Anda di halaman 1dari 5

Nama : Adib Ghifar

NIM : 03031381722102
Shift : Selasa (13.00-16.00) WIB
Kelompok : 2 (Dua)

TEORI DUA FILM

Teori film telah banyak diterapkan untuk menggambarkan perpindahan


massa dalam sistem pada fluida. Teori tersebut menganggap bahwa resistensi
terhadap perpindahan massa dalam fase fluida turbulen yang diberikan hadir dalam
lapisan tipis yang berdekatan dengan antarmuka yang disebut film (Patricia, 2018).
Proses pemisahan gas-cair dan cair-cair, resistensi perpindahan massa kedua fase
harus dipertimbangkan. Membran berpori hadir di antara dua fase fluida, seperti
yang terjadi pada kontraktor membran pendekatan yang sama dapat
dipertimbangkan. Teori dua film yang tiap film menghadirkan resistensi terhadap
perpindahan massa tetapi konsentrasi dalam dua cairan dalam kesetimbangan.
Materi berdifusi dari satu fase menuju fase lainnya dalam berbagai proses
pemisahan. Laju di dalam kedua fase juga mempengaruhi laju perpindahan massa
keseluruhan. Menurut Walter (1962) bahwa dalam teori ini menyatakan bahwa
kesetimbangan diasumsikan terjadi pada permukaan batas atau interface antara fase
gas dan fase cairan sehingga tahanan perpindahan massa pada kedua fase
ditambahkan untuk memperoleh tahanan keseluruhan. Lapisan difusi digambarkan
dengan adanya permodelan ini. Perpindahan massa yang terjadi ditentukan oleh
konsentrasi dan jarak perpindahan massa yaitu ketebalan film tersebut Konsentrasi
solute dalam gas dan liquid adalah kecil, maka laju transfer massa yang sebanding
dengan perbedaan diantara konsentrasi bulk dan konsentrasi dalam interface gas
dan liquid yang ada di dalam film (Pamudji dan Rochmadi, 2000).
Proses difusi berlangsung efektif bila lapisan film sangatlah tipis. Lapisan
film yang tipis akan meniadakan terjadinya tahanan dari lapisan ini atau satuan
tahanan makin kecil, menyebabkan proses perpindahan massa tidak terganggu.
Lapisan yang laminer didapatkan dengan kondisi dari kedua aliran fase harus diatur
yaitu diusahakan membuat aliran yang tidak turbulen, lapisan film yang tipis akan
diperoleh gradien konsentrasi yang kecil. Proses absorpsi akan berjalan sangat cepat
degnan keadaan menjadi steady state. Cairan yang mempunyai komposisi tetap,
konsentrasi di bagian film akan menurun dari awal permukaan sampai akhir pada
cairan bagian ruah. Konveksi tidak terjadi pada film dan gas terlarut akan melewati
lapisan tipis tersebut hanya oleh difusi molekuler (Pamudji dan Rochmadi, 2000).
Nama : Adib Ghifar
NIM : 03031381722102
Shift : Selasa (13.00-16.00) WIB
Kelompok : 2 (Dua)

