Anda di halaman 1dari 17

NAMA MK : MANAJEMEN KEPEMIMPINAN DAN

KEWIRAUSAHAAN
DOSEN PENGAMPU : SUMARNI, S.ST., M.Keb

“Strategi Pemberdayaan Pada Individu, Keluarga dan Masyarakat


Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta Reproduksi Wanita”

OLEH :
KELOMPOK 3

1. SITI HARDIYANTI ( A1 B1 19 131 )


2. FITRIA LESSY ( A1 B1 19 041 )
3. EKA SAPUTRIANSI ( A1 B1 19 020 )
4. HANA ( A1 B1 19 154 )
5. BESSE SYAMSAM ( A1 B1 19 160 )
6. UMI SUTRA ( A1 B1 19 142 )
7. YUSNITA IKA PRATIWI ( A1 B1 19 204 )
8. YUSPINA MIKA PASUE ( A1 B1 19 149 )

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV KEBIDANAN


FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
UNIVERSITAS MEGAREZKY
MAKASSAR
2019
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah swt., atas
berkat rahmat, taufik dan hidayahnya. Sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan hasil yang tertuang dalam tulisan ini. Makalah ini
membahas mengenai “Strategi Pemberdayaan Pada Individu, Keluarga
dan Masyarakat Dalam Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak serta
Reproduksi Wanita”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi kewajiban sebagai salah satu
tugas Mata Kuliah Manajemen Kepemimpinan dan Kewirausahaan yang
diampu oleh Ibu Sumarni, S.ST., M.Keb di prodi DIV Kebidanan
Universitas Mega Rezky Makassar. Penulis menyadari bahwa dalam
penyelesaian makalah ini masih terdapat banyak kekurangan sehingga
jika kita menemukan kelebihannya maka sesungguhnya kelebihan itu
adalah rahmat dari Allah swt. Penulis menyadari pula bahwa, penulis tidak
akan mampu menyelesaikan makalah ini tanpa sumbangsi dari berbagai
pihak. Untuk itu penulis menghanturkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu hingga makalah ini dapat terselesaikan.
Akhir kata dengan seganap kerendahan hati kami
mempersembahkan Makalah ini dengan harapan semoga dapat
bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi pengembangan dunia
kesehatan.

Makassar, 21 Oktober 2019

Kelompok 3

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................1
A. Latar Belakang....................................................................................1
B. Rumusan Masalah..............................................................................2
C. Tujuan Penulisan................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................4
A. Defenisi Pemberdayaan......................................................................4
B. Strategi Pemberdayaan Individu.........................................................4
C. Strategi Pemberdayaan Keluarga.......................................................6
D. Strategi Pemberdayaan Masyarakat...................................................9
BAB III PENUTUP.....................................................................................12
A. Kesimpulan.......................................................................................12
B. Saran................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................14

ii
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 menjelaskan tentang
tujuan Nasional bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan Nasional
tersebut, maka dilaksanakan upaya pembangunan yang menyeluruh.
Termasuk diantaranya pembangunan kesehatan. Pembangunan
kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen
bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang untuk mencapai
peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
melalui pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat.
Setiap orang baik individu, kelompok maupun masyarakat,
mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk melindungi
kesehatan dan menjaga kesehatan dirinya sendiri dari segala
ancaman penyakit dan masalah kesehatan yang lain.
Kemampuan untuk memelihara dan melindungi kesehatan mereka
sendiri disebut kemandirian atau self reliancen.
Pemerintah melalui sistem Kesehatan Nasional, berupaya
menyelenggarakan kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu,
merata, dan dapat diterima serta terjangkau oleh seluruh lapisan
masyarakat. Upaya tersebut diselenggarakan dengan menitik
beratkan pada pelayanan kesehatan untuk masyarakat luas, guna
mencapai derajat kesehatan yang optimal.Kesehatan yang baik
merupakan hal yang penting bagi kesejahteraan manusia. Hal
tersebut juga berperan penting dalam pembangunan suatu negara
karena masyarakat dengan tingkat kesehatan yang baik dapat
memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dan diharapkan akan
dapat lebih produktif.
Sebagai komponen yang tidak terpisahkan dari masyarakat,
individu dan keluarga memiliki peran signifikan dalam status

