Anda di halaman 1dari 20

BEST PRACTISE

LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN


PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN(PKP) BERBASIS ZONASI
TAHUN 2019

Disusun Oleh

RACHMAT,S.Pd
Kelas: 320201.3204.43180.A
BEST PRACTISE

LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENINGKATAN


KOMPETENSI PEMBELAJARAN(PKP) BERBASIS ZONASI
TAHUN 2019

Disusun Oleh

RACHMAT,S.Pd
Kelas: 320201.3204.43180.A

PUSAT BELAJAR
SMP NEGERI 1 MAJALAYA
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENINGKATAN


KOMPETENSI PEMBELAJARAN(PKP) BERBASIS ZONASI
TAHUN 2019

Nama : Rachmat.S.Pd

Asal sekolah : SMP Negeri 1 Solokanjeruk Kabupaten Bandung

Telah disetujui dan disahkan pada /oleh:

Hari :

Tanggal : …. Nopember 2019

Mengetahui,

Pengawas Pembina, Kepala SMPN 1 Solokanjeruk

Drs.Wawan Kuswanto,M.Si Dedi Subarna,S.Pd,M.Si


NIP.19640607 198305 1 001 NIP.19620515 198204 1 001

i
BIODATA PENULIS

1 Nama Rachmat,S.Pd

2 NIP 19690913 199302 1 001

3 NUPTK 3245747650200043

4 Jabatan Guru SMP Negeri 1 Solokanjeruk Kab Bandung

5 Pangkat /Golongan Pembina Tk.I/IV b

6 Tempat/Tanggal Lahir Bandung,13 September 1969

7 Jenis Kelamin Laki-Laki

8 Agama Islam

9 Pendidikan Terakhir S1

10 Program Studi Pendidikan Matematika

11 Unit Kerja SMP Negeri 1 Solokanjeruk Kab Bandung


Kavling Griya Pesona RT.04/09 Baranangsiang
12 Alamat Rumah
Kecamatan Ciparay

ii
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim,

Alhamdulillahirabbill’alamin,segala puji hanya milik Allah yang maha


Rahman Rahim,sehinggga tugas laporan Best Practice ini dapat terselesaiakan sesuai
waktu yang telah ditargetkan, laporan ini berjudul “ Kegiatan Pendidikan Dan
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) Berbasis Zonasi.
Adapun maksud dari pembuatan laporan ini untuk melengkapi Tugas LK-9
yang sudah diprogramkan dari akhir pada kegiatan Pelatihan Peningkatan
Kompetensi Pembelajaran(PKP) Berbasis Zonasi.
Dengan segala kerendahan hati penyusun menyadari bahwa penulisan
laporan Best Practice ini memungkinkan terjadi kesalahan maupun kekurangan
sehingga jauh dari sempurna.
Dalam penyusunan Best Practice penulis banyak menerima bantuan dan
bimbingan dari berbagai pihak.Oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan
terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada:
1. Bapak Jajang Juhana,S.Pd sebagai guru inti Mata pelajaran Matematika gugus
SMP Negeri 1 Majalaya
2. Bapak Dedi Subarna,S.Pd,M.Si selaku Kepala SMP Negeri 1 Solokanjeruk
Kabupaten Bandung yang telah memberikan izin untuk melaksanakan Pelatihan
PKP
3. Rekan-rekan guru yang mengikuti pelatihan PKP Pusat Belajar SMP Negeri 1
Majalaya
4. Kepada pihak lain yang tidak dapat penulis sebut satu persatu,terima kasih atas
semua kerjasama dan partisipasinya.
Penulis berharap mudah-mudahan laporan ini bermanfaat bagi penulis
sendiri dan umumnya bagi yang sempat membacanya.Semoga Allah Yang Maha
Rahman Rahim memberikan jalan terbaik kepada kita semua.

