Anda di halaman 1dari 5

SOAL PENYAKIT INFEKSI

1. Seorang apoteker di suatu rumah sakit sedang merencanakan kegiatan monitoring keberhasilan
terapi pasien MDR TB (laki-laki, usia 48 tahun, mendapat pengobatan dengan obat standar
MDR-TB yang resisten terhadap INH dan Rifampisin) untuk fase awal pengobatan. Salah satu
parameter yang harus dimonitor adalah biakan sputum pasien. Berapa kalikah parameter
tersebut harus diperiksa selama fase awal pengobatan?
a. 3 kali d. 7 kali
b. 4 kali e. 12 kali
c. 6 kali

2. Seorang apoteker di suatu rumah sakit sedang merencanakan kegiatan monitoring keberhasilan
terapi pasien MDR TB (laki-laki, usia 48 tahun, mendapat pengobatan dengan obat standar
MDR-TB yang resisten terhadap INH dan Rifampisin) untuk fase awal pengobatan. Salah satu
parameter yang harus dimonitor adalah foto thorax pasien. Berapa kalikah parameter tersebut
harus diperiksa selama fase awal pengobatan?
a. 1 kali d. 6 kali
b. 2 kali e. 7 kali
c. 4 kali
3. Seorang pasien, perempuan, usia 32 tahun, mengalami infeksi Methicillin-Resistant
Staphilococcus aureus (MRSA) pada kulit dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri
dan mengalami abses yang berisi nanah. Apakah kombinasi antibiotik yang tepat digunakan
untuk pasien tersebut?
a. Kombinasi penisilin dan vankomisin d. Kombinasi penisilin dan meropenem
b. Kombinasi penisilin dan sulbactam e. Kombinasi penisilin dan ceftriakson
c. Kombinasi penisilin dan cefadroksil
4. Seorang pasien laki-laki berumur 35 tahun menderita infeksi saluran nafas bagian bawah. Pada
sampel mukus, ditemukan bakteri multiple drug resistant Pseudomonas aeruginosa. Dokter
meresepkan injeksi antibiotik polymixin untuk pasien tersebut. Bagaimanakah mekanisme
kerja antibiotik tersebut?
a. Menghambat pembentukan endospora
b. Menghambat pembentukan peptidoglikan
c. Menghambat sintesis teichoic acid
d. Merusak fosfolipid membrane
e. Berperan sebagai immunizing agent

5. Seorang pasien, perempuan, usia 30 tahun, penderita diare infeksi, mendapatkan resep dokter
sebagai berikut:
R/ Cotrimoxazole tab I No X
S 2 d d tab I
R/Oralit X
Suc
Apoteker menanyakan beberapa informasi kepada pasien untuk menghindari DRP’s pada
pasien. Apakah informasi yang relevan ditanyakan kepada pasien untuk mencegah DRP’s pada
pasien tersebut?
a. Apakah sedang menggunakan pil KB?
b. Apakah sedang hamil?
c. Apakah sedang menyusui?
d. Apakah sedang menggunakan obat hormonal?
e. Apakah ada riwayat alergi terhadap obat golongan penisilin?
6. Seorang pasien, laki-laki, usia 42 tahun, BB 75 Kg, dirawat di RS, akan mendapatkan terapi
dengan Lincomycin. Dosis yang diberikan sebesar 500 mg tiap 6 jam. Pasien tersebut
mengalami kerusakan ginjal, sehingga didapati clearance terhadap obat menjadi 10 mL/min.
Oleh karena itu, pesien memerlukan penurunan dosis obat sebesar 48%-nya. Berapakah dosis
yang tepat diberikan pada pasien tersebut tiap satu kali pemberian?
a. 12,5 mg d. 240 mg
b. 25 mg e. 500 mg
c. 200 mg
7. Bayi usia 1 bulan 15 hari dirawat di suatu rumah sakit dan mendapatkan terapi injeksi iv
seftazidim 150 mg 2 kali sehari. Seftazidim injeksi tersedia bentuk serbuk kering dalam
kemasan vial yang mengandung seftazidim pentahidrat setara dengan seftazidim 1 gram dan
dilarutkan hingga didapat larutan dengan konsentrasi 40 mg/mL. Berapakah volume injeksi
yang diberikan kepada pasien tiap satu kali pemakaian?
a. 3,15 mL d. 3,60 mL
b. 3,30 mL e. 3,75 mL
c. 3,45 mL
8. Seorang pasien, perempuan, usia 33 tahun, dibawa ke IGD karena mengeluh lemas dan demam.
Pasien memiliki riwayat toxoplasma dan saat ini masih mengkonsumsi pyrimetamin dan
sulfadiazine. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin: 7 dan pasien
juga mengalami trombositopenia dan leukopenia. Apakah obat yang harus ditambahkan dalam
pengobatan pasien tersebut?
a. Leucovorin d. Ferroglukonat
b. Asam folat e. Curcumin
c. Ferrosulfat
9. Seorang dokter di suatu rumah sakit meminta saran kepada apoteker mengenai pilihan
antifungi yang aman bagi pasiennya. Pasien adalah seorang ibu hamil (usia kehamilan: 4 bulan)
yang sedang mengalami candidiasis vulvovaginal. Apakah obat yang tepat direkomendasikan
kepada dokter tersebut?
a. Nystatin d. Flukonazol
b. Candistatin e. Clotrimazol
c. Mikonazol

