Anda di halaman 1dari 11

SISTEM SIRKULASI PADA

IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy)

Nama : Putri Zaky Alvas Syahniar


NIM : B1A018043
Rombongan : III
Kelompok :1
Asisten : Anisa Istiqomah

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN I

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sirkulasi memiliki peranan penting bagi hewan, baik hewan tingkat tinggi
maupun hewan tingkat rendah. Sistem sirkulasi hewan merupakan perbedaan
struktur, mulai dari sistem sirkulasi yang relatif sederhana pada insekta sampai
pada sistem sirkulasi yang lebih tinggi seperti pada crustacea, dekapoda, dan
vertebrata (Hossein, 2008). Sistem sirkulasi merupakan suatu sistem yang terdiri
dari saluran-saluran yang berkesinambungan yang terdapat di dalam tubuh
manusia seperti larva ikan dan katak yang mengangkut cairan-cairan dan bahan-
bahan padatan keseluruh tubuh. Tempat pengambilan dan pengedaran zat-zat
makanan, gas yang diperlukan tubuh serta hormon berada dalam saluran-saluran
tersebut yang akan digunakan juga sebagai saluran ekskresi. Sistem sirkulasi
memiliki suatu organ pemompa cairan keseluruh bagian tubuh yang pada hewan
vertebrata disebut jantung (Yuwono, 2001). Total konsumsi oksigen ikan
mencerminkan status metabolik basal dan merupakan salah satu indikator
kesehatan ikan. Ini juga berguna untuk menilai keadaan fisiologis suatu
organisme, membantu dalam mengevaluasi kerentanan atau potensi resistansi dan
juga berguna untuk menghubungkan perilaku hewan, yang akhirnya berfungsi
sebagai prediktor fungsional gangguan populasi (Neelima et al., 2016).
Djuhanda (1981) menambahkan bahwa darah ditekan mengalir keluar dari
jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah
kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Menuut
Sarong et al. (2013), darah sebagai salah satu komponen utama dalam tubuh,
melakukan kegiatan pengambilan sari makanan dan peredaran oksigen ke seluruh
tubuh. Sistem sirkulasi yang melibatkan hepar sebagai koordinator sentral
peredaran berbagai komponen utama yang dibutuhkan tubuh.
Aslamyah (2009), menyatakan bahwa hati adalah salah satu komponen
utama dalam tubuh, yang memiliki hubungan yang dominan dalam sirkulasi
darah. Darah mengedarkan sari makanan dan segala yang larut dalam makanan
dan salah satu diantaranya adalah logam cadmium. Kegiatan sirkulasi dilakukan
oleh darah ke seluruh tubuh dan penyerapan oleh sel dan jaringan pada hati.
Praktikum kali ini menggunakan larva ikan gurame. Hal ini bertujuan agar
pengamatan lebih mudah dilakukan karena tubuh ikan masih transparan dan
belum banyak terdiferensiasi secara kompleks. Perbedaan antara arteri dan vena
juga dapat ditemukan dengan mudah. Pembuluh darah merupakan bagian dari
sistem sirkulasi yang mengangkut darah keseluruh tubuh, Terdapat tiga jenis
pembuluh darah, yaitu arteri yang berfungsi membawa darah dari jatung, kapiler
yang berfungsi sebagai tempat pertukaran sebenarnya air dan bahan kimia antara
darah dan jaringan, vena yang membawa darah dari kapiler kembali ke jantung.
Pembuluh darah terbesar adalah aorta (Ubaedillah, 2019).

B. Tujuan

Tujuan praktikum Sistem Sirkulasi adalah untuk melihat jalannya


peredaran darah ikan, serta membedakan aliran darah arteri dan arteri.
II. MATERI DAN CARA KERJA

A. Materi

Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah larva ikan Gurame
(Osphronemus gouramy) dan air.
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum kali ini meliputi mikroskop
cahaya, cavity slide, sendok plastik, baskom, dan pipet.

