Anda di halaman 1dari 3

Demam thypoid

 Definisi : Penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh salmonella thypi (96%)
sisanya disebabkan oleh salmonella parathypi, penyakit ini ditularkan melalui
konsumsi makananatau minuman yang terkontaminasi oleh tinja atau urin orang
yang terinfeksi
 Etiologi : Salmonella thypi dan samlmonella parathypi
 Patogenesis : Demam thypoid
Penularan 5F
TRIAS THYPOID
 Food : Makanan
1. Demam (Remiten)
 Finger : Jari tangan, Kuku
2. Gangguan pencernaan
 F(V)omitus : Muntahan 3. Gangguan kesadaran
 Fly : Lalat
 Feses : Kotoran manusia

Bakteri salmonela thypi


Perantara 5F

Masuk lewat makanan

Saluran pencernaan

Lambung (Sebagian kuman mati oleh asam lambung)

Malaise Napsu makan turun  nutrisi kurang


Nyeri Abdomen Infeksi usus halus (ileum) Nausea + Vomitus

INFLAMASI
Peristaltik usus turun

Pembuluh Limfe Bising usus turun


(Plaq Payeri)
Konstipasi
Bakteri masuk ke aliran darah
(Bakteri Primer)
Komplikasi intestinal :
Perdarahan usus
Bakteri yang tidak difagosit Perforasi usus
masuk kehati dan limfa Peritonitis

Hepatosplenomegali

Inkubasi 5-9 hari

Masuk ke dalam darah


(Bakterimia Sekunder)
ENDOTOKSIN EKSOTOKSIN

Peradangan lokal meningkat Peningkatan C-ARP didalam


Kripta usus
Pelepasan zat pirogen
dalam darah Elektrolit dan air keluar ke
lumen intestinal
Hipotalamus
DIARE
Gangguan termoregulasi

Suhu tubuh naik


demam (Hipertrmi)

 Anamnesis Demam Thypoid


o Tanda dan Gejala :
1. Masa Inkubasi : 10-14 hari, Asimptomatik
2. Fase Invasi : Demam ringan, naik bertahap, terkadang suhu malam
lebih tinggi dibandingkan pagi hari
 Gejala lain : nyeri kepala, rasa tidak nyaman di saluran cerna,
mual, muntah, nyeri perut, konstipasi, anoreksia
3. Akhir minggu pertama : Demam mencapai suhu tinggi konstan sampai
minhhu ke-3, bradikardi relatif, perut kembung, hepatomegali,
Splenomegali, lidah thypoid, diare, konstipasi, derilium
4. Stadium Evolusi : Demam turun perlahan, bisa dijumpai penurunan
kesadaran, kejang, ikterik, komplikasi perforasi usus
 Pemeriksaan penunjang
o Darah tepi perifer
 Anemia
 Leukopenia
 Limfositosis Relatif
 Trombositopenia
o Serologi
 Kenaikan titer S. Thypi titer O 1/60 dan H 1/60
 Kadar IgM dan IgG (Thypi –dot)
o Pembiakan salmonella
 Biakan darah : minggu 1-2
 Biakan tinja : minggu 2-3 Salmonella
 Biakan urin : minggu 3-4
o Pemeriksaan Radiologi
 Komplikasi : Pneumonia
 Peritonitis : Distribusi udara tidak merata, air fluid level
 Tatalaksana
o Suportif : tirah baring, isolasi memadai, kebutuhan cairan dan kalori cukup
o Medikamentosa :
 Antibiotik Lini I : Kloramfenikol 50 – 100 mg/kgBB/hari PO (10-14 hari)
Amoxicilin 100 mg/kgBB/hari PO/IV (10 hari)
Kotrimoksazol 6-8 mg/kgBB/hari (10 hari)
 Antibiotik Lini II : Ceftriakson 80 mg/kgBB/kali PO 5 hari
Kotrikosteroid pada kasus berat
Dexamethasone 1-2 mg/kgBB/hari IV, dibagi 3 dosis hingga kesadaran
membaik
o Bedah : Diperlukan pada penyulit perforasi
o Diit makanan lunak
 Indikasi Rawat Inap :
o Demam thypoid berat harus dirawat di RS
 Cairan dan kalori : pada demam tinggi, muntah, diare
 Pada enchepalopati : kebutuhan cairan turun
 Antipiretik : jika demam >39oC
 Diet
 Tranfusi darah
 Pasien dapat pulang :
o Tidak demam 24 jam tanpa antipiretik
o Nafsu makan membaik
o Perbaikan klinis
o Tidak dijumpai komplikasi
 Penyulit :
o Intra intestinal : perforasi usus / perdarahan sal. Cerna
o Ekstra intestinal : Tifoid ensefalopati, hepatitis tifosa, meningitis pneumonia,
syok septik, pielonefritis, endokarditis, osteomielitis
 Pencegahan :
o Memperhatikan kualitas makanan
o Memasak / minum suhu tinggi hingga matang
o Hygienitas, pengaturan pembagian sampah
o Tidak jajan sembarangan
o imunisasi