Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

SEMESTER 1 MODUL 3
(MASALAH KESEHATAN MASYARAKAT)
SKENARIO 1

FK UISU TAHUN AJARAN 2018/2019


TIM PENYUSUN: SGD 4

Anggota: : Sri Dila Lestari


NPM:71180811117
Nabila Salwa Rizal
NPM:71180811123
Tyta Rizky anugrah lubis
NPM: 71180811125
Ika Dinda Suryani H
NPM:71180811093
Iqbal Prassatya Yudha
NPM:71180811127
Hadi Riswanda
NPM:71180811105
Dina Aulia Lestari
NPM:71180811064
Deshinta Utari
NPM:71180811038
Masyhuda Cholish
NPM:71180811130

i
Lembar Penilaian Makalah

NO Bagian yang Dinilai Skor Nilai


1 Ada Makalah 60
2 Kesesuaian dengan LO 0 – 10
3 Tata Cara Penulisan 0 – 10
4 Pembahasan Materi 0 – 10
5 Cover dan Penjilidan 0 – 10
TOT AL

NB : LO = Learning Objective Medan,


Dinilai Oleh :

Tutor

(_______________________________)

ii
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih


lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
daninayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah tentang masalah kesehatan masyarakat dengan scenario
yang berjudul “Diare”.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan


mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah berkontribusi.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa
masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata
bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima
segala saran dan kami dan pembaca.
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah keterampilan
komunikasi dan pembelajaran ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi.

Medan, Desember 2018

SGD 4

iii
DAFTAR ISI

Halaman judul
Tim penyusun.....................................................................................................i
Lembar penilaian...............................................................................................ii
Kata Pengantar……………………………………………………………......iii
Daftar isi............................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
a) Latar belakang.........................................................................................1
b) Rumusan masalah....................................................................................1
c) Tujuan .....................................................................................................1
d) Skenario………………………………………………………………...2
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsep sakit dan sehat.................................…………..……………3
B. Epidemiologi......................................................................................4
C. Rate,ratio dan populasi ......................................................................6
D. Morbiditas..........................................................................................7
E. Mortalitas……………………………………………………………8
F. Penyakit menular dan tidak menular………………………………10
G. Faktor yang mempengaruhi penyakit menular dan tidak menular...12
BAB III PENUTUP
a) Kesimpulan............................................................................................14
b) Saran......................................................................................................14
BAB IV DAFTAR PUSTAKA………………………………………….........15

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kesehatan lingkungan merupakan bagian dari pada kesehatan


masyarakat pada umumnya, mempunyai tujuan membina dan
meningkatkan derajat kesehatan dari kehidupan sehari-hari, baik fisik,
mental, maupun sosial dengan cara pencegahan terhadap penyakit dan
gangguan kesehatan. Masalah kesehatan lingkungan terutama di kota-
kota besar pada zaman pembangunan ini menjadi masalah yang sangat
rumit dan memerlukan pemecahan secara terorganisir.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja faktor penyebab diare?
2. Bagaimana cara pencegahan dan penanganan diare?
3. Bagaimana cara agar lingkungan tetap bersih?
4. Upaya-upaya apa saja yang dilakukan dalam konsep sehat?
5. Contoh masalah kesehatan apa yang mengakibatkan kebersihan
lingkungan tidak bersih?
6. Faktor-faktor apa yang mengakibatkan kebersihan lingkungan
berkurang?
7. Apa saja tanda dan gejala diare?
8. Apa saja komponem-komponem hidup sehat?
9. Apa saja gejala-gejala DBD?

