Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “M” GIIPIA0 DENGAN

PERSALINAN NORMAL
DI BPS ENGGAL SARAS SUKOHARJO

DI SUSUN OLEH :
Chairani Marpaung
2007.067

AKADEMI KEBIDANAN MAMBA’UL ‘ULUM


SURAKARTA
2008

0
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. PENGERTIAN
Persalinan atau partus adalah proses kelahiran janin pada kehamilan
sekurang – kurangnya 28 minggu atau kalau bagi yang dilahirkan beratnya 100
gram lebih. Definisi ini di dasarkan atas kemungkinan hidupnya bayi. Persalinan
bayi biasa atau normal adalah proses kelahiran janin pada kehamilan, cukup
bulan aterm 40 minggu pada letak memanjang dan presentasi belakang kepala
yang di susul dengan pengeluaran placenta dan seluruh proses kelahiran atau
berakhir dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tindakan atau pertolongan buatan
dan tanpa komplikasi atau penyakit ( Suma Praja, Sudraji, Persalinan Normal
FKUI Jakarta 1993 )

B. DASAR
Mekanisme persalinan mengacu bagaimana janin menyelesaikan dan meloloskan
diri dari panggul ibu yang meliputi gerakan.
1. Turun
Sebetulnya janin penurunan terus menerus dalam jalan lahir sejak kehamilan
trimester ketiga, antara lain masukya bagian terbesar kepala janin ke dalam
pintu atas pinggulyang primi gravida dapat etrjadi beberapa minggu sebelum
melahirkan dan multigravida selambat – lambatnya harus sudah teradi pada
kala IV
2. Fleksi
Pada permulaan persalinan kepala janin biasanya berada pada sikap fleksi
dan dengan turunnya kepala akan terjadi fleksi lagi fleksi yang maksimal
akan mengakibatkan masuknya kepala dengan diameter sub Oesiprito
Brecmatika 9,5 cm ke dalam pintu atas panggul dari pada dengan diameter
Oespito Frontalis 11,5 cm ( jika tak terjadi fleksi )
3. Putaran Dalam
Dalam makin turunnya kepala janin dalam jalan lahir, kepala janin akan
berputar sedemikian rupa sehingga diameter terpanjang kepala janin
bersesuaian dengan diameter terpanjang rongga panggul. Dan sumbu panjang
bahu akan membuat sudut 45o dengan sumbu – sumbu panjang kepala

1
4. Ekstensi ( Melepaskan diri dari fleksi maksimal )
Kepala janin dilahirkan dengan melepaskan diri dari sikap kepal yang fleksi
maksimal dengan jalan menempuh gerakan defleksi atau ekstensi kepala,
maka berturut – turut lahirlah sinsiput ( pucuk kepala ), dahi hidung, mulut
dan akhirnya dagu. Pada saat ini sumbu panjang bahu bersesuaian dengan
diameter panggul tengah.
5. Restitusi
Sewaktu berlangsung rotasi dalam, leher akan trpelintir karena bahu bersama
– sama mengadakan rotasi dalam dengan kepala yang lebih dahulu
melakukan rotasi dalam. Pada saat kepala janin lahir, pelintiran leher itu akan
terlepas sehingga hubungan kepala janin dengan bahunya menjadi normal
seperti semula.
6. Putaran Luar
Putaran luar kepala janin pada hakekatnya mengikuti rotasi dalam bahu janin.
Pada saat kepala lahir ia akan mengadakan rotasi luar untuk menyesuaiakan
diri dengan bahu janin. Demikian pula pada waktu bahu janin lahir dengan
sumbu panjang bahu bersesuaian diameter etrpanjang pintu bawah panggul

C. PEMBAGIAN PERSALINAN
Persalinan Dibagi 4 kala
1. Kala I
a. Di mulai pada waktu cerviks membuka karena his, kontraksi uterus yang
teratur maki sering, makin nyeri di sertai pengeluaran darah segar.
b. Berakhir pada waktu pembukaan serviks telah lengkap, selaput ketuban
biasanya pecah pada akhir kala I
c. Lamanya etrgantung pritus ibu primigravida kurang lebih 12 jam
multigravida kurang lebih 8 jam.
d. Mekanisme pembukaan serviks adalah sebagai berikut ; Kontraksi
segment atas uterus dan retraksi segment bawah uterus yang
mengakibatkan pembukaan serviks, akhirnya segment bawah rahim
menipis dan segment atas uterus (korpus) makin rendah.
Kala pembukaan di bagi menjadi 2 fase yaitu :
1. Fase Laten
Dimana pembukaan servikslambat sampai pembukaan 3 cm berlangsung
dari 7 – 8 jam.

