Anda di halaman 1dari 14

KONSEP RENCANA PENGAWASAN

Proposal

Di susun oleh:
Ikhsan Sy, S.Pd
NIP. 197005231994031004

DINAS PENDIDIKAN

PROVINSI JAWA BARAT


2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa karena berkat

rahmat dan hidayah yang dilimpahkan-Nya, penulis dapat menyelesaikan menyusun

Proposal ini.

Dalam penyusunan Proposal ini penulis banyak menghadapi tantangan dan

rintangan, namun atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan niat tulus untuk terus

berusaha serta bantuan dari berbagai pihak, akhirnya Proposal ini terselesaikan dengan

baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis sampaikan rasa syukur dan ucapan

terima kasih kepada Bapak Kepala SMK Negeri 1 Garut dan Bapak Pengawas Pembina

SMK Negeri 1 Garut yang telah memberikan izin dan mendukung untuk terus maju dalam

pencalonan pengawas sekolah tahun ini, serta juga dukungan rekan-rekan guru yang saya

hormati dalam menyelesaikan proposal ini.

Semoga Allah Yang Maha Kuasa membalas segala kebaikan dan bantuan yang

telah diberikan kepada penulis dengan pahala yang berlipat ganda.

Akhirnya penulis berharap semoga Proposal ini dapat bermanfaat bagi penulis

khususnya dan umumnya bagi para pembaca.

Garut, Oktober 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1

B. Landasan Hukum ........................................................................... 1

C. Visi, Misi dan Tujuan Pengawasan ................................................ 2

D. Alur Kegiatan Pengawasan ............................................................ 3

E. Ruang Lingkup ............................................................................... 3

BAB II RENCANA PROGRAM PENG. PENGAWASAN ................. 5

A. Rencana Pengawasan dan Pengembangan...................................... 5

B. Instrumen Pengawasan ................................................................... 7

BAB III PENUTUP .................................................................................. 10


BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kemampuan seorang pengawas sekolah dalam menjalankan tugas pokok dan


fungsinya minimal mempunyai enam dimensi kompetensi, hal ini sesuai dengan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar
Pengawas Sekolah/Madrasah yang menegaskan bahwa seorang pengawas harus
memiliki 6 (enam) dimensi kompetensi minimal, yaitu kompetensi kepribadian,
supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian dan
pengembangan serta kompetensi sosial.
Unsur-unsur kegiatan dalam supervisi akademik dan manajerial terdiri atas: 1)
Penyusunan Program Supervisi; 2) Pelaksanaan Program Supervisi; 3) Evaluasi Hasil
Pelaksanaan Program Supervisi; 4) Membimbing dan Melatih profesional Guru, dan:
5) Melaksanakan tugas di daerah khusus.
Mengingat tugas, tanggung jawab, dan wewenang strategis pengawas sekolah,
maka agar pelaksanaan tugas berjalan secara optimal, efektif, dan efisien maka
mutlak diperlukan program pengawas yang realistis, implementatif dan sesuai
kebutuhan.

B. Landasan Hukum

1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP No.19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
4. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan
Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan
Profesor.
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar
Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah.
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar
Kompetensi Kepala Sekolah.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar
Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 jo. Nomor 11
Tahun 2008 tentang Serifikasi Guru Dalam Jabatan.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 30 tahun 2009 tentang Beban
Kerja Pengawas.
11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 15 tahun 2010 tentang Standar
Pelayanan Minimal.
12. Permeneg PAN dan RB Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional
Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.
13. Permeneg PAN dan RB Nomor 14 Tahun 2016Revisi atas Permeneg PAN dan
RB Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan
Angka Kreditnya.
14. Surat Edaran antara Kemendikbud dan Kepala BKN No. 01/Tahun 2016 dan No.
01/SE/XII/2016 Tanggal 13 Desember 2016.
15. Permendikbud Nomor 34 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan SMK

