Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak TPA


Dosen Pembimbing:
1
Induniasih, S.Kp,M.Kes
Sutejo

Anggota kelompok:
Ifah Wulandari (P07120216003)
Novia Andriyani ()

DIV KEPERAWATAN REG.A


POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA
2016/2017
PENGKAJIAN KEBUTUHAN BELAJAR

A. PREDISPOSING
1. Karakteristik Klien
Klien yang kami kaji adalah anak-anak TPA Tarbiyatul Aulat yang
berjumlah 38 anak terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia
5-12 tahun dengan agama Islam. Mayoritas anak tersebut berdomisili di
Kelurahan Sidokarto. Anak-anak tersebut adalah pelajar mulai dari PAUD,
TK, dan SD.
2. Riwayat Kesehatan
Didapatkan data sebanyak 20% anak-anak TPA memiliki masalah
kesehatan gigi yaitu karies. Anak-anak mengatakan suka mengkonsumsi
makanan yang manis-manis, kurang mengetahui bagaimana cara
menggosok gigi yang benar dan tidak tidak menggosok gigi sebelum tidur.
3. Pemeriksaan Fisik:
Didapatkan data sebanyak 20% anak-anak TPA memiliki masalah
kesehatan gigi yaitu karies.
4. Kesiapan Klien Untuk belajar
- Klien menanyakan “Mbak, gimana cara sikat gigi yang benar?”
- Klien menanyakan “Mbak, jajanan bisa merusak gigi nggak?”
5. Motivasi
- Anak-anak mengatakan ingin mengetahui cara menyikat gigi dengan
benar.
- Anak-anak mengatakan ingin mengetahui cara merawat gigi dengan
tepat.
- Anak-anak mengatakan tidak ingin giginya rusak.
6. Kemampuan Membaca
- Anak-anak lancar menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.
- Anak-anak suka melihat video animasi.
- Hampir seluruh anak-anak dapat membaca.
- Sebagian dari anak-anak mengatakan suka membaca buku.

B. ENABLING
- Rata-rata keadaan ekonomi dari keluarga anak-anak adalah menengah.

C. REINFORCING
Anak-anak ingin mengetahui tentang cara menyikat gigi yang benar supaya
giginya selalu sehat.

ANALISA DATA

DATA MASALAH PENYEBAB


DO: Risiko karies gigi Kurang pengetahuan
 Sebanyak 20% tentang kesehatan gigi
anak TPA dan mulut
Tarbiyatul Aulad
memiliki masalah
kesehatan karies
gigi.
DS:
 Anak-anak
mengatakan suka
makanan yang
manis-manis.
 Anak-anak
mengatakan tidak
menggosok gigi
sebelum tidur.
 Anak-anak
mengatakan
kurang paham
bagaimana cara
menggosok gigi
yang baik dan
benar.
 Anak-anak
menanyakan
bagaimana cara
menggosok gigi
yang benar?
 Anak-anak
menanyakan
apakah jajanan
dapat merusak
gigi?

Diagnosa Keperawatan:

Risiko karies gigi berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kesehatan gigi dan
mulut
SATUAN ACARA PENYULUHAN

1. Topik: Kesehatan Gigi dan Mulut


2. Sasaran:
- Program : Anak-anak TPA Tarbiyatul Aulad
- Penyuluhan : Anak-anak TPA Tarbiyatul Aulad
3. Tujuan:
- Umum: setelah diberi penyuluhan selama 1 jam 15 menit, diharapkan
peserta mempu memahami tentang kesehatan gigi dan mulut serta dapat
mempraktekkan cara menggosok gigi.
- Khusus: setelah mengikuti penyuluhan tentang kesehatan gigi dan
mulut, diharapkan peserta mampu:
a. Menjelaskan tentang pengertian menggosok gigi.
b. Menjelaksan tentang manfaat menggosok gigi.
c. Menjelaskan akibat bila tidak menggosok gigi.
d. Menjelaskan tentang waktu yang tepat untuk menggosok gigi.
e. Menjelaskan tentang makanan yang dapat merusak gigi.
f. Mempraktekkan cara menggosok gigi dengan baik dan benar.

4. Materi:
a. Pengertian menggosok gigi
b. Manfaat menggosok gigi
c. Akibat bila tidak menggosok gigi.
d. Waktu yang tepat untuk menggosok gigi.
e. Makanan yang dapat merusak gigi.
f. Cara menggosok gigi dengan baik dan benar.
(Lampiran 1)
5. Metode Penyuluhan:
a. Ceramah
b. Demonstrasi
c. Tanya jawab (diskusi)
6. Media pembelajaran:
Alat peraga
Video
Poster
(Lampiran 2)
7. Hari, Tanggal: Senin, 10 Maret 2019
Jam: 16.30 – 17.45 WIB
Alokasi waktu:

Tahap
No Waktu Kegiatan penyuluhan Sasaran Media
kegiatan
1. Pembukaan 10 a. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam Kata-
menit b. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan dan kata /
c. Menyampaikan menyimak kalima
tentang tujuan pokok 3. Bertanya mengenai t
materi perkenalan dan
d. Kontrak waktu tujuan jika ada yang
kurang
2 Pelaksanaan 60 a. Penyampaian materi 1. Mendengarkan dan Alat
menit b. Tanya jawab menyimak peraga
c. Demonstrasi 2. Bertanya mengenai
d. Praktek hal-hal yangbelum
e. Melakukan evaluasi jelas dan dimengerti
f. Menyimpulkan hasil 3. Sasaran dapat
evaluasi menjawab tentang
pertanyaan yang
diajukan
4. Mempraktekkan
gosok gigi
3 Penutup 5 a. Mengakhiri 1. Menjawab salam. Kata-
menit pertemuan dan kata/
mengucap salam kalima
t

