Anda di halaman 1dari 50

LAPORAN

KEGIATAN MAGANG KOMPETENSI

PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM)

TIRTA JENEBERANG KABUPATEN GOWA

OLEH :
SAENAL
2017222158

JURUSAN/PROGRAM STUDI AKUNTANSI


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI
NOBEL INDONESIA
MAKASSAR
2019
i
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN

KEGIATAN MAGANG KOMPETENSI

PADA PDAM TIRJA JENEBERANG KAB.GOWA

Disusun Oleh :

Saenal

2017222158

Disetujui Oleh :

Pembimbing Perusahaan Pembimbing Kampus

(Abdul Malik Abbas, S.Sos) ( Muh.Fachrul Syarlis, ST.,SE.,M.pd.)

Mengetahui,

Ketua Jurusan Akuntansi

Indrawan Asiz, S.E.,M.Ak

ii
KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Alhamdulillah dengan rahmat dan hidayah-Nya serta dengan kehendak-Nya

sehingga Laporan Kegiatan Magang Kompetensi ini dapat diselesaikan.Dalam

laporan ini penulis berterima kasih kepada kepala perusahaan yang telah

memberikan kesempatan untuk melaksanakan magang/Kegiatan praktek kerja

selama 1 bulan lamanya. Laporan ini dapat diselesaikan dengan adanya arahan

dari bapak Muh.Fachrul Syarlis,ST.,SE.,M.pd. sebagai pembimbing dari pihak

kampus dan bapak Abdul Malik Abbas S.Sos sebagai pembimbing dari pihak

perusahaan, oleh karna itu penulis mengucapkan terima kasih.

Selain itu, penulis menyadari bahwa didalam Laporan Kegiatan Magang

Kompetensi ini masih jauh dari kesempurnaan.semua itu karena keterbatasan,

kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis

mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak demi penyempurnaan laporan

ini.

Dan saya mengharapkan semoga Laporan Kegiatan Magang Kompetensi

ini dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan saya sendiri.

Makassar, 8 September 2019

Penulis

Saenal

iii
DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... ii

KATA PENGANTAR .................................................................................... iii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iv

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ........................................................................... 1

B. Tujuan ........................................................................................ 2

C. Manfaat ...................................................................................... 3

D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ................................................ 3

BAB II GAMBARAN SINGKAT PERUSAHAAN

A. Profil PDAM Tirta Jeneberang Kab.Gowa ................................ 4

B. Layanan dari PDAM Tirta Jeneberang Kab.Gowa .................... 9

C. Proses Bisnis PDAM Tirta Jeneberang Kab.Gowa .................... 10

D. Struktur Organisasi dan Uraian Kerja ........................................ 11

BAB III PELAKSANAAN KEGITAN MAGANG

A. Jenis dan Bentuk Kegiatan Magang ........................................... 19

B. Permasalahan dan Solusinya ...................................................... 20

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................ 21

B. Saran ........................................................................................... 21

LAMPIRAN .................................................................................................... 22

iv
DAFTAR LAMPIRAN

Hal
Lampiran 1 : Jurnal Harian ......................................................................... 22
Lampiran 2 : Lembar Penilaian .................................................................. 34
Lampiran 3 : Foto Dokumentasi Pelaksanaan Magang ............................... 37

v
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 ...................................................................................................... 12

vi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan antardaerah dilakukan melalui

berbagai arah kebijakan, salah satunya adalah desentralisasi perizinan dan

investasi serta pengelolaan sumber daya di daerah. Implikasi dari kebijakan ini

tidak lain adalah mendongkrak sumber-sumber penerimaan daerah, seperti

Pendapatan Asli Daerah kemudian dilembagakan dalam bentuk Badan Usaha

Milik Daerah (BUMD). Tujuan dibentuknya BUMD adalah untuk

melaksanaka pembangunan daerah melalui pelayanan jasa kepada masyarakat,

penyelenggaraan kemanfaatan umum, dan peningkatan penghasilan

pemerintah daerah. BUMD bergerak dalam berbagai sektor, seperti jasa

keuangan dan perbankan, jasa pengelolaan, dan penyediaan air bersih srta

berbagai bentuk jasa dan usaha produktif lainnya. Perusahaan Daerah Air

Minum (PDAM) merupakan salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak

dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum.