Teori lapisan dua film perpindahan massa terlarut A dari gas ke cairan akan
terjadi bila terdapat cukup kekuatan gerak (driving force) dari satu fase ke fase lain
yang dikenal dengan nama koefisien perpindahan massa (mass transfer coefficient).
Laju perpindahan massa ini juga bergantung pada luas permukaan kontak antar
fasa. Proses pemisahan bahan-bahan harus mengalami difusi dari suatu fase ke fase
lain, dan laju difusi di dalam kedua fase itu mempengaruhi perpindahan massa
menyeluruh. Teori dua film yang telah diusulkan oleh Whitman pada tahun 1923
diandaikan terdapat keseimbangan pada antarmuka, dan di dalam tahanan terdapat
perpindahan massa pada kedua fase itu lalu dijumlahkan untuk mendapatkan
tahanan menyeluruh, yang lebih muda dipergunakan untuk perhitungan rancang
dari pada koefisien-koefisien individual (Walter, 1962).
Perpindahan massa antara fase menjadi lebih rumit karena perpindahan
kalor dan diskontinuitas (ketaksinambungan) yang terdapat pada antar muka. Yang
terjadi karena konsentrasi atau fraksi mol zat terlarut yang terdifusi hampir tidak
pernah sama kedua sisi antarmuka itu. Model untuk mengetahui diskontinuitas ini
pada destilasi campuran biner, Y*A lebih besar dari XA dan gradian di dekat
permukaan gelembung. Absorpsi gas yang sangat mudah larut, fraksi mol di dalam
zat cair antarmuka akan lebih besar dari fraksi mol di dalam gas (Walter, 1962).
Suku 1/Ky dapat dianggap sebagai tahanan menyeluruh terhadap
perpindahan massa, sedang suku m/Kx dan 1/Ky adalah tahanan di dalam film zat
cair dan film gas. Film ini tidak selalu merupakan lapisan stagnan yang mempunyai
ketebalan tertentu agar teori dua film berlaku. Perpindahan massa di dalam salah
satu film dapat berlangsung melalui difusi melalui lapisan batas laminar atau
melalui difusi keadaan unsteady, seperti umpamanya dalam teori penetrasi dan
koefisien menyeluruh masih bisa didapatkan. Perpindahan melalui film stagnan ke
fase dimana teori penetrasi dapat diperkirakan berlaku, koefisien dari teori penetrasi
mengalami perubahan kecil karena adanya perubahan konsentrasi pada antar muka,
namun efek ini hanya nilai teoritis saja (Pamudji dan Rochmadi, 2000).
Absorbsi berdasarkan ilmu kimia adalah suatu fenomena fisika/kimia atau
proses atom, molekul, dan ion memasuki suatu fase besar gas, cair, atau padat.
Fungsi dari absorbsi yaitu untuk meningkatkan nilai guna dari suatu zat dengan cara
Nama : Adib Ghifar
NIM : 03031381722102
Shift : Selasa (13.00-16.00) WIB
Kelompok : 2 (Dua)

merubah fasenya. Formalin merupakan contoh absorben yang berfase cair berasal
dari formaldehid yang berfase gas dapat dihasilkan melalui proses absorbsi. Teori
menurut ilmu fisika energi tinggi, absober adalah alat yang digunakan untuk
menyerap sebagian energi dari suatu pertikel. Absorber dapat dibuat dari berbagai
macam material, tergantung kebutuhan dan bahan bakunya (Leviska, 2012).
Proses pemisahan campuran gas – liquid dengan cara destilasi, absorbsi atau
tergantung atas komposisi fase uap dan liquid pada keadaan setimbang. Fase uap
adalah fase yang lebih mudah menguap atau komponen yang tidak mudah larut
dalam larutan. Proses pemisahan komponen fluida dapat dipisahkan dengan
dikontakkan dengan zat padat, yang disebut dengan adsorbsi. Pemisahan gas
adsorbsi digunakan untuk menghilangkan impuritis dari industri gas seperti karbon
monoksida, untuk mengembalikan uap pelarut dari campuran udara atau gas lain.
Pemisahan liquid termasuk menghilangkan uap alam gasolin, larutan gula,
memisahkan campuran aromatik dan parafin. Semua contoh ini untuk memisahkan
campuran yang dibawa untuk dikontakkan dengan fase lain yang tidak mudah larut,
penyerapnya adalah senyawa padatan (Walter, 1962).
Absorbsi adalah suatu proses dimana campuran gas dikontakkan dengan
liquid untuk melarutkan satu atau lebih komponen gas sehingga didapatkan larutan
gas dalam liquid. Konsentrasi gas yang dilarutkan dalam liquid disebut dengan daya
larut (sollubilitas) gas. Absorber terjadi kontak antar dua fasa di dalam yaitu fasa
gas dan fasa cair mengakibatkan perpindahan massa difusional dalam umpan gas
dari bawah menara ke dalam pelarut air sprayer yang diumpankan dari bagian atas
menara. Peristiwa absorbsi ini terjadi pada sebuah kolom yang berisi packing
dengan dua tingkat kolom absorbansi (Pamudji dan Rochmadi, 2000).
Model yang paling sederhana dan tertua telah dikemukakan sebagai
penjelasan proses transport massa yang disebut teori lapisan film. Pertama kali
dikemukakan oleh Whitman (1923) dan digunakan oleh Hatta (1928) untuk
absorption yang disertai reaksi kimia. Teori lapisan film didasarkan pada asumsi
dimana dua fasa liquida saling kontak satu sama lain, suatu lapisan tipis fluida diam
berada di setiap sisi batas fasa. Perpindahan massa konveksi dalam lapisan ini
diasumsikan tidak penting, dan karena itu perpindahan itu dapat dicapai oleh difusi
Nama : Adib Ghifar
NIM : 03031381722102
Shift : Selasa (13.00-16.00) WIB
Kelompok : 2 (Dua)

