Anda di halaman 1dari 33

JAWABAN KISI KISI BIOLOGI

1. Menyebutkan komponen Kimia penyusun Sel (Biologi)

1. Karbohidrat

Karbohidrat disusun oleh unsur C ( karbon ), H ( hidrogen ) dan O ( oksigen ).


Karbohidrat merpakan senyawa yang terdapa dalam tubuh dalam jumlahbesar di
dalam tubuh. Karbohidra dibagi ke dalam tiga kelompok , yaitu sebagai berikut :

a. Monosakarida

Monosakarida merupakan gula sederhana . Sifat dan cirinya adalah rasanya manis,
dapat larut dalam air dan dapat dikristalkan. Monosakarida terdiri dari pentosa dan
heksosa. Contoh pentosa antara lain adalah ribosa, deoksiribosa dan ribulosa.
Adapun heksosa contohnya glukosa, galaktosa dan fruktosa .

b. Disakarida

Disakarida merupakan gabungan dua gula dari gugus monosakarida. Memiliki sifat
rasanya manis, larut dalam air dan dapat dikristalkan. Contoh disakarida adalah:
maltosa, sukrosa dan laktosa .

c. Polisakarida .

Polisakarida merupakan karbohidrat kompleks dengan rantai molekul yang panjang


. Rasanya tidak manis , tidak dapat dikristalkan dan tidak larut dalam air . jika
larut maka kan membentuk suspensi karena ukuran molekulnya besar.

2. Protein

Protein tersusun atas unsur : C ( karbon ), H ( hidrogen ) dan O ( oksigen ) dan N(


nitrogen ) . Protein merupakan polipeptida atau biopolimer yang tersusun atas asam
amino. Ada sekitar 20 macam asam amino sebagai unit dasar penyusun protein .
Asam amino sifatnya larut dalam air , dapat dikristalkan , mempunyai titik didih yang
tinggi dan dapat bersifat asam atau basa . Protein berperan sebagai penyusun
membran sel dengan bergbung bersama lemak membentuk senyawa lipoprotein ,
protein seperti itu dinamakan protein struktural . Selain itu protein memiliki fungsi
yang lain misalnya membentuk enzim dan ini disebut protein fungsional

3. Lemak ( lipida )

Merupakan senyawa yang tersusun atas unsur C ( karbon ), H ( hidrogen ) dan O (


oksigen ). Lemak tersusun atas senyawa gliserol dan asam lemak yang merupakan
unit dasar penyusun lemak. Sifat lemak diantaranya tidak larut dalam air, densitas
atau kerapatanna lebih rendah dari air , memiliki viskositas atau kekentalan yang
tinggi . Contoh lemak adalah trigliserida, fosfolipid, steroid . Fungsi lemak antara lain
penyusun membran sel bersama-sama dengan protein, penyusun hormon kelamin
pria seperti testosteron .
4. Asam Nukleat

Asam nukleat merupakan polinukleotida ( terdiri atas nukleotida-nukleotida ) yang


terdiri atas DNA ( Deoksiribonucleic acid ) dan RNA ( Ribonucleic acid ). Asam
nukleat bertindak sebagai penyipan informasi genetik pada sel . Asam nucleat terdiri
atas nukleotida-nukleotida. Setiap nukleotida tersusun atas : Fosfat , gula pentosa
dan basa nitrogen. DNA berperan penting dalam pembentukan gen pda kromosom
adapun RNA berperan penting dalam sintesis protein.

5. Air

Air merupakan senyawa utama dan merupakan senyawa dalam jumlah terbesar
penyusun sel ( 50 – 60 % berat sel ) . Air merupakan bagian esensial cairan tubuh
yang terdiri dari cairan intrasel ( sitoplasma ) , plasma darah dan cairan ekstraseluler .
Air berfungsi sebagai pelarut dan sebagai katalisator reaksi-reaksi biologis.

6. Vitamin dan mineral

Vitamin dibutuhkan dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi harus ada . Peran vitamin
adalah mempertahankan fungsi metabolisme , pertumbuhan dan penghancur radikal
bebas . Contoh vitamin : A, B1, B2, B3, B5, B6, B12, C, D, E, K dan H )

7. Mineral

Mineral merupakan unsur-unsur kimia selain karbon, hidrogen dan oksigen .


Mineral ada yang terdapat dalam jumlah yang besar ( makroelemen ) seperti : kalsium
( Ca ), fosfor ( P ) , magnesium ( Mg ), natrium ( Na ), klor ( Cl ) dan belerang ( S ).
Mineral lain terdapat dalam jumlah sedikit ( mikroelemen ) seperti: zat besi ( Fe ),
yodium ( I ), Seng ( Zn ) kobalt ( Co ) fluorin ( F ) . Mineral berfungsi sebagai
komponen struktural sel, pemeliharaan fungsi metabolisme , pengaturan kerja enzim,
menjaga keseimbangan asam dan basa

2. Data perbandingan sel hewan dan sel tumbuhan


3. gambar struktur sel, mengidentifikasi suatu organel dengan fungsinya

1. Membran sel

berfungsi sebagai pengatur keluar masuknya zat dan pelindung sitoplasma.

2. Protoplasma

Protoplasma dibedakan atas nukleoplasma dan sitoplasma. Nukleoplasma adalah


cairan yang ada pada inti sel, sedangkan sitoplasma berada diantara membran sel dan
membran inti.

3. Inti Sel atau Nukleus

Fungsinya sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam inti sel terdapat

a. Mitokondria berfungsi sebagai tempat terjadinya respirasi sel yaitu untuk


menghasilkan energi.

b. Retikulum Berfungsi untuk menyusun dan mengeluarkan atau


menyalurkan zat-zat ke bagian-bagian sel endoplasma.

c. Ribosom berfungsi sebagai tempat pembentukan protein.

d. Plastida fungsinya untuk fotosintesis.

e. Vakuola Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan.

f. Badan golgi berfungsi untuk alat sekresi protein pada lendir. Pada
tumbuhan Organel ini disebut dengan diktiosom.

g. Lisosom berfungsi untuk mencerna bagian sel yang rusak atau zat-zat asing
yang masuk dalam sel karena Organel ini berisi enzim pencernaan.
4.Menentukan letak atau bentuk organel sel

5. Menjelaskan fungsi dari inti sel

Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan
mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga
berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi
mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat
terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana
ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

6. Menjelaskan salah satu mekanisme transfort pasif

Transpor pasif adalah transpor melalui membran sel yang tidak memerlukan energi.

1. Difusi

Difusi adalah transpor pasif berupa perpindahan zat (gas, padat, atau cair), dengan
atau tanpa melewati membran dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah yang
memiliki konsentrasi rendah. Melalui difusi, konsentrasi zat menjadi sama.

Peristiwa difusi amat penting bagi proses transportasi (pengangkutan) pada


makhluk hidup. Contoh transpor pasif melalui difusi misalnya dapat kita temukan
pada hewan bersel satu yang mengambil O2 dari lingkungannya. O2 dapat berdifusi
ke dalam hewan uniseluler tersebut karena konsentrasi O2 di udara lebih tinggi dari
pada konsentrasi O2 di dalam sel tubuhnya.

2. Osmosis

Pada dasarnya, osmosis adalah termasuk peristiwa difusi. Yang membedakan


keduanya adalah pada osmosis, yang bergerak melalui membran sel (selekif-
permeabel) ialah air dari larutan hipotonis (larutan dengan konsentrasi air tinggi dan
konsentrasi zat terlarut rendah) ke larutan hipertonis (larutan dengan konsentrasi
air rendah dan konsentrasi zat terlarut tinggi).
Larutan glukosa misalnya, mempunyai tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat
diukur menggunakan osmometer. Naiknya air pada pipa osmometer dapat dipakai
untuk menentukan tekanan osmotik. Tekanan osmotik dapat diartikan sebagai
tekanan yang diperlukan untuk mencegah pelarut bergerak melalui membran
semipermeabel.