Dalam pasal 10 UU No.22 Tahun1999 tentang Pemerintah Daerah

menyatakan bahwa daerah berwenang untuk mengelolah sumber regional

yang tersedia di wiliyahnya dan bertanggung jawab memelihara kelestarian

lingkungan sesuia dengan peraturan perundang-undangan. Sebagai bentuk

penyerahan sebagian urusan pemerintah dibidang pekerjaan umum kepada

daerah, maka pelayanan air minum diserahkan kepada pemerintah daerah.

1
Selanjutnya, melaluiperaturan daerah pelaksanaannya diserahkan kepada

seluruh instansi. Dalam halini, instansi yang dimaksud adalah Perusahaan

Daerah Air Minum (PDAM).Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

merupakan salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi

air bersih masyarakat umum. PDAM terdapat di setiap provinsi, kabupaten,

dan kotamadya di seluruh indonesia salah satu diantaranya adalah (PDAM)

Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten

Gowa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi air bersih yang

memiliki visi yakni menjadi penyedia air minum terbaik di Indonesia melalui

pelayanan yang baik dan menjadi kebanggaan karyawan dan masyarakat serta

memiliki misi menggunakan mutu dan pelayanan demi kepuasan masyarakat,

menjadi tempat karyawan PDAM Tirta Jeneberang untuk berprestasi dan

mengembangkan diri serta menjadi salah satu aset kebanggaan masyarakat.

Berdasarkan visi dan misi tersebut PDAM Tirta Jenebrang harus bekerja

secara efektif dan edisien agar visi dan misi tersebut tercapai.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan / Magang II

(Kompetensi) ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam

dunia kerja yang sesuia dengan minatnya dan meningkatkan wawasan

pengetahuan mahasiswa tentang penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi

pada dunia kerja. Selain itu, bertujuan untuk memperkenalkan dunia kerja

yang sesungguhnya kepada mahasiswa yang nantinya akan menajadi salah

satu calon sumber daya manusia di suatu instansi kelak.

2
C. Manfaat

Adapun manfaat yang didapatkan dari pelaksanaan kegiatan Praktek

Kerja Lapanagn / Magang Kompetensi ini antara lain yairtu :

1. Memperoleh pengalaman kerja secara langsung sehingga dapat digunakan

sebagai bekal mahasiswa ketika terjun di dunia kerja.

2. Dapat mempelajari cara berhubungan dengan masyarakat terutama pada

dunia kerja.

D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Tempat pelaksanaan Magang Kompetensi ini berlangsung di

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang, Jl. Alternatif

Swadaya, Kabupaten Gowa.

Magang Kompetensi ini berlangsung selama 1 bulan mulai tanggal 5

Agustus 2019 dan berakhir pada tanggal 5 September 2019. Waktu kerja

praktek Kerja Lapangan / Magang II (Kompetensi) ini yaitu setiap hari Senin

sampai Sabtu dimulai pukul 08.00-14.00 WITA.

3
BAB II

GAMBARAN UMUM PDAM TIRTA JENEBERANG

A. Profil Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Jeneberang


kabupaten Gowa.

Perusahaan Daerah Air Minum PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten

Gowa merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten

Gowa yang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II

GowaNomor11Tahun 1988 Tanggal 15 Maret 1988 yang sebelumnya

berbentukBadan Pengelola Air Minum (BPAM).

Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa,

demi memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Sungguminasa dan

penduduk Kabupaten Gowa, pada tahun 1980 didirikanlah 1 (Satu)

pengolahan air bersih oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen

Pekerjaan Umum Cabang Dinas Kabupaten Gowa, dimana pengolahan dan

pengawasannya dilaksanakan oleh Proyek Pengolahan Sarana Air Bersih

(PPSAB) Propinsi Sulawesi Selatan, dengan kapasitas produksi air bersih 10

liter/detik. Pada tahun 1981 unit pengolahan air Kabupaten Gowa telah

memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kota Sungguminasa,

sehingga pada tangal 8 September 1982 sesuai Berita Acara Penyerahan Asset

Pemerintah Pusat oleh Departemen Keuangan Republik Indonesia kepada

Pemerintah Kabupaten Gowa, bersamaan itu pula Unit Pengelolaan Air

Minum (BPAM) Kabupaten Gowa yang pengelolaannya dan tanggung

4
jawabnya masih tetap berada pada PSAB Propinsi Sulawesi Selatan telah

mengangkat Pegawai Bagi BPAM danmemperbantukan 3 orang Pegawai

Negeri Sipil dari Pemerintah Kabupaten Gowa. Dengan laju perkembangan

pembangunan Kabupaten Gowa, maka kebutuhan air bersih masyarakat kota

bertambah sehingga dengan kapasitas 10 liter/detik terasa sudah tidak

mencukupi lagi.

PPSAB Propinsi Sulawesi Selatan kemudian mengajukan proposal

pengembangan rencana penambahan kapasitas produksi air bersih sebesar 20

liter/detik. Hasil dari tindak lanjut pengajuan proposal tersebut,pada

tahun1985/1986 rencana penambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang

berlokasi di Lingkungan Cambaya Kelurahan Sungguminasa terealisasi.

Tetapi dengan adanya IPA yang baru tersebut, Instalasi lama tidak lagi

mendapat perhatian dengan baik sehingga Unit Pengolahan Air ( IPA )

tersebut tidakdapat difungsikan lagi.

Pada Tahun 1988 berdasarkan Perda Nomor 2 tahun 1988 tanggal 15

Maret 1988 didirikanlah Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Gowa.

Berhubung karena unit Pengelolaan Air Bersih telah ada di Kabupaten Gowa

yaitu Badan Pengelolaan Air Minum Milik Direktorat Jenderal Cipta Karya

Departemen Pekerjaan Umum Cabang Dinas Kabupaten Gowa, maka

Pemerintah Daerah Gowa mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar

pengelolaan BPAM tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa,

sehingga pada tanggal 23 Januari 1991 berdasarkan SK Menteri PU Nomor

7/KPTS/1991 Tanggal 09 Februari 1991, terlaksanalah penanda tanganan

Berita Acara Penyerahan Pengelolaan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Air

5
Bersih di Kabupaten Gowa menjadi Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM )

Kabupaten Gowa.

Perusahaan Derah Air Minum ( PDAM ) Kabupaten Gowa dalam

usaha memenuhi kebutuhan akan air bersih masyarakat kota yang semakin

meningkat, telah memperoleh bantuan Pemerintah Pusat melalui APBN Tahun

Anggaran 1991/1995 yaitu penambahan kapasitas produksi 20 liter/detik yang

pembangunannya dapat direalisasikan pada bulan Januari 1995 dan selesai

pada Bulan Maret 1995, maka produksi air menjadi 40 liter/detik yang mulai

beroperasi pada bulan April 1995.