2
2. Fase Aktif
Berlangsung selama 6 jam dan dibatasi atas 3 subfase yaitu :
1. Periode Akselerasi
Berlangsung 2 jam dari pembukaan menjadi 4 cm.
2. Periode Diatasi Maksimal
Dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4 cm
menjadi 9 cm.
3. Periode Deselerasi
Pembukaan menjadi lambat kembali, dalam waktu 2 jam pembukaan
dari 9 cm menjadi 10 cm / lengkap.

NO Betul betul Bersalin Belum Bersalin


1 Makin mules teratur ( 1 jam 5 kali ) Tidak teratur
2 Makin lama makin sering Tidak ada perubahan
3 Makin lama makin nyeri dan lama Tidak ada perubahan
4 Nyeri dimulai dari belakang, menjalar ke depan Nyeri terutama di depan
5 Berjalan – jalan menambah nyeri Tidak ada perubahan
6 Berhubung dengan pergeseran uterus Tidak ada perubahan
7 Keluar darah lendir Tidak ada perubahan
8 Cerviks mendatar dan membuka Tidak ada perubahan
9 Bagian bawah sudah turun Belum turun
10 Kepala tidak dapat digerakan pada waktu mules Kepala tetap bebas
11 Sedative tidak menghentikan mules - mules Sedative dapat
menghentikan mules -
mules

e. HIS
1. Frekwensi : 1 kali / 10 menit pada permulaan persalinan, 2 – 3 kali /
10 menit pada akhir kala I
2. Lamanya kurang lebih 1 menit
3. Nyerinya berasal dari regangan cerviks yang membuka
4. Terjadinya kalau tekanan intra uteri melebihi 20 mmHg
Biasanya di mulai pada tempat kira – kira batas suba
5. Akibatnya terhadap janin setiap kontraksi dapat menghambat aliran
darah dari placenta ke janin. Kalau tekanan melebihi 75 mmHg akan
menghambat aliran darah sama rendah.
f. Darah Lendir
Darah bercampur lendir yang keluar dari uterus akibat pergeseran selaput
ketuban dengan dinding uterus pada waktu pembukaan cerviks

3
2. Kala II
a. Dimulai hanya dapat diketahui dengan periksa dalam dengan menemuan
cerviks yang membuka lengkap ( pembukaan lengkap 10 cm )
Tanda – tanda klinik lainnya :
1. Nyeri HIS yang sangat hebat
2. Pasien ingin merasa mengejan
3. Darah lendir bertambah banyak
4. Selaput ketuban pecah
5. Perasaan seperti mau buang air besar
b. Berakhir dengan lahirnya janin
c. Lamamnya pada primigravida kira – kira 2 jam, multigravida 1 jam
d. Mengejan.
Disebabkan oleh turunnya kepala yang menekan rectum, berakibat
meningkatnya tekanan intra abdomen yang memperkuat kontraksi uterus
dan membantu pengeluaran janin.
e. Perineum Yang Menonjol
Terjadi pada waktu kepala janin mencapai Intositus Vaginae bertambah
menonjol pada setiap kontraksi uterus yang dapat mengakibatkan robekan
perineum, kecuali kalau dikeluarkan dengan episiotomi.
f. Kepala tampak mulai diantara labia minora
g. Mekanisme persalinan

3. Kala III
Di mulai setelah bayi lahir lengkap, berakhir dengan lahirnya placenta.
Lamanya biasanya 5 menit, tidak boleh lebih dari 15 menit. Pelepasan
placenta merupakan akibat dari reaksi otot – otot uterus setelah lahirnya janin
yang akan menekan pembuluh – pembuluh darah ibu kontraksinya
berlangsung terus – menerus
 Tanda Placenta Lepas
Tali pusat menjulur keluar atau kalau ditarik tidak ada tahanan. Segumpal
darah keluar dari vaginae dengan menekan corpus uterus ke atas tidak
lagi menarik tali pusat ke atas.
Suntikan Oksitosin

4
4. Kala IV
Adalah kala pengawasan selama 1 jam setelah bayi lahir dan uri lahir. Untuk
mengamati keadaan ibu terutama etrhadap bahaya perdarahan post partum.
Maka dari itu sebaiknya ibu ebrsalin harus masih di kamar bersalin supaya
dapat dilakukan pengawasan dengan baik.

