Anda di halaman 1dari 8

SISTEM SIRKULASI

Nama : Moria Yunantri


NIM : 201800105015
Rombongan : VIII
Kelompok : IV
Asisten : Riska

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN I

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
PROGRAM STUDI BIOLOGI
PURWOKERTO
2019
I.PENGANTAR

A. Latar Belakang
Darah adalah cairan dalam tubuh manusia yang bersirkulasi melalui jantung, arteri, kapiler,
dan vena. Proses sirkulasi darah juga dipengaruhi oleh kecepatan darah, luas penampang
pembuluh darah, tekanan darah, dan kerja otot yang ditemukan di jantung dan pembuluh
darah. Ada banyak bukti bahwa dinamika cairan pembuluh darah memainkan peran utama
dalam pengembangan dan pengembangan penyakit arteri ( Jonuarti , 2013).
Sistem sirkulasi darah terdiri dari sistem pembuluh darah dan sistem pembuluh darah
limfa. Sistem pembuluh darah terdiri dari jantung yang memompa darah, arteri yang membawa
darah ke organ dan jaringan, kapiler, saluran kecil yang memiliki halososom dan membelah
untuk bertukar zat antara darah dan jaringan, dan pembuluh darah yang mengembalikan darah
ke jantung ( Barvelender & Judith , 1988). Darah adalah media transportasi dari sistem
peredaran darah. Sirkulasi adalah lintasan kontinu yang merupakan karakteristik sirkulasi
paling penting. Jumlah yang sama akan mengalir melalui setiap bagian sirkulasi jika sejumlah
darah dipompa oleh jantung ( Junquiera et al., 1995).
Gurami ikan ( Osphronemus gouramy ) adalah ikan air tawar yang berasal dari rawa-
rawa. Tubuhnya rata dan lebar, tinggi tubuhnya lebih dari setengah panjang
tubuhnya. Tubuh gurami ditutupi sisik coklat gelap atau merah-coklat dengan bintik-bintik
hitam pada sirip dada. Punggungnya merah gelap, sementara perutnya berwarna perak atau
kekuningan. Ketika dia masih muda, kepalanya runcing dan setelah dewasa kepalanya menjadi
tumpul. Gurami termasuk ikan omnivora yang memiliki alat labirin, sehingga tahan terhadap
kekurangan oksigen. Gouramy memiliki sepasang utas dan fungsi yang panjang sebagai alat
sentuh ( Agus , 2001) .
B. Tujuan
Tujuan dari kegiatan laboratorium ini adalah :
1. Untuk mengetahui efek stimulasi pada respons kontraksi otot gastrocnemius .
2. Efek stimulasi kimiawi pada kontraksi otot jantung katak.
II.MATERI DAN CARA KERJA
A. Materi
Bahan yang digunakan dalam praktik ini adalah
larva gurami ( Osphronemus gouramy ).
Alat-alat yang digunakan dalam pr ini actice adalah mikroskop, rongga geser ,
dan pippet .
B. Cara Kerja
Metode yang digunakan dalam kegiatan laboratorium adalah:
1. Letakkan larva ikan di slide rongga.
2. Mengamati sirkulasi darah menggunakan mikroskop.
3. Mengambil gambar dan mencatat perbedaan arteri dan vena.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil

Gambar Sirkulasi Larva Ikan Gurameh


B. Pembahasan
Secara garis besar fungsi darah yang paling penting termasuk (Kay, 1998):
1. Mengangkut nutrisi dari saluran pencernaan ke jaringan
2. Pengangkutan produk ekskresi dari jaringan ke organ ekskretoris
3. Transportasi gas
4. Pengangkutan hormon
5. Transportasi sel fungsi non-pernapasan
6. Kekebalan dan pertahanan tubuh dari organisme penyebab penyakit yang dilakukan oleh
leukosit.
Ikan memiliki sistem tertutup dan peredaran darah, yaitu, darah selalu mengalir melalui
pembuluh dan hanya melewati jantung sekali dalam sistem peredaran darah. Mekanisme
sirkulasi darah ikan adalah darah yang dipompa oleh jantung yang terdiri dari vena sinus,
atrium, ventrikel , dan conusarteriosus yang tersusun dalam urutan linier, kemudian darah
dilepaskan melalui kapiler dan insang. CO 2 dilepaskan dan O 2 diambil saat melalui insang
sehingga ada pertukaran gas antara CO 2 dan O 2 . Ini akan mengubah darah menjadi darah arteri
dan kemudian menjadi jaringan tubuh dan kembali ke jantung melewativena (Ville,
1988). Volume darah pada ikan dapat diidentifikasi dalam 2 arah. Pertama, osteichtis memiliki
volume darah lebih rendah dibandingkan dengan vertebratalain . Kedua, estimasi volume darah
didasarkan pada penggunaan teknik. Indikator volume palsma biasanya digunakan untuk
mengukur volume darah (Brill et al., 1998).
Jenis sistem sirkulasi pada ikan mas adalah sistem peredaran darah karena
aliran darah di pembuluh darah yang diamati, yaitu pembuluh darah dan arteri. Ini sesuai
dengan referensi yang mengatakan manusia dan semua hewan vertebrata memiliki sistem
sirkulasi tertutup. Darah bersirkulasi di sepanjang serangkaian pembuluh darah dari arteri ke
vena melalui kapiler. Darah dapat menembus dinding kapiler yang hanya terdiri dari lapisan sel
yang mengarah ke cairan jaringan jika darah tidak berhubungan langsung dengan sel jaringan
tetapi sepanjang pembuluh darah kapiler. Cairan jaringan ini berhubungan langsung dengan sel-
sel jaringan ( Wulangi , 1993). Sistem vaskular pada ikan dibagi menjadi dua komponen,
sirkulasi darah dan sistem sirkulasi sekunder, yang merupakan sistem pembuluh yang disebut
sebagai ' limfatik ' (Rasmussen et al., 2013).
Ada beberapa jenis komponen sistem sirkulasi darah. Pertama, sistem kardiovaskular
adalah bagian dari sistem peredaran darah. Sistem ini terdiri dari jantung, pembuluh darah
(arteri, kapiler, dan vena), serta aliran darah di dalamnya. Jantung adalah pompa berotot untuk
menggerakkan darah. Pembuluh darah adalah tabung seri di mana darah mengalir. Kedua,
sistem limfatik juga merupakan bagian dari sistem sirkulasi. Sistem ini terdiri dari pembuluh
getah bening dan kelenjar getah bening yang terletak di pembuluh getah bening besar. Ketiga,
organ pembentuk dan penyimpanan darah seperti getah bening, hati, sumsum tulang, kelenjar
timus, dan jaringan limfatik (Sloane, 1995).
Menurut Kay (1998) perbedaan antara seni dan vena adalah sebagai berikut:
PERBEDAAN PEMBULUH DARAH PEMBULUH
DARAH
WARNA Merah terang Merah gelap

