Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat
dan nikmat-Nya penyusun telah mampu menyelesaikan makalah ini dengan judul
“Monitoring dan Evaluasi Program”. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah
satu tugas mata kuliah Evaluasi Program.

Penyusun mengucapkan terima kasih dosen Mata Kuliah Evaluasi


Program yang telah memberi arahan dan pengetahuan terkait mata kuliah Evaluasi
Program ini, sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.
Penyusun menyadari dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna.
Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kritik serta saran yang membangun agar
dalam menyusun sebuah makalah dapat lebih baik lagi.

Bandung, 3 Juli 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .................................................................................... 2
C. Tujuan ....................................................................................................... 2
BAB II .................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ................................................................................................. 3
1. Konsep dasar dan Pengertian Monitoring dan Evaluasi .............................. 3
2. Perbedaan Monitoring dan Evaluasi Program.............................................. 4
3. Prosedur dan Pelaksanaan Monitoring Evaluasi Program ........................... 5
BAB III ................................................................................................................... 9
PENUTUP ........................................................................................................... 9
A. Kesimpulan ............................................................................................... 9
B. Saran ......................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... iii

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) yang diselenggarakan
dimaksudkan sebagai suatu kegiatan penilaian dan observasi antara peraturan
yang telah ditetapkan, serta untuk memastikan dan mengendalikan keserasian
pelaksanaan program dan kegiatan dengan perencanaan yang telah ditetapkan
dalam Rencana.

Melalui monitoring dan evaluasi program tersebut diharapkan dapat


meningkatkan efesiensi dan efektiftas kinerja. Selain itu untuk meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program dan kegiatan. Monitoring
dilakukan untuk mengamati perkembangan pelaksanaan rencana pembangunan;
mengidentifikasi serta mengantisipasi permasalahan yang muncul untuk diambil
tindakan antisipatif, berupa koreksi atas penyimpangan kegiatan; akselerasi atas
keterlambatan pelaksanaan kegiatan; dan klarifikasi atas ketidakjelasan
pelaksanaan rencana. Sementara itu, proses evaluasi dilakukan untuk mengetahui
dengan pasti tingkat pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam
pelaksanaan rencana pembangunan untuk selanjutnya dijadikan masukan untuk
perbaikan pelaksanaan rencana pembangunan selanjutnya.

Oleh karena itu dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai urgensi dari
monitoring dan evaluasi program, konsep sampai pelaksanaan dari monitoring dan
evaluasi program.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian monitoring dan evaluasi program ?
2. Apa perbedaan antara monitoring dan evaluasi program ?
3. Bagaimana konsep, prosedur dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi
program ?

C. Tujuan
1. Untuk memahami pengertian monitoring dan evaluasi program
2. Untuk mengetahui perbedaan antara monitoring dan evaluasi program
3. Untuk mengetahui konsep, prosedur dan pelaksaanaan dari monitoring dan
evaluasi program

2
BAB II
PEMBAHASAN

1. Konsep dasar dan Pengertian Monitoring dan Evaluasi


Monitoring dan Evaluasi (MONEV) adalah dua kata yang memiliki aspek
kegiatan yang berbeda yaitu kata Monitoring dan Evaluasi. Monev adalah
kegiatan monitoring dan evaluasi yang ditujukan pada suatu program yang sedang
atau sudah berlangsung.
Monitoring merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah program yang
dibuat itu berjalan dengan baik sebagaiman mestinya sesuai dengan yang
direncanakan, adakah hambatan yang terjadi dan bagaiman para pelaksana
program itu mengatasi hambatan tersebut. Monitoring terhadap sebuah hasil
perencanaan yang sedang berlangsung menjadi alat pengendalian yang baik dalam
seluruh proses implementasi. Dalam monitoring (pemantauan) dikumpulkan data
dan dianalisis, hasil analisis diinterpretasikan dan dimaknakan sebagai masukan
bagi pimpinan untuk mengadakan perbaikan.
Evaluasi adalah proses untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan
data dan menganalisis data, menyimpulkan hasil yang telah dicapai,
menginterpretasikan hasil menjadi rumusan kebijakan, dan menyajikan informasi
(rekomendasi) untuk pembuatan keputusan berdasarkan pada aspek kebenaran
hasil evaluasi. Penilaian (Evaluasi) merupakan tahapan yang berkaitan erat
dengan kegiatan monitoring, karena kegiatan evaluasi dapat menggunakan data
yang disediakan melalui kegiatan monitoring. Dalam merencanakan suatu
kegiatan hendaknya evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan, sehingga
dapat dikatakan sebagai kegiatan yang lengkap. Evaluasi diarahkan untuk
mengendalikan dan mengontrol ketercapaian tujuan. Evaluasi berhubungan
dengan hasil informasi tentang nilai serta memberikan gambaran tentang manfaat
suatu kebijakan. Istilah evaluasi ini berdekatan dengan penafsiran, pemberian
angka dan penilaian. Evaluasi dapat menjawab pertanyaan “Apa pebedaan yang
dibuat”. (William N Dunn : 2000). Evaluasi bertujuan untuk mengetahui apakah
program itu mencapai sasaran yang diharapkan atau tidak, evaluasi lebih
menekankan pada aspek hasil yang dicapai (output). Evaluasi baru bisa dilakukan