10. Seorang pasien, perempuan, usia 25 tahun, didiagnosa dokter spesialis kulit dan kelamin
mengalami kandidiasis vaginal. Pasien mendapatkan resep dengan obat berupa antibiotik
flukonazol. Bagaimanakah mekanisme aksi obat tersebut?
a. Menghambat sintesis arabinogalaktan d. Menghambat sintesis peptidoglikan
b. Menghambat sintesis asam mikolat e. Menghambat sintesis beta 1,3 glukan
c. Menghambat sintesis ergosterol
11. Seorang pasien, laki-laki, mendapatkan terapi dengan obat Oseltamifir setelah didiagnosis
dokter mengalami flu burung. Tujuan terapinya adalah mencegah infeksi virus lebih luas ke
sel host. Bagaimana mekanisme aksi obat tersebut?
a. Inhibitor protease d. Inhibitor neuroamidase
b. Inhibitor transkrpsi e. Inhibitor reverse transcriptase
c. Inhibitor nukleotida

12. Seorang pasien, laki-laki, usia 38 tahun, datang menebus resep di suatu instalasi farmasi rumah
sakit dengan obat Oseltamifir setelah didiagnosis oleh dokter mengalami flu burung. Tujuan
dari penggunaan obat tersebut adalah mencegah infeksi virus lebih luas ke sel host. Apakah
target terapi dari obat tersebut?
a. Enzim neuroamidase d. Enzim reverse transkriptase
b. Nukleotida Virus e. Transkripsi DNA virus
c. Enzim protease
13. Seorang perempuan, usia 25 tahun, disarankan keluarganya untuk melakukan immunisasi
sebelum menikah agar nantinya bayi tidak tertular infeksi intera uterine pada saat melahirkan.
Vaksin apakah yang tepat untuk pasien tersebut?
a. Vaksin Hepatitis A d. Vaksin MMR
b. Vaksin HPV e. Vaksin Varicella
c. Vaksin TT
14. Seorang pasien, laki-laki, usia 40 tahun, di rawat di suatu rumah sakit dengan diagnosa dokter
mengalami kusta pausibasiler (infeksi mycobacterium leprae). Dokter akan meresepkan obat
untuk pasien, dan meminta rekomendasi pengobatan yang tepat kepada apoteker. Apakah obat
yang tepat direkomendasikan untuk pengobatan hari pertama?
a. Ciprofloksasin dan Dapson d. Rifampisin dan Dapson
b. Rifampisin dan Ciprofloksasin e. Dapson dan Lampren
c. Ciprofloksasin dan Lampren

