Anda di halaman 1dari 3

1. Jelaskan pendapat kelompok tentang kasus tersebut!

NAPZA merupakan zat psikoaktif narkotika, psikotropika, dan


bahan adiktif lainnya yang jika masuk ke dalam tubuh baik melalui oral
(dimakan, diminum ataupun ditelan), dihisap, dihirup, atau disuntikkan
dapat mengubah suasana hati, perasaan dan perilaku seseorang (Eny,
2012).
Berdasarkan data di kasus tersebut dapat diketahui bahwa angka kejadian
kematian akibat NAPZA di Indonesia sangat memprihatinkan dimana
setiap tahunnya tercatat sekitar 22.000 orang meninggal dunia akibat
mengkonsumsi NAPZA. World Drug Report tahun 2017 menyatakan
bahwa terdapat sekitar 255 juta penduduk dunia berusia 15-64 tahun
merupakan pengguna NAPZA dengan estimasi global kematian setiap
tahunnya mencapai 207.400 jiwa. Masalah penyalahgunaan NAPZA saat
ini dapat ditemui di berbagai kalangan dan tentunya dapat menjadi
ancaman nasional yang perlu mendapatkan penanganan serius oleh
segenap elemen bangsa. Ancaman nasional tersebut berpotensi besar
mengganggu ketahanan diri, keluarga dan masyarakat baik dari segi fisik,
mental dan sosial ekonomi.
Pada era globalisasi ini pengaruh NAPZA sangat besar, tanpa
memandang lingkungan dan usia. Saat ini remaja pun yang notabene
belum produktif banyak yang telah menggunakan NAPZA.
Penyalahgunaan NAPZA terutama di kalangan remaja umumnya diawali
dengan coba-coba karena rasa ingin tahu yang besar, lalu pada akhirnya
menjadi ketagihan. Mindset pergaulan remaja yang keliru seringkali
beranggapan bahwa menggunakan NAPZA adalah sesuatu yang keren.
Ketersediaan dan kemudahan memperoleh NAPZA juga menjadi pemicu
seseorang menjadi pecandu NAPZA (Sofia, 2016). Remaja merupakan
masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari masa anak-anak
menuju ke dewasa. Masa remaja disebut masa yang paling rawan dimana
remaja akan sangat mudah untuk dipengaruhi oleh lingkungan sekitar
terutama perngaruh negatif seperti penggunaan NAPZA, merokok,
melakukan tindakan kriminal, tawuran bahkan seks bebas. Selain itu pada
masa remaja akan mengalami perkembangan baik secara fisik maupun
psikis dengan beberapa perubahan. Apabila individu tidak siap menerima
perubahan yang terjadi pada dirinya, maka seringkali terjadi
penyimpangan, salah satunya penyalahgunaan NAPZA. Penyalahgunaan
NAPZA berisiko menyebabkan kerusakan atau gangguan fungsi organ-
organ tubuh, kerusakan otak dan perubahan fisik tubuh. Tak jarang
penyalahgunaan NAPZA dapat menimbulkan risiko terkena penyakit
menular berbahaya seperti hepatitis dan HIV/AIDS yang disebabkan oleh
penggunaan jarum suntik secara berganian serta dapat menimbulkan
gangguan psikis remaja baik dari segi mental, emosional, persepsi diri,
kendali diri hingga mampu membuat remaja melakukan tindakan di luar
batas kewajaran (BNN, 2009). Kurangnya pengetahuan akan dampak
yang akan timbul dari penggunaan NAPZA akan berpengaruh pada tingkat
penyalahgunaannya. Mengingat angka penyalahgunaan NAPZA cukup
tinggi serta dampak yang dapat timbul cukup serius, menurut kami sangat
perlu dilakukan telaah dan analisis terhadap perkembangan terkini
penyalahgunaan NAPZA untuk dapat menyusun strategi upaya
pencegahan terhadap penyebarannya terutama di kalangan pelajar dimana
pelajar merupakan generasi muda sebagai calon penerus bangsa yang
sudah sepatutnya membangun bangsa menjadi lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
Af’idah, S.A. 2016.“Metode Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Berbasis Satuan Tugas Anti Narkoba Sekolah.” Universitas Islam
Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Bagi Kusmiran, Eny. (2012). Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita.
Jakarta: Salemba Medika.
BNN. (2009). Advokasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika Petugas
Lapas Dan Ruta. Jakarta: Pusat Pencegahan Lakhar, BNN.
UNODC. World Drug Report (2017). New York: UNITED NATIONS.