D. Mekanisme Persalinan Pada Presentasi Belakang Kepala Dengan Ubun –


ubun Kecil Kiri Depan.
UUK kiri depan sering etrjadi pada letak memanjang dengan presentasi kepala
yang fleksi maksimal, dengan demikian presentasinya belakang kepala. Oleh
karena itu penyebut posisinya adalah UUK yang berputar ke depan diagnosa
posisi UUK kiri depan.
Pemeriksaan Perut :
1. Letak janin memanjang sumbu panjang janin sejajar dengan sumbu panjang
ibu
2. Kepala janin terdapat dalam rongga panggul
3. Punggung janin biasanya terdapat di kiri ( Puki ) agak kedepan
4. Bagian kecil janin terdapat dibagian kanan agak belakang sehingga sukar
untuk diraba
5. Bokong terdapat pada fundus uteri
6. Tonjolan kepala ( dalam hal ini dahi ) terdapat di bagian kanan kalau sikapnya
fleksi, tonjokan kepala terdapat di seberang punggung janin. Kalau sifatnya
defleksi akan etrdapat keadaan yang sebelahnya
Periksa Dalam :
1. Terasa langsung kepala
2. Pada pembukaan lengkap sutura dan kedua ubun – ubun janin dapat diraba
3. UUK teraba di kiri depan

4. UUB teraba di kanan belakang


5. Karena sikapnya fleksi maka oksiput letaknya lebih rendah dari pada alis
muka.
E. Gerakan Janin Yang Bertumpang Tindih
1. Turun

5
Tururn kepala janin ke dalam pintu atas panggul biasanya dengan diameter
terpanjang kepala janin sejajar atau miring sedikit terdapat diameter
terpanjang PAP.
2. Fleksi
Fleksi kepal janin dapat terjadi sebelum partus mulai, karena sesungguhnya
fleksi itu merupakan sikap janin dalam uterus. Keuntungan menjadi fleksi
maksimal itu adalah perubahan diameter bagian etrbawah janin dan oksipito
frontalis ( 11 cm ) menjadi oksipito breematika ( 9,5 cm ). Perubahan
diameter sepanjang 1,5 cm ini sangat besar pengaruhnya untuk kelancaran
partus.
3. Putaran Dalam
Pada kebanyakan panggul, PAP merupakan lonjongan jalan lahir dnegan
diameter terpanjang melintang ( ginekoid ). Pada waktu kepal alahir dengan
diameter terpanjang depan, belakang, maka diameter terpanjang bahu mulai
masuk PAP, maunya dalam keadaan melintang, akan tetapi karena harus
mengikuti kepaa janin yang diameter terpanjangnya sedang dalam keadaan
miring. Putaran – putaran hampir seluruhnya terjadi pada kala II.
4. Ekstensi
Ekstensi merupakan akibat dari bekerjanya dua kekuatan yaitu tenaga his
yang berarah ke bawah dan tekanan yang ditimbulkan oleh dasar panggul.
Perlu diingat bahwa dinding depan panggul hanya etrdiri dari os pubis yang
panjangnya 4 – 5 cm. sedangkan dinding belakang panggul terdiri dari os
sacrum yang panjangnya 10 – 15 cm. sehingga janin yang turun dengan sikap
fleksi maksimal itu akan meregangkan perineum oksiput akan lahir perlahan
– lahan dengan tengkuk sebagai sumbu putaran di bawah simphisis
bersamaan dengan proses ekstensi yang berlangsung lebih cepat untuk
melahirkan berturut – turut simsiput, UUB, dahi, hidung, mulut dan dagu
melalui sakrut dan perineum.