15. Seorang pasien, laki-laki, usia 40 tahun, di rawat di suatu rumah sakit dengan diagnosa dokter
mengalami kusta pausibasiler (infeksi mycobacterium leprae). Dokter akan meresepkan obat
untuk pasien, dan meminta rekomendasi pengobatan yang tepat kepada apoteker. Apakah obat
yang tepat direkomendasikan untuk pengobatan harian (hari ke 2 sampai 28) tiap bulannya?
a. Ciprofloksasin 500 mg/hari d. Klofazimin 300 mg/hari
b. Rifampisin 300 mg/hari e. Lampren 50 mg/hari
c. Dapson 100 mg/hari

16. Seorang pasien, laki-laki, usia 40 tahun, di rawat di suatu rumah sakit karena mengalami
kekambuhan kusta pausibasiler (infeksi mycobacterium leprae). Pasien diketahui alergi
terhadap Dapson dari riwayat pengobatan sebelumnya. Dokter akan meresepkan obat untuk
pasien, dan meminta rekomendasi pengobatan yang tepat kepada apoteker. Apakah obat yang
tepat direkomendasikan untuk pengobatan harian (hari ke-2 sampai 28 tiap) bulannya?
a. Ciprofloksasin 500 mg/hari d. Klofazimin 300 mg/hari
b. Rifampisin 300 mg/hari e. Lampren 50 mg/hari
c. Etionamid 250 mg/hari

17. Seorang pasien, laki-laki, usia 37 tahun, didiagnosa dokter umum di suatu puskesmas
mengalami Psoriasis vulgaris. Lesi psoriasis hanya terdapat pada satu area, yaitu pada betis.
Dokter akan meresepkan keratolitik dan very high potency corticosteroid topical untuk
pengobatan pasien tersebut dan meminta apoteker untuk memilih sediaan yang tepat dan cost-
effective. Apakah obat yang tepat direkomendasikan?
a. Kombinasi asam salisilat 2% dan clobetasol propionate salep 0,05%
b. Kombinasi asam salisilat 2% dan clobetasol butyrate krim 0,05%
c. Kombinasi asam salisilat 2% dan betamethasone valerate lotion 0,05%
d. Kombinasi asam salisilat 2% dan Deksametason gel 0,1%
e. Kombinasi asam salisilat 2% dan fluocinolone acetonide krim 0,01%

18. Seorang pasien, laki-laki, usia 37 tahun, penderita Psoriasis vulgaris, mendapatkan beberapa
pengobatan psoriasis general atas resep dokter untuk terapi penyakitnya. Salah satu obat yang
ada dalam resep adalah sediaan krim yang mengandung urea 20%. Apoteker menyerahkan obat
tersebut kepada pasien dan memberikan informasi kegunaan obat tersebut. Apakah kegunaan
obat yang tepat disampaikan kepada pasien?
a. Antiinflamasi d. Antibiotik
b. Antihistamin e. Pelembab
c. Keratolitik

19. Seorang pasien, laki-laki, usia 37 tahun, penderita Psoriasis vulgaris berat, mendapatkan
beberapa pengobatan psoriasis general atas resep dokter untuk terapi penyakitnya. Salah satu
obat yang ada dalam resep adalah methotrexat 2,5 mg tablet yang digunakan sebagai second
line therapy pengobatan psoriasis berat. Bagaimanakah prinsip kerja obat tersebut?
a. Menginaktifkan enzim dehidrofolate reductase
b. Menghambat tahap awal aktivasi sel T
c. Menghambat proliferasi dan differensiasi sel keratinosit
d. Menurunkan kecepatan replikasi sel epidermis
e. Berikatan langsung dengan TNF-α

