Anda di halaman 1dari 16

Kode Modul

TKP.DPIB.C301.20
MODUL
MODUL
APLIKASI
PERANGKAT LUNAK
DAN PERANCANGAN INTERIOR
GEDUNG
Untuk Kelas XII
Oleh : Ristiani
Hotimah, S.Pd.

6
Pencahayaan
buatan (Artificial)
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI
KOMPETENSI KEAHLIAN
DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN
SMK NEGERI 2 TASIKMALAYA

2019
MODUL
APLIKASI PERANGKAT LUNAK DAN PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG
UNTUK KELAS XII

3.20 Menerapkan prosedur pembuatan gambar pencahayaan buatan (Artificial)

BIDANG KEAHLIAN :
TEKNOLOGI DAN REKAYASA

PROGRAM KEAHLIAN :
TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI

KOMPETENSI KEAHLIAN :
DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN

Penyusun :

Ristiani Hotimah, S.Pd.


Email : ristiani.hotimah@gmail.com

SMK NEGERI 2 TASIKMALAYA


Jl. Noenoeng Tisnasaputra, Telp./Fax. (0265) 331839 – Kahuripan Kec. Tawang
Website : www.smkn2kotatasik.sch.id – Email : smkn_2_tsm@yahoo.com
TASIKMALAYA 46115
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penyusun panjatkan ke hadirat Illahi Robbi karena dengan
karunia-Nya peyusun dapat menyelesaikan modul panduan untuk latihan dan
pembelajaran Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung bagi para
siswa kelas XII SMK Negeri 2 Tasikmalaya.

Pada saat ini dunia pendidikan di Indonesia selalu berkembang dan semakin
maju, hal ini dapat terbukti dengan ditetapkannya kurikulum baru yaitu Kurikulum
2013 SMK. Kurikulum ini mendorong siswa untuk beraktivitas tanpa batas, memberi
kebebasan kepada siswa untuk bertanya, mengeksplorari informasi serta
mengemukakan pendapat juga berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran. Untuk
mendukung hal tersebut, maka dibutuhkan banyak referensi sebagai bekal siswa
untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin, khususnya untuk
mata pelajaran Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung yang
menuntut suatu pemahaman yang luas dan berkembang.

Modul ini berisi rangkuman dari berbagai sumber referensi baik buku-buku
penerbit, artikel serta dari bahan yang ditayangkan di internet. Dalam modul ini
disajikan secara ringkas materi, latihan serta penugasan unjuk kerja untuk bahan
latihan siswa. Modul ini disusun untuk dimanfaatkan dalam kalangan sendiri,
semata-mata hanya untuk membantu siswa Kelas XII Desain Pemodelan dan
Informasi Bangunan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta
dapat meningkatkan kompetensinya pada mata pelajaran Aplikasi Perangkat Lunak
dan Perancangan Interior Gedung.

Demikianlah semoga dengan tersusunnya modul ini dapat memberi manfaat


kepada siswa secara pribadi serta mendukung kelancaran kegiatan belajar
mengajar, juga lebih luasnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita ini.

Tasikmalaya, September 2019

Penyusun

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
PETA KOMPETENSI

Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung


Kelas XII

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


KI-3 3.15 Memahami prinsip dasar gambar 3D
Memahami, menerapkan, 3.16 Menerapkan perintah pengambaran 3D
menganalisis, dan mengevaluasi 3.17 Menerapkan material editor penggambaran 3D
tentang pengetahuan faktual, 3.18 Menganalisis hasil rendering penggambaran
konseptual, operasional dasar, dan 3D
metakognitif sesuai dengan bidang dan 3.19 Menerapkan prosedur pembuatan gambar
lingkup kerja Desain Pemodelan Dan dengan skema warna
Informasi Bangunan pada tingkat 3.20 Menerapkan prosedur pembuatan gambar
teknis, spesifik, detil, dan kompleks, pencahayaan buatan (Artificial)
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, 3.21 Menerapkan prosedur pembuatan gambar
teknologi, seni, budaya, dan humaniora akustik ruang
dalam konteks pengembangan potensi 3.22 Menerapkan elemen-elemen, material, model
diri sebagai bagian dari keluarga, dan aksesoris disetiap ruang
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat 3.23 Menerapkan prosedur pembuatan lay out
nasional, regional, dan internasional. desain interior
3.24 Menerapkan prosedur pembuatan maket desain
interior
3.25 Mengevaluasi hasil maket desain interior