5. Putaran Restitusi
Pada waktu janin mencapai dasar panggul, bahu janin baru masuk PAP
dengan diameter terpanjang kepal janin miring terhadap diameter terpanjang
PAP, oleh karena itu leher janin agak terputus kira – kira 45%

6
F. Mekanisme Persalinan
1. Mengatur posisi ibu dengan posiis lisosomi
2. Melakukan Vulva Hygiene
3. Memasang duek steril, satu diatas perut ibu, satu dibawah bokong dan satu
lagu untuk menahan perineum
4. Waktu ada his ibu dipimpin mengejan secara continue atau tanpa putus,
mulut etrtutup, menekukan dagu ke dada, dan mengejan seperti orang BAB
atau bebeblan.
5. Pada his berikutnya ibu dipimpin mengejan hingga kepal membuka lalu
dilakukan Episiotomi
6. Terus dipimpin mengejan hingga kepla keluar pintu
7. Setelah kepal janin keluar pintu, tangan kirir menhan belakang kepala dan
tangan kanan perineum dengan Doek Steril
8. Berturut turut lahirlah dahi, mata, hidung dan dagu
9. Lepaskan pegangan pada belakang kepala dan perineum lalu kepala melakukan
putaran paksi luar.
10. Ambil kassa steril, seka mulut dan hidung bayi dari air ketuban, darah dan
serviks caeosa
11. Melahirkan bayi dengan tangan kanna dan kiri memegang bayi secara
bipariental ditarik sedikit ke bawah lahir bahu depan ditarik seidkit keatas
lahirlah bahu belakang, berturut – turut lahirlah dada, perut, bokong dan
kedua tungkai.
12. Meletakan bayi melintang pada perut ibu
13. Melakukan pemotongan tali pusat
14. Meriksa bayi dari kepala sampai kaki untuk mengetahui adanya cacat
konginental, periksa juga anusnya, berlubang atau tidak.
15. Dekatkan bayi pada ibu untuk mengadakan kontak pertama

BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN NORMAL

Tanggal / jam Masuk : 16 – 8 – 2007 Jam 02:30 WIB

7
Tempat praktek : BPS ENGGAL SARAS SUKOHARJO

I. PENGKAJIAN DATA
A. Data Subyektif
1. Biodata :
Nama : Ny “M” Nama Suami : Tn. “D.W”
Umur : 31 th Umur : 38 th
Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SD Pendidikan : SD
Pekerjaan : Tani Pekerjaan : Tani
Alamat rumah : Kunden, Bulu, Sukoharjo
2. Keluhan Utama :
 Perasaan ibu :Ibu mengatakan cemas akan keadaan diri dan bayinya
 Kapan ibu mulai merasa nyeri, lamanya dan teratur/tidak :
Tanggal 15 – 8 – 2007 Jam 23:00 WIB. 1 x/ 10 menit, teratur
 Pengeluaran pervaginam :
* Lendir : ada
* Darah : ada
* Air ketuban : tidak ada
3. Riwayat Haid
 Menarche : 14 th
 Lamanya : 7 hr
 Siklus : 28 hr
 Banyak : 2 – 3 x ganti pembalut
 Keluhan : nyeri dan pegal – pegal setiap kali akan haid
 Amenore : 40 minggu 2 hari
4. Riwayat kehamilan sekarang
a. GPA : GIIIP2A0
b. HPHT : 5 – 11 – 2007 HPL : 12 – 8 – 2007
Umur Kehamilan : 40 minggu 2 hari
c. Pergerakan janin I x umur kehamilan : 16 minggu
d. Gerakan janin : 5 – 8 x/hari Gerakan terakhir :.
e. ANC : 10 x di Puskesmas + BPS
f. Imunisasi TT I : 12 Maret 2007

8
Imunisasi TT II : 13 April 2007
g. Keluhan-keluhan pada
Trimester I : mual – mual terus di pagi hari
Trimester II : tidak ada
Trimester III : pegal – pegal dan kesemutan
5. Riwayat kehamilan / Persalinan dan nifas yang lalu :

No GPA Umur Jenis Jenis Komplikasi Penolong Berat Keadaan


Kehamilan Kelamin Persalinan Penyulit Bayi Nifas
1 GIPIA0 9 bulan Laki – laki Spontan - Dukun 3000 gr Bsik
1 tahun
Sekarang
2