C. Visi, Misi dan Tujuan Pengawasan

1. Visi
Terwujudnya sistem kepengawasan pendidikan yang mampu mendorong
penyelenggaraan pendidikan yang efisien dan efektif serta bersih, sehingga dapat
mendorong terwujudnya pendidikan maju yang bermutu, membentuk Sumber Daya
Manusia yang berkarakter, cerdas, mandiri, menguasai IPTEK dan berbasis budaya
Jawa Barat.
2. Misi
a. Mengembangkan sistem pengawasan yang efektif.
b. Mendorong terwujudnya akuntabilitas pengelolaan pendidikan.
c. Meningkatkan profesionalisme pengawas.
d. Meningkatkan koordinasi kepengawasan melalui lintas sektoral.
3. Tujuan pengawasan
a. Melaksanakan pembinaan kepada sekolah dalam rangka pencapaian mutu
pengelolaan sekolah yang bersih dan berwibawa.
b. Mengadakan pemantauan penyelenggaraan pendidikan di sekolah agar sesuai
dengan standar yang ditetapkan.
c. Mengoptimalkan penilaian kinerja sekolah agar terwujud standar nasional
pengelolaan pendidikan.

D. Sasaran dan Strategi Pengawasan

1. Sasaran Pengawasan adalah :


a. Kepala Sekolah
b. Guru
c. Tenaga Kependidikan
2. Strategi
Pengawasan sekolah dilaksanakan dengan berbagai strategi sebagai berikut :
a. Mengadakan pembinaan untuk menetapkan kriteria atau standar kompetensi.
b. Memantau untuk membandingkan kinerja dengan SNP yang ditetapkan serta
menetapkan perbedaannya jika ada.
c. Melakukan penilaian untuk mengukur / menilai kinerja ( perfomance ) yang
sedang atau sudah dilakukan.
d. Melakukan Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dan atau Kepala
Sekolah.

E. Alur Kegiatan Pengawasan


Alur Kegiatan Pengawas SMA/SMK dapat dilihat pada skema di bawah ini :

KCP PEMBINAAN
Pendidikan K S,
Jawa Barat GURU

PEMANTAUAN 8
STANDAR NASIONAL
PENINGKATAN
PENGAWAS
MUTU
PENDIDIKAN
MENILAI KINERJA
GURU /KS

PEMBIMBINGAN/
PELATIHAN

Alur Kegiatan Pengawas Sekolah


F. Ruang Lingkup Pengawasan

Ruang lingkup kepengawasan meliputi kepengawasan akademik dan


kepengawasan manajerial.

1. Kepengawasan akademikterdiridari:
a. Pembinaan guru.
b. Pemantauan pelaksanaan8 standar nasional pendidikan di sekolah terdiri atas:
Standarisi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar penilaian
pendidikan.
c. Penilaian kinerja guru.
d. Pembimbingan dan pelatihan profesional guru.
e. Penilaian Kinerja Guru Pemula dalam program Induksi Guru Pemula
(berkaitan dengan pemberlakuan Permenpan nomor 16 tahun 2009 tentang
Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya).
f. Pengawasan pelaksanaan Program Induksi Guru Pemula.
2. Kepengawasan manajerialterdiridari:
a. PembinaanKepala Sekolah.
b. Pemantauanpelaksanaanstandarnasionalpendidikanyangterdiriatas
:standarpendidik dan tenaga kependidikan, standar pengelolaan, standar
sarana dan prasana,serta standarpembiayaan.
c. Penilaiankinerjakepalasekolah.
BAB II. RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN PENGAWASAN

Pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang diberi tugas , tanggungjawab
dan wewenang secara penuh oleh pejabat yang melakukan pengawasan pendidikan
sekolah dengan melaksanakan penilaian & pembinaan teknis pendidikan dan
administrasi pada satuan pendidikan

