Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ALAT UKUR FISIKA

“GERAKAN D’ARSONVAL”

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas

dalam Mata Kuliah Alat Ukur Fisika

Dosen Pengampu: Dr. Karya Sinulingga, M. Si

Oleh :

Kelompok 2

Afrida Khairani Rangkuti (4192421002)

Ayu Masytah Dewi (4191121012)

Bintama Sihotang (4192421023)

FISIKA DIK A 2019

PROGRAM STUDI (S1) PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga Kelompok kami sanggup menyusun Makalah yang
berjudul “Gerakan D’Arsonval” ini semaksimal mungkin.

Adapun maksud kami menyusun makalah ini adalah untuk memenuhi tugas
Kepemimpinan yang telah di amanahkan kepada kami. Kami juga mengucapkan banyak
terimakasih kepada Bapak Dr. Karya Sinulingga, M. Si . selaku Dosen Pengampu Mata
Kuliah Alat Ukur Fisika ini.

Kami sadar bahwa makalah ini tentu saja tidak lepas dari banyaknya kekurangan baik
dari segi mutu maupun jumlah dari materi yang dipaparkan. Semua ini murni didasari oleh
keterbatasan yang kami miliki.

Oleh sebab itu, kami membutuhkan masukan dan kritik yang bersifat membangun
yang berasal dari semua pihak, demi perbaikan terhadap makalah selanjutnya. Harapan kami
semoga makalah ini bermanfaat terlebih bagi kami dan para pembaca.

Medan, 22 Oktober 2019

Penyusun

Kelompok 2

i
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ....................................................................................................... i

DAFTAR ISI ..................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1


A. Latar Belakang ...................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
C. Tujuan Masalah .................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................... 2


A. Defenisi Gerakan D’Arsonval .............................................................................. 2
B. Prinsip Kerja Gerakan D’Arsonval ....................................................................... 3
C. Gerakan D’Arsonval dalam DC Ammeter ........................................................... 3
D. Gerakan D’Arsonval dalam AC Voltmeter .......................................................... 7

BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 12

A. Kesimpulan ........................................................................................................... 12
B. Saran .................................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lebih dari satu setengah abad yang lalu, telah banyak diperoleh sumbangan mengenai
ilmu pengukuran besaran listrik. Selama periode tersebut, segala upaya ditujukan kepada
penyempurnaan instrument (alat ukur) jenis-jenis defleksi dengan sebuah skala atau penunjuk
yang dapat bergerak. Sudut defleksi dari penunjuk merupakan suatu fungsi, dengan demikian
dapat disamakan dengan harga dari besaran listrik yang diukur.

Istilah alat ukur analog dibuat untuk ciri-ciri ukur jenis defleksi dan membedakan dari
sejumlah instrument yang berbeda. Sementara apabila harga besaran yang diukur ditampilkan
dalam desimal (digital), instrumen tersebut disebut dengan alat ukur digital.

Ilmu dan teknologi sangat berkaitan erat dengan pengukuran sebagai hal yang tidak
dapat dipisahkan. Instrumen pengukuran modern adalah salah satu buah hasil dari ilmu
pengetahuan. Instrumentasi adalah cabang dari keteknikan yang tidak hanya memberikan
ilmu pengetahuan tetapi semua cabang keteknikan dan obat-obatan secara baik. Pengukuran
akurat sangat diperlukan untuk perancangan yang ekonomis.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan permasalahan dari pembahasan makalah ini, yaitu:


1. Bagaimana Gerakan D’ Arsonval dalam DC Ammeter?
2. Bagaimana Gerakan D’ Arsonval dalam AC Voltmeter?

C. Tujuan Masalah
Adapun tujuan permasalahan dari pembahasan makalah ini, yaitu:
1. Untuk mengetahui tentang Gerakan D’ Arsonval dalam DC Ammeter.
2. Untuk mengetahui tentang Gerakan D’ Arsonval dalam AC Voltmeter.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi Gerakan D’ Arsonval

Gambar 1 - Gerakan D'Arsonval Meter

Mekanisme penginderaan yang paling umum digunakan yang digunakan


dalam ammeter DC, Voltmeter, dan ohm meter adalah perangkat penginderaan arus
yang disebut gerakan meteran D'Arsonval (Gambar 1). Gerakan D'Arsonval adalah
gerakan tipe-gelung DC yang bergerak di mana inti elektromagnetik digantung di
antara kutub magnet permanen.