1
kesehatan. Ibu dan anak sebagai individu merupakan anggota
keluarga yang perlu mendapatkan prioritas dalam penyelenggaraan
upaya kesehatan, karena ibu dan anak merupakan kelompok rentan
terhadap kesehatan keluarga dan sekitarnya secara umum. Hal ini
yang menjadi alasan pentingnya upaya kesehatan ibu dan anak
menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia.
Selain pelayanan kesehatan ibu dan dan anak, kesehatan
reproduksi juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan
dengan melakukan pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat.
Kesehatan reproduksi adalah segala aspek kesehatan yang
berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya yang
berada dalam keadaan sempurna baik secara fisik, mental, dan social
dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan.
Kesehatan reproduksi dalam arti luas meliputi seluruh proses, fungsi,
dan sistem reproduksi pada seluruh tahapan kehidupan manusia.
Secara lebih khusus, studi kesehatan mempelajari bagaimana individu
dapat terbebas dari berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan
oleh proses atau bekerjanya fungsi dan sistem reproduksi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan?
2. Bagaimana bentuk strategi pemberdayaan pada individu dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita?
3. Bagaimana bentuk strategi pemberdayaan pada keluarga dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita?
4. Bagaimana bentuk strategi pemberdayaan pada masyarakat dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita?

2
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pemberdayaan.
2. Untuk mengetahui strategi pemberdayaan pada individu dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita.
3. Untuk mengetahui strategi pemberdayaan pada keluarga dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita.
4. Untuk mengetahui strategi pemberdayaan pada masyarakat dalam
pelayanan kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Defenisi Pemberdayaan
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang
ditujukan kepada masyarakat langsung. Tujuannya untuk mewujudkan
kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan
kesehatan masyarakat itu sendiri.
Pemberdayaan ini dapat diwujudkan dengan berbagai kegiatan,
antara lain: penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan
pengembangan masyarakat dalam bentuk, misalnya: koperasi,
pelatihan-pelatihan untuk kemampuan peningkatan pendapatan
keluarga. Dengan meningkatnya kemampuan ekonomi keluarga dapat
berdampak pada kemampuan dalam pemeliharaan kesehatan
mereka, seperti terbentuknya dana sehat, terbentuknya pos obat
desa, berdirinya polindes, dan sebagainya.
B. Strategi Pemberdayaan Individu
Individu adalah bagian dari anggota keluarga, apabila individu
tersebut mempunyai masalah kesehatan karena ketidakmampuan
merawat dirinya sendiri oleh suatu hal atau sebab, maka dapat
mempengaruhi anggota keluarga lainnya baik secara fisik, mental dan
sosial.
Bentuk strategi pemberdayaan individu ialah dengan
melakukan pemberdayaan perempuan khususnya dalam pelayanan
kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita. Kesehatan
reproduksi memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesehatan
ibu.
Peningkatan kualitas perempuan menjadi dasar untuk
menciptakan pembangunan yang berkelanjutan bagi suatu bangsa.
Oleh karena itu, diperlukan pemberdayaan perempuan agar memiliki
kesadaran akan dirinya sebagai manusia yang seutuhnya dan posisi
dalam budayanya. Pemberdayaan ini dilakukan dengan memberikan

