Anda di halaman 1dari 5

No. Dok. : SOP/SUB.

UM/07
STANDARD OPERATING PROCEDURES
Rev. : 01

Tgl. Efektif : 22 SEP 2019


PELAPORAN DAN INVESTIGASI INSIDEN
Hlm. : 1 dari 5

I. TUJUAN
Prosedur ini dimaksudkan sebagai pedoman yang bertujuan untuk memastikan bahwa
penanganan, pelaporan, penyelidikan, terhadap insiden nearmiss, kecelakaan, insiden
lingkungan, dan penyakit akibat kerja dilaksanakan secara konsisten.

II. RUANG LINGKUP


Prosedur ini berlaku untuk setiap kasus Insiden yang terjadi di area kerja.

III. REFERENSI
1) SMK3, PP No. 50 Thn 2012, kriteria 6.8, 8.2 & 8.3
2) Permenaker No. 03 Tahun 1998 tentang Cara Pelaporan & Investivigasi
Kecelakaan Kerja
3) ISO 9001:2015, klausul 7.1.4
4) ISO 14001:2015, Klausul 8.1, dan 10.2

IV. ISTILAH
1) Insiden adalah kejadian yang terkait pekerjaan di mana terjadinya atau
mungkin dapat terjadinya suatu peristiwa cidera, sakit penyakit, kematian, atau
pencemaran lingkungan. Kondisi darurat (Emergency) adalah bagian dari
Insiden.
2) Near Misses adalah Insiden yang tidak menyebabkan cidera atau sakit akibat
kasus tsb.
3) Kecelakaan (Accident) adalah Suatu insiden yang menyebabkan cidera, sakit
penyakit, atau kematian, atau pencemaran lingkungan
Berdasarkan tingkat keparahan, maka kecelakaan kerja dikategorikan sbb:
First Aid Injury (FAI) atau Kasus Cidera Ringan adalah kasus dimana orang
yang mengalami kecelakaan kerja dapat ditangani dengan kotak P3K,
tanpa memerlukan perawatan oleh dokter atau rujukan ke klinik/rumah
sakit.
Recordable Time Injury (RTI) adalah kasus dimana orang yang mengalami
kecelakaan tidak dapat melanjutkan pekerjaan pada saat itu juga
(kehilangan jam kerja) dengan mengikuti kategori ;
a. Mendapatkan medical treatment/perawatan medis
b. Lebih dari kasus first aid
c. Harus dilakukan transfer pekerjaan ke orang lain
d. Dapat hadir kembali bekerja keesokan harinya
c. Lost Time Injury (LTI) adalah kasus dimana orang yang mengalami
kecelakaan tidak dapat melakukan pekerjaan rutin pada keesokan
harinya. Jumlah hari LTI dihitung mulai esok harinya sampai orang tsb
dapat bekerja seperti biasanya.
No. Dok. : SOP/SUB.UM/07
STANDARD OPERATING PROCEDURES
Rev. : 01

Tgl. Efektif : 22 SEP 2019


PELAPORAN DAN INVESTIGASI INSIDEN
Hlm. : 2 dari 5

d. Serious Injury atau Kasus Cidera Berat adalah kasus dimana orang
yang mengalami LTI tidak dapat melaksanakan pekerjaan rutinnya
melebihi 14 hari, atau mengalami cacat permanen.
e. Fatalities adalah kasus kecelakaan yang mengakibatkan orang meninggal
dunia.
4) Lingkungan Hidup adalah lingkungan di mana sebuah organisasi beroperasi,
termasuk udara, air, tanah, sumber daya alam, flora, fauna, manusia dan
keterkaitannya.

V. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG


1. Ka.Sub.Bag Umum bertanggung jawab untuk mengevaluasi setiap kasus insiden
yang terjadi dan memastikan dilakukan investigasi penyebab terjadinya serta
menetapkan tindakan koreksi dan pencegahan yang diperlukan.
2. Ka.Sub.Bag Umum bertanggung jawab untuk:
a. Membuat dan mengevaluasi laporan kecelakaan yang terjadi setiap bulan.
b. Membuat laporan dan merekomendasikan suatu tindakan pencegahan yang
diperlukan untuk setiap kasus insiden.
c. Menyimpan dan memelihara seluruh rekaman yang menjadi tanggungjawabnya
dalam hal kesiap-siagaan dan tanggap darurat.
3. Setiap orang yang melihat terjadinya Insiden Kecelakaan berkewajiban untuk
memberikan bantuan kepada korban (bila mampu dan aman), melaporkan ke pihak
atasan atau kebagian terkait dan memberikan keterangan (apabila diminta) untuk
keperluan investigasi kecelakaan.
4. Semua bagian bertanggung jawab untuk melaksanakan Prosedur ini.