Contoh transpor pasif melalui osmosis dapat kita temukan pada larutan gula, garam,
dan larutan lainnya. Bila dimasukkan ke dalam osmometer, ke semua larutan tersebut
akan menunjukkan adanya tekanan osmotik.

3. Difusi terbantu (Facillitated Difussion)

Difusi terbantu adalah transpor pasif difusi yang memerlukan bantuan protein,
seperto enzim. Contoh transpor pasif melalui difusi terbantu dapat kita temukan
pada bakteri Escherichia coli. Bila dipindahkan ke medium yang mengandung
laktosa, maka bakteri tersebut metabolismenya akan menurun. Salah satu sebabnya
ialah membran selnya tidak dapat dilalui oleh laktosa (impermeabel). Akan tetapi,
setelah beberapa menit, laktosa mulai dapat masuk karena terbentuknya enzim
permease di dalam sel.

Enzim permease adalah suatu protein membran sel yang membuatkan jalan bagi
laktosa agar dapat melintasi dua lapis fosfolipid membran sel. Difusi yang tergantung
pada suatu mekanisme transpor dari membran sel seperti permease ini disebut difusi
terbantu.
7. Bagian bagian penyusun membran sel hwan

Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema. Tebal membran antara 5-
10 nm. Apabila diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat jelas, tetapi
keberadaannya dapat dibuktikan pada waktu sel mengalami plasmolisis.

S. Singer dan E.Nicolson (1972) menyampaikan teori tentang membran sel. Teori ini
disebut teori membran mozaik cair, yang menjelaskan bahwa membran sel terdiri
atas protein yang tersusun seperti mozaik (tersebar) dan masing-masing tersisip di
antara dua lapis fosfolipid.

Membran sel merupakan bagian terluar sel dan tersusun secara berlapislapis. Bahan
penyusun membran sel yaitu lipoprotein yang merupakan gabungan antara lemak
dan protein. Membran sel mengandung kira-kira 50% lipid dan 50% protein. Lipid
yang menyusun membran sel terdiri atas fosfolipid dan sterol. Fosfolipid memiliki
bentuk tidak simetris dan berukuran panjang. Salah satu ujung fosfolipid bersifat
mudah larut dalam air (hidrofilik), yang disebut dengan ujung polar. Bagian sterol
bersifat tidak larut dalam air (hidrofobik) yang disebut dengan ujung nonpolar.
Fosfolipid tersusun atas dua lapis.

Dalam hal ini protein dibedakan menjadi 2 sebagai berikut.

a. Protein Ekstrinsik (Perifer)

Protein ini letaknya tersembul di antara dua lapis fosfolipid. Protein


ekstrinsik bergabung dengan permukaan luar membran dan bersifat hidrofilik
yaitu mudah larut dalam air.
b. Protein Intrinsik (Integral)

Protein ini letaknya tenggelam di antara dua lapis fosfolipid. Protein intrinsik
bergabung dengan membran dalam dan bersifat hidrofobik yaitu tidak mudah
larut dalam air.

Penyusun membran sel yang berupa karbohidrat berikatan dengan molekul


protein yang bersifat hidrofilik sehingga disebut dengan glikoprotein.

Adapun karbohidrat yang berikatan dengan lipid yang bersifat hirofilik


disebut dengan glikopolid. Sifat dari membran sel ini adalah selektif
permiabel artinya adalah dapat dilalui oleh air dan zat-zat tertentu yang
terlarut di dalamnya.

Membran sel memiliki fungsi antara lain:

a. sebagai pelindung sel,

b. mengendalikan pertukaran zat, dan

c. tempat terjadinya reaksi kimia.

Untuk menunjang fungsinya ini, membran sel memiliki kemampuan untuk


zat. Zat yang dibutuhkan akan diizinkan masuk, sedangkan zat yang sudah
tidak digunakan berupa sampah akan dibuang. Ada juga zat tertentu yang
dikeluarkan untuk diekspor ke sel lain.

Masuknya zat dari luar melalui membran sel yaitu melalui peristiwa transpor
pasif dan transpor

8. Menjelaskan mekanisme transport aktip


Transpor aktif adalah pergerakan atau pemindahan yang menggunakan energi untuk
mengeluarkan dan memasukkan ion –ion dan molekul melalui membran sel yang
bersifat permeabel dengan tujuan memelihara keseimbangan molekul kecil di dalam
sel. [1] [2] Transpor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel, di
mana muatan listrik ini ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+), dan ion
klorin (Cl-).[1] Keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa natrium-
kalium.[1] Transpor aktif dapat berhenti jika sel didinginkan, mengalami keracunan,
atau kehabisan energi.[2]

Transpor aktif memerlukan molekul pengangkut berupa protein integral pada


membran, di mana di dalam molekul ini, terdapat situs pengikatan.[1] Proses
transport aktif dimulai dengan pengambilan tiga ion Na+ dari dalam sel dan
menempati situs pengikatan pada protein integral.[1] Energi diperlukan untuk
mengubah bentuk protein integral pada membran yang sebelumnya membuka ke
arah dalam sel menjadi membuka ke bagian luar sel.[1] Selanjutnya, ion Na+ terlepas
dari situs pengikatan dan keluar dari protein integral menuju ke luar sel.[1]
Kemudian dari luar sel, dua ion K+ menempati situs pengikatan di protein integral.[1]
Bentuk protein integral berubah, dari sebelumnya membuka ke arah luar menjadi
membuka ke arah dalam sel dan ion kalium dilepaskan ke dalam sel.[1]

9. Menjelaskan peran inti sel dalm peristiwa sintesis proteinProses Sintesis Protein

Sintesis protein terdiri dari dua bagian utama – transkripsi dan translasi. Proses ini
melibatkan asam ribonukleat (RNA), asam deoksiribonukleat (DNA) dan satu set
enzim. Semua jenis asam ribonukleat, yaitu asam ribonukleat messenger (mRNA),
asam ribonukleat ribosom (rRNA) dan transfer asam ribonukleat (tRNA) yang
diperlukan untuk sintesis protein. Lihat informasi berikut untuk memahami dua
bagian dalam proses sintesis protein.

1. Transkripsi

Transkripsi adalah bagian pertama dalam proses sintesis protein. Ini terjadi dalam
inti sel, di mana asam deoksiribonukleat (DNA) bertempat di kromosom. Seperti kita
semua tahu, DNA adalah struktur heliks ganda. Dari dua untai paralel, satu bertindak
sebagai template untuk menghasilkan mRNA. Sebagai langkah inisiasi transkripsi,
RNA polimerase mengikat dirinya ke situs tertentu (daerah promoter) di salah satu
untai DNA yang akan bertindak sebagai template.