TEKANAN Besar (jika dipotong, Lemah (jika


darah menyembur) terpotong dengan
menetes)

ARAH Meninggalkan hati Menuju hati

LOKASINYA Lebih dekat ke permukaan


tubuh

KONTEN O 2 membersihkan CO 2 darah kotor


darah
JUMLAH KATUP Hanya satu di pangkal ditemukan di
arteri seluruh vena

UKURAN Lebih kecil Lebih besar

POLA ALIRAN Penyebaran Mengumpulkan

DINDING Tipis elastis Ketebalan dan


kurang elastis

KECEPATAN Sangat cepat agak lambat


ALIRAN
IV.KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum diskusi dapat disimpulkan:
1. Ikan adalah hewan vertebrata dengan sistem darah tertutup dan tunggal. Ini berarti
bahwa darah selalu mengalir melalui pembuluh dan hanya melewati jantung sekali dalam
sistem peredaran darah.
2. Pembuluh darah yang diamati adalah arteri dan vena. Pembuluh arteri
meninggalkan jantung dengan aliran yang cepat, sementara pembuluh darah menuju ke
jantung dan alirannya lebih lambat.
REFERENSI
Arfianto , F.
2017. Pengaruh Alat Peraga Tiga Dimensi Sistem Peredaran Darah Manusia Terhadap Peningkat
an Keterampilan Proses Sains Siswa SMA. Anterior Jurnal , Vol 16 No 2, Hal 120 - 128.
Agus , BM, 2001. Beberapa Metode Pembenihan Ikan Air Tawar . Yogyakarta: Kanisius.Aryulina .
Barvelender , G. & Judith, AR, 1988. Dasar-Dasar Histologi . Jakarta: Penerbit Erlangga .
Brill, RW et al., 1998. Volume Darah, Volume Plasma, dan Waktu Sirkulasi dalamHeenergy -Demand
Teleost, The Yellowfin Tuna ( Thunnus albacares ) . The Journal of
Experimental Biology , Volume 201, pp. 647-654.
Cao, C., Zhao, X., Fan, R., Zhao, J., Luan , Y., Zhang, Z., & Xu , S., 2015 . Selenium diet meningkatkan
tingkat antioksidan dan aktivitas ATPase di arteri dan vena unggas. Riset Elemen Jejak Biologis,
172 (1), 222–227.
Jonuarti , R.,
2013. Analisis Aliran Darah dalam Stenosis Arteri Menggunakan ModelFluida Casson dan Pow
er-Law. Jurnal Ilmu Dasar , 14 (2), hlm. 72-78.
Junquiera , Carlos, L., Jote , C. & Kelley, RV,
1995. Histologi Dasar . Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kay, I., 1998. Pengantar Fisiologi Hewan. New York : Penerbit Bioscientific . Parker .
Rasmussen, KJ, Steffensen , JF & Buchmann , K., 2013. Perbedaan kemunculan sel imun dalam sistem
vaskular primer dan sekunder dalam trout
pelangi, Oncorhynchus mykiss ( Walbaum ). Jurnal Penyakit Ikan, Volume 36, hal.675-679.
Sloane, E., 1995. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula . Jakarta: Penerbit BukuKedukasi EGC.
Ville, CA, Walker, WF & Barnes. 1988. Zoologi umum . Jakarta: Erlangga .
Wulangi , K., 1993. Prinsip-Prinsip Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Pers UGM.