Pembinaan dalam arti luas : melakukan penilaian prestasi kerja bagi pemangku
jabatan fungsional , mengendalikan kualitas/mutu profesionalitas melalui
pengendalian norma penilaian prestasi kerja baik sebagai pemangku jabatan
fungsional maupun tim penilai.
A. Rencana Pengawasan dan Pengembangan
Aspek Supervisi Akademik (teknis Supervisi Manajerial
pendidikan/pembelajaran) (Administrasi dan Manajemen)
1. Monitorin 1. Proses dan hasil belajar 1. Penjaminan/standar
g siswa mutu pendidikan
2. Penilaian hasil belajar 2. Penerimaan siswa
3. Program remedial baru
4. Program pengayaan 3. Rapat guru dan staf
5. Pengembangan profesi 4. Hubungan sekolah
guru dan masyarakat
5. Pelaksanaan ujian
sekolah
6. Program
pengembangan
sekolah
7. Administrasi sekolah
8. Manajemen sekolah
2. Supervisi 1. kinerja guru 1. kinerja sekolah, kepala
2. pelaksanaan sekolah dan staf sekolah
kurikulum/mata 2. pelaksanaan kurikulum
pelajaran sekolah
3. pelaksanaan 3. manajemen sekolah
pembelajaran 4. kegiatan antar sekolah
4. praktikum/studi lapangan binaan
5. kegiatan ekstrakurikuler 5. kegiatan in service
6. penggunaan media alat training/workshop bagi
bantu dan sumber belajar kepala sekolah, guru dan
7. kemajuan belajar siswa staf sekolah lainnya
8. lingkungan belajar 6. pelaksanaan kegiatan
inovasi sekolah
7. penyelenggaraan
administrasi sekolah
3. penilaian 1. proses pembelajaran dan 1. peningkatan mutu SMK
bimbingan (Sekolah Menengah
2. lingkungan belajar Kejuruan)
3. sistem penilaian 2. penyelenggaraan inovasi
4. pelaksanaan inovasi di sekolah
pembelajaran 3. akreditasi sekolah
5. kegiatan peningkatan 4. pengadaan sumber daya
kemampuan profesi guru pendidikan
5. kemajuan pendidikan
4. Pembinaa 1. guru dalam 1. kepala sekolah dalam
n/Pengem pengembanggan media mengelola pendidikan
bangan dan alat bantu 2. Wakasek dan staf sekolah
pembelajaran dalam meningkatkan
2. memberikan contoh kinerja sekolah
inovasi pembelajaran 3. komite sekolah dalam
3. guru dalam meningkatkan partisipasi
pembelajaran/bimbingan masyarakat dalam
yang efektif pendidikan
4. guru dalam 4. kepala sekolah dalam
meningkatkan melaksanakan inovasi
kompetensi profesional pendidikan
5. guru dalam 5. kepala sekolah dalam
meningkatkan penilaian meningkatkan
proses dan hasil belajar kemampuan
6. guru dalam profesionalnya
melaksanakan penelitian 6. staf sekolah dalam
tindakan kelas melaksanakan tugas
7. guru dalam administrasi sekolah
meningkatkan 7. kepala sekolah dan staf
kompetensi pribadi,sosial dalam kesejahteraan
dan pedagogik sekolah
5. Pelaporan 1. kinerja guru dalam 1. kinerja sekolah, kinerja
dan melaksanakan sekolah dan staf sekolah
Tindak pembelajaran 2. standar mutu pendidikan
Lanjut 2. kemajuan belajar siswa dan pencapaiannya
3. pelaksanaan dan hasil 3. pelaksanaan dan hasil
inovasi pembelajaran inovasi pendidikan
4. pelaksanaan dan tugas 4. pelaksanaan tugas
kepengawasan akademik kepengawasan manajerial
5. tindak lanjut hasil dan hasil-hasilnya
pengawasan untuk 5. tindak lanjut dan untuk
program pengawasan program pengawasan
selanjutnya selanjutnya
B. Instrumen Pengawasan
1. Supervisi Akademik
Aspek supervisi akademis Hasil
Kurang Cukup Baik
1. Pelaksanaan pembelajaran / bimbingan
dan hasil belajar siswa
2. Keterlaksanaan kurikulum tiap mata
pelajaran
3. Kemampuan guru dalam melaksanakan
proses pembelajaran / bimbingan
4. Guru dalam menyusun silabus dan RPP
5. Guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran di kelas / laboratorium /
lapangan
6. Guru dalam membuat mengelola dan
menggunakan media pendidikan dan
pembelajaran
7. Guru dalam memanfaatkan hasil
penilaian untuk perbaikan mutu
pendidikan
8. Guru dalam mengolah dan menganalisis
data hasil penilaian
9. Guru dalam melaksanakan penelitian
tindakan kelas