Setelah keterikatannya dengan untai cetakan DNA, enzim polimerase mensintesis


polimer mRNA di bawah arahan template DNA. MRNA untai terus memanjang
sampai polimerase mencapai ‘wilayah terminator’ dalam template DNA. Dengan
demikian, transkripsi DNA mencakup tiga langkah – inisiasi, elongasi dan terminasi.
mRNA Yang baru ditranskripsi dilepaskan oleh enzim polimerase, yang kemudian
bermigrasi ke sitoplasma untuk menyelesaikan proses sintesis protein. Mengenal
lebih lanjut tentang transkripsi DNA.
2. Translasi

Bagian utama kedua dari proses ini adalah terjemahan. Bertentangan dengan
transkripsi yang terjadi dalam inti, terjemahan berlangsung dalam sitoplasma sel.
Bagian ini dimulai segera setelah mRNA ditranskripsi memasuki sitoplasma.
Ribosom hadir dalam sitoplasma segera melekat pada mRNA pada situs tertentu,
yang disebut kodon start. Asil tRNA amino juga mengikat pada untai mRNA. Fase ini
disebut inisiasi.

Ketika ribosom bergerak sepanjang untai mRNA, amino asil tRNA membawa asam
amino satu per satu. Tahap ini tertentu disebut elongasi. Pada tahap terminasi,
ribosom membaca kodon terakhir dari untai mRNA. Dengan ini, berakhir bagian
terjemahan dan rantai polipeptida dilepaskan. Tepatnya bicara, dalam terjemahan,
ribosom dan tRNA menempel pada mRNA, yang membaca informasi ini kode dalam
rantai tersebut. Dengan demikian sintesis protein dari urutan asam amino tertentu
terjadi.

Secara keseluruhan, proses sintesis protein melibatkan transkripsi DNA untuk


mRNA, yang kemudian diterjemahkan menjadi protein. Dengan demikian, kita telah
melihat proses sintesis protein memerlukan koordinasi yang tepat dari RNA, DNA,
enzim dan ribosom. Dan prosedur bijaksana langkah sintesis protein juga dikenal
sebagai dogma sentral dalam biologi molekuler.

10. Menjelaskan peran organel sel tertentu dalam pembelahan sel

a. Inti (nukleus)

Inti bertugas mengendalikan semua aktivitas sel mulai metabolisme hingga


pembelahan sel. Pada sel eukariotik, inti diselubungi oleh membran inti
(karioteka) rangkap dua dan berpori, sedangkan pada sel prokariotik inti
tidak memiliki membran. Di dalam inti didapati cairan yang disebut
nukleoplasma, kromosom yang umumnya berupa benang kromatin, dan anak
inti (nukleolus) yang merupakan tempat pembentukan asam ribonukleat
(ARN).

b. Retikulum Endoplasma

Organel ini berupa sistem membran yang berlipat-lipat, menghubungkan


antara membran sel dengan membran inti, dan berperan dalam proses
transpor zat intra sel. Ada dua macam RE yaitu RE halus dan RE kasar yang
permukaannya ditempeli banyak ribosom. endoplasmic_reticulum

c.Ribosom

Ribosom berfungsi sebagai tempat sintesis protein dan merupakan contoh


organel yang tidak bermembran. Organel ini terutama disusun oleh asam
ribonukleat, dan terdapat bebas dalam sitoplasma maupun melekat pada RE.
d.Badan Golgi

Organel ini berbentuk seperti kantong pipih, berfungsi dalam proses sekresi
lendir, glikoprotein, karbohidrat, lemak, atau enzim, serta berfungsi
membentuk lisosom. Karena fungsinya dalam hal sekresi, maka badan golgi
banyak ditemui pada sel-sel penyusun kelenjar.

e.Lisosom

Berbentuk kantong-kantong kecil dan umumnya berisi enzim pencernaan


(hidrolisis) yang berfungsi dalam peristiwa pencernaan intra sel. Sehubungan
dengan bahan yang dikandungnya lisosom memiliki peran dalam peristiwa:

f.Mitokondria

Mitokondria adalah organel yang berfungsi sebagai tempat respirasi aerob


untuk pembentukan ATP sebagai sumber energi sel. Organel yang hanya
dimiliki oleh sel aerob ini memiliki dua lapis membran. Membran bagian
dalam berlipat-lipat dan disebut krista, berfungsi memperluas permukaan
sehingga proses pengikatan oksigen dalam respirasi sel berlangsung lebih
efektif. Bagian yang terletak diantara membran krista berisi cairan yang
disebut matriks banyak mengandung enzim pernafasan atau sitokrom.

g. Mikrotubulus dan Mikrofilamen (sitoskeleton)

Mikrotubulus berbentuk seperti benang silindris, disusun oleh protein yang


disebut tubulin. Sifat mikrotubulus kaku sehingga diperkirakan berfungsi
sebagai ‘kerangka’ sel karena berfungsi melindungi dan memberi bentuk sel.
Mikrotubulus juga berperan dalam pembentukan sentriol, silia, maupun
flagela.

Mikrofilamen mirip seperti mikrotubulus, tetapi diameternya lebih kecil.


Bahan yang membentuk mikrofilamen adalah aktin dan miosin seperti yang
terdapat pada otot. Dari hasil penelitian diketahui ternyata mikrofilamen
berperan dalam proses pergerakan sel, endositosis, dan eksositosis. Gerakan
Amuba merupakan contoh peran dari mikrofilamen.

h.Sentrosom

Sentrosom merupakan organel yang disusun oleh dua sentriole. Sentriole


berbentuk seperti tabung dan disusun oleh mikrotubulus yang terdiri atas 9
triplet, terletak di dekat salah satu kutub inti sel. Sentriole ini berperan
dalam proses pembelahan sel dengan membentuk benang spindel. Benang
spindel inilah yang akan menarik kromosom menuju ke kutub sel yang
berlawanan.
i.Vakuola

Merupakan rongga yang terbentuk di dalam sel, dan dibatasi membran yang
disebut tonoplas. Pada tumbuhan vakuola berukuran sangat besar dan
umumnya termodifikasi sehingga berisi alkaloid, pigmen anthosianin, tempat
penimbunan sisa metabolisme, ataupun tempat penyimpanan zat makanan.
Pada sel hewan vakuolanya kecil atau tidak ada, kecuali hewan bersel satu.
Pada hewan bersel satu terdapat dua jenis vakuola yaitu vakuola makanan
yang berfungsi dalam pencernaan intrasel dan vakuola kontraktil yang
berfungsi sebagai osmoregulator.

j.Plastida

Merupakan organel yang umumnya berisi pigmen. Plastida yang berisi pigmen
klorofil disebut kloroplas, berfungsi sebagai organel utama penyelenggara
proses fotosintesis. Kromoplas adalah plastida yang berisi pigmen selain
klorofil, misalkan karoten, xantofil, fikoerithrin, atau fikosantin, dan
memberikan warna pada mahkota bunga atau warna pada alga. Plastida yang
tidak berwarna disebut leukoplas, termodifikasi sedemikian rupa sehingga
berisi bahan organik. Ada beberapa macam leukoplas berdasar bahan yang
dikandungnya: amiloplas berisi amilum, elaioplas (lipoplas) berisi lemak, dan
proteoplas berisi protein.

k.Peroksisom atau Badan Mikro

Peroksisom merupakan kantong kecil yang berisi enzim katalase, berfungsi


menguraikan peroksida (H2O2) yang merupakan sisa metabolisme yang
bersifat toksik menjadi air dan oksigen. Organel ini banyak ditemui pada sel
hati. Glioksisom adalah badan mikro pada tumbuhan, berperan dalam proses
pengubahan senyawa lemak menjadi sukrosa.