3
jika program itu telah berjalan dalam suatu periode, sesuai dengan tahapan
rancangan dan jenis program yang dibuat dan dilaksanakan, misalnya disekolah,
untuk satu caturwulan atau enam bulan atau satu tahun pelajaran.
Program adalah sekumpulan kegiatan yang terencana dan tersistem.
Program terdiri dari komponen-komponen meliputi: tujuan, sasaran, criteria
keberhasilan, jenis kegiatan, prosedur untuk melaksanakan kegiatan, waktu untuk
melakukan kegiatan, komponen pendukung seperti fasilitas, alat dan bahan, serta
pengorganisasian.
Dari beberapa definisi di atas, evaluasi program merupakan satu metode
untuk mengetahui dan menilai efektivitas suatu program dengan membandingkan
kriteria yang telah ditentukan atau tujuan yang ingin dicapai dengan hasil yang
dicapai. Hasil yang dicapai dalam bentuk informasi digunakan sebagai bahan
pertimbangan untuk pembuatan keputusan dan penentuan kebijakan. Jenis
evaluasi yang akan digunakan sangat tergantung dari tujuan yang ingin dicapai
lembaga, tahapan program yang akan dievaluasi dan jenis keputusan yang akan
diambil.
Dengan demikian Evaluasi Program adalah proses untuk mengidentifikasi,
mengumpulkan fakta, menganalisis data dan menginterpretasikan, serta
menyajikan informasi untuk pembuatan keputusan bagi pimpinan. Evaluasi
program dilaksanakan secara sistematik seiring dengan tahapan (waktu
pelaksanaan) program untuk mengetahui ketercapaian tujuan, dan memberikan
umpan balik untuk memperbaiki program.

2. Perbedaan Monitoring dan Evaluasi Program


Perbedaan antara monitoring dan evaluasi dalam RKA Unit Kerja ITB 2016
adalah :

 Monitoring adalah sesuatu penilaian (assesment) yang rutin (harian)


terkait aktivitas dan perkembangan yang sedang berlangsung, sementara
evaluasi adalah penilaian yang bersifat periodik terkait semua pencapaian.
 Monitoring melihat pada apa yang sedang dilakukan, sementara evaluasi
memeriksa apa yang sudah dicapai atau apa dampak yang sudah berhasil
dibuat.

4
 Monitoring: fungsi kontinyu dengan menggunakan pengumpulan data
secara sistematik terhadap indikator tertentu untuk menginformasikan
kepada manajemen maupun stakeholder utama tentang suatu kegiatan
yang sedang berlangsung dalam hal perkembangan dan pencapaian hasil
dalam penggunaan dana maupun bantuan.
 Evaluasi: penilaian secara sistematik dan objektif terhadap kegiatan,
program atau kebijakan yang sedang berjalan atau yang sudah selesai
dilaksanakan (terkait dengan desain, implementasi, dan hasilnya).
Tujuannya adalah untuk menentukan relevansi dan pemenuhan tujuan,
misalnya efisiensi, efektifitas, dampak, dan sustainabilitasnya.

3. Prosedur dan Pelaksanaan Monitoring Evaluasi Program


a. Fungsi Monitoring (Pemantauan)

Monitoring memiliki dua fungsi utama, yaitu (a) untuk mengetahui


kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana program dan (b) untuk
mengetahui seberapa pelaksanaan program yang sedang berlangsung dapat
diharapkan akan menghasilkan perubahan yang diinginkan. Fungsi yang kedua
merupakan fungsi yang terpenting, dikarenakan fungsi ini dapat mendeteksi sejak
dini peluang terjadinya perubahan positif sesuai dengan harapan. Apabila program
telah terdeteksi mengalami perubahan positif maupun negatif, maka dapat segera
ditentukan tindakan apa yang selanjutnya akan diambil. Fungsi kedua ini dapat
menghindari program berjalan lama dan memakan biaya yang banyak, sementara
akibat negatifnya tidak dapat tercegah atau tidak dapat dikendalikan.

