Anda di halaman 1dari 4

Analisis Jurnal

KEPERAWATAN MATERNITAS

oleh :
Rachma Ayu Dewanti

NIM 172310101093

2PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS JEMBER

2019

Penulis Judul Nama Tujuan Metodologi Hasil dan


jurnal Jurnal jurnal penelitian Tempat Jumlah pembahasan
, edisi penelitia sempel
dan n
tahun
Sri Laela, Penuruna Jurna Pada jurnal Ruangan Sempel Hasil uji
Budi Anna n l tujuan yang perina yang di statistika di
Keliat, Postpartu Care, dari Nicu ambil dapatkan
dan m Blues vol 6 penelitian, yaitu ibu bahwa
Mustikasa Dan (1). agar yang tindakan
r Ansietas 2018 mengetahui mengalam keperawata
Melalui tindakan i
Terapi keperawata postpartu n , terapi
Thought n berupa m blues thought
Stopping thought dan stopping dan
Dan Terapi stopping ansietas terapi
Suportif dan terapi ibu suportif ada
Pada Ibu suportif postpartu penurunan
Postpartu dapat m dengan sebesar
m Dengan mengatasi bayi 17,57% dari
Bayi postpartum prematur. ansietas
Prematur blues dan Jumlah sedang
ansietas sempel 62 menjadi
ibu responden ansietas
postpartum dengan normal,
dengan bayi waktu 25 sedangkan
prematur minggu pada
diruang dari bulan postpartum
Perina -Nicu Desember blues
– Juni mengalami
2016 penurunan
16,33%
yang dapat
diartikan
post partum
blues
menjadi
normal.
Sehingga
pemberian
terapi
thought
stopping
dan terapi
suportif
mampu
menurunka
n
postpartum
blues dan
ansietas ibu
postpartum
2x lebih
besar
dibandingka
n
dengan
pemberian
tindakan
keperawata
n
Ners saja.

Ringkasan
Pada jurnal yang dilakulan penelitian di ruang perina nicu, dijelaskan bahwasannya ibu
postpartum merupakan proses adaptasi psikologi pada ibu, yang dapat mempemgaruhi
psikologi, fisiologi, dan struktur keluarga dengan rentan waktu yaitu 6 – 8 mimggu.
Adaptasi ini dibedakan menjadi tiga yaitu, taking in, taking hold, dan leting go. Ibu
dikatakam postpartum blues dikkarenakan gagal pada tahap fase in. Sehingga
postpartum blues dapat dikatakan kegagalan beradaptasi ibu postpartum. Terdapat
beberapa tindakan yang dapat diterapakn pada ibu yang mengalami kondisi seperti ini,
yaitu dengan tindakan keperawatan, terapi suportif dan though stopping. Terapi though
stopping adalah sebuah tehnik diamana ibu yang menghilangkan atau menghentikan
pikiran negatif (pikiran yang tidak inginkan) secara sadar. Terapi suportif memiko
manfaat yaitu meningkatkan kekuatan individu dan keterampilan koping. Pada jurnal di
sebutkan bahwasanya ibu yang mengalami postpartum blues memiliki kecemasan
terhadap kondisi pada bayinya, terutama pada bayi prematur yang memerlukan
perawatan lebih lama (baik di RS atau di rumah), sehingga adanya ansietas pada ibu.
Penelitian mendapatkan hasil bahwasannya jika tindalan keperawatan di padukan
dengan terapi suportif dan though stopping dapat menurukan ibu postpastum blues dua
kali dari pada hanya dilakukan tindakan keperawatan saja. Ibu postpartum blues
mengalami penurunan 8,06% dengan dilakukan tindakan keperawatan saja, sedangkan
jika dilakukan tindakan keperawtan dan tehnik stopping though di dapatkan penurunan
mencapai 12,68%. Selain itu peneliti juga meneliti dengan mengkombinasi dimana ibu
postpartum blues dilakukan tindakan keperawatam, tehnik suportif dan though
stopping, sehingga memdaptkan hasil penurunan ansietas sebesar 32,14% dari ansietas
berat menjadi normal,sedangkan kondisi postpartum blues mengalami penurunan
memcapai 29,04%. . Sehingga dapat disimpulkan jika dilakukan tehnik though sleeping,
tindakan keperawatan, dan tehnik suportif dapat lebih cepat menurukan ibu postpartum
blues terutama dengan kondisi bayi prematur.
Sebagai seorang perawat profesional dengan pasien dengan kondisi seperti ini tentu saja
perawat melakukan tindakan sesuai asuham keperawatan yang sudah di rencanakan. Di
dalam asuhan keperawatan tersebut juga ditambahkan edukasi tehnil suportif dan tehnik
though stopping, selain itu perawat harus maampu mengevaluasi pasien apakah mampu
melakukan kedua tehnik tersbut, dikarenakan kedua tehnik ini akan berhasil akan usaha
dari pasien tersebut