11. Ciri ciri suatu jaringan tumbuhan, dapat menentukan nama jaringan yang dimaksud

A. Jaringan mersitem

Jaringan yang terdiri atas kumpulan sel muda yang terus membelah menghasilkan jaringan
lain. Ciri-ciri penyusun jaringan meristem adalah sebagai berikut:

1. Aktif membelah dan belum mengalami diferensiasi

2. Berukuran kecil dan berdinding tipis

3. Nukleus dan vakuola kecil, mengandung banyak sitoplasma.

4. Berbentuk kuboid atau prismatik.


Berdasarkan asal pembentukannya, ada 3 macam jaringan meristem:

1. Promeristem : Jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam
bentuk embrio.

2. Meristem primer: Jaringan meristem pada tumbuhan dewasa dan masih membelah
diri. Jaringan ini membuat tumbuhan bertambah tinggi.

3. Meristem sekunder: Jaringan mersitem yang berasal dari meristem primer yang
mengalami diferensiasi dan spesialisasi. Contoh: kambium

Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi meristem apikal, interkalar, dan
lateral.

1. Meristem apikal: Meristem yang terletak diujung akar dan batang dan
menghasilkan pemanjangan pada akar dan batang. Dalam proses pemanjangan, akan
dihasilkan tunas apikal yang akan berkembang menjadi cabang samping.

2. Meristem interkalar: Jaringan yang terletak diantara meristem primer dan dewasa.
Pertumbuhan jaringan ini menyebabkan pertumbuhan bunga.

3. Meristem Lateral: Meristem yang menghasilkan pertumbuhan sekunder, meristem


ini disebut juga sebagai kambium. Ada 2 macam kambium yang akan muncul, yakni
kambium vaskuler dan kambium gabus. Kambium vaskuler berperan dalam
penebalan sementara kambium gabus berperan sebagai lapisan pelindung.

B. Jaringan Permanen

Jaringan yang terdiri atas sel-sel yang sudah tidak membelah dan telah mengalami
diferensiasi.

Jaringan epidermis

Berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari lingkungan luar yang merugikan.

Jaringan epidermis pada tumbuhan umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Terdiri atas sel-sel hidup

2. Berbentuk persegi panjang

3. Sel-selnya rapat dan tidak memiliki ruang antar sel

4. Tidak memiliki klorofil

5. Dinding sel epidermis bagian dalam mengalami penebalan, sementara dinding sel
bagian dalam tetap tipis.

6. Mengalami modifikasi menjadi stomata, trikomata, spina, velamen, sel kipas, dan
sel kersik.
ii. Jaringan Dasar (Parenkim)

Jaringan parenkim adalah jaringan dasar yang terletak hampir di seluruh bagian tumbuhan.
Ciri-ciri jaringan parenkim adalah sebagai berikut:

1. Sel bersegi banyak

2. Dinding sel tipis dan memiliki vakuola besar untuk menyimpan cadangan
makanan.

3. Letak inti mendekati dasar sel.

4. Mempunyai banyak ruang antarsel untuk pertukaran gas.

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi 4 macam:

1. Parenkim asimilasi: Tempat pembuatan makanan melalui fotosintesis.

2. Parenkim penimbun: Berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan karena


memiliki vakuola yang besar.

3. Parenkim air: Jaringan parenkim yang mampu menyimpan air.

4. Parenkim udara (aerenkim): Jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara.

5. Parenkim penutup luka: Memiliki kemampuan regenerasi dengan cara menjadi embrional
kembali.

iii. Jaringan Penyokong

Untuk memperkuat tubuhnya, tumbuhan memerlukan jaringan penguat atau


penunjang yang disebut juga sebagai jaringan mekanik. Ada dua macam jaringan
penguat pegat yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu kolenkim dan skelerenkim.

Jaringan Kolenkim:

Penguat utama organ-organ tumbuhan yang masih aktif mengalami pertumbuhan


dan perkembangan. Jaringan ini terletak di bawah epidermis batang, tangkai daun,
tangkai bunga, dan ibu tulang daun. Dinding selnya mengandung selulosa, pektin,
dan hemiselulosa.

Jaringan Sklerenkim:

Jaringan yang hanya terdapat pada tumbuhan yang tidak mengalami pertumbuhan dan
perkembangan. Jaringan ini terdiri atas sel-sel mati dan emmiliki dinding sel yang sangat
tebal karena mengandung lignin. Ada yang berbentuk benang panjang dan ada pula yang
kecil tidak beraturan.

iv. Jaringan Pengangkut

Xylem-and-Phloem
Jaringan yang mengangkut air dan unsur hara, serta mengedarkan zat makanan hasil f
otosintesis. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan ini dibedakan menjadi xilem
dan floem.

Xilem: Mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Xilem terdiri atas unsur trakeal,
serat xilem, dan parenkim xilem.

Floem: Mengangkut dan mengedarkan zat-zat hasil makanan hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh tubuh. Floem terdiri atas unsur-unsur kibral.

12. Gambar antomi daun, menjelaskan fungsi bagian yang ditanyakanStruktur

Epidermis pada daun merupakan lapisan sel hidup terluar. Jaringan ini terbagi menjadi
epidermis atas dan epidermis bawah. Fungsinya untuk melindungi jaringan yang terdapat
di bawahnya.

Jaringan Mesofil terbagi 2, yaitu:

Jaringan tiang (jaringan palisade), yaitu jaringan yang mengandung banyak kloroplas
yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan. Salah satu ciri-ciri jaringan ini
adalah sel-selnya berbentuk silinder dan tersusun rapat.

Jaringan bunga karang (jaringan spons), yaitu jaringan yang lebih berongga bila
dibandingkan dengan jaringan palisade. Fungsinya sebagai tempat menyimpan
cadangan makanan.
Berkas pembuluh angkut terbagi 2, yaitu:

Xilem (pembuluh kayu) yang pada akar berfungsi untuk mengangkut air dan mineral
menuju daun, sedangkan pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak
tumbuhan.

Floem (pembuluh tapis) yang berfungsi untuk mengedarkan hasil fotosintesis dari
daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Jaringan tambahan pada daun meliputi sel-sel khusus yang umumnya terdapat pada
mesofil daun, misalnya sel-sel kristal dan kelenjar.

Stomata berfungsi sebagai organ respirasi. Stomata mengambil CO2 dari udara untuk
dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis. Stomata
terletak di epidermis bawah. Selain stomata, tumbuhan tingkat tinggi juga bernapas
melalui lentisel yang terletak pada batang.

13. gambar struktur batang tanaman, dapat menentukan type berkas pengangkutnya

Struktur dan Fungsi Jaringan Batang


Batang pada tumbuhan juga memiliki jaringan. Anatomi jaringan batang monokotil dan
dikotil berbeda seperti halnya pada akar dikotil dan monokotil.

1. Jaringan Epidermis

Epidermis adalah jaringan terluar dari batang.Epidermis pada batang memiliki fungsi
yang sama dengan jaringan epidermis yang ada pada akar. Jaringan ini melindungi
bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang merugikan pertmbuhannya.

Pada batang dikotil dewasa, epidermis akan rusak dan digantikan oleh periderm
(jaringan gabus).Periderm memiliki kambium gabus atau felogen. Felogen membelah
ke arah luar membentuk felem dan ke arah dalam membentuk feloderm.

2.Korteks

Di bawah epidermis terdapat daerah korteks. Daerah korteks tersusun oleh jaringan
parenkim.

Pada batang dikotil lapisan kortek yang paling dalam adalah jaringan endodermis.
Biasanya sel-selnya mengandung amilum. Berbeda dengan pengamatan secara
anatomis pada akar, pada batang endodermis dan perikambium tidak tampak
jelas.Sedangkan pada monokotil tidak ditemukan endodermis.