C. TUJUAN
A. Mahasiswa/i mampu mengetahui dan menjelaskan konsep sehat
dan sakit
B. Mahasiswa/i mampu mengetahui dan menjelaskan tentang
morbiditas dan mortalitas suatu penyakit menular

1
C. Mahasiswa/i mampu mengetahui dan menjelaskan tentang
morbiditas dan mortalitas suatu penyakit tidak menular
D. Mahasiswa/i mampu mengetahui dan menjelaskan faktor yang
mempengaruhi morbilitas dan mortalitas suatu penyakit

D. SKENARIO
SKENARIO 1
DIARE
Tempo.co, Sidoarjo – Sejak dua bulan terakhir ribuan pasien penderita
diare dirawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Tercatat sebanyak 1.061 pasien diare (70 persen balita dan anak- anak ) yang
di rujuk dari Puskesmas dan dirawat hampir di semua kelas pelayanan.
“Peningkatan jumlah penderita diare ini disebabkan oleh kurangnya kebersihan
lingkungan akibat faktor musim hujan dan kurangnya pemahaman tentang
konsep sehat dan sakit” kata Wakil Direktur Pelayanan Pasien Rumah Sakit
Daerah Sidoarjo, dr.Atok Irawan, Kamis 24 Januari 2018.
Menurut atok, tingkat kebersihan lingkungan pada musim hujan berkurang
akibat sampah yang dibawa air. Apalagi di sejumlah daerah Sidoarjo curah
hujan tinggi mengakibatkan banjir. Bahkan, genangan air itu juga berpotensi
menyebabkan penyakit lain seperti demam berdarah dengue (DBD), penyakit
kulit,dan disentri.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. KONSEP SEHAT DAN SAKIT


Definisi sehat
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari
penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia
yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual.

Ciri-ciri Sehat
Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang tidak merasa dan
mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif
tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak
mengalami gangguan.

Aspek-Aspek Pendukung Kesehatan adalah sebagai berikut:


1.Nutrisi yang lengkap dan seimbang
2.Istirahat yang cukup
3.Olahraga yang teratur
4.Kondisi mental, sosial, dan rohani yang seimbang
5.Lingkungan yang bersih

Defenisi Sakit
Sakit adalah seorang dikatakan sakit apabila ia menderita
penyakit menahun (kronis) atau gangguan kesehatan lain yang
menyebabkan aktivitas terganggu.
 Menurut etiologi, sakit merupakan suatu kejadian atau suatu hal
yang disebabkan oleh gangguan terhadap system tubuh manusia.
 Menurut Parsors (1972), sakit ialah gangguan dalam fungsi
normal individu sebagai totalitas, termasuk keadaan organisme
system biologis dan penyesuaian sosialnya.

3
Kriteria Sakit
Kriteria sakit terbagi menjadi tiga kriteria yaitu adanya gejala,
persepsi tentang bagaimana merasakan baik, buruk, sakit dan kemampuan
untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari menurun.

Rentang Sehat Sakit


Menurut model “Holistik Health”
 Suatu skala ukur secara relative dalam mengukur keadaan sehat atau
kesehatan seseorang
 Kedudukannya pada tingkat skala ukur : dinamis dan bersifat individual
 Jarak dalam skala ukur : keadaan sehat secara optimal pada satu titik
dan kematian pada titik yang sama

Ciri-ciri Sakit
Ciri-ciri sakit diantaranya adalah individu percaya bahwa ada
kelainan dalam tubuh, asumsi terhadap peran sakit, penerima terhadap
sakit, dll.

B. EPIDEMIOLOGI
Definisi epidemiologi
Ilmu yang mempelajari tentang distribusi dan determinan-
determinan yang berhubungan dengan kesehatan atau kejadian pada
populasi tertentu dan menerapkan studi ini untuk mengendalikan
masalah-masalah kesehatan.Epidemiologi berorientasi pada populasi
meliputi:1)Proses penelitian 2)Pencegahan 3)Evaluasi 4)Perencanaan

4
Manfaat epidemiologi
Epidemiologi sangat penting karena berguna untuk: 1)Untuk
mentukan penyebab utama kesakitan 2)Mempelajari riwayat alamiah
(natural history) dari suatu penyakit 3)Digunakan sebagai studi dalam
menggambarkan status kesehatan pada populasi seperti beberapa
proporsi yang sehat dan bagaimana status kesehatan berubah menurut
waktu 4)Untuk mengevaluasi pengaruf program preventif penyakit pada
suatu populasi atau dampak terapi pada suatu populasi.

Pengukuran dalam Epidemiologi


Epidemiologi melakukan tiga analisis distribusi melalui aspek
waktu,orang dan tempat.