6. Riwayat kesehatan
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu hamil anak ke 2 umur 31 tahun dengan kehamilan 9 bulan dengan
keluhan nyeri dan pegal – pegal pada pinggang sejak 23:00 WIB
mengeluarkan lendir dan air ketuban belum ada pengeluaran. Dan ibu
mengatakan tidka sedang menderita penyakit yang membutuhkan
perawatan khusus di RS.
b. Riwayat kesehatan yang lalu
* Jantung : tidak ada * Epilepsi : tidak ada
* TBC : tidak ada * Penyakit kelamin : tidak ada
* Ashma : tidak ada - GO : tidak ada
* DM : tidak ada - HIV – AIDS : tidak ada
* Hypertensi : tidak ada * Lain-lain : tidak ada
* Hepatitis : tidak ada

c. Riwayat Kesehatan Keluarga


1. Penyakit / Kelainan dalam keluarga
* Jantung : tidak ada * Epilepsi : tidak ada
* TBC : tidak ada * Penyakit kelamin : tidak ada
* Ashma : tidak ada - GO : tidak ada
* DM : tidak ada - Sypilis : tidak ada

9
* Hypertensi: tidak ada - AIDS : tidak ada
* Hepatitis : tidak ada * Lain-lain : tidak ada
2. Keturunan kembar : tidak ada
3. Lain-lain : tidak ada
d. Riwayat operasi yang pernah dialami : -
7. Pola kebiasaan sehari-hari
a. Nutrisi
Makan/minum terakhir :Jam 19:00 nasi, sayur dan lauk
Minum jamu : tidak
Keluhan : selama hamil nafsu makan biasa
b. Eliminasi
BAB / BAK terakhir : 1 kali / jam 23:00 WIB
Keluhan : tidak ada
c. Tidur : 8 jam/hari
Keluhan : tidak ada
d. Keluhan lain : tidak ada
8. Riwayat KB
a. Kontrasepsi yang pernah digunakan : pil kontrasepsi
b. Lamanya : 3 tahun
c. Keluhan : tidak ada
d. Rencana KB : ada
e. Jenis : suntik
f . Kapan : setelah usia anak 3 bulan
g. Tanggapan suami : bai dan mendukung
h. Jumlah anak yang diinginkan : 2 anak
9. Keadaan Psiko-Sosial
a. Perasaan menghadapi persalinan : cemas
b. Dukungan keluarga : baik, sangat mendukung
c. Adat menghadapi persalinan : tidak ada
B. Data Obyektif
1. Tanda-tanda vital
a. Keadaan umum : baik
b. Kesadaran : baik
c. Tensi : 110/ 70 mm Hg
d. Nadi : 80 x / menit

10
e. Suhu : 365 OC
f. Pernafasan : 24 x / menit
2. Pengukuran tinggi badan dan berat badan
a. Tinggi badan : 150 cm
b. Berat badan sebelum hamil : 53 kg
c. Berat badan sekarang : 61 kg
3. Kepala dan leher
a. Wajah : tidak oedem
b. Mata
- Konjungtiva : merah segar
- Scelra : tidak icterik
- Hidung : tidak polyp
c. Telinga OMA / OMP : bersih, tidak ada kotoran
d. Gusi dan gigi : tidak ada gejala infeksi, caries -
e. Leher
- Kelenjar Thyroid : tidak ada pembesaran
- Pembuluh lymphe : tidak ada pembesaran
f. Payudara
- Bentuk dan ukuran : simetris
- Keadaan putting : menonjol
- Pengeluaran : tidak ada, warna kuning-kuning
- Jenis benjolan : tidak ada
g. Ekstremitas
- Oedema :
- -
- -

- Kuku jari : tidak pucat


- Varises : tidak ada
- Reflek patella :+/+
h. Abdomen
- Luka bekas operasi : tidak ada
- Tinggi fundus uteri : 32 cm
- Gerakan janin : ada
- Kontraksi Uterus : 1 x / 10 menit

11
Durasi : 10 detik
Intensitas : kuat
- Palpasi abdomen
Leopold I :
Pada fundus teraba bulat lunak tidak melenting
yaitu bokong
Leopold II :
Bagian samping kiri perut teraba bagian memanjang
yaitu punggung dan bagian kanan teraba bagian
ekstremitas janin
Leopold III :
Bagian bawah janin masuk PAP
Leopold IV :
Bagian bawah janin sudah masuk PAP.
- Pemeriksaaan Osborn : negative
- Palpasi supra pubik, kandung kencing : kosong
- Bunyi jantung janin : (+), 11 – 12 – 11 = 136 x / menit : teratur
i. Genetalia eksterna
- Vagina : oedema : tidak ada
varises : tidak ada
infeksi : tidak ada
cairan : ada jenis lendir darah
- Kelenjar Bartholini : oedema : tidak ada
masa : tidak ada
j. Anus dan rectum : normal dan tak ada hemoroid
k. Pemeriksaan dalam (Vagina Toucher)
- Vagina : normal
- Portio : lunak / tipis
- Pembukaan : 8 cm
- Kulit ketuban : utuh
- Presentasi : kepala
- Penurunan kepala : Uodge III
- Ubun-ubun kecil dijam : UUK jam 2
l. Pemeriksaan laboratorium
- Glukosa urine : tidak dilakukan

