, membutuhkan konseling gizi untuk
adanya kegiatan Jawaban B konseling gizi di balita dan bumil
konseling gizi : 0,7% puskesmas.
puskesmas?
3 PROMKES salah satu Jawaban A : 99,7% masyarakat melaksanakan
kegiatan program 99,7% memerlukan kegiatan pembinaan
Promkes adalah Jawaban B : kegiatan posyandu secara
kegiatan 0,23% pembinaan rutin
pembinaan posyandu untuk
Posyandu, pemberdayaan
menurut anda kader/ masyarakat

12
apakah kegiatan dalam memelihara
ini di perlukan kesehatan.
oleh masyarakat ?
Apakah Jawaban A : 99,3% masyarakat melaksanakan
masyarakat 99,3%, membutuhkan penyuluhan
memerlukan Jawaban B penyuluhan kesehatan didalam
penyuluhan : 0,7% kesehatan dengan dan luar gedung
kesehatan oleh tujuan pengetahuan secara rutin.
petugas promosi masyarakat tentang
kesehatan kesehatan
meningkat.
dalam kegiatan Jawaban A : 98,1% masyarakat melaksanakan
desa siaga apakah 98,1% membutuhkan pembinaan desa
diperlukan Jawaban B : pembinaan desa siaga secara rutin.
pembinaan oleh 1,9% siaga yang
petugas Promkes? bertujuan agar
masyarakat dapat
mandiri dalam
memelihara
kesehatannya.
Apakah Jawaban A : 99,7% masyarakat melaksanakan
diperlukan 99,7% membutuhkan pembinaan kader
pembinaan kader Jawaban B : pembinaan kader posyandu dan desa
Posyandu dan 0,23% posyandu dan siaga .
kader desa siaga ? kader desa siaga
untuk
meningkatkan
kompetensi
sehingga optimal
dalam
melaksanakan
pelayanan di
posyandu dan desa
siaga.
4 KESLING Dalam program Jawaban A : masih ada 9,2 Sosialisasi STBM
kesling salah satu 90,8% masyarakat yang kepada masyarakat
kegiatan nya Jawaban B : tidak memerlukan secara rutin.
adalah kegiatan 9,2% sosialisasi STBM
STBM, apakah dikarenakan
diperlukan ketidaktahuan

13
sosialisasi tentang masyarakat tentang
5 pilar STBM? STBM.

Apakah Jawaban A: 71,4% masyarakat penyuluhan


diperlukan 28,6% tidak memerlukan pentingnya cuci
Penyuluhan Cuci Jawaban penyuluhan Cuci tangan pakai sabun
Tangan Pakai B:71,4% tangan pakai sabun di masayarakat
Sabun di disebabkan sehingga dapat
masyarakat ? ketidaktahuan merubah prilaku
masyarakat tentang masyarakat.
pentingnya cuci
tangan untuk
kesehatan,
kebiasaan
masyarakat yang
susah di rubah.
Dalan Upaya Jawaban A: 98,6% masyarakat melaksanakan
peningkatan 98,6% membutuhkan penyuluhan
kesehatan Jawaban B: penyuluhan kesehatan
lingkungan 1,4% kesehatan lingkungan di dalam
apakah lingkungan dan luar gedung.
masyarakat dikarenakan
memerlukan mereka tahu
penyuluhan oleh pentingnya
petugas kesehatan kesehatan
lingkungan ? lingkungan
sehingga
membutuhkan
pengetahuan yang
cukup untuk
memelihara
kesehatan
lingkungan.
Untuk merubah jawaban A: 97,2 % malaksanakan
prilaku hidup 97,2% masayarakat pelayanan sanitasi
bersih dan sehat jawaban B: membutuhkan klinik sesuai
apakah di 2,8% pelayanan sanitasi jadawal.
Puskesmas klinik di puskemas
dalam upaya

14
diperlukan klinik meningkatkan
sanitasi ? kesehatan.