3. Silinder Pusat atau Stele

Bagian terdalam dari batang, yaitu silinder pusat atau stele. Silinder pusat terdiri atas
tiga bagian, yaitu perikambium, jaringan pengangkut, dan empulur. Pada dikotil
berkas pengangkut tersusun dalam lingkaran. Berkas pengangkutnya bertipe
kolateral terbuka atau bikolateral. Kolateral terbuka, yaitu antara xilem dan floem
terdapat kambium. Tipe berkas pengangkut berkolateral memiliki susunan xilem
yang diapit oleh floem luar dan floem dalam, anatar xilem dan floem luar terdapat
kambium.

Berkas pengangkut pada batang monokotil tersusun tersebar dan bertipe kolateral
tertutup, yaitu antara xilem dan folem tidak ada berkas. Berkas floem atau pembuluh
tapis adalah berkas pengangkut yang mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh bagian tumbuhan.

Berkas xilem atau pembuluh kayu tersusun dari

berbagai jenis sel, yaitu sel serat dan sel-sel pembentuk pembuluh angkut xilem.Sel-
sel itu mengalami penebalan dinding, sehingga selain berfungsi untuk mengangkut
air dan zat hara dari akar ke daun, xilem juga akan berfungsi sebagai jaringan
penguat. Seperti halnya pada akar, bagian terdalam batang juga tersusun atas
empulur batang.
14. Gambar hasil pengamatan mikroskopis suatu organ tanaman, dapat menyebutkan
bagian yang ditanyakan

15. Menjelaskanperkembangan dari jaringan meristem menurut teori tunika korpus atau
histogen hanstein

Pada bagian ujung batang terdapat titik tumbuh. Ada dua teori yang berkaitan
dengan aktivitas titik tumbuh.

Teori Tunika Korpus dari Schmidt

Menurut teori tunika korpus, titik tumbuhan terdiri dari lapisan, yaitu

1) Lapisan pinggir disebut tunika, terdiri atas sel-sel yang aktif membelah
sehimgga memperluas bagian titik tumbuhan;

2) Bagian dalam disebut korpus, yang terdiri atas sel-sel yang membelah
kesegala arah dan berdiferensiasi.

Teori Histogen dari Hanstein

Menurut teori histogen, titik tumbuhan terdiri dari tiga lapisan, yaitu sebagai berikut

1) Lapisan luar disebut dermatogen, pembentukan epidermis;

2) Lapisan tengah disebut periblem, pembentukan korteks;

3) Lapisan tengah disebut plerom, pembentukan stele.


16. Gambar suatu jarinagn epitel, menetukan letak dan fungsinya dalam tubuh hewan
atau manusia

17. Data tentang komponen penyusun suatu jaringan pada hewan, mengidentifikasi
nama jaringan

a. Jaringan Meristematik

Jaringan meristematik adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah. Jaringan ini
terdapat pada fase embrio. Pada tubuh manusia dan hewan vertebrata, jaringan
meristematik terdapat hanya pada bagian tertentu. Misalnya, pada ujung tulang pipa
yang masih muda dan pada sumsum tulang belakang yang membentuk sel-sel darah.

b. Jaringan Epitel atau Jaringan Kulit

Jaringan epitel merupakan jaringan yang menutupi jaringan lain. Jaringan ini meliputi
epitel sederhana dan epitel berlapis. Jaringan epitel sederhana hanya terdiri dari satu
lapis sel. Contohnya adalah jaringan epitel pipa sebelah dalam. Jaringan epitel
berlapis terdiri atas beberapa lapis sel. Contohnya epitel usus dan saluran pernafasan.
Jaringan epitel ada yang bersilia, misalnya pada saluran pernafasan. Silia tersebut
berguna untuk menerima rangsangan dari luar, misalnya jika ada debu kita akan
bersin. Epitel yang berada di luar tubuh biasanya disebut epidermis (epi = tepi, dan
derm = kulit) misalnya pada kulit. Sebaiknya, epitel yang menutupi bagian dalam
organ tubuh disebut endodermis.
c. Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan jaringan yang menghubungkan antara jaringan yang satu
dengan jaringan yang lain. Fungsi jaringan ikat antara lain sebagai berikut :

• Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain.

• Membungkus organ

• Mengisi rongga di antar organ.

• Mengangkut zat oksigen dan makanan kejaringan lain.

• Mengangkut sisa-sisa metabolisme kealat pengeluaran.

• Menghasilkan kekebalan.

d.Jaringan Otot

Jaringan otot terdiri atas otot rangka, otot polos dan otot jantung. Jaringan otot
berfungsi sebagai penggerak. Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot yang
apabila diamati dengan mikroskop memiliki garis gelap dan terang berselang-seling.
Karena itu sel otot rangka dikenal pula sebagai sel otot lurik atau sel otot bergaris
melintang. Sel otot rangka mempunyai banyak inti. Sel otot lurik bekerja karena
pengaruh kehendak kita. Sel otot polos terdapat pad organ dalam,

misalnya di usus dan pembuluh darah. Serabut kontraktil otot polos tidak memiliki
garis gelap dan terang. Sel otot polos berbentuk gelondong dan berinti satu. Kerja
otot polos tidak dipengaruhi kehendak kita. Otot jantung terdiri dari sel-sel yang
memiliki garis gelap dan terang seperti otot lurik, tapi bekerja di luar kehendak kita.

e.Jaringan Saraf

Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf (neuron) dan serabut saraf. Jaringan saraf
berfungsi sebagai penghantar rangsang, yakni membawa rangsang dari alat penerima
rangsang (reseptor) ke otak kemudian diteruskan ke otot. Jaringan saraf hanya
dimiliki hewan dan manusia

18. Menjelaskan fungsi dari suatu jaringan pada hewan

a. Jaringan Epitel

Jaringan epitel adalahjaringan yang melapisi berbagai rongga atau saluran tubith dan
berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahinya Jaringan ini tersusun oleh sel-sel
yang membentuk lapisan pipih.
b. Jaringan Ikat atau Jaringan Penghubung

Jaringan ikat atau jaringan penghubung terdiri atas serabut-serabut yang kuat dan
lentur.

Jaringan ini berfungsi untuk pengikat dan penghubung antarjaringan

c. Jaringan Rangka atau Jaringan Tulang

Jaringan rangka atau jaringan tulang terdiri atas bahan-bahan yang mengeras. Fungsi
utama jaringan ini adalah untuk menyokong, melindungi tubuh, dan menjadi alat
gerak.

d. Jaringan Darah

Jaringan darah berbentuk cair dan mengandung sel-sel lepas. Jaringan darah
berfungsi untuk mengedarkan oksigen, zat-zat makanan, dan hormon. Adapun
jaringan darah yang terdiri atas sel-sel darah putih berfungsi untuk melindungi
tubuh.

e. Jaringan Saraf

Jaringan saraf berbentuk anyaman yang tersusun oleh sel-sel saraf atau neuron dan
berfungsi untuk mengkoordinasi dan meneruskan rangsang.

f. Jaringan Otot

Jaringan otot terdiri atas serat-serat yang panjang dan berfungsi sebagai alat gerak
aktif. Jaringan otot dibedakan menjadi tiga, yaitu jaringan otot polos, jaringan otot
lurik, dan jaringan otot jantung

19. Gambar struktur anatomi tulang


20. Gambar jaringan epitel kelenjar,

21. fungsi rangka

1. Memberi bentuk dan postur tubuh. Seseorang akan terlihat tinggi atau pendek
karena susunan rangka nya.

2. Melindungi organ-organ yang lunak, misalnya otak, sumsum tulang belakang,


paru-paru, jantung dan lain-lain.