Bandung, November 2019

Penulis

iii
DAFTAR ISI

1. Lembar Pengesahan…………………………………………………………………….. i
2. Biodata Penulis……………………………………………………………………………ii
3. Kata Pengantar……………………………………………………………………………iii
4. Daftar Isi……………………………………………………………………………………iv
5. Daftar Lampiran…………………………………………………………………………...v
6. BAB I………………………………………………………………………………………..1
7. Latar Belakang Masalah………………………………………………………………….1
8. JenisKegiatan………………………………………………………………………2
9. ManfaatKegiatan…………………………………………………………………..2
10. BAB II……………………………………………………………………………………….3
11. Tujuan Dan Sasaran……………………………………………………………………….3
12. Bahan / Materi Kegiatan………………………………………………………………….3
13. Metode/cara pelaksanaan kegiatan……………………………………………………..4
14. Alat/Instrumen……………………………………………………………………………5
15. Waktu Kegiatan……………………………………………………………………………5
16. BAB III………………………………………………………………………………………7
17. Hasil…………………………………………………………………………………………7
18. Masalah yang dihadapi…………………………………………………………………...9
19. Cara mengatasi masalah………………………………………………………………….10
20. BAB IV………………………………………………………………………………………11
21. Simpulan……………………………………………………………………………………11
22. Rekomendasi……………………………………………………………………………….11
23. Lampiran……………………………………………………………………………………13

iv
DAFTAR LAMPIRAN

1. Jadwal Diklat PKP 2019


2. Nama Peserta PKP 2019

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang masalah


Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan dasar dan
menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan
keberhasilan peserta didik sehingga menjadi faktor yang menentukan
peningkatan kualitas Pendidikan di sekolah
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui
Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi merupakan
salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui
Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan
peserta didik. Program ini dikembangkan mengikuti arah kebijakan
Kemendikbud yang menekankan pada pembelajaran berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills
(HOTS).Keterampilan berfikir untuk meningkatkan efesiensi, efektifitas ,serta
pemerataan mutu Pendidikan,maka pelaksanaan Program PKP
mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah
Zonasi.Melalui langkah ini ,pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) ,
Musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) SMP yang selama ini dilakukan
melalui Gugus atau Rayon dalam Zonasinya, dapat terintegrasi melalui
pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan
keseimbangan dan keragaman mutu Pendidikan di lingkungan
terdekat,seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru,capaian nilai
rata-rata UN/USBN sekolah atau pertimbangan mutu lainnya.

1
B. JenisKegiatan

Program Pengembangan Keprofesian berkelanjutan (PKB) melalui


Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi merupakan
salah satu upaya kementerian Pendidkan dan kebudayaan melalui Direktorat
Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran dan meningkatkan kualitas lulusan.Program ini dikembangkan
mengikuti arah kebijakan kemendikbud yang menekankan pada
pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau
Higher Order Thinking Skills (HOTS) keterampilan berfikir tingkat tinggi
adalah proses berfikir kompleks dalam menguraiakan materi membuat
kesimpulan.

Penyiapan Program PKP mempertimbangkan pendekatan wilayah


(Zonasi) yang dilaksanakan oleh Ditjen GTK mulai penyususnan Pedoman
Program PKP berbasisZonasi.

Pelasanaan Program PKP berbasis Zonasi dirancang dalam bentuk


pelatihan berjenjang mulai dari Pembekalan Nara sumber, Guru inti dan
Pelatihan guru sasaran dengan Pola In-On-In.

C.ManfaatKegiatan

Manfaat Program PKP Berbasis Zonasi adalah sebagai berikut:

a.Membiasakan guru untuk membuat pembelajaran yang berorientasi pada


keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai dari perencanaan, pelaksanaan
hingga penilaian.
b.Membiasakan siswa untuk berpikir tingkat tinggi sehingga dapat
meningkatkan Kompetensi
c. Memberikan acuan kepala Sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik.

2
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A.Tujuan Dan Sasaran

Setelah mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP),


peserta pelatihan diharapkan mampu menganalisis dan melaksanakan strategi
mengajar dengan aktivitas pembelajaran yang telah dirancang sehingga
membantu tercapainya kompetensi peserta pelatihan dalam mengembangkan
desain pembelajaran dan penilaian berorientasi Higher order Thinking Skills
(HOTS) yang terintegrasi 5 unsur pertama penguatan pendidikan karakter (PPK)
dan literasi dalam rangka mencapai kecepatan abad 21. Dan untuk meningkatkan
kompetensi siswa melalui pembinaan guru dalam merencanakan,melaksanakan
sampai dengan kegiatan mengevaluasi pembelajaran yang berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Sasaran program PKP berbasis Zonasi adalah guru pada semua jenjang
satuan pendidikan mulai TK/TKLB,SD/SDLB/SMP/SMPLB,SMA/SMALB,dan
SMK/SMKLB.