A.Waktu
Mempelajari distribusi penyakit menurut waktu sebagai
aspek utama analisis epidemiologi.Distribusi kejadian penyakit
dinyatakan dalam Bulanan atau Tahunan.Ada dua macam perubahan
distribusi penyakit yang dapat diidentifikasi menurut waktu: 1)Secukar
trends;yaitu perubahan atau variasi frekuensi kejadian penyakit dalam
jangka panjang 2)Cyclic change;yaitu perubahan yang terjadi secara
perioditis dalam satu tahun,atau lebih fluktuasi jangka pendek yang
sering ditemukan dalam epidemic penyakit.

B.Orang
Distribusi kejadian penyakit menurut orang mencakup
umur dan jenis kelamin.Angka kesakitan(morbiditas) dan angka
kematian(mortalitas) umumnya berhubungan dengan umur dan jenis
kelamin.Variabel lain yang diperhitungkan antar
lain:ras,pekerjaan,status pernikahan dan golongan darah.

C.Tempat
Distribusi penyakit menurut tempat dinyatakan menurut
suatu lokasi yang dibatasi oleh batas-batas alam(misalnya gunung dan
sungai).Tempat atau wilayah biasanya berkaitan dengan: 1)Tinggi
rendahnya frekuensi penyakit oleh karena kondisi lingkungan tertentu
2)Iklim,misalnya kelembaban,curah hujan dan ketinggian.

5
C. RATE,RATIO DAN PROPORSI
Definisi ratio,proporsi dan rate
Alat terpenting untuk mengukur frekuensi kejadian adalah
rate(angka,sering juga disebut dengan tingkat),tetapi juga digunakan
ratio dan proporsi.Ukuran-ukuran ini merupakan hasil bagi antara
numerator(pembilang) dan denominator(penyebut).

A.Ratio
Ratio adalah perbandingan dari dua nilai
kuantitatif,biasanya dalam bentuk hasil bagi seperti X:Y atau X/Y.
Contoh: Ratio pria dan wanita anak balita di Kecamatan A
pada 1 Januari 2000 adalah 1.000 : 2.000 adalah 0,5 pria berbanding 1
wanita atau 50 pria untuk setiap 100 wanita.Dalam hal ini maka ratio
pria dan wanita adalah 1:2.

B.Proporsi
Proporsi adalah bentuk khusus dari ratio,dimana didalam
denominator termasuk juga numerator dan hasilnya berupa nilai yang
dinyatakan dalam persentase.Proporsi dinyatakan dengan rumus :
R=A/(X+Y) x 100%
Contoh: Proporsi penduduk balita berjenis kelamin wanita
di Kecamatan B pada 1 Januari 2000 adalah 2.000/3.000 x 1000% =
66%

C.Rate
Rate adalah besarnya peristiwa yang terjadi terhadap
jumlah keseluruhan penduduk dimana peristiwa itu berlangsung dalam
suatu batas waktu.Rate dinyatakan dengan rumus:
R=A/(A+B)
Keterangan:
A=Jumlah kejadian yang diamati
A+B=Populasi risiko
Pengukuran rate digunakan untuk: 1)Dasar perbandingan
untuk populasi yang berbeda 2)Dasar perbangingan untuk populasi
sama tetapi waktu berbeda.

6
D. MORBIDITAS
Definisi morbiditas
Morbiditas adalah angka yang menyatakan kesakitan.Ukuran morbiditas
mencakup sebagai berikut:
A.Prevalensi
Prevalensi adalah semua populasi yang menderita
penyakit(kasus baru dan kasus lama) dari populasi yang berisiko menderita
penyakit tersebut dalam periode waktu tertentu.Prevalensi dibagi atas dua tipe:
1)Point prevalence(prevalensi sesaat)
Point prevalence digunakan untuk mengukur semua kasus
yang terjadi pada satu waktu tertentu misalnya 1 Januari,1 Agustus,dsb dan
dinyatakan dengan rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑡𝑎𝑡
xK
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘

2)Periode prevalence
Periode prevalence digunakan untuk mengukur semua kasus
yang terjadi pada periode waktu tertentu misalnya selama tahun 1990 dan
dinyatakan dengan rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑡𝑎𝑡
xK
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘

Manfaat prevelensi adalah sebagai berikut: 1)Menggambarkan


keberhasilan program tingkat penyakit 2)Menyatakan banyaknya kasus yang
bisa di diagnosis 3)Sebagai dasar penyusunan rencana pelayanan kesehatan
seperti obat,tenaga kesehatan serta ruang.