Arus yang diukur diarahkan melalui gulungan elektromagnet sehingga medan


magnet yang dihasilkan oleh arus berlawanan dengan medan magnet permanen dan
menyebabkan rotasi inti. Inti tertahan oleh mata air sehingga jarum akan membelok
atau bergerak sebanding dengan intensitas saat ini. Semakin banyak arus diterapkan
ke inti, semakin kuat bidang lawan, dan semakin besar defleksi, hingga batas
kapasitas arus kumparan. Ketika arus terganggu, bidang lawan runtuh, dan jarum
dikembalikan ke nol oleh mata air yang menahan. Batas arus yang dapat diterapkan
pada gerakan jenis ini biasanya kurang dari satu milliampere.

Variasi umum dari gerakan D'Arsonval adalah gerakan Weston, yang pada
dasarnya menggunakan prinsip yang sama yang dibangun untuk konstruksi yang lebih
kasar dengan menggunakan dukungan permata untuk inti dan menggunakan lilitan
yang lebih berat di elektromagnet.

2
B. Prinsip Kerja Gerakan D’ Arsonval
Ketika sebuah kumparan dialiri arus listrik, maka akan terjadi perubahan fluks
magnetik disisi-sisi kumparan (induksi elektromagnetik), sehingga akan memunculkan
gaya tolak dari kutub yang sama dari magnet permanen yang berada pada sisi kumparan,
sehingga menggerakan jarum penunjuk, besarnya skala tergantung pada besarnya arus
yang masuk.

C. Gerakan D’Arsonval dalam DC Ammeter


Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk
listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya
dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan
menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.

Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik baik untuk
listrik DC maupun AC yang ada dalam rangkaian tertutup. Amperemeter biasanya
dipasang berderet dengan elemen listrik. Cara menggunakannya adalah dengan
menyisipkan amperemeter secara langsung ke rangkaian.

1. Tahanan Shunt (Shunt resistor)


Gerakan dasar dari sebuah ampermeter arus searah adalah galvanometer PMMC
(Permanent magnet moving coil). Karena gulungan kumparan dari sebuah gerakan
dasar adalah kecil dan ringan dia hanya dapat mengalirkan arus yang kecil. Bila yang
akan diukur adalah arus besar, sebagian besar dari arus tersebut perlu dialirkan ke
sebuah tahanan yang disebut shunt.

Tahanan shunt dapat ditentukan dengan menerapkan analisa rangkaian


konvensional terhadap gambar diatas .

Dimana :

Rm= Tahanan dalam alat ukur

3
Rs= Tahanan shunt

Im= Arus defleksi skala penuh dari alat

Is= Arus shunt

I=Arus skala penuh ampermeter termasuk arus shunt.

Karena tahanan shunt paralel terhadap alat ukur (ampermeter), penurunan


tegangan pada tahanan shunt dan alat ukur harus sama dan dituliskan

Vshunt = Valat ukur

IsRs = ImRm

Tahanan shunt yang digunakan dalam sebuah alat ukur dasar bisa terbuat dari
sebuah kawat tahanan bertemperatur konstan yang ditempatkan di dalam instrumen
atau sebuah shunt luar yang memiliki tahanan yang sangat rendah.

Shunt Ayrton

Batas ukur sebuah ampermeter arus searah (DC) masih dapt diperbesar dengan
menggunakan sejumlah tahanan shunt yang dipilih melalui sakelar rangkuman. Alat
ukur seperti ini disebut ampermeter rangkuman ganda. Alat ini ditunjukkan oleh
gambar:

Rangkaian ini memiliki empat shunt Ra, Rb, Rc, dan Rd yang dihubungkan
paralel terhadap alat ukur agar menghasilkan empat batas ukur yang berbeda. Saklar S
adalah sebuah sakelar posisi ganda dari jenis menyambung sebelum memutuskan

4
(make-before break), sehingga alat pencatat tidak akan rusak, oleh karena tidak
terlindungnya rangkaian tanpa sebuah shunt sewaktu pengubahan batas ukur.