Apakah perlu di jawaban A 32,6% masyarakat sosialisasi tentang


lakukan pelatihan :67,4% tidak dampak membuang
dan pembinaan jawaban B: membutuhkan sampah
pengelolaan 32,6 % pelatihan untuk sembarangan untuk
sampah di pengelolaan kesehatan,
masyarakat ? sampah di melaksanakan
masyarakat karena pelatihan/pembinaan
masyarakat belum pengelolaan sampah,
mengetahui membentuk
dampak membuang kelompok untuk
sampah pengelolaan sampah
sembarangan dan dis setiap desa.
manfaat yang dapat
dihasilkan dari
pengeloaan sampah
tersebut.
5 IMUNISAS Apakah menurut jawaban A: 4% masyarakt Sosialisasi manfaat
I anda program 96% menilai program imunisasi secara
imunisasi itu jawaban B: imunisasi tidak rutin, penanganan
penting ? 4% penting karena KIPI sesuai prosedur
ketidaktauan sehingga masyarakat
masyarakat tentang tidak beranggapan
pentingnya imunisasi
imunisasi untuk menjadikan balita
kesehatan balita, sakit.
menganggap
bahwa imunisasi
menyebab kan
balita sakit.
untuk jawaban A: 37,6% masyarakat melaksanakan
meningkatkan 62,4% membutuhkan jadwal imunisasi di
cakupan jawaban B: pelayanan Puskesmas dan
imunisasi, 37,6% imunisasi di pelayanan imunisasi
dimanakah posyandu karena di posyandu/pustu
tempat pelayanan pelayanan lebih untuk desa yang
imunisasi yang dekat sehingga jarakya jauh dari
anda butuhkan ? puskesmas.

15
waktu dan biaya
lebih efisien.

Menurut anda jawaban A: 47,5% masyarakat melaksanakan


apakah hambatan 52,5% memilih anak tidak pelayanan imunisasi
anak tidak di jawaban B: diimunisasi karena di posyandu dan
imunisasi ? 47,5% masalah dana pustu sehingga akses
dikarenakan jarak masyarakat lebih
yang jauh ke dekat, bagi yang
puskesmas tidak mempunyai
sehingga jaminan kesehatan
memerlukan dan BPJS diluar
ongkos, bagi yang faskes puskesmas
tidak mempunyai situraja pelayanan
jaminan kes dan imunisasi tidak
jaminan kes dengan dikenakan biaya
faskes bukan hanya biaya
puskesmas situraja pendaftaran saja.
harus bayar.
bila disekitar anda jawaban A : 56,5% masayarakat melaksanakan
masih ada sasaran 43,5% memilih penyuluhan tentang
imunisasi yang jawaban B: penyuluhan imunisasi di
tidak di 56,5 % imunisasi karena masyarakat.
imunisasi, apa hal ini bisa d
yang harus sebabkan oleh
dilakukan oleh kurangnya
petugas? pengetahuan
masyarakat tentang
imunisasi.
Menurut anda jawaban 8,3 % masyarakat melaksanakan
apakah kunjungan A:91,7% tidak memerlukan kunjungan rumah
rumah oleh jawaban B: kunjungan rumah untuk sweping dan
petugas 8,3% untuk sasaran yang penyuluhan tentang
diperlukan ? tidak di imunisasi imunisasi bagi
hal ini disebabkan sasaran yang tidak di
imunisasi tidak imunisasi.
penting.

16
6 KUSTA menurut saudara jawaban A: 5% masyarakat melaksanakan
apakah penting 95% menganggap sosialisasi dan
program jawaban pemberantasan penyuluhan tentang
pemberantasan B:5% kusta tidak penting pentingnya program
penyakit kusta disebabkan kusta dan penyakit
(P2 Kusta) untuk ketidaktahuan kusta.
masyarakat ? masyarakat tentang
penaykit kusta
Apakah jawaban A : 97,9% masyarakat melaksanakan
diperlukan 97,9% memerlukan penyuluhan tentang
penyuluhan dari jawaban B : penyuluhan kusta kusta di masyarakat.
program KUSTA 21% bertujuan untuk
? meningkatakan
pengetahuan
masyarakat tentang
kusta
Apakah jawaban A: 95% masyarakat dilaksanakan deteksi
diperlukan 95% memerlukan dini pennyakit kusta
penjaringan jawaban penjaringan sehingga tidak
penyakit kusta di B:5% penyakit kusta di terjadi kecacatan
wilayah sodara ? masyarakat bagi penderita dan
disebabkan tidak terjadi
masyarakat sudah penularan.
mengetahui tentang
bahaya penyakit
kusta.
menurut saudara jawaban A: 44,9% masyarakat Membentuk PMO
apakah 55,1 % memerlukan PMO dari keluarga untuk
pengawasan Jawaban B: oleh keluarga hal pasien kusta.
minum obat oleh 44,9% ini disebabkan
keluarga bagi karena keluarga
penderita kusta lebih sering
diperlukan ? berinteraksi dan
mudah untuk
mengawasi
penderita minum
obat.

