Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Palangka Raya


Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : VIII / 1
Materi Pokok : Bahan Kimia dalam Kehidupan
Sub Materi : Zat Aditif
Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 menit )
Pertemuan ke : 12

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong
royong), santun, dan percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di
sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.7 Mendeskripsikan berbagai zat 3.7.1 Mendeskripsikan jenis


aditif dalam makanan dan bahan aditif pada
minuman, zat adiktif, serta makanan
dampaknya terhadap kesehatan 3.7.2 Mendeskripsikan fungsi
penggunaan bahan aditif
dalam makanan
3.7.3 Menjelaskan solusi
pengganti bahan aditif

4.6 Membuat karya tulis tentang 4.7.1. Menyajikan informasi jenis-


dampak penyalahgunaan zat aditif jenis bahan aditif yang dipakai
dan zat adiktif bagi kesehatan pada suatu produk makanan
4.7.2. Mengusulkan ide pengganti
bahan aditif tertentu yang
lebih aman bagi kesehatan

1
C. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mendeskripsikan pengertian zat aditif
2. Menyebutkan jenis zat aditif pada makanan
3. Mendeskripsikan fungsi zat aditif pada bahan makanan
4. Menyebutkan contoh contoh zat aditif pada makanan
5. Menyebutkan dampak penggunaan zat aditif terhadap kesehatan manusia
6. Menyebutkan contoh-contoh zat psikotropika
7. Menyajikan solusi untuk bahan pengganti zat aditif yang aman bagi kesehatan
Manusia

D. MATERI PEMBELAJARAN
Materi Reguler
a. Bahan Pewarna
Berdasarkan fungsinya, bahan yang ditambahkan pada makanan (zat aditif
makanan)digolongkan sebagai pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap. Sedangkan jika
dilihat dari bahan asalnya zat aditif dapat dibedakan menjadi dua, yaitu zat aditif alami dan
zat aditif buatan. Misalnya, kunyit merupakan salah satu bahan alami yang sudah sejak
dahulu dikenal nenek moyang kita untuk ditambahkan pada makanan. Selain itu, ada daun
suji yang digunakan untuk memberi warna hijau.
Bahan pewarna merupakan bahan alami ataupun bahan kimia yang ditambahkan ke
dalam makanan. Penambahan bahan pewarna pada makanan bertujuan untuk memberi
penampilan tertentu atau warna yang menarik. Warna yang menarik dapat menjadikan
makanan lebih mengundang selera.
1) Pewarna Alami
Pewarna alami merupakan bahan pewarna yang bahan-bahannya banyak
diambil dari tumbuh-tumbuhan. Bahan pewarna alami yang banyak digunakan antara lain
sebagai berikut.
1. Daun suji mengandung zat warna klorofil untuk memberi warna hijau menawan,
misalnya pada dadar gulung, kue bika, atau kue pisang.
2. Buah kakao merupakan penghasil cokelat dan memberikan warna cokelat pada makanan,
misalnya es krim, susu cokelat, atau kue kering.
3. Kunyit (Curcuma domestica) mengandung zat warna kurkumin untuk memberi warna
kuning pada makanan, misalnya tahu, bumbu Bali, atau nasi kuning. Selain itu, kunyit
dapat mengawetkan makanan.
4. Cabai merah, selain memberi rasa pedas, juga menghasilkan zat warna kapxantin yang
menjadikan warna merah pada makanan, misalnya rendang daging atau sambal goreng.
5. Wortel, beta-karoten (provitamin-A) pada wortel menghasilkan warna kuning.
6. Karamel, warna cokelat karamel pada kembang gula karena proses karamelisasi, yaitu
pemanasan gula tebu sampai pada suhu sekitar 170 °C.

2
7. Gula merah, selain sebagai pemanis juga memberikan warna cokelat pada makanan,
misalnya pada bubur dan dodol.
Selain contoh di atas, beberapa buah-buahan juga dapat menjadi bahan pewarna
alami, misalnya anggur menghasilkan warna ungu, stroberi warna merah, dan tomat warna
oranye.
2) Pewarna Buatan
Makanan ada yang menggunakan pewarna alami ada pula yang menggunakan
pewarna buatan. Bahan pewarna buatan ada dua jenis. Jenis pertama adalah pewarna buatan
yang disintesa dengan struktur kimia persis seperti bahan alami, misalnya beta-karoten
(warna oranye sampai kuning), santoxantin (warna merah), dan apokaroten (warna oranye).
Jenis kedua adalah bahan pewarna yang disintesa khusus untuk menggantikan pewarna
alami.
Bahan pewarna buatan Contoh produk makanan
Indigokarmin menghasilkan warna biru yang
digunakan untuk gula-gula dan minuman ringan.
Eritrosin menghasilkan warna merah yang
digunakan untuk es krim dan jeli
Tartrasin menghasilkan warna kuning yang
digunakan untuk es krim, yoghurt, dan jeli

Bahan pewarna buatan Contoh produk makanan


Indigokarmin menghasilkan warna biru yang digunakan untuk gula-gula dan minuman ringan.
Eritrosin menghasilkan warna merah yang digunakan untuk es krim dan jeli.
Tartrasin menghasilkan warna kuning yang digunakan untuk es krim, yoghurt, dan jeli.
3) Perbedaan antara Pewarna Alami dan Pewarna Buatan
Bahan pewarna alami maupun buatan digunakan untuk memberi warna yang lebih menarik
pada makanan. Biasanya orang menggunakan bahan pewarna alami karena lebih aman
dikonsumsi daripada bahan pewarna buatan. Bahan alami tidak memiliki efek samping atau
akibat negatif dalam jangka panjang. Adapun pewarna buatan dipilih karena memiliki
beberapa kelebihan dibandingkan dengan zat pewarna alami
Pewarna Alami Pewarna buatan
Lebih aman dikonsumsi. Kadang-kadang memiliki efek negatif tertentu
Warna yang dihasilkan kurang stabil, Dapat mengembalikan warna asli, kesta-bilan warna
mudah berubah oleh pengaruh tingkat lebih tinggi, tahan lama, dan dapat melindungi
keasaman tertentu. vitamin atau zat-zat makanan lain yang peka
terhadap cahaya selama penyimpanan.