Perkembangan PDAM Kabupaten Gowa untuk melayani kota

Sungguminasa dan sekitarnya sudah berjalan dengan baik dan normal,

sehingga PDAM Kabupaten Gowa mendapat kepercayaan untuk mengelola air

bersih diKecamatan Tinggi Moncong (Kota Malino) diserahkan

pengelolaannya dari Pemerintah Kecamatan ke PDAM Gowa dengan nama

PDAM Kab. Gowa Cabang IKK Malino pada tangal 2 Juli 1994, dimana

sumber air dan pendistribusiannya menggunakan sistem gravitasi alam. Pada

awal Tahun 2001 telah diserahkan pula 1 (satu) Unit Instalasi Pengolahan Air

di Borong Loe oleh Pemimpin Proyek Bendungan Bili-Bili dengan Kapasitas

air 20 liter/detik, tetapi IPA tersebut belum dapat difungsikan sepenuhnya

berhubung banyaknya kendala-kendala tekhnis yang dihadapi di IPA Borong

Loe tersebut. Disamping itu pada tanggal 24 Mei2002 diserahkan pula PDAM

Gowa IKK Cabang Bajeng ke PDAM Gowa yang merupakan Bantuan Hibah

dari Pemerintah Jepang ke Pemerintah Indonesia, dengan kapasitas produksi

20 liter/detik.Pada bulan Mei 2001, Instalasi Pengelolaan Air Pandang-

6
Pandang yang dibangun oleh PPSAB Sulawesi Selatan dan sementara

digunakan / dikelola oleh PDAM Makassar telah diserahkan pengelolaannya

kepada PDAM Kabupaten Gowa. IPA Pandang-pandang dengan kapasitas

produksi 200 liter/detik yang diserahkan pada bulan Mei 2001 tersebut sudah

menambah kapasitas produksi air bersih PDAM Gowa menjadi 240 liter/detik.

Dengan kapasitas produksi 240 liter/detik, maka PDAM Kabupaten Gowa

terus berusaha untuk memasarkan berbagai sambungan baru kepada pelanggan

agar keseimbangan antara produksi air dan jumlah pelanggan tetap stabil.

Padatahun 2015, Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan

Air Minum (BPPSPAM) melakukan evaluasi terhadap 368 PDAM

berdasarkan laporan audit kinerja PDAM sampai dengan tahun buku 2014

yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembagunan (BPKP)

dan audit keuangan oleh Kantor akuntan Publik (KAP). Adapun rekapitulasi

hasil evaluasi kinerja terhadap 368 PDAM tahun 2015 di seluruh Indonesia

ditemukan bahwa 53% PDAM dalam keadaan sehat, 27% PDAM dalam

keadaan kurang sehatdan 20% PDAM berada dalam keadaan sakit. Di saat

banyaknya PDAM yang termasuk dalam kondisi sakit, ternyata PDAM Tirta

Jeneberang Kabupaten Gowa masuk dalam kategori sehat. Hal ini

menunjukkan bahwa ada faktor yang mungkin dapat mendukung kestabilan

kinerja dari PDAM tersebut. Salah satu faktor yang berpotensi adalah

berkaitan dengan sumber dan penggunaan modal kerja.

Analisis sumber dan penggunaan modal kerja merupakan alat analisis

keuangan yang sangat penting bagi perusahaan. Dengan analisis sumber dan

penggunaan modal kerja, akan dapat diketahui bagaimana perusahaan

7
mengelola atau menggunakan modal kerja yang dimilikinya sehingga

perusahaan dapat menjalankan operasi dengan sebaik-baiknya. Penggunaan

modal kerja yang tepat akan menyebabkan terjadinya kenaikan dalam modal

kerja tersebut, dan sebaliknya penggunaan modal kerja yang tidak sesuai

dengan kebutuhan perusahaan akan mengakibatkan perusahaan mengalami

penurunan modal kerja yang berakibat kepada operasional perusahaan yang

tidak efektif dan efisien dalam pengelolaan modal kerja. Modal kerja yang

berlebihan menunjukkan adanya dana yang menganggur, dana yang

menganggur mengakibatkan pemakaian modal kerja kurang efisien. Modal

kerja sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar memungkinkan

perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak mengalami kesulitan

keuangan, agar dapat menutup kerugian dan mengatasi keadaan kritis atau

darurat tanpa membahayakan keadaan kekayaaan perusahaan. Mengingat

begitu pentingnya peran modal kerja di dalam sebuah perusahaan perlu

dilakukan analisis terhadap sumber dan penggunaan modal kerja agar tidak

terjadi penyalahgunaan yang dapat merugikan perusahaan.

Visi Dan Misi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang

Kabupaten Gowa

VISI :

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gowa Menjadi PDAM

Mandiri Profesional yang mengutamakan kepuasan dengan memberikan

pelayanan yang Prima kepada Masyarakat.

MISI :

8
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gowa sebagai

PerusaDaerah Air Minum akan memberikan penyediaan air yang memenuhi

syarat :

Kwalitas : Air yang sehat dan layak

Kwantitas : Debet air yang cukup

Komunitas : Mengalirkan air 24 Jam operasi

Terjangkau : Harga air dapat dibeli oleh masyarakat serta peningkatan

kesejahteraan karyawan yang lebih baik.

B. Layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang

Kabupaten Gowa

Tujuan dibentuknya BUMD adalah untuk melaksanakan pembangunan

daerah melalui pelayanan jasa kepada masyarakat, penyelenggaraan

kemanfaatan umum, dan peningkatan penghasilan pemerintah daerah. Dapat

disimpulkan bahwa dalam menjalankan roda usahanya, Badan Usaha Milik

Daerah (BUMD) diamanahkan tiga misi penting, yaitu sebagai pelayan

masyarakat (public servant), sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli

Daerah (PAD), dan sebagai agen pendorong pertumbuhan ekonomi daerah

(agent of development). BUMD bergerak dalam berbagai sektor, seperti jasa

keuangan dan perbankan, jasa pengelolaan, dan penyediaan air bersih serta

berbagai bentuk jasa dan usaha produktif lainnya.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan salah satu unit

usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat

umum. PDAM terdapat di setiap provinsi, kabupaten, dan kotamadya di

seluruh Indonesia. PDAM merupakan perusahaan daerah sebagai sarana

9
penyedia air bersih yang diawasi dan dimonitori oleha parat-aparat eksekutif

maupun legislatif daerah. Selain bertugas sebagai pelayan masyarakat dalam

hal penyediaan jasa air minum, PDAM juga harus menjalankan misi penting

kedaerahan lainnya, yaitu sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mengingat cukup pentingnya tanggung jawab yang diemban, maka PDAM

harus bekerja secara professional dan efisien dalam melaksanakan usahanya.

C. Proses Bisnis Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang

Kabupaten Gowa

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kabupaten

Gowa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi air bersih

yang memiliki visi yakni menjadi penyedia air minum terbaik di Indonesia

melalui pelayanan yang baik dan menjadi kebanggaan karyawan dan

masyarakat serta memiliki misi menggunakan mutu dan pelayanan demi

kepuasan mayarakat, menjadi tempat karyawan PDAM Tirta Jeneberang

untuk berprestasi dan mengembangkan diri serta menjadi salah satu asset

kebanggaan masyarakat. Berdasarkan visi dan misi tersebut PDAM Tirta

Jeneberang harus bekerja secara efektif dan efisien agar visi dan misi tersebut

tercapai. Sebagai BUMD, dalam menjalankan tugas ganda yaitu social

oriented dan profit oriented, hal yang paling sering dihadap ioleh PDAM

adalah permasalahan kinerja PDAM tersebut.

10
D. Struktur Oragnisasi dan Uraian Kerja PDAM Tirta Jeneberang

Kabupaten Gowa.

1. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan susunan dan hubungan antara

setiap bagian maupun posisi yang terdapat pada sebuah organisasi atau

perusahaan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan operasionalnya dengan

maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Struktur organisasi dapat menggambarkan secara jelas pemisahan kegiatan

dari pekerjaan antara yang satu dengan kegiatan yang lainnya dan juga

bagaimana hubungan antara aktivitas dan fungsi dibatasi.

Di dalam struktur organisasi yang baik harus dapat menjelaskan

hubungan antara wewenang siapa melapor atau bertanggung jawab kepada

siapa, jadi terdapat suatu pertanggungjawaban apa yang akan di

kerjakan. Itulah beberapa definisi struktur organisasi.

11
Gambar 2.1
STRUKTUR ORGANISASI PDAM TIRTA JENEBERANG KABUPATEN GOWA

BADAN PENGAWAS

DIREKTUR UTAMA
H. Hasanuddin Kamal, SH. MH.

DIREKTUR BIDANG UMUM DIREKTUR BIDANG TEKNIK


Drs. Sadar Ahdar, S.Sos ., M.Si Irianto Razak, SE. MM.