20. Seorang dokter dan apoteker di suatu rumah sakit berdiskusi untuk menetapkan antibiotik untuk
pengobatan pasien (laki-laki, usia 53 tahun, penderita diare infeksi). Hasil uji kulur
menyimpulkan bahwa bakteri penyebab infeksi adalah V. cholerae. Setelah diberikan terapi
dengan Doxycyclin 300 mg, hasil pemeriksaan leukosit pasien masih tinggi serta gejala diare
belum membaik. Apakah antibiotik yang tepat direkomendasikan sebagai pengobatan lanjutan
untuk pasien tersebut ?
a. Azythromycin 500 mg d. Ceftriakson 1 g
b. Tetracycline 500 mg e. Amoxicillin-clavulanat 500 mg
c. Erytrhomycin 250 mg

21. Pasien 40 tahun menderita Trichomoniasis dirawat di RS. Pasien mendapatkan infus
metronidazole dengan kecepatan 25 mg/jam selama 7 hari dan pada hari ke 5 pasien minta
pulang, maka sediaan obat diganti dengan tablet yang diberikan 3 kali sehari. Bioavaibilitas
tablet metronidazole sebesar 80%. Berapakah dosis obat untuk satu kali pemakaian?
a. 100 mg
b. 150 mg
c. 200 mg
d. 250 mg
e. 300 mg
22. Dirumah sakit, apoteker penanggung jawab Gudang melakukan analisis pergerakan obat,
Ditemukan 2 obat dead moving mendekati exp date yaitu vaksin BCG dan DPT. Apakah
yang sebaiknya dilakukan apoteker?
a. Membiarkan sampai ED
b. Melaporkan kepada komite medis
c. Menukarkan ke supplier dengan ED yang lebih lama
d. Melaporkan kepada kepala instalasi farmasi untuk ditindaklanjuti
e. Lapor kepada dinkes
23. Seorang pasien, laki-laki, usia 42 tahun, dirawat di suatu rumah sakit karena mengalami
penyakit sinusitis yang parah. Pasien mendapat injeksi Tobramisin secara i.m sekali sehari.
Profil farmakokinetik obat ini menunjukkan bahwa 90% obat dieksresikan melalui urin dalam
bentuk utuh (tak berubah).Klirens total obat ini adalah sebesar 135 mL/menit. Berapakah nilai
klirens renal obat tersebut?
a. 106 mL/menit d. 122 mL/menit
b. 112mL/menit e. 125 mL/menit
c. 116 mL/menit
24. Seorang pasien, laki-laki, usia 48 tahun, penderita bronkitis kronis, datang ke apotek untuk
menebus resep dokter yang berisi 20 kaplet kotrimoksazol 960 mg (S.2. dd. dc). Apoteker
menyerahkan obat kepada pasien dan memberikan konseling cara pakai obat kepada pasien.
Apoteker mengatakan bahwa pasien harus meminum obat tersebut pada saat makan. Apakah
tujuan dari konseling tersebut?
a. Mengurangi kekeringan pada mulut sebagai ESO kotrimoksazol
b. Meningkatkan bioavailabilitas kotrimoksazol dalam tubuh
c. Mencegah gejala sakit perut akibat efek samping kotrimoksazol
d. Mencegah konstipasi akibat efek samping kotrimoksazol
e. Meningkatkan efek bakterisidal dari kotrimoksazol
25. Seorang pasien, laki-laki, berusia 22 tahun, didiagnosa dokter mengalami acute pharyngitis
dengan gejala merasakan nyeri saat menelan, pusing, demam (40°C) dan muntah sebanyak 2
kali. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis dan neutrophilia. Pasien juga
memiliki riwayat alergi obat golongan penisilin. Apakah antibiotika yang tepat
direkomendasikan kepada dokter untuk pengobatan pasien tersebut?
a. Sefadroksil 2 x sehari 500 mg d. Metronidazole 3 x sehari 500 mg
b. Sulfametoksasal 2 x sehari 480 mg e. Eritromisin 3 x sehari 500 mg
c. Ampisilin 4 x sehari 500 mg