3. Penyangga berat badan, misalnya tulang leher, tulang belakang, dan tulang pelvis.

4. Tempat melekatnya otot-otot rangka (otot lurik)

5. Mendukung terjadinya gerakan. Dengan adanya persendian, kerjasama otot dan


sistem saraf, memungkinkan tulang dapat digerakan.

6. Hematopoiesis, yaitu pembentukan sel-sel darah putih (leukosit), sel darah merah
(eritrosit), dan keping-keping darah (trombosit) di sumsum merah. Sumsum merah
terdapat di dalam tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, tulang belikat, tulang
pipih, dan ujung tulang panjang.

7. Tempat penyimpanan mineral. Sekitar 62% matriks tulang tersusun dari garam
anorganik, terutama kalsium fospat dan kalsium karbonat. Sekitar 99% kalsium
tubuh terdapat pada rangka. Kalsium dan fosfor di simpan dalam tulang, kemudian
dapat di ambil dan dipakai kembali untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh.
Kalsium diperlukan untuk kontraksi otot dan pembekuan darah, sedangkan fosfor
diperlukan untuk pembentukan ATP.

8. Tempat penyimpanan energi, yaitu simpanan lemak di sumsum kuning

9. Fungsi imunologis, yaitu menghasilkan sel-sel imunitas di dalam sumsum, misalnya


limfosit B yang menghasilkan antibodi dan imfosit T yang membantu pertahanan
terhadap infeksi.

22. gambar bentuk persendian, dapat menentukan letak dan macam gerakannya

a. Sendi Engsel
Sendi engsel adalah sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya berporos satu dan
membentuk engsel. Arah gerakannya hanya satu, yaitu seperti gerakan engsel pintu.
Contoh sendi engsel misalnya terdapat pada mata kaki, sendi siku, lutut, dan ruas
jari.

b. Sendi Putar
Sendi putar adalah sendi diartrosis yang salah satu ujung tulangnya dapat mengitari
ujung tulang lainnya. Arah gerakannya memungkinkan untuk berotasi pada satu
poros. Contoh sendi putar misalnya terdapat pada sendi antara tulang atlas dan
tulang tengkorak, serta sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil. [Baca : Jenis
Jenis Tulang]

c. Sendi Pelana atau Sendi Sela


Sendi pelana adalah sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya bertaut dan
berbentuk pelana. Macam sendi ini memiliki 2 poros berporos dua sehingga dapat
bergerak bebas, persis seperti gerakan orang yang sedang berkuda. Contoh sendi
pelana misalnya terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan tulang dengan
tulang telapak tangan atau sendi antara tulang telapak tangan dengan ruas jari.

d. Sendi Kondiloid atau Elipsoid


Sendi kondiloid adalah sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya memungkinkan
gerakan ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang. Salah satu ujung tulang pada
jenis persendian ini berbentuk oval dan masuk ke dalam ujung tulang lain. Contoh
sendi kondiloid misalnya terdapat pada sendi antara tulang pergelangan tangan dan
tulang pengumpil.
e. Sendi Peluru
Sendi peluru adalah sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya berbentuk bongkol
dan lekuk. Dengan bentuknya ini gerakan bebas ke semua arah bisa dilakukan karena
poros yang terbentuk berjumlah tiga. Contoh sendi peluru misalnya terdapat pada
sendi antara tulang lengan atas dan tulang gelang bahu serta pada tulang paha dan
tulang gelang panggul.

f. Sendi Luncur
Sendi luncur adalah sendi diartrosis yang ujung-ujung tulangnya agak rata. Sendi
luncur tidak mempunyai poros sehingga hanya dapat melakukan gerakan menggeser.
Contoh sendi luncur misalnya terdapat pada sendi antara antar tulang pergelangan
tangan, tulang selangka, tulang pergelangan kaki, dan tulang belikat.

23. gambar struktur otot, membedakan struktur otot polos, otot rangka, otot jantung
24.mekanisme kerja otot rangka Otot merupakan alat gerak aktif karena

kemampuannya berkontraksi. Otot memendek jika sedang berkontraksi dan


memanjang jika berelaksasi. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan
kegiatan , sedangkan relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat.

Dengan demikian otot memiliki 3 karakter, yaitu:

a. Kontraksibilitas yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari
ukuran semula, hal ini teriadi jika otot sedang melakukan kegiatan.

b. Ektensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari
ukuran semula.

c. Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.

Otot tersusun atas dua macam filamen dasar, yaitu filament aktin dan filament
miosin. Filamen aktin tipis dan filament miosin tebal. Kedua filamen ini menyusun
miofibril. Miofibril menyusun serabut otot dan serabut otot-serabut otot menyusun
satu otot.

25. gangguan atau penyakit pada sistem gerak pada manusia

Gangguan pada sistem gerak manusia berupa kelainan atau penyakit pada alat gerak seperti
tulang, persendian, dan otot. Gangguan ini bisa terjadi pada seluruh sistem gerak manusia
yang meliputi hal-hal sebagai berikut :

1. Gangguan Tulang

Gangguan tulang meliputi:

a. Retak Tulang : Retak tulang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:

1. Fraktura sederhana, apabila tulang yang retak tidak sampai melukai otot.

Greenstick (retak tak lengkap), apabila tulang hanya retak dan sebagian tidak
sampai memisah.

2. Fraktura tertutup, apabila tulang yang patah menyebabkan otot terluka, tetapi
tidak keluar dari kulit.

3. Fraktura terbuka, apabila tulang yang patah sampai mencuat keluar kulit.

b. Rakhitis

Rakhitis adalah penyakit tulang menjadi rapuh karena kekurangan vitamin D.


Penderita gangguan ini memiliki tulang kaki berbentuk X atau O.
c. Hidrosefalus

Hidrosefalus adalah kelainan yang disebabkan oleh pengumpulan yang abnormal dari
cairan spinal dan terjadi pelebaran rongga otak sehingga kepala membesar.

d. Mikrosepalus

Mikrosepalus adalah kelainan yang disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan


tulang tengkorak karena kekurangan zat kapur pada waktu bayi. Hal ini
menyebabkan kepala menjadi kecil.

e. Osteoporosis

Osteoporosis adalah gangguan tulang karena reabsorpasi bahan tulang terhambat.


Hal ini disebabkan oleh kekurangan hormon kelamin pria atau wanita.

f. Gangguan pada Tulang Belakang

Gangguan pada tulang terjadi karena kedudukan tulang belakang bergeser dari
kedudukan normal. Kelainan pada tulang belakang ada beberapa macam, yaitu:

1. Kifosis, jika tulang punggung melengkung ke belakang, sehingga


penderita kelihatan bungkuk
2. Skoliosis, jika tulang belakang melengkung ke arah samping, sehingga
badan tampak melengkung ke kiri atau ke kanan.
3. Lordosis, jika tulang belakang melengkung ke depan yang menyebabkan
kepala tertarik ke belakang.

2. Gangguan Persendian

a. Dislokasi

Dislokasi adalah pergeseran kedudukan sendi karena sobek atau tertariknya ligamen.

b. Keseleo

Keseleo adalah gangguan persendian karena tertariknya ligamen sendi oleh gerakan
tiba-tiba atau yang tidak biasa dilakukan.

c. Ankilosis

Ankilosis adalah keadaan sendi tidak dapat digerakkan.

d. Artritis

Artritis atau infeksi sendi, yaitu gangguan sendi karena pera-dangan pada sendi.
Artritis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Reumatoid, yaitu penyakit kronis pada jaringan penghubung sendi.
2. Ostevartritis, yaitu penyakit sendi karena menipisnya tulang rawan.
3. Gautartritis, yaitu gangguan gerak karena kegagalan metabolisme asam urat.

