Anda di halaman 1dari 24

10/16/19

POKOK BAHASAN
Latar Belakang dan Landasan Hukum
Proses Penyusunan
SDKI
SLKI
MATERI OLEH TIM POKJA DPP PPNI SIKI
DIREVIEW OLEH NINUK DIAN KURNIAWATI
Integrasi 3S

DASAR DIPERLUKAN STANDAR

§ Setiap Tenaga Kesehatan dalam menjalankan praktik


berkewajiban untuk mematuhi Standar Profesi, Standar
Pelayanan Profesi, dan Standar Prosedur Operasional.
(PASAL 66 AYAT (1) UU NO. 36 TAHUN 2014)

§ Praktik Keperawatan harus didasarkan pada kode etik,


standar pelayanan, standar profesi, dan standar
prosedur operasional.
TIM POKJA - DPP. PPNI (PASAL 28 AYAT (3) UU NO. 38 TAHUN 2014)

1
10/16/19

Standar Kompetensi
- Pendidikan: Vokasi, Ners
TENAGA KESEHATAN HARUS BEKERJA SESUAI Generalis, Ners Spesialis, Ners
Subspesialis
UNDANG-UNDANG - Kekhususan: Medikal Bedah,
Gadar, Kamar Bedah, Kritis,
Standar Asuhan
Keperawatan
(UU NO 44 TAHUN 2009 TENTANG RS) Jiwa, Maternitas, dll. - Diagnosis
- Intervensi
- Luaran (outcome)
STANDAR PROFESI

SK

Undang Undang Kep.


• STANDAR PELAYANAN RS

No. 38 Tahun 2014


P

Standar Profesi
• Standar Pelayanan Medis
• Standar Prosedur Operasional P
• Standar Asuhan Keperawatan N SKP
I


ETIKA PROFESI
MENGHORMATI HAK PASIEN
SAK
• MENGUTAMAKAN KESELAMATAN PASIEN Standar Kinerja Profesional
- Penjaminan Mutu
- Pendidikan
- Riset
- Etika
- Penilaian Kerja

LATAR BELAKANG (Lanjutan …) LATAR BELAKANG (Lanjutan …)

Pasal 13 UU No. 44 Tahun 2009 tentang RS Pasal 28 UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan

Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja sesuai Praktik keperawatan harus didasarkan pada kode etik, standar pelayanan, standar
dengan standar profesi, standar pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur profesi, dan standar prosedur operasional.
operasional yang berlaku, etika profesi, menghormati hak pasien dan
mengutamakan keselamatan pasien

Pasal 66 UU No. 36 Tahun 2014 tentang Nakes Pasal 30 UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan

Setiap tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik berkewajiban untuk Dalam menjalankan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan, perawat berwenang
mematuhi standar profesi, standar pelayanan profesi, dan standar prosedur untuk menegakkan diagnosis keperawatan.
operasional

Pasal 36 UU No. 36 Tahun 2014 tentang Nakes

Standar profesi dan standar pelayanan profesi untuk masing- masing jenis
tenaga kesehatan ditetapkan oleh Organisasi profesi bidang kesehatan dan Perawat merupakan
disahkan oleh menteri. ‘Penegak Diagnosis’ (Diagnostician)

2
10/16/19

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN


STANDAR PROFESI PPNI (PPNI, 2009)

STANDAR I : PENGKAJIAN

STANDAR KOMPETENSI STANDAR ASUHAN STANDAR KINERJA ü DEFINISI


• General: Ners Sp, Ners, Vokasi KEPERAWATAN PROFESIONAL STANDAR II : DIAGNOSIS KEPERAWATAN
• Diagnosis Keperawatan • Jaminan Mutu ü RASIONAL
• Kekhususan: Kamar Bedah, Gadar, • Luaran keperawatan • Pendidikan
Kritis, Komunitas, Anak, Jiwa dll è • Intervensi Keperawatan • Penilaian Kerja ü STRUKTUR
IKATAN /HIMPUNAN PERAWAT STANDAR III : PERENCANAAN (LUARAN & INTERVENSI)
• Kesejawatan
• Etik ü PROSES
• Riset
• Pemanfaatan Sumber2 STANDAR IV : IMPLEMENTASI
ü HASIL/OUTPUT

STANDAR V : EVALUASI

DALAM KERANGKA STANDAR KOMPETENSI ICN

PENGGUNAAN STANDAR PROFESI Proses keperawatan DAN


STANDAR ASUHAN KEPERAWATAN
STANDAR II DIAGNOSIS KEPERAWATAN
Pada pelaksanaan asuhan keperawatan memerlukan acuan terhadap
Pengkajian
isi Standar Diagnosis Keperawatan