4
promosi kesehatan melalui penyuluhan kesehatan untuk
meningkatkan kemampuan individu dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatannya.
Pengetahuan dasar yang perlu diberikan kepada remaja
khususnya perempuan agar mempunyai kesehatan reproduksi yang
sehat diantaranya sebagai berikut:
1. Pengenalan mengenai sistem, proses, dan fungsi alat reproduksi.
2. Perlunya mendewasakan usia perkawinan serta mengadakan
perencanaan dan pengaturan kehamilan.
3. Pengenalan bahaya narkoba dan minuman keras pada organ
reproduksi.
4. Pengenalan pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual
dan kekerasan seksual serta cara menghindarinya.
5. Meningkatkan pemahaman agama serta terbuka dalam
berkomunikasi mengenai masalah kesehatan reproduksi
6. Pengenalan berbagai penyakit menular seksual (PMS) dan
HIV/AIDS serta dampaknya terhadap kondisi kesehatan reproduksi.
Dengan adanya penyuluhan kesehatan terkait kesehatan reproduksi
diharapkan:
1. Meningkatnya kemandirian wanita dalam memutuskan peran dan
fungsi reproduksinya.
2. Meningkatnya hak dan tanggung jawab sosial wanita dalam
menentukan kapan hamil, jumlah dan jarak kehamilan.
3. Meningkatnya peran dan tanggung jawab sosial pria terhadap
akibat dari perilaku seksual dan fertilitasnya kepada kesehatan dan
kesejahteraan pasangan maupun anak-anaknya.
4. Dukungan yang menunjang wanita untuk membuat keputusan
yang berkaitan dengan proses reproduksi, berupa pengadaan
informasi dan pelayanan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk
mencapai kesehatan reproduksi secara optimal.

5
C. Strategi Pemberdayaan Keluarga
Keluarga adalah suatu lembaga yang merupakan satuan (unit)
terkecil dari masyarakat, terdiri atas ayah, ibu dan anak. Keluarga
yang seperti ini disebut rumah tangga atau keluarga inti (keluarga
batih). Sedangkan keluarga yang anggotanya mencakup juga kakek
dan nenek atau individu lain yang memiliki hubungan darah, bahkan
juga tidak memiliki hubungan darah (misalnya pembantu rumah
tangga) disebut keluarga luas (extended family). Oleh karena
merupakan unit terkecil dari masyarakat, maka derajat kesehatan
rumah tangga atau keluarga menentukan derajat kesehatan
masyarakat.
Strategi pemberdayaan keluarga yang dapat dilakukan ialah
Pendekatan Keluarga. Pendekatan keluarga adalah salah satu cara
puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan
mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesahatan diwilayah
kerjanya dengan mendatangi keluarga.
Pentingnya pendekatan keluarga juga diamanatkan dalam
Rencana Strategis (Renstra) Kementrian Kesehatan tahun 2015-2019.
Dalam Renstra disebutkan bahwa salah satu acuan bagi arah
kebijakan Kementrian Kesehatan adalah penerapan pendekatan
pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan
(continuum of care). Hal ini berarti bahwa pelayanan kesehatan harus
dilakukan terhadap seluruh tahapan siklus hidup manusia (life cycle),
sejak masih dalam kandungan sampai lahir menjadi bayi, tumbuh
menjadi anak balita, anak usia sekolah, remaja, dewasa muda (usia
produktif), dan akhirnya menjadi dewasa tua atau usia lanjut. Untuk
dapat melaksanakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan
terhadap seluruh tahapan siklus hidup manusia, maka fokus
pelayanan kesehatan harus pada keluarga. Dalam pemberian
pelayanan kesehatan, indvidu-individu harus dilihat dan diperlakukan
sebagai bagian dari keluarga.

6
Pendekatan keluarga yang dimaksud dalam pedoman umum ini
merupakan pengembangan dari kunjungan rumah oleh Puskesmas
dana perluasan dari upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
(Perkesmas), yang meliputi kegiatan berikut :
1. Kunjungan keluarga untuk pendataan / pengumpulan data Profil
Kesehatan Keluarga dan peremajaan (updating) pangkalan
datanya.
2. Kunjungan keluarga dalam rangka promosi kesehatan sebagai
upaya promotif dan preventif.
3. Kunjungan keluarga untuk menindaklanjuti pelayanan kesehatan
dalam gedung.
4. Pemanfaatan data dan informasi dari Profil Kesehatan Keluarga
untuk pengorganisasian / pemberdayaan masyarakat dan
manajemen Puskesmas.
Tujuan dari pendekatan keluarga adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan akses keluarga terhadap pelayanan kesehatan
komprehensif, meliputi pelayanan promotif dan preventif serta
pelayanan kuratif dan rehabilitatif dasar.
2. Mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimum (SPM)
Kabupaten/Kota dan SPM Provinsi, melalui peningkatan akses
dan skrining kesehatan.
3. Mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi
peserta JKN.
4. Mendukung tercapainya tujuan Program Indonesia Sehat dalam
rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019.
Keluarga sebagai fokus dalam pendekatan pelaksanaan
program Indonesia Sehat terdapat lima fungsi keluarga, yaitu:
1. Fungsi efektif (The Affective Function) adalah fungsi keluarga yang
utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan
anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini

7
dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota
keluarga.
2. Fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan perubahan
yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar
berperan dalam lingkungan sosialnya. Sosialisasi dimulai sejak
lahir. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak,
membentuk norma-norma tingkah laku sosial sesuai dengan
tingkat perkembangan anak dan meneruskan nilai-nilai budaya
keluarga.
3. Fungsi reproduksi (The Reproduction Function) adalah fungsi
unutk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan
keluarga.
4. Fungsi ekonomi (The Economic Function) yaitu keluarga berfungsi
untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat
untuk mengembangkan kemampuan individu, meningkatkan
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
5. Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The Health Care
Function) adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan
anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi.
Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga dibidang
kesehatan. Sedangkan tugas-tugas keluarga dalam pemeliharaan
kesehatan adalah:
a. Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota
keluarganya
b. Mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat
c. Memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit
d. Mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan untuk
kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota
keluarganya.
e. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan
fasilitas kesehatan.

8
Di bidang kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
harus dipraktikkan perilaku meminta pertolongan persalinan di fasilitas
kesehatan, menimbang balita dan memantau perkembangannya
secara berkala, memberikan imunisasi dasar lengkap kepada bayi,
menjadi akseptor keluarga berencana, dan lain-lain. Di bidang gizi dan
farmasi harus dipraktikkan perilaku makan dengan gizi seimbang,
minum Tablet Tambah Darah (TTD) selama hamil, memberi bayi Air
Susu Ibu saja (ASI Ekslusif), dan lain-lain.
D. Strategi Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat atau empowerment merupakan
proses menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan
masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi
dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri (Notoadmodjo,
2010). Dalam hal ini kesejahteraan adalah upaya dalam memelihara
dan meningkatkan derajat kesehatan.
Adapun strategi pemberdayaan masyarakat ialah:
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
kesehatan.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan
fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan oleh
pemerintah.
3. Mengembangkan berbagai cara untuk menggali dan
memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat untuk
pembangunan kesehatan.
4. Mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pembangunan
kesehatan yang sesuai dengan kultur budaya masyarakat
setempat.
5. Mengembangkan manajemen sumberdaya yang dimiliki
masyarakat secara terbuka (transparan).

9
Kegiatan mengembangkan peran serta masyarakat umum:
1. Pendekatan kepada tokoh masyarakat.
2. Survei mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah
kesehatan ( diagnosa masalah kesehatan)
3. Musyawarah masyarakat desa untuk penentuan pemecahan
masalah kesehatan yang dihadapi.
4. Pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat
melalui kadernya yang telah terlatih.
5. Pengembangan dan pelestarian kegiatan kesehatan oleh
masyarakat.
Bentuk peran serta masyarakat:
1. Posyandu ( pos pelayanan terpadu )
Wadah pelayanan masyarakat untuk menunjang kesehatan ibu
dan anak. suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan
kesehatan masyarakat dan Keluarga berencana yang
dilaksanakan oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk
masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis
dari petugas kesehatan, yang mempunyai nilai strategis untuk
pengembangan sumber daya manusia sejak dini.
2. Poskesdes ( pos kesehatan desa )
Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat untuk menyediakan
pelayanan dasar masyarakat desa.
3. Polindes
Suatu tempat untuk memberikan pelayanan KIA dan KB di desa.
Pondok bersalin dikelola oleh bidan di desa bekerja sama dengan
dukun bayi, serta dibawah pengawasan dokter puskesmas
setempat.
4. KP-KIA ( Kelompok pembelajaran Kesehatan Ibu dan Anak )
Kelompok belajar tentang kesehatan ibu dan anak yang
beranggotakan semua ibu hamil dan menyusui di wilayah desa.
Kegiatan ini dibimbing oleh kader posyandu setempat.