Perlu diketahui bahwa sumber kegagalan ada tiga kemungkinan, (a)


pelaksanaan program menyimpang dari rencana program; (b) rencana program
yang mengandung kesalahan (kesalahan asumsi atau konsep dasar, kesalahan
menerjemahkan konsep) dijadikan rencana operasional; (c) berasal dari luar
rancangan program, misalnya kendala dari jajaran birokrasi, kekurangmampuan
tenaga praktisi. Dengan mengetahui sumber-sumber kegegalan tersebut,
diharapkan evaluator bisa menyiapkan tindakan untuk bisa menghindarinya. Jika

5
memang kegagalan tidak dapat dihindari, setidaknya evaluator mampu mengambil
tindakan lebih lanjut yang sifatnya memperbaiki.

b. Sasaran Monitoring
Sasaran monitoring adalah menemukan hal-hal berikut.
1) Seberapa jauh pelaksanaan program telah sesuai dengan rencana
program.
2) Seberapa jauh pelaksanaan program telah menunjukkan tanda-tanda
tercapainya tujuan program.
3) Apakah terjadi dampak tambahan atau lanjutan yang positif meskipun
tidak ditrencanakan.
4) Apakah terjadi dampak sampingan yang negatif, merugikan, atau
kegiatan yang mengganggu.
Temuan dampak sampingan negatif dan merugikan perlu ditindaklanjuti
dengan upaya mengurangi atau meniadakannya sama sekali bila mungkin.
Sebaliknya, terjadinya hal tidak terduga yang positif perlu diikuti dengan upaya
untuk lebih mengintensifkannya.

c. Teknik dan Alat Monitoring


Mengumpulkan data tentang pelaksanaan program merupakan fungsi utama
dari monitoring. Adapun teknik dan alat monitoring adalah sebagai berikut.
1) Teknik pengamatan partisipatif dengan menggunakan lembar
pemngamatan, catatan lapangan, dan alat perekam elektronik.
Pengamatan partisipatif adalah bahwa pengamatan dilakukan oleh
orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan program.
2) Teknik wawancara, secara bebas atau terstruktur dengan alat pedoman
wawancara dan perekam wawancara. Wawancara terstruktur adalah
wawancara yang sepenuhnya dipandu oleh pedoman wawancara.
3) Teknik pemanfaatan dan analisis data dokumentasi seperti daftar hadir,
satuan pelajaran, hasil karya siswa, hasil karya guru, dan sebagainya.
Untuk merekam data tentang perilaku, aktivitas, dan proses-proses lainnya
maka pengamatan merupakan teknik yang sangat cocok. Melalui pengamatan

6
dapat direkam pula data kualitatif. Untuk mengungkap data yang hanya dapat
diungkap dengan kata-kata secara lisan oleh sumbernya maka diperlukan teknik
wawancara. Data tentang sikap, pendapat, wawasan, dapat diungkap dengan
teknik wawancara. Untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa atau untuk
melukiskan suatu proses maka catatan lapangan adalah teknik yang tepat.
Misalnya untk melukiskan bagaimana sekelompok siswa menemukan konsep ciri
binatang pemamah biak. Alat perekam elektronik seperti tape recorder sangat
membantu untuk merekam pembicaraan atau wawancara. Sedangkan video
recorder yang saat ini sedang populer dapat merekam bukan hanya suara tetapi
lengkap beserta gambar visualnya, sehingga sangat baik untuk merekam kegiatan
atau objek yang bergerak. Data yang bersifat statis seperti hasil karya siswa, guru,
arsip, daftar hadir, lembar kerja, dan sejenisnya paling tepat digali dengan analisis
dokumen, atau analisis data sekunder.

d. Pelaku Monitoring
Monitoring program dilakukan oleh evaluator bersama dengan
pelaku/praktisi atau pelaksana program. Dapat pula dilengkapi atau dibantu oleh
pihak lain yang diperlukan seperti kepala sekolah dan tokoh masyarakat.