B.Bahan /Materi Kegiatan

Untuk mendukung terselengganya program ini secara maksimal,maka


diperlukan adanya perangkat yang dapat dijadikan oleh guru sebagai referensi
dalam merencanakan,melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran.

Adapun materi/bahan yang harus dikerjakan pada kegiatan pelatihan PKP


diantaranya:

 Mengisi Penilaian diri berupa instrument Penilaian berdasarkan


pengalaman masing-masing
 Menganalisis Video pembelajaran dengan cara mengamati Video
pembelajaran HOTS materi Mean dan Modus Mapel Matematika
jenjang SD dengan cara mengisi format yang sudah disiapkan.
3
 Menganalisis unit Pembelajaran Ke-1 mengenai Himpunan Kelas VII
dan pembelajaran ke-2 persamaan garis lurus kelas VIII.
 Merencanakan membuat kisi-kisi penulisan soal bentuk PG dan soal
Uraian soal tersebut dianalisis sesuai format yang sudah di buat
/direncanakan.
 Pembuatan perencanaan RPP untuk materi kelas VII tentang
Himpunan dan Materi kelas VIII tentang Persamaan garis lurus.
 Kegiatan mereviu RPP yang dilaksanakan oleh teman sejawat untuk
materi Kelas VII tentang Himpunan dan materi kelas VIII tentang
Persamaan garis lurus.
 Mengisi Jurnal Praktek mengajar yang dilaksanakan pada kegiatan on-
2 materikelas VII tentang Himpunan dan Materikelas VIII tentang
persamaan garis lurus.
 Mengisi format catatan refleksi LK yang sudah di laksanakan
 Membuat tugas akhir berupa laporan Best Practice Selama kegiatan
pendidikan dan pelatihan PKP

C.Metoda /Cara Melaksanakan Kegiatan

Kegiatan PKP berbasis Zonasi dilaksanakan dengan pola pembagaian sebagai


berikut :

1. Pelaksanaan in (in Service Learning)


Pada kegiatan ini peserta pelatihan dan fasilitator (guru inti) akan
melakukan pertemuan tatap muka di Pusat Belajar (di SMP Negeri 1
Majalaya).Selama kegiatan ini partisipasi dan sikap peserta selama
kegiatan berlangsung di nilai oleh Fasilitator sebagai salah satu unsur
penilaian kegiatan peningkatan kompetensi pembelajaran berbasis Zonasi.
Hasil yang diharapkan selama kegiatan ini disesuaikan dengan materi
yang disampaikan, baik teori maupun praktik,serta tagihan yang harus
dikerjakan oleh peserta.

4
2. Pelaksanaan On (On the Job Learning)
Peserta On adalah guru yang telah mengikuti kegiatan in.1 dan in 2 setiap
kegiatan on dilakukan di sekolah masing-msing selama 1 minggu

D.Alat /Instrumen

Pada pelaksanaa kegiatan pelatihan PKP digunakan alat/Intrumen di


antaranya berupa:

 Pembelajaran Lewat Online yaitu kelas pendamping online akan


dimanfaatkan peserta dengan cara masuk online melalui SIM PKB dengan
menggunakan user name (nomor UKG) dan Password yang telah
diberikan untuk mengakses SIM PKB.
 Pembelajaran pendampingan online, kelas pendampingan online merupakan
kelas online yang telah dikembangkan berdasarkan pola pembelajaran in-on-
in dengan kegiatan in-1,in-2,on-1,in-3,on-2,in-4,on-3 dan in-5.

E.Waktu dan Tempat Kegiatan

Waktu Kegiatan

Jadwal Pelaksanan kegiatan In Pada PKP Berbasis Zonasi dibuat Jadwal kegiatan
sebagai berikut:

Kegiatan In 1 In 2 In 3 In 4 In 5
Hari Sabtu Sabtu Sabtu Sabtu Sabtu
Tanggal 12-10-2019 19-10-2019 26-10-2019 2-11-2019 9-11-2019
1 07.30-08.15 A1 A4 A7 A9 A12
2 08.15-09.00 A1 A4 A7 A9 A12
3 09.00-09.45 A2 A4 A7 A9 A12
09.45-10.00 Istirahat
4 10.00-10.45 A2 A5 A7 A10 A12
5 10.45-11.30 A2 A5 A8 A10 A12
11.30-12.30 Istirahat
6 12.30-13.15 A2 A5 A8 A10 A12
7 13.15-14.00 A3 A5 A8 A10 A12
8 14.00-14.45 A3 A5 A8 A10 A12
14.45-15.15 Istirahat
9 15.15-16.00 A3 A6 A8 A11 A13
10 16.00-16.45 A3 A6 A8 A11 A13
11 16.45-17.30 A3 A6
Keterangan : Untuk Kode materi terlampir pada jadwal