10
5. Tabulin ( Tabungan Ibu Bersalin )
Tabulin adalah uang yang dikumpulkan oleh ibu hamil dan
disimpan sendiri dirumah, bank atau bidan yang akan membantu
persalinan. Pada saat ini tabulin sudah hampir tidak ada,
mengingat pemerintah telah memberikan pelayanan melahirkan
gratis bagi keluarga miskin melalui program jampersal, dan saat ini
dikenal dengan program KIS ( Kartu Indonesia Sehat ) dan BPJS (
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ) kesehatan.
6. Dosalin ( Dana Sosial Bersalin )
Dana bersama yang dikumpulkan warga dan dikelola oleh
pengurus berdasarkan kesepakatan bersama dengan warga,
bentuk tabungan bisa dengan mengumpulkan barang yang bisa di
uangkan. Dosalin sudah tidak ada lagi diselenggarakan didesa.
7. Donor Darah Berjalan
Salah satu strategi yang dilakukan Departemen Kesehatan,
Direktorat Bina Kesehatan Ibu melalui program pemberdayaan
perempuan, keluarga, dan masyarakat. Hal tersebut bertujuan
untuk mempercepat penurunan AKI.
8. Ambulan Desa
Suatu alat transportasi yang dapat digunakan untuk mengantarkan
warga yang membutuhkan pertolongan dan perawatan ke tempat
pelayanan kesehatan.

11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pemberdayaan adalah strategi promosi kesehatan yang
ditujukan kepada masyarakat langsung. Tujuannya untuk mewujudkan
kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan
kesehatan masyarakat itu sendiri. Pemberdayaan ini dapat diwujudkan
dengan berbagai kegiatan, antara lain: penyuluhan kesehatan,
pengorganisasian dan pengembangan masyarakat.
Strategi pemberdayaan dalam pelayanan kesehatan ibu dan
anak serta reproduksi wanita dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Strategi pemberdayaan individu dengan melakukan pemberdayaan
perempuan khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak
serta reproduksi wanita. Kesehatan reproduksi memiliki peranan
penting dalam meningkatkan kesehatan ibu.
2. Strategi pemberdayaan keluarga yang dapat dilakukan dengan
Pendekatan Keluarga. Pendekatan keluarga adalah salah satu
cara puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan
mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesahatan diwilayah
kerjanya dengan mendatangi keluarga.
3. Strategi pemberdayaan masyarakat atau empowerment
merupakan proses menumbuhkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi,
memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mereka
sendiri (Notoadmodjo, 2010). Dalam hal ini kesejahteraan adalah
upaya dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan.
Adapun strategi pemberdayaan masyarakat ialah:
a. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya
kesehatan.

12
b. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan
fasilitas pelayanan kesehatan yang telah disediakan oleh
pemerintah.
c. Mengembangkan berbagai cara untuk menggali dan
memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh masyarakat
untuk pembangunan kesehatan.
d. Mengembangkan berbagai bentuk kegiatan pembangunan
kesehatan yang sesuai dengan kultur budaya masyarakat
setempat.
e. Mengembangkan manajemen sumberdaya yang dimiliki
masyarakat secara terbuka (transparan).
B. Saran
Mengingat pentingnya peran tenaga kesehatan terkait strategi
pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat dalam pelayanan
kesehatan ibu dan anak serta reproduksi wanita. Maka dari itu kami
mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak baik dosen ataupun
mahasiswa demi kesempurnaan makalah yang kami buat.

13
DAFTAR PUSTAKA

Panata, Jum. 2018. Aku Perawat Komunitas. Yogyakarta: Gava Media

Susanti, Ari Indra., Tanti Rinjani., Diah Ayu Pertiwi,. Nadiatul Khaira. 2017.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pendidikan Kesehatan Untuk
Meningkatkan Derajat Kesehatan. Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 1(1):19-23 (Diakses tanggal 17 Oktober 2019)

Sari, Rina. 2019. Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat Untuk Mahasiswa


Kebidanan. Yogyakarta: PT Pustaka Baru

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Umum Program Indonesia Sehat


Dengan Pendekatan Keluarga. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta: 2016

14