STANDAR DIAGNOSIS KEPERAWATAN INDONESIA

STANDAR III PERENCANAAN (INTERVENSI) Evaluasi Diagnosis SDKI


Pada pelaksanaan asuhan keperawatan memerlukan acuan Standar
Luaran dan Standar Intervensi Keperawatan

STANDAR LUARAN KEPERAWATAN INDONESIA SLKI


Implementasi Perencanaan
STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN INDONESIA
SIKI

3
10/16/19

Standar asuhan keperawatan


dpp ppni
Tanda & Gejala
Kriteria Hasil
Faktor Risiko

Diagnosis Luaran STANDAR DIAGNOSIS


KEPERAWATAN INDONESIA
(SDKI) (SLKI)

Intervensi
(SIKI)
TIM POKJA - DPP. PPNI

3S
Observasi
Terapeutik
Edukasi
Kolaborasi SDKI-SLKI-SIKI

TUJUAN PENYUSUNAN SDKI TUJUAN PENYUSUNAN SDKI


(Lanjutan …)

Bagi Pelayanan Keperawatan Bagi Penelitian Keperawatan


§ Menjadi acuan penegakan diagnosis keperawatan § Memperluas area penelitian keperawatan
§ Meningkatkan otonomi perawat § Diagnosis keperawatan merupakan kumpulan
Fenomena Keperawatan yang dapat menjadi fokus
§ Memudahkan komunikasi intraprofesional penelitian
§ Meningkatkan mutu asuhan keperawatan § Dapat dikembangkan penelitian:
§ Mengukur beban kerja dan reward perawat § Penelitian epidemiologis
§ Uji validitas dan uji sensitivitas/spesifitas
§ Penelitian eksprimental

4
10/16/19

TUJUAN PENYUSUNAN SDKI Pengka-


(Lanjutan …)
ASUHAN jian

KEPERAWATAN
Bagi Pendidikan Keperawatan
§ Mengarahkan dan menguatkan proses
pembelajaran pada pendidikan keperawatan
Evaluas Diag- Inter-
§ Diagnosis keperawatan merupakan kumpulan i nosis vensi
konsep inti dalam praktik keperawatan yang
dapat menjadi fokus pembelajaran
§ Diagnosis keperawatan mengarahkan peserta didik
dan pendidik keperawatan dalam mempelajari Diagnosis Keperawatan merupakan bagian
konsep-konsep dasar untuk dapat memahami vital dalam menentukan asuhan keperawatan
yang sesuai untuk membantu klien mencapai Implemen
konsep inti. -tasi
kesehatan yang optimal

Nursing Diagnosis International Classification for Nursing Practice –


Diagnosis Classification Membakukan dan
Terminologies Clinical Care
mengesahkan SDKI

Classification Mendapatkan masukan dari


ICNP-DC Ikatan/Himpunan untuk penyempurnaan

Nursing Diagnostic System of the


Centre for Nursing Development
Omaha Membahas dan
CCC North American Nursing
and Research System merevisi Draft SDKI
Diagnosis Association

Finalisasi
Tim Kerja menyiapkan
Workshop 29 Des 2016
Draft SDKI
ZEFP
Nursing NANDA
Revisi 30 Nov 2016
Kontinu
Diagnosis
Template
Pembentukan
Home Health Care Panitia
& Tim Kerja
Classification Pengembangan
ICF HHCC SDKI Panitia
International Classification of SDKI
Functioning, Disability and SNOMED Rapat pertama Panitia
Health CT 21 Juni 2016
Systematized Nomenclature of Medicine Clinical
Terms

5
10/16/19

Level 1 LEVEL OF
Reviu
Sistematik EVIDENCE
Level 2
Studi Kohort

Level 3
Studi Kasus-Kontrol

Level 4
Studi Kasus

Level 5
Opini Ahli 1. Ineffective cough, 2. Diminished breath sounds, 3. Adventitious
breath sounds, 4. changes in respiratory rate, 5. Difficult vocalizing, 6.
Level of Evidence - Berdasarkan Oxford Centre for Evidence-Based Dyspnoea, 7. Orthopnoea, and 8. Restlessness

1. Positioning to avoid
pain,
2. Verbal report of
pain,
3. Protective gesture,
4. Change in heart
rate,
5. Sleep disturbance,
6. Guarding behavior,
7. Expressive behavior
(e.g. restlessness,
moaning, crying,
vigilance, irritability),
8. Change in respiratory
rate,
9. Narrowed focus,
10. Change in blood
pressure,
11. Change in appetite,
12. Diaphoresis,
1. Altered heart rate/rhythm, 2. Dyspnea, 3. Labile blood pressure,
13. Self focus.
4. Rales, 5. Oliguria / anuria, 6. Edema, 7. Cold skin, 8. Fatigue / weakness,
9. Decreased peripheral pulses, 10. Decreased peripheral perfusion