17
bila ditemkan jawaban A: 2,8 % masyarakat penyuluhan tentang
penderita kusta 97,2% memilih untuk cara penularan dan
apa yang sodara jawaban B : mengasingkan perawatan bagi
harapkan dari 2,8% penderita kusta hal pasien kusta
petugas ini disebabkan
kesehatan? ketidaktahuan
masyarakat tentang
penatalaksaan/pera
watan dan cara
penularan kusta.
7 DBD dalam rangka jawaban A : 58,9 % masyarakat penyuluhan DBD
pencegahan 58,9% memilih dan PSN di
penyakit demam jawaban B: penyuluhan tentang masyarakat.
berdarah apakah 41,1% DBD karena
kegiatan yang masyarakat sudah
diperlukan ? tahu bahaya DBD
menurut saudara Jawaban A: 99,1 % masyarakat melaksanakan
apakah 99,1 % memerlukan pemantauan jentik
pemantauan jawaban B : pemantauan jentik nyamuk secara rutin
jentik nyamuk 0,9% nyamuk untuk
diperlukan untuk mencegah DBD di
pencegahan karenakan
penyakit DBD? masyarakat sudah
tahu bahaya DBD.
Bila ditemukan Jawaban A: 95,3% masyarakat melaksanakan
kasus DBD, 95,3 % memerlukan kunjungan rumah
apakah petugas jawaban B : kunjungan rumah bagi penderita DBD
kesehatan perlu 4,7% bagi penderita untuk dilakukan PE.
melakukan DBD.
kunjungan rumah
?
apakah pelatihan Jawaban A: 96,7 % masyarakat melaksanakan
kader pemantauan 96,7 % memerlukan pelatihan kader
jentik nyamuk jawaban B : pelatihan kader Jumantik.
diperlukan dalam 3,3 % Jumantik untuk
pencegahan DBD memantau jentik
? nyamuk dan
mencegah terjadi
DBD.

18
menurut sodara Jawaban A: 75,2 % masyarakat optimalisasi kader
pemantauan 75,2 % memilih petugas jumantik untuk
jentik sebaiknya jawaban B : kesehatan untuk melaksanakan tugas
dilakukan oleh ? 24,8% pemantaun jentik nya secara rutin.
nyamuk karena
ketidaktahuan
masyarakat adanya
kader jumanatik di
wilayahnya.
8 TB dalam Jawaban A: 91,3% masyarakat Sosialisasi dan
pemberantasan 91,3% memerlukan penyuluhan penaykit
penyakit TB Paru jawaban B : penyuluhan TB TB di masyarakat
apakah perlu 8,7% dimasyarakat untuk secara rutin.
penyuluhan di meningkatkan
masyarakat oleh pengetahuan
petugas TB masyarakat tentang
Puskesmas ? TB.
untuk deteksi Jawaban A: 95% masayarakat koordinasi lintas
penyakit TB paru 95% memerlukan program untuk
di masyarakat jawaban B : penjaringan penjaringan suspek,
kegiatan apa yang 4,5% pnederita TB Paru dilakukan deteksi
harus dilakukan? oleh petugas untuk dini pada anggota
menghindari keluarga penderita
penularan penaykit. TB Paru (BTA+),
dilaksanakan
program ketuk pintu
deteksi dini TB paru
.
Jika ditemukan Jawaban A: 59,8% masyarakat penderita TB paru
kasus TB paru 40,2% memilih penderita diobati sesuai
sebaiknya jawaban B : datang ke standar dan
dilakukan ? 59,8% Puskesmas untuk dilaksanakan
berobat. kunjungan rumah
untuk penyuluhan
dan deteksi dini
anggota keluarga
lainnya.