Shunt universal atau shunt ayrton dalam gambar diatas mencegah kemungkinan
pemakaian alat ukur tanpa tahanan shunt. Keuntungan yang diperoleh adalah nilai
tahanan total yang sedikit lebih besar. Shunt Ayrton ini memberikan kemungkinan
yang sangat baik untuk menerapkan teori dasar rangkaian listrik dalam sebuah
rangkaian praktis. Tindakan pencegahan yang harus diperhatikan bila
menggunakan sebuah ampermeter adalah:
1. Jangan sekali-kali menghubungkan ampermeter ke sumber tegangan. Karena
tahanannya yang rendah dia akan mengalirkan arus yang tinggi sehingga merusak alat
tersebut. Sebuah ampermeter harus selalu dihubungkan seri terhadap beban yang
mampu membatasi arus.
2. Periksa polaritas yang tepat. Polaritas yang terbalik menyebabkan defleksi yang
berlawanan yang dapat merusak jarum penunjuk.
3. Bila menggunakan alat ukur rangkuman ganda, mula-mula gunakan rangkuman yang
tertinggi; kemudian turunkan sampai diperoleh defleksi yang sesungguhnya. Untuk
memperbesar ketelitian pengukuran, gunakan rangkuman yang menghasilkan
pembacaan terdekat ke skala penuh.

2. Prinsip Kerja Amperemeter


Amperemeter bekerja berdasarkan prinsip gaya magnetik (Gaya Lorentz). Ketika
arus mengalir melalui kumparan yang dilingkupi oleh medan magnet timbul gaya
lorentz yang menggerakan jarum penunjuk menyimpang. Apabila arus yang melewati
kumparan besar, maka gaya yang timbul juga akan membesar sedemikian sehingga
penyimpangan jarum penunjuk juga akan lebih besar. Demikian sebaliknya, ketika

5
kuat arus tidak ada maka jarum penunjuk akan dikembalikan ke posisi semula oleh
pegas. Besar gaya yang dimaksud sesuai dengan Prinsip Gaya Lorentz

F=B.I.L.
Kemampuan amperemeter dapat ditingkatkan dengan memasang hambatan shunt
secara parallel terhadap amperemeter. Besar hambatan shunt tergantung pada berapa
kali kemampuannya akan ditingkatkan. Misalnya mula-mula arus maksimumnya
adalah I, akan ditingkatkan menjadi I’ = n.I, maka besar hambatan shunt.
Rsh = R_G/(n-1 )

3. Cara Penggunaan Amperemeter


Jika kita akan mengukur arus yang melewati penghantar dengan menggunakan
Amperemeter maka harus kita pasang seri dengan cara memotong penghantar agar
arus mengalir melewati amperemeter.

Rumus amperemeter :

I=V/R

Dimana:

V=menyatakan tegangan (volt)

I = menyatakan arus (amper)

R=menyatakan hambatan(ohm)

Pengukuran Daya Rangkaian AC dapat dilakukan menggunakan kombinasi volt


meter dan amper meter yang dikombinasikan. Secara teori daya rangkaian AC
merupakan daya rata-rata pada rangkaian listrik tersebut. Dalam arus bolak-balik daya
yang ada setiap saat berubah sesuai dengan waktu. Daya dalam arus bolak-
balik merupakan daya rata-ratanya.

6
D. Gerakan D’Arsonval dalam AC Voltmeter
Voltmeter adalah alat untuk mengukur tegangan listrik. Alat ini sering digunakan oleh
teknisi elektronik yang biasanya menjadi satu dalam multi tester atau Avometer.
Avometer adalah singkatan dari Amperemeter, Voltmeter dan Ohmmeter. Volt meter DC
merupakan alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensial tegangan DC antara
2 titik pada suatu beban listrik atau rangkaian elektronika. Konsep yang digunakan dalam
sebuah volt meter DC hampir sama dengan konsep pada ampere meter. Pada volt meter
arus searah atau DC volt meter tahanan shunt atau shunt resistor dipasang seri dengan
kumparan putar magnet permanen (permanent magnet moving coil). PMMC yang
berfungsi sebagai pengali (multiplier).

1. Tahanan Pengali (Multiplier Resistor)


Penambahan sebuah tahanan seri atau pengali (multiplier), mengubah gerakan
d’arsonval menjadi sebuah voltmeter arus searah. Tahanan pengali membatasi arus kealat
ukur agar tidak melebihi arus sakala penuh (Idp). Sebuah voltmeter arus searah mengukur
beda potensial antara dua titik dalam sebuah rangkaian arus searah dan dengan demikian
dihubungkan paralel terhadap sebuah sumber tegangan atau komponen rangkaian.
Biasanya terminal-termianal alat ukur ini diberi tanda positif dan negatif karena polaritas
harus ditetapkan.

