Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM PERSIAPAN PERTENUNAN

PENGHANIAN (WARPING)

Disusun oleh :

Nama : Wilujeng Chintia Islami

NPM : 17010088

Group : 1T4

POLITEKNIK STTT
BANDUNG
2018
MAKSUD DAN TUJUAN
1. Dapat membuat rencana hani kain polos dan bercorak.
2. Dapat melakukan proses penghanian dengan baik dan benar.
TEORI DASAR
Proses penghanian adalah suatu proses mengubah bentuk gulungan benang-benang tunggal
menjadi lembaran-lembaran benang yang terdiri dari ratusan helai benang yang terdiri dari
ratusan helai benang yang selanjutnya digulung pada beam lusi secara sejajar. Jumlah benang
lusi yang ada pada creel menunujukkan jumlah benang lusi yang ditarik dalam satu kali
penarikan yang selanjutnya jumlah penarikan disesuaikan dengan jumlah
total benang lusi yang dibutuhkan.
Tujuan dari proses penghanian yaitu untuk menggulung benang kedalam boom lusi/tenun, yaitu
boom yang akan dipasang pada mesin tenun, denagn bentuk gulungan sejajar. Benang yang akan
digulung dapat berasal dari bobin kerucut, bobin cakra atau bobin silinder, yang ditempatkan di
creel. Apabila jumlah benang lusi yang akan ditenun sedikit, misalnya untuk membuat
permadani atau pita, maka benang lusi tidak perlu digulung pada boom tenun/tidak perlu dihani,
tetapi dapat langsung ditarik dari creel dan terus ditenun, asal jumlah lusinya lebih kecil atau
paling banyak sama
dengan kapasitas creel.
PROSES PENGHANIAN
Cara Penghanian benang lusi ditinjau dari segi kekuatan utnuk ditenun, ada yang sudah
mememenuhi syarat, misalnya benang double, dan ada juga yang belum memnuhi syarat,
misalanya benang single. Karena itu benang single harus diperkuat dulu/dikanji sebelum ditenun.
Berdasarkan keadaan tersebut, maka cara penghanian dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Penghanian langsung dari bobin yang ditempatkan di creel, tanpa melalui larutan kanji.
b. Penghanian sementara, yaitu menghani langsung dari bobin yang ditempatkan di creel, ke
intermediate beam/voor boom/ warp beam atau boom hani, kemudian dari beberapa boom hani
digulung kembali ke boom tenun dengan melalui larutan kanji.
c. Penghanian sementara, yaitu menghani langsung dari bobin-bobin yang ditempatkan di creel
ke boom hani setelah melewati larutan kanji. Kemudian dari beberapa boom hani (warp beam)
dilakukan penggulungan/penyatuan ke boom tenun. Pada proses penghanian dilakukan proses
penggulungan benang dengan panjang tertentu, lebar tertentu, jumlah lusi tertentu dan tegangan
lusi yang sama. Yang kesemuanya hal tersebut disesuaikan dengan raportt hanian atau harus
sesuai dengan persyaratan dari kain yang akan ditenun.
Persyaratan pada boom tenun yang siap/baik untuk digunakan:
a. Benang-benang yang digulung harus sama panjang.
b. Letak benang-benang yang digulung harus sejajar.
c. Benang yang digulung pada boom tenun harus penuh.
d. Lebar beanng pada boom tenun harus lebih lebar sisir.
e. Panjang benang harus lebih panjang dari panjang kain yang akan ditenun.
f. Permukaan benang pada boom tenun harus rata.
g. Cakra boom tidak boleh miring.