12
- Protein urin : tidak dilakukan
- Golongan darah :O
- Hb : 10,8 gr%
- Lain-lain :-
m. Pemeriksaan Penunjang Lain
- USG :-
- Lain-lain :-

II. INTERPRETASI DATA


Diagnosa kebidanan :
A. GIIPIAO hamil 40 minggu, janin memanjang punggung kiri, presentasi
belakang kepal, sudah masuk panggul, janin tunggal intra uteri, hidup dalam
impartu kala I fase aktif.
B. Masalah
1. Cemas
Dasar S : ibu takut menghadapi persalinan
O : ekspresi ibu gelisah
2. Nyeri
Dasar S : ibu mengatakan perutnya nyeri menjalar ke pinggang
O : Ibu bersalin
C. Kebutuhan
 Dukungan moril
 Penjelasan tentang proses persalinan
 Kebutuhan nutrisi

III. DIAGNOSA POTENSIAL


Tidak ada

IV. ANTISIPASI / TINDAKAN SEGERA


Tidak ada

V. PLANNING / PERENCANAAN
Tanggal 16 – 8 – 2007 Jam 2:45 WIB

13
 Observasi KU dan VS tiap 4 jam atau bila ada indikasi
 Observasi His, Djj, setiap 30 menit
 Lakukan periksa dalam setiap 4 jam atau bila ada indikasi
 Observasi pengeluaran pervaginam
 Beri penjelasan pada ibu dan keluarga tentang proses persalinan sehubungan
dengan rasa nyeri dan cemas
 Anjurkan ibu untuk tidak miring ke kiri
 Anjurkan ibu agar tidak mengejan dulu
 Libatkan suami dan keluarga dalam pendampingan persalinan dan
menganjurkan untuk berdo’a

VI. IMPLEMENTASI / PELAKSANAAN


Tanggal 16 – 8 2007 Jam 3:00 WIB
 Mengobservasi KU dan VS tiap 4 jam atau bila ada indikasi
 Mengobservasi His, Djj, setiap 30 menit
 Melakukan periksa dalam setiap 4 jam atau bila ada indikasi
 Mengevaluasi pengeluaran pervaginam
 Memberikan penjelasan pada ibu dan keluarga tentang proses persalinan
sehubungan dengan rasa nyeri dan cemas
 Menganjurkan ibu untuk miring ke kiri
 Menganjurkan ibu agar tidak mengejan dulu
 Melibatkan suami dan keluarga dalam pendampingan persalinan dan
menganjurkan untuk berdo’a
 Siapkan partus set
 Siapkan alat resusitasi bayi
 Siapkan pakaian bayi dan pakaian ibu
 Siapkan uterotonika

EVALUASI
Tanggal 16 – 8 – 2007 Jam 03:15 WIB
1. Ibu lebih tenang dalam menghadapi persalinan
2. Djj 11 – 12 – 11 jumlah 136 x/menit

14
3. Hasil VT : Pembukaan 8 cm KK (+)
4. Posisi ibu miring ke kiri
5. Ibu bersedia untuk tidka mengejan dahulu

DATA PERKEMBANGAN I
Tanggal 16 – 8 – 2007 Jam 04:15 WIB
I. Subyektif :
 Ibu mengatakan ingin meneran seperti ingin BAB

II. Obyektif :
 KU : baik kesadaran : CM
 VS : TD : 110/70 mmHg
N : 80 x/mnt
S : 365OC
R : 24x/mnt
 Djj : 12 – 11 – 12 ( 140 x/menit )
 Periksa dalam :
o Vagina / vulva : tenang
o Portio : tak teraba
o Pembukaan : 10 cm
o KK ; pecah spontan
o Penurunan kepala ; Hodge IV, UUK jam 12
o Bagian kecil menumbung : tak ada
o Air ketuban : jernih
o Lendir darah : ada
 His : Frekwensi : 4 x/menit
Durasi : 50 detik
Intensitas : kuat