3
Untuk mendapatkan warna yang bagus Praktis dan ekonomis
diperlukan bahan pewarna dalam jumlah
banyak.
Keanekaragaman warnanya terbatas. Warna yang dihasilkan lebih beranekaragam.
Tingkat keseragaman warna kurang Keseragaman warna lebih baik.
baik.
Kadang-kadang memberi rasa dan aroma Biasanya tidak menghasilkan rasa dan aroma yang
yang agak mengganggu. mengganggu.

E. METODE PEMBELAJARAN
- Model Discovery Learning

F. MEDIA PEMBELAJARAN
 Media / Alat
- Gambar (Seseorang mendorong benda, jenis jenis pesawat)
- LCD / laptop
 Bahan
- Lembar kerja siswa dan kelengkapannya

G. SUMBER BELAJ- Kemendikbud RI (2018) Buku IPA SMP kelas VIII semester 1

H. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN

Pertemuan I (3 JP)
Langkah Alokasi
Deskripsi
Pembelajaran Waktu
Kegiatan  Guru menyiapkan peserta didik (mengajak 10 menit
Pendahuluan berdoa, mengecek kehadiran siswa) untuk
mengkondisikan suasana belajar yang
menyenangkan.
 Guru mengecek penguasaan kompetensi
yang sudah dipelajari sebelumnya, yaitu
dengan mengingatkan dan mengajukan
pertanyaan pada peserta didik
 Memotivasi siswa
- “siapa disini yang sering mengkonsumis
makanan ringan dan cemilan di luar
sekolah, apakah ada yang pernah
membaca bagian komposisi yang
terdapat pada cemilan yang kalian beli”
-

 Guru mengajak siswa masuk kedalam


pembahasan materi.“Agar lebih tahu tentang

4
permasalahan dan solusi atas permasalahan
itu maka kita akan mempelajari tentang zat
aditif pada makanan”
 Guru menuliskan judul pembelajaran yang
akan dibahas dipapan tulis.
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
kepada siswa.
Kegiatan Inti Stimulation (Pemberian rangsang) 90 menit
 Guru menyampaikan materi tentang zat
aditif
 Guru memancing peserta didik agar
mengajukan pertanyaan yang berkaitan
dengan gambar, video, atau peragaan
materi usaha

Pembahasan Tugas dan Identifikasi masalah


 Guru memberikan pertanyaan arahan untuk
memfokuskan pada konsep materi usaha
 Guru mengorganisasikan siswa dalam
bentuk kelompok yang terdiri dari 6-8 siswa
selanjutnya memberikan LKPD kepada
masing-masing kelompok

Observasi dan Pengumpulan Data


 Guru memberikan LKPD kepada masing-
masing kelompok
 Menjelaskan petunjuk pengerjaan LKPD

Data Processing (Pengolahan data)


 Guru membimbing semua kelompok sesuai
dengan kebutuhan masing-masing
 Guru membimbing kelompok untuk
menganalisis data yang mereka dapatkan
serta membimbing dalam menjawab
pertanyaan yang ada dalam LKPD

Verification (Pembuktian)
 Meminta masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil diskusi di depan
kelas dan kelompok yang lain mengajukan
pertanyaan
Generalization (Menarik kesimpulan)
 Guru memita peserta didik untuk menarik
kesimpulan dari materi zat adiktif
berdasarkan hasil diskusi

Kegiatan  Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan 20 menit

5
Penutup materi secara keseluruhan dan bersama sama
 Mengkonfirmasikan materi yang akan dibahas
pada pertemuan selanjutnya
 Guru menyampaikan rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya.
 Menutup pembelajaran

1. Penilaian

a. Teknik Penilaian
Teknik penilaian yang digunakan yaitu sebagai berikut:
Metode / Teknik Penilaian Bentuk Instrumen
 Observasi Lembar pengamatan sikap dan rubrik
 Tes tertulis Tes uraian

b. Instrumen Penilaian
- Pertemuan Pertama
1. Penilaian Kompetensi Sikap
Penilaian Sikap Melalui Jurnal
Instrumen:
JURNAL
Nama Peserta Didik: …………….
Kelas: ………………..
Aspek yang diamati:…………….
No Hari/Tanggal Kejadian Keterangan/Tindak
Lanjut
1. …………
… …………. ………….. …………..
… …………. ………….. …………..
… …………. ………….. …………..
Keterangan:
Nilai Jurnal menggunakan skala Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C),
dan Kurang (K)

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan


- Tes Uraian

6
Palangka Raya, Oktober 2019
Mahasiswa PPL II

Palangka Raya, Oktober 2019


Guru Pamong, Mahasiswa PPL II,

Dormasi Sinaga, S.Pd Yonatan Vari


NIP 19740418 200604 2 018 NIM ACB 116 012

Menyetujui

Kepala SMPN 2 Palangka Raya, Dosen Pembimbing,

Nekson Nedy, S.Pd.,M.M Dr. Andi Bustan, M.Si


NIP 19610530 198203 1 009 NIP 19621110 198810 1 001

7
8