Penghanian Corak
Kain corak yang dimaksud disini adalah kain yang bercorak ke arah lusi, karena kain yang
bercorak ke arah pakan ditentukan oleh pergantian warna dari benang pakannya. Pembuatan kain
bercorak memerlukan kecermatan dalam pemasangan dan pengaturan bobin-bobin benang
berwarnanya. Perlu diperhatikan jumlah corak dalam satu raportnya untuk menentukan
pemasangan bobin pada rak creelnya.
Penghanian Pembuatan Kain Corak dengan Mesin Hani Seksi
Proses pembuatan kain corak, pada prinsipnya hampir sama dengan pembuatan kain polos. Akan
tetapi pada kain corak ini pemasangan bobin-bobin lusi yang berwarna harus diatur sesuai
dengan corak lusi yang direncanakan. Pada penghanian kain corak dikenal istilah jumlah corak
dalam satu raport, yang ditunjukkan dengan jumlah komposisi warna dalam perulangan terkecil
komposisi warna tersebut. Dalam satu raport corak, kita bisa menghitung jumlah lusi tiap warna
dan jumlah lusi total yang dibutuhkan untuk membuat satu corak raport tersebut. Dari sini kita
bisa mengetahui jumlah raport corak yang ada pada selebar kain dengan terlebih dahulu
menghitung jumlah lusi total (Total End), yaitu dengan membagi jumlah lusi total dengan jumlah
lusi dalam satu raport corak. Untuk menghitung jumlah lusi total pada kain corak, tidak berbeda
dengan penghanian polos yaitu dengan menghitung tetal lusi dalam kain dengan tidak
memperhitungkan warna dari benang lusi tersebut yang selanjutnya di kalikan terhadap lebar
kainnya.Untuk menghitung kebutuhan benang lusi tiap warna, pada prinsipnya kita harus
mencari kebutuhan lusi secara total. Selanjutnya, untuk menghitung kebutuhan warna, kita
hitung jumlah helai warna yang akan kita hitung tersebut, kemudian kebutuhan warna adalah
perbandingan berat lusi warna tertentu dengan berat lusi total. Untuk menghindari cacat akibat
salah corak, jumlah bobin-bobin lusi pada creel hani tidak perlu berorientasi pada maksimalisasi
creel terpasang yang akan beresiko terjadinya cacat.Kain corak yang biasa kita temui, dapat
berupa kain-kain kemeja kotak-kotak, kemeja garis-garis kearah lusi, kain cele, kain sarung dan
lain-lain. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan tekstil, ditemukan cara membuat kain corak
dengan bahan-baku benang yang berbeda jenisnya, sehingga pada proses pertenunan tampak
seperti kain polos akan tetapi setelah diproses dengan zat warna tertentu kain akhir akan bercorak
baik kearah lusi maupun ke arah pakan.
ALAT DAN BAHAN

1. Srung corak
2. Jarum
3. Lup dengan alat pengukur
4. Alat tulis

CARA KERJA

a Siapkan sarung yan akan diamati


b Letakkan sarung ditempat yang terang dan datar
c Hitung tetal lusi dan pakan menggunakan lup dengan alat pengukurnya satu persatu
menggunakan jarum kemudian catat hasilnya
d Hitung banyaknya benang tiap warna per corak kemudian catat hasilnya
e Hitung pengamatan sesuai yang yang telah diamati
DATA PERHITUNGAN
KESIMPULAN

Dalam praktikum kali ini dibutuhkan ketelitian dan kesabaran saat mencari tetal lusi dan
coraknya menggunakan lup, karena jika terlalu lama mecari tetal lusi efisien waktu akan
berkurang.

Lusi:

1. Corak warna lusi: 56 helai inchi


2. Berat total corak: 0,11 kg
3. Berat total lusi satu sarung: 7,04 kg
4. Berat corak merah 0,1 kg
5. Berat cream: 0,067 kg
6. Berat coklat: 0,04 kg
7. Berat biru: 0,02 kg

Pakan:

1. Corak warna pakan: 54 helai inchi


2. Berat total pakan percorak: 0,002 kg
3. Berat pakan satu sarung: 0,08 kg
4. Berat corak merah: 0,0013 kg
5. Berat cream: 0,0012 kg
6. Berat coklat: 0,0002 kg
7. Berat biru: 0,064 kg

DAFTAR PUSTAKA

1. http://ayyub-textile.blogspot.co.id/2018/02/bab-i-pendahuluan-1.html
2. https://dokumen.tips/documents/penghanian.html