8. Tempat
Aula ruang TPA

9. Pengorganisasian:
a. Penyuluh:
b. Operator:
c. Koordinator:
d. Penilai:
e. Dokumentasi:

10. Evaluasi:
Ranah Waktu Metode Instrumen Evaluasi
Kognitif Segera setelah Tanya jawab Daftar Penyuluh
penyuluhan Pertanyaan
Afektif Segera setelah Tanya jawab Daftar Penyuluh
penyuluhan Pertanyaan
Psikomotor Segera setelah Observasi Format Penilai
penyuluhan penilaian

 Aspek kognitif:
a) Apa yang dimaksud dengan menggosok gigi?
b) Sebutkan apa saja manfaat menggosok gigi?
c) Sebutkan apa saja akibat bila tidak menggosok gigi?
d) Sebutkan kapan saja waktu yang tepat untuk menggosok gigi?
e) Sebutkan makanan apa saja yang dapat merusak gigi?

 Aspek afektif:
a) Apa yang akan anak-anak lakukan supaya gigi dan mulutnya
bersih dan sehat?

 Aspek psikomotor:
Observasi cara menggosok gigi yang baik dan benar.

Indikator Penilaian
Mempersia Memegang Menggosok Membersihk
No Nama pkan alat sikat gigi an mulut & Hasil
. alat
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

1.

2.

3.

4.

5.
6.

7.

8.

9.

Dst

Keterangan hasil:
4-5 = kurang
6-8 = cukup
9-12 = bagus

Yogyakarta, 9 November 2017

Ifah Wulandari
Lampiran 1

MENGGOSOK GIGI (SIKAT GIGI)

1. Pengertian menggosok gigi


Kegiatan rutin yang selalu kita lakukan tiap hari, setidaknya 2 kali sehari kita
menggosok gigi.
2. Tujuan menggosok gigi
a. Gigi tampak bersih dan putih
b. Mengurangi bau mulut
c. Mencegah sakit gigi (misalnya: caries gigi atau gigi berlubang)
3. Akibat bila tidak menggosok gigi
a. Gigi menjadi kuning kecoklatan
b. Bau mulut bertambah
c. Sakit gigi
4. Waktu yang tepat untuk menggosok gigi
a. Minimal kita menggosok/menyikat gigi dua kali dalam sehari yaitu pagi
setelah sarapan dan kedua menjelang tidur
b. Yang paling ideal sebaiknya menyikat gigi setelah makan dan menjelang
tidur
c. Apabila kita tidak mampu menggosok gigi setelah makan, dianjurkan untuk
kumur-kumur dengan air yang bersih untuk mengurangi sisa-sisa makanan
yang masih menempel di gigi.
5. Makanan yang dapat merusak gigi
a. Permen asam
b. Makanan manis
c. Kuaci
d. Soda
e. Keripik kentang
f. Es batu
g. Minuman asam
h. Buah kering
i. Cokelat
j. Alkohol
6. Cara Menggosok Gigi Yang Benar
a. Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 derajat
di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi
b. Gerakan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bangian luar permukaan
setiap gigi atas dan bawah dengan posisi 45 derajat berlawanan dengan garis
gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.
c. Bersihkan permukaan kunyah gigi pada lengkung gigi sebelah kanan dan
kiri dengan gerakan maju mundur, atau mungkin boleh juga dengan sedikit
diputar sebanyak 10-20 kali gosokan juga. Lakukan pada rahang atas
terlebih dulu lalu dilanjutkan dengan rahang bawah. Bulu sikat gigi
diletakkan tegak lurus menghadap permukaan kunyah gigi.
d. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan
tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat
membersihkan cela-cela gigi. Rubah posisi sikat sesering mungkin.
e. Bersihkan permukaan dalam gigi yang menghadap ke lidah dan langit-
langit dengan menggunakan teknik modifikasi bass untuk lengkung gigi
sebelah kanan dan kiri. Untuk lengkung gigi bangian depan dapat anda
bersihkan dengan cara memegang sikat gigi secara vertical menghadap ke
depan. Lalu gunakan ujung sikat dengan gerakan menarik dari gusi kearah
mahkota gigi. Lakukan pada rahang atas terlebih dulu dan dilanjutkan
dengan rahang bawah.
f. Sikat lidah untuk menyingkirkan bakteri dan agar nafas lebih segar
g. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut karena yang keras dapat
membuat gusi terluka dan menimbulkan abrasi pada gigi, yaitu penipisan
struktur gigi terutama di sekitar garis gusi. Abrasi dapat membuat bakteri
dan asam menghabiskan gigi karena lapisan keras pelindung enamel gigi
telah terkikis.
h. Ganti sikat gigi jika bulu sikat sudah rusak dan simpan di tempat yang
kering sehingga dapat mongering setelah dipakai.
i. Jangan pernah meminjamkan sikat gigi anda kepada orang lain karena sikat
gigi mengandung bakteri yang dapat berpindah dari orang yang satu ke yang
lain meski sikat sudah dibersihkan.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.alodokter.com/5-langkah-perawatan-gigi-ini-ampuh-hindari-gigi-
berlubang

https://www.gulalives.co/gigi-rusak/