KI-4 4.15 Menyajikan prinsip dasar gambar 3D


Melaksanakan tugas spesifik dengan 4.16 Mengoperasikan perintah penggambaran 3D
menggunakan alat, informasi, dan 4.17 Membuat gambar 3D menggunakan fungsi
prosedur kerja yang lazim dilakukan material editor
serta memecahkan masalah sesuai 4.18 Memeriksa hasil rendering penggambaran 3D
dengan bidang kerja Desain 4.19 Membuat gambar desain interior dengan skema
Pemodelan Dan Informasi Bangunan. warna
Menampilkan kinerja di bawah 4.20 Membuat gambar desain interior dengan
bimbingan dengan mutu dan kuantitas pencahayaan buatan (Artificial)
yang terukur sesuai dengan standar 4.21 Membuat gambar desain akustik ruang
kompetensi kerja. Menunjukkan 4.22 Membuat desain interior dengan elemen-
keterampilan menalar, mengolah, dan elemen, material, model dan aksesoris disetiap
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, ruang
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, 4.23 Menggambar lay out desain interior
dan solutif dalam ranah abstrak terkait 4.24 Membuat maket desain interior
dengan pengembangan dari yang 4.25 Memeriksa hasil maket desain interior
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
KEGIATAN BELAJAR 1
DESAIN INTERIOR DENGAN PENCAHAYAAN BUATAN (ARTIFICIAL)

Pencahayaan buatan merupakan pencahayan yang menggunakan tenaga buatan


manusia. Lampu listrik adalah salah satu pencahayaan yang menggunakan energi.
Karena sifatnya yang buatan maka jenis pencahayaan ini adalah pencahayaan
yang bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

Dalam interior suatu bangunan, kita banyak memanfaatkan cahaya buatan untuk
menciptakan kondisi- kondisi tertentu, sesuai dengan kehendak dan fungsi dari
ruang.

Dalam merancang suatu interior selalu berkaitan antara penggunaan bahan,


pemilihan warna, komposisi/organisasi dan fungsi ruang. Kesemuanya mempunyai
hubungan yang sangat erat dengan faktor pencahayaan.

Suatu desain interior yang baik haruslah saling menunjang antara unsur-unsur
tersebut diatas. Karena pencahayaan buatan yang baik akan menimbulkan
kenyamanan bagi si penghuni.

Adapun pengertian pencahayaan buatan yang baik jika:

- Tidak menyebabkan keletihan pada mata

- Tidak membuang-buang sinar dengan percuma (efisien), sesuai kebutuhan

- Sesuai dengan ruang tersebut dan suasana yang akan diciptakan.

Berdasarkan sifatnya pencahayaan buatan dibagi menjadi dua yaitu:

PENCAHAYAAN LANGSUNG

Yang dimaksud dengan pencahayaan langsung ialah semua sinar yang langsung
memancar dari pusatnya kearah obyek yang disinari, sistem tersebut banyak
menggunakan lampu-lampu sorot untuk menyinari unsur-unsur dekorasi dalam
ruang, dapur dan toko-toko (etalase toko) dan juga lampu meja atau lantai. Jenis
pencahayaan dimana lampu langsung terlihat sebagai sumber utama cahaya.
Penempatan lampu di letakkan pada titiknya sehingga dapat memancarkan

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
cahaya seperti sesuai yang diinginkan. Lampu pada pencahayaan langsung ini
memberikan pencahayaan yang maksimal kebagian yang diterangi.