III. Assesment / Analisa

15
Seorang ibu M umur 31 tahun GIIPIA0 hamil 40 minggu, janin hidup tunggal,
intra uteri, letak memanjang punggung kiri, presentasi belakang kepala, sudah
masuk PAP Huodge IV inpartu kala II
 Keadaan ibu baik
 Keadaan janin baik

IV. Planning
1. Jelaskan pada ibu dan keluarga bahwa pembukaan telah lengkap dan
persalinan akan di mulai
2. Siapkan dan atur posisi ibu dengan semi Flower
3. Siapkan dan dekatkan alat partus
4. Siapkan peralatan pakaian bayi dan ibu
5. Berika support mental pada ibu
6. Libatkan suami dan keluarga untuk memberi makan dan minum di sela
kontraksi
7. Persiapkan diri untuk menolong persalinan
8. Pimpin ibu untuk meneran saat ada his dan istirahat saat tidka ada his
9. Pertolongan persalinan dengan APN yaitu memimpin persalinan saat
adanya his dan di sela his ibu dianjurkan untuk beristirahat menolong
kelahiran bayi lahirkan bayi dengan menekan perinium mengunakan ibu
jari yang di tutupi ksin kasa seteril dan menahan kearah kranial, tangan
kiri menahan defleksi maksimal kepala bayi dengan sub oksiput sebagai
hipomoklion berturut-turut akan lahir dahi, mata, hidung, mulut dan dagu
bersihkan lendir dari hidung dan mulut bayi.
 biarkan kepala bayi mengadakan putaran paksi luar
 bila ada lilitan tali pusat pada leher bayi
 Bila longgar : longgarkan dan bebaskan tali pusat dengan bantuan jari
penolong
 Bila ketat : klem tali pusat dengan kedua tempat dan tali pusat di
potong di antara 2 klem tersebut dengan gunting tali pusat
 Lahirkan bahu bayi dengan cara tetap memegang kebelakang untuk
melahirkan bahu depan dahulu kemudian ke arah depan untuk
melahirkan bahu bawah
 Lahirkan badan bayi dengan cara menyangga bahu bayi dengan tangan
kanan bipariental dan tangan kiri menyelusuri tarikan searah lengkung

16
panggul sampai lahir seluruh badan bayi. Bila terasa berat di bawah
dengan dorongan ringan fundus uteri oleh asisten.
 Letakkan bayi pada kain duk steril di atas perut ibu
 Menangani bayi baru lahir
 Lakukan resusitasi bayi baru lahir dan tentukan nilai apgar skore
 Segera mungkin lakukan pemberian mulut / jalan nafas
 Segera keringkan badan bayi dan membungkusnya kecuali talipusat
 Jepit tali pusat dengan klem konten 1 berjarak searah dari pusat bayi tali
pusat dikosongkan dari darah dengan di urut ke arah plasenta kemudian
jepit dengan klem kohter jarak 1-2 cm dari klem kohter 1 kearah
plasenta tali pusat dan gunting dari arah 2 klem kohlet ikat tali pusat
dengan benang 2 kali berlawan arah. Tali pusat di bulat dengan kasa
steril
 Menjaga kehangatan tubuh bayi dengan membungkusnya
10. observasi K/U, VS, tiap 30 menit dan observasi his, Djj tiap 15 menit
11. Siapkan uterotonika

DATA PERKEMBANGAN II
Tanggal 16 – 8 – 2007
I. Subyektif
 Ibu mengatakan perut semakin mules dan ingin meneran

II. Obyektif
 Jam 05:15 WIB bayi lahir spontan menangis kuat
 Jenis kelamin perempuan BB 300 gr, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 33 cm,
APGAR Score 1 menit I 8, 5 menit II 9, 10 menit III 10.
 KU baik dan kesadaran CM
 VS :TD 100/60 mmHg N : 84 x/mnt S : 37OC R : 20x/mnt
 Palpasi TFU 2 jari bawah pusat, kontraksi kuat / baik