19
Untuk Jawaban A: 70% masyarakat membentuk PMO
keberhasilan 30% memerlukan untuk pengobatan
pengobatan TB jawaban B : pengawasan TB Paru.
paru sebaiknya 70% minum obat untuk
dilakukan ? penderita TB oleh
keluarga dan kader
karena keluarga /
kader lebih sering
berada di dekat
penderita sehinga
mencegah
penderita lupa atau
tidak mau minum
obat.
untuk mencegah Jawaban A: 94% masyarakat melaksnakan
penularan TB 94% memrlukan pemeriksaan kontak
paru apakah perlu jawaban B : pemeriksaan serumah bagi
dilakukan 6% kontak serumah penderita TB.
pemeriksaan bagi penderita TB
kontak serumah ? Paru karena
masyarakat sudah
paham cara
penularan TB.
9 PTM Menurut saudara Jawaban A: 78,3% masyarakat melaksanakan
apakah perlu 78,3% memerlukan kunjungan rumah
dilakukan jawaban B : kunjungan rumah untuk memberikan
kunjungan rumah 21,7% untuk penderita penyuluhan tentang
terhadap penyakit darah tinggi dan hipertensi dan DM.
yang tidak DM karena
menular ? masyarakat sudah
bosan untuk
berobat dan minum
obat.
menurut saudara Jawaban A: 88,9% masyarakat melaksanakan
apakah perlu 88,9% membutuhkan sosialisasi PTM di
dilakukan jawaban B : sosialisasi tentang masyarakat.
sosialisasi untuk 11,1% PTM karena
penyakit tidak ketidaktahuan
menular ? masyarakat tentang
PTM.

20
apakah Jawaban A: 87,7% masyarakat dilaksanakan
diperlukan 87,7% memerlukan pelatihan kader PTM
pembekalan bagi jawaban B : pembekalan kader untuk meningkatkan
kader posbindu 12,3% PTM karena kader kompetensi kader.
PTM? masih kurang
kompeten dalam
deteksi dini PTM.
menurut saudara Jawaban A: 79,7% masyarakat melaksanakan
apakah perlu 79,7% memerlukan penyuluhan
dilakukan jawaban B : penyuluhan kelompok Pasien
penyuluhan 20,3% kesehatan tentang Rujuk balik,
kesehatan PTM secara kelompok prolanis.
terhadap berkelompok
masyarakat karena kurangnya
tentang PTM pemahaman
secara masyarakat tentang
berkelompok ? penatalaksanaan
PTM.
Menurut saudara Jawaban A: 90% masyarakat dilaksanakan
apakah perlu 90% memerlukan pemeriksaan /
dilakukan jawaban B : deteksi dini faktor deteksi dini faktor
pemeriksaan 9,7% resiko PTM untuk resiko PTM
deteksi dini mencegah dan dimasyarakat.
factaor resiko penanganan segera
PTM? mungkin.
10 PERKESM Menurut saudara Jawaban A: 66,9% masyarakat dilaksanakan
AS apakah perlu 66,9% memerlukan kunjungan rumah
dilakukan jawaban B : kunjungan rumah untuk memandirikan
kunjungan rumah 33,1% untuk penderita pasien dan keluarga
terhadap darah tinggi dan dalam merawat
penderita DM karena kesehatannya.
penyakit masyarakat sudah
Hipertensi dan bosan untuk
DM ? berobat dan minum
obat.
Menurut saudara Jawaban A: 92,7 % masyarakat kordinasi lintas
apakah perlu 92,7% memerlukan program untuk
dilakukan jawaban B : kunjungan rumah kunjungan rumah
kunjungan rumah 7,3% untuk penderita sehingga pasien dan
terhadap penyakit menular keluarga mandiri