Pencahayaan langsung bisa berbagai macam lampu, seperti lampu yang


ditempatkan di langit- langit, di dinding, atau di letakkan seperti berupa lampu
meja. Jenis lampu lampu apapun yang digunakan penempatan titik lampu harus
direncanakan secar matang untuk memaksimalkan pencahayaan ruangan dan
efisiensi penggunaan energi.

Gambar 7. 1 Pencahayaan langsung dengan menggunakan lampu duduk


disisi tempat tidur akan membantu untuk membaca sebelum tidur, lampu
disisi tempat tidur juga memudahkan ketika ingin dihidupkan atau dimatikan.
(sumber gambar :www.gambardesainrumah .co )

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
Gambar 7. 2 prinsip pencahayaan langsung pada interior merupakan jenis
pencahayaan dimana lampu menyinari secara langsung obyek yang ada di
sekelilingnya dan bisa dirasakan serta dilihat asal sumber cahaya.
(Sumber gambar : Data Arsitek, Ernst Neufert)

PENCAHAYAAN TIDAK LANGSUNG

Yang dimaksud dengan pencahayaan tidak langsung ialah, jika sumber


pencahayaan disembunyikan dari pandangan mata kita sehingga cahaya yang kita
rasakan adalah hasil pantulannya, terutama pada dinding atau langit-langit.
Sistem pencahayaan semacam ini disebut pencahayaan tidak langsung. Sistem
tersebut digunakan untuk mengarahkan atau menuntun orang menuju ke “suatu”
obyek.

Pencahayaan tidak langsung merupakan pencahayaan yang memberikan kesan


bersih dan tidak menyilaukan mata. Hal ini karena sumber cahaya tidak
langsung terlihat dan kita hanya akan melihat bias cahayanya saja. Bias cahaya
dari pencahayaan tidak langsung juga bisa memberikan kesan remang-remang
yang akrab pada suatu ruangan.

Contoh pencahayaan tidak langsung dapat berupa peletakan lampu di belakang


benda seni seperti ukiran-ukiran yang memiliki celah, disini cahaya yang
didapatkan akan tersaring oleh benda didepannya. Contoh lainnya adalah dengan
meletakan lampu pada langit-langit ruangan yang telah dirancang dengan
menggunakan profil dan lampu diletakkan dibelakang profil tersebut.

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
Gambar 7. 3 Pencahayaan dibelakang headboard kamar tidur menggunakan
pencahayaan yang disembunyikan dibelakang lembaran kotak-kotak
memberikan bias sinar temaram.

Gambar 7. 4 Pencahayaan pada obyek seni lukisan bisa menghidupkan


suasana dengan teknik pencahayaan yang tidak langsung.
(Sumber gambar :Data Arsitek, Ernst Neufret)

Gambar 7. 5 Pencahayaan tidak langsung yang menyorot pada bagian


langit-langit dan dinding tanpa memperlihatkan dengan jelas asal cahaya.
(Sumber gambar : Data arsitek, Ernst Neufret)

TEKNIK PENCAHAYAAN BUATAN DALAM INTERIOR

Dalam menempatkan lampu ada beberapa cara yang biasa dilakukan pada
interior sebuah ruangan, berikut adalah beberapa teknik penempatan lampu di
dalam ruang:

TEKNIK PENCAHAYAAN PADA DINDING


Yaitu teknik pencahayaan yang menjadikan dinding sebagai media untuk
penempatan lampu. Teknik ini juga memberikan kesan untuk memaksimalkan
dekorasi interior pada elemen dinding. Lampu dinding adalah salah satu contoh
aplikasi teknik ini.

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
Gambar 7. 6 Lampu dinding

TEKNIK PENCAHAYAAN PADA LANGIT-LANGIT


Yaitu teknik pencahayaan yang menjadikan langit- langit sebagai media untuk
penempatan lampu. Teknik yang paling banyak diaplikasikan dalam
interior, peletakan titik lampu di langit-langit memberikan kesan yang lebih
terang sebagai sumber cahaya buatan. Contohnya adalah pada lampu TL
atau lampu pijar yang ditempatkan dilangit-langit yang menerangi ruangan yang
ada dibawahnya secara merata sesuaai dengan jatuhnya arah sinar.