KEPALA SATUAN PENGAWAS INTERN KEPALA BAGIAN PRODUKSI


Abdul Malik Abbas, S.Sos Suleman Rachim

KEPALA BAGIAN KEUANGAN KEPALA BAGIAN TRANMISI &


ADMINISTRASI
Hj. Nurrachmi Abbas, SE.
M. Syahril B. S.Kom

KEPALA BAGIAN LANGGANAN KEPALA BAGIAN PERENCANAAN


M. Suaib N, ST. M. Ridwan Sabir, STTP.

KEPALA BAGIAN UMUM KEPALA BAGIAN PERALATAN


Abd. Razak M, S.Sos Zainuddin B

KEPALA BAGIAN PERSONALIA


H. Syamsuddin, SH

12
2. Uraian Kerja (Job Description)

a. Direktur Utama

Direktur Utama mempunyai tugas memimpin dan

mengkoordinasikan semua kegiatan Direktur Bidang Umum, Direktur

Bidang Teknik dan cabang atau unit PDAM serta melakukan

koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan instansi terkait. Dalam

melaksanakan tugasnya Direktur Utama bertanggung jawab kepada

Kepala Daerah.

b. Direktur Bidang Umum

1) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan

dibidang administrasi keuangan, kepegawaian dan kesekretariatan.

2) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan

peralatan perlengkapan.

3) Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan

serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.

4) Mengendalikan uang pendapatan, hasil penagihan rekening

penggunaan air dari langganan.

5) Melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Direktur Utama.

6) Dalam melaksanakan tugas-tugas Direktur Umum bertanggung

jawab kepada Direktur Utama.

c. Direktur Bidang Teknik

1) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan dibidang

Perencanaan Tehnik, Produksi, Distribusi dan Perawatan Tehnik.

13
2) Mengkoordinasikan dan mengendalikan pemeliharaan instalasi

produksi, sumber mata air dan sumber mata air tanah.

3) Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan pengujian peralatan tehnik

dan bahan-bahan kimia.

4) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur

Utama.

5) Dalam menjalankan tugasnya, Direktur Tehnik bertanggung jawab

kepada Direktur Utama.

d. Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI)

1) Melakukan audit intern terhadap administrasi/keuangan, teknik dan

pengelolaan pembangunan seluruh kekayaan perusahaan.

2) Mengadakan pengawasan atas Anggaran Pendapatan dan Belanja

Perusahaan.

3) Mengadaan pengawasan terhadap penyelenggaraan tata kerja dan

prosedur dilingkungan PDAM Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa

menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku.

4) Mengadakan pengawasan keamanan dan ketentuan perusahaan.

5) Mengawasi dan mengikuti kegiatan-kegiatann operasional

perusahaan dan memberikan penilaian serta pembahasan secara

periodik /berkala.

6) Dalam melaksasnakan tugasnya diatas termasuk soal-soal yang

menyangkut intern perawatan berupa memberikan petunjuk-

petunjuk/bimbingan serta mengambil langkah-langkah demi

kelancaran perusahaan.

14
7) Memberikan saran-saran atau pertimbangan-pertimbangan kepada

Direktur Utama dengan hirarki tentang langkah-langkah atau

tindakan-tindakan yang perlu diambil dibidang tugasnya.

e. Kepala Bagian Keuangan

1) Mengendalikan kegiatan-kegiatan Bidang Keuangan.

2) Mengendalikan program dan pendapatan pengeluaran keuangan.

3) Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan

serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.

4) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

5) Dalam menjalankan tugasnya bertanggungjawab kepada Direktur

Umum.

Selain itu juga bertugas mendistribusikan dan memberi petunjuk

pelaksanaan serta mengawasi pelaksanaan tugas dari Subag Kasir.

Subag Pembukuan, Subag Anggaran dan Subag Rekening.

f. Kepala Bagian Langganan

1) Melakukan penyaluran meter air dan menarik data penggunaan air

berdasarkan meter.

2) Menyelenggarakan pemasaran, pelayanan langganan dan mengurus

penagihan rekening langganan.

3) Menyelenggarakan fungsi-fungsi pelayanan dari langganan,

pengolahan rekening data langganan.

4) Menyelenggarakan fungsi pengawasan meter air dan administrasi

meter air.

5) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

15
6) Dalam melaksanakan tugasnya, bertanggungjawab kepada Direktur

Bidang Umum.

g. Kepala Bagian Umum

1) Mengendalikan dan menyelenggarakan kegiatan dibidang

administrasi, kepegawaian/personalia serta kesekretariatan.