21
penderita (TB Paru, HIV, dalam merawat
penyakit menular Kusta) karena kesehatannya.
seperti TB Paru, masyarakat sudah
Kusta, HIV dan mengetahui resiko
AIDS? penularan dari
penyakit tersebut.
Menurut saudara Jawaban A: 93,1 % masyarakat kordinasi lintas
apakah perlu 93,1% membutuhkan program untuk
dilakukan jawaban B : kunjungan rumah kunjungan rumah
kunjungan rumah 6,9% untuk anak yang sehingga pasien dan
terhadap anak BGM/Gizi buruk. keluarga mandiri
dengan dalam merawat
BGM/kurang gizi kesehatannya.
?
Menurut saudara Jawaban A: 98,8% masyarakat dilaksanakan
apakah perlu 98,8% membutuhkan penyuluhan ibu
dilakukan jawaban B : penyuluhan bagi dengan anak gizi
penyuluhan 1,2% ibu yang buruk.
kesehatan mempunyai anak
terhadap ibu yang dengan gizi buruk.
mempunyai anak
kurang gizi ?
menurut saudara Jawaban A: 90,5% masyarakat dilaksanakan
apakah perlu 90,5% membutuhkan penyuluhan
dilakukan jawaban B : penyuluhan bagi kelompok Pasien
penyuluhan 9,5% kelompok penyakit Rujuk Balik dan
kesehatan kronis dan penyakit Prolanis serta
terhadap menular. penderita TB Paru.
penderita
penyakit kronis
dan penyakit
menular secara
berkelompok ?
11 PKPR Menurut saudara Jawaban A: 93,4% masyarakat dilaksnakan
apakah perlu 93,4% membutuhkan penyuluhan keshatan
dilakuakn jawaban B : penyuluhan remaja di sekolah.
penyuluhan 6,6% kesehatan remaja
kesehatan remaja karena banyak
? remaja yang sudah
merokok, narkoba

22
dan pergaulan
bebas.

menurut saudara jawaban A: 99,3% masyarakat dilaksnakan


apakah perlu 99,3% membutuhkan penyuluhan keshatan
dilakukan jawaban B : penyuluhan remaja di sekolah.
sosialisasi tentang 0,7% kesehatan
kesehatan reproduksi untuk
reproduksi ? remaja karena
bayak remaja yang
sudah melakukan
pergaulan bebas.
Menurut saudara jawaban A: 97% masyarakat dilaksnakan
apakah perlu 97% membutuhkan pelayanan konseling
dilakukan jawaban B : pelayanan untuk remaja di
konseling pada 3% konseling untuk puskesmas.
anak remaja ? remaja.
Menurut saudara jawaban A: 90,1% masyarakat dilaksnakan
apakah perlu 90,1% membutuhkan kunjungan rumah
dilakukan jawaban B : kunjungan rumah bagi remaja yang
kunjungan rumah 9,9% bagi remaja yang bermasalah.
terhadap remaja bermasalah karena
yang bermasalah remaja sering
? mengambil
keputusan yang
salah dalam
menyelesaikan
maslahnya misal
penggunaan
narkoba.
Menurut saudara jawaban A: 95% masyarakat dilaksanakan
apakah perlu 95% membutuhkan pelatihan kader
dilakukan jawaban B : adanya pelatihan konselor untuk
pembekalan 5% kader konselor sisiwa sekolah.
untuk kader sebaya untuk
konselor sebaya ? memfasilitasi
remaja dalam
menyelesaikan
masalah.

23
12 INDERA apakah anda tahu jawaban A: 71,9% masayarakat sosialisasi program
tentang program 28,1% tidak tahu adanya indera kepada
Indera di jawaban B : program indera di masyarakat melalui
Puskesmas? 71,9% puskesmas situraja Loktri dll
karena kurangnya
sosialisasi.
kegiatan apa yang jawaban A: 83% masayarakat sosialisasi program
diperlukan untuk 83% menjawab kegiatan indera kepada
kesehatan indera jawaban B : yang ada di masyarakat melalui
di masyarakat? 17% program indera Loktri dll
yaitu penyuluhan
kesehatan indera
sedangkan
penjaringan kasus
indera (katarak,
gangguan
penglihatan hanya
17% hal ini
disebabkan
kurangnya
sosialisasi program
indera.
bila ditemukan jawaban A: 81,8% masyarakat dilaksanakan
kasus katarak di 81,8% menjawab berobat skrining katarak di
masyarakat, apa jawaban B : ke Puskesmas jika puskesmas bagi
yang harus 18,2% ada kasus katarak suspek dan
dilakukan ? kunjungan rumah.
Apakah perlu jawaban A: 91,4% masyarakat dilaksanakan
dilakukan 91,4% memerlukan kunjungan rumah
kunjungan jawaban B : kunjungan rumah pasien post op
petugas indera 8,5% bagi pasien post katarak.
untuk pasien post operasi katarak
operasi katarak ? karena untuk
melihat
perkemabangan
dan kondisi pasien,
pasien belum
mampu pergi ke
Puskesmas.