VI. PROSEDUR
6.1 Umum
1. Setiap orang wajib melaporkan:
- Insiden K3 (cidera /nyaris celaka, dan penyakit akibat kerja), dan
- Insiden lingkungan
yang dialami atau ditemuinya ke Ka.Sub.Bag Umum untuk kemudian dilaporkan
ke dekan Fakultas Kedokteran.
2. Setiap pelaporan kasus insiden menggunakan Form Laporan Insiden / Penyakit
akibat Kerja. Laporan awal tentang terjadinya inciden harus diserahkan ke
Dekan dalam tempo 1 X 24 jam.
3. Investigasi diperlukan terhadap kasus insiden dan penyakit akibat kerja harus
dilakukan untuk menghindari terjadinya pengulangan.
No. Dok. : SOP/SUB.UM/07
STANDARD OPERATING PROCEDURES
Rev. : 01

Tgl. Efektif : 22 SEP 2019


PELAPORAN DAN INVESTIGASI INSIDEN
Hlm. : 3 dari 5

4. Berdasarkan hasil evaluasi Ka.Sub.Bag Umum dan hasil evaluasi Tim


Investigasi, Bag Umum dan Departemen dimana insiden terjadi menetapkan
tindakan korektif dan preventif yang diperlukan.

6.2 Investigasi Insiden


1. Ka.Sub.Bag Umum akan membentuk tim investigasi untuk menentukan
penyebab kejadian, khusus untuk:
- Kejadian serious injury dan fatality bagi insiden K3, dan
Kejadian tumpahan bahan kimia lebih serta menetapkan tindakan perbaikan
yang diperlukan.
2. Besar kecilnya Tim Investigasi serta pemilihan anggota tim, ditentukan
berdasarkan kasus insiden yang terjadi. .
3. Pelaksanaan investigasi dilakukan setelah semua korban mendapatkan
perawatan medis yang diperlukan.
4. Investigasi kecelakaan dan Near Miss harus dilakukan sesegera mungkin untuk
menghindari hilangnya / kaburnya informasi dan bukti terkait dengan kasus
kecelakaan.
5. Investigasi yang dilakukan harus mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Pengumpulan data, melalui pemeriksaan tempat kejadian dan menggali
informasi melalui korban (jika memungkinkan) dan saksi.
Review hasil penilaian resiko sebelumnya atas aktivitas, produk atau jasa terkait
yang telah dilakukan sebelumnya.
Analisa data yang dapat mendeteksi penyebab langsung (tindakan atau kondisi
tidak aman), penyebab dasar (faktor personel atau pekerjaan) dan
pengendalian manajemen.
Rekomendasi tindakan perbaikan yang bersifat pencegahan.
Pemantauan terhadap rekomendasi hasil investigasi.
6. Investigasi dilakukan oleh suatu tim dan jumlah anggotanya tergantung dengan
tingkatan kecelakaan, insiden dan ketidaksesuaian yang terjadi.
7. Salah satu anggota tim harus pernah mendapat pelatihan tentang investigasi
kecelakaan.
8. Jika insiden melibatkan karyawan kontraktor, maka perwakilan dari kontraktor
harus dilibatkan dalam tim investigasi yang dibentuk.
9. Laporan investigasi menggunakan form Laporan Investigasi Kecelakaan Kerja.

6.5 Record dan Statistik Insiden


1. Setiap kasus Insiden dan penyakit akibat kerja direkap oleh Ka.Sub.Bag Umum
pada Form Insiden / Penyakit Akibat Kerja - Log dan diupdate berdasarkan hasil
investigasi dan tindak lanjut yang ditetapkan.
No. Dok. : SOP/SUB.UM/07
STANDARD OPERATING PROCEDURES
Rev. : 01

Tgl. Efektif : 22 SEP 2019


PELAPORAN DAN INVESTIGASI INSIDEN
Hlm. : 4 dari 5

2. Setiap bulannya data pada Insiden Log diresumekan dalam bentuk Monthly
Incident Statistic Report dan dilaporkan ke Dekan Fakultas serta bagian terkait.
3. Semua record/laporan insiden serta laporan investigasi, disimpan dan dipelihara
oleh Dekan Fakultas

6.7 Komunikasi Hasil Penyelidikan Insiden


1. Hasil penyelidikan, tindak perbaikan dan pencegahan serta kemajuannya
dilaporkan pada saat rapat rutinan .
2. Ka.Sub.Bag Umum mengkomunikasikan hasil penyelidikan kecelakaan kepada
pekerja melalui media komunikasi, partisipasi dan konsultasi.
3. Statistik Insiden termasuk status investigasi Insiden dan Tindakan Koreksi dan
Pencegahan dilaporkan pada Dekan Fakultas
No. Dok. : SOP/SUB.UM/07
STANDARD OPERATING PROCEDURES
Rev. : 01

Tgl. Efektif : 22 SEP 2019


PELAPORAN DAN INVESTIGASI INSIDEN
Hlm. : 5 dari 5

CATATAN REVISI
Rev Tanggal Alasan Revisi
01 1 Okt ‘18 Penyesuaian isi dengan penerapan persyaratan ISO 14001:2015

Dibuat Oleh, Diperiksa Oleh, Disetujui Oleh,

Dekan Fakultas
Jabatan Ka.Sub.Bag Umum Ka.Bag Tata Usaha
Kedokteran

Tanda Tangan

Nama

Tanggal 22 September 2019 22 September 2019 22 September 2019