Tempat Kegiatan
Kegiatan In 1 sampai dengan In 5 dilaksanakan di SMP Negeri 1 Majalaya
Kabupaten Bandung sebagai Pusat Belajar dengan kelas 320201.3204.43180.A. Dan
Kegiatan On1,on 2 dan On 3 dilaksanakan di sekolah induk masing-masing.

6
BAB III

HASIL KEGIATAN

A. Hasil
Diimplementasikannya kurikulum 2013 (K-13) membawa konsekuensi
guru yang harus semakin berkualitas dalam melaksanaan kegiatan
pembelajaran. Karena K-13 mengamanatkan penerapan pendekatan saintifik
(5M) yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi,
menalar/ mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Lalu optimalisasi peran
guru dalam melaksanakan pembelajaran abad 21 dan HOTS (Higher Order
Thinking Skills).
Selanjutnya ada integrasi literasi dan Penguatan Pendidikan Karakter
(PPK) dalam proses belajar mengajar (PBM). Pembelajaran pun perlu
dilaksanakan secara kontekstual dengan menggunakan model, strategi,
metode, dan teknik sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) agar
tujuan pembelajaran tercapai.Pembelajaran abad 21 secara sederhana
diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan abad 21 kepada
peserta didik, yaitu 4C yang meliputi: (1) Communication (2) Collaboration,
(3) Critical Thinking and problem solving, dan (4) Creative and Innovative.
Berdasarkan Taksonomi Bloom yang telah direvisi oleh Krathwoll dan
Anderson, kemampuan yang perlu dicapai siswa bukan hanya LOTS (Lower
Order Thinking Skills) yaitu C1 (mengetahui) dan C-2 (memahami), MOTS
(Middle Order Thinking Skills) yaitu C3 (mengaplikasikan) dan C-4
(mengalisis), tetapi juga harus ada peningkatan sampai HOTS (Higher Order
Thinking Skills), yaitu C-5 (mengevaluasi), dan C-6 (mengkreasi).
Penerapan pendekatan saintifik, pembelajaran abad 21 (4C), HOTS,
dan integrasi literasi dan PPK dalam pembelajaran bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan dalam rangka menjawab tantangan, baik
tantangan internal dalam rangka mencapai 8 (delapan) SNP dan tantangan
eksternal, yaitu globalisasi.
7
Melalui berbagai pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) K-13 yang
telah dilakukan selama ini diharapkan mampu mengubah paradigma guru,
juga meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Pendekatan
saintifik, pembelajaran abad 21 (4C), HOTS, integrasi literasi dan PPK, dan
pembelajaran kontekstual sebenarnya bukan hal yang baru bagi guru. Secara
sadar ataupun tidak sebenarnya sudah hal tersebut dilakukan, hanya dalam
K-13 lebih ditegaskan lagi untuk dilaksanakan pada PBM, dan hasilnya
dilakukan melalui penilaian otentik yang mampu mengukur ketercapaian
kompetensi siswa.
` Hasil yang dapat dilaporkan dari kegiatan PKP berbasis zonasi ini
dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kegiatan pembelajaran yang diawali dengan pendahuluan dengan
memperhatikan rasa Religius (berdoa) dan nasionalisme (menyanyikan
lagu nasionalisme) yang merupakan aspek dari PPK membuat siswa
menjadi lebih semangat untuk mengikuti proses pembelajaran.
2. Proses pembelajaran matematika dengan menerapkan model
pembelajaran Problem Based Learning berlangsung aktif. Peserta didik
menjadi aktif merespon pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan
pertanyaan pada guru maupun temannya. Aktifitas pembelajaran yang
dirancang sesuai sintak PBL mengharuskan siswa aktif selama proses
pembelajaran.
3. Pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Problem
Based Learning meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan
Transfer Knowledge. Diawali dengan mencermati masalah yang disajikan,
peserta didik terdorong untuk mencari penyelesaian dari berbagai sumber
baik itu dari buku paket, teman diskusi, maupun dari guru. Sehingga
dengan begitu keterampilan berpikir kritis dan kreatif pun dapat muncul.