24
13 KESORGA Apakah anda jawaban A: 65,5% masyarakat sosilaisasi program
mengetahui 65,5% mengetahui pada masyarakat saat
program Kesorga jawaban B : program program Loktri.
? 34,5% kesorga di
puskesmas
Apakah yang jawaban A: 75,4 % masyarakat dilaksanakan
dibutuhkan oleh 75,4% memilih pendataan kelompok
masyarakat dari jawaban B : penyuluhan olahraga dan
program kesorga 24,6% kesehatan olahraga penyuluhan
? kesehatan olahraga
pada kelompok olah
raga.
kegiatan rutin jawaban A: 88% masyarakat kordinasi lintas
olahraga yang 88% membutuhkan program untuk
dibutuhkan oleh jawaban B : kegiatan senam mengadaka kegiatan
masyarakat ? 12% rutin senam rutin contoh
senam lansia.
Apakah ada jawaban A: 58% masyarakat dilaksanakan
kegiatan olahraga 58% mengatakan ada pendataan kelompok
di lingkungan jawaban B : kegiatan olahraga olahraga.
rumah anda ? 42% di tempatnya.
Apabila ada jawaban A: 72,1% masyarakat dilaksanakan
kegiatan olahraga 72,1% mengatakan pengukuran tingakat
apakah petugas jawaban B : petugas kesehatan kebugaran bagi
kesehatan harus 27,9% harus ikut serta peserta kelompok
mengikutinya ? dalam kegaiatan olahraga.
olahraga
14 JIWA Apakah sodara jawaban A: 53% masyarakat sosilaisasi program
mengetahui 47% mengatakan tidak pada masyarakat saat
program jawaban B : tahu tentang Loktri.
kesehatan jiwa ? 53% program jiwa di
Puskesmas Situraja
Kegiatan apakah jawaban A: 75,7% masyarakat dilaksanakan
yang dibutuhkan 75,7% membutuhkan sosialisasi/penyuluha
oleh masyarakat jawaban B : sosialisasi n kesehatan jiwa di
dalam kesehatan 24,3% kesehatan jiwa di masyarakat.
jiwa ? masyarakat untuk
meningkatkan
pengetahuan.

25
Bila ada kasus jawaban A: 53,9% masyarakat melaksanakan
gangguan jiwa di 53,9% membutuhkan pengobatan pasien
masyarakat apa jawaban B : pengobatan di dengan gangguan
yang saudara 46,1% puskesmas bagi jiwa sesuai standar,
butuhkan ? yang menderita melaksanakan
gangguan jiwa. kunjungan rumah.
Apakah di tempat jawaban A: 71,2 % mengatakan pelatihan kader
sodara memiliki 28,8% tidak tahu adanya kesehatan jiwa dan
kader kesehatan jawaban B : kader kesehatan optimalisasi fungsi
jiwa ? 71,2% jiwa. kader di amsyarakat.
Apabila jawaban A: 81% masyarakat melaksanakan
ditemukan kasus 81% memilih keluarga, pelayanan rujukan
gangguan jiwa di jawaban B : kader, dan aparat dengan
masyarakat dan 19% desa untuk pendampingan
memerlukan mengantar pasien petugas kesehatan,
perawatan di ODGJ yang akan di keluaraga dan aparat
rumah sakit rujuk. desa/kader
pasien sebaiknya
diantar oleh siapa
?
15 ISPA Apakah saudara jawaban A: 56,7% masyarakat melaksanakan
mengetahui 56,7% mengetahui sosialisasi program
program jawaban B : program ISPA di ISPA
pemberantasan 43,3% Puskesmas situraja
penyakit ISPA? tetapi 43, 3% tidak
tahu karena
kurangnya
sosialisasi program
di masyarakat.
Menurut anda jawaban A: 94,1% masyarakat melaksanakan
perlukah 94,1% memerlukan sosialisasi program
sosialisasi jawaban B : sosialisasi program ISPA
program ISPA di 6,4% ISPA untuk
Masyarakat ? meningkatkan
pengetahuan dan
kemampuan dalam
memelihara
kesehatannya.