3. Gangguan Otot

a. Kejang Otot : Kejang otot adalah gangguan otot karena melakukan aktivitas terus-
menerus, sampai akhirnya otot tidak mampu lagi berkontraksi karena kehabisan
energi.

b. Atropi : Atropi adalah gangguan otot karena otot mengecil sehingga kemampuan
untuk berkontraksi hilang.

c. Hipertropi : Hipertropi adalah keadaan otot menjadi lebih besar dan kuat karena
sering dilatih. Hal ini terjadi pada tubuh atlet, misalnya binaragawan, atlet angkat
besi, dan atlet sepakbola.

d. Tetanus : Tetanus adalah kejang otot yang disebabkan oleh toksin yang dihasilkan
oleh Clostridium tetani.

e. Kaku Leher atau Stiff : Kaku leher terjadi karena otot leher mengalami peradangan
akibat gerakan atau hambatan yang salah sehingga leher terasa kaku.

F.Hernia Abdominalis : Hernia abdominalis adalah sobeknya otot dinding perut yang
lemah sehingga usus melorot masuk ke rongga perut.

26. fungsi darah pada manusia

1. Darah berfungsi mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh
plasma darah

2. Darah berfungsi mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari
tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-
paru, urea dikeluarkan melalui ginjal

3. Darah berfungsi dalam mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu
(endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.

4. Darah berfungsi juga untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan
oleh sel-sel darah merah

5. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh komponen
darah yaitu sel darah putih

6. Darah berfungsi untuk menutup luka yang dilakukan oleh keping-keping darah
27. mekanisme penyebab denyut jantung

Mekanisme terjadinya denyut jantung adalah sebagai berikut.

Inisiator denyut jantung adalah nodus sinoatrial (SA) yang terletak di dinding
serambi kanan. Nodus SA akan membangkitkan impuls listrik yang akan menjalar ke
seluruh dinding serambi yang menyebabkan kedua serambi berdenyut secara
bersamaan.

Ketika serambi berdenyut, impuls listrik menjalar hingga sampai nodus


atrioventrikular (AV) yang terletak di dinding antara serambi kanan dan kiri. Di
tempat ini impuls listrik akan dihambat selama sekitar 0,1 detik sebelum menjalar
menuju bilik. Hambatan ini berfungsi untuk memastikan darah dapat secara
sempurna dipompa dari serambi.

Setelah itu, impuls listrik akan menjalar menuju ujung bawah jantung melalui
serabut otot khusus yang disebut serabut purkinje. Kemudian impuls akan menjalar
menuju dinding bilik yang menyebabkan kedua bilik berdenyut secara bersamaan.

Cepat dan lambatnya denyut jantung memiliki mekanisme pengaturan yang berbeda,
dan diatur oleh beberapa faktor.

Faktor yang pertama adalah pengaruh dari saraf simpatetik dan parasimpatetik.
Saraf simpatetik akan mempercepat munculnya impuls listrik oleh nodus SA
sehingga menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat. Sedangkan saraf
parasimpatetik berperan sebaliknya, memperlambat denyut jantung.

Faktor kedua adalah hormon adrenalin yang mempengaruhi tubuh untuk bereaksi
“lawan atau lari”. Adrenalin sampai melalui peredaran darah dan akan menyebabkan
jantung berdenyut lebih cepat.

Faktor ketiga dalah suhu tubuh. Suhu tubuh yang lebih panas akan mempercepat
denyut jantung, demikian pula sebaliknya. Penambahan suhu sebesar 1oC akan
menambah sekitar 10 denyut jantung dalam 1 menitnya.

28. fungsi dari bagian jantung1. Aorta

1. Aorta adalah arteri terbesar dalam tubuh. Letaknya di bagian atas jantung. Fungsi
aorta adalah untuk membawa darah yang mengandung oksigen dari ventrikel kiri ke
seluruh tubuh.

2. Vena Kava Superior

Vena kava superior (vena cava) adalah vena besar dalam tubuh. Letaknya juga di
bagian atas jantung. Fungsi vena kava superior adalah untuk membawa kembali
darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh bagian atas ke jantung.
3. Arteri Pulmonalis

Arteri pulmonalis adalah arteri yang mengangkut darah dari jantung ke paru-paru.
Fungsi arteri pulmonalis adalah untuk mengganti karbon dioksida dan uap air yang
ada di dalam darah dengan oksigen.

4. Katup Aorta

Katup aorta adalah katup yang memisahkan ventrikel kiri dengan aorta. Perubahan
tekanan darah pada kedua sisi katup menyebabkan katup dapat terbuka dan
tertutup. Fungsi katup aorta adalah untuk mencegah darah mengalir ke arah yang
salah.

5. Atrium

Atrium adalah bentuk jamak dari atria yang sama artinya dengan serambi. Terdapat
dua atrium yaitu atrium kiri (serambi kiri) dan atrium kanan (serambi kanan).
Atrium dua ruangan teratas dari empat ruang utama pada jantung. Fungsi atrium kiri
adalah adalah menerima darah dari paru-paru yang kaya oksigen dan membawanya
ke ventrikel kiri. Sedangkan fungsi atrium kanan adalah menerima darah dari seluruh
tubuh yang kaya akan karbon dioksida kemudian membawanya ke ventrikel kanan.

6. Vena pulmonalis

Vena pulmonalis adalah vena yang membawa darah kaya oksigen dari paru-paru ke
jantung tepatnya di atrium kiri. Ukurannya lebih kecil dari vena cava dan terdiri dari
vena pulmonalis kanan dan vena pulmonalis kiri. Fungsi vena pulmonalis adalah
untuk membawa darah kaya oksigen kembali ke jantung untuk kemudian diedarkan
ke seluruh tubuh.

7. Katup Trikuspidalis

Katup trikuspidalis atau katup trikuspid adalah katup yang terdiri dari dari tiga daun
katup. Katup ini dapat terbuka jika sistole berkontraksi dan dapat menutup kembali.
Fungsi katup trikuspidalis adalah untuk memisahkan atrium kanan dan ventrikel
kanan dan membantu mengalirkan darah miskin oksigen dari atrium kanan ke
ventrikel kanan.

8. Katup Mitral

Katup mitral atau bicuspid adalah katup yang memisahkan atrium kiri dan ventrikel
kiri. Katup ini dapat terbuka saat darah kaya oksigen di atrium kiri hendak mengalir
ke ventrikel kiri. Fungsi katup mitral adalah untuk mencegah darah yang telah
berada di ventrikel kiri kembali ke atrium kiri.
9. Ventrikel

Ventrikel adalah dua ruang kosong dari empat ruang di bagian bawah jantung.
Ventrikel juga disebut bilik. Ada dua macam ventrikel, yaitu ventrikel kiri (bilik kiri)
dan ventrikel kanan (bilik kanan). Fungsi ventrikel adalah untuk menerima darah
dari atrium kemudian membawanya keluar dari jantung. Fungsi ventrikel kiri adalah
menerima darah dari atrium kiri dan membawanya ke seluruh tubuh. Fungsi
ventrikel kanan adalah menerima darah dari atrium kanan dan membawanya ke paru-
paru.

10. Vena Kava Inferior

Vena kava inferior atau vena cava inferior adalah vena terbesar dalam tubuh manusia.
Fungsi vena kava inferior adalah membawah darah dari bagian bawah tubuh ke
atrium kanan jantung.