8
4. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan
kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Hal ini dapat dilihat dari tingkat
partisipasi peserta didik untuk bertanya dan menaggapi materi yang
dibahas dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran sebelumnya yang
dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana kelas cenderung sepi
dan serius. Peserta didik cenderung bekerja sendiri dan berlomba dalam
mengerjakan tugas yang diberikan guru. Fokus guru adalah bagaimana
siswa dapat menyelesaikan soal yang diberikan, kurang peduli pada
proses berpikir siswa. Tidak hanya itu, materi pembelajaran yang selama
ini disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan ceramah materi yang
akan dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasan) membuat siswa
cenderung menghapalkan teori atau rumus. Pengetahuan yang diperoleh
siswa adalah apa yang diajarkan oleh guru.
Berbeda kondisinya dengan pembelajaran berorientasi HOTS
dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning.
Dalam pembelajaran ini pemahaman siswa tentang himpunan dan
persamaan garis lurus benar-benar dibangun oleh siswa melalui
pengamatan dan diskusi yang menuntut kemampuan siswa untuk
berpikir kritis.
5. Penerapan model pembelajaran berorientasi HOTS dengan menggunakan
model pembelajaran Problem Based Learning meningkatkan kemampuan
perserta didik dalam memecahkan masalah(Problem Solving). Hal ini
dapat dilhat dari kemampuan peserta didik dalam mencari penyelesaian
dari masalah yang diberikan kemudian menuangkannya pada LKPD.
B. Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa
belajar dengan model PBL. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan
yang baik guru selalu mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa
lebih percaya diri menghadapi ulangan (penilaian) setelah mendapat
penjelasan guru melalui ceramah.
9
Masalah lainnya adalah guru tidak mempunyai kompetensi yang
memadai untuk membuat video pembelajaran. Padahal selain sebagai
media pembelajaran,. Video juga merupakan bentuk teks audiovisual
yang juga harus disajikan sesuai dengan rumusan KD.

C. Cara Mengatasi Masalah


Agar siswa yakin bahwa pembelajaran tematik dengan PBL dapat
membantu mereka lebih menguasai materi pembelajaran, guru memberi
penjelasan sekilas tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar
berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order
thinking skills/HOTS).
Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya HOTS ajkan
membuat siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu,
kesadaran bahwa belajar bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan
membuat siswa mau belajar dengan HOTS.
Kekurangmampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi
dengan mengunduh video sesuai dengan KD yang akan dibelajarkan baik
dari youtube maupun dari Rumah Belajar. Dengan demikian, selain
menerapkan kegiatan literasi baca = tulis, siswa juga dapat meningkatkan
literasi digitalnya.

10
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Pembelajaran dengan model Discovery Learning merupakan salah satu
alternative yang dijadikan best practice yang beroreintasi HOTS karena
dapat meningkatkan hasil belajar yaitu kemampuan dalam menggali
informasi dan pemecahan masalah (Problem Solving) , keterampilan
berkomunikasi (communication), keterampilan bekerja sama (collaborative),
kemampuan transfer knowledge, ketrampilan berpikir kritis dan kreatif
(critical and creative).
2. Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun
dengan mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan
karakter (PPK) dan kecakapan Abad 21 secara sistematis dan cermat
menjadi salah satu faktor utama peningkatan hasil belajar

B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik (best practice) pembelajaran di SMP Negeri 1
Solokanjeruk dengan pendekatan saintifik melalui model pembelajaran
Discovery Learning , disampaikan beberapa rekomendasi sebagi berikut :
1. Peserta didik diharapkan untuk dapat menerapkan dan mengembangkan
kemampuan berfikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada
hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu peserta
didik menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama
(tidak mudah lupa)
2. Peserta didik diharapkan bisa menerapkan dan mengembangkan
keterampilan abad 21 sebagai bekal untuk menghadapi perkembangan
zaman yang semakin cepat.

11
3. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku
siswa dan buku guru saja, tetapi harus berani melakukan inovasi
pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan kebutuhan , situasi dan
kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna

12
LAMPIRAN

13