6
10/16/19

149 Diagnosis
1. Verbal response to
actual or perceived § Memuat

Keperawatan yang
change in structure
and/or function,
2. Missing body part, disusun dari berbagai sumber rujukan
3. Actual change in berupa textbook, standar diagnosis
structure and/or dari lembaga/Negara lain dan jurnal-
function, jurnal ilmiah dan telah ditelaah oleh
4. Not looking at body para praktisi dan akademisi
part keperawatan.
5. Not touching body
part § Struktur Buku SDKI:
6. Hiding body part § Sambutan-sambutan
7. Overexposing body § Kata Pengantar
part
§ Daftar Isi
8. Verbalization of
change in lifestyle § Bab I Pendahuluan
9. Verbalization of fear § Bab II Ketentuan Umum
of rejection
§ Bab III Ketentuan Khusus
10. Verbalization of
§ Bab IV Standar Diagnosis Keperawatan
negative feeling Indonesia
about body
11. Change in social § Proses Penyusunan SDKI
§ Tim Penyusun dan Tim Kontributor
involvement
BUKU SDKI § Daftar Pustaka

Proses Diagnostik
JENIS DIAGNOSIS (Diagnostic Process)

1 Analisis Data
• Bandingkan data dengan nilai normal
Tanda/Gejala Mayor • Kelompokkan data
Aktual dan Minor

2
Negatif
Diagnosis Risiko Faktor Risiko Identifikasi
Keperawatan • Masalah Aktual, Risiko, Promkes
Masalah
Promosi Tanda/Gejala Mayor
Positif Kesehatan dan Minor
3 Perumusan • Three part (Aktual)
Diagnosis • Two part (Risiko dan Promkes)

Diadaptasi dari: Diadaptasi dari:


Standar Praktik Keperawatan Indonesia (PPNI, 2005); International Classification of Nursing Standar Praktik Keperawatan Indonesia (PPNI, 2005); Ackley, Ladwig & Makic (2017); Berman, Snyder
Practice – Diagnosis Classification (ICNP, 2015) & Frandsen (2015); Potter & Perry (2013)

7
10/16/19

Proses Diagnostik (Lanjutan…) Proses Diagnostik (Lanjutan…)

Data dikelompokkan berdasarkan kategori/subkategori


Pengkajian Diagnosis Medis
Diagnosis Keperawatan

Fisiologis
Respirasi
Psikologis Perilaku Relasional
Interaksi Sosial
Lingkungan
Keamanan &
1 Analisis Data
Nyeri dan Kebersihan Diri Proteksi
Kenyamanan
Sirkulasi

2
Penyuluhan &
Integritas Ego Pembelajaran
Nutrisi dan
Cairan
Pertumbuhan & Identifikasi
Eliminasi Perkembangan Masalah

3
Aktivitas dan
Istirahat
Diadaptasi dari:
Neurosensori Standar Praktik Keperawatan Indonesia (PPNI, 2005); International Classification
of Nursing Practice – Diagnosis Classification (Wake, 1994); Doenges &
Perumusan
Reproduksi dan Moorhouse’s Diagnostic Division of Nursing Diagnosis (Doenges et al, 2013). Diagnosis
Seksualitas

KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN


INDIKATOR DIAGNOSTIK
INDIKATOR DIAGNOSTIK
Pada diagnosis aktual
dan promkes TANDA DAN GEJALA
Pada diagnosis risiko
Pada diagnosis aktual
Tanda/Gejala • Ditemukan sebanyak

Penyebab
(Sign/Symptom)
Faktor Risiko Mayor 80-100% untuk
(Risk Factor) validasi diagnosis
(Etiology)

1) Bio-fisio-psikologis
• Tidak harus ditemukan
2)
3)
4)
Efek terapi/Tindakan
Situasional
Maturasional Indikator Minor • Jika ditemukan dapat
mendukung penegakan
Diagnostik diagnosis

8
10/16/19

KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN


MASALAH / LABEL DIAGNOSIS PERUMUSAN DIAGNOSIS
KEPERAWATAN
Fokus Diagnosis Penulisan Three Part
§ Diagnosis Aktual
Masalah berhubungan dengan Penyebab
Gangguan Pertukaran Gas dibuktikan dengan Tanda/Gejala

Penurunan Curah Jantung


Intoleransi Aktivitas Penulisan Two Part
Defisit Pengetahuan § Diagnosis Risiko

Masalah dibuktikan dengan Faktor Risiko

Deskriptor § Diagnosis Promosi Kesehatan

Masalah dibuktikan dengan Tanda/Gejala


Contoh Deskriptor dan Fokus Diagnostik pada Diagnosis Keperawatan

Tahap II: Penegakan Diagnosis


CONTOH
DIAGNOSIS AKTUAL

Nomor Kode

Label/Masalah
1. Menggunakan diagnosis medis
2. Menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah Definisi
3. Etiologi kurang spesifik
Peyebab
4. Menggabungkan dua diagnosis keperawatan
5. Menghubungkan satu diagnosis dengan diagnosis lainnya Tanda dan Gejala
6. Menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum
Bersihan jalan napas tidak
efektif b.d. spasme jalan napas
d.d. batuk tidak efektif, sputum
berlebih, mengi, dispnea,
gelisah
DPP - PPNI