B. Cara Kerja

1. Pengukuran Kontraksi Otot Gastroknemus


a. Larva ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang berada didalam baskom
diambil dengan hati-hati menggunakan sendok plastik.
b. Larva diletakkan di atas cavity slide, diusahakan air yang ada di sekitar
larva hanya sedikit, sehingga mudah untuk diamati karena pergerakannya
sedikit.
c. Sirkulasi darah larva ikan diamati dibawah mikroskop.
d. Gerakan sirkulasi darah arteri dan vena diamati.
e. Perbedaannya dicatat.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Gambar 3.1. Sistem Sirkulasi Larva Ikan Gurami (Osphronemus gouramy).

Keterangan:
1 : Vena
2 : Arteri

B . Pembahasan
Sistem sirkulasi yang diamati pada praktikum kali ini adalah sirkulasi
darah pada larva ikan gurami (Osphronemus gouramy). Berdasarkan hasil
pengamatan yang telah dilakukan, pembuluh darah larva ikan dapat dibedakan
antara pembuluh darah arteri dan pembuluh darah vena. Hasil yang diperoleh
menunjukkan bahwa pembuluh darah arteri mempunyai arah aliran divergen
keluar dari jantung dan menuju jaringan-jaringan lainnya di seluruh tubuh, pola
alirannya adalah menyebar dengan kecepatan alirannya lebih cepat, sedangkan
pada pembuluh darah vena pola alirannya mengumpul dengan aliran darah lebih
lambat, ini karena aliran pada arteri mendapat tekanan yang mengalirkan darah
dari kapiler-kapiler tubuh sehingga tekanan darahnya rendah dan membawanya
ke jantung (Ville et al., 1988), sedangkan pembuluh vena tidak mendapat
tekanan pompa klep jantung sehingga alirannya lebih lambat (Parker & William,
1978).
Sistem sirkulasi terdiri atas saluran-saluran atau ruang-ruang (rongga-
rongga) berkesinambungan yang terdapat dalam tubuh hewan yang mengangkut
cairan dan bahan padatan yang terlarut ke dalam tubuh (Karsheva et al., 2009).
Sistem sirkulasi darah memiliki peranan penting untuk semua hewan, mulai dari
hewan tngkat rendah sampai hewan tingkat tinggi. Fungsi yang terpenting dari
sistem sirkulasi darah adalah untuk mengikat O2 dan CO2 antara alat pernafasan
dan jaringan-jaringan di seluruh tubuh, mengangkut zat makanan dari satu
tempat ke tempat lain dalam tubuh, mengangkut sisa-sisa organik dan garam
mineral yang sudah tidak berguna lagi dan mengangkut hormon di dalam tubuh,
mengangkut zat makanan serta air dari truncus digestivus ke organ lain (Jasin,
1989). Menurut (Kay 1998), darah tidak hanya mengangkut oksigen dan karbon
dioksida dari jaringan-jaringan ke paru-paru dan sebaliknya, tetapi juga
mengangkut bahan-bahan lainnya di seluruh tubuh. Hal ini meliputi molekul-
molekul makanan seperti gula, asam amino, vitamin dan sebagainya. Darah juga
berfungsi mengedarkan panas dalam tubuh. Selain fungsinya sebagai suatu
pengangkut, darah juga memainkan peranan aktif dalam memerangi bibit
penyakit menular (seperti bakteri tertentu) yang masuk dalam tubuh.
Sirkulasi darah ada dua yaitu sirkulasi darah terbuka dan sirkulasi darah
tertutup. Pada sistem sirkulasi darah terbuka adalah sistem sirkulasi dimana
darah beredar tidak selalu melalui pembuluh darah (darah ada didalam jaringan),
seperti sistem sirkulasi darah pada cacing tanah, serangga (belalang, lebah dan
nyamuk) dan siput. Sistem sirkulasi darah terbuka biasanya merupakan sistem
bertekanan rendah yang tergantung pada konstraksi dinding tubuh untuk
mendorong darah dan darah dibawa langsung ke organ. Distribusi darah kurang
mudah diregulasi, darah sering sekali kembali ke jantung dengan lambat. Sistem
sirkulasi darah terbuka biasanya terdapat pada hewan invertebrata (Gordon et
al., 1997). Sedangkan pada sirkulasi darah tertutup, darah akan dibawa pada
sebuah tabung elastis (arteri, vena dan kapiler). Darah kembali ke jantung tanpa
meninggalkan sistem tabung ini (Yuwono, 2001). Contoh hewanya adalah Sapi,