2. Supervisi manajerial
Supervisi Manajerial Hasil
kurang cukup baik
1. Kepala sekolah dapat merumuskan misi dan
tujuan sekolah secara jelas.
2. Kepala sekolah dapat menentukan sasaran
sekolah secara realistis, dengan
menggunakan kriteria yang dapat diukur.
3. Kepala sekolah dapat menentukan
langkahlangkah strategis untuk mencapai
misi dan tujuan sekolah.
4. sekolah dapat memilih metode dan alat
yang sebaiknya digunakan untuk mencapai
misi, tujuan dan sasaran sekolah.
5. Kepala sekolah dapat melakukan negosiasi
dengan berbagai pihak yang berkepentingan
dengan pendidikan di sekolah ini.
6. Kepala sekolah dapat menganalisis faktor –
faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman yang dihadapi sekolah.
7. Kepala sekolah dapat memperkirakan
kebutuhan-kebutuhan sekolah pada masa
yang akan datang secara tepat.
8. Kepala sekolah dapat membuat struktur
organisasi sekolah yang efektif dan efisien.
9. Kepala sekolah memberikan tugas mengajar
kepada guru sesuai dengan latar belakang
pendidikan yang dimilikinya.
10. Kepala sekolah dapat menyusun rincian
tugas setiap personil sekolah secara jelas
11. Kepala sekolah dapat mengangkat para
pembantu kepala sekolah atau wakil kepala
sekolah sesuai dengan kepatutan dan
kelayakan yang dimilikinya.
12. Kepala sekolah dapat membangun team
work yang kompak dan berdedikasi tinggi.
13. Kepala sekolah dapat membagi tugas
dengan baik.
14. Kepala sekolah dapat memberikan
penghargaan yang layak kepada personil
sekolah yang berprestasi.
15. Kepala sekolah dapat memberikan sanksi
atau hukuman yang tegas kepada personil
sekolah yang melanggar aturan.
16. Kepala sekolah memiliki keberanian untuk
melakukan perubahan – perubahan dalam
organisasi menuju ke arah yang lebih baik
17. Kepala sekolah dapat menyampaikan
tentang berbagai inovasi dan kebijakan baru
dalam pendidikan kepada
BAB III. PENUTUP

Disusunnya proposal pengawassekolahinimerupakan rencana dan alternatif yang


penulis tawarkan untukmengatasibeberapapermasalahandalamkepengawasanyaitu :
1). masihadanyakeragamankemampuanpengawassekolahdalammelaksanakantugas
danfungsinya;
2). belumadanyaalatukuruntukmengetahuikemampuanpengawassekolah, dan
3). belumadanyapembinaanpengawassekolah yang terarah.

Permasalahaninibertolakbelakangdengankeharusanpengawassekolahdalammelaksa
nakantugaspokokdanfungsinya, yang harusmemperhatikan:
1) kecermatanmelihatkondisisekolah,
2) ketajamananalisisdansintesis,
3) ketepatanmemberikan treatment yang diperlukan, dan
4) komunikasi yang baikantarapengawassekolahdengansetiapindividu di sekolah.
Rencana Program Pengawasan ini penulis tawarkan dilaksanakan minimal 1 kali
dalam sebulan, sehingga masalah yang mungkin timbul dapat diantisipasi lebih awal.