Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) tentang Sistem Pendidikan
Nasional menyatakan adalah sebuah usaha mewujudkan proses pembelajaran untuk siswa aktif
mengembangkan potensi diri agar memiliki kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan masyarakat, bangsa dan negara (Sagala 2009 :3).
Penyelenggaraan pendidikan yang diterapkan di sekolah saat ini mengacu pada pembelajaran
yang sesuai dengan kebijakan pemberlakuan Kurikulum 2013. Pembelajaran Kurikulum 2013
berorientasi untuk menyiapkan generasi Indonesia menghadapi masa depan yang memiliki
kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.
Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menerapkan pendekatan saintifik di dalam prosesnya.
Pembelajaran Saintifik merupakan pembelajaran yang menggunakan langkah-langkah ilmiah
dalam membangun kerangka pengetahuan. Proses Pembelajaran Saintifik dalam hal ini
mendorong siswa untuk aktif dalam melakukan aktivitas melalui beberapa tahapan yang
meliputi mengamati, menanya, menalar, menumpulkan informasi, mengasosiasi, dan
mengkomunikasikan. Pembelajaran Saintifik menempatkan siswa sebagai pusat aktivitas
dalam sebuah proses pembelajaran.
Pembelajaran saintifik pada mata pelajaran IPA dapat terlaksana dengan baik apabila
siswa dalam tahapan proses pembelajaran memiliki Keterampilan Proses Sains yang baik.
Keterampilan proses sains merupakan keterampilan yang menekankan pada penumbuhan dan
pengembangan sejumlah keterampilan tertentu pada diri siswa sehingga mampu mengolah
informasi untuk memperoleh fakta dan konsep. Keterampilan Proses Sains dapat dilatih
melalui media pembelajaran.
Penerapan media pembelajaran di era Globalisasi pada saat ini telah mengalami
perkembangan yang pesat, menunjang proses pembelajaran. Media pembelajaran fisika pada
saat ini telah begitu beragam seperti powerpoint, e-book, flash, iMovie dan sebagainya. Salah
satu media pembelajaran fisika yang cukup menarik adalah Simulasi PhET (Physics
Educational Technology). Media pembelajaran Simulasi PhET menyediakan berbagai simulasi
fenomena fisik berbasis saintifik secara gratis, dan interaktif. Media pembelajaran Simulasi
PhET melalui simulasi yang dirancang seperti sebuah kegiatan eksperimen yang dapat melatih
Keterampilan Proses Sains siswa dalam proses pembelajaran Sains untuk menemukan konsep
dan fakta berdasarkan informasi yang diolah.
Penerapan Simulasi PhET diperlukan karena penggunaan Laboratorium pada saat ini
merupakan hal yang jarang ditemui di sekolah sekolah karena keterbatasan biaya serta sarana
prasarana yang mendukung. Perkembangan zaman saat ini mengatasi permasalahan
Laboratorium yang ada dengan menggunakan media pembelajaran Simulasi PhET. Simulasi
PHET memungkinkan tergadi proses pembelajaran yang di fasilitasi dengan kegiatan
Laboratorium walaupun secara Virtual. Simulasi PhET dapat meminimalisir kesalahan siswa
saat praktikum serta mencegah terjadinya resiko yang tidak diharapkan terhadap siswa jika
melakukan praktikum pada Laboratorium Real, dengan tetap dapat diqunakan untuk melatih
Keterampilan Proses Sains siswa. Berdasarkan hal diatas maka penulis merasa perlu
mengangkat judul artikel yaitu Penerapan Simulasi PHET sebagai Media pembelajaran untuk
melatih keterampilan Proses Sains

B. Rumusan Masalah
Adapun Rumusan masalah yang diambil yaitu sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh penerapan Simulasi PhET terhadap aktivitas belajar siswa ?
2. Bagaimana pengaruh penerapan Simulasi PhET terhadap Keterampilan Proses Sains
Siswa ?

C. Tujuan Penulisan
Makalah Seminar ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh dari penerapan
Simulasi PhET terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa