Anda di halaman 1dari 8

REKAPAN TUGAS & JAWABAN

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN I


JESICA CHATERINA NOVIANTI – 1762201016 – 5 SHIFT 1 – MALAM

A. TUGAS I (01 OKTOBER 2019)


1. Latihan 1.1
PT. Melati pada 1 Juli 2015 mengakuisisi asset bersih PT. Lawu dengan harga
akuisisi Rp 25.000.000.000. Dalam akuisisi tersebut PT. Melati membayar
tunai kepada pemegang saham PT. Lawu sebesar Rp 200.000.000 dan sisanya
dengan penerbitan saham sebanyak 1.000.000 lembar dengan nominal 1.000.
Saham PT. Melati tidak diperjualbelikan di pasar modal sehingga tidak
memiliki nilai wajar. Nilai wajar asset bersih PT. Lawu adalah Rp
20.000.000.000. PT. Melati mengeluarkan biaya konsultan sebesar Rp
2.000.000.000 dan biaya registrasi saham sebanyak Rp 5.000.000.000.

Diminta :
Hitunglah goodwill yang diakui atas akuisisi tersebut !

Jawab :
Goodwill = Harga Akuisisi – Nilai Wajar Aset
= Rp 25.000.000.000 – Rp 20.000.000.000
= Rp 5.000.000

2. Latihan 1.2
PT. P membayar Rp 80.000.000 untuk mengakuisisi asset dan liabilitas PT.S.
PT.S melaporkan asset dengan nilai tercatat Rp 60.000.000 dan nilai wajar Rp
98.000.000 serta liabilitas dengan nilai tercatat dan nilai wajar Rp 23.000.000
pada saat akuisisi PT.P juga membayar Rp 3.000.000 untuk jasa mencari target
perusahaan yang akan diakuisisi.

Diminta :
Hitunglah goodwill yang diakui atas akuisisi tersebut!

Jawab :
Nilai Wajar Aset Bersih = Nilai Wajar Aset – Nilai Wajar Liabilitas
= Rp 98.000.000 – Rp 23.000.000
= Rp 75.000.000

Goodwill = Membayar Akuisisi – Nilai Wajar Aset Bersih


= Rp 80.000.000 – Rp 75.000.000
= Rp 5.000.000

3. Latihan 1.3
PT.P dan PT.S melakukan merger pada tanggal 1 Januari 2015. Dalam rangka
merger tersebut, PT.P membayar jasa untuk mencari target akuisisi Rp
40.000.000, biaya legal Rp 13.000.000, biaya audit terkait penerbitan saham
Rp 10.000.000, biaya registrasi saham Rp 5.000.000, dan biaya pendaftaran di
bursa Rp 4.000.000.
Diminta :
Hitunglah biaya yang harus dibebankan pada saat akuisisi!

Jawab :
Jasa Mencari Target Akuisisi + Biaya Legal
= Rp 40.000.000 + Rp 13.000.000
= RP 53.000.000

4. Latihan 1.4
PT.S melaporkan nilai tercatat asset bersih Rp 400.000.000 ketika diakuisisi
100% oleh PT.P. Nilai wajar asset bersih PT.S pada tanggal akuisisi Rp
510.000.000. PT.P membayar Rp 500.000.000 atas akuisisi tersebut.

Diminta :
Hitunglah goodwill yang diakui atas akuisisi tersebut!

Jawab :
Membayar Akuisisi – Nilai Wajar Asset Bersih = Goodwill
= Rp 500.000.000 – Rp 510.000.000
=(Rp 10.000.000)

5. Soal 1.1
Pada tanggal 1 Januari 2015, PT. Parento mengakuisisi seluruh asset dan
liabilitas PT. Subsido dengan menerbitkan 20.000 lembar saham biasa dengan
par Rp 5.000 dan nilai pasar Rp 24.000 per lembar saham. Biaya-biaya lain
yang harus dikeluarkan sehubungan dengan akuisisi tersebut (legal costs)
adalah Rp 20.000.000 dan biaya penerbitan saham Rp 30.000.000.

PT. Parento PT. Subsido


Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset:
Kas 100.000 40.000 40.000
Piutang Usaha 180.000 90.000 45.000
Persediaan 300.000 162.000 160.000
Mesin 500.000 400.000 370.000
Akumulasi Penyusutan (125.000) (100.000)
Aset Lainnya 45.000 8.000 12.000
Jumlah 1.000.000 600.000
Liabilitas dan Ekuitas:
Utang Usaha 80.000 60.000 70.000
Utang Lainnya 50.000 62.000 62.000
Utang Wesel 200.000 -
Saham Biasa 300.000 200.000
Tambahan Modal Disetor 100.000 110.000
Saldo Laba 270.000 168.000
Jumlah 1.000.000 600.000
Diminta:
1. Hitunglah goodwill yang timbul dari akuisisi tersebut!

Jawab :
HPP = Lembar Saham Biasa × Nilai Pasar
= 20.000 lembar × Rp 24.000
= Rp 480.000.000

Nilai Wajar = Total Nilai Wajar Aset – Nilai Wajar Liabilitas


“dalam ribuan”
= (Rp 40.000 + 45.000 + Rp 160.000 + Rp 370.000 + Rp 12.000) – Rp
70.000 + Rp 62.000)
= Rp 627.000.000 – Rp 132.000.000
= Rp 495.000.000

Goodwill = HPP – Nilai Wajar Aset Bersih


= Rp 480.000.000 – Rp 495.000.000
=(Rp 15.000.000)

2. Buatlah jurnal yang dibuat oleh PT. Parento atas akuisisi tersebut!

Jawab :

Biaya Legal Rp 20.000.000 -


Kas - Rp 20.000.000

3. Jika PT. Parento melakukan akuisisi atas saham PT. Subsido, buatlah
jurnal akuisisinya!

Jawab :

Kas Rp 40.000.000 -
Piutang Usaha Rp 45.000.000 -
Persediaan Rp 160.000.000 -
Mesin Rp 370.000.000 -
Aset Lainnya Rp 12.000.000 -
Goodwill - Rp 15.000.000
Utang Usaha - Rp 70.000.000
Utang Lainnya - Rp 62.000.000
Saham Biasa - Rp 480.000.000
B. TUGAS II (08 OKTOBER 2019)
1. Latihan 2.2
Pada awal tahun 2015, PT. Investor mengakuisisi 30% saham PT. Investee
pada nilai tercatatnya. Pada saat itu nilai ekuitas PT. Investee adalah Rp
400.000.000. PT. Investor memiliki pengaruh signifikan atas PT. Investee.
Selain saham biasa, PT. Investee juga terdiri dari 100.000 lembar saham
preferen kumulatif 5% dengan nominal Rp 2.000. Tidak ada dividen yang
terutang pada periode sebelumnuya. PT. Investee melaporkan laba bersih tahun
2015 sebesar Rp 150.000.000 dan membayar keseluruhan dividen sebesar Rp
72.000.000.

Diminta :
Hitunglah nilai tercatat investasi yang disajikan PT. Investor pada 31
Desember 2015!

Jawab :
Saham Preferen Kumulatif 5%
= (100.000 lembar × Rp 2.000) × 5%
= Rp 200.000.000 × 5%
= Rp 10.000.000

Akuisisi Investasi = Nilai Ekuitas × 30%


= Rp 400.000.000 × 30%
= Rp 120.000.000

 Laba – Saham Preferen


= Rp 150.000.000 – Rp 10.000.000
= Rp 140.000.000

Akuisisi Laba = Selisih Laba × 30%


= Rp 140.000.000 × 30%
= Rp 42.000.000

 Deviden – Saham Preferen


= Rp 72.000.000 – Rp 10.000.000
= Rp 62.000.000

Akuisisi Deviden = Selisih Deviden × 30%


= Rp 62.000.000 × 30%
= Rp 18.600.000

Nilai Tercatat Yang Disajikan PT. Investor


= Akuisisi Investasi + Akusisi Laba – Akuisisi Deviden
= Rp 120.000.000 + Rp 42.000.000 – Rp 18.600.000
= Rp 143.400.000
2. Latihan 2.3
Pada awal tahun 2015, PT. Investor mengakuisisi 40% saham PT. Investee
senilai Rp 250.000.000. Pada saat itu nilai ekuitas PT. Investee adalah Rp
500.000.000. PT. Investor memiliki pengaruh signifikan atas PT. Investee.
Pada saat akuisisi, tidak terdapat selisih antara nilai wajar dan nilai tercatat atas
seluruh asset dan liabilitas PT. Investee.