26
Kegiatan apa jawaban A: 64,5% masyarakat melaksanakan
yang dilakukan 64,5% memilih untuk kunjungan rumah
agar ISPA tidak jawaban B : diadakan dan penyuluhan
menular kepada 35,4% penyuluhan dan tentang PHBS
orang lain ? kunjungan rumah kepada masyarakat.
untuk mencegah
penularan ISPA.
Apakah perlu jawaban A: 84,4% masyarakat diadakan pelatihan
pembekalan kader 84,4% memerlukan kader P2 ISPA.
P2 ISPA ? jawaban B : adanya kader P2
15,6% ISPA agar dapat
membantu
masayarakat untuk
deteksi dini dan
menangani masalah
kes ISPA lebih
cepat.
Apakah ditempat jawaban A: 62,2 % diadakan pelatihan
sodara memiliki 37,8% masayarakat tidak kader P2 ISPA,
kader P2 ISPA ? jawaban B : mengetahui adanya optimalisasi fungsi
62,2% kader P2 ISPA di kader di masyarakat.
lingkungannya.
16 DIARE Apakah anda jawaban A: 72,8% masyarakat melaksanakan
mengetahui 72,8% tidak mengetahui sosialisasi program
tentang program jawaban B : adanya program diare.
pencegahan 27,2% diare di puskesmas
penyakit diare ? karena kurangnya
sosialisasi dari
petugas.
Apakah jawaban A: 95% masayarakat melaksanakan
diperlukan 95% memerlukan penyuluhan diare di
penyuluhan diare jawaban B : penyuluhan diare masyarakat.
di masyarakat ? 5% untuk
meningkatkan
pengetahuan
masyarakat.
apa yang harus jawaban A: 67,6 masyarakat penyediaaan oralit di
dilakukan untuk 67,6% memilih untuk kader untuk
penanggulangan jawaban B : berobat ke pertolongan pertama
32,4% puskesmas, 32,4% pada penderita diare.

27
diare di memilih
masyarakat ? menyediakan oralit
di kader.
Kegiatan yang jawaban A: 85,1% masyarakat kunjungan rumah
diperlukan untuk 14,9% memilih menjaga dan penyuluhan
pencegahan jawaban B : lingkungan untuk PHBS di
penularan diare 85,1% pencegahan masyarakat.
adalah ? penularan diare.
apakah menurut jawaban A: 98,3% masyarakat diadakan pelatihan
anda perlu kader 98,3% memerlukan dan pembentukan
untuk pencegahan jawaban B : adanya kader untuk kader pencegahan
penyakit diare ? 1,6% pencegahan diare. diare.
17 HEPATITI apakah sodara jawaban A: 66,4% masyarakat sosialisasi program
S mengetahui 66,4% mengetahui hepatitis.
program jawaban B : program hepatitis.
pencegahan 33,5% 33,5% tidak
penyakit hepatitis mengetahui.
B?
Apakah jawaban A: 95,7% masyarakat dilaksanakan
diperlukan 95,7% memerlukan penyuluhan dan
penyuluhan dan jawaban B : penyuluhan dan deteksi dini hepatitis
deteksi dini 4,3% deteksi dini B pada masyarakat
Hepatitis B di hepatitis B (khusus bumil).
masyarakat ? dimasyarakat untuk
meningkatkan
pencegahan
penyakit B.
Apakah anda jawaban A: 97,2% masyarakat dilaksanakan
setuju di lakukan 97,2% menyetujui adanya skrining hep B pada
skrining hepatitis jawaban B : skrining hepatitis B bumil.
B pada ibu hamil 2,8% pada ibu hamil
di Puskesmas untuk deteksi dini
Situraja ? sehingga mencegah
penularan pada
bayi.
Apakah perlu jawaban A: 95,5% masyarakat dilaksanakan
kunjungan rumah 95,5% memerlukan kunjungan rumah
untuk kasus jawaban B : kunjungan rumah kasus hep B
hepatitis B ? 4,5% untuk kasus hep B.