Marmut, Kambing (Mamalia), Burung Dara, Ayam, Burung Unta (Aves), dll.
Dalam perkembangannya pada sirkulasi darah tertutup tekanan yang dihasilkan
lebih tinggi dan adanya pemisahan yang baik antara arteri dan vena. Sistem
sirkulasi darah tertutup dapat dibagi menjadi beberapa tipe didasarkan pada
komponen penyusun jantung (ventrikel dan atrium) dan prosedur darah
bersirkulasi di seluruh tubuh hewan. Darah meninggalkan jantung dari ventrikel
menuju ke insang yang merupakan tempat pertukaran oksigen dan selanjutnya
ke seluruh tubuh sebelum kembali ke atrium jantung, untuk memulai siklus lagi,
tipe sirkulasi ini disebut sirkulasi tunggal. Kerugian utama pada sistem ini
adalah adanya tekanan yang hilang ketika darah melalui insang. Akibatnya,
darah yang mengalir ke jaringan menjadi lambat, karena gradien tekanan yang
mengendalikan kekuatan untuk peredaran darah berkurang (Kay, 1998).
Ciri sirkulasi tertutup meliputi sistem bertekanan tinggi yang
membutuhkan resistensi peripheral tinggi dan dijaga keberlanjutannya diantara
denyut-denyut jantung, membutuhkan dinding yang elastik, darah dibawa
langsung ke organ, distribusi ke organ diregulasi dengan baik dan darah kembali
ke jantung dengan cepat. Ikan termasuk dalam vertebrata yang mempunyai
sistem peredaran darah tertutup (Kumar & Thembre, 1997). Sistem sirkulasi
tertutup memiliki beberapa kelebihan apabila dibandingkan dengan sistem
sirkulasi terbuka. Pada sistem sirkulasi darah tertutup, darah beredar dalam
sistem pembuluh yang kontinue, didorong oleh kekuatan dari hasil kerja jantung.
Sebagai motor penggerak, jantung bekerja dengan melakukan gerakan
memompa secara terus menerus sehingga tekanan dalam pembuluh dapat
dipertahankan tetap tinggi. Hasilnya, darah yang keluar dari pembuluh akan
segera masuk kembali ke jantung dengan cepat. Selain itu, pada hewan yang
memiliki sistem sirkulasi tertutup, darah akan mengalir dalam pembuluh secara
langsung ke setiap sel tubuh. Hal ini menjamin adanya pasokan sari makanan
dan oksigen dalam jumlah memadai ke setiap sel agar proses metabolisme dapat
terselenggara dengan baik. Apabila ada peningkatan aktivitas metabolisme
(misalnya saat melakukan latihan fisik), vertebrata dapat meningkatkan jumlah
pasokan darah ke organ yang aktif (misalnya otot) dan mengurangi penyebaran
darah ke daerah yang kurang/ tidak aktif (misalnya organ gastrointestinal)
(Junquiera, 1995).
Pembuluh darah arteri berwarna lebih terang yaitu berwarna seperti
oranye, hal ini karena di dalam arteri banyak terkandung oksigen sedangkan
kadar karbondioksida yang rendah. Selain itu, arteri memiliki dinding yang
tebal dan elastis. Pembuluh darah vena memiliki warna yang lebih gelap serta
memiliki dinding yang tipis dan tidak elastis. kemampuan arteri untuk dapat
meregang dan bila tekanan menghilang maka bentuknya kembali seperti
semula. Yang berperan pada kekakuan arteri adalah endothel, jaringan
elastik diantara lapisan intima medial dan otot polos (Arsana, 2007). Pembuluh
darah arteri memiliki katup Aorta, aorta memiliki 3 katup yang sangat fleksibel
dari satu titik comissural sepanjang garis ganda melengkung menuju titik
comissural ke dua (Hart et al., 2002). Serabut elastik, elastin dan kolagen
terletak didalam lapisan intimal medial. Pada tekanan keelastisan kedua
dinding pembuluh ini sangat penting dalam proses sirkulasi darah. Darah yang
mengandung oksigen tinggi sampai di kapiler jaringan, tekanan parsial oksigen
turun, darah dengan mudah melepaskan oksigen, sehingga meningkatkan
kemampuannya membawa CO2 sehingga darah vena yang mengalir dari jaringan
ke jantung berwarna merah tua karena mengandung CO2 tinggi dan O2 rendah
(Kay, 1998).
IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa


Sistem peredaran darah dibedakan menjadi dua tipe, yaitu peredaran darah terbuka
dan peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah pada ikan termasuk ke dalam
tipe peredaran darah tertutup, karena memiliki pembuluh darah. Perbedaan antara
arteri dan vena dapat dilihat dari perbedaan warnanya, arteri lebih terang karena
membawa oksigen dan vena lebih pekat karen membawa karbon dioksida.
DAFTAR PUSTAKA

Arsana, G. P., 2007. Korelasi Antara Brachial Ankle Pulse Wave Velocity dan Profil
Lipid pada Karyawan Rumah Sakit Sanglah Denpasar. 8, pp. 128-134.

Aslamyah, S., Azis, H. Y., Sriwulan & Wiryawan, K. G., 2009. Mikroflora Saluran
Pencernaan Ikan Gurami (Osphonemus gouramy). Jurnal Ilmu Kelautan
dan Perikanan, (19) 1, pp. 66-73.

Djuhanda, T., 1981. Analisa Struktur Vertebrata . Bandung: Armico.

Gordon, M. S., 1977. Animal Physiology : Principles and Adaptions. New York:
MacMillan Publishing Co. Inc.

Hart, J De, Peters G. W. M., Schreurs, P. J. G. & Baaijens, F. P. T. 2002. A three


dimentional computational analysis of fluid structur interaction in the
aortic valve. Jurnal Of Biomechanic, 36 (23), pp. 103-112.

Hossein, M. A., Nayernouri, T. & Azizi, F., 2008. A Brief History of the Discovery
of the Circulation of Blood in the Human Body. Journal Arch Iranian
Medicine, 11 (3), pp. 345 – 350.

Junquiera, Carlos L., Carnerro J. & Kelley R. V., 1995. Histologi Dasar. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Karsheva, M., P. Dinkova., I. Pentchev. & T. Ivanova. 2009. Blood Rheologi - A


KeyBlood Circulation In Human Body. Journal of the University of
ChemicalTechnology and Metalurgy, 44, pp. 50-54.

Kay, I., 1998. Introduction to Animal Physiology. New York: Bioscientific Publisher
Springer Verlag.

Kumar, S. & M. Tembhre., 1997. Anatomy and Physiology of Fishes. New Delhi,
India: Vikas Publishing House PVT LTD.

Neelima, P., Rao, N. G., Rao, G. S. & Rao, J. C. S., 2016. A study on oxygen
consumption in a freshwater fish Cyprinus carpio exposed to lethal and sublethal
concentrations of cypermethrin (25% Ec). International Journal of Current
Microbiology and Applied Sciences, 5(4), pp.338-348.

Parker, J. T and William A. H., 1978. Text Book of Zoology Volume II: Vertebrates.
London and Basingtoke: The MacMillan Press LTD.

Sarong , M. A., Mawardi, A. L. & Muchlisin Z. A., 2013. Akumulasi Logam


Cadmium pada Organ Tiga Species Ikan di Perairan Krueng Keuretoe
Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, Biologi
Edukasi, 5 (1), pp. 43-47.

Ubaedillah, M. I., 2019. Perbedaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu dari Vena dengan
dari Kapiler Menggunakan Alat Glukometer Metode Strip pada
Mahasiswa Akademi AnalisKesehatan An Nasher Cirebon. Jurnal An
Nasher, 1(1), pp. 17-23.
Ville, C. A, Walker & W. F. Barnes, R. ,1988. Zoologi Umum. Jakarta: Erlangga.

Yuwono, E., 2001. Fisiologi Hewan I. Purwokerto: Fakultas Biologi Unsoed