Nilai tahanan pengali yang diperlukan untuk memperbesar batas ukur tegangan
ditentukan dari gambar berikut,
dimana:

V=Im(Rs+Rm)
Keterangan:

Im=arus defleksi dari alat ukur


Rm = tahanan dalam alat ukur
Rs=tahanan pengali
V=tegangan rangkuman maksimum dari instrumen

7
Gambar Rangkaian Dasar Voltmeter Arus Searah

Biasanya untuk batas ukur sampai 500 V pengali dipasang didalam kotak voltmeter.
Untuk tegangan yang lebih tinggi, pengali tersebut dipasang pada sepasang probe kutub
diluar kotak yakni untuk mencegah kelebihan panas dibagian dalam voltmeter.

2. Voltmeter Rangkuman Ganda

Penambahan sejumlah pengali beserta sebuah saklar rangkuman membuat


instrumen mampu digunakan bagi sejumlah rangkuman tegangan. Sebuah voltmeter
rangkuman ganda yang menggunakan sebuah sakelar empat posisi (V1, V2, V3, dan V4 )
dan empat pengali (R1, R2, R3, dan R4). Nilai dari pada tahanan-tahanan pengali dapat
ditentukan dengan metoda sebelumnya, atau dengan metoda sensitivitas.

8
3. Sensitivitas voltmeter
Sensitivitas (S), adalah kebalikan dari defleksi skala penuh alat ukur yaitu:
S = 1/Idp
Sensitivitas (S) dapat digunakan pada metode sensitivitas untuk menentukan tahanan
pengali voltmeter arus searah.
R = (S x V) – Rm
Dimana:
S=Sensitivitas voltmeter,ohm/volt
V = Rangkuman tegangan yang ditentukan oleh posisi sakelar
Rm = Tahanan-dalam alat ukur (ditambah tahanan seri)
Rs= Tahanan pengali

4. Efek pembebanan
Bila sebuah voltmeter dihubungkan antara dua titik di dalam sebuah rangkaian
tahanan tinggi, dia bertindak sebagai shunt bagi bagian rangkaian sehinga memperkecil
tahanan ekivalen dalam bagian rangkaian tersebut. Berarti voltmeter akan menghasilkan
penunjukan tegangan yang lebih rendah dari yang sebenarnya sebelum dihubungkan.

Efek ini disebut efek pembebanan instrumen yang terutama disebabkan oleh
sensitivitas rendah.

Tindakan pencegahan yang umum bila menggunakan sebuah voltmeter adalah:

1. Periksa polaritas yang benar. Polaritas yang salah (terbalik) menyebabkan


voltmeter menyimpang kesumbat mekanis dan ini dapat merusak jarum.
2. Hubungkan voltmeter paralel terhadap rangkaian atau komponen yang akan
diukur tegangannya.
3. Bila menggunakan rangkuman ganda, gunakan selalu rangkuman tertinggi dan
kemudian turunkan sampai diperoleh pembacaan naik yang baik.
4. Selalu hati-hati terhadap efek pembebanan. Efek ini dapat diperkecil dengan
menggunakan rangkuman setinggi mungkin (dan sensitivitas paling tinggi).
Ketepatan pengukuran berkurang bila penunjukan berada pada skala yang
lebih rendah.

9
5. Prinsip Kerja Voltmeter
Prinsip Kerja Voltmeter hampir sama dengan Amperemeter karena desainnya juga
terdiri dari galvanometer dan hambatan seri atau multiplier. Galvanometer menggunakan
prinsip hukum Lorentz, dimana interaksi antara medan magnet dan kuat arus akan
menimbulkan gaya magnetic. Gaya magnetik inilah yang menggerakan jarum penunjuk
sehingga menyimpang saat dilewati oleh arus yang melewati kumparan. Makin besar kuat
arus akan makin besar penyimpangannya.

6. Kepekaan Voltmeter
Kepekaan alat ukur dapat di ketahui dengan membagi jumlah tabel tahanan dengan
perluasan tegangan. Kepekaan dari pengukur tegangan ( Volt meter ) di nyatakan dengan
OHM / Volt dari setiap perluasan batas ukur . Kepekaan alat ukur dapat di ketahui dengan
membagi jumlah tabel tahanan dengan perluasan tegangan. Untuk batas ukur 0 - 100 V,
tahanan R = 100.000

7. Metode Volt Amperemeter


Metode Pengukuran Daya Pada Rangkaian DC

Misalkan, bila beban adalah R, tegangan beban adalah V dan arus beban adalah I,
sedangkan volt meter dan amper meter mempunyai tahanan dalam Rv dan Ra. Tegangan
pada volt meter adalah Vv dan arus pada amper meter adalah Ia . Dengan
mempergunakan rangkaian pada gambar diatas, akan didapatkan :

V_v = IR + IRa dimana Ia = I

Sehingga daya yang akan diukr adalah :


