Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pakan atau makanan merupakan salah satu komponen terpenting untuk
kehidupan suatu organisme atau makhluk hidup, dimana pakan atau makanan
tersebut merupakan salah satu penghasil energi untuk melakukan segala aktifitas,
dalam hal ini terhadap kelangsungan hidup organisme akuatik, salah satunya yaitu
ikan yang masih dalam tahap benih. Ukuran tubuh ikan yang masih benih, tentunya
untuk pakannya sendiri, harus sangat memerlukan tekstur pakan yang sangat kecil
dengan kata lain harus memerlukan pakan yang sesuai dengan bukaan mulut ikan,
baik itu pakan buatan seperti pelet maupun pakan hidup atau alami seperti plankton
dan organisme mikroskopis lainya (Djariah 2003)
Umumnya, khususnya dalam budidaya ikan, untuk pemberian pakannya
sendiri dalam hal ini terhadap benih ikan yaitu dengan menggunakan pakan hidup,
salah satu contohnya yaitu pakan Artemia sp. Artemia sp. merupakan pakan alami
yang sangat penting dalam pembenihan ikan laut, krustacea, ikan konsumsi air
tawar dan ikan hias. Ini terjadi karena Artemia sp. memiliki gizi yang tinggi, serta
ukurannya sesuai dengan bukaan mulut hampir seluruh jenis larva ikan
(Djarijah 2003).
Penetasan Artemia sp. secara langsung (non-dekapsulasi) dan pengkayaan
dengan probiotik. Suhu dan salinitas merupakan salah satu faktor fisik yang paling
penting dalam kehidupan laut. Sering kali ada hubungan yang kompleks antara dua
faktor, dimana suhu dapat memodifikasi efek salinitas sehingga mengubah batas
toleransi salinitas dari suatu organisme (Kinne 1963). Faktor – faktor yang
mempengaruhi kehidupan Artemia sp. Adalah salinitas, oksigen terlarut, suhu, pH,
aerasi. Salah satu keunggulan jasad renik ini adalah kemampuannya dalam
beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan , seperti suhu dan salinitas.
1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum budidaya pakan alami mengenai kultur Artemia sp.
dengan metode dekapsulasi bertujuan untuk :

1
1. Mengetahiui cara – cara pengkulturan Artemia sp. dengan proses langsung
(non-dekapsulasi) pada Artemia sebelum dilakukan pengkulturan.

2
2 Mengetahui pengaruh perlakuan pengkayaan dengan probiotik terhadap
tingkat penetasan kista Artemia sp. yang dikultur.

1.3 Manfaat
Manfaat dari praktikum budidaya pakan alami mengenai mengenai kultur
Artemia sp. secara langsung (non-dekapsulasi) dan pengkayaan dengan probiotik
adalah sebagai tambahan ilmu pengetahuan secara langsung kepada praktikan cara
penetatas Artemia sp. dan pengakayan dengan probiotik terhadap kultur Artemia sp.

3
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang didapatkan yang dilakukan
kelompok 1 mengenai kultur Artemia sp. dengan metode dekapsulasi :
1. Artemia sp. merupakan salah satu pakan alami yang memiliki protein tinggi,
Artemia sp. (nauplius) mengandung protein 42% dan Artemia sp. Dewasa
(biomassa) sampai 60% berat kering protein Artemia sp kaya akan asam
amino esensial dan dapat dibudidayakan dengan memanipulasi habitat
lingkungan hidup Artemia sp. sehingga kista atau telur dorman dapat
menetas.
2. Dengan metode penetasan secara langusng (non-dekapsulasi)
membutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses penetasan kista dan
pengkayaan dengan probiotik akan memperbanyak jumlah kista yang
menetas. Suhu dan salinitas yang tepat akan membantu mempercepat proses
penetasan.
3. Kelompok 1 setelah kultur selama 48 jam hanya mendapatkan hatching rate
sebesar 98,9% dengan ketelitian dan prosedur yang benar makan didapatkan
HR yang tinggi.

4. Pengkayaan dengan probiotik sangat berguna untuk menambah kehidupan,


ukuran dan keaktivan serta menambah daya tahan tubuh terhadap serangan
penyakit.

5.2 Saran
Dalam melakukan analis perlu penguasaan materi mengenai kultur Artemia
dengan metode secara langsung (non-dekapsulasi) dan pengkayaan dengan
probiotik harus teliti dalam proses atau tahapan yang dilakukan. Penggunaan bahan
yang bagus dan prosedur baik dan benar dapat menghasilkan hasil yang lebih baik.

4
DAFTAR PUSTAKA

Kinne, O 1963. The Effect of Temperature and Salinity on Marine and


Brackish Water Animals. 1. Temperature Oceanogr. Mar. Bid. Ann. Rev. 1, pp
301-340.

Djarijah, A. 2003. Pakan Alami. Yogyakarta : Kanisius.

5
6