2) Menyelenggarakan kegiatan dibidang kerumah-tanggaan, peralatan

kantor dan perundang-undangan.

3) Mengurus perbekalan material dan peralatan tehnik.

4) Mengadakan pembelian barang-barang yang diperlukan

perusahaan.

5) Membuat laporan kegiatan Bagian Umum.

6) Memberikan informasi kepada masyarakat yang berhubungan

dengan kegiatan Perusahaan.

7) Dalam melaksanakan tugasnya,bertanggung jawab kepada Direktur

Bidang Umum.

h. Kepala Bagian Personalia

1) Mengendalikan dan menyelenggarakan kegiatan dibidang

administrasi kepegawaian.

2) Melaksnakan Proses kegiatan Penggajian, kenaikan pangkat,

kenaikan berkala, mutasi, kesejahteraan pegawai dan pembinaan

pegawai.

3) Mengurus Proses Askes, Astek, Taspen dan proses pegawai yang

telah mencapai usia pensiun dan penghargaan.

16
4) Memberikan saran-saran dan pertimbangan kepada Direksi tentang

langkah-langkah atau tindakan yangperlu tentang kepegawaian.

5) Membuat laporan kegiatan Bagian Kepegawaian dan

melaksanakan Tugas lain yang berhubungan dengan Tugasnya

yang diberikan oleh atasan.

i. Kepala Bagian Produksi

1) Mengendalikan kuantitas dan kualitas produksi air termasuk

rencana keperluan material produksi.

2) Mengatur, menyelenggarakan fungsi-fungsi serta laboratorium.

3) Melaksanakan tugas yang lain yang diberikan oleh atasan.

4) Dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab kepada Direktur

Bidang Teknik.

5) Membuat laporan kegiatan Bagian Produksi.

j. Kepala Bagian Transmisi dan Distribusi

1) Mengawasi pemasangan dan pemeliharaan pipa-pipa distribusi

dalam rangka pemberian air secara merata serta melayani adanya

gangguan.

2) Mengatur, distribusi air secara merata kepada pelanggan dan

menyelesaikan angsuran dibagian distribusi.

3) Membuat peta jaringan pipa dan perlengkapannya.

4) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

5) Membuat laporan kegiatan Bagian Distribusi.

6) Merencanakan, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas

dari Subag Transmisi, Subag Distribusi dan Subag Meter Air.

17
k. Kepala Bagian Perencanaan

1) Merencanakan Pembangunan Instalasi pengolahan air bersih pada

lokasi yang belum tersedia pengolahan air bersih.

2) Merencanakan Pengembangan instalasi pengolahan air bersih dan

jaringan perpipaan serta sarana atau prasarana penunjang lainya.

3) Mengevaluasi pelaksanaan sambungan rumah.

4) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

5) Membuat laporan kegiatan Bagian Perencanaan Teknik.

l. Kepala Bagian Peralatan

1) Membuat program kerja tentang perawatan/peralatan teknik.

2) Meneliti dan menilai peralatan tehnik sesuai dengan keperluan

perusahaan.

3) Membuat laporan kegiatan Bagian perawatan/Peralatan Teknik.

4) Mengusulkan tentang pemeliharaan/perbaikan bangunan umum.

5) Melaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan oleh atasan.

18
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG

Adapun beberapa kegiatan selama magang kompetensi di PDAM Tirta

Jeneberang Kabupaten gowa:

A. Jenis dan Bentuk Kegiatan Magang

1) Bagian keuangan lantai 2

i. Menginput data pegawai dari cabang gowa dan cabang lainnya

seperti data nama dan jabatan seperti pada lampiran 3 gambar 1.3

ii. menyusun beberapa surat tagihan dan tunggakan sesuai dengan

alamat masing-masing seperti pada lampiran 3 gambar 1.4

2) Bagian Perencanaan lantai 1

i. Menginput data surat perintah kerja pemasangan nomor

sambungan, data yang diinput merupakan lanjutan data yang telah

dikerjakan oleh staff karyawan, dimana data yang diinput yang

nomor-nomor sambungan setiap rumah/ruko pada surat perintah

kerja, seperti pada lampiran 3 gambar 1.6

ii. Menginput data pembayaran program hibah air minum perkotaan

tahun 2009 Kab.Gowa seperti pada lampiran 3 gambar 1.5

iii. Menginput data pembayaran pelanggan PDAM Tirta Jeneberang

kabupaten Gowa Gowa seperti pada lampiran 3 gambar 1.7

3) Bagian Umum lantai 1

i. Menyusun surat tagihan dan tunggakan. Kami ditugas untuk

menyusun beberapa surat tagihan dan tunggakan sesuai dengan

alamat masing-masing, seperti pada lampiran 3 gambar 1.8

19
ii. Menyusun voucher kas masuk kas keluar Perusahaan Daerah Air

Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kab.Gowa. Kegiatan ini

menyusun voucher seluruh kegiatan kas masuk dan kas keluar

sesuai urutan tanggal yang terjadi setiap hari di Perusahaan

Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kab.Gowa seperti

pada lampiran 3 gambar 1.2

iii. Mengarsip Invoice pembayaran kas bank. Mengarsipkan bukti

atau Invoiche kas bank yang terjadi pada Perusahaan Daerah Air

Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kab.Gowa seperti pada

lampiran 3 gambar 1.9

B. Permasalahan dan solusinya.

1.) Permasalahan:

Belum adanya aplikasi khusus yang digunakan oleh staff

karyawan perusahaan PDAM Tirta Jeneberang Kab.Gowa dalam

melaksanakan pekerjaannya seperti menginput data pembayaran dan

pemasangan nomor sambungan.

2.) Solusi:

Kami menyarankan kepada perusahaan PDAM Tirta

Jeneberang untuk menggunakan aplikasi khusus dalam mengerjakan

tugas staff karyawan agar lebih efesiensi dan lebih mudah.

20
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Selama penulis melaksanakan kegiatan magang kompetensi pada

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jeneberang Kab.Gowa.

dapat disimpulkan bahwa:

1. Segala bentuk yang telah dipelajari pada masa aktif perkuliahan

merupakan kegiatan nyata/praktek pada kegiatan magang kompetensi

ini dan banyak pengetahuan baru sebagai bentuk pengalaman kerja

untuk bekal didunia kerja nanti.

2. Selain itu beberapa manfaat kami dapatkan dalam kegiatan magang

kompetensi ini seperti networking pada dunia kerja serta melatih kita

untuk kerja team dalam suatu perusahaan.

B. Saran

1. Bagi STIE Nobel Indonesia Makassar

Memberikan pengarahan lebih terhadap mahasiswa sebelum

melaksakan kegiatan magang.

2. Bagi perusahaan

Perusahaan memberikan bimbingan kepada mahasiswa yang

melaksanakan kegiatan magang agar dapat menjalankan tugas dengan

baik.

21
L

22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
L
A

34
35
36
L

37
DOKUMENTASI

Gambar 1.1

Penerimaan magang mahasiswa STIE Nobel di PDAM Tirta Jeneberang


kabupaten Gowa oleh Bapak Abdul Malik Abbas, S.Sos

Gambar 1.2

Menyusun voucher kas masuk dan keluar perbulan PDAM Tirta Jeneberang kabupaten
Gowa

38
Gambar 1.3

Menginput data pegawai

Gambar 1.4

Menyusun surat tagihan dan tunggakan sesuai alamat masing-masing

39
Gambar 1.5

Menginput dan menyusun data program hibah air minum perkantoran

Gambar 1.6
Menginput dan menyusun data surat perintah kerja pemasangan nomor sambungan

40
Gambar 1.7

Menginput data pembayaran pelanggan PDAM Tirta Jeneberang kabupaten Gowa

Gambar 1.8

Menyusun data tunggakan pelanggan PDAM Tirta Jeneberang kabupaten Gowa

41
Gambar 1.9

Mengarsip Invoice pembayaran kas bank

Gambar 1.10

Mengikuti Upacara

42
Gambar 1.11

Nonton futsal anggota PDAM Tirta Jeneberang kabupaten Gowa

43

Anda mungkin juga menyukai