Gambar 7. 7 lampu downlight pijar pada langit-langit

TEKNIK PENCAHAYAAN YANG DAPAT DIPINDAH-PINDAH

Yaitu teknik pencahayaan yang tidak ditempatkan secara permanen didalam


ruangan. Pencahayaan ini menggunakan kabel yang bisa dipindah-pindahkan
posisinya sesuai dengan keinginan. Pencahayaan jenis ini memberikan keleluasaan
untuk mengganti area pencahayaan bila dibutuhkan. Contohnya adalah
penempatan lampu duduk dan lampu berdiri dalam sebuah ruangan.

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
Gambar 7. 8 Lampu berdiri / standing lamp

TEKNIK PENCAHAYAAN DIGANTUNG

Yaitu teknik pencahayaan yang menggunakan cara digantung dalam


penempatannya. Pencahayaan jenis ini diaplikasikan bila lampu memiliki bentuk
yang unik, sehingga lampu tampil memikat tidak hanya dari cahayanya tetapi
dari bentuknya. Contohnya adalah lampu gantung dan lampu Kristal chandelier.

Gambar 7. 9 lampu gantung

TEKNIK PENEMPATAN KHUSUS

Yaitu teknik pencahayaan yang membutuhkan perlakukan khusus dalam


penempatannya. Pencahayaan jenis ini biasanya ditempatkan untuk dekorasi atau
fungsi. Contohnya adalah peletakan tata lampu untuk studi foto atau tata lampu
untuk galeri seni seperti pencahayaan untuk lukisan, patung dan lain sebagainya.

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
Gambar 7. 10 Dinding interior yang di lukis menjadi pusat perhatian dalam
ruangan ini, ditambah dengan penyinaran menjadi dinding lebih menarik
(Sumber gambar :www.trendir.com)

Gambar 7. 11 Penerangan yang diarahkan pada obyek benda seni seperti


patung untuk menjadikannya tampil dominan pada ruangan.(Sumber gambar :
Data arsitek, Ernst Neufret)

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
LATIHAN SOAL
Mata Pelajaran :
Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung
Kompetensi Dasar :
3.20 Menerapkan prosedur pembuatan gambar pencahayaan buatan (Artificial)

1. Di bawah ini adalah sistem pencahayaan buatan, kecuali….


A. Lampu gantung
B. Lampu sorot
C. Uplight
D. Downlight
E. Cahaya matahari

2. Gambar dibawah ini menunjukan jenis pencahayaan buatan ….

A. Sunlight
B. Spotlight
C. Wallwasher
D. Uplight
E. Downlight

3. Gambar dibawah ini menunjukan jenis pencahayaan buatan ….

A. Sunlight
B. Spotlight
C. Wallwasher
D. Uplight
E. Downlight

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
4. Gambar dibawah ini menunjukan jenis pencahayaan buatan ….

A. Sunlight
B. Spotlight
C. Wallwasher
D. Uplight
E. Downlight

5. Pencahayaan yang bertujuan hanya menerangi obyek area yang dituju


saja, lampu untuk pencahayaan terarah ini memiliki sinar cahaya yang
terfokus disebut sestem pencahayaan ….
A. Umum
B. Merata
C. Tidak Langsung (Undirectional)
D. Langsung (Directional)
E. Alami

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
KUNCI JAWABAN

1. E. Cahaya matahari
2. B. Spotlight
3. E. Downlight
4. C. Wallwasher
5. D. Langsung (Directional)

DAFTAR PUSTAKA

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35
Susanto, Handoko. 2017. Prinsip-Prinsip Pencahayaan Buatan dalam Arsitektur.
Yogyakarta : Kanisius

Manurung, Parmonangan. 2017. Cahaya dan Arsitektur. Yogyakarta : Teknosain

Amril, Sjamsul. 2003. Data Arsitek Jilid 2 sd.33 (Ernst Neufert). Jakarta : Erlangga

P e n c a h a y a a n B u a t a n ( A r ti fi c i a l ) 35