keadaan tunak (steady-state). Lapisan tipis ini di dalamnya akan turbulensi mampu
untuk menghilangkan gradien konsentrasi. Daerah interface dianggap ideal sebagai
suatu hepotesa “lapisan tak teraduk”. Tekanan parsial tetap pi,blk menyebabkan tidak
ada tahanan perpindahan massa dalam fase gas (Zehra, 2014).
Teori film bersifat elementer, semua aliran di dalam fluida turbulen
terkonsentrasi dalam suatu stagnant film. Aliran berikutnya terhadap dinding atau
batas stasioner fluida, menurut model ini semua driving force atau konsentrasi
untuk mengurangi stagnant film dan konsentrasi dalam bulk fluida adalah konstan,
karena ini disebabkan oleh gerakan turbulen yang tinggi. Tebal film khayalan untuk
massa pada kecepatan aliran yang sebanding adalah tidak sama kecuali pada kondisi
batas. Koefisien transfer massa banyak digunakan, tetapi lebih sedikit dibandingkan
dengan koefisien transfer atau koefisien permukaan (Walter 1962).
Menurut Walter (1962) teori lapisan film memiliki aturan, jika dua fase
dikontakkan, di batas antar fase terdapat keseimbangan fase. Korelasi atau data-
data di lapisan batas fase ini sangat perlu diketahui. Data-data keseimbangan telah
banyak tersedia, meskipun penelitian tentang hal ini masih perlu dilakukan. Data
kesetimbangan untuk sistem tertentu terdapat di dalam buku termodinamika.
Menurut Zahra (2014) teori mengenai lapisan film plastik (interfacial film)
mengatakan bahwa emulgator (Emulgator adalah bahan aktif permukaan yang
dapat menurunkan tegangan antar muka antara minyak dan air dan membentuk film
yang mengelilingi tetesan terdispersi sehingga mencegah koalesensi dan
terpisahnya fase terdispersi) akan diserap pada batas antara air dengan minyak,
sehingga terbentuk lapisan film yang akan membungkus partikel fase dispersi atau
fase internal. Terbungkusnya partikel tersebut, usaha asntar partikel sejenis untuk
bergabung menjadi terhalang. Stabilitas maksimum harus dipenuhi syarat-
syaratnya yaitu memiliki emulgator yang dipakai berupa :
1) Dapat membentuk lapisan film yang kuat tetapi lunak.
2) Jumlahnya cukup untuk menutup semua permukaan partikel fase dispersi.
3) Dapat membentuk lapisan film dengan cepat dan dapat menutup semua
partikel dengan segera.
4) Molekulnya memiliki afinitas terhadap kedua cairan membentuk emulsi.
Nama : Adib Ghifar
NIM : 03031381722102
Shift : Selasa (13.00-16.00) WIB
Kelompok : 2 (Dua)

DAFTAR PUSTAKA

Raharjo Pamudji, dan Rochmadi. 2000. Pengukuran Koefisien Transfer Massa


Oksigen pada Kolom Konis dengan Aliran Berlawanan. Jurnal Teknik
Kimia. Vol. 2(1): 12-16.
Luis, P. 2018. Fundamental Modelling of Membrane System. English: Elsevier Inc.
Walter, G. 1962. The Two Film Theory of Gas Absorption. Jurnal Transfer Massa
dan Panas. Vol. 5(5): 429-433.
Leviska. 2012. Characteristics and Potential Applications of Coarse Clay Fractions
From Puolanka, Jurnal Teknik. Vol. 2(2): 239-247.
Zehra, M. 2014. Two Film Theory. (Online). http://mimoza.marmara.edu.tr/`zehra.
can/ENVE401/10.%20Two%20Film%20Theory. (Diakses pada tanggal 28
September 2019).