Diminta :
Hitunglah nilai goodwill pada saat akuisisi!

Jawab :
Goodwill = Harga Perolehan – Nilai Tercatat
= Rp 250.000.000 – (Rp 500.000.000 × 40%)
= Rp 250.000.000 – Rp 200.000.000
= Rp 50.000.000

3. Latihan 2.4
Pada awal tahun 2015, PT. Investor mengakuisisi 40% saham PT. Investee
senilai Rp 250.000.000. Pada saat itu nilai ekuitas PT. Investee adalah Rp
500.000.000. PT. Investor memiliki pengaruh signifikan atas PT. Investee.
Pada saat akuisisi, tidak terdapat selisih antara nilai wajar dan nilai tercatat atas
seluruh asset dan liabilitas PT. Investee. Pada tahun tersebut, PT. Investor
menjual persediaan kepada PT. Investee dan memperoleh laba kotor senilai Rp
10.000.000. Persediaan tersebut masih dimiliki PT. Investee hingga akhir
tahun 2015. PT. Investee melaporkan laba bersih tahun 2015 sebesar Rp
150.000.000 dan membayar dividen sebesar Rp 80.000.000.

Diminta :
Hitunglah nilai tercatat investasi yang disajikan PT. Investor pada 31
Desember 2015!

Jawab :
Investasi Awal = Rp 250.000.000

Akuisisi Laba = Laba Bersih × 40%


= Rp 150.000.000 × 40%
= Rp 60.000.000

Laba Belum Direalisasi = Rp 10.000.000

Akuisisi Deviden = Deviden × 40%


= Rp 80.000.000 × 40%
= Rp 32.000.000

Nilai Tercatat Investasi Yang Disajikan PT. Investor 31 Des 2015


= Investasi Awal + Akusisi Laba – Laba Belum Direalisasi – Akusisi Deviden
= Rp 250.000.000 + Rp 60.000.000 – Rp 10.000.000 – Rp 32.000.000
= Rp 268.000.000
4. Latihan 2.5
Pada awal tahun 2015 PT. Investor mengakuisisi 40% saham PT. Investee
sebesar nilai tercatat ekuitasnya. PT. Investor memiliki pengaruh signifikan
atas PT. Investee. Selama tahun 2015, PT. Investee mengumumkan rugi bersih
senilai Rp 150.000.000 dan tidak membagikan dividen. Pada awal tahun 2016,
nilai ekuitas PT. Investee adalah Rp 100.000.000. Selama tahun 2016, PT.
Investee melaporkan laba bersih sebesar Rp 80.000.000, dan tidak membayar
dividen.

Diminta :
Hitunglah nilai tercatat investasi yang disajikan PT. Investor pada 31
Desember 2015 dan 2016!

Jawab :
Investasi Awal = Nilai Ekuitas PT. Investee × 40%
= Rp 100.000.000 × 40%
= Rp 40.000.000

Akuisisi Rugi = Rugi Bersih × 40%


= Rp 150.000.000 × 40%
= Rp 60.000.000

Akusisi Laba = Laba Bersih × 40%


= Rp 80.000.000 × 40%
= Rp 32.000.000

Nilai Tercatat Investasi Yang Disajikan PT. Investor 31 Des 2015 & 2016
= Investasi Awal – Akusisi Rugi – Akusisi Laba
= Rp 40.000.000 – Rp 60.000.000 + Rp 32.000.000
= Rp 12.000.000

::. Jadi hasil di tahun 2015 “Rugi atau Laba” akan berpengaruh pada tahun
2016.
C. TUGAS III (22 OKTOBER 2019)

1. Kepemilikan Non Pengendali (Not Controling Interest)


PT. X membeli 70% saham biasa. PT.Y pada tanggal 1 Januari 20x7 seharga
Rp 294.000.000 tunai. Akun ekuitas pemegang saham perusahaan pada tanggal
pembelian sebagai berikut :

PT. X PT. Y
Saham Biasa (Nilai Nominal) Rp 400.000.000 Rp 180.000.000
Rp 10.000
Tambahan modal disetor Rp 222.000.000 Rp 65.000.000
Saldo Laba Rp 358.000.000 Rp 175.000.000
Total ekuitas pemegang saham Rp 980.000.000 Rp 420.000.000

Diminta :
a. Berapa jumlah yang akan dialokasikan ke kepemilikan non pengendali
pada tanggal 1 januari 20x7 di laporan keuangan konsolidasi ?