7
B.Insidensi
Insidensi adalah jumlah kejadian penyakit(kasus baru) pada
kelompok penduduk tertentu dalam kurun waktu tertentu.Insidensi dinyatakan
dengan rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑏𝑎𝑟𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑒𝑟𝑖𝑡𝑎 𝑠𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢
I= xK
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖𝑘𝑜 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑖𝑜𝑑𝑒 𝑤𝑎𝑘𝑡𝑢 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑡𝑢

Contoh:Selama tahun 1980 dilaporkan sebanyak 126 kasus


penyakit DHF dari suatu populasi sebesar 20.000,maka angka insidensi
penyakit tersebut 126/20.000 x 1000 = 6,3 kasus/1000 populasi.
Manfaat insidensi adalah: 1)Dalam epidemiologi menyatakan
sebab dan akibat 2)Sebagai perbandingan populasi yang ada 3)Untuk
mengukur faktor determinan tertentu
C.Attack rate
Attack rate adalah jumlah kasus baru penyakit tertentu yang
dilaporkan pada periode waktu terjadinya epidemic dari populasi.Attack rate
dinyatakan dengan rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑎𝑠𝑢𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡 𝑏𝑎𝑟𝑢
xK
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑜𝑝𝑢𝑙𝑎𝑠𝑖 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑠𝑖𝑘𝑜

Contoh:Dalam suatu kejadian luar biasa terdapat 15 kasus kolera


yang diderita oleh wanita dan 25 adalah pria.Jumlah populasi daerah tersebut
adalah 60 wanita dan 200 pria.Maka:
Attack rate pada pria =25/200 x 100 =12,5
Attack rate pada wanita = 15/60 x 100 = 25
Attack rate keseluruhan = 40/260 x 100 = 15,3

E. MORTALITAS
Definisi mortalitas
Mortalitas adalah ukuran frekuensi kematian dalam populasi yang
spesifik pada interval tempat dan waktu tertentu.

8
Jenis ukuran mortalitas
a. Crude Death Rate (CDR)
CDR adalah angka kematian kasar adalah jumlah kematian
yang dicatat selama satu tahun per 1000 penduduk di pertengahan tahun yang
sama.CDR dinyakan dengan rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑐𝑎𝑡𝑎𝑡 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
CDR = xK
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑑𝑢𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑒𝑛𝑔𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎

Contoh: Jumlah penduduk Jakarta pertengahan tahun 2000


berjumlah 11.000.000 orang.Pada tahun tersebut terdapat kematian 200.000
200.000
orang.Hitunglah CDR nya!.Maka: x 1000 = 18,18 dibulatkan 18.
11.000.000

Artinya,tiap 100 orang terdapat kematian 18 jiwa dalam satu


tahun.
b. Infant Mortality Rate (IMR)
IMR adalah total jumlah kematian dalam 1 tahun anak yang
berumur kurang dari satu tahun dibagi jumlah bayi yang hidup pada tahun
yang sama.IMR dinyatakan dengan rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑦𝑖 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
IMR = xK
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑦𝑖 𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑑𝑖𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎 𝑑𝑎𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎

Tinggi rendahnya IMR bergantung pada: 1)Penyakit infeksi


yang dapat dicegah dengan imunisasi 2)Diare yang dapat menyebabkan
dehidrasi 3)Personal higine yang buruk 4)Gizi buruk dan daya tahan yang
buruk.
c. Perinatal Mortality Rate (PMR)
PMR adalah pengukuran yang lebih spesifik dan dinyatakan
dengan rumus:
𝐽𝑙ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑗𝑎𝑛𝑖𝑛 𝑝𝑑 𝑘𝑒ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙𝑎𝑛 28 𝑚𝑖𝑛𝑔𝑔𝑢 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ+𝑗𝑙ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑦𝑖<7 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑙𝑚 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑏𝑎𝑦𝑖 𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑑𝑖𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑑𝑔𝑛 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎

Tinggi rendahnya PMR dipengaruhi oleh: 1)Banyaknya bayi


dengan Berat Badan Lebih Rendah 2)Status gizi ibu dan bayi 3)Keadaan social
dan ekonomi 4)Pertolongan pada persalinan

9
d. Maternal Mortality Rate (MMR)
MMR dinyatakan dengan rumus:
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑚𝑎𝑡𝑖𝑎𝑛 𝑖𝑏𝑢 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑘𝑒ℎ𝑎𝑚𝑖𝑙𝑎𝑛 ,𝑝𝑒𝑟𝑠𝑎𝑙𝑖𝑛𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑎 𝑛𝑖𝑓𝑎𝑠 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑠𝑎𝑡𝑢 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑘𝑒𝑙𝑎ℎ𝑖𝑟𝑎𝑛 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑤𝑖𝑙𝑎𝑦𝑎ℎ 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎𝑚𝑎

MMR bergantung pada: 1)Keadaan social ekonomi


2)Kesehatan ibu selama hamil,persalinan dan nifas 3)Pelayanan kesehatan
terhadap ibu 4)Pertolongan persalinan dan perawatan masa nifas.

F. PENYAKIT MENULAR DAN TIDAK MENULAR


Definisi penyakit menular
Pengertian penyakit menular atau penyakit infeksi adalah sebuah
penyakit yang disebabkan oleh sebuah agen biologi (seperti virus, bakteria atau
parasit), dan bukan disebabkan oleh faktor fisik (seperti luka bakar) atau kimia
(seperti keracunan)
Faktor penyebab penyakit menular
Faktor penyebab penyakit menular adalah:1)Faktor penyebab atau
agent yaitu organisme penyebab penyakit 2) Sumber penularan yaitu reservoir
maupun resources 3) Cara penularan
Unsur penyebab penyakit menular
Unsur penyebab penyakit menular adalah sebagai
berikut:1)Kelompok arthropoda (serangga) seperti scabies, pediculosis, dan
lain-lain 2)Kelompok cacing/helminth baik cacing darah maupun cacing perut
3)Kelompok protozoa seperti plasmodium, amuba, dan lain-lain 4)Fungus atau
jamur baik uni maupun multiselular
Pengelompokan penyakit menular
A.Penyakit wabah penting;sebagai berikut:1)DHF 2)Campak
3)Rabies 4)Tetanus Neonatorum 5)Diare 6)Pertusis 5)Poliomyelitis
B.Penyakit potensi wabah yang menjalar dalam waktu cepat atau
mortalitas tinggi;sebagai berikut: 1)Malaria 2)Influenza 3)Hepatitis
4)Meningitis 5)Typhus abdominalis

10
C.Penyakit menular yang tidak berpotensi menimbulkan wabah
adalah sebagai berikut: 1)Cacing 2)Tuberculosis 3)AIDS 4)Filariasis
Definisi penyakit tidak menular
Penyakit yang tidak menimbulkan suatu wabah, dan tidak dapat
ditularkan dari orang ke orang maupun dari hewan ke orang.
Contoh penyakit tidak menular
Contoh penyakit menular adalah sebagai berikut: 1)Diare
2)Hipertensi 3)Diabetes meletus 4)Asma 5)Jantung 6)Stroke
Cara penularan penyakit
Terdapat tiga aspek sifat utama penularan penyakit dari orang ke
orang, antara lain :
a. Waktu generasi (Generation Time)
Yaitu masa antara masuknya penyakit pada penjamu
tertentu sampai masa kemampuan maksimal penjamu tersebut untuk dapat
menularkan penyakit. Perbedaan masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur
penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga tidak dapat ditentukan
pada penyakit dengan gejala yang terselubung, sedangkan waktu generasi
untuk waktu masuknya unsur penyebab penyakit hingga timbulnya
kemampuan penyakit tersebut untuk menularkan kepada penjamu lain.
b. Kekebalan kelompok (Herd Immunity)
Yaitu kemampuan atau daya tahan suatu kelompok
penduduk tertentu terhadap serangan/penyebaran unsur penyebab penyakit
menular tertentu didasarkan pada tingkat kekebalan tubuh suatu anggota
kelompok tersebut. Herd Immunity adalah faktor utama dalam proses kejadian
wabah di masyarakat serta kelangsungan penyakit tersebut.
c. Angka serangan (Attack Rate)
Yaitu sejumlah kasus yang berkembang dan muncul
dalam satu satuan waktu tertentu di kalangan anggota kelompok yang
mengalami kontak serta memiliki risiko/kerentanan terhadap penyakit tersebut.
Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penularan dan tingkat

