Anda di halaman 1dari 2

Failure Diagnosis (Fase 4)

Penegakkan diagnosis pada pasien kangker serviks didapatkan atas dasar anamnesis dan
pemeriksaan klinis
Masalah yang dapat menyebabkan kegagalan dalam pemeriksaan ca serviks
1. Masyarakat sering enggan untuk diperiksa secara spesifik oleh karena ketidaktahuan,
rasa malu, rasa takut, dan faktor biaya. Sedikit wanita yang menyadari dirinya terkena
kanker serviks pengabaian tanda dan gejala. Hal ini umumnya disebabkan oleh masih
rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan penduduk di Indonesia, sehingga
pasien baru menyadari bahwa dia memerlukan pengecekan kesehatan saat sudah
memasuki stadium lanjut atau bahkan sel kanker sudah metastase ke organ lain.
2. Masyarakat masih berfikir bahwa penyakit kanker serviks tidak dapat disembuhkan
dan tidak dapat dicegah, sehingga pemeriksaan rutin kerap kali diabaikan.
3. Dari hasil penelitian pendiagnosaan menggunakan pap smear memiliki variasi dalam
sensitivitas, sehingga tidak semua pemeriksaan pap smear efektif dalam mendiagnosa
kanker serviks, selain itu pada pemeriksaan pap smear memerlukan tenaga ahli, selain
itu masih banyaknya ketidakmerataan tenaga kesehatan di Indonesia, sehingga deteksi
dini dan penegakan diagnose tidak bisa dilakukan secara maksimal.
4. Sumberdaya tenaga kesehatan mengenai pemeriksaan deteksi dini, diagnose kanker
serviks dan kemampuan kewaspadaannya terhadap kanker serviks masih kurang
memadai, sehingga masyarakat masih kurang mendapatkan informasi mengenai
deteksi dini kanker.

SOLUSI
1. Melakukan penekanan pada promotif dan preventif tentang ca servick yang diberikan
oleh tenaga medis sehingga masyarakat lebih peduli pada tanda-tanda dan gejala awal
yang muncul pada kanker serviks, sehingga masyarakat dapat segera melakukan
pemeriksaan deteksi dini untuk menegakkan diagnosis.
2. Pemerintah perlu melakukan pemerataan jaminan kesehatan pada semua kalangan,
khususnya pada kalangan ekonomi menengah kebawah dan pemerataan fasilitas
pemeriksaan pada faskes akan membantu mempermudah diagnosis pada pasien ca
serviks, selain itu juga perlu adanya pelatihan-pelatihan yang harus dilakukan oleh
tenaga kesehatan guna untuk mengurangi kesalahan dalam mendiagnosa ca servick.
3. Pembuatan standarisasi untuk sensitivitas alat (perawatan alat, pengecekan berkala
dst) atau dengan menggunakan metode pemeriksaan lain, misal seperti IVA yang jauh
lebih mudah dan terjangkau.