e. Perancanaan Monitoring
Perencanaan monitoring meliputi aspek-aspek sebagai berikut.
1) Perumusan tujuan monitoring, berisi informasi tentang apa yang
diinginkan, untuk siapa, dan untuk kepentingan apa.
2) Penetapan sasaran monitoring, apa yang akan dijadikan sebagai objek
monitoring. Contoh: kesulitan belajar dan jenis-jenis kesalahan
konsepsi matematika yang masih dialami para siswa.
3) Penjabaran data yang dibutuhkan monitoring, penjabaran dari sasaran.
Contoh: guru perlu dapat memilah kesalahan karena kecerobohan atau
ketidaktelitian dengan kesalahan karena kurang memahami makna dan
cara penyelesaian soal.
4) Penyiapan metode/alat monitoring sesuai dengan sifat objek dan sumber
atau jenis datanya. Contoh: guru menyiapkan tugas berupa soal yang

7
harus dikerjakan secara mandiri oleh siswa. Kertas atau buku yang
berisi pekerjaan siswa akan menjadi sumber data utama. Dari pekerjaan
itulah guru akan mengidentifikasi bagian mana dari bahan ajar
matematika yang baru saja diajarkan, tetapi masih banyak belum
dipahami, jenis kesalahan apa yang umumnya masih dilakukan oleh
siswa.
5) Perancangan analisis data monitoring dan pemaknaannya dengan
berorientasi pada tujuan monitoring. Contoh: daam analisis nantinya
akan dilakukan pengelompokan jenis-jenis kesalahan untuk menjadi
bahan pertimbangan dalam memberikan pembelajaran remedial,
terutama pada sejumlah siswa yang memang masih mengalami
kesulitan memahami pelajaran.

f. Pemanfaatan Hasil Monitoring

Data yang telah terkumpul dari hasil pemantauan harus secepatnya diolah
dimaknai sehingga dapat segera diketahui apakah tujuan pelaksanaan program
tercapai atau tidak. Pemanfaatan hasil monitoring ini menjadi dasar untuk
merumuskan langkah-langkah berikutnya dalam pelaksanaan program. Jika perlu
perubahan, perubahan apa dan bagaimana rancangannya. Jika tidak ada hal
mendasar yang memerlukan perubahan, mungkin masih dapat pula dirumuskan
bagian mana dari rancangan program yang memerlukan perhatian lebih banyak,
sehingga aspek-aspek program yang sudah baik dapat menjadi lebih baik lagi.

8
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Monitoring merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah program yang
dibuat itu berjalan dengan baik sebagaiman mestinya sesuai dengan yang
direncanakan, adakah hambatan yang terjadi dan bagaiman para pelaksana
program itu mengatasi hambatan tersebut. Monitoring terhadap sebuah hasil
perencanaan yang sedang berlangsung menjadi alat pengendalian yang baik dalam
seluruh proses implementasi.
Pemanfaatan hasil monitoring ini menjadi dasar untuk merumuskan langkah-
langkah berikutnya dalam pelaksanaan program. Jika perlu perubahan, perubahan
apa dan bagaimana rancangannya. Jika tidak ada hal mendasar yang memerlukan
perubahan, mungkin masih dapat pula dirumuskan bagian mana dari rancangan
program yang memerlukan perhatian lebih banyak, sehingga aspek-aspek program
yang sudah baik dapat menjadi lebih baik lagi.

B. Saran
Monitoring dan evaluasi hendaknya selalu dilakukan baik dalam program
pendidikan, pembelajaran, maupun program lain yang dimaksudakan untuk
langkah antisipasi dan perbaikan program tersebut untuk menjadi lebih baik dan
sesuai rencana awal. Bagi para mahasiswa disarankan untuk mengetahui
bagaimana konsep dan pelaksanaan monitoring dan evaluasi sehingga menjadi
bekal ketika telah menjadi sarjana dan hendak melakukan sebuah monitoring dan
evaluasi baik dalam program pembelajaran, pendidikan, maupun program dalam
bidang lain.

9
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. & Jabar, C.S.A. (2009). Evaluasi Program Pendidikan Pedoman


Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara.

Suryana, Asep.(2012). Strategi Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Sistem


Penjamin Mutu Internal Sekolah. Bandung [Online]:
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._ADMINISTRASI_PENDIDIKAN/197
203211999031-
ASEP_SURYANA/Copy_%282%29_of_STRATEGI_MONITORING_DAN
_EVALUASI.pdf

Moerdiyanto.(Tanpa Tahun).Teknik Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dalam


Rangka Memperoleh Informasi Untuk Pengambilan Keputusan Manajemen.
Yogyakarta.
[Online]:http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Drs.%20Moerdiyan
to,%20M.Pd./ARTIKEL%20MONEV.pdf

iii