11
keterancaman dalam keluarga, di mana tata cara dan konsep keluarga, sistem
hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan individu dalam
kehidupan sehari-hari pada kelompok populasi tertentu merupakan unit
epidemiologi tempat penularan penyakit berlangsung.

G. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS


DAN MOBILITAS
Faktor pada penyakit menular
a.Faktor keterununan
Faktor keturunan dapat dicontohkan dengan perkawinan antar golongan
darah tertentu yang menyebabkan penyakit Leukimia.
b.Faktor lingkungan atau environtment
Faktor ini dicontohkan sebagai:1)Ketersediaan air bersih dilingkungan
2)Kemiskinan,sehingga mengakibatkan gizi tidak seimbang
3)Pendidikan;semakin tinggi taraf pendidikan seseorang,maka semakin sadar
pula akan pentingnya kesehatan.
c.Faktor pola hidup atau life style
Faktor pola hidup dapat dicontohkan dengan:1)Orang semakin sering
untuk menggunakan kendaraan dibandingkan dengan jalan kaki atau naik
sepeda 2)Perilaku merokok 3)Konsumsi alcohol 4)Konsumsi makanan cepat
saji
d. Faktor pelayanan kesehatan
Faktor ini dapat dijalankan dengan: 1)Upaya promotif HIV
2)Penyuluhan tindak pencegahan berupa PHBS 3)Adanya sarana konsultasi
gizi

12
Faktor pada penyakit tidak menular
a.Faktor kebiasaan
Faktor kebiasaan dicontohkan dengan perilaku: 1)Menggunakan alas
kaki untuk menghindar terjadinya cacingan 2)Melakukan gerakan 3M untuk
memutus rantai nyamuk DBD 3)Tidak memakan makanan yang terbuka
sebagai upaya memutus rantai cacing Ascaris lumbricoides 4)Memotong kuku
b.Faktor pelayanan kesehatan
Contoh faktor pelayanan kesehatan adalah: 1)Penyuluhan PHBS
2)Penyuluhan gerakan 3M

13
BAB 3
PENUTUP
A.Kesimpulan
Konsep sehat dan sakit adalah konsep yang sangat vital dalam kesehatan
masyarakat.Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
pendistribusian yang berkaitan dengan masalah kesehatan.Salah satu kegunaan
ilmu epidemiologi adalah mengidentifikasi suatu kelompok risiko
tertentu.Untuk memenuhi salah satu kegunaan ini maka ada angka pengukuran
berupa mortalitas dan morbilitas.Mortalitas dan morbilitas dipengaruhi oleh
kelompok suatu penyakit bersifat menular atau tidak.

B. Saran

Dengan makalah ini menjadikan salah satu referensi bacaan mahasiswa/i untuk
menambah pengetahuan tentang Konsep sakit sehat serta epidemiologi.

14
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

1.Nugrahaeni,Dyan Kunthi,SKM,MKM.2010.Konsep Dasar


Epidemiologi
Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran ECG
2.Sumiati,Sri,S.Pd.,M.Kes dan Eliana,S.K.M.,M.P.H.2016.Bahan
Ajar Cetak Kebidanan Kesehatan Masyarakat.Jakarta:Pusdik
SDM Masyarakat
3.Modul Epidemiologi oleh Iwan Dwiprahasto,Clinical
Epidemiology&Biostatistics unit bagian Farmakologi,Fakultas
Kedokteran UGM

15