9
10/16/19

CONTOH CONTOH
DIAGNOSIS RISIKO DIAGNOSIS PROMKES

Nomor Kode Nomor Kode

Label/Masalah Label/Masalah

Definisi Definisi

Faktor Risiko

Kondisi Klinis Terkait Tanda dan Gejala

Kesiapan peningkatan eliminasi urin


Risiko aspirasi dibuktikan dibuktikan dengan pasien ingin
dengan tingkat kesadaran meningkatkan eliminasi urin, jumlah dan
menurun karakteristik urin normal

DEFINISI
Luaran (Outcome) Keperawatan
§ Berbagai aspek yang dapat diobservasi dan diukur
meliputi kondisi, perilaku, atau persepsi pasien,
STANDAR LUARAN KEPERAWATAN keluarga atau komunitas sebagai respons terhadap
INDONESIA intervensi keperawatan. Luaran keperawatan
menunjukkan status diagnosis keperawatan setelah
(SLKI) dilakukan intervensi keperawatan (Germini et al,
2010; ICNP, 2015).
TIM POKJA - DPP. PPNI § Hasil akhir intervensi keperawatan yang terdiri atas
indikator-indikator atau kriteria-kriteria hasil
pemulihan masalah (ICN, 2009).

10
10/16/19

TUJUAN PENYUSUNAN SLKI


SISTEM KLASIFIKASI
§ Menjadi acuan penentuan luaran (outcome)
keperawatan
§ Mengikuti klasifikasi diagnosis keperawatan
§ Mengarahkan intervensi keperawatan
§ International Classification of Nursing
§ Meningkatkan efektivitas asuhan keperawatan
Practice –Diagnosis Classification (Wake, 1994)
§ Mengukur pencapaian level keberhasilan intervensi
§ Doenges & Moorhouse’s Diagnostic Division of
keperawatan Nursing Diagnosis (Doenges et al, 2013)
§ Meningkatkan mutu asuhan keperawatan

PENETAPAN LUARAN KEPERAWATAN


JENIS LUARAN KEPERAWATAN
Penetapan luaran memenuhi prinsip SMART

S • Spesific Label dan indikator


distandarisasi Luaran
M • Measurable Positif
Luaran
A • Attainable Disesuaikan kondisi
pasien dengan Keperawatan
R • Realistic menggunakan
clinical judgement
Luaran
perawat Negatif
T • Timed
Diadaptasi dari:
Ackley et al (2017), Berman et al (2015), Doenges et al (2013), Potter & Perry (2013),

11
10/16/19

JENIS LUARAN KEPERAWATAN (LANJUTAN)


KOMPONEN LUARAN KEPERAWATAN
No Jenis Luaran Contoh Luaran
Label
1 Positif Bersihan Jalan Napas • Nama luaran keperawatan berupa kata-kata kunci informasi
(Perlu ditingkatkan) Keseimbangan Cairan luaran
Integritas Kulit & Jaringan Ekspektasi
Citra Tubuh • Penilaian terhadap hasil yang diharapkan
2 Negatif Tingkat Nyeri • Meningkat, Menurun atau Membaik
(Perlu diturunkan) Tingkat Keletihan
Kriteria Hasil
Tingkat Ansietas
• Karakteristik pasien yang dapat diamati atau diukur
Tingkat Berduka • Dijadikan sebagai dasar untuk menilai pencapaian hasil intervensi
Respon Alergi Sistemik • Menggunakan skor (1 s.d 5) pada pendokumentasian computer-
based

KOMPONEN LUARAN KEPERAWATAN (LANJUTAN) KOMPONEN LUARAN KEPERAWATAN (LANJUTAN)

EKSPEKTASI LUARAN KEPERAWATAN VARIASI PENGGUNAKAN SKALA LIKERT (1 – 5)


KRITERIA HASIL LUARAN KEPERAWATAN
No Ekspektasi Definisi Contoh Luaran §k
1 Bertambah baik dalam ukuran, Bersihan Jalan Napas 1 2 3 4 5
Menigkat
jumlah maupun derajat atau Curah Jantung Menurun Cukup Sedang Cukup Meningkat
tingkatan Perawatan Diri Menurun Meningkat
Sirkulasi Spontan
Status Kenyamanan
1 2 3 4 5
2 Menurun Berkurang baik dalam ukuran, Tingkat Keletihan
jumlah maupun derajat atau Tingkat Ansietas Meningkat Cukup Sedang Cukup Menurun
tingkatan Tingkat Berduka Meningkat Menurun
Tingkat Perdarahan
3 Membaik Menimbulkan efek yang lebih Eliminasi Fekal 1 2 3 4 5
baik, adekuat, atau efektif. Fungsi Seksual
Identitas Diri
Memburuk Cukup Sedang Cukup Membaik
Penampiran Peran Memburuk Membaik
Proses Pengasuhan

