Anda di halaman 1dari 2

Judul : Proses Pengawetan Sari Buah Apel (Mallus Sylvestris Mill) Secara Non-

Termal Berbasis Teknologi Oscillating Magneting Field (Omf)


Penulis : Elok Kurnia Novita Sari*, Bambang Susilo, Sumardi Hadi Sumarlan
Tahun : 2017
Jurnal : Jurnal Teknologi Pertanian
Vol : 13
No : 2
Pendahuluan

Apel (Malus sylvestrisc Mill) adalah tanaman buah yang berasal dari
subtropis. Salah satu produk olahan apel yaitu sari apel. Sari apel merupakan salah
satu produk olahan yang memiliki umur simpan rendah, apabila disimpan dalam suhu
ruang. Oleh karenanya, hampir sebagian besar prosuk sari apel menambahkan bahan-
bahan tambahan sebagai pengawet dan melakukan pasteurisasi.
Pengawetan sari buah yang dilakukan pada saat ini menggunakan pasteurisasi
termal dengan pemanasan sari buah pada suhu 76-87,7◦C. Proses tersebut ternyata
tidak hanya dapat menonaktifkan mikroorganisme pathogen sari buah, tetapi juga
dapat merusa kandungan gizi yang terkandung, kehilangan vitamin, kehilangan
nutrisi esensial, perubahan warna, bau dan rasa. Oleh karena itu perlu diadakan
penelitian dengan metode tanpa panas (non-thermal).
Metode non-thermal yang dikembangkan adalah penggunaan osilasi medan
magnet (Oscillating Magnetic Field/OMF) yang merupakan proses pengolahan bahan
pangan berdasarkan pada aplikasi efek osilasi elektromagnetik terhadap pertumbuhan
dan perkembangan mikroorganisme. Getaran medan magnet yang besar dapat
menghambat pertumbuhan dan reproduksi mikroorganisme.
Berdasarkan fakta tersebut, maka perlu dilakukan penelitian proses
pengawetan sari apel menggunakan teknologi osilasi medan magnet. Penelitian ini
bertujuan untuk mendesain dan melakukan uji coba serta mempelajari proses
pasteurisasi pada sari apel berbasis teknologi medan magnet. Dengan adanya
penelitian tersebut nantinya dapat diaplikasikan untuk menonaktifkan jamur yang
bersifat pathogen

Bahan dan Metode

Alat yang digunakan adalah adaptor, instrument penghasil medan magnet,


multimeter, rangkaian pewaktu, osiloskop, refraktometer, visco-meter, pH meter,
thermometer, teslameter, blender, gelas ukur, kain saring, dan wadah bahan. Bahan
yang digunakan adalah sari apel murni dari varietas Rome beauty. Metode yang
digunakan adalah metode eksperimen yaitu dengan melakukan percobaan dan
memperoleh data yang diperlukan.
Pengujian yang dilakukan adalah sebagai berikut. Pengujian total mikrob
dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan alat pasteurisasi dengan osilasi
medan magnet dalam menginaktfikan mikroorganisme sari apel. Pengamatan
kandungan vitamin C bertujuan untuk mengetahui apakah proses osilasi dapat
menyebabkan kerusakan vitamin C. Pengukuran total padatan terlarut untuk dapat
mengetahui waktu mulai terjadinya kerusakan sari buah apel. Pengujian yang terakhir
adalah Uji Organoleptik .
Desain perancangan alat terdiri dari empat komponen utuama. Komponen
pertama adalah sumber tegangan DC berupa adaptor yang dapat memghasilkan
tegangan 100 V dan 130 V. Selanjutnya adalah komponen instrument penghasil
medan magnet yang dirancang agar dapat dilalui tegangan masukan hingga 240 V.
komponen yang ketiga adalah ruang perlakuan (Treatment Chamber) yang terbuat
dari bahan stainless steel dan mampu menampung sari apel sebanyak 200 ml.
komponen yang terakhir adalah rangkaian pewaktu yang terdiri dari timer tipe Omron
dan sebuah relay.