Selain bagian-bagian yang disebutkan dalam gambar anatomi di atas, berikut adalah
beberapa bagian lain jantung manusia:

11. Katup Atrioventrikular

Katup atrioventrikular atau katup atrioventrikuler adalah katup yang terletak di


antara atrium dan ventrikel. Fungsi katup atrioventrikular adalah untuk membuat
darah hanya dapat mengalir dari atrium ke ventrikel.

12. Dinding Jantung

Dinding jantung adalah bagian terluar yang melapisi jantung. Dinding jantung terdiri
dari tiga lapisan yaitu endokardium (terdalam), miokardium (bagian tengah), dan
epikardium (terluar). Endokardium terdiri dari epitel pipih selapis. Miokardium
terdiri dari otot kardiak (otot jantung). Epikardium adalah sebuah membran fibrosa.
Fungsi dinding jantung adalah membuat jantung berdetak dan mencegah supaya
jantung tidak bocor.

29. Mekanisme pembekuan darah


Mekanisme Pembekuan Darah Pada Manusia adalah sebagai berikut: Jika suatu
jaringan tubuh terluka maka trombosit pada permukaan yang luka akan pecah dan
mengeluarkan enzim trombokinase (tromboplastin). Enzim ini akan mengubah
protrombin menjadi trobin dengan bantuan ion kalsium dan vitamin K. Protrombin
merupakan protein yang tidak stabil yang dibentuk di hati dan dengan mudah dapat
pecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih kecil, salah satunya adalah trombin.
Selanjutnya, trombin mengubah fibrinogen (larut dalam plasma darah) menjadi fibrin
(tidak larut dalam plasma darah) yang berbentuk benang-benang halus. Benang-
benang halus ini menjerat sel-sel darah merah dan membentuk gumpalan sehingga
darah membeku. Jika luka seseorang hanya di permukan otot, biasanya darah cepat
membeku. Tetapi, bila luka lebih dalam, diperlukan waktu yang lebih lama agar
darah membeku.

30. Konsep transfusi darah sesuai karakteristik golongan darah donor dan resipien

Golongan darah seseorang ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen
pada sel darah merah dan plasma darah . Antigen berfungsi seperti tanda pengenalan
sel tubuh Anda. Ini supaya tubuh bisa membedakan sel tubuh sendiri dari sel yang
berasal dari luar tubuh. Jika sel dengan antigen berlawanan masuk ke dalam tubuh,
maka sistem kekebalan tubuh akan mulai perlawanan terhadap sel yang dianggap
asing tersebut dan memproduksi antibodi.

Ada dua teknik yang kerap dipakai untuk mengelompokkan darah, yaitu
menggunakan sistem ABO dan rhesus (Rh). Kedua sistem ini bisa sangat membantu
jika Anda ingin melakukan transfusi darah.

Melalui sistem ABO, Anda bisa mengetahui golongan darah Anda, apakah A, B, AB atau O.

 Jika Anda memiliki golongan darah A, maka Anda memiliki antigen A pada sel darah
merah dan memproduksi antibodi untuk melawan sel darah merah dengan antigen B.

 Jika Anda memiliki golongan darah B, maka Anda memiliki antigen B pada sel darah
merah dan memproduksi antibodi A untuk melawan sel darah merah dengan antigen
A.

 Jika Anda memiliki golongan darah AB, maka Anda memiliki antigen A dan B pada sel
darah merah. Ini juga berarti Anda tidak memiliki antibodi A dan B pada plasma
darah.

 Jika Anda memiliki golongan darah O, maka Anda tidak memiliki antigen A atau B
pada sel darah merah. Ini berarti darah bergolongan O bisa diberikan pada orang
dengan golongan darah apa pun (donor universal). Orang bergolongan darah O
memproduksi antibodi A dan B di plasma darah.

Pemilik golongan darah O bisa mendonorkan darahnya kepada siapa pun, tapi mereka
tidak bisa asal menerima darah. Mereka hanya bisa mendapatkan transfusi darah dari
tipe O saja. Sebaliknya, golongan darah AB tergolong penerima universal. Kalangan ini
bisa mendapat transfusi darah dari jenis A, B, AB, atau O. Namun kalangan ini hanya bisa
mendonorkan darahnya kepada mereka dengan darah jenis AB saja.

Faktor rhesus (Rh) adalah jenis antigen yang ada pada sel darah merah. Jika seseorang
memiliki faktor Rh, maka dia tergolong positif dan jika tidak, negatif.

Kalangan yang memiliki Rh negatif bisa mendonorkan darahnya kepada orang yang
memiliki status Rh negatif dan Rh positif. Pendonor dengan Rh positif hanya bisa
memberikan darahnya kepada orang dengan status Rh positif.

Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat tabel di bawah ini.

Tabel Kecocokan Sel Darah Merah Pendonor dan Penerima

Pendonor
Penerima
O− O+ A− A+ B− B+ AB− AB+

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


O− Cocok
cocok cocok cocok cocok cocok cocok cocok

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


O+ Cocok Cocok
cocok cocok cocok cocok cocok cocok

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


A− Cocok Cocok
cocok cocok cocok cocok cocok cocok

Tidak Tidak Tidak Tidak


A+ Cocok Cocok Cocok Cocok
cocok cocok cocok cocok

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak


B− Cocok Cocok
cocok cocok cocok cocok cocok cocok

Tidak Tidak Tidak Tidak


B+ Cocok Cocok Cocok Cocok
cocok cocok cocok cocok

Tidak Tidak Tidak Tidak


AB− Cocok Cocok Cocok Cocok
cocok cocok cocok cocok

AB+ Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok


Selain mendonorkan sel darah merah, transfusi plasma darah juga kerap dilakukan.

Tabel Kecocokan Plasma Darah Pendonor dan


Penerima

Pendonor
Penerima
O A B AB

O Cocok Cocok Cocok Cocok

Tidak Tidak
A Cocok Cocok
cocok cocok

Tidak Tidak
B Cocok Cocok
cocok cocok

Tidak Tidak Tidak


AB Cocok
cocok cocok cocok

Dengan mengetahui karakteristik golongan darah, risiko Anda terkena komplikasi


akan berkurang. Meski jarang terjadi, ketidakcocokan ABO dan Rh pada saat
transfusi darah bisa menyebabkan reaksi serius yang bisa membahayakan
nyawa. Mengetahui status Rh darah juga penting bagi ibu hamil .

Pengaruh Golongan Darah Orang Tua kepada Anak

Golongan darah Anda dan pasangan akan menentukan golongan darah anak. Namun
perlu diingat bahwa golongan darah anak tidak selalu sama persis dengan ayah atau
ibu. Ada beberapa perpaduan golongan darah yang menghasilkan jenis berbeda.

Berikut ini golongan darah yang kemungkinan dimiliki oleh anak Anda.

 Golongan darah O dan O. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah O.

 Golongan darah O dan A. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah O atau A.

 Golongan darah O dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah O atau B.

 Golongan darah A dan A. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah O atau A.

 Golongan darah A dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut,
maka anak Anda akan memiliki golongan darah O, A, B, atau AB.
 Golongan darah B dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah tersebut,
maka anak Anda akan memiliki golongan darah O atau B.

 Golongan darah AB dan O. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah A atau B.

 Golongan darah AB dan A. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.

 Golongan darah AB dan B. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.

 Golongan darah AB dan AB. Jika Anda dan pasangan memiliki golongan darah
tersebut, maka anak Anda akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.

Mengetahui golongan darah juga dapat bermanfaat bagi orang lain, misalnya jika Anda
berniat melakukan donor darah untuk keperluan darurat anggota keluarga atau pasien di
rumah sakit.