12
10/16/19

PENERAPAN LUARAN KEPERAWATAN (LANJUTAN)


PENERAPAN LUARAN KEPERAWATAN

Metode Dokumentasi Manual/Tertulis Metode Dokumentasi Berbasis Komputer


Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama …………., Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama ………….,
maka [Label] [Ekspektasi] dengan kriteria hasil: maka [Label] [Ekspektasi] dengan kriteria hasil:
- Kriteria 1 (hasil) - Kriteria 1 (skor)
- Kriteria 2 (hasil) - Kriteria 2 (skor)
- Kriteria 3 (hasil) - Kriteria 3 (skor)
- dst - dst

Contoh: Contoh:
Setelah dilakukan intervensi selama 3 jam, maka Bersihan Jalan Napas Setelah dilakukan intervensi selama 3 jam, maka Bersihan Jalan Napas
Meningkat, dengan kriteria hasil: Meningkat, dengan kriteria hasil:
• Batuk efektif • Batuk efektif 5
• Produksi sputum menurun • Produksi sputum 5
• Mengi menurun • Mengi 5
• Frekuensi napas 12 -20 kali/menit • Frekuensi napas 5

CONTOH LUARAN SLKI

TAUTAN SDKI - SLKI

Nomor Kode
Panggil
§ Tautan (linkage) merupakan suatu hubungan antara
dua elemen atau konsep, yakni SDKI dan SLKI.
Label Luaran
§ Tautan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan
penilaian klinis (clinical judgement) perawat.
Definisi Luaran
§ Pemilihan luaran keperawatan tetap harus
Ekspektasi didasarkan pada penilaian klinis dengan
Luaran mempertimbangkan kekhasan kondisi pasien,
keluarga, kelompok atau komunitas
Kriteria Hasil
dan Skor § Satu diagnosis dapat memiliki lebih dari satu luaran,
jika diperlukan

13
10/16/19

CONTOH TAUTAN SDKI - SLKI (LANJUTAN)

TAHAPAN PENYUSUNAN SLKI

Launching
Buku SLKI
Revisi Draft
Buku SLKI
Workshop
SLKI
Penyusunan
Label,
Kesepakatan Definisi dan
Konsep SLKI Indikator
SLKI

MENGAPA PERLU DISTANDARISASI?


§ Panduan penyusunan intervensi keperawatan
§ Penyeragaman istilah / penyebutan intervensi keperawatan

STANDAR INTERVENSI § Perluasan (ekspansi) ilmu keperawatan

KEPERAWATAN INDONESIA § Pengembangan sistem informasi


§ Pembelajaran decision making bagi peserta didik keperawatan
§ Penentuan biaya pelayanan kepada perawat
§ Pengkomunikasian keperawatan intraprofesi dan interprofesi
TIM POKJA SIKI - DPP PPNI kesehatan

14
10/16/19

Direct RENTANG INTERVENSI


KEUNGGULAN YANG HARUS DIMILIKI KEPERAWATAN
STANDAR INTERVENSI KEPERAWATAN
§ Komprehensif
§ Area generalis dan spesialis
§ Fisiologis dan psikososial
Nurse-
§ Kuratif, preventif dan promotif initiated
Intervensi Indirect
§ Individu, keluarga, komunitas
§ Direct care dan indirect care
§ Independent dan collaborative
§ Berbasis riset
§ Mudah digunakan (easy to use)
§ Menggunakan istilah klinis yang jelas Healthcar
e-initiated
§ Dapat dikaitkan dengan diagnosis & outcome keperawatan

RENTANG INTERVENSI KEPERAWATAN


(LANJUTAN)

§ Direct care intervention

Klasifikasi SIKI
§ Intervensi yang dilaksanakan dengan berinteraksi langsung dengan
pasien
§ ‘Laying on of hands’

§ Indirect care intervention


§ Intervensi yang dilaksanakan tanpa berinteraksi langsung dengan
pasien namun dilaksanakan demi pasien

§ Nurse-initiated intervention
§ Intervensi yang diinisiasi oleh perawat untuk mengatasi diagnosis
keperawatan
TIM POKJA SIKI DPP. PPNI
§ Healthprovider-initiated intervention
§ Intervensi yang diinisiasi oleh tenaga kesehatan lain, namun
diberikan oleh perawat

15
10/16/19

SISTEM KLASIFIKASI SISTEM KLASIFIKASI


INTERVENSI KEPERAWATAN
• Klasifikasi atau taksonomi merupakan
pengelompokan berdasarkan hierarki dari yang
§ Mengikuti klasifikasi diagnosis keperawatan
bersifat lebih umum/tinggi ke lebih khusus/rendah.
§ International Classification of Nursing
• SIKI diklasifikasikan sama dengan klasifikasi
Practice –Diagnosis Classification (Wake,
SDKI
1994)
• Kelompok klasifikasi (takson) SIKI terdiri atas:
§ Doenges& Moorhouse’s Diagnostic Division of
• 5 KATEGORI
Nursing Diagnosis (Doenges et al, 2013)
• 14 SUBKATEGORI
• 590 INTERVENSI KEPERAWATAN

SISTEM KLASIFIKASI (LANJUTAN)

MENGAPA PERLU DIKLASIFIKASI?


Intervensi Keperawatan
1. Memudahkan penelusuran intervensi keperawatan
Fisiologis Psikologis Perilaku Relasional Lingkungan 2. Memudahkan untuk memahami beraneka ragam intervensi
keperawatan yang sesuai dengan area praktik dan/atau
Respirasi Nyeri dan Kebersihan Diri
Interaksi Sosial Keamanan & cabang disiplin ilmu.
Proteksi
Kenyamanan
Sirkulasi 3. Memudahkan pengkodean (coding) untuk penggunaan
Integritas Ego
Penyuluhan &
Pembelajaran
berbasis komputer (computer-based)
Nutrisi dan
Cairan
Pertumbuhan &
Eliminasi Perkembangan

Aktivitas dan
Istirahat
Diadaptasi dari:
Neurosensori Standar Praktik Keperawatan Indonesia (PPNI, 2005); International
Classification of Nursing Practice – Diagnosis Classification (Wake, 1994);
Reproduksi dan Doenges & Moorhouse’s Diagnostic Division of Nursing Diagnosis
Seksualitas (Doenges et al, 2013).

16
10/16/19

SISTEM K LASIFIK ASI (LAN JU TAN )


SISTEM KLASIFIKASI (LANJUTAN)
14 subkategori
5 kategori 1. Respirasi
1. Fisiologis • Kelompok intervensi yang memulihkan fungsi pernapasan dan oksigenasi

• Intervensi keperawatan untuk mendukung fungsi fisik dan regulasi 2. Sirkulasi


homeostatik • Kelompok intervensi yang memulihkan fungsi jantung dan pembuluh darah
2. Psikologis 3. Nutrisi dan Cairan
• Intervensi keperawatan untuk mendukung fungsi mental, proses • Kelompok intervensi yang memulihkan fungsi gastrointestinal, metabolisme dan
mental dan perilaku. regulasi cairan/elektrolit

3. Perilaku 4. Eliminasi
• Intervensi Keperawatan untuk mendukung perubahan perilaku atau • Kelompok intervensi yang memulihkan fungsi eliminasi fekal dan urinaria
gaya hidup
5. Aktivitas dan Istirahat
4. Relasional • Kelompok intervensi yang memulihkan fungsi muskuloskeletal, penggunaan energi
serta istirahat/tidur
• Intervensi keperawatan untuk mendukung hubungan interpersonal
atau interaksi sosial 6. Neurosensori
• Kelompok intervensi yang memulihkan fungsi otak dan saraf
5. Lingkungan
• Intervensi keperawatan untuk mendukung keamanan lingkungan dan 7. Reproduksi dan Seksualitas
menurunkan risiko gangguan kesehatan • Kelompok intervensi yang melibatkan fungsi reproduksi dan seksualitas

SISTEM K LASIFIK ASI (LAN JU TAN )

14 subkategori (Lanjutan)
8. Nyeri dan Kenyamanan
• Kelompok intervensi yang memulihkan nyeri dan kenyamanan

9. Integritas Ego
• Kelompok intervensi yang memulihkan kesejahteraan dengan diri sendiri secara

Komponen SIKI
emosional

10. Pertumbuhan dan Perkembangan


• Kelompok intervensi yang memulihkan fungsi pertumbuhan dan perkembangan

11. Kebersihan Diri


• Kelompok intervensi yang memulihkan perilaku sehat dan merawat diri

12. Penyuluhan dan Pembelajaran


• Kelompok intervensi yang memulihkan peningkatan pengetahuan dan perubahan
perilaku

13. Interaksi Sosial


TIM POKJA SIKI DPP. PPNI
• Kelompok intervensi yang memulihkan hubungan antarindividu dan individu dengan
kelompok

14. Keamanan dan Proteksi


• Kelompok intervensi yang memulihkan keamanan dan menurunkan risiko cedera
akibat ancaman dari lingkungan internal maupun eksternal

17
10/16/19

INTERVENSI DAN TINDAKAN? KOMPONEN INTERVENSI KEPERAWATAN


Label
INTERVENSI KEPERAWATAN
• Nama dari intervensi yang merupakan kata kunci
§ Segala treatment yang dikerjakan oleh perawat yang untuk memperoleh informasi tentang intervensi
didasarkan pada pengetahuan dan penilaian klinis untuk tersebut
mencapai luaran (outcome)

Definisi
TINDAKAN KEPERAWATAN
• Makna dari label intervensi berupa perilaku yang
§ Perilaku spesifik yang dikerjakan oleh perawat untuk dilakukan oleh perawat
mengimplementasikan intervensi
Tindakan
• Rangkaian aktivitas yang dikerjakan oleh perawat
untuk mengimplementasikan intervensi keperawatan

LABEL INTERVENSI KEPERAWATAN


Label Intervensi

Definisi Intervensi § Kata benda (nomina), bukan kata kerja (verb)


§ Contoh: Pemantauan à bukan Memantau
§ Terdiri dari tiga kata atau kurang, namun tidak lebih
dari enam kata

Tindakan (Activity)
§ Label mencakup sekitar 18 deskriptor

Referensi

DPP - PPNI

18
10/16/19

LABEL (LANJUTAN) LABEL, DESKRIPTOR (LANJUTAN)

Terdapat 18 Jenis Deskriptor


No Deskriptor Definisi No Deskriptor Definisi

1 Dukungan Memfasilitasi, memudahkan atau melancarkan 11 Pencegahan Meminimalkan risiko atau komplikasi

2 Edukasi Mengajarkan atau memberikan informasi 12 Pengontrolan Mengendalikan

3 Kolaborasi Melakukan kerjasama atau interaksi 13 Perawatan Mengidentifikasi dan merawat

4 Konseling Memberikan bimbingan 14 Promosi Meningkatkan


5 Konsultasi Memberikan informasi tambahan atau 15 Rujukan Menyusun penatalaksanaan lebih lanjut
pertimbangan 16 Resusitasi Memberikan tindakan secara cepat untuk
6 Latihan Mengajarkan suatu keterampilan atau kemampuan mempertahankan kehidupan
7 Manajemen Mengidentifikasi dan mengelola 17 Skrining Mendeteksi secara dini
8 Pemantauan Mengumpulkan dan menganalisis data 18 Terapi Memulihkan kesehatan dan/atau menurunkan
9 Pemberian Menyiapkan dan memberikan risiko
10 Pemeriksaan Mengobservasi dengan teliti

TINDAKAN KEPERAWATAN

§ Setiap kalimat diawali dengan kata kerja (verb) bentuk perintah


§ Hindari menggunakan kata kaji, observasi dan evaluasi.
Tautan (Linkage)
SDKI-SIKI
Dianjurkan menggunakan periksa, identifikasi, monitor.
§ Hindari mengombinasikan dua ide dalam satu tindakan

TIM POKJA SIKI DPP. PPNI

DPP - PPNI

19
10/16/19

TAUTAN (LINKAGE) KARAKTERISTIK TAUTAN


§ Bersifat komprehensif, satu diagnosis keperawatan bertaut
§ Tautan (linkage) merupakan suatu hubungan antara dua dengan multi-intervensi.
elemen/konsep, yakni SDKI dan SIKI § Tidak bersifat preskriptif, namun lebih bersifat rekomendasi
§ Membantu menentukan intervensi keperawatan setelah § Tautan ini memberikan gambaran tentang kemungkinan-
menegakkan diagnosis keperawatan kemungkinan intervensi yang dapat dijalankan untuk mengatasi
diagnosis keperawatan.
§ Tautan ini bukan untuk menggantikan clinical judgement
§ Memiliki tingkatan (level) yang berbeda dalam mengatasi suatu
perawat diagnosis, intervensi utama dan intervensi penunjang
§ Pemilihan intervensi keperawatan tetap didasarkan pada § Tautan dapat dilakukan 3 hal (addition, deletation, modification)
clinical judgement dengan mempertimbangkan berdasarkan kondisi pasien
kekhasan kondisi pasien, keluarga, kelompok atau
komunitas

LEVEL INTERVENSI
§ Level 1 (Intervensi Utama)
§ Merupakan intervensi prioritas (the intervention of
• Level Satu
choice) karena bersifat resolutif
1 • Intervensi Utama § Memiliki kesesuaian terbaik dengan diagnosis/etiologi
diagnosis keperawatan
§ Memiliki banyak tindakan2 yang dapat mengatasi
masalah
• Level Dua § Dapat digunakan pada berbagai setting
2 • Intervensi Pendukung § Efektivitas intervensi banyak diungkapkan dalam
riset/referensi/praktik klinis

20
10/16/19

LEVEL TAUTAN (LANJUTAN)


PERTIMBANGAN PEMILIHAN
INTERVENSI
§ Level 2 (Intervensi Pendukung)
§ Bukan merupakan intervensi prioritas § Pemilihan intervensi keperawatan sesuai kondisi pasien merupakan
bagian dari clinical judgement perawat.
§ Tidak bersifat resolutif namun dapat menunjang
§ Aspek yang dipertimbangkan untuk menentukan intervensi:
resolusi masalah
1. Karakteristik diagnosis keperawatan
§ Hanya dapat mengatasi etiologi diagnosis tertentu saja
2. Kriteria hasil pasien yang diharapkan
§ Hanya dapat digunakan pada setting tertentu saja
3. Kemampulaksanaan intervensi
§ Efektivitas intervensi tidak/belum banyak diungkapkan
dalam riset/referensi/praktik klinis 4. Kemampuan perawat
5. Penerimaan pasien
6. Penelitian yang mendasari intervensi tersebut
7. Kewenangan klinis (Clinical priviledge)

CONTOH TAUTAN SDKI- SIKI

21
10/16/19

Aplikasi 3S
2 bulan Launching
dan
2 bulan Revisi Draft Sosialisasi
SIKI Buku SIKI
1 bulan Penyusunan berdasarkan
komponen masukan
1 bulan Survei pada setiap Workshop
Intervensi intervensi
Inventarisasi Keperawatan
intervensi
dari berbagai
referensi

DPP - PPNI

Tahapan Penegakan Diagnosis dan


Penentuan Luaran serta Intervensi
Keperawatan

1Analisis • Bandingkan data dengan nilai normal


§ Seorang laki-laki usia 40 tahun dirawat dengan HIV+ TB paru +
Toksoplasmosis cerebri hari rawat ke 14. Pada pemeriksaan
Data • Kelompokkan data ditemukan kesadaran klien menurun (GCS 2-1-3), tampak
sesak napas, terdapat bintik merah di daerah tangan, dada atas,
2 Identifikasi • Masalah Aktual, Risiko, Promkes
pundak, dan kaki, S= 38° C, N : 92 X/menit T :140/80 mmHg, RR
: 23 X/menit, SaO2: 96%, menggunakan nasal canule 3 lpm,
Masalah Analisa gas darah pH 7,49, PCO2 25 mmHg, PO2 117, HCO3
19,1, AaDO2 1,000mmHg.
3Perumusan • Three part (Aktual) § Identifikasi kebutuhan dasar yang mengalami gangguan dan
Diagnosis • Two part (Risiko dan Promkes) lakukan pengelompokan data berdasarkan subkategori
diagnosis keperawatan
TIM POKJA SIKI DPP. PPNI
4Penentuan • Label Luaran dan Kriteria Hasil
§ Lakukan penegakan diagnosis keperawatan dan urutkan sesuai
Diadaptasi dari:
Luaran prioritas
Standar Praktik Keperawatan Indonesia
(PPNI, 2005); Ackley, Ladwig & Makic
(2017); Berman, Snyder & Frandsen
5 Penentuan
Intervensi
• Label Intervensi dan
§ Susun rencana keperawatan sesuai SLKI dan SIKI

(2015); Potter & Perry (2013)


Tindakan

22
10/16/19

§ Seorang laki-laki 43 tahun, dirawat di ruang penyakit paru dengan


diagnosis TB paru, saat ini mengeluh sesak napas. Hasil pengkajian
didapatkan pasien batuk disertai produksi sputum berwarna putih dan
kental, penggunaan otot bantu pernapasan (+), retraksi dinding dada
(+), bagian apeks kanan dan kiri paru fremitus menurun, ronkhi (+),
RR 30x/menit. Berat badan 44 Kg tinggi badan 165 cm. Pasien
mengeluhkan mual dan nafsu makan menurun. Diet yang diberikan
makanan biasa 2.500 KKal.
§ Hasil pemeriksaan laboratorium: Hb 8,9gr/dl, Leukosit 5,63x10^3/μL,
Eritrosit 2,83x106/μL, Trombosit 250.000/μL, Hematokrit 27 %, pH 7,30,
PO2 90 mmHg, PCO2 39 mmHg, HCO3- 17,8 mEq/L, BE -6, Natrium 135
mEq/L, Kalium 4,20 mEq/L, Clorida 102,0 mEq/L, ureum 23 mg/dL,
kreatinin 0,9 mg/dL, GDS 76 mg/dL. Hasil foto thoraks kesan infiltrat di
kedua lapang paru.
§ Identifikasi kebutuhan dasar yang mengalami gangguan dan lakukan
pengelompokan data berdasarkan subkategori diagnosis
keperawatan
§ Lakukan penegakan diagnosis keperawatan dan urutkan sesuai
prioritas
§ Susun rencana keperawatan sesuai SLKI dan SIKI

23
10/16/19

TERIMA KASIH

24