 Placenta belum lahir, kandung kencing kosong


 Perineum Rupture derajat I

III. ASSESMENT
Tanggal 16 – 8 – 2007 Jam 05:25 WIB

17
Diagnosa :
 Ibu umur 31 tahun GIIPIA0 hamil 40 minggu dalam persalinan kala III

IV. PLANNING
a. palpasi abdomen pastikan tidak ada janin ke 2
b. Berikan suntikan Oxitosin 10 unit secara 1m
c. Lakukan peregangan tali pusat terkendali
d. Lahirkan placenta lalu periksa kelengkapannya
e. Massase fundus uteri segera setelah placenta lahir
f. Lakukan Heaching Perineum
g. Observasi perdarahan dan kontraksi uterus tiap 15 menit 1 jam pertama dan
30 menit 1 jam ke dua

DATA PERKEMBANGAN III


Tanggal 16 – 8 – 2007 Jam 06:25 WIB
I. Subyektif
a. Ibu mengatakan darah keluar setiap ibu bergerak
b. Ibu mengatakan perut terasa mules – mules terutama saat bayi menetek

II. Obyektif
a. Perdarahan kala IV normal banyak darah kurang lebih 150 cc,
b. KU ibu baik kesadaran CM
VS : TD : 100/60 mmHg
N : 84 x/mnt
S : 37OC
R : 20x/mnt
c. Kontraksi uterus baik dan teraba keras
d. TFU 2 jari dari pusat
e. Perineum terdapat Rupture derajat I dan sudah di lakukan Heaching
f. Pengeluaran kandung kending 50 cc

III. PLANNING
a. Observasi KU dan VS dan kontraksi uterus

18
b. Observasi perdarahan tiap 15 meit jam I dan 30 menit jam ke dua
c. Anjurkan ibu untuk massase fundus uteri
d. Bersihkan ibu dang anti baju ibu
e. Bersihkan lingkungan dan sterilkan alat partus
f. Anjurkan ibu untuk menyususi bayinya
g. Pindahkan pasien ke ruang setelah 2 jam
h. Anjurkan ibu untuk makan dan minum
i. Anjurkan ibu untuk minum obat yang diberikan
j. Anjurkan ibu untuk istirahat.

BAB IV

19
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. S G3P2A0 bersalin normal
di BPS Enggal Saras Sukoharjo. Peenulis mengambil kesimpulan bahwa:
Penulis telah mendapatkan pengalaman nyata dalam penerapan asuhan kebidanan
pada ibu bersalin normal dengan menggunakan 7 langkah varney.
Hasil pengkajian yang penulis dapatkan yaitu Asuhan Kebidanan pada Ny. S bersalin
normal di BPs Enggal Saras Sukoharjo:
- KU baik, kesadaran: cm
120
TD : /80 mmHg
N : 88 x/m
R : 22 x/m
S : 37°C
DJJ : 11-12-11 : 136 x/m
His : 3-4 x/10 m durasi : 40 detik
Masalah : ibu merasa takut / cemas akan persalinannya
Kebutuhan : kecukupan nutrisi
Asuhan yang diberikan bidan kepada ibu adalah:
- Mengobservasi KU ibu dan VS
- Mengobservasi his dan DJJ tiap 30 menit
- Lakukan VT tiap 4 jam / bila ada indikasi
- Motivasi ibu untuk tidur miring kiri
- Motivasi ibu untuk makan dan minum bila ada his
- Ajarkan kepada ibu bila merasa ingin kencing
- Mengajari ibu cara mengejan yang benar
- Mendekatkan partus set
- Menyiapkan resusitasi bayi
- Bayi lahir normal jam 12.30 BB : 3700 kg PB :51 cm LK : 34 cm
LD : 33 cm
- Apgar Score 8/9/10

Saran
Bagi nakes

20
- Hendaknya mampu memberikan KIE tentang ibu bersalin
- Mampu melaksanakan dan memberikan asuhan kebidanan pada ibu
bersalin normal
4.2.2 Bagi ibu
Hendaknya mau bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan mau
melaksanakan nasihat bidan

DAFTAR PUSTAKA

21
Mochtar,R.1998. Sinopsis Obstetri Fisiologi Patologi. Jilid I. Edisi kedua. Jakarta :
EGC
Ilmu Kebidanan 1999. Edisi 3 .Jakarta : Yayasan Bina Pustaka.Sarwono
Prawirohardjo.
Syaefudin,A,B.2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sawono Prawirohardjo
Obstetrik, Williams ( Williams Obstetrik ). 1995. Edisi 18 .Jakarta : EGC

22