28
apakah petugas jawaban A: 88,2% masyarakat diadakan sosialisasi
kes menyarankan 88,2% memerlukan pemeriksaan hep B
ibu untuk jawaban B : petugas untuk pada bumil di
melakukan 11,8% menyarankan bumi Puskesmas Situraja
skrining hep B? skrining hep B
18 HIV Apakah anda jawaban A: 95,5% masayarakat sosialisasi penyakit
pernah 95,5% mengetahui tentang HIV dan program
mendengar jawaban B : penyakit HIV. HIV di Puskesmas
tentang penaykit 4,5% situraja.
HIV/AIDS ?
Menurut anda jawaban A: 96,9% masyarakat dilaksanakan
apakah perlu 96,9% memerlukan penyuluhan tentang
penyuluhan jawaban B : penyuluhan HIV HIV.
HIV/AIDS di 3,1% dimasyarakat untuk
masyarakat ? meningkatkan
pengetahuan
masyarakat.
Menurut saudara jawaban A: 97,2% masyarakat dilaksanakan tes
perlukah tes 97,2% memilih tes HIV HIV untuk
HIV/AIDS secara jawaban B : secara sukarela masyarakat (bumil
sukarela ? 2,8% untuk deteksi dini dan penderita TB) di
dan mencegah puskesmas situraja.
penularan lebih
luas.
Menurut anda jawaban A: 92% masyarakat dilaksanakan tes
apakah setuju 92% menyetujui tes HIV HIV untuk bumil.
dengan tes HIV jawaban B : bagi bumil untuk
untuk semua ibu 8% deteksi dini dan
hamil ? pencegahan
penularan kepada
bayi.
apakah anda jawaban A: 70,2% masayarakat dilaksanakan
mengetahui 70,2% mengetahui adanya konseling HIV pada
tentang adanya jawaban B : konseling HIV di bumil dan penderita
tes HIV/AIDS 29,7% dipuskesmas TB sebelum
yang di dahului situraja pemeriksaan HIV.
dengan konseling
di Puskesmas
Situraja ?

29
19 LANSIA Menurut bapak / jawaban A: 71,6% masyarakat sosialisasi tentang
ibu yang di 71,6% menjawab dengan posbindu lansia.
maksud dengan jawaban B : tepat hal ini
posyandu lansia ? 28,4% memperlihatkan
pengetahuan
masyarakat sudah
baik.
Menurut jawaban A: 81,2% masyarakat sosialisasi dan
Bapak/Ibu apakah 81,2% sudah menjawab pelaksanaan
jenis kegiatan jawaban B : dengan tepat hal ini posbindu lansia
yang ada di 18,9% memperlihatkan
posyandu lansia ? tingkat
pengetahuan
masyarakat sudah
baik.
menurut jawaban A: 90,1% masyarakat pelaksanaan
Bapak/Ibu apakah 90,1% sudah menjawab posbindu lansia.
manfaat dari jawaban B : dengan tepat hal ini
posyandu lansia ? 9,9% memperlihatkan
tingkat
pengetahuan
masyarakat sudah
baik.
Apakah jawaban A: 92,2% masyarakat pelaksanaan
bapak/Ibu setuju 92,2% menjawab setuju posbindu lansia.
dengan kegiatan- jawaban B : dengan kegiatan di
kegiatan yanga da 7,8% posbindu
di posyandu
lansia seperti
penyuluhan kes,
penimbangan
berat badan,
pengukuran
tekanan darah ?

30
Apakah setiap jawaban A: 57,4% masyarakat sosialisasi jadwal
bulannya 42,5% menjawab tidak hal dan kegiatan
bapak/ibu jawaban B : ini dikarenakan posbindu lansia.
mengikuti 57,4% responden bukan
kegiatan sasaran atau
Posbindu lansia ? ketidaktauan
masyarakat adanya
posbindu lansia.

31
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Alloh SWT atas limpahan karunia Nya sehingga
kami bisa menyelesaikan penyusunan “ LAPORAN SURVEI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN
DAN KEPUASAN MASYARAKAT “ di Puskesmas Situraja Tahun 2019
Identifikasi kebutuhan masyarakat melalui survai bertujuan untuk mengetahui kebutuhan
masyarakat dan permasalahan kesehatan yang ada di wilayah kerjanya dengan mendapatkan
masukan dari masyarakat melalui proses pemberdayaan masyarakat, untuk kemudian dilakukan
analisis kesehatan komunitas (community health analysis) sebagai bahan penyusunan rencana
Puskesmas.
Ucapan terima kasih . kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu
pelaksanaan Survei Identifikasi Kebutuhan masyarakat dan Kepuasan Mayarakat. Besar harapan kami
semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dalam rencana perbaikan perbaikan penyelenggaraan pelayaan
Puskesmas Situraja serta dapat memenuhi tuntutan masyarakat sebagai pengguna pelayanan. Aamiin.

Situraja, Juli 2019

Kepala UPTD Puskesmas Situraja

Dr.Hj.R. Deti Rahmawati, MHKeS


NIP. 19651231 200212 2 010

32