W = I 2R sehingga menjadi W = V_v I_a - I_a^2 R_a
Dengan cara yang sama dari gambar rangkaian pengukuran daya rangkaian DC diatas
maka besarnya daya adalah sebagai berikut :

W = VI = V_v I_a - (V_v^2)/R_v

10
Terdapat 2 (dua) cara dalam menghubungkan alat ukur dalam pengukuran daya pada
rangkaian DC seperti ditunjukan pada gambar diatas. Pada gambar pertama ampere meter
terhubung dengan beban dan volt meter. Sehingga volt meter tidak hanya mengukur
tegangan pada beban, tetapi mengukur juga tegangan yang drop oleh ampere meter. Jika
Ra adalah tahanan internal ampere meter maka drop tegangan yang terjadi pada
amperemeter adalah.

V_a = 〖IR〗_a

Konsumsi daya pada beban adalah : 〖V I〗_( L) = (V - V_a ) I = V I - V_a I = V I - I 2


R_a

Pada gambar ke-dua pada gambar pengukuran daya diatas volt meter terhubung antara
beban dan ampere meter. Maka ampere meter tidak hanya menunjukan pengukuran arus
pada beban saja, tetapi juga menunjukan arus yang mengalir melalui voltmeter sebagai
berikut.

I_v = V/R_v

Dimana Rv adalah resistansi internal pada voltmeter. Sehingga daya beban adalah:

〖V I〗_( L) = V (I - I_v) = V (I - V/R_v ) = VI - V^2/R_v

Dalam kedua kasus diatas, daya yang ditunjukan oleh alat ukur atau instrumen sama
dengan konsumsi daya pada beban ditambah konsumsi daya alat ukur untuk memperoleh
besarnya daya pada beban, perlu dilakukan koreksi pada kerugian daya yang disebabkan
oleh alat ukur. Dalam kondisi normal nilai kerugian daya pada alat ukur cukup kecil bila
dibandingkan dengan daya beban. Bagaimanapun juga ampermeter dan voltmeter akan
membebani rangkaian yang dapat menyebabbkan kesalahan dalam pengukuran daya pada
rangkaian DC.

11
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari Paparan atau penjelasan di atas, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sesuai
dengan makalah “Gerakan D’Arsonval” penulis menyimpulkan bahwa Gerakan D'Arsonval
adalah gerakan tipe-gelung DC yang bergerak di mana inti elektromagnetik digantung di
antara kutub magnet permanen. Arus yang diukur diarahkan melalui gulungan elektromagnet
sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh arus berlawanan dengan medan magnet
permanen dan menyebabkan rotasi inti. Inti tertahan oleh mata air sehingga jarum akan
membelok atau bergerak sebanding dengan intensitas saat ini. Semakin banyak arus
diterapkan ke inti, semakin kuat bidang lawan, dan semakin besar defleksi, hingga batas
kapasitas arus kumparan. Ketika arus terganggu, bidang lawan runtuh, dan jarum
dikembalikan ke nol oleh mata air yang menahan. Batas arus yang dapat diterapkan pada
gerakan jenis ini biasanya kurang dari satu milliampere.

Kemudian, Gerakan D’Arsonval dapat digunakan dalam DC Ammeter dan AC


Voltmeter, gerakan d’arsonval dalam DC Ammeter dan AC Voltmeter memiliki prinsip kerja
yang berbeda dan cara penggunaan yang berbeda.

B. Saran
Semoga makalah yang penulis buat dapat memberikan manfaat pengetahuan tentang
Gerakan D’Arsonval ini kepada pembaca. Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam
makalah ini.Oleh karena itu,Kami meminta saran dan kritik dari para pembaca untuk
penyempurnaan makalah ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

Halliday, David dan Robert Resnik. 1996. Fisika Edisi ke 3 jilid 3 (alih bahasa oleh Pantur
Silabun ph.D dan Drs. Erwin Sucipto,M.Sc). Jakarta: Erlangga

Listyarini,Ratih. 2018. Dasar Listrik dan Elektronika.Yogyakarta: Deepublish.

Prawiroredjo,Kiki. 2006. Pemahaman dan Penggunaan Alat Ukur Multimeter Analog Sebagai
Pengenalan Teknik Elektronika. Jurnal Ilmiah LEMDIMAS,6(2):62-71.

Widodo, Sri Teguh dan Winih Wicaksono. 2019. Dasar-Dasar Pengukuran Listrik. Klaten:
Saka Mitra Kompetensi.

13