Jawab :
Jumlah Yang Dialokasikan Ke Kepemilikan Non Pengendali
= Total Ekuitas Pemegang Saham PT. Y × (100% – 70%)
= Rp 420.000.000 × 30%
= Rp 126.000.000

b. Buatlah bagian ekuitas pemegang saham dari laporan posisi keuangan


konsolidasi PT. X dan PT. Y per 1 Januari 20x7 !

Jawab :

PT. X ( 70% ) PT. Y (30%)


Saham Biasa Rp 400.000.000 Rp 180.000.000
Tambahan Modal Rp 222.000.000 Rp 65.000.000
Saldo Laba Rp 358.000.000 Rp 175.000.000
Jumlah Yang Dialokasikan Rp 294.000.000 Rp 126.000.000
Total Ekuitas P. Saham Rp 1.274.000.000 Rp 546.000.000

c. PT. X membeli kepemilikan di PT. Y untuk memastikan pasokan tetap


saklar elektronik yang di belinya secara berkala dari PT. Y Mengapa
PT. X merasa tidak harus kembali semua saham PT.Y ?

Jawab :
Jadi, PT. X membeli kepemilikan saklar elektronik di PT.Y, yang
dapat mengendalikan operasi PT.Y dengan kepemilikan saham
70% dan dapat menggunakan uang tersebut untuk membeli investasi
lainnya. Sisa saham PT. Y dapat digunakan untuk membiayai
operasi tambahan atau membeli investasi lainnya.
2. Perhitungan Pendapatan Bersih Konsolidasi (Computation Of
Consolidation Net Income)
PT. X membeli memiliki 75% saham biasa PT.Y yang diakuisisi sebesar nilai
buku yang mendasari pada tanggal 1 Januari 20x8. Laporan laba rugi dari
PT.X dan PT.Y untuk tahun 20x8, sebagai berikut :

PT. X PT. Y
Penjualan Rp 528.000.000 Rp 150.000.000
Pendapatan Deviden Rp 9.000.000
Total Pendapatan Rp 537.000.000 Rp 150.000.000
Dikurangi : HPP Rp 380.000.000 Rp 87.000.000
Beban Penyusutan Rp 32.000.000 Rp 20.000.000
Beban Lain-lain Rp 66.000.000 Rp 23.000.000
Total Beban Rp 478.000.000 Rp 130.000.000
Laba Bersih Rp 59.000.000 Rp 20.000.000

Diminta :
a. Berapa jumlah yang seharusnya dilaporkan PT.X dalam Laporan
keuangan L/R sebagai pendapatan dari investasi PT. Y dengan
menggunakan akuntansi metode ekuitas ?

Jawab :
Jumlah Yang Seharusnya Dilaporkan PT. X
= Laba Bersih PT. Y × (100% – 25%)
= Rp 20.000.000 × 75%
= Rp 15.000.000

b. Berapa jumlah pendapatan yang seharusnya dialokasikan kepemilikan


non pengendali dalam laporan L/R untuk tahun 20x8 ?

Jawab :
Jumlah Pendapatann Yang Seharusnya Dialokasikan PT.Y
= Laba Bersih PT. Y × (100% – 75%)
= Rp 20.000.000 × 25%
= Rp 5.000.000

c. Berapa jumlah yang seharusnya dilaporkan PT.X sebagai Laba bersih


konsolidasi untuk tahun 20x8 ?

Jawab :
Jumlah Laba Bersi Yang Seharusnya Dilaporkan PT. X tahun 20x8
= Laba Bersih PT. X – Pendapatan Deviden + Laba Bersih PT. Y
= Rp 59.000.000 – Rp 9.000